
Waktu sudah menunjukkan jam 00.00 WIB, akhirnya mereka mengakhiri obrolan, dan ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Ranti terbangun seperti biasa dan mencuci muka serta gosok gigi, kemudian dia menyeduh Teh dan menikmati cemilannya.
* Selamat pagi Tuan, apa rencana hari ini, tanya Rose
" Hari ini aku ajak mereka semua untuk makan siang bersama dengan seluruh karyawan ku di Gedung Emerald Tower, jawab Ranti
* Maaf Tuan apakah anda tidak berniat mencari tahu keberadaan orang tua anda, tanya Rose
Mendengar ucapan Rose tentang orang tua, jantung Ranti hampir berhenti berdetak, dia kembali teringat masa kecilnya dan tanpa bisa menahan, airmatanya menetes.
" Mom, Dad, Ranti kangen, lirih Ranti
* Maaf Tuan, jika membuat anda sedih, kata Rose
" Tidak apa-apa Rose, saya hampir melupakan mereka, jawab Ranti
* Gunakan kekuatan Tuan untuk mendapatkan informasi tentang orang tua Tuan, saatnya tuan menekan keluarga paman Tuan, saran Rose.
" Baik Rose, dulu mereka begitu kejam sekarang aku akan kejam kepada mereka, jawab Ranti.
Setelah berbincang dengan Rose, Ranti masuk kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, sekarang tak butuh handuk lagi, cukup mengaktifkan elemen api tubuh Ranti sudah kering dan segar.
" Rose aktifkan semua secara otomatis dan berikan notifikasi yang berkaitan dengan keluarga Pamanku, Perintah Ranti.
* Baik tuan segera di tautkan kembali secara otomatis, jawab Rose
Dalam sekejap tubuh Ranti kembali menghangat, Aplikasi Mata Dewa, Mind Ruler dan Mata Semesta kini telah tersinkronisasi, dan semuanya bisa di lihat dengan kacamata Quantum dan notifikasi baik suara maupun getaran Jam Quantum.
" Aplikasi Mata Dewa cari semua perusahaan Pamanku dan seluruh perusahaan yang bekerja sama dengan dengan Perusahaan mereka.
" Berikan Data keluarga mereka secepatnya, dan pantau terus aktivitas mereka, perintah Ranti.
Ting... proses penelusuran dengan kekuatan penuh sedang berjalan, mohon tunggu maksimal 24 jam, semua data dari 17 tahun lalu akan di berikan kepada anda.
Ranti membiarkan semua aplikasi nya bekerja secara otomatis, dan rekaman penelusuran akan tersimpan di laptop
" Rose seberapa tahan tenaga Drone Quantum terbang, tanya Ranti
* Drone Quantum bisa terbang nonstop selama 30 hari, Tuan sudah melihat kekuatan mereka saat terbang siang hari, Drone Quantum sudah di lengkapi dengan teknologi Stealth.
" Apakah satelit tidak bisa melacak keberadaan mereka, tanya Ranti
* Tidak Tuan, sistem mempunyai alat tersendiri, untuk memanipulasi satelit, sama dengan internet unlimited anda yang menggunakan sistem satelit, kata Rose.
" baiklah, tolong jika terdapat sesuatu yang penting segera aktifkan Drone Quantum secara otomatis, pinta Ranti
* Baik Tuan, segera di laksanakan, sekarang anda lebih baik bersantai saja dan sarapan, balas Rose
Ranti segera memakai pakaian seperti biasa dan turun ke lobby khusus tamu VIP.
Disana sudah berkumpul semua saudaranya, juga Robin, Tiara, Sonia dan Yati.
" Aku minta maaf sebelumnya, karena tidak bisa menemani kalian jalan-jalan, mumpung aku di Jakarta jadi aku ingin mengurus semua perusahaan ku, tolong jangan marah ya, mohon Ranti
" Kak hari terakhir nanti kita mau ke Taman Mini Indonesia Indah, kami harap kakak bisa menemani kami, ucap Salma
" Kakak usahakan, kakak secepatnya menyelesaikan urusan perusahaan, agar kakak bisa menemani kalian berdua, kakak sudah menambah uang kalian untuk liburan, beli apa saja yang kalian mau, kata Ranti
" Kami butuh kakak, uang yang kakak berikan entah kapan baru habis, jawab Salma.
" Ia kalau urusan perusahaan sudah beres, kakak akan menemani kalian berdua, jawab Ranti
" Baiklah, tapi kakak harus hati-hati, jangan lupa nanti siang walaupun sibuk bekerja tetap harus makan, ucap Salma mengingatkan.
" Terimakasih Salma, karena sudah mengingatkan kakak, balas Ranti
" Bontot, jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja, ingat kamu juga masih sekolah, bersantai sedikit juga gak apa-apa, kata Darel
" Ia Kak, ini hanya karena mumpung lagi di Jakarta, dan selama aku beli Gedung - gedung itu, aku belum pernah melihatnya, Perusahaan Pembiayaan Tri Link, yang besar juga belum sekalipun aku melihatnya, maaf jika waktu liburan, terpaksa aku gunakan untuk melihat dan mengecek perusahaan aku, jawab Ranti dengan rasa tidak enak hati.
" Kakak mengerti, kamu bekerja keras demi kami semua, apalagi saat ini kami belum bisa kamu andalkan, kakak sebagai laki-laki merasa malu, melihat adiknya bekerja keras demi keluarga, kata Darel sambil meneteskan air mata.
" Tidak apa-apa, suatu saat kakak yang akan capek mengurus semuanya, jawab Ranti
" Tetapi jangan lupa makan dan istirahat, jangan sampai kamu sakit, kata Mercy
" Aku akan mengingatnya, jawab Ranti
" Sekarang mari kita sarapan, nanti makanannya keburu dingin, ajak Dewi
Setelah mereka sarapan mereka pergi ke taman yang ada di sekitar hotel dan duduk disana, mereka bercanda dan saling bercerita lucu.
Salma yang manja tak lepas dari Ranti, tingkah Salma membuat Ranti bahagia, bagaimana tidak, dia teringat saat dia kecil selalu bermanja-manja dengan Mercy dan dan Darel.
" Bontot, begitulah kamu saat kecil, lengket terus dengan Mercy, kata Darel
" Hehehehe, sekarang ada yang mengikuti tingkahku dulu, balas Ranti sambil tertawa
__ADS_1
" Sekarang rencana kalian hari ini mau kemana, tanya Ranti
" Hari ini kami hanya mau jalan-jalan ke Mall terbesar di Jakarta, dan kata pak supir bus, namanya RPS Cempaka, kata Friska.
" Tunggu sebentar, RPS Cempaka, mmmm, Bontot, apa itu juga milikmu, tanya Rindu.
" Ya, itu milikku, aku membelinya tahun lalu, sebelum ke China, kata Ranti dengan santai.
Astaga Ranti, berapa triliun kamu membelinya, sambung Sonia kaget
" Tidak banyak Kak, itu sudah termasuk, Ruko, apartemen dan perkantoran, kalau gak salah semuanya sekitar 8 atau 10 Triliun, lupa saya. Kalau 3 Gedung Perkantoran total ketiga gedung 7 triliun, kalau mengakuisisi Tri Link Finance Indonesia, 24 Triliun, jawab Ranti dengan jujur.
" Berapa pendapatan sewa dari gedung-gedung itu perbulan, tanya mereka
" Jangan kaget ya, ketiga gedung itu setelah di kurangi dengan seluruh biaya operasional, aku bisa menghasilkan lebih dari 500 milyar pertahun, dari Link Finance, aku bisa mendapatkan 1,8 triliun bersih, kalau RPS Cempaka totalnya bisa 600 milyar pertahun, kata Ranti
" Astaga, belum seluruh saham dari kedua orang tuamu, kata Tiara menyambung obrolan
" Hahahaha, sudahlah kita nikmati saja, toh kalian juga kebagian bukan, jadi seperti biasa, " jangan banyak komentar" !!, kata Ranti mengingatkan.
" Hehehehe, maaf kami hanya kaget, ketika kami mau berkunjung ke Mall terbesar di Jakarta, ternyata milik kamu, kata Mercy
Selesai berbincang - bincang, akhirnya mereka keluar dari Hotel, Ranti menuju ke Gedung Emerald, sedangkan, yang lainnya ke RPS Cempaka.
Ketika bus yang membawa saudara - saudara Ranti dan temannya tiba RPS Cempaka, mereka diarahkan masuk dari pintu Selatan sebagai Pintu Utama.
Dengan stelan simpel, mereka memasuki Mall Cempaka, ketika sampai di dalam, mereka terkejut melihat deretan kios yang penuh dengan dagangan, dan pasti suasananya tidak seramai Mall Galaxy di Surabaya.
Karena begitu ramai, akhirnya mereka terpisah, untunglah Yati tidak terpisah dari Armando dan Salma.
Darel dan Sonia menyadari kalau mereka telah terpisah, akhirnya Darel mencoba bertelepati, dan ternyata berhasil, masing-masing mereka mengatakan posisinya.
Tanpa ada rasa kuatir lagi akhirnya mereka berkeliling secara terpisah, karena Dewi menggendong Ketty jadi dia sedikit - sedikit berhenti di toko perlengkapan anak-anak.
Armando dan Salma, beserta Yati yang sedang asik berkeliling, dan tanpa sengaja Salma menabrak seorang ibu-ibu, Salma langsung minta maaf, tapi ibu itu tidak terima, karena bajunya kena es krim Salma.
" Hey gadis kecil, kalau jalan lihat-lihat, kata ibu itu sambil mendorong Salma hingga tersungkur.
" Maaf Bu, saya tidak sengaja, kata Salma
Armando langsung membantu Salma berdiri dan melihat badan Salma kalau ada yang luka
" Kamu gak apa-apa dek, tanya Armando
" Gak apa-apa kak, aku yang salah menabrak ibu itu, kata Salma
" Bu, maafkan Nona saya, kata Yati
" Bagaimana kalau kami mengganti baju dan sepatu ibu, seharga yang ibu sebutkan, ucap Yati
Si ibu dengan licik memanfaatkan situasi, karena dia melihat hanya anak kecil dan pembantunya.
" Kalian harus menggantinya 50 juta, kata ibu itu dengan niat memeras
Pemilik kios dan pelayannya hanya diam dan tak mau menolong Armando dan Salma, para pengunjung juga hanya menonton melihat ibu itu memeras Armando dan Salma.
" Maaf Bu, tadi ibu mengatakan harga baju 10 juta dan sepatu 3 juta, Berarti kami hanya mengganti 13 juta, kenapa sekarang jadi 50 juta, kata Yati.
" Hei pembantu, tadi majikan kamu menabrak saya hingga tersungkur, dan aku sangat malu di lihat orang-orang, jadi kamu harus membayarnya, kata ibu itu.
" Oh ya mba, gara-gara ulah majikan kamu, baju-baju yang kami pajang jadi berantakan dan kotor, jadi majikan kamu harus memberikan kompensasi 10 juta, kata pemilik Toko.
" Maaf Bu sebentar saya telpon Kakak-kakaknya dulu, kata Yati.
Sejenak pemilik Toko agak gelisah, dia berpikir Armando dan Salma hanya bersama pembantunya saja,
Tak jauh berbeda dengan ibu yang di tabrak Salma, perasaannya mulai agak panik, namu di buat seperti biasa saja
" Hei pembantu cepat bayar, saya masih ada urusan, kata ibu itu menekan
" Kak Yati, sudahlah, saya tahu mereka memeras kita, toh hanya 60 juta, uang segitu tidak akan menghabiskan uang jajan ku sebulan, kata Salma
" Baik Nona, jawab Yati
" Berapa nomor rekening ibu saya transfer sekarang, tanya Yati
Betapa senangnya ibu itu berhasil memeras anak kecil dan pembantunya, dia segera memberitahukan nomor rekeningnya dan Yati langsung mentransfernya.
" Silahkan ibu cek rekening Anda, kata Yati.
" Sudah masuk, ternyata kalian anak orang kaya juga ya.
" Ibu pemilik Toko, tolong berikan nomor rekening Anda, kata Yati
Setelah Yati mendapat nomor rekening pemilik Toko itu, langsung dia mentransfer uang 10 juta.
Armando diam-diam, sedang meretas CCTV dan mengkopinya.
" Bu pemilik toko uangnya sudah masuk, kata Yati
__ADS_1
" Begitu dong, berani buat salah, berani tanggung jawab.
" Betul Bu, sekarang saya sudah membayar pakaian ibu yang kotor tadi jadi berikan kepada kami anggap saja kami sudah membayarnya, kata Yati ke Pemilik Toko.
Sejenak, pemilik toko terdiam seperti sedang berpikir, lalu dia bersuara
" hei pembantu, kamu jangan asal bicara, uang 10 juta kalian tak cukup membayar semua baju yang berserak tadi, bentak pemilik toko.
" Oh baiklah, jangan menyesal dengan tindakan ibu, kata Yati
" Dan kamu juga ibu, kami sudah membayar baju dan sepatumu,Ndan bagaimana pertanggungjawaban ibu yang sudah mendorong majikan saya, hingga tersungkur, ucap Yati membalikan tuntutan.
" Hahahaha, kamu tidak tahu, suami saya, adalah Manajer disini, kata ibu itu
" Oh Siapa namanya biar kami tau dan barangkali kami tidak akan menuntut Anda
" Baiklah, nama suami saya Bayu Krisna, Direktur Operasional Mall ini, kata ibu itu.
" Baiklah nanti saya sampaikan, ke Kakak majikan kecil saya, siapa tahu mereka mengenal suami anda Nyonya, balas Yati.
" Silahkan sampaikan kepada majikan anda, lain kali jangan biarkan mereka keluyuran dan ajarkan sopan santun.
" Yati ada apa ini, tanya Darel, yang tiba-tiba muncul bersama dengan Sonia dan yang lainnya
Yati segera menceritakan semuanya, termasuk jumlah uang ganti rugi.
" Maaf Bu adik saya, benar menabrak anda karena tidak sengaja dan umurnya baru 8 tahun, adik saya sudah meminta maaf dan anda sudah mendorongnya juga hingga tersungkur, apa ibu tidak punya anak hingga tega mendorong anak kecil hingga tersungkur disaat dia sedang meminta maaf yang ke tiga kali, ucap Darel.
" Makanya didik adikmu agar jangan lari - lari di Mall, kata ibu sengit
Sementara Darel berdebat, Mercy menghubungi Ranti yang lagi berada di Gedung Emerald, Mercy melaporkan bahwa Salma di peras orang dan yang memeras istri dari direktur operasional di Mall Cempaka.
" Baik Kak, saya akan hubungi, anak buah saya disitu, agar memecat Direktur itu dan mengusir ibu pemilik toko yang ikut-ikutan memeras, jawab Ranti emosi
Ranti segera menelpon Direktur Utama RPS Cempaka agar segera mengurus nya.
Darel masih berdebat dengan ibu yang di tabrak Salma dan juga Pemilik toko Pakaian, dan dari jauh terlihat beberapa petinggi RPS Cempaka mendatangi mereka dan salah satunya adalah Suami dari ibu yang di tabrak.
Pak Bayu, mohon maaf mulai hari ini anda tidak lagi menjadi bagian dari RPS Cempaka dan kamu ibu hari ini silahkan berkemas dan pindah dari sini, kebetulan anda sudah menunggak 2 bulan belum membayar sewa, kata Direktur Utama
Tuan Direktur apa salah saya hingga anda memecat saya, tanya Bayu yang bingung
" Istri anda telah memeras Nona muda kami, dan asal kalian tau, kakanya dari Nona kecil ini adalah Pemilik Tunggal dari keseluruhan Mall, perkantoran, Ruko dan apartemen Cempaka, kata Direktur
Ibu-ibu yang di tabrak Salma dan Pemilik toko Pakaian, langsung lemas,
" Tuan saya yang salah tolong .jangan pecat suami saya, saya akan kembalikan uang 50 juta yang di Transfer tadi, kata ibu-ibu itu
" Tuan tolong jangan usir saya, saya juga akan mengembalikan uangnya dan melunasi biaya sewa yang tertunggak.
" Maaf Bu, ada kejadian ini atau tidak ibu wajib membayar tunggakan ibu, dan setelah ibu membayarnya, silahkan pergi dari dari sini, jika tidak terpaksa kami akan menutup paksa toko anda, hari ini juga, kata direktur utama.
" Dan kamu pak Bayu, saya mohon maaf, anda tidak mendidik istri anda dengan baik, apa anda lupa dengan kontrak yang anda tanda tangani, disitu tertulis, agar setiap petinggi perusahaan di bawah Naungan RPS Cempaka, agar bersikap rendah hati, secara khusus di tempat- tempat milik dari RPS GROUP COMPANY, kata direktur utama mengingatkan
" Berikan saya kesempatan untuk mendidik istri saya, kata pak Bayu sambil berlutut.
Direktur Utama sebenarnya tidak tega melihat pak Bayu yang memohon, kinerjanya sangat baik, juga sifatnya yang baik dan tegas, hingga membuat para bawahan dan bahkan tenant, sangat menghargainya.
" Saya telpon bos besar dulu, kata direktur utama
Direktur utama langsung menelpon Ranti, dan menceritakan siapa Bayu dengan jujur, apalagi Bayu adalah karyawan paling lama di Mall Cempaka.
" Baiklah, mengingat dedikasi nya dan kinerjanya yang bagus, saya berikan dia kesempatan, tapi Didik istrinya dengan baik, dan selama 3 tahun istrinya tidak boleh datang ke Mall Cempaka, selangkah saja masuk, tau sendiri akibatnya, kata Ranti
Dan satu lagi, suruh istrinya berlutut meminta maaf kepada Salma, lanjut kata Ranti dengan sangat tegas
Karena, direktur utama me loud speaker pembicaraannya dengan Ranti, si ibu itu langsung berlutut dan meminta maaf.
" Nona Muda, maafkan ibu, ibu berjanji akan memperbaiki sifat-sifat ibu yang sombong, kata ibu itu sambil meneteskan air matanya
Salma juga yang dari awal tidak dendam langsung membalas
" Aku memaafkan ibu, kakakku paling tidak suka dengan orang sombong dan serakah, uang yang saya berikan kepada ibu, tidak usah di kembalikan, asal ibu mau berubah saya sudah sangat senang, jika ibu berkenan mati ikut kami dan makan di restoran di atas, kata pak supir di lantai 5 ada restoran seafood yang enak, masalah sudah selesai, kata Salma
" Paman, silahkan kembali bekerja, tapi ibu pemilik toko pakaian itu saya harap ketika saya selesai makan bersama bibi, ibu itu sudah tidak ada di Mall kita ini, kata Salma
" Nona muda saya minta maaf, kata ibu pemilik toko pakaian
" Saya sangat tidak suka melihat orang yang memanfaatkan situasi, jika anda punya hati harusnya bisa membantu saya, tapi anda ikut memeras saya, Bibi yang saya tabrak wajar saja meminta ganti rugi, karena saya membuat baju dan sepatunya kotor, tapi ibu, apakah pakaian ibu ada yang kotor seperti bibi ini, tanya Salma
Sejenak, para pengunjung yang mendengar omongan Salma tersentuh, bagaimana tidak seorang anak kecil tetap rendah hati dan mengakui kesalahannya, namun tegas kepada orang yang memanfaatkan situasi.
Pak Bayu Krisna berlutut dan berterimakasih kepada Salma, atas pengampunan nya kepada istrinya, bahkan di panggil Bibi oleh Salma.
" Terimakasih Nona Muda, terimakasih sudah memaafkan istri Bapak, Ucap Pak Bayu.
" Paman Tenang saja, tadi saya yang teledor, nah lebih baik paman segera kembali bekerja, nanti kalau kakak saya tau paman malas, malah beneran di pecat, kata Salma sambil bercanda.
" Baiklah Paman akan lebih rajin lagi, dan jika Suatu saat Nona Muda datang lagi kesini, nanti paman minta bibimu menemani Nona Muda berkeliling di mall ini, bagaimana ? ujar Pak Bayu
__ADS_1
" Baiklah , aku akan ingat janji Paman, sambil memberikan jari kelingking.