
Tepat Jam 11 siang waktu Manado, Ranti akhirnya tiba, dia mendarat di daerah yang sepi tepatnya di tempat jualan yang sudah di tinggalkan pemiliknya di pinggir jalan.
Daerah tersebut berdekatan dengan perkantoran Bupati Minahasa Utara, Ranti duduk di bangku tersebut dan memesan taksi online, dia menghubungi Maura bahwa dia sudah tiba daerah Airmadidi, dan sedang menunggu taksi online untuk menuju ke kampungnya.
Maura terkejut membaca pesan dan foto Ranti sedang duduk sebuah gubuk di pinggir jalan.
Tak lama berselang, datang taksi dan menanyakan apa benar nama pemesan adalah Ranti Putri.
Ranti menjawab ia, akhirnya jawab sang sopir, " sesuai aplikasi".
Ranti membaca lagi di aplikasi bahwa nama supir supir itu Rikson Ranti, Ranti kaget membacanya..
" Maaf Nona, kelihatannya kamu bukan asli Airmadidi? tanya sang supir.
" Ia, saya bukan asli Manado, saya Asli Surabaya, saya kesini mau jumpa kawan saya", jawab Ranti.
" Oh gitu, aku pikir Nona orang Manado, soalnya namanya sama dengan aku, hanya saja Nona berada di depan, kalau saya nama Ranti itu adalah Fam atau marga, biasanya marga akan akan di jadikan namanya kecil ketika di Keluarga tersebut marga nya sudah gak bisa jalan lagi", lanjut supir itu.
" Ternyata begitu, baru saya tahu, tapi di Jawa ada juga nama seperti saya, khusunya untuk perempuan, tapi tidak apa-apa, anggap saja kita teman", ucap Ranti.
" Hahahaha, baiklah Nona, kapan-kapan jika Nona Ranti datang lagi ke Manado, telpon saya saja, saya bisa jemput tanpa harus pakai aplikasi", Ucap Rikson sang supir.
" Baiklah saya akan simpan nomor telpon anda, bagaimana kalau kamu carikan tempat makan, biar saya tunggu teman saya di tempat makan itu", ucap Ranti.
" Baiklah, sebenarnya tempat makan seafood paling enak di jalan Boulevard kota Manado, terletak di pinggir pantai dan pusat perbelanjaan", jawab sang supir.
" Tak perlu jauh kesana, cari saja ikan mujair bakar, saya senang sambalnya, " dabu-dabu" kata teman saya", ucap Ranti.
" Kalau begitu maaf kita putar arah, tempat paling enak di dekat saya jemput Nona tadi, bagaimana? tanya pak supir.
" ya sudah, tapi matikan saja aplikasinya dan saya kan berikan bintang 5, nanti saya bayar lagi yang tidak pakai Aplikasi", saran Ranti.
" Baiklah Nona, ucap pak sopir dan langsung menutup aplikasinya.
Mereka menuju ke daerah Dimembe, di daerah tersebut terkenal dengan ikan mujair dan mas bakar atau goreng.
Tiba di sebuah restoran tepat jam makan Siang, terlihat suasana restoran sangat ramai.
Ranti mengajak pak sopir untuk menemaninya makan, Ranti juga menghubungi Maura agar menemuinya di restoran tersebut.
Mereka memesan makan dan karena sangat ramai jadi menunggu hingga setengah jam baru makanannya datang.
Baru saja hendak mau makan, datang 4 orang dengan bergaya orang kaya dan menegur Rikson.
" Hei Rikson, hebat sekali kamu, baru saja di tinggal menikah okeh adikku, ternyata kamu sudah langsung dapat pengganti adikku, hahahaha", ejek pria itu.
" Sorry bro, Nona ini penumpang taksi saya, dan lagian apa salahnya aku mencari pengganti adikmu yang sudah menikah", jawab Rikson.
" Hahahaha, tidak ada yang salah, masalahnya adalah, apa kamu sanggup membahagiakan Nona itu, lihatlah, mobil kamu saja sewaan yang kamu pakai untuk di jadikan taksi online, rumah saja masih menumpang di tanah orang lain, jadi carilah yang sepadan dengan kamu, jangan mengkhayal menikahi wanita kaya agar kamu dan keluargamu bisa hidup enak", ejek laki-laki itu.
" Maaf Tuan yang terhormat, mungkin anda orang kaya, tapi apakah kamu percaya dunia itu berputar, pak supir taksi mungkin hari ini tidak punya uang, tapi belum tentu besok, kamu hanya mengandalkan kekayaan orangtuamu yang tidak seberapa, dengan gaya kamu saat ini, pasti suatu saat nanti, kamu akan lebih miskin dari Pak sopir Taksi, berapapun penghasilannya tapi itu keringat sendiri, kalau kamu hanya seorang pengangguran", sahut Ranti menohok, hingga para pengunjung restoran tertawa.
" Hahahaha, kamu salah Nona, ayah saya pemegang tunggal merek dagang motor Yamaha di Kota Manado, Minahasa Utara dan Bitung", jawab laki-laki Sombong
Belum lagi kami punya 3 SPBU dan 1 supermarket, dan saya Manajer di perusahaan ayah saya', lanjut laki-laki itu yang tidak terima di bilang pengangguran.
" Oh jadi anda sangat kaya kalau begitu, bagaimana kalau kita bertarung saldo rekening Bank, jika kamu lebih banyak dari punya saya, maka seluruh isi rekening bank saya boleh kamu ambil, tapi jika kamu kalah, apa yang akan kamu berikan", tantang Ranti.
" Hei Rikson, ternyata kamu ada yang membela, ujar laki-laki sombong itu.
" Marcel, saya tidak memang tidak punya apa-apa, tapi dari zaman sekolah hingga lulus kuliah aku tak pernah minta sepeser uang dari kamu, jadi apa salahku sama kamu, hingga kamu dan adikmu begitu dendam kepadaku", ucap Rikson.
" Tidak salah, hanya muak saja melihat kamu, gimana ya, aku kalau lihat kamu sepertinya aku mau muntah, daripada aku muntah, jadi lebih baik aku buat kamu jangan tampil di depanku", Ucap Marcel si orang kaya.
" Hei tuan, bagaimana? berani bertarung gak, kalau tidak saya Pastikan keluarga kamu tidak lagi berjualan motor Yamaha.
" Diam kamu wanita murahan, jangan berlagak sombong di hadapan saya", hardik Marcel.
" Baiklah kalau begitu, kamu pegang kata-kata saya, dalam 30 Menit, dealer kamu pasti di stop, dan kamu hanya menjual sisa yang ada di dealer kamu saja",ancam Ranti dan menelepon ke Jakarta.
" Halo, Saya Ranti Putri pemegang Saham terbesar Yamaha motor Indonesia, Siapa pemegang mereka tunggal untuk daerah Minut, Kota Manado dan Bitung? tanya Ranti.
" Maaf Nona Muda, saya baru saja selesai rapat dan akan menghubungi anda, PT MARATA Anugerah", jawab Direktur Utama.
__ADS_1
" Hubungi Yamaha Sulawesi Utara, agar mulai hari ini PT MARATA Anugerah, berhentikan jadi mitra merk Yamaha, bila perlu semua sisa motor yang belum yang laku tarik dari mereka, dan berlaku mulai hari ini, jika pemilik perusahan itu tidak menghubungi saya sekarang juga", ujar Ranti.
" Katakan kepada Direktur PT MARATA Anugerah, bahwa anaknya Marcel mengganggu saya, dan saya tidak suka", lanjut Ranti.
" Rikson, makanlah dengan tenang, manusia rendahan seperti dia itu tidak pantas untuk kamu hormati", ujar Ranti.
Para pengunjung restoran itu penasaran, ada yang percaya dan banyak yang tidak percaya dengan omongan Ranti.
" Hei Nona, jangan kamu pikir saya takut ancaman kamu, jangan sok jadi pemilik Yamaha motor Indonesia, jangan dikira saya anak kemarin Sore", jawab Marcel.
Sementara di Kantor perusahaan ayahnya sedang menerima telpon dari perwakilan Yamaha Motor Indonesia untuk kawasan Indonesia Timur, intinya kepala perwakilan Yamaha Motor Indonesia mengatakan akan menghentikan kerjasama dengan PT MARATA Anugerah, dan akan hak mereka akan di berikan kepada Dealer lain, termasuk duku cadang, dan seluruh motor yang tersebar di dealer mereka yang belum laku terjual akan ditarik Kembali. PT Yamaha Motor Indonesia akan membayar pinalti sebagai pihak yang memutus kontrak.
" Apa kesalahan kami Pak, perusahaan saya selalu mencapai target penjualan, baik motor maupun suku cadangnya", jawab ayahnya Marcel.
" Bos Pemilik Perusahaan Yamaha Motor Indonesia, saat ini sedang ribut dengan anak kamu, dan menurut informasi dari Jakarta, bahwa anak kamu menghina bos kami, jadi itulah kesalahan kalian, jadi saya berikan waktu 1x 24 jam bagi anda untuk menyelesaikan masalah ini, dan ini foto Bos kami, dan ini foto anakmu yang berseteru dengan Bos kami, di sebuah restoran di Manado", ucap Ketua perwakilan Yamaha Motor Indonesia kawasan Indonesia Timur.
" Saya akan menyelesaikannya, saya tahu tempat itu, restoran itu milik adik istri saya', jawab ayahnya Marcel.
" Ya sudah semoga ada pengampunan buat perusahaan kamu ', Ucap Ketua perwakilan YMI.
Di restoran sendiri, ketegangan Ranti dan Marcel makin parah, umpatan bahasa tidak sopan keluar dari mulut Marcel.
Maura yang baru saja datang menanyakan masalah yang terjadi.
" Santai saja, hanya ingin kasih pelajaran ke orang sok kaya dan berkuasa, dia menghina sopir Taksi, saya membantu pak sopir, malah laki-laki ini menyerang saya dengan menghina dan hilang saya wanita murahan, katanya lagi saya Level nya para sopir", tapi santai saja, Sebentar lagi dia akan kehilangan dealer motornya", ucap Ranti
" Baiklah ayo kita pergi dari sini, lihat saja itu banyak orang yang melihat Nona Muda disini", ajak Maura.
" Bang Rikson ayo Pergi, ikuti mobil kami, kami mau mau ke daerah Bitung, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan kamu, Ucap Ranti.
" Baik Nona, jawab Rikson.
" Pelayan berapa semua makanan yang dimakan oleh seluruh tamu yang ada, kecuali 4 orang itu", ucap Ranti.
Perkataan Ranti, membuat para pengunjung terkejut, bahwa mereka akan di bayarin oleh Ranti.
" Semuanya perkepala 75 ribu, diluar minuman, sedangkan total yang makan ada 60 orang pengunjung, total semuanya 5,5 juta, jawab pelayan itu dan mengambil Black Card Centurion milik Ranti.
Pengunjung kembali kaget melihat kartu Hitam itu, Marcel juga ikut terkejut.
" Karena ayahmu tidak menelpon saya, maka tidak ampun buat Dealer kalian, ujar Ranti dan langsung naik ke mobil Maura dan Rikson mengikuti dari belakang.
Selang 10 menit berlalu, ayahnya Marcel tiba bersama dengan beberapa orang Petinggi Perusahaan mereka.
" Marcel, kemana wanita muda yang berdebat dengan kamu? tanya ayahnya Marcel.
" Oh wanita murahan yang datang bersama dengan Rikson mantannya adik Rachel, dia sudah pergi bersama dengan Rikson dan temannya", jawab Marcel santai.
" Kamu bilang dia Wanita murahan, kamu tahu dia pemilik Perusahaan Yamaha Motor Indonesia, dan bawahannya sudah menelpon Ayah untuk tidak bisa lagi menjual motor Yamaha, karena jika dalam 1x24 jam, Nona itu tidak menerima permohonan maaf dari kita maka, habislah perusahaan kita", ucap ayahnya Marcel.
Marcel langsung tersedak, para pengunjung juga tak kalah terkejut, ternyata mereka di traktir oleh pemilik YMI.
" Dasar anak tidak tahu diri, selalu buat masalah saja, kerjamu hanya berfoya-foya saja, tamat sudah perusahaan kita, orangnya sudah Pergi, mau gimana lagi", pasrah ayahnya Marcel.
" Ayah coba telpon Rikson, mereka katanya pergi kearah Bitung, ujar Marcel.
" Kamu yang Telpon Marcel sekarang", perintah ayahnya.
" Gengsilah ayah, masa Marcel yang harus telpon orang rendahan itu", ucap Marcel.
" Kalau kamu tidak mau menelpon, Maja ayah akan cabut seluruh fasilitas kamu, berikan kunci mobil kamu dan kartu kreditmu, silahkan cari uang sendiri, emosi ayahnya.
" Baiklah ayah, saya telpon manusia itu, biarpun jijik tetap saya akan menelpon dia sekarang", pasrah Marcel dan langsung menelpon Rikson.
" Halo Rikson, kalian tujuannya kemana, ayahku mau ketemu dengan penumpang kamu", ujar Marcel ketus.
" Sorry, saya juga belum tahu, tapi kami mengarah kebitung, cuma tempatnya saya tidak tahu, soalnya penumpang saya, ikut mobil temannya.
" Kami akan ke arah Bitung, nanti aku telpon lagi kamu, awas kalau kamu tidak mengangkat telpon ku, kuhancurkan rumah kamu, dan minta Pamanku mengusir kamu dan adikmu keluar dari sana", ancam Marcel.
" Baiklah, tapi tolong jangan hancurkan rumah saya, jawab Rikson.
" Kenapa kamu mengancam Rikson, ucap Ayahnya Marcel.
__ADS_1
" Senang aja menghinanya ayah, lagian buat apa juga kita berhubungan dengan Rikson, gak ada untungnya, sudah bagus aku tidak menghajarnya, jawab Marcel.
" Terserah kamu saja, pokonya jika masalah ini tidak selesai, dengan terpaksa kamu harus bekerja cari uang sendiri, ayah tidak akan memberikan kamu uang sedikitpun", ucap ayahnya.
" Hahahaha, kan masih ada ibu, apa ayah tidak tahu aku anak kesayangan ibu, jadi maaf ayah, ancaman ayah tidak berlaku buatku", tantang Marcel.
Mobil Maura belok kearah Proyek pembangunan yang sedang di kerjakan, dan Rikson juga mengikuti.
Tiba di proyek itu, Maura dan Ranti turun dari mobil dan Rikson datang mendekat.
" Maaf Nona, tadi Marcel menelpon saya, katanya ayahnya ingin berjumpa dengan Anda", ucap Rikson.
" Biarkan saja, kamu share Lok saja ke mereka, lihat saja nanti apa yang akan ku lakukan kepada Marcel", ujar Ranti.
" Baik Nona, jawab Rikson dan langsung mengirim lokasi Ranti ke Marcel dan ayahnya.
" Ayah, ini lokasi yang Rikson kirim, tapi kok daerah ini sepertinya aku kenal, kalau tidak salah ini miliknya adik perempuannya ayah paling bungsu, ujar Marcel.
" Ia ayah hanya dengar kalau mereka dapat uang untuk bayar utang ke kita karena jual kebun itu, katanya laku 30 milyar", jawab ayahnya Marcel.
" Kenapa kita harus berurusan dengan dengan mereka - mereka yang rendahan itu, ucap Marcel.
" Tutup mulutmu, biar bagaimanapun, bagaimanapun, Miky adalah sepupumu", bentak ayahnya Marcel.
" Ibu kan paling gak suka dengan keluarga Bibi, kenapa ayah membela mereka, lihat saja mereka dikit-dikit datang pinjam uang di keluarga kita, ucap Marcel yang tetap Sombong.
" Ya sudah, terserah kamu, sekarang ayah mau bertemu dengan bos besar itu, jika Dealer ayah hancur, maka kamu tahu sendiri akibatnya, ucap ayahnya Marcel.
" Pergilah, aku masih mau disini, jijik aku melihat wajahnya si Rikson, apalagi nanti sampai disana, dan si Miky juga ada di sana, betapa sial hidupku", ujar Marcel ke ayahnya.
" Baiklah, buatlah sesukamu, tapi ayah peringatkan, mulai sekarang ayah tidak lagi akan memberikan kamu uang sepeserpun, silahkan minta ke ibumu, dan pasti jatah ibumu tidak akan ayah tambah sedikitpun, memangnya ibumu bekerja dan apa ibumu punya uang, kalau bukan dari ayah", tegas Ayahnya Marcel.
Ranti sedang duduk dan berbincang-bincang dengan Maura dan Rikson serta Miky, Miky di panggil Ranti untuk menjalankan hak Tunggal merek Yamaha, yang mana Ranti adalah pemiliknya.
" Miky, saya dengar dari Maura, bahwa kamu ingin membuka showroom motor, apa benar begitu? tanya Ranti.
" Ia, tapi masih bingung mau memilih merk motor yang mana, dan juga saya lagi mencari mitra, seperti leasing yang mau bekerja sama dengan kami dalam hal kredit motor tersebut.
" Rikson kamu, lulusan fakultas apa ? tanya Ranti.
" Saya S1 manajemen bisnis dan keuangan, sempat bekerja di leasing juga, tapi ya masalah dengan Marcel, jadi saya di pecat oleh leasing tempat saya bekerja", ucap Rikson.
" Baguslah, kalian berdua bisa bekerjasama, kalau kamu Rikson saya pinjamkan Modal Usaha, apa kamu berani membuka leasing, dan menangani motor Yamaha, merk lain Silahkan, tapi 60 % harus kamu harus menangani motor Yamaha", bagiamana? apa kamu sanggup", tanya Ranti.
" Maaf Nona, setahu saya, modal membuka leasing minimal modal 100 milyar, dan belum biaya ini dan itu, jadi untuk awal pembukaan saja kita harus minimal memilik 200 milyar", ucap Rikson.
" Maura, kamu atur ijin usaha leasing, kamu jadi Direktur nya, sementara Manajer adalah Rikson, sedangkan Miky saya berikan hak eksklusif merek Yamaha, di wilayah Manado, Bitung dan Minahasa Utara, ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, saya siap dan besok saya akan segera bekerja untuk membuat ijinnya, Mungkin ijinnya bisa 1 bulan baru selesai", jawab Maura.
" Maaf Nona, teman saya salah satu Manajer di leasing, katanya pemiliknya ingin menjualnya dengan harga 35 milyar, karena dia tidak sanggup memenuhi persyaratan penyertaan Modal 100 milyar, sedangkan mereka sudah termasuk sukses dalam menangani kredit motor dan sudah berdiri sekitar 10 tahun", ucap Rikson.
" Itu berarti lebih gampang, kamu telpon kawanmu, bilang ke dia bahwa Besok saya ingin bertemu Dengan bosnya, saya akan bayar leasing itu, berapapun harganya, ucap Ranti.
" Baik Nona, jawab Rikson dan segera menghubungi kawannya.
" Halo bro, apa leasing tempat kamu bekerja jadi jual oleh bosmu? tanya Rikson.
" Jadi bro, tapi beberapa orang menawar dengan harga murah, sedangkan kita sudah memiliki 10 cabang di beberapa kabupaten, makanya kami juga bingung, takutnya berita ini sampai ke kuping nasabah, mereka pasti akan memanfaatkan situasi ini", jawab temannya Rikson.
" Begini bro, ada bos yang ingin membeli Perusahaan itu, dia setuju dengan harga yang ada, dan juga akan mengurus perihal kredit yang tersalur serta akan menambah modal, jadi tolong sampaikan ke bosmu besok bos saya ingin bertemu, apakah bisa", tanya Rikson.
" Sangat bisa, bos ku mengatakan jika ada Pembeli segera hubungi dia, jadi besok jam berapa bosmu mau datang", tanya temannya Rikson.
" Katakan jam 10 Pagi ", sahut Ranti.
" kata Bosku, jam 10 Pagi, kalau bisa dokumennya Segera disiapkan", ucap Rikson.
' Oke, harganya 35 milyar, dan pengembalian kredit nasabahnya, semua sudah tertulis dalam surat penjualan", jawab Temannya.
" Siapkan saja, agar besok kita tidak membuang - buang waktu", ucap Rikson.
" Oke, terimakasih, saya Segera hubungi bos, setelah itu saya telpon kamu lagi", ucap Temannya.
__ADS_1
" Aku tunggu", jawab Rikson.