SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kebersamaan dengan Karyawan


__ADS_3

Salma yang sudah tak sabar ingin Mall Cempaka, akhirnya tersenyum, bagaimana tidak, dia akan bertemu dengan Maryana.


Di Restoran seafood Mall Cempaka, kembali geger, setelah menerima telpon dari Pak Bayu Krisna, bahwa para petinggi perusahaan pembiayaan terbesar ke 3 di Indonesia akan makan siang bersama dengan pemilik Mall Cempaka.


" Pak Bayu, suatu kebanggaan besar bagi saya menerima tamu dari bos Pemilik Mall Cempaka, apalagi dia membawa para petinggi dari perusahaan pembiayaan terbesar ke 3 di Indonesia, pemilik restoran.


Setelah 45 mereka, akhirnya tiba di parkiran dan sudah di arahkan ke parkiran VVIP, security sudah di siagakan.


Frenli merasakan aura pemimpin besar keluar dari tubuh Ranti, namun dia heran dari mana kekayaan Ranti, berapa banyak uangnya, membangun Bank, langsung mau dirikan cabang di seluruh Propinsi Pulau Jawa, tak tanggung-tanggung, dalam setahun dia akan menyuntikkan anggaran 50 triliun, amazing


Mereka di sambut oleh Direktur Utama Mall Cempaka dan Direktur Operasional serta pemilik Restoran, meja khusus sudah di siapkan, tiba-tiba terdengar suara Salma memanggil Pak Bayu


" Paman Bayu, mana Bibi Maryana, kok belum kelihatan, tanya Salma


" Bibi Maryana baru tiba, dan sekarang masih di lift, ucap Pak Bayu.


" Pak Bayu, maaf adik saya kalau tidak sopan, ucap Ranti


" Tidak apa-apa Nona, saya dan istri sudah berjanji, jika Nona muda Salma ke sini, maka istri saya akan siap menemani, saya rencana akan ambil beberapa hari untuk berkunjung ke Surabaya, karena istri saya ingin bertemu dengan Nona Salma, ucap pak Bayu.


" Baiklah, nanti kabarkan saja, kapan Pak Bayu dan istri ke Surabaya, ucap Ranti.


" Pak Hino, kamu juga pernah berjanji, kalau liburan kamu mau ke Surabaya, kapan kamu akan datang, tanya Ranti


" Selesai proses merger, baru saya akan ambil Cuti, ucap Hino Nakata


" Usahakan pak Bayu dan Hino datang bareng-bareng, saya hanya punya waktu Sabtu dan Minggu saja, jawab Ranti.


" Baik Nona Muda, terimakasih sudah berkenan mengijinkan kamu bertamu di rumah anda, Ucap Hino Nakata sambil berdiri.


Para direktur yang lain heran kok bisa Hino bisa dekat dengan besar, keheningan para direktur di kagetkan dengan suara Salma memanggil ibu Maryana.


" Bibi, kenapa telat datang, apa Bibi tidak kangen dengan Salma, teriaknya


" Owh sayang, jangan ngambek dong, omelin paman Bayu saja, bibi ajak ke Surabaya tapi katanya belum bisa ijin, jadi Bibi ngalah saja, ucap Maryana sambil memeluk Salma.


" Terimakasih, Bibi sudah mau datang ke sini, untuk menemui Salma, ucap Salma


" Anak baik, bibi jadi malu, ini bibi sudah buatkan cemilan buat di bawa pulang ke Surabaya, ucap Maryana.


Maryana sendiri, memang telah berubah, berpakaian pun sekarang dia sudah sangat sederhana, padahal suaminya Direktur, tapi dia sadar bos besar suaminya saja bergaya sederhana.


Dia juga giat berkeliling Mall, hanya sekedar melihat-lihat, banyak juga tenant yang melapor kepadanya jika ada masalah, dia menganggap Mall Cempaka adalah miliknya, padahal semua itu dia lakukan karena sangat mencintai suaminya, dan berniat membantunya.


Banyak yang menyebutnya sebagai Ratu Mall Cempaka, karena setiap hari dia pasti datang, dengan membawa bekal makan siang buat dia dan suaminya, tapi walaupun dia setiap hari datang, dia tidak pernah merecoki suaminya yang sedang bekerja.


Makanan sudah di hidangkan, Salma makan di suapi Maryana di meja berbeda, sedangkan suaminya duduk bersama jajaran Tri Link Finance Indonesia.


Suasana makan siang yang penuh canda tawa, menambah nikmat masakan yang di buat oleh koki.


Ranti sangat terkesan dengan menu masakannya.


" Selesai mereka makan siang dan berbincang sejenak, para direktur pamit undur diri, kecuali Hino Nakata yang di suruh tinggal bersama pak Jusuf.


" Koh Along, terimakasih sudah Memasak dengan sangat baik, saya pikir restoran seafood yang di Grand Indonesia adalah yang paling enak, ternyata disini lebih enak, hanya ukuran Lobster dan Kepiting saja yang kalah, ucap Ranti yang asik menyeruput teh hijau.


" Terimakasih Nona, saya bahagia jika pelanggan saya puas, apalagi anda Nona, ucap Along Pemilik restoran.


" Pak Bayu tolong kasih discount 15 % untuk sewa restoran ini selama 2 tahun, ucap Ranti


" Baik Nona Muda, Koh Along tidak pernah terlambat membayar uang sewa maupun maintenance, ucap Bayu Krisna


" Berarti pantas di berikan discount, ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, akan segera di realisasikan pada pembayaran berikut bulan Maret mendatang, ucap Bayu Krisna


" Pak Bayu, anak paling besar sudah umur berapa, tanya Ranti


" 24 Tahun Nona Muda, sekarang bekerja di Bank Permata, Ucap Bayu Krisna.


" Oh baguslah, cari pengalaman saja di sana, dan tahun depan bergabung di Bank yang akan saya dirikan, saat ini dalam proses merger, beberapa Bank yang sudah saya beli, ucap Ranti


" Terimakasih Nona atas kesempatannya, buat anak saya, ucap Bayu Krisna.


" Pak Jusuf,pak Bayu dan pak Hino, kalau mau datang ke Surabaya, harus dengan formasi keluarga lengkap dan tentukan waktunya, nanti di jemput di Bandara Soekarno Hatta.


" Baik Nona, nanti kami kabarkan waktu keberangkatan kami semua.


Sementara asik ngobrol, Ranti menerima telpon dari Rezita, bahwa dia sudah menemukan apartemen yang dekat rumah sakit dan pusat perbelanjaan, Ranti juga memerintahkan agar datang ke hotel tempat dia menginap.

__ADS_1


Mereka berpamitan, karena sudah mau jam 5 Sore


Ranti, Salma dan Frenli segera beranjak dari restoran menuju hotel.


Di perjalanan Ranti mengatakan ke Frenli, bahwa apartemen untuk tinggal sementara sudah ada, dan nanti akan ada yang menjemput dia dan istrinya.


Setelah tiba di hotel, Rezita dan Regina langsung mendekatinya, dan membicarakan tentang apartemen, yang barusan di sewa untuk Frenli dan istrinya.


Tak lama berselang Darel dan Sonia juga datang menggunakan taksi online, mereka mau mengantar, Ranti dan Salma ke Bandara.


Pekerjaan Ranti sudah selesai, saat ini dia sudah berada di perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta.


Setelah cipika-cipiki, Darel dan Sonia kembali ke apartemen mereka, sedangkan Ranti dan Salma, masuk ke ruang tunggu VVIP.


" Apa kamu senang sayang sudah bertemu dengan Bu Maryana, tanya Ranti


" Sangat senang, terimakasih ya kak, ucap Salma sambil menyenderkan kepalanya ke bahu Ranti


" Sama-sama sayang, apapun yang membuat senang, kakak akan ikuti, tapi dengan catatan untuk hal-hal baik oke, ucap Ranti


" Oke, jawab Salma singkat.


Sementara Ranti dan Salma duduk menunggu keberangkatan, Ranti melihat seorang ibu-ibu dengan dandanan yang sangat mewah, semuanya serba branded, hingga membuat Ranti geli melihatnya.


Ibu itu datang mendekat Ranti dan memintanya untuk pindah, karena dia malas berdebat, jadi pindah saja. Setelah Ranti pindah dengan ikhlas, namun bukannya berterima kasih malah mengejek.


" Hei kamu mau kemana, bawa-bawa anak kecil, tanya ibu itu


" Ini adik saya, kami mau pulang ke Surabaya, Jawab Ranti berusaha ramah.


" Ini uang 500 ribu, belikan saya kopi dan dan roti, perintah ibu itu.


" Maaf saya bukan pembantu anda, Jawab Ranti mulai emosi


" Hei anak kecil, kamu harus menghormati orang yang lebih tua, apa kamu tidak didik sopan santun.


" Kamu saja aku tak kenal, enak saja mau menyuruh saya membelikan kamu kopi dan Roti, jawab Ranti ketus.


" Kak, jangan di ladenin, di cuekin saja, ucapan Salma.


" kalau kamu tidak mau pergi membelikan saya kopi, sekarang kamu cari meja yang lain, kamu tidak pantas duduk semeja dengan saya,


Suara Ranti terdengar hingga keluar dari lounge.


" Hei gadis kecil, kamu harus tahu walau kamu juga kaya, tapi lihat kelasnya, kamu hanya menyewa pesawat rame-rame biar murah, kalau saya, punya pesawat sendiri, ucap wanita dengan gaya sombongnya


" Oh begitu, berapa harganya pesawat Pribadi kamu, tanya Ranti


" Dilihat dari penampilan kamu, menunjukkan keluarga kamu belum mampu membeli pesawat Pribadi yang paling murah sekalipun, sudah sana, ucap wanita.


" Terserah kamu mau ngomongin apa, Ranti pergi meninggalkan wanita itu dan membeli kopi dan susu coklat panas buat Salma


" Kamu itu benar-benar, tidak punya sopan santun, terhadap orang tua, ucap wanita.


Ranti tidak membalas ocehan ibu itu dan terus menyeruput kopinya.


" Pelayan, tolong usir gadis kecil ini dan adiknya, Perintah ibu itu


" Maaf Bu, Nona ini juga adalah penumpukan VVIP, jadi berhak berada di sini, ucap pelayan lounge.


" Kalau kamu tidak mengusirnya, kupastikan kamu di pecat, teriak ibu itu.


" Kak setahuku Tarzan tinggal di hutan, tapi kenapa Salma dengar ada suaranya disini, ucap Salma


" Hei anak kecil, siapa yang kamu Tarzan, bentak ibu itu


" Kamulah, siapa lagi yang berteriak-teriak disini, ucap Salma


" Siapa orangtua kalian, punya anak tapi tidak didik, bentak ibu itu


" Tidak penting buat kamu, ucap Ranti


Akhirnya mereka yang lagi beradu mulut di dekati oleh seorang petugas Bandara


" Maaf Nona dan ibu, Pesawat kalian sudah siap, silahkan naik ke pesawat masing-masing, ucap petugas bandara.


Setelah mereka tiba di pintu keluar, terlihat dua pesawat Jet Pribadi telah menunggu dengan penuh pesona.


Ranti dan Salma saling bergandengan menuju ke pesawatnya, Gulfstream G 700, ibu itu yang melihat Ranti dan Salma yang berjalan ke arah pesawat itu, langsung gemetar.

__ADS_1


" Mas, berapa biaya sewa sekali jalan dengan pesawat itu, tanya ibu itu, sambil menunjuk ke Gulfstream G 700.


" Dalam catatan kami, pesawat itu tidak untuk di sewakan, jawab petugas itu.


" Perusahaan mana yang memiliki pesawat itu, tanya ibu itu


" Maaf Bu, itu rahasia pengelola bandara, jawab petugas itu.


Ibu itu berpikir, ternyata gadis memiliki orang tua yang sangat kaya.


Ranti yang sudah berada di dalam pesawat, mendapatkan notifikasi dari Aplikasi Mata Dewa.


" Tuan, Ada 3 pulau yang di curigai menggunakan semacam pelindung, pesan teks Aplikasi Mata Dewa "


" Pantau terus, apakah ada aktifitas keluar masuk Pulau - pulau itu, balas Ranti.


" Baik Tuan"


Gulfstream G 700 sudah berada di udara menuju Juanda Surabaya.


" Kakak pramugari, tolong bawakan air mineral dan cemilan ya, ucap Salma


" Baik Nona kecil, ucap Pramugari itu.


Ranti yang asik dengan handphonenya, dia melihat berbagai pesan di group sekolah maupun grup keluarganya.


Salma terlibat pembicaraan dengan pramugari, terlihat sedang tertawa bersama pramugari.


" Kakak pramugari tinggal di Surabaya juga, tanya Salma


" Ia kakak tinggal di Surabaya juga, jawab, pramugari itu.


" Follow Instagram aku ya kak, ucap Salma polos


" Apa nama Instagram nya, tanya pramugari


"@Sal_poetri07, jawab Salma sambil menunjukkan instagramnya.


Pramugari yang melihat akun Salma yang sudah mencapai 300ribu followers, tersenyum saja, " Aku sudah bergaya maksimal dan sudah 3 tahun menggunakan Instagram followers ku hanya 200 ribu", batin pramugari itu.


Setelah terbang selama 1 jam 30 menit, akhirnya Gulfstream G 700 mendarat sempurna di Bandara Juanda.


Tak berlama-lama, Ranti dan Salma, keluar dari pintu kedatangan, dan langsung di sambut oleh Mang Dul dan Armando.


" Adik Salma, gimana keadaanmu, tanya Armando


" Baik-baik saja, kakak kangen ya, ucap Salma


" pasti kakak kangen Salma, ucap Armando


" Armando, kamu gak kangen sama kakak, ujar Ranti dengan akting sedih


" Kangen dong, tadi pagi Armando sampe malu, cari-cari kakak tapi gak ada, ucap Armando


" Hahahaha, ya sudah sini peluk kakak dong, ucap Ranti


Mereka langsung menuju rumah, Salma dan Armando saling berbagi cerita, Sedangkan Ranti hanya bersandar di kursi penumpang sambil memejamkan matanya.


Tepat jam setengah sebelas malam mereka tiba di rumah, semua kakak nya menunggu Ranti dan Salma di ruang Tamu.


Dengan langkah gontai Ranti masuk dan menemui ketiga kakaknya.


" Akhirnya kamu pulang dek, ucap Mercy sambil memeluk Ranti


Ranti duduk sejenak dan berbincang sebentar dengan Kakak-kakaknya.


" Gimana urusan perusahaannya, apa prosesnya lancar, Tanya Mercy


" Lancar, sekarang tinggal tunggu surat pengesahan dari pemerintah, tapi itu tinggal formalitas saja, kalau supermarket dan Kafe gimana ? Ranti bertanya balik ke mereka


" Lancar, Ruko dan kost-kostan juga sudah 70% pembangunannya, begitu juga dengan Kafe semuanya lancar, pengunjungnya makin rame, ucap Mercy


" Syukurlah kalau usahanya lancar, jawab Ranti


" Dek sudah lama tiba, maaf kakak lagi temani Ketty


" Baru 10 menit, oh ya kak, bagaimana kinerja Irene dan Clara, tanya Ranti


" Mereka Sama-sama hebat, jadi kakak tidak terlalu capek, ucap Dewi.

__ADS_1


Obrolan mereka berakhir setelah melihat Salma dan Armando sudah ketiduran.


__ADS_2