
Setelah selesai sarapan, Helen, Lily dan Celine kembali ke rumah mereka, sedangkan Lu Tan dan keluarganya di bawa ke rumah yang baru di belikan Ranti untuk mereka.
Ranti juga langsung menuju ke Desa Keturunan Kaisar untuk mengantarkan Keturunan Kaisar dari Permaisurinya.
Di Pihak lain, keluarga Keturunan Kaisar yang berkhianat dan juga serakah sesng kebingungan dengan kehilangan seluruh uang mereka.
Mereka mendatangi Bank untuk meminta pertanggungjawaban, tapi pihak bank memberikan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa penarikan uang dan yang memindahkan uang adalah mereka sendiri.
Sementara pihak pemerintah sedang membaca dan melihat semua bukti pengkhianatan keluarga itu kepada keluarganya sendiri.
Akhirnya pihak pemerintah memutuskan akan menarik semua fasilitas yang di berikan, dan juga tidak ada lagi hak eksklusif bagi keluarga itu.
Kini Ranti sudah berada di jalan ke arah desa itu, sambil berjalan kaki dia memindai seluruh area perbukitan yang jadikan malam Kaisar.
Ranti menemukan sebuah batu yang sangat besar, dan berisi sebuah peti, tapi Ranti tidak bisa mendeteksinya.
" Rose barang apa yang tersimpan dalam batu itu, saya tidak bisa mendeteksinya", tanya Ranti.
" Tuan ini bukan batu biasa, batu ini berasal dari semesta lain, batu ini milik Kaisar Pertama sang Pendiri pertama kekaisaran dan dialah penakluk seluruh daratan negara ini, Tuan bisa memasukinya, bukalah segel batu itu, tapi tuan tidak berhak atas seluruh harta itu, apalagi mahkota Kaisar dan Permaisuri,
Didalam itu terdapat 2 tetes darah Phoenix Es dan Api, juga ada batu dimensi, artinya Tuan bisa membuat ruang Dimensi sendiri atau Cincin Ruang Penyimpanan yang fungsinya sama dengan Cincin Semesta, hanya saja Cincin Semesta adalah Pusat dari seluruh Cincin Ruang Penyimpanan yang ada, batu-batu tersebut bermanfaat untuk membuat senjata dan juga di pakai untuk memperkuat ruang bawah tanah Tuan" Ucap Rose.
" Aku tidak mau serakah, jika harta itu bisa bermanfaat bagi keturunan kaisar maka saya akan memberikannya kepada mereka, kecuali Darah Phoenix dan batu-batu itu", ucap Ranti.
* Harta itu sebagian milik Tuan yang memang sudah di sediakan, sama seperti harga yang tuan ambil di gua itu, tapi harta disini lebih banyak, untuk batu besar itu memang khusus untuk seluruh keturunan Kaisar, jadi biarkan saja batu besar itu, ambil semua harta yang khusus buat Tuan, sisanya biarkan mereka yang mengambil sendiri di bawah arahan pemimpin baru mereka, selesai tuan mengambil hak Tuan, baru tunjukkan tempat itu kepada mereka", ucap Rose.
" Baiklah, saya ambil sekarang saja", ucap Ranti dan langsung membuka segel di batu itu.
Setelah segel terbuka terdapat pintu masuk yang terlihat sangat Kecil.
Ranti takjub melihat isi batu itu, ternyata batu besar itu seperti ruang dimensi, didalamnya sangat luas, bahkan terdapat berbagai tanaman langka yang sudah berevolusi.
* Ambil juga tanaman langka itu dan pindahkan ke ruang Dimensi Tuan, Lotus emas itu sudah tidak ada lagi di seluruh semesta, dan sekarang tuan memilikinya dengan jumlah banyak, Absolute Supreme Divine saja hanya memiliki puluhan Tanaman itu, dan perlu Tuan ketahui lotus emas adalah bahan utama untuk membuat Pill Semesta dan Pill Surgawi.
* Ijinkan Rose memilikinya walau hanya beberapa buah saja, ucap Rose.
" Ambil saja, tapi nanti setelah kupindahkan ke Cincin Semesta", ucap Ranti.
Ranti segera mengambil seluruh tanaman langka, dia menyisakan yang belum bisa di panen dan juga tanaman yang dia sudah miliki, hanya lotus emas yang dia tidak sisakan.
Batu pembuat ruang dimensi juga diambilnya kecuali yang sudah di sendirikan.
Ranti melihat terdapat 1 ruangan yang pintunya tertutup, dan ketika dia membukanya, terdapat 2 mahkota Kaisar dan Permaisuri.
Ajaibnya ketika Ranti membungkukkan badannya terbukalah sebuah ruangan lagi, dan saat Ranti memasukinya dia membaca sebuah tulisan.
" Terimakasih atas kedatangannya, ambilah sebagian harta yang ada di ruangan ini dan seluruh ruangan yang ada, bukalah kotak itu, didalamnya ada buku Kehidupan, buku itu mencatat seluruh silsilah keturunan saya, dan tolong berikan kepada mereka",. terimakasih.
Selesai membaca tulisan itu Ranti membuka kotak yang disuruh dan benar buku itu adalah catatan keturunan itu tertulis dengan baik.
Ranti mengambil sebagian harta yang berada di ruangan itu, setelah itu dia Keluar.
Kemudian Ranti menyusuri beberapa ruangan yang tadinya tertutup, kini telah terbuka, dan ternyata batu itu adalah makam dari beberapa generasi kaisar yang pernah memerintah negara China.
Jika buku ini tersebar keluar maka akan ada perubahan penulisan sejarah di negara ini.
Setelah selesai mengambil sebagian harta di seluruh ruangan itu, termasuk 2 tetes darah Phoenix, Ranti beranjak dan ingin Keluar dari situ, namun dia mendengar suara yang memanggilnya.
" Gadis muda, saya kagum dengan anda, sifat anda memang tidak serakah, dan juga baik hati, sebagai hadiah ketulusan hati mu, maka ambil dan bawalah kotak yang terbuat dari emas itu, didalamnya terdapat potongan Berlian yang berada di mahkota milik saya dan istri", Roh leluhur para Kaisar.
" Mohon maaf alangkah baiknya potongan Berlian ini di berikan kepada keturunan anda", ucap Ranti.
" Tenang saja, mereka sudah kebagian, dan itu khusus saya siapkan untuk orang yang tulus seperti anda, tapi saya minta tolong, mohon anda Menyegel tempat ini, kecuali Keturunan saya dan keturunan anda yang bisa masuk ke dalam batu ini", ucap Roh itu.
__ADS_1
" Baiklah saya akan menyegelnya, terimakasih sudah memberikan saya harta yang sangat banyak", ucap Ranti.
" Sebagai hadiah terakhir dan permohonan terakhir saya, Ambilah Batu Giok itu dan carilah ahli untuk membuat liontin dan berikan kepada mereka keturunan saya, dan sebagai hadiah untuk anda, adalah Kitab Dewa Cahaya, kitab ini hanya ada 2 di Seluruh semesta, dan kitab itu adalah yang aslinya, sementara yang satu lagi adalah salinannya, dan tidak memiliki lembar terakhir", ucap Roh itu.
* Tuan, salinan kitab itu ada pada Absolute Supreme Divine, dengan tuan menguasai kitab itu, maka Kecepatan terbang Tuan akan semakin kencang, sebenarnya salinan Kitab itu akan diberikan kepada Tuan saat berada di Tahap Supreme, tapi berkat ketulusan tuan maka kitab berharga itu bisa tuan dapatkan, di dunia ini tidak ada yang bisa mempelajarinya, namun karena Tuan sudah di Tahap Berlian Level Puncak, maka tuan bisa dan berhak mempelajarinya.
* Tuan tidak perlu mempelajarinya secara manual, teteskan saja darah Tuan, tapi sebelumnya, minum dulu Embun Pohon Kehidupan, Ginseng 15 ribu tahun, madu 10 ribu tahun, campurkan dan masak bersama air surgawi, dan selagi hangat, 15 menit kemudian baru tuan meneteskan darah ke atas buku itu.
* Rose hampir lupa, Tua sudah memiliki 2 set teko yang berlukiskan Phoenix Merah dan Biru, teteskan darah ke masing-masing teko itu maka akan ada keajaiban buat Tuan", ucap Rose.
" Baiklah, Sampai di Indonesia batu saya akan melaksanakannya", ucap Ranti.
* Baiklah", jawab Rose.
Ranti keluar dari batu itu dan langsung menyegelnya, kemudian dia melanjutkan perjalanannya ke Desa itu.
Setengah jam kemudian Ranti tiba di gerbang Desa, dia langsung di sambut penjaga desa dengan sangat sopan.
" Selamat datang kembali Nona Muda, sapa para keturunan Jenderal.
" Terimakasih, mohon panggil Kepala Desa dan seluruh warga, tolong semuanya harus hadir", Perintah Ranti.
" Baik Nona Muda", jawab 2 pemuda itu.
Ranti berjalan menuju ke balai pertemuan dan masuk ke ruang tengah, dan menunggu kedatangan seluruh warga Desa.
Sambil menunggu Ranti mengeluarkan seluruh keturunan Kaisar dari Permaisurinya.
" Nona Muda, mohon maaf ini dimana? tanya Kakek pemimpin keluarga.
" Saat ini kita berada di negara China, disini seluruh saudaramu hidup dan tanah ini adalah milik leluhurmu", jawab Ranti.
Sang kakek dan seluruh keluarganya terkejut, mereka tak menyangka akan tiba di tanah leluhur.
" Saya terima ucapan terimakasih anda, jangan terlalu formal kepada saya", ucap Ranti.
" Ini adat keluarga kami dalam berterimakasih, Budi baik anda akan selalu kami ingat, hanya dengan membungkukkan badan sebagai tanda ikhlas karena kami tidak mampu membalasnya dengan apapun", ucap Kakek itu.
" Baiklah, sekarang semuanya tegakkan badan kalian, dan mulai hari ini, kalian hidup disini bersama saudara-saudara kalian yang lain,
Kalian lihat perbukitan yang disana, disitulah tempat leluhur kalian di makamkan, dan dari sana hingga ke sini sudah menjadi milik keluarga besar kalian", ucap Ranti.
Beberapa saat kemudian seluruh warga sudah datang, kini penampilan mereka sudah berbeda, terlihat mereka sudah lebih bersih dan segar, tidak lagi warga yang sakit, kemudian seluruh kepala keluarga duduk di tempat mereka masing-masing, dan ikuti setiap anggota keluarga mereka masing-masing.
Ranti mengeluarkan 2 kursi yang berukiran naga emas, dan meletakkan di atas panggung.
" Saudara-saudara semuanya, bagaimana kondisi kalian semuanya, dan apakah warisannya sudah di bagikan semuanya? tanya Ranti.
" Sudah semuanya, setiap anggota keluarga dalam marga kami masing-masing sudah kami bagikan, baik emas, berlian, dan lainnya, rencananya lusa kami akan ke kota untuk membuat rekening bank dan membagikan uang yang Nona berikan kepada kami", salah satu kepala keluarga.
" Untuk Pill dan serum sudah kami gunakan, kecuali anak-anak yang belum berusia 7 tahun", lanjut mereka.
" Baguslah, sekarang saya akan memberitahukan 2 hal penting bagi kalian. Pertama, Keturunan Kaisar dari Permaisurinya sudah ketemu dan ini mereka semua, Tim saya menemukan mereka di Malaysia. Sedangkan yang kedua, saya juga sudah menemukan leluhur kalian yang paling Pertama, dan ini buku catatan tentang keluarga kalian, tapi ingat baik-baik, buku ini tidak boleh jatuh ke tangan siapapun, sama seperti buku yang saya berikan kemarin itu berasal dari Kaisar kalian terakhir dan ini berasal dari Kaisar kalain yang pertama. Yang akan memegang buku ini adalah Keturunan Kaisar dari Permaisurinya", ucap Ranti.
" Mohon maafkan Nona Muda, tolong berikan kami tanda kebenaran keturunan Kaisar dari Permaisurinya, dan jika benar mereka adalah saudara kami, maka kami bersumpah akan setia mendukung saudara kami dan kami sangat berharap impian kami bertemu dengan mereka itu benar-benar terjadi", ucap Kepala Desa.
" Kalian semua semua tidak salah, bangunlah tolong jangan berlutut, kalian hanya boleh berlutut kepada orangtua dan juga pemimpin kalian", ucap Ranti.
" Tidak Nona Muda, kami sudah sepakat, akan berlutut kepada Nona Muda, sebagai tanda hormat dan tanda bahwa Nona Muda adalah Penolong Keluarga Kami, biar seluruh keturunan kami tahu status Nona Muda di keluarga kami, sekarang mohon Nona berikan tanda kebenaran itu", ucap mereka.
" Baiklah, sekarang kalian semua tua muda perlihatkan punggung kalian", perintah Ranti kepada kakek keturunan Kaisar dari Permaisurinya.
Tanpa membantah mereka membuka baju atas mereka, bahkan bayi berumur 2 tahun bajunya juga di buka, kemudian Ranti mengeluarkan setetes darah Kaisar.
__ADS_1
Saat Ranti mengeluarkan botol giok berisi darah Kaisar yang membeku, terjadi getaran didalam botol itu, punggung keturunan Kaisar dari Permaisurinya itu langsung bersinar, dan menampilkan Tato Naga Emas.
Tidak hanya itu saja, keturunan kaisar dari para selir juga merasakan hal aneh.
" Buka baju bagian atas kalian semuanya", perintah Ranti.
Setelah mereka membukanya, ternyata di punggung mereka juga bersinar dengan gambar naga Perak.
Keturunan sang Jenderal juga memiliki tato naga yang bersinar berwarna merah.
Kemudian Ranti mengeluarkan Cincin Ruang Penyimpanan milik Kaisar terakhir, dan stempel naga yang berubah menjadi Cincin yang saat ini melingkar di jari Ranti kembali berubah menjadi sebuah stempel dan berkilau dengan menunjukkan sebuah tulisan.
" UNTUK SEMUA KETURUNANKU, SELURUH HARTA KUWARISKAN KEPADA KALIAN, TAPI INGAT ! TAATI HUKUM NEGARA YANG BERLAKU DAN BANTULAH NEGARA DENGAN SEKUAT TENAGA, HIDUPLAH DALAM KESEDERHANAAN DAN JANGAN ADA PERPECAHAN LAGI DIANTARA KALIAN SEMUA KETURUNANKU, DAN HORMATILAH PEMIMPIN KALIAN, UNTUK KETURUNAN JENDERALKU, BERILAH TEMPAT TERHORMAT BAGI MEREKA".
Setelah beberapa saat tulisan itupun menghilang, semua keturunan kaisar langsung memberikan penghormatan sambil menghadap stempel Kaisar.
" Sekarang kalian semua teteskan darah kalian ke Stempel ini, dan ini merupakan perjanjian kalian telah di perbarui dan akan berlaku selamanya untuk keturunan kalia.
Saya orang luar, saya hanya bangga dengan leluhur kalian, jika suatu saat di antara kalian ada yang menjadi pengkhianat, maka saya yang akan membunuh orang itu, terserah kalian mau memandang saya seperti apa, tapi perlu kalian ingat, Leluhur kalian begitu memperhatikan kalian hingga dia matipun masih memikirkan kalian, itu sebabnya kalian yang masih hidup harus saling mendukung sesama saudara.
" Kalian keturunan Jenderal, dengarkan Perintah, hukumlah mereka yang melakukan kesalahan tanpa terkecuali, jika kesalahannya sudah sangat berat, silahkan beritahu saya dan kita rapatkan bersama", perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, jawab Kepala Keluarga sang Jenderal.
" Sekarang waktunya saya serahkan seluruh tanggung jawab Desa kalian kepada pemimpin kalian yang baru, Harap kalian semua membantunya, bangunlah desa kalian bersama-sama", ucap Ranti.
" Pak Ketua silahkan duduk di kursi ini", ucap Ranti sambil menunjukkan kursi pemimpin.
Sang kakek dari Malaysia kebingungan, tapi mau tidak mau dia ikuti arahan Ranti.
" Seluruh keluarga dengar Perintah, Berikan penghormatan kepada pemimpin sesuai adat Keluarga kita", Ucap Kepala Desa.
Dengan sigap seluruh warga desa itu melakukan penghormatan Kakek itu, begitu juga anak - anaknya dan cucu-cucunya.
" Saya Long Jian Yu, merasa sangat terhormat atas kebesaran hati kakak-kakak dan adik-adik semua, ratusan tahun kita terpisah, tapi hari ini saya bersumpah, keluarga kita tidak akan lagi terpisah dari kita selamanya,
Wilayah ini akan saya tutup, dan di khususkan menjadi pemukiman keluarga kita, Nona Muda Penolong kita sudah membagikan kita lahan seluas 150 ribu hektar di Luar kawasan desa ini dan makam leluhur kita,
Luas area makam leluhur ada 3500 hektar itu hibah dari pemerintah, sedangkan lahan desa ini, kita perluas menjadi 15 ribu hektare, artinya lahan ini mampu menampung seluruh keluarga kita, hingga 200 tahun kedepan ", kakek Long Jian Yu.
" Saudara ketua ternyata memiliki wawasan yang luas, kami setuju itu artinya adat istiadat keluarga kita akan tetap berlaku di wilayah kita, lalu bagiamana mengusahakan lahan yang 150 ribu hektare itu, kami tidak bisa membangunnya sendirian", ucap Kepala Desa.
" Kami mau pembangunan lahan itu harus orang yang bisa kita percaya agar mereka bisa mengelolanya dengan jujur dan ikhlas", ucap warga yang lain.
" Nona Muda, anda yang berasal dari luar, pasti memiliki banyak kenalan orang-orang yang hebat, maafkan kami jika kami merepotkan Anda sekali lagi", ucap mereka.
" Tidak perlu minta maaf, saya juga tidak merasa di repotkan oleh kalian, saya juga tidak mau kalian di ganggu oleh siapapun, jadi saya sudah memerintahkan saudara - saudaraku, membantu kalian membangun wilayah itu, artinya saudara-saudara saya bekerja kepada kalian, dan seluruh hasilnya di kemudian hari akan di serahkan kepada kalian, tinggal nanti kalian urus Bagiamana kalian membagi untuk saudara-saudaraku.
" Kenapa saya memilih saudara-saudaraku, karena hanya mereka yang saya percaya, dan mereka tidak akan melanggar aturan yang sudah saya buat, dan itu juga berarti saya bertanggungjawab akan proses pembangunan itu, agar dana kalian tidak di curangi apalagi di tipu orang", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, kami minta di buatkan 10 gedung bertuliskan nama ibu selir leluhur kami, 1 gedung untuk permaisuri dan 1 gedung untuk nama jenderal", ucap para Kepala Keluarga.
" sebuah usulan yang Bagus, nanti saudara-saudara saya akan datang berbincang dengan kalian, silahkan kalian sampaikan usulan kalian kepada mereka.
" Dan khusus desa ini, saya akan menyegelnya, khusus Keturunan kalian yang bisa tinggal disini, kecuali ada dari kalian yang memiliki pasangan dari luar, untuk itu kalian buat aturannya.
" Sekarang, mari kita masuk ke makam Kaisar dan berikan penghormatan Kalian, keluarga jenderal juga masuk, karena leluhurmu yang menguburkan jenazah kaisar dan permaisuri, sedangkan leluhurmu aku yang barusan menguburkannya.
" Teteskan darah kalian kalian di mangkok ini, agar kalian bisa membuka pintu rahasianya", ucap Ranti.
12 kepala keluarga itu meneteskan darah mereka ke mangkok dan kemudian Ranti mencampur darah itu dan meneteskan ke sebuah tulisan, dan beberapa saat kemudian tulisan itu bersinar dan terlihatlah sebuah pintu.
" Bukalah dan masuklah", perintah Ranti.
__ADS_1