SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Dapat Hadiah besar


__ADS_3

Sepeninggal Ranti, keluarga itu masih merasa tak percaya, bagaimana tidak, mereka yang sudah 5 tahun di singkirkan dari daerah mereka, hidup menderita, kadang seminggu tidak makan nasi, mereka hanya mengandalkan singkong dan ubi jalar serta keladi.


Jika sayur mereka panen lebih maka mereka bisa beli beras, garam dan minyak goreng, jika belum panen mereka hanya singkong saja, ingin cari pekerjaan ongkos tidak ada, kadang mereka meminta-minta dipinggir jalan, tapi hari ini, dalam sekejap mereka menjadi milyader.


Mereka menatap buku rekening masing-masing dengan jumlah 100 milyar per orang, sedangkan di ATM katanya berisi 20 Milyar.


Kini rumah sudah punya, bahkan ada 2 bangunan, yang 1 bisa di fungsikan sebagai toko apalagi ukurannya lumayan besar dan juga ada 2 lantai.


Bukan hanya itu, mereka punya mobil dan motor masing-masing, kecuali Arsini, dia tak memiliki mobil tapi dia dan suami memiliki 2 mobil.


Handphone yang hanya mereka bisa lihat orang lain gunakan, kini mereka sudah punya bahkan dengan harga yang mahal, komplit dengan internet di rumah mereka, TV di masing-masing kamarnya,


Rumah besar dengan 5 kamar sangat membuat mereka nyaman, tinggal pasang kanopi agar 3 unit Mobil mereka tidak kepanasan dan kehujanan saat parkir,


Mereka mengingat pesan Ranti soal Bensin, akhirnya kedua kakak beradik itu tergerak ingin mencoba skil Mengemudi mereka.


" Ayah kami mau isi Bensin dulu, sekalian mau mencoba menyetir mobil, ucap Febiola.


" Ia hati-hati, kata pak Yanuar.


Juni dan Febiola masuk ke mobil mereka dan menyalakan mesin mobil, saat mereka menyentuh setir, terasa hangat menjalar di di seluruh tubuh mereka dalam beberapa detik.


Dengan tatapan tidak percaya, mata Pak Yanuar melotot melihat kedua anak gadisnya melaju dengan mobil mereka menuju SPBU.


Pak Yanuar juga mengajak istrinya ke SPBU dan sekalian jalan-jalan, ATM ada uang, di dompet mereka masing-masing juga punya uang, apalagi tampang Yanuar dan istrinya terlihat lebih muda.


Untuk mobil sendiri ada perubahan, karena Toyota Raize hanya tersisa 1 Unit, Maka Rose membelikan mereka All New Toyota Corolla Cross 3 unit dan 1 Toyota Hilux single cabin.


Juni dan Febiola, mampir ke KFC, karena mereka tak pernah menikmati makan seperti itu, mereka beli 1 ember ayam dan 1 ember sayap ayam berserta kentang 4 porsi, reguler.


Sementara Pak Yanuar dan istrinya, selesai isi bensin, mampir supermarket belanja kebutuhan dapur, apalagi mereka sudah ada skil memasak, jadi mereka belanja sangat banyak.


" Mas kita ini kayak balas dendam, biasanya hanya garam dan minyak goreng sekarang kita belanja lebih sejuta, belum peralatan Mandi", ucap Arsini.


" Bumbu dapur yang lain kita bisa beli untuk sebulan, sedangkan yang lain nanti kita lihat dipasar saja, tapi cukup kali ini kita belanja sayur dan daging si Supermarket, apalagi kita belum tahu pasar dekat sini, nanti besok kita keliling cari pasar", ucap Yanuar.


" Ia Mas, tapi kedepan kita mau usaha apa, Tanya Arsini.


" Kita buka toko sembako saja, nanti kita cari 2 orang pegawai, juga 2 orang pembantu dirumah buat bantu kamu urus rumah, apalagi kedua anak kita kuliah, uang kita cukup kok buat gaji mereka, biar kamu juga tidak terlalu capek, kita harus menghargai orang yang bekerja pada kita", ujar Yanuar.


" Ya harus begitu, apa mas ingin pulang kampung dulu, Aku masih punya paman di kampung, kalau kakak dan adik katanya mereka tinggal di Sumatera, aku ingin pulang kampung dan mau tanya kabar kakak dan adikku, kalau mas bagaimana?


" Mas, hanya punya mbak, dia di Jakarta suaminya tentara, pangkatnya sudah tinggi, tapi mas tidak cocok dengan kakak ipar, di kampung sudah gak ada siapa-siapa, orangtuaku kuburnya di tempat kita pertama sebelum kita diusir, tanah 2 hektare itu, hasil kerja ayah dan ibuku, kalau harga di kampung, mas sudah gak tahu, nanti mas cari tahu kontak kakak mas, biar hanya nanya kabar saja", ucap Yanuar.


" Ya sudah nanti kita cari waktu untuk ke kampungku, sekalian mau nyekar, tapi besok kita ke nyekar ke Orangtua mas saja dulu, bagaimana? tanya Arsini.


" Besok kan orangnya Nona Ranti datang, hari Sabtu saja kita nyekar, bawa anak-anak', ucap Yanuar.


Kini mereka telah tiba dirumah, dan ternyata kedua anak gadisnya, pergi lagi, tapi kali ini dengan motor.


" Mas pergi isi bensin mobil yang pickup, besok pagi baru kita isi Bensin motif kita berdua, sambil keliling cari pasar, SPBU yang tadi itu buka 24 jam jadi kita bisa ke pasar saat abis sholat subuh", ucap Yanuar dan langsung berangkat ke SPBU.


Juni dan Febiola, menikmati kehidupan baru mereka, jalan santai dengan motor baru, hingga mereka tiba di rumah.


" Bu mana Ayah, tanya Juni.


" Ayah kalian lagi isi bensin yang pickup, tolong isikan bensin motor ayah dan ibu, biar besok pagi ayah dan bunda kepasar tidak mampir lagi ke SPBU.


" Baik Bu, ucap mereka dan langsung membawa motor orangtuanya ke SPBU.


" Dek, anak-anak kok belum pulang? tanya Yanuar.


" Adek suruh mereka isi bensin motor kita, biar besok kita jalan gak perlu mampir SPBU lagi", jawab Arsini, yang sedang mengatur belanjaan.


" Dek besok mau masak apa? tanya Yanuar.


" Sarapan mau buat nasi goreng seafood, nanti makan siang baru makan sop daging, malam baru seafood dan cap cai, biar kita tambah Sehat", ucap Arsini.


" Ayah ibu kami sudah pulang, hari ini kami sangat senang, bisa jalan-jalan bawa mobil dan Motor, dan kami tadi beli ayam KFC sangat banyak, ayo kita makan", Ajak Febiola.


" Hahahaha, sekarang kita bisa beli apapun yang kita yang kita mau, tapi tetap kita harus bijak mengeluarkan uang, agar Nona Ranti tidak kecewa dengan kita, ucap Yanuar.


" Ia ayah, nanti kalau boros, kita jadi miskin lagi dan makan singkong tiap hari", ucap Febiola.


" Nah gitu dong, sekarang kita punya segalanya, taoi ingat pesan Nona Ranti, hidup sederhana, dan jangan sombong, karena orang sombong tidak akan punya teman sejati dan saudara sejati, ucap Arsini.


" Benar Bu, ya kita hidup kayak gini saja, buat apa pamer, yang ada banyak orang yang nempel gak jelas, ujung-ujungnya minta traktir, pinjam uang, santai tapi jelas tujuan hidup kita sekarang.


Juni mau kuliah baik-baik agar Nona Ranti bangga, dan juga masa depan Juni bisa lebih baik lagi", ucap Juni dengan semangat.

__ADS_1


Febiola juga ayah, akan kuliah baik-baik biar Nona Ranti bangga, ayah dan ibu juga bangga.


Ranti tiba di Surabaya tepat 21.15 wib, dia mendarat di rumah Belanda, dan mengeluarkan mobil kemudian kembali kerumahnya.


Begitu tiba dirumah senja saudaranya masih berada di ruang TV, memang kebiasaan mereka akan masuk kamar jam 10 malam, kecuali Dewi dari selesai makan malam dia masuk kamar karena Ketty.


" aku pulang", ucap Ranti


" Hehehehe kakak sudah pulang, Salma pikir kakak nanti pulang tengah malam saat Salma sudah tidur", ucap Salma sambil memeluk Ranti.


" Dek, bunda dan bibi datang dari sore, katanya ayah ke luar kota", ucap Mercy.


" Ia saat makan malam kakak kembar kasih tau mommy dan bibi mau kesini", ucap Ranti.


" Tapi tumben Dady tidak ajak mommy keluar kota, biasanya mereka Pergi bareng", ucap Ranti.


" Dady kamu dan pak Lukman, lagi mengejar salah satu orang yang menipu perusahaan mommy kamu, dan katanya 150 milyar, ada yang berkhianat di kantor mommy kamu, dia membeli saham fiktif, artinya ada perusahaan katanya butuh investor dan semua terlihat baik-baik saja, ternyata perusahaan itu fiktif, data yang tertulis pembelian itu 6 tahun Lalu, setelah membeli saham itu, 2 bulan kemudian orang itu resign, dan kabarnya ada di Kalimantan, jadi Dady kamu pergi tanpa mengajak momy kamu", Ucap Friska.


" Terimakasih kak, besok detilnya aku tanya mommy saja, tapi kenapa mommy gak mau kasih tau aku? ucap Ranti.


" Mommy kamu tidak ingin merepotkan kamu sayang, lihat kamu saja jam segini baru pulang dari Magelang karena pekerjaan, namanya juga orangtua, jadi pikir yang aneh-aneh", ucap Rindu sambil memberikan teh hangat.


" Terimakasih kasih kak, tapi bagaimana dengan daftar kuliah kakak di Amerika.


" Lancar, orang kamu sudah mengurusnya, jadi kakak dan Wulandari tinggal bawa dokumen pendukung, nanti ayah dan bunda yang akan tanda tangan sebagai orangtua", ucap Rindu.


" Syukurlah, disana aku sudah beli rumah besar dan apartemen, terserah kakak mau tinggal di rumah atau apartemen", ucap Ranti.


" Dirumah saja, lagian ayah dan bunda nanti mau tinggal disana sebentar tunggu kakak terbiasa baru bunda dan ayah pulang, ucap Rindu.


" Syukurlah kalau mommy dan Dady mau temani kakak disana.


" Disana, nanti bibi Yolanda yang di tugaskan ayah menjadi kepala pelayan, alasannya Maureen sudah besar, sedangkan kalau bibi Ratmi, kan ada Velove dan Vexia, jadi di putuskan bibi Yolanda, tapi hanya setahun", ucap Rindu.


" oh begitu, yang penting kakak disana harus bahagia, bontot akan berikan apapun buat kakak semuanya Asala kalian bahagia",ucap Ranti.


" Kami tau itu sayang, toh nanti 1 tahun lagi kak Darel katanya mau S2 disana, nanti juga kak Mercy dan kak Friska juga kesana, justru kakak mikirin kamu jika kami semua disana bagiamana kamu disini", ucap Rindu.


" Tidak apa-apa, kapanpun aku kangen kalian semua aku bisa langsung berangkat dengan pesawat, Disni juga ada Salma dan Armando, juga kak Dewi, kalau kak Vanya belum tau apa dia mau ambil S2 diluar negeri atau tidak", ucap Ranti.


" Ya sudah nanti kita bicarakan lagi", ucap Mercy menyela.


" Ia kak, sahut Salma dan Armando yang langsung berdiri dari sofa, dan beranjak kekamar.


" Kak Ranti besok antar kami ke sekolah gak? tanya Salma.


" Pasti dong, kan kakak ada dirumah, tapi bagaimana kabar bestie Salma, sudah 2 Minggu dia tidak kesini", tanya Ranti.


" Dia lagi serius belajar, dia tidak mau kakak kecewa kepadanya, makanya dia giat belajar, Apalagi dia ikut ke Amerika Serikat", ucap Salma.


" Syukurlah, ya sudah sini kakak gendong ke kamar, kakak kangen sama kalian berdua", Ucap Ranti.


" Armando juga sama kakak, karena Armando sangat sayang sama kakak semuanya", ucap Armando.


" Keluarga kita harus saling menyayangi, itu kekuatan buat kita, biar tidak ada yang mengganggu keluarga kita", ucap Ranti.


" Ia kak, kita harus kuat, Armando sudah berjanji akan menjaga keluarga kita saat Armando besar nanti", ucap Armando.


" Kakak senang mendengarnya, ya sudah bobo, cup cup", ucap Ranti sambil mencium kedua adiknya, Salma minta tidur dengan Armando.


" Tumben mau bobo di kamar kakakmu? tanya Ranti.


" Pengen aja, sudah lama kak Armando tidak temenin Salma bobo.


" Ya sudah, kakak mau juga mau bobo", jawab Ranti dan beranjak ke kamarnya.


Salma jika tidur mau ditemenin Armando, berarti sangat rindu dengan orangtuanya, Armando sangat paham itu.


" Dek, kenapa kamu, rindu sama orangtuamu lagi ya", tanya Armando basa basi.


" Ia kak, tapi gak apa-apa, nanti hari Sabtu ajak kak Ranti ke kuburan ayah dan ibuku, kakak juga ikut ya", ucap Salma sambil memeluk Armando.


" Ia, kakak pasti temani kamu, suatu saat kakak sudah bisa mobil sendiri, kapanpun adik mau kesana kakak janji akan antar adik kesana, kakak juga nanti mau datang ke kuburan bunda kakak, sekalian mau kasih uang buat jaga kuburan bundanya kakak, sekarang tidurlah, cup cup, kakak selalu sayang sama adik, jangan bersedih lagi", ucap Armando.


" Ia kak, terimakasih sudah menjaga Salma selama ini, maaf jika Salma selalu merepotkan kakak", ucap Salma.


" Jangan dipikirkan, itu tanggung jawab kakak, adik harus hidup bahagia, itu sudah cukup membuat kakak bahagia juga", ucap Armando sambil mengusap-usap punggung Salma agar bisa cepat tidur.


" kakak hanya kamu selalu bahagia, tidak boleh satupun orang yang membuatmu bersedih lagi", ucap Armando di dalam hatinya.

__ADS_1


Sementara jauh di Sleman pinggiran, 4 anggota keluarga Yanuar, belum bisa tidur, mereka masih ngobrol di Ruang keluarga sambil menonton TV, selama 5 tahun mereka tidak pernah menonton TV.


Juni dan Febiola terlihat sangat menikmati acara TV.


Beralih ke Ranti


" Aplikasi Mata Dewa, cek dimana posisi Dady saya dan siapa penipu itu", Perintah Ranti.


" Baik Tuan", balas Aplikasi Mata Dewa.


* Tuan maaf mengganggu, sesuai janji Rose, akan memberikan Tuan Hadiah besar, Yaitu seluruh perusahaan yang di berikan Sistem telah menjadi milik anda sepenuhnya, saham anda semuanya 100% dan Mobil untuk saudara dan orangtua serta bibi Tuan.



Koenigsegg Gemera 4 unit, Robin, Tiara, Sonia dan Aisyah


- Koenigsegg Jesko 10 Unit, Dewi, Vanya, Mercy, Friska, Rindu, Renata, Renita dan Darel, sudah habis, Sistem meminta mereka agar membuatnya tapi mereka minta harus 10 Unit, akhirnya Rose ambil, untuk Nona Salma dan Tuan Armando.



- Koenigsegg CCXR Trevita 1unit untuk Tuan, di Dunia hanya 3, tapi karena sistem memaksa maka mereka mau menjual milik Koenigsegg itu sendiri, dan sistem membayar di tambah 25% dari awal.


- Rolls-Royce Wraith 3 Unit, untuk kedua orangtua dan bibi Tuan.


Semoga Tuan senang dengan hadiah dari Rose, dan semuanya akan di kirim besok siang, semua surat sudah lengkap dengan plat Nomor spesial untuk Koenigsegg CCXR Trevita 101,


Koenigsegg Jesko mulai 102 - 112, sedangkan yang Koenigsegg Gemera 400- 403, sedangkan untuk Rolls-Royce, 301-303, semua disesuaikan wilayah tempat tinggal, sudah terpasang", ucap Rose.


" Rose ini hadiah ini sangat sangat banyak, lalu bagaimana dengan mobil Kak Rindu yang akan ke Amerika Serikat.


* Hahahaha, gampang itu tuan, Rose bisa mengaturnya, jadi seolah-olah Nona Rindu seolah-olah memiliki 2 mobil yang sama, setiap mobil yang Nona Rindu bawah dari Indonesia akan maka akan Rose atur, kecuali mobil yang di beli di Amerika Serikat", jawab Rose.


" Apa semua mobil - mobil ini tercatat atas nama importir perusahaan siapa? tanya Ranti.


" Tenang Saja Tuan, mobil - mobil ini tercatat di perusahaan Grace, dan pihak Grace sudah setuju, begitu data di Koenigsegg sendiri bahwa mobil mereka di pesan lewat perusahaan import kendaraan Grace", jawab Rose.


* Sebagai catatan, Koenigsegg Jesko, di Indonesia hanya milik saudara- saudara Tuan, sedangkan Koenigsegg CCXR Trevita, hanya Tuan pemilik satu- satunya di Indonesia maupun di Asia", jawab Rose.


" Terimakasih Rose, dan terimakasih sekali karena selalu memperhatikan orang-orang yang ku sayang", Balas Ranti.


* Sama-sama Tuan, Rose ingin semua orang yang paling Tuan sayang juga bahagia, jadi Tuan tenang saja, selama ini juga Tuan sudah bekerja dengan baik, dan yang terpenting adalah Tuan mengerjakannya dengan ikhlas", jawab Rose.


Ranti akhirnya terlelap setelah berbicara dengan Rose, terlihat damai di hatinya.


Kini malam sudah berganti pagi, semua penghuni rumah sudah beraktivitas, Ranti dan keluarganya kini sedang sarapan.


" Princess pulang jam berapa tadi malam? tanya Monicha.


" Jam 21.30, tapi mommy dan bibi sudah tidur jadi Princes tidak menyapa mommy", ucap Ranti.


" Hari Jumat malam, kakek dan nenekmu dan pamanmu sekeluarga akan datang kesini, Dady kamu juga akan sampai hati Sabtu Pagi, Bibimu Suratmi bersama kedua putrinya juga akan kesini", ucap Monicha.


" Ia mommy, kamar kita masih cukup, Armando dan Salma bisa tidur dengan princes, jadi anak-anak Paman bisa bisa tidur di Armando dan Salma, kalau Velove dan Vexia bisa sekamar paman dan bibi Ratmi, pakai kasur tambahan", ucap Ranti.


" Ya sudah kalau sudah diatur seperti itu, mommy ikut saja", ucap Monicha.


" Salma, Armando ayo kita berangkat, jangan lupa bekalnya, susu nya sudah minum belum? tanya Ranti.


" Sudah Kak, Jawab mereka berdua.


" Salam sama bunda dsn Bibi serta kakak semuanya", perintah Ranti.


" Apa kamu gak capek mengantar adik- adik mu kesekolah ? tanya Monicha.


" Gak mom, Princes bahagia mengantar mereka ke sekolah, di saat inilah yang paling membuat hatiku tambah senang, juga nanti kalau mereka sudah besar maka kita akan sulit seperti ini", ucap Ranti.


" Ya sudah, berangkatlah, nanti adik-adik mu terlambat", ucap Monicha.


Seperti biasa Ranti akan mengantarkan kedua adiknya hingga sampai di kelasnya.


" Hei Mora, kenapa kamu tidak kerumah sudah lama", Ucap Ranti.


" maaf kak, nanti setelah ujian baru main kerumah kakak",jawab Mora.


" Janji Ya, ucap Ranti.


" Ia kak, singkat Mora".


Bu Indarwati salut dengan Ranti, asal ada waktu pasti mengantar kedua adiknya.

__ADS_1


__ADS_2