SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Pertemuan dirumah Ranti


__ADS_3

" Maafkan saya Nona", hanya kalimat itu yang mampu Rendi ucapkan.


" Rendi, kamu tidak salah membantu keluarga, dan itu kewajiban kita, persoalannya adalah kita mengesampingkan tindak tanduk dari keluarga kita. Ranti menasehati Rendi


" Pernah tidak kamu membayangkan, jika Perusahaan kita maju dan kamu berada tingkat tinggi, berapa banyak yang kagum dan berapa banyak iri dengan pencapaian kamu, lanjut Ranti


Coba kamu lihat keluarga ku, ayah fan ibuku di jatuhkan oleh kakak kandungnya sendiri dan bahkan sampai sekarang saya tidak tahu apa mereka masih hidup atau tidak, saya hanya berharap mereka berdua masih hidup. lanjut Ranti


Banyak contoh sesama keluarga kandung saling menjatuhkan, saya bersyukur Rendi bisa bertemu dan kenal dengan kamu, makanya saya berusaha untuk yakin dengan pilihan saya untuk mengangkat kamu jadi orang kepercayaan saya selain ke-enam kakakku dan 2 sahabatku yang sudah ku anggap saudara. Mohon kamu mengerti kenapa beberapa hari ini kamu saya cuekin


" Baik Nona, saya mengerti dan akan lebih tegas lagi.


Ya sudah, lihat itu istrimu sampai menangis melihat mu, istrimu bangga dengan kamu yang peduli dengan keluarganya hingga posisi kamu terancam. kata Ranti mencairkan suasana.


Maafkan keluarga adek mas, kata istri Rendi


Sudah gak apa-apa, keluarga tidak bersalah, Darma yang bodoh membuang kesempatan dengan sikapnya itu. kata Rendi menenangkan istrinya.


Sekitar lima belas menit setelah Rendi di nasehati Ranti, Bu Likha melaporkan bahwa di teras sudah datang, ibu Gendhis dan Elisabeth, kata Bu Likha


" Bawa masuk saja Bu Likha", perintah Ranti


Mari masuk Bu Gendhis dan kak Elis, selamat datang dirumahku dan ini Keempat kakakku, Kak Darel, kak Mercy, Kak Mercy dan Kak Rindu, Ki semua sekolah di Bintang Timur. kata Ranti


Selamat datang di rumah kami ibu Gendhis dan kak Elisabeth, silahkan duduk.


Setelah Ranti memperkenalkan keempat kakaknya, dia juga memperkenalkan Rendi dan istrinya, namun Rendi langsung menegur duluan, maaf Nona kalau saya tidak sopan, Bu Gendhis dan Elisabeth saya sudah sangat mengenal mereka.


Astaga, Rendi dan kamu juga Bella, maaf saya tidak bisa datang di pernikahan kalian, ya tau sendirilah keadaan saya, Kata Elisabeth


Oh kalian sudah saling kenal ternyata, potong Ranti


Maaf Nona, Rendi dan Bella sudah lama saya kenal, dulu sering main ke rumah sama Bella jenguk ibuku waktu sakit, kata Elisabeth


hahahaha, Surabaya terasa sempit ya.. canda Ranti


Langsung saja dan ini bagian kamu Rendi, dan saya kasih tau dulu masalah nya apa.


Ini sebenarnya keputusan mendadak, saya ingin berinvestasi di perusahaan tempat Kak Elisabeth bekerja, tadi Pak Jerry William sudah menelpon saya dan dia akan menghubungi kamu, sampai disini apa Rendi sudah paham maksud saya, tanya Ranti ke Rendi


" Sudah Nona dan berapa nilai investasi yang ada berikan? tanya Rendi


Saya membeli 30% saham milik Tuan Jerry William, nominal setoran Dana 280 milyar, dengan syarat Kak Elisabeth harus menjadi Manajer keuangan di perusahaan itu, karena kak Elis adalah wakil RPS Finance di Perusahaan itu, bagaimana ?


Kita memang berhak menunjuk wakil kita di perusahaan itu, dan bagusnya adalah Perusahaan kita mendapat bagian di Posisi penting yaitu Keuangan, jadi amanlah soal arus keluar masuk dana, dan kita bisa memantau nya. Rendi setuju dengan langkah Ranti


Elisabeth dan ibunya mendengar kenaikan pangkat, Elisabeth pun bertanya


Maaf Ranti, apa kak Elis tidak salah dengar, yang barusan kamu katakan, Elisabeth meyakinkan pendengaran nya.


Kak Elis tidak salah dengar, bahkan tadi jika dia memilih menjualnya, pasti kubayar dan kak Elis yang jadi direktur disana menggantikan Jerry William. jelas Ranti


Jika Minggu depan semua beres maka, disposisi kak Elis akan mulai per 1 Januari Tahun depan. lanjut Ranti menjelaskan ke Elisabeth


Dan kamu Rendi atur semuanya hingga tuntas, jika sudah dan kita di haruskan menyetor dana maka hubungi saya. perintah Ranti ke Rendi


" Baik Nona, saya sangat senang mengerjakannya, apalagi Elisabeth telah menjadi bagian dari Tim kita, kata Rendi bersemangat.


Rendi, tolong juga apa di kompleks perumahan yang ku berikan padamu itu masih ada yang kosong, Tanya Ranti


" Kebetulan, kami baru dari sama kemarin, blok depan rumah saya itu sudah sementara di pasarkan, ukuran dan model sama dengan punya saya. Harganya yang beda sedikit lebih tinggi, jawab Rendi


Nanti selesai makan siang kamu antar Elisabeth dan bu Gendhis kesana, beli 1 unit Rumah sebagai inventaris buat kak Elisabeth dan lengkapi semuanya, perintah Ranti.


" Siap laksanakan Nona bos, Rendi bersemangat

__ADS_1


Rendi...! Sekali lagi kamu panggil saya nona bos ku potong 30 % gaji kamu dan tidak ada libur natal dan tahun baru, Ranti memang tidak suka orang dekat nya panggil dia bos


" Maaf Nona, keceplosan, hehehehe


ini sudah ke dua kalinya ku masih tau kamu oke !


" Siap Nona.. jangan marah lagi


Kak Elis apa bisa nyetir mobil, tanya Ranti


" Bisa dan saya punya SIM, karena ibu sakit jadi mobil di tarik Dealer, jawab Elisabeth malu-malu


Kalau begitu hari ini pake mobil saya ke rumah yang buat inventaris, kalau bisa cari yang hook. saran Ranti


Bu Likha, tolong kasih tau Mang Dul agar panaskan mobil Innova, nanti mau di pake.


Kak Darel sudah berangkat ya, kak Mercy


Sudah pas selesai kenalan dengan Kak Elisabeth dan Bu Gendhis, jawab Mercy


Bu Gendhis, nanti Bu Yanti mau kesini, maaf ya, mereka datang hanya bicara soal Panti.


Tidak apa-apa, ibu juga ikhlas keluar dari rumah itu, saat ini malah ibu dapat berkat lagi, Elisabeth bisa di naikkan posisi nya bahkan dapat tempat tinggal. Terimakasih, nak Ranti


Sama-sama, doakan saja kak Elis dan usaha saya berhasil, dan Kak Elis, semua sudah ada ditangan kak Elis, mulai saat ini semua tergantung kak Elis mau berusaha jadi yang terbaik atau tidak. Dan satu lagi yang paling penting, " Saya tidak suka Pengkhianatan dan juga penjilat", ada masalah kita bicarakan secara kekeluargaan. peringatan Ranti untuk Elisabeth


" Mulai saat ini, ijinkan kakak memanggil Nona jika berada di tempat umum, jika kita di rumah kakak akan memanggil mu adik saja, apa boleh, tanya Elis


Terserah kamu Elia saja, selama Kaka setia, jujur dan terbuka, maka kak Elis akan ikut senang dan bahagia, benar gak Rendi


" Sangat benar Nona, saya belum setahun sudah dapat bonus, hehehehe Terimakasih Nona, uang untuk kelahiran dan perlengkapan bayi sudah sangat cukup bahkan lebih, sombong Rendi


Mulai sombong ya, ujar Ranti


" Mas.. ! kamu itu, masa Nona Ranti, kamu bercanda in terus, kata Bella


Bercanda boleh asal jangan ceroboh karena keasikan bercanda, tembak Ranti


" Maaf Nona, kami telah menata meja di Taman samping dekat kolam ikan Nona, maaf kami tidak bertanya terlebih dahulu, kata Bu Likha


Gak apa-apa, lagian meja makan kita tidak cukup untuk kita semua, jadi itu namanya inisiatif yang tepat, terimakasih


Akhirnya, Darel tiba bersama dengan 3 orang dari panti asuhan Charity, Bu Serli, Bu Farida dan Bu Yanti.


Bu Yanti dan Bu Farida, terkejut melihat rumah Ranti, halaman luas dengan mobil yang berjejeran, untung saja mobil -mobil sport mereka berlima di garasi, jadi mereka berdua tidak tambah melotot matanya.


Bu Likha menyambut mereka, " Selamat Datang di kediaman Nona kami, Ranti, Mercy, Friska Rindu dan Tuan Muda Darel, silahkan masuk, kata Bu Likha


Bu Likha apa Rendi dan tamu yang lain masih ada, tanya Rendi


" Masih Tuan Muda, kita ke Taman samping, kami sudah menata meja di Taman samping, dekat kolam ikan Nona muda Ranti.


Terimakasih Bu Likha, tolong antar tamu saya mau cuci muka dulu, kata Darel


Mereka melewati Ruang Tamu, dan melihat Foto -foto kelima bersaudara dan satu foto berukuran besar, bergambar 5 bersaudara, dengan baju model sama dan nampak Darel di apit 2 gadis cantik di kiri dan kanan.


Mari ibu-ibu kita langsung ke Taman samping, Nona-Nona Muda kami sudah menunggu.


Ketiga wanita paruh bayah itu hanya menurut saja, ketika hendak melewati pintu penghubung rumah dan Taman, Elis melihat Bu Yanti. Mereka bertatapan mata, namun keduanya tidak saling menegur seolah tidak saling mengenal.


Bu Yanti, melihat Elisabeth yang cuek, lalu mendesis, bergumam " ngapain Elis disini".


Setibanya di Taman samping, mereka di sambut keempat gadis remaja yang kini terlihat lebih cantik dan terurus, hingga timbul berbagai pertanyaan dalam hati mereka.


Mercy menyalami mereka dan diikuti oleh ketiga adiknya, " Selamat datang dirumah kami, Bu Farida, Bu Yanti dan Bu Serli, dan apa kabar kalian semuanya, ucap Mercy membuka suara.

__ADS_1


" Kami semua baik-baik saja dan bagaimana dengan kalian semuanya? Bu Farida berbalik tanya


Seperti yang ibu Farida lihat, kami semua baik-baik saja dan sekolah kami lancar, jawab Friska.


Ayo kita mulai makan saja, aku sudah sangat lapar, kata Ranti, yang cuek dengan 3 orang pengurus Panti, kecuali Bu Serli, walau Ranti bersikap seperti itu, namun Bu Serli sadar bahwa, hanya 2 orang bersamanya itu yang di cuekin Ranti.


Dilain pihak, mata Bu Yanti tak lepas dari Bu Gendhis, Ranti yang melihat itu langsung mengambil tempat duduk di samping Bu Gendhis dengan membawa sepiring makanan.


Elisabeth datang dengan membawakan makanan untuk ibunya dan mereka menikmati makanannya.


Bu Farida dan Bu Yanti, begitu melihat menu yang disiapkan, tidak bisa tidak mengagumi menu yang ada, Dewi datang dari dapur dan menyajikan udang chrispy dan udang asam manis favorit Ranti.


"Dewi mana Ketty, tanya Ranti


" Lagi di gendong mba Dewi juga


Ya sudah, mana pesananku, tanya Ranti ke Dewi


Saat Dewi hendak mengambil piring yang berisi Udang crispy dan udang asam manis, Bu Yanti tanpa malu mengambil beberapa ekor, Dewi hanya tertegun tapi tak melarang.


" Nona saya ke dapur dulu, kata Dewi sambil berlalu


Untung aku buat banyak kalau tidak bisa terjadi perang, ibu itu tidak tahu kalau menu ini favorit Ranti


Dewi keluar dengan membawa 2 menu yang sama pesanan Ranti langsung jalan menuju Ranti dan meletakkan kedua menu itu di meja kecil yang ada di samping Ranti.


Ranti, atas nama Panti Asuhan Charity, mengucapkan terimakasih atas sumbangan yang kamu berikan, kami akan menggunakannya untuk merenovasi beberapa bagian dari gedung yang sudah rusak dan mengecat kembali gedung Panti. kata Bu Farida


Sama-sama Bu Farida dan semoga bisa bermanfaat bagi Panti, apakah makanan penghuni panti ada kekurangan, tanya Ranti ke Bu Farida


Kami sudah 2x mendapat kiriman beras 100 karung ukuran 25 kg per sekali kirim dan juga selama 3 bulan ini kami selalu mendapatkan daging 100 kg, 10 karton susu, 10 karton mie instan dan juga telur setiap 2 Minggu sekali, dan orang datang mengirimnya hanya minta tanda tangan saja.


Jadi saat ini untuk makanan sangatlah cukup, mengingat Panti Asuhan Charity saat ini tinggal memiliki 5 anak berumur 1 tahun, 10 TK, 60 usia SD, 20 SMP dan 15 SMA, oleh karena dari segi makanan mereka bisa di katakan cukup, maka uang sebagian yang kamu berikan, akan gunakan untuk renovasi dan pengadaan fasilitas yang, kata Bu Farida.


Baguslah, hari Senin nanti saya suruh orang untuk mengecek bagian - bagian gedung yang akan di perbaiki dan Fasilitas -fasilitas apa yang harus di perbaiki atau di tambah, kata Ranti


Rendi tolong cari kontraktor dan antar ke Panti Asuhan Charity untuk pengecekan dan segera buat anggaran renovasi, setelah itu lakukan pengecatan semua gedung. Perintah Ranti


Dewi tolong kamu ke panti asuhan Charity juga dan lihat kondisi dapur, baik peralatan masak maupun peralatan makan. Perintah Ranti


Bu Serli saya percayakan kep ada ibu untuk mengecek seluruh perlengkapan sekolah semua anak yang sudah bersekolah. Dan juga untuk uang sekolah bagi yang tidak mendapat beasiswa, tolong buat daftar setiap semester, Bagaimana bisa ibu Serli melaksanakan itu semua tanya Ranti


" Bisa Ranti, ibu akan dengan senang hati mengerjakan nya.


Bu Farida paling lambat hari Rabu semua data anak - anak panti, kirimkan ke saya.


" Baik Ranti, akan ibu kerjakan dengan ikhlas


" Bu Yanti, tolong buatkan daftar menu makanan tiap minggunya, dan berapa anggaran yang di butuhkan, nanti daftarnya tiap hari Jumat pagi sudah di kirimkan ke Bu Likha, apa bisa ibu mengerjakan nya?


Bu Yanti diam sejenak dan akhirnya dengan terpaksa menyetujui nya.


Jika dalam 3 bulan tejadi perubahan di panti, pasti kedepannya Panti Asuhan Charity akan lebih berkembang dan menjadi Panti Asuhan yang bisa menjadi contoh buat Panti Asuhan lainnya. kata Ranti


Carilah beberapa pengasuh panti khususnya untuk anak-anak masih butuh bimbingan. Lanjut Ranti


Ranti, sebenarnya kami sangat ingin menambah pengasuh paling tidak 3 orang lagi untuk anak-anak usia 0 hingga 9 tahun, tapi terbatasnya anggaran, hingga kami tak bisa berbuat apa-apa, kata Bu Farida.


Anggaran dari pemerintah setahu saya lumayan besar, donatur juga banyak, jadi apa kendalanya, tanya Ranti


" Sekarang ini donatur sudah berkurang dan banyak anggaran tersedot ke perbaikan-perbaikan gedung dan tiap bulan biaya dapur juga bertambah, juga biaya sekolah anak-anak. kata Bu Farida


Saat ini saya hanya bisa membantu semua anak yang tidak mendapat beasiswa untuk uang sekolah, dan semua anak setiap semester akan saya bantu untuk perlengkapan sekolah, baik seragam, tas, sepatu dan buku tulis. Jelas Ranti


Baik kalau begitu Ranti, ibu mengerti sekarang dan sangat menyesal, telah berbagai hal yang tidak baik terhadap kalian berlima, terutama sama kamu Ranti, ucap Bu Farida sambil menundukkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2