
Dengan penuh kebahagiaan, Ranti mengantar kedua adiknya ke sekolah, Kakak-kakaknya dan orangtuanya, hanya bisa bangga dengan perhatian yang Ranti berikan buat Salma dan Armando.
" Kakak, apa tidak capek mengantar kami kesekolah", ucap Salma.
" Salma tolong jangan bicara seperti itu, kakak sangat bahagia mengantar kalian ke sekolah dan tidak capek, jadi jangan pernah bicara seperti itu lagi, apa Salma mau kakak sedih", ucap Ranti.
" Baiklah kakakku yang cantik, jangan sedih ya, Salma hanya kadang berpikir, kapan Salma bisa membantu kakak, itu saja, selama ini, Salma dan kak Armando sangat di sayang oleh kakak semua", ucap Salma.
" Karena kalian adalah kebahagiaan kami", ucap Ranti.
" Adik, tugas kita adalah selalu membuat kakak-kakak tersenyum, ingat perjuangan kakak untuk kita berdua", ucap Armando.
" Ia kak, Salma akan selalu mengingatnya, betapa Salma di kelilingi oleh kakak-kakak yang sangat menyayangi Salma", ujarnya.
Ranti bahagia mendengar, ucapan kedua adiknya, tak sia-sia dia mencurahkan segala kasih sayangnya untuk mereka berdua.
" Salma, bagaimana dengan Mora, apa dia nanti bisa ikut kita ke Singapura? tanya Ranti.
" Bisa kak, apalagi dia sangat senang jalan-jalan", jawab Salma.
" Memangnya Salma tak suka jalan-jalan", pancing Ranti.
" Nanti kalau sudah besar, Salma akan berkeliling dunia, sambil mencari tanaman obat", ucap Salma.
" Ia sayang, nanti pesawat kamu akan membawamu kemanapun kamu mau", ucap Ranti.
" Hehehehe terimakasih kak, tapi Salma saja belum bisa bawa mobil sendiri", jawab Salma.
" Sabar sayang, kakak janji akan membelikan kamu mobil yang bagus dan mahal, saat Salma sudah bisa membawa mobil sendiri", jawab Ranti.
" Salma hanya mau mobil biasa saja, untuk kesekolah dan jalan-jalan dengan Mora dan kakak Armando", jawab Salma.
Setelah memastikan kedua adiknya sudah mulai belajar, Ranti kemudian kembali ke rumahnya.
" Sungguh kakak yang sangat baik, padahal dia sendiri sangat sibuk dengan perusahaannya", ucap seorang wali murid yang suaminya mendapatkan proyek dari Ranti atas rekomendasi Armando.
" Tapi dengar-dengar, Nona Muda Ranti sangat tidak suka, jika saudara-saudaranya di ganggu, hampir siapapun yang mengganggu mereka, akan di hukum", lanjut seorang ibu wali murid.
Ranti hanya tersenyum mendengar para wali murid membicarakan kebaikannya, juga bagaimana sayangnya kepada saudara-saudaranya.
" Jangan bicara yang enggak-enggak, nanti Nona Muda Ranti tersinggung, kita harus bersyukur, lewat anak kita, sehingga perusahaan suami kita bisa dapat proyek, kita belajar dari mereka, bagaimana kompaknya mereka, walaupun mereka bukan saudara sekandung, anak saya Milkha, sangat bahagia bisa berteman dengan Tuan Muda Armando, yang ternyata sangat baik, bahkan tidak pernah menggunakan statusnya di sekolah", ucap Ibunya Milkha.
" Halo mama Milkha, kenapa Milkha tidak lagi datang main di rumah saya, dan jangan bilang jika ibu dan suami melarangnya", sapa Ranti.
" Mana berani kami melarangnya, yang ada Milkha bisa ngambek kepada kami", jawab ibunya Milkha.
" Biarkan Milkha bermain dengan adik saya, apalagi keponakan saya, sangat senang jika dirumah saya, datang teman-teman Paman dan bibinya", ucap Ranti.
" Ia Nona Muda, hanya Milkha beberapa hari ini sakit gigi, karena itu dia jadi susah makan, dan ujung-ujungnya lambungnya bermasalah", jawab ibunya Milkha.
" Mari bicara disana, ajak Ranti.
Setelah agak jauh dari ibu-ibu wali murid yang lain.
" Ini buat keluarga ibu, catatannya sudah ku taruh didalam kotak ini", ucap Ranti sambil memberikan sebuah kotak.
" Terimakasih Nona Muda", jawab ibunya Milkha.
" Dan ini juga buat ibu, pakailah saat ada acara, dan jangan bilang ke siapapun kalau ini dari saya, kecuali suami ibu", ucap Ranti sambil memberikan 1 kotak lagi yang berisi 1 set perhiasan untuk suami istri, dari batu giok Queen Rubby.
" Ini sangat mahal Nona Muda", ucap ibunya Milkha.
" Masukkan dalam tas sekarang, dan jangan banyak komentar, atau saya blacklist suami ibu dari seluruh proyek saya", ancam Ranti.
" Waduh, ngeri sekali ancamannya, kalau begitu terimakasih Nona Muda, jawab Ibunya Milkha.
" Hanya bercanda Bu, tapi jujur saya paling gak suka, jika pemberian saya di tolak dengan alasan harganya yang mahal", ucap Ranti.
Selesai berbicara dengan ibunya Milkha, Ranti langsung naik ke mobilnya dan kembali kerumahnya.
" Mama Milkha, tadi Nona Muda Ranti, bicara apa? kepo salah seorang ibu wali murid.
" Dia hanya menanyakan soal perusahaan kami, dan soal Milkha nanti mau masuk SMP dimana", bohong ibunya Milkha.
" Pasti perusahaan kalian akan tetap dapat proyek, kayaknya Tuan Muda Armando menyukai putrimu", ucap seorang ibu wali murid.
" Kamu itu kalau bicara hati-hati, mereka masih kecil, dan yang paling penting, Tuan Muda Armando, tidak membeda-bedakan teman, lihat saja putrinya keluarga Limenda, putrinya juga sangat dekat Tuan Muda Armando, tapi lihat juga, bagaimana mereka semua di perlakukan olehnya.
Tuan Muda Armando tulus berteman, maka ajari anak kita juga untuk berteman, soal jodoh itu urusan yang di atas", jawab ibunya Milkha.
" Mereka tidak tahu, kalau Armando sangat menyayangi teman-temannya, tanpa ada unsur apapun, Armando sendiri lebih mementingkan kebahagiaan adiknya, daripada dirinya, dia sangat menyayangi Salma Lebih dari apapun, makanya Armando memperlakukan teman-teman perempuan sama seperti adiknya.
Sejam kemudian Ranti tiba di rumah, dan baru saja dia hendak masuk kamar, Aisyah menelponnya.
__ADS_1
" Halo kakak cantik, boleh gak paman dan bibi saya dari Malaysia, ikut kita saat nanti kembali dari Singapura? tanya Aisyah ragu-ragu.
" Boleh sayang, kan pesawatnya masih banyak kosong, ajaklah mereka dan juga anak-anaknya, biar bunda dan pamanmu bahagia, dan saat nanti mereka pulang, kakak ijinkan kamu menggunakan pesawat kakak", ucap Ranti.
" Terimakasih kak, pasti bunda dan paman Nino akan sangat bahagia, jujur saja, Aisyah sudah sangat kangen melihat bunda berkumpul dengan adiknya, maafkan Aisyah jika terlalu banyak permintaan", ucap Aisyah.
" Kamu adikku, kakak akan marah jika ada hal yang membuatmu bahagia, lantas kamu minta sama orang lain, ratusan triliun saja kakak berikan untukmu, apalagi hanya meminjam pesawat yang harganya hanya 1 triliun lebih.
Atau kamu mau jika kakakmu Robin memarahi kamu karena tidak bicara dengan kami jika kamu ada keperluan", ancam Ranti.
" Hehehehe, jangan laporin ke kakak gantengku ya", ucap Aisyah dengan wajah sok imut.
" Dasar kamu itu, makanya jangan bicara yang enggak-enggak, kami sebagai kakakmu, akan berikan apapun selama kami mampu, apa Aisyah sudah paham", tegas Ranti.
" Paham kak, oh ia kak, kata pak direktur PT KS, uji kelayakan untuk bandara Aisyah sudah selesai, dan katanya layak untuk membangun bandara", ucap Aisyah.
" Ya sudah, tapi ingat selalu aturan keluarga kita", ucap Ranti.
" Ia kak, lagian gak ada untungnya, kata paman Lomban, orang sombong matinya susah", jawab Aisyah.
" Nah itu juga betul, karena Tuhan sangat membenci orang sombong, Aisyah tak perlu pamer harta, pasti orang juga akan bilang Aisyah orang kaya, lihat saja mobilmu itu, tidak ada orang yang di sebut miskin akan mampu membeli mobil Mercedes Benz milikmu, apalagi Koenigseg Gemera.
Mereka orang yang kurang yang kurang beruntung, adalah tugas kita membantunya, tapi harus benar-benar yang mau dibantu",ucap Ranti.
" Ia kak, kakakku dari Lampung sudah ada di kios, nanti Aisyah akan di jemput mereka di sekolah, oh ya kak, Aisyah masuk kelas dulu, gurunya sudah datang", ucap Aisyah.
" Ya sudah, belajar baik-baik, kakak mau ajak keponakan kamu jalan-jalan, ucap Ranti.
" Baiklah, salam buat keponakanku Rory", ucap Aisyah.
Setelah menerima telpon dari Aisyah, Ranti langsung masuk ke Ruang Dimensi.
Betapa kagetnya dia melihat Rory sedang memegang buku, sambil bersandar di punggung Harimau, di sampingnya juga berbaring seekor gajah.
" Wah, wah.. Putri Bunda, sangking asyik membaca, dan temani Harimau dan gajah, hingga tidak lihat mommy datang, ya sudah mommy mau bobo saja", ucap Ranti pura-pura sedih.
" Mommy, maafkan Rory ya", ucap Rory sambil menunduk.
" Hehehehe, mommy hanya bercanda sayang, mommy senang melihat Rory membaca buku, kakakmu Ketty juga sangat giat membaca", Ranti sambil menggendong Rosemary.
" Rory mau jadi Putri yang bisa mommy banggakan", ucap Rory.
" Ia sayang, tapi jangan memaksakan diri, umurmu baru beberapa bulan jika di dunia luar", ucap Ranti.
"Terimakasih atas tamannya, ini sangat indah, Para paman dan bibi, sangat rajin merawatnya, apalagi si Harimau dan si gajah sangat patuh, jadi tanaman tidak ada yang rusak.
" Kalian berdua, jangan sampai merusak tanaman milik putriku, awas jika kalian membuatnya sedih", telepati Ranti ke Harimau dan Gajah.
Gajah dan Harimau, merinding dengan ancaman Ranti.
" Ya sudah ayo kita jalan-jalan di dunia luar, kita naik mobil bagus", ucap Ranti kemudian keluar dari Ruang Dimensi.
Sampai di ruang tamu, semua pelayan menyapa Rory dengan sebutan Nona Muda.
Rory membalas dengan senyum.
" Mommy, boleh gak nanti, Rory memanggil kakek dan nenek sama bibi Likha dan paman Dul", tanya Rosemary.
" Sangat boleh sayang, mereka orang baik, dan juga kepercayaan mommy serta seluruh aunty dan uncle Rory", ucap Ranti.
" Bu Likha, panggil Mang Dul kesini dan seluruh pelayan dirumah ini, ada hal yang ingin saya sampaikan", perintah Ranti.
Hanya dalam waktu 5 menit, seluruh pelayan dan mang Dul serta pak Jumono dan Pak Rahmat tiba di ruang tamu.
" Maafkan jika saya mengganggu waktu bekerja kalian, tapi saya ingin umumkan, mulai hari ini, Mang Dul, Pak Jumono dan Pak Rahmat, tolong anggap Putri saya sebagai cucu kalian, tolong di kemudian hari bantu saya merawatnya, dan mendidiknya, kalian semua adalah saudaraku, dan kalian juga pelayan di rumah kami, tolong terima putri saya sebagai keponakan kalian, tolong bimbing putri saya, dan ajarkan hal-hal baik, saya sangat berharap kalian mau menerima permintaan saya, dan maaf jika permintaan saya terlalu berat buat kalian", ucap Ranti.
Seketika, para pelayan dan sopir, juga tukang kebun, berlutut dan meneteskan airmata bahagia, suatu kebanggaan mereka, jika Putri Majikannya menganggap mereka sebagai kakek dan nenek, dan juga sebagai bibi.
" Terimakasih Nona Muda, kami sangat bahagia menerima Nona Muda Rosemary sebagai cucu kami, mungkin bagi majikan lain, kami hanyalah orang rendahan, tapi disini kami diberikan penghargaan sangat tinggi, terimakasih Nona Muda, saya Abdullah bersumpah, akan menjadi kakeknya dengan sepenuh hati, dan menyayangi serta akan berusaha merawatnya menurut kemampuan saya", ucap mang Dul.
Begitu juga dengan yang lain, mereka bersumpah' akan menyayangi Rosemary dengan tulus.
" Terimakasih atas kesediaan kalian, tetap jaga rahasia keluarga kita ini", ucap Ranti.
" Nona Muda, maaf saya baru tiba, ada apa ini? tanya Nana yang baru tiba bersama Ketty.
" Nana, apa kamu bersedia menerima Putriku sebagai keponakan kamu? tanya Ranti.
" Astaga Nona Muda, ini penghargaan yang sangat tinggi buat saya", ucap Nana yang juga ikut berlutut.
" Terimakasih Nana", ucap Ranti.
" Dan sebagai hadiah buat kalian, maka saya berikan kalian masing-masing, 25 triliun dan khusus untuk kamu Nana, saya berikan mobil, agar kalian semua yang bekerja disini memiliki mobil masing-masing, juga buat nenek kamu, saya berikan uang 2 triliun, adikmu juga sama, serta mobil Toyota Corolla Cross.
__ADS_1
" Akhirnya Nana bisa punya mobil sendiri", celetuk Dewi Pelayan.
" Selamat buat kak Nana", ucap Ketty.
" Wah keponakan Aunty, ternyata sudah pulang, maaf ya sayang , aunty tadi Mengabaikan kamu", ucap Ranti.
" Tidak apa-apa Aunty sayang, Ketty paham kalau Aunty lagi ngobrol sama paman dan bibi semuanya, boleh gak Ketty gendong adik Ketty yang cantik ini", ucap Ketty.
" Kakak, Rory kangen", telepati Rory kepada Ketty.
" Ia adikku cantik, kakak juga sangat merindukanmu", jawab Ketty.
Ketty kemudian menggendong Rosemary dengan penuh bahagia.
" Bangunlah kalian semuanya, dan ini terakhir kali, kalian berlutut, karena kalian adalah bagian dari keluarga ini, jangan iri apa yang ku berikan kepada Nana hari ini, melebihi dari kalian", ucap Ranti.
" Kami sangat bahagia jika Nana sudah punya mobil sendiri, biar saudara-saudaranya, yang membencinya bisa diam", jawab Dewi Pelayan.
" Nana, dan kalian semua, silahkan kalian juga malam ini pulang kampung, karena kami malam ini akan ke Singapura, tapi ingat hari Minggu malam semua sudah tiba di rumah", perintah Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, tapi kami mau bawa mobil masing-masing, boleh gak? tanya Dewi.
" Silahkan saja, tapi ingat hati-hati, dan ini buat ongkos kalian di jalan.
Pak Rahmat juga, silahkan pulang kampung, jika bapak ingin pulang", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, padahal saya mau ijin, cuti 1 hari, karena ada urusan di kampung", ucap Pak Rahmat.
" Ia silahkan saja, dan ini ambillah untuk bapak dan keluarga, dan bawa adik pak Rahmat yang bungsu, bilang dia, datang dan bekerja di pabrik sabun milik saya.
Nanti orang saya, akan siapkan semuanya, termasuk rumah dan kendaraan, juga nanti orang saya akan urus perceraiannya dengan istrinya yang tidak menghormati suaminya", tegas Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, itulah urusan kami di kampung, istri adik saya selingkuh hingga hamil, lantas menuduh adik saya yang selingkuh.
Padahal adik saya 6 bulan bekerja di Tangerang, lantas pulang kampung, dan baru 2 bulan adik saya kembali ke Tangerang, tiba-tiba istrinya hamil, dan saat bawa ke dokter ternyata ipar saya sudah hamil 3 bulan, keluarga mereka mengatakan adik saya suami tidak bertanggung jawab, makanya, saya sebagai kakak tertua, wajib datang mewakili orangtua kami yang sudah almarhum", ucap Pak Rahmat.
" Baiklah, tunda saja perceraiannya, hingga anak itu lahir, dan lakukan tes DNA", balas Ranti.
" Berikan cek ini, kepada adik-adik pak Rahmat, bilang ke mereka agar buat rumah, saat anak dari istrinya adik Pak Rahmat lahir, saya dan seluruh keluarga akan datang, jadi tolong gunakan uang itu untuk usaha dan bangun rumah", tegas Ranti dan memberikan cek untuk 3 adik pak Rahmat senilai masing-masing 150 milyar.
" Kalian berdua, Zumrotin dan Zahra, awas kalau kalian berdua sampai balapan di jalan", ucap Ranti.
" Hehehehe, kami sudah tobat Nona Muda, nanti kena tilang lagi", jawab Zahra.
" Makanya, lain kali jangan terobos lampu merah", ujar Ranti.
" Ya sudah silahkan lanjutkan pekerjaan kalian, dan masak buat bekal kami dan juga kalian.
" Maaf Nona Muda, apa saya boleh bawa anak dari kampung saya, ibunya baru saja meninggal, ayah tirinya sangat kejam, saya ingin merawatnya", tanya Pak Jumono.
" Bawa saja, tapi ingat, pak Jumono wajib merawatnya dengan baik, dan juga anak itu tidak merepotkan istri pak Jumono.
" Keluarga saya sangat ingin anak itu tinggal bersama kami", ucap Pak Jumono.
"Baiklah kalau begitu, dan tolong panaskan mobil Lamborghini Sian, aku mau jalan dengan Putriku", Ucap Ranti.
Para pelayan Ranti semuanya bergembira, kali ini Ranti memberikan mereka hadiah yang sangat besar, tak tanggung-tanggung, mereka mendapatkan 25 triliun perorang dalam bentuk deposito.
Nana lebih terkejut lagi, kini dia menjadi seorang gadis yang kaya raya, walau dialah yang paling miskin di bandingkan pelayan yang lain, seperti Zahra, tabungannya kini sudah mencapai 33 triliun.
Pak Jumono saja, sudah 40 triliun, belum istri dan anak-anaknya, dan lebih kaya lagi, adalah Bu Likha dan mang Dul, orang tidak akan percaya jika harta gabungan suami istri itu, sudah lebih dari 100 triliun.
Pak Rahmat hartanya sama dengan pak Jumono.
Sepeninggal Ranti, Ketty Angelina, langsung istirahat setelah makan siang, itulah perintah Salma dan juga Ranti, Ketty sendiri tidak mau membantahnya.
Di jalan, mobil Ranti tetap jadi perhatian, apalagi mereka melihat, seorang gadis muda dan seorang bayi.
Hanya butuh waktu 30 menit Ranti sudah tiba di jalan Sulaiman, lahan miliknya sendiri yang di peruntukkan para pedagang, Ranti mampir di warung anaknya pak haji Sulaiman.
" Halo selamat pagi Nona Muda, wah adeknya sangat imut, dan maaf apa ini adiknya Nona Muda Salma atau keponakan Nona Muda", tanya Anaknya pak haji.
" Kenalkan, ini Putri saya, namanya Rosemary tapi saya dan seluruh saudara saya, memanggilnya Rory", jawab Ranti.
" Maaf Nona Muda, tolong jangan tersinggung", ucap anak Pak haji.
" Ia gak apa-apa, nanti kami akan sering kesini, dan tolong buatkan makanan favorit saya dan minta air panas, saya mau buat susu untuk putri saya", ucap Ranti.
" Mommy, ibu itu lucu ya, apa dia teman mommy? tanya Rory.
" Ia sayang, dia orang baik, jadi ingat baik-baik, suatu saat mereka akan dengan tulus membantu Rory jika ada apa-apa", jawab Ranti.
" Baik mom", jawab Rory.
__ADS_1