SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kemenangan dan rencana bagi 3 keluarga William, Sumitro dan Setiawan


__ADS_3

Pertarungan belum berakhir, Ranti terus menyerang, di melihat sudah banyak yang tumbang mengalami kelumpuhan.


Baru saja dia merasa sebentar lagi akan selesai, di depan gerbang proyek terlihat iring-iringan mobil truk membawa sedikitnya 60 orang.


Tanpa menunggu lama, " keluarkan 50 jarum pelumpuh", dalam sekejap jarum-jarum itu langsung beterbangan menancap ke 50 target.


Dengan terus bergerak, Ranti menghajar, Suryani dan ibunya hanya melongo melihat keganasan dan kelincahan Ranti menghajar para preman, para pekerja proyek yang melihatnya menjadi ketakutan, tampang Ranti yang tenang dan fokus, hingga orang yang melihat gerakan nya terpesona.


Preman yang tumbang juga tak bisa berkata-kata apa-apa, kali ini mereka salah memilih tempat dan salah menerima order.


" Aplikasi Mata Dewa retas semua sistem keamanan perusahaan itu dan ambil semua dokumen - dokumen nya, jika ada skandal segera sebarkan, kuras semua rekening perusahaan mereka, pesan teks Ranti


"Baik", jawab Aplikasi Mata Dewa.


" Retas juga Kantor Badan Pertanahan Indonesia di Surabaya, cari pelaku yang yang membuat sertifikat palsu lahan ini, lanjut Perintah teks Ranti.


Pertarungan sudah menjelang titik akhir, para preman tinggal sekita 30 orang, itupun mereka sudah kelelahan.


" Apakah kalian mau menyerah atau nasib kalian akan sama seperti mereka", teriak Ranti


" Kami menyerah Nona, kami tidak akan melawan lagi", ucap mereka


Dengan gerakan cepat Ranti sudah berhadapan dengan kepala Preman


" Bagaimana? apakah masih ada anak buahmu yang belum datang" ? ejek Ranti


" Ampunilah kami Nona, kami hanya orang yang dibayar", Ucap kepala Preman itu.


" Orang seperti kamu tidak akan ku ampuni" ! kraak ... kraak, kaki dan tangan patah, Ranti telah mematahkanya


arkhhh arkhhh


Terdengar teriakan kesakitan dari kepala Preman


" Bagaimana", apakah kamu sudah percaya dengan omongan ku" !


" Tadi sudah kukatakan akan ku patahkan kaki dan tangan kamu", ejek Ranti


" Ampun Nona, ampun Nona", ujarnya sambil menahan tangis


" Pergi kalian dari sini bawa semua anak buah kamu, dan jika kalian masih mengganggu, kupastikan kamu mati tak berbekas", Ancam Ranti


" Kami tidak akan mengganggumu lagi" Ujar preman itu


" Dibayar berapa kalian oleh 3 keluarga itu", ? tanya Ranti


" 10 milyar, tapi baru di bayar 5 milyar", ucap kepala Preman itu


" Sekarang bawa pulang anak buahmu, 3 hari ke depan kamu datang ke sini jam 4 sore, kalau kamu dan anak buahmu mau sembuh, cukup datang 5 orang termasuk kamu, apa kamu mengerti", bentak Ranti


" Baik Nona saya akan datang bersama 5 orang lainnya", ujarnya ketakutan.


Ranti segera beranjak dan berjalan ke arah Suryani dan ibunya juga ayahnya yang sedang terbaring lemah.


" Berikan air ini kepada suami Ibu", Perintah Ranti


" Total rampasan sebesar 50 triliun dari 3 perusahaan itu, saham mereka dalam waktu sehari akan hancur, Pesan teks dari aplikasi Mata Dewa.


" Sudah kamu ambil semua dokumen mereka", tanya Ranti


" Sudah, semuanya sudah di kirim ke laptop, balas pesan aplikasi Mata Dewa.


" Lalu siapa petugas Dari badan pertanahan di Surabaya yang melakukan pemalsuan sertifikat nya. Ranti membalas pesan aplikasi Mata Dewa


" Tidak ada, ketiga keluarga itu yang memalsukan sendiri, dengan menggunakan jasa Pejabat pembuat akta tanah, dokumen dari notaris itu sudah berada di laptop", Balas aplikasi Mata Dewa.


* Terimakasih"


" Pak Sumadi, berapa orang yang korban dari kita, tanya Ranti


" 15 orang, luka ringan saja, tidak perlu ke dokter, sudah saya berikan air , sesuai perintah Nona Muda ", Ucap pak Sumadi.


" Total berapa anggota kita yang datang membantu dan yang memang bertugas disini, yang datang membantu, 25 orang, Tim Awal 5 orang dan saya, yang bertugas shift pagi 7 orang dan saat kejadian, masih ada 7 orang shift malam yang membantu", Jawab Pak Sumadi

__ADS_1


" Siapa Komandan disini", ? tanya Ranti


" Siap, Saya Nona Muda", Jawab Ridwan Komandan Security Proyek Perumahan Tepi laut.


" Terimakasih Ridwan", bagaimana keadaan kamu? tanya Ranti


" Sudah lumayan", hanya luka kecil, tidak masalah, jawabnya


" Pujiono, Pratikno, kalian berdua bagaimana? tanya Ranti


" Hanya luka memar saja, tidak masalah, hanya saja habis berantem saya lapar Nona Muda, ucap Pratikno


" Hahahaha, kamu itu, situasi seperti ini masih saja ingat makan, ujar Ranti


" hehehehe, maaf Nona Muda, saya hanya bercanda, maklum masih kecil dan masih tahap pertumbuhan, canda Pratikno


" Pratikno jangan tidak sopan dengan Nona Muda, ucap Pak Sumadi


" Sudah- sudah, kalian semua abangnya yang salah kalau bertingkah seperti ini, ucap Ranti membela Pratikno


" Nona Muda, jangan terlalu membelanya, nanti dia besar kepala', ucap pak Sumadi


" Pak Sumadi, yang besar kepala nya, biar nanti saya bantu pak Sumadi buat mengecilkan nya, ucap Ranti


Pratikno yang mendengar langsung spontan memegang kepalanya


" Ampun komandan besar, ampun juga Nona Muda, ucap Pratikno.


" Ayo kita makan di restoran pinggir laut itu, aku juga lapar", ajak Ranti


Pujiono tak berani buka suara, dia takut kena semprot dari Ranti


" Ridwan, tolong sebelum makan, catat semua nama anggota kamu dan nomor rekening anggota yang terlibat pertarungan hari ini


" Pak Sumadi juga catat seluruh nama anggota dan nomor rekening mereka yang datang membantu di luar kalian Tim awal", Perintah Ranti


" Pujiono.. ! panggil Ranti


" Siap.. Nona Muda, jawab Pujiono dengan ketakutan


" Siap sudah Nona Muda", jawab Pujiono


" Bagus, apa kamu sudah benar- benar menyadari kesalahan mu, atau kamu dendam dengan saya", tanya Ranti


" Siap.. saya sudah menyadarinya dan saya ikhlas menjalankan hukuman nya", terimakasih Nona Muda, jawab Pujiono


" Tolong ambilkan air kelapa, perintah Ranti


" Pak Sumadi, lain kali, aturan Tim awal di ingatkan lagi, alasan kenapa kalian saya bedakan dari yang lain, tolong bantu saya, Perintah Ranti


" Maaf atas kelalaian saya sebagai pemimpin, kedepannya saya akan selalu mengingatkan kepada seluruh saudaraku, ucap pak Sumadi yang merasa bersalah atas tindakan Pujiono.


" Terimakasih pak Sumadi, saya membangun ini semua, bukan semata-mata untuk kepentingan saya pribadi, tapi untuk kalian, lihatlah lahan yang di kelola pak Sumadi dan 25 orang lainnya, bukan hanya 200 hektar, tapi ribuan hektar", ucap Ranti


" Apa yang saya janjikan kepada kalian, pasti ku tepati, begitu juga kalian, apa yang sudah kalian janjikan kepada saya, tolong di tepati", ucap Ranti tegas


" Terimakasih Nona Muda, sekali lagi saya minta maaf, saya yang lalai mengingatkan mereka, ucap pak Sumadi sambil menundukkan kepala.


' Sudah-sudah, tidak enak di lihat orang, saya tidak mau orang lain memandang kalian rendah", Ucap Ranti


" Maaf Nona Muda tadi antri, jadi agak lama, ucap Pujiono


" Pujiono, sekarang kuangkat kamu jadi kepala bagian disiplin seluruh anggota Tim Keamanan kita, susun timnya, dan itu tugas tambahan kamu di samping sebagai komandan di Food Excellent, perintah Ranti.


" Siap Nona Muda", ucap Pujiono


" Pak Sumadi, buatkan suratnya titip ke kak Dewi nanti saya tanda tangan', Perintah Ranti


" Siap Nona Muda", jawab pak Sumadi


" Nanti Semua yang terlibat disini akan saya kasih bonus", ujar Ranti


Akhirnya pesanan mereka datang, dan mereka.ulsi menikmati makanannya.

__ADS_1


14 Orang anggota security yang baru, sama sekali tidak mengenal Ranti, lalu mereka bertanya ke Ridwan


" Komandan, wanita muda yang berbicara dengan Komandan Besar, siapa Ndan"? tanya seorang anggota


" Itulah bos besar kita, dia yang punya proyek ini, apa kamu melawannya, tanya Ridwan


" Ngeri Ndan, 200 orang di hajar Nona Muda sendirian, tanpa kena satu pukulan pun", ngeri ndan, ujarnya


" Bos besar akan memberikan kalian hadiah, dan tolong bekerja lebih baik lagi, ucap Ridwan dengan lemah lembut.


" Siap komandan, kami nyaman bekerja disini, jika tidak ada masalah, mungkin saya pribadi akan tetap disini, ucapnya.


" Yang bisa mengeluarkan kalian dari sini adalah kalian sendiri, entah kalian mengundurkan diri atau melanggar aturan, jika tidak melakukan kedua hal itu, saya jamin, sampai mati kalian bersama Tim Keamanan kami, percayalah, ucap Ridwan


" Terimakasih komandan, ucap seorang anggota itu.


Selesai menikmati makan siang, Seluruh Tim Keamanan membubarkan diri, termasuk Pak Sumadi, sedangkan ke 7 orang shift pagi lanjut berjaga bersama Ridwan.


Ranti duduk bersama dengan Suryani dan Ibunya, sedang ayah dirumah istirahat.


Mereka berbincang-bincang soal proyek hingga usaha mereka dan juga perubahan keluarga mereka, yang bisa dikatakan sejak bertemu dengan Ranti, secara ekonomi mereka meningkat.


Keluarga Suryani adalah satu-satunya keluarga yang beruntung, punya tabungan, punya rumah, punya kios dan punya pekerjaan yang gajinya 10 juta perbulan, belum lagi para pekerja proyek memesan makan siang di warung mereka, tapi apakah mereka lupa diri, tentu tidak


" Nona Ranti, benar omongan anda waktu, 2 rumah yang aku baru beli, semuanya sudah terisi, padahal saya masih membuat dapurnya", Ujar Suryani


" Bagus itu, saya salut, dengan begitu kamu sudah menghargai pemberian saya, di dalam ATM ini ada 20 milyar, bagikan buat kedua orang tua mu dan adikmu seorang kalian 5 milyar, terimakasih untuk hari ini, ucap Ranti.


" Ini sangat banyak, Nona Ranti, ucap Suryani.


Tidak apa-apa, kali ini kamu tabung dulu, pasti Saldo Rekening kamu sudah tinggal sedikit bukan, tanya Ranti


" Astaga Nona, masih ada 6 milyar lagi, aku bukan sosialita, Baju saja paling mahal 500 ribu, sepatu buat ke kampus 600 ribuan, lagian aku jarang kemana-mana, mendingan jaga toko saya, ketahuan dapat uang, hehehehe, Suryani.


" Kamu memang pekerja keras, aku bangga punya teman yang begitu Rajin, kapan-kapan kita jalan-jalan ke luar negeri, aku yang traktir", Ujar Ranti


" Nona Muda, kamu itu sudah terlalu banyak memberikan saya uang, dan saya sangat senang punya banyak uang, artinya kedepan, aku tak perlu berharap dengan suamiku kelak, tapi yang namanya keluar negeri pasti habis berapa banyak, tiket saja puluhan juta, ujar Suryani.


" Aku gak mau tau, kamu harus buat Paspor, kalau tidak, berarti kamu sudah tak menganggap aku teman kamu, ancam Ranti


" Kena tinju tadi saja sudah sakit, tapi ancaman nona lebih sakit lagi, jawab Suryani tak berkutik


" Jadi bagaimana? mau nurut atau tidak


" Ia akan aku buat, jujur saja aku berteman dengan Nona, bukan karena Nona kasih uang atau karena Nona sudah sembuhkan saya, tapi karena selama ini aku jarang punya kawan, di sekolah aku hanya punya teman 1 orang, sekarang dia sudah ke Jakarta, di kampus bahkan tidak ada sama sekali, banyak mereka datang berteman, karena lihat saya bawa mobil, jadi tidak tulus", ucap Suryani


" Banyak seperti itu, makanya hati-hati.


" harus, itulah alasan aku jarang kemana-mana, takut salah pilih teman, ujarnya


" Baiklah, nanti kita sambung lagi aku mau pulang, nanti kakak-kakakku kuatir jam segini aku belum pulang, ucap Ranti dan beranjak


Sepeninggal Ranti, ibunya Suryani baru bersuara


' Nduk kamu di kasih uang lagi sama Nona Ranti, tanya ibunya


' Ia, kita berempat di bagi 5 milyar per orang, ucap Suryani


" Astaga, uang kamu saja sudah sangat banyak masih aja di tambahin, ucap ibunya Suryani.


" Aku pernah nolak, yang ada dia ngambek, marah dan tidak mau lagi berteman dengan Yani, jadi apa yang Nona berikan, aku terima saja, ucap Suryani


" Syukurlah kalau dia ikhlas, dan kamu juga jangan sampai kecewakan Nona Ranti, hutang Budi kesembuhan kamu itu, tak akan sanggup keluarga kita membayarnya, ujar ibu Suryani.


" Ia Bu, tak ada untungnya mengkhianatinya, dan betapa hina nya kelurga kita kalau sampe mengkhianati Nona Ranti


Di posisi Ranti yang masih di perjalanan, dia sudah merencanakan akan menghanguskan kantor milik ketiga keluarga itu.


" Aplikasi Mata Dewa, share lokasi kantor ketiga keluarga itu sekarang, pesan teks Ranti


" Sudah di sinkronkan dengan kacamata Quantum, balas aplikasi Mata Dewa.


Ranti segera menggunakan kacamata mata, dan terlampau dengan jelas dimana alamat kantor mereka.

__ADS_1


" Nanti malam saja eksekusi nya", Batin Ranti.


__ADS_2