
" Maaf ya, saya di gaji 3 milyar pertahun oleh bosku, belum bonus dan bahkan mobil dan rumah sudah di belikan atas nama saya, bahkan rumah yang satu lagi atas nama istri saya, kamu tau kenapa bosku baik dengan saya, karena saya tulus bekerja dan dengan jiwa aku mengabdi, apalagi bosku orang yang sangat rendah hati, dan menganggap kami pekerjanya adalah keluarga.
" Hahahaha gaji 3 milyar hanya perusahaan seperti ini, jangan mimpi di siang bolong, kata Marlon
" Memang susah berbicara dengan orang yang terlalu memandang dirinya tinggi, ingat baik-baik di atas langit masih ada langit, kata Rendi
" Terserah kamu saja, asal kamu tau Rendi, tabungan saya saja sudah bisa dinikmati sampai tua, apalagi saat ini perusahaan ku menerima keuntungan yang besar, kata Marlon
" Baguslah, saya tidak bermimpi hidup seperti kamu yang sangat sangat kaya, kata Rendi
" Saya tunggu kemampuan kamu memajukan perusahaan ini, kata Marlon
" Apa kamu lupa siapa yang membantu memajukan perusahaan kamu, Modal kecil saja bisa ku bantu jadi besar, apalagi perusahaan ini, memberikan modal tanpa batas, modal awal saja 20 Triliun, lebih dari cukup menggusur perusahaanmu, kata Rendi
" Kamu mau menantang saya, kata Marlon
" Kalau kamu ingin berkompetisi siapa takut, Rendi balik menantang.
" Dasar tak tahu batas kemampuan, kata Marlon
" Baiklah, kamu memang orang kaya dan perusahaan kamu yang terhebat, kat Rendi
" Bilang sama bos kamu, Direktur Megamas Multifinance mau bertemu, kata Marlon
" Kamu tunggu saja sampai ayam jantan bertelur kalau bosku Sudi bertemu dengan kamu, secara sekali dia bertemu orang nya dia akan tau karakter orang itu, dan kamu sudah bertemu dengannya sekali, kata Rendi
" Bertemu siapa yang kamu maksud, bukankah tadi kami sudah memanggil namanya dengan sembarangan, dialah bos nya, kata Rendi
" Bohong kamu, anak ingusan itu bos kamu, kata Marlon
" Hahahaha, makanya jangan lihat orang dari luarnya saja, kata Rendi.
" Aku tak percaya, pokoknya bos harus menemui saya, jika tidak maka perusahaan ini akan berhadapan dengan Megamas Multifinance, ancam Marlon
" Dasar apa, bosku harus bertemu dengan kamu, apa bosku punya hutang dengan kamu, atau perusahaan kami butuh kerjasama dengan Megamas Multifinance, dan kamu siapa berani mengancam bosku, kata Rendi
" Semua perusahaan pembiayaan harus berada diorganisasi yang saya bentuk, jika tidak mau ikut, aku pastikan akan hancur, kata Marlon
" Hahahaha organisasi apa yang kamu bentuk hehehehheh, mimpi kamu, ejek Rendi.
" Sebentar saya telpon bosku dan akan melaporkan bahwa bosku harus bertemu dengan kamu, kata Rendi sambil menelpon Ranti
" Halo Nona Muda, sapa Rendi
" Ya ada apa Rendi, kata Ranti
" Direktur dari Megamas Multifinance, mengatakan Nona muda wajib bertemu dengannya, jika tidak perusahaan RPS akan hancur, kata Rendi
" Bilang sama dia, kalau mampu silahkan hancurkan saja, sekali dia mengganggu perusahaan dan orang kita di lapangan, bahkan sampai mengganggu nasabah kita dengan cara apapun, dalam 30 menit perusahaannya akan hilang, kata Ranti
" Dia mendengar nya Nona, orangnya ada disini, kata Rendi
" Oh baguslah, halo Tuan Marlon Suryapati, kamu mengancam perusahaan saya, Kamu pikir saya tidak tahu kamu itu siapa, Playboy cap Nyamuk saja mau merayuku hahahaahah, mobil Ferrari harga murahan saja mau menyimbolkan diri,. ingat baik-baik Marlon, kalau kamu bisa beli mobil Ferrari LaFerrari seperti milik kelima kakak perempuanku itu namanya orang kaya, ejek Ranti
" Jangan sombong kamu Nona, di Surabaya ini, mobil saya paling mahal, kata Marlon
" Wow, sungguh matamu buta tidak melihat tadi di parkiran VVIP, 2 Bugatti Chiron dan Veyron, juga ada 5 Koenigsegg Regera yang masing seharusnya 28 milyar, jangan suka menyombongkan diri Tuan Marlon Suryapati, hahahaha
" Jika kamu tidak menemui saya, jangan salahkan saya, ancam Marlon
" Silahkan saja anda mengancam perusahaan saya, Saya mengatakan tidak akan pernah menemui Anda, saat ini , atau kapanpun, kata Ranti
" Baiklah tunggu saja tanggal mainnya, kata Marlon
" Tak perlu menunggu sekarang saja, silahkan hancurkan kantor saya, dan saya pastikan tidak akan laporkan ke Polisi, kita adu kekuatan saja
__ADS_1
" Rendi biarkan saja jika Tuan Marlon Suryapati ingin menghancurkan kantor kita, jangan ada yang melapor ke polisi.
" Baik Nona, saya akan perintahkan ke pak Sumadi untuk tidak menahan orang-orang dari Tuan Marlon Suryapati, kata Rendi
" Bagus, jika nyalinya besar dan menghancurkan kantor kita, kamu aku kasih bonus 1 milyar.
" Baik Nona, jawab Rendi
" Tuan Marlon anda sudah mendengar sendiri keputusan Nona Muda kami, bahwa dia tidak akan menemui Anda, dan dia persilahkan anda menghancurkan kantor kami dan tenang saja kami tidak akan melaporkan ke Polisi, kata Rendi
" Hahahaha, dasar pengecut, kata Marlon dan langsung dia beranjak dari kantor RPS Finance.
Di Posisi Ranti yang masih berada di mobil, dia tetap tenang apalagi Marlon belum tahu jika tabungannya sudah habis.
Aplikasi Mata Dewa, terus memantau Marlon, terlihat dia menuju ke sebuah tempat karaoke paling mewah di Surabaya.
Ranti masih terus berkendara menuju rumahnya, karena hari ini si kembar akan kembali ke Jogjakarta, mobil si kembar sudah di masukkan ke Cincin ruang jadi mereka menaiki Alphard bersama dua bocah Armando dan Salma.
Akhirnya mereka sampai dirumah dan langsung berkemas, si kembar memasukkan koper-koper mereka ke Cincin Ruang agar tidak ribet di pesawat.
" Kak Renata, beruntung kita di berikan Cincin Ruang ini, kata Renita
" Ia tapi ingat jangan sampai siapapun tahu, bahkan jika kita menikah pun, suami kita tidak boleh mengetahui Cincin Ruang ini, kata Renata
" Ia aku ingat, secara semua Dokumen akan ku pindahkan ke cincin ini, agar lebih aman, apalagi jika kita dapat suami yang salah, kata Renita
" Itu maksud Ranti, jangan sampai harta kita di habiskan oleh suami kita, kata Renata.
" Ia kak, bukan kita tidak percaya, tapi sudah banyak kejadian yang terjadi, setelah harta di kuras kita pasti di tendang, kata Renita
" Intinya kita jangan bergantung kepada laki-laki, kita menikah dan punya suami bekerja itu sangat baik, tapi kita jangan membebaninya, sudah begitu masih saja dia selingkuh ya kita tinggalkan saja, kalau nanti punya sudah punya anak, kita juga tak perlu kuatir, toh kita punya rumah dan punya uang, kata Renata
" Makanya harta kita jangan terlalu di umbar kepada siapapun, itu maksudnya kak, kata Renita
" Benar sekali, uang 10 triliun itu harus kita simpan dengan baik, untuk saat ini kita juga belum membutuhkannya, bunga deposito saja bisa buat kita hidup mewah, belum lagi usaha kita, jadi anggaplah uang itu tidak ada, Renata.
" lihat saja kita naik pesawat sambil bawa mobil hahahaha, kata Renata.
" Oh Ia, kata Renita sambil menunjukkan mobilnya yang terparkir cantik dalam Cincin.
Selesai berkemas, si kembar turun ke lantai bawah dan bertemu dengan yang lainnya.
" Bagaimana apa sudah beres semuanya, kata Ranti
" Sudah, kata Renata, sambil menunjuk ke jarinya yang terpasang cincin Ruang
" Ayo kita berangkat, kata Ranti
Si kembar hanya membawa Ransel, dan menggunakan stelan tomboy.
Celana Cargo, Sneaker, kaos oblong dan topi, kira-kira seperti itulah.
Hanya butuh waktu satu jam mereka sudah tiba di Bandara, waktu masih 2 setengah jam lagi.
Orang-orang yang berada di Bandara, kagum juga melihat penampilan mereka bersembilan dengan bergaya santai, apalagi penampilan dua bocah yang keren abis, apalagi kulit mereka makin terawat, membuat mereka berdua jadi sorotan beberapa orang ibu-ibu.
Ketika mereka memasuki restoran mewah yang berada di Bandara Juanda, menambah kagum orang-orang yang melihat mereka.
" anak-anak Sultan, pantas saja penampilan mereka sangat bagus dengan stelan santai, komentar salah seorang di Bandara
Ranti membuka handphone dan melihat apakah ada yang menarik dari Marlon, namun ternyata belum ada, terlihat dia masih asyik bernyanyi dan berpelukan dengan gadis-gadis pemandu karaoke.
" Ntar kamu bisa nangis gak punya uang buat bayar, batin Ranti.
Mereka terus ngobrol sambil menikmati makanan yang ada, berbeda dengan Armando, dia sibuk bermain game, sedangkan Salma sibuk dengan instagramnya dan kadang meminta Darel untuk memotretnya.
__ADS_1
" Kak, kapan-kapan Salma ingin naik pesawat, kata Salma polos
" Memangnya, Salma ingin pergi kemana jika naik pesawat, tanya Renata
" Paling pertama ke rumah kakak di Jogjakarta, dan kedua ingin ke Jakarta mau lihat Taman Mini Indonesia Indah, kata Salma
" apa cuma mau lihat itu saja, goda Rindu
" Ia, soalnya lihat ini, kak Tiara posting kalau dia dan kak Robin ada TMII Jakarta, kata Salma sambil menunjukkan handphone nya.
" Keren ya Salma, kata Rindu
" Ia kak, kata Salma
" Kami juga belum pernah kesana nanti libur Imlek saja, kita kesana, bujuk Ranti yang melihat mata Salma yang tak berkedip lihat postingan Tiara dan Robin.
" Ia kak, kan kita mesti sekolah, kata Salma
" Itu baru pintar, Kakak janji libur Imlek kita liburan ke Jakarta, dan setiap libur sekolah kita akan jalan-jalan, jadi sabar ya, bujuk Ranti
" terimakasih Kak Ranti, kata Salma sambil memeluk lengan Ranti
" Dasar Manja, ledek Mercy
" Hehehehe kan Salma paling kecil, atau kak Mercy mau, kalau Salma kayak gini ke kak Mercy, kata Salma
" hehehehe, ya uda sini sayang sama kak Mercy, lihat tu kakakmu Ranti lagi sibuk, kata Mercy
" Punya adik manjanya gak ketulungan, jadi ingat Ranti waktu kecil, sambung Darel
Ranti yang mendengar omongan Darel langsung memeluk lengannya, dan tersenyum
" Selamanya aku akan manja sama kalian, karena kalian kakakku, kata Ranti
" Malu sama umur Bontot, kata Friska menyela
" Biarin aja, aku manja sama kalian kakakku siapa yang mau protes, kata Ranti
" Ampun deh, kata Friska sambil tepuk jidatnya
hehehehe, Ranti hanya tertawa
" Renata, Renita, beginilah dia dari kecil, makanya kami juga gak bisa jauh dari Ranti, tiba-tiba manjanya kumat, bisa gak tidur dia semalaman, kata Mercy
" Makanya aku beli tanah dan buat rumah untuk kita semuanya, totalnya akan ku buat 9 rumah, jadi kita punya seorang satu, kata Ranti
" Bontot, jangan asal ngomong, kita saja sekarang di belikan rumah tapi gak boleh tinggal sendiri, kata Rindu
" memang gak boleh, kalian tinggal sendiri kalau mau kuliah di luar Surabaya atau kalau sudah menikah, hahahaha, kata Ranti
" Baiklah kamu tenang saja, Ki juga tinggal sendiri kesepian tidak ada dirimu, kata Rindu
" Nah itu Kakak tahu, beda kalau kakak kuliah di luar Surabaya, misalnya di Jogjakarta kam mustahil tinggal disini, kalau sudah menikah pasti kakak ikut suami, kata Ranti
" Masih lama kalau soal menikah, kata Rindu
" Berarti masih lama Kak Rindu tinggal sendiri, kata Ranti dengan santai
" Ia, kami juga gak mau kamu tinggal sendiri, kata Mercy
" Terimakasih pengertian kakak- kakak semuanya, kata Ranti
Inilah sifat Ranti yang belum bisa berubah, sekuat dan sekaya apapun dia, tetap saja manja sama kakaknya, ditambah lagi Kakak-kakaknya juga selalu memanjakannya.
Jangankan sekarang, waktu Ranti yang begitu miskin saja mereka manjain, apalagi sekarang semua harta ratusan milyar, hingga Triliun, semua pemberian Ranti.
__ADS_1
Seketika Ranti mendapat notifikasi dari aplikasi Mata Dewa, Ranti memasang headset bluetooth dan melihat rekaman video Marlon Suryapati.