SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Menghancurkan Perusahaan Malaysia


__ADS_3

" Tuan saat proses penghancuran


saham saham seluruh perusahaan cabang di Asean termasuk di Indonesia, PT Narendra Land Property dan proses menguras harta kantor pusat", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Lanjutkan.. ! Ujar Ranti.


" Rose, jika nanti PT Narendra Land Property mau menjual lahannya tolong kamu segera membelinya, aku tertarik dengan gedungnya, nanti ARSA Group Company akan bermarkas disana", bagaimana menurutmu? tanya Ranti.


* Baik Tuan, Gedung itu baru di bangun 5 tahun lalu dan terdapat 151 ruangan, Tuan bisa menyewakan 90 lantai Disana, dan lantai 151 khusus ruangan untuk Pemilik, saat ini ada 100 lantai yang di sewakan, dan terdapat gedung manajemen di bangunan 1 lagi, bangunan 3 lantai, disana parkiran luas dan di basemen terdapat area bersama dengan lebih dari dari 10 gedung yang terkoneksi", ujar Rose.


" Lokasi proyek mereka seberapa besar Rose?" tanya Ranti.


" Lokasi mereka terbesar berada di Sentul, tepat berbatasan langsung dengan lahan anda ", jawab Rose.


" Seberapa luas lahannya Rose?" tanya Ranti


" Lebih dari 2500 hektar, tanah itu juga di dapat dengan perampasan secara halus, jadi jika Tuan hendak membeli lahan itu ada baiknya di tekan ke angka terendah, kelebihan dari itu tuan bisa berikan kepada mereka yang tersakiti di tanah itu", Ujar Rose.


" Baiklah, kita lihat bagaimana nantinya, lagian di daerah itu hanya baik untuk perumahan", balas Ranti.


Beres dengan para Penjahat, Ranti menyebarkan serbuk penawar untuk para pekerja dan Security, dan setelah mengecek mereka semua tidak ada yang terluka, Ranti bergegas kembali ke rumahnya.


Tiba dirumah dia masuk kamar dan langsung menuju ke Ruang Dimensi, Dan berendam di sungai surgawi.


Hari Senin Tiba Ranti, Rindu Serta Salma dan Armando sudah siap berangkat sekolah.


Disekolah Ranti belajar seperti biasanya, jelas jadi semakin tenang karena mereka sebentar lagi akan mengikuti UN.


Jika Ranti tengah sibuk belajar, di lokasi berbeda, tepatnya di Mega Proyek Kota Terpadu juga sedang sibuk bekerja, seperti tidak ada kejadian apa-apa.


Para pekerja tidak tau, jika malam hingga dini hari, bos besar mereka bertarung habis-habisan dengan kara penjahat yang sangat banyak, dan dilahan itu bos mereka membantai 5000 orang.


Di Jakarta pagi ini juga di hebohkan, sebuah Perusahaan Properti yang terkenal tidak tersentuh krisis apapun, kini sedang berjibaku dengan anjloknya saham mereka, Komentar kembali membincangkan topik dan menduga-duga persoalan apa yang dihadapi oleh PT Narendra Land Property.


Di seluruh negara di kawasan Asean juga sedang heboh Group Narendra juga hancur, mereka benar-benar kehabisan akal bagaimana caranya melepaskan diri dari badai.


Sedangkan di Kantor pusat Malaysia, semua petinggi sedang membicarakan langkah yang harus mereka ambil.


Semua cabang minta saran dari kantor pusat serta melaporkan kondisi keuangan kantor yang telah kosong.


" Max, bagaimana dengan yang di Surabaya, apa kamu sudah menguasainya, Tanya petinggi di Malaysia kepada Max Direktur PT Narendra Land Property Indonesia".


" Maaf Bos, kamu belum bisa menguasainya, dari tadi malam belum ada berita dengan dari anggota, termasuk 4 orang anak buah saya.


" Kirim orang lagi, jangan-jangan mereka memiliki pasukan juga, ujar pemimpin yang tak peduli dengan kondisi kantor cabang yang sudah sekarat.


" Maaf bos kita kehabisan dana, dana perusahaan dalam bentuk cash telah hilang dan sedang di lacak di Bank", ujar Max.


" Saya gak mau tau pokoknya saya


mau seluruh Proyek itu menjadi milik milik Kita", tegas Pemilik Perusahaan Narendra Holding Company di Malaysia.


" Maaf Bos kalau tidak ada uang, Bagaimana kita membayar orang ?" ujar Max.


" Pokoknya dalam 3 hari Lahan itu sudah harus jadi milik Narendra Land Property, jika tidak maka kamu saya pecat, kerja begitu saja kamu tidak bisa", ancam Pemilik Perusahaan.


" Baiklah kalau begitu, lebih baik saya mundur saja, ini sudah di luar batas kemampuanku, ujar Max yang sudah menyerah dengan sikap otoriter bosnya.


" Silahkan kamu mundur dan jangan harap aku memberikan kamu pesangon", ucap pemilik perusahaan Narendra.


" Tidak perlu repot-repot bos, siapa juga yang mau memimpin perusahaan yang sudah di ambang kehancuran, selamat tinggal.


Dengan segera Max membuat pernyataan kepada seluruh karyawan di kantor, bahwa sudah tidak bekerja lagi di perusahaan itu. Dia akan kembali ke Amerika Serikat dimana itu adalah negaranya.

__ADS_1


PT Narendra Land Property kini tidak memiliki pemimpin, para karyawan kebingungan, apalagi para pemilik saham sudah mempertanyakan kelanjutan PT Narendra Land Property.


Di Malaysia sendiri perusahaan itu masih terbilang yang terkuat, jadi bos pemilik tidak peduli dengan Cabang nya, dia hanya peduli kalau cabang itu mendapatkan apa yang dia inginkan.


Terjadilah pengunduran diri seluruh direktur di seluruh cabang yang ada.


Di Indonesia semu sudah kacau, Proyek mereka di Sentul yang di gadang-gadang sebagai Proyek hunian terlengkap dan bisa masuk sebagai kota mandiri, kini di ambang kehancuran.


Pihak Malaysia menghubungi salah seorang Manager perusahaan dan memerintahkan nya agar menjual Perusahaan itu kepada siapapun yang berminat dengan harga 250 triliun rupiah.


Di Surabaya sendiri, Ranti yang sedang istirahat di kantin, mendapatkan laporan bahwa PT Narendra Land Property akan menjual Perusahaannya beserta seluruh asetnya dan proyeknya, dengan nilai 250 triliun.


" Rose kirim penawaran 20 Triliun saja, kita harus terima bersih tanpa ada beban hutang, jika mereka setuju, maka suruh para pemilik saham agar melepas saham mereka, Perintah Ranti.


* Apa kita juga akan langsung mengganti nama perusahaan itu ? tanya Rose.


" Ya kita segera ganti namanya dan nanti seluruh bisnis Mall dan gedung perkantoran dan apartemen juta jadikan 1 artinya kita akan buat satu lagi perusahaan khusus untuk menangani properti", balas Ranti.


" Baik Tuan, saya akan gunakan dana dari rampasan perusahaan itu juga, yang saat ini berjumlah 95 miliar dolar Amerika serikat dan 200 Triliun 300 Milyar dan 2 juta dollar AS", ujar Rose.


" Lanjutkan jika dia mau, jika tidak biarkan saja, tapi jika mereka meminta 25 triliun rupiah masih boleh kita ambil alih, lebih dari itu lepaskan saja", ujar Ranti.


Dan benar saja tepat jam istirahat makan siang Pihak PT Narendra Land Property, mengumumkan akan menjual seluruh saham kepemilikannya di PT Narendra Land Property dengan saham 60% seharga 250 triliun rupiah.


Para pengamat ekonomi dan bisnis menertawakan harga penjualan perusahaan itu, bahkan ada yang berkomentar 50 triliun saja tidak akan ada yang mau membelinya.


Tanggapan berbeda datang dari para pembeli yang sudah menyetor uang mereka ke PT Narendra Land Property, dari 1000 unit rumah dengan harga terendah 700 juta rupiah, sudah 50 % yang terjual, padahal waktu penerimaan kunci di jadwalkan 6 bulan lagi.


Total uang yang sudah di terima oleh PT Narendra Land Property telah mencapai 5 triliun rupiah.


Saham PT Narendra Land Property sudah menuju jurang kehancuran dan jika tidak ada perubahan maka tidak akan bisa bangkit lagi.


Ranti pulang dari sekolah dan setelah makan dia langsung masuk kamar dan melihat pergerakan saham Narendra di seluruh cabang di Asean.


Di Malaysia sendiri memang tidak bereaksi apapun, bagi mereka jika cabang - cabang itu lepas tidak masalah, nanti uang dari seluruh perusahaan itu akan kita buat perusahaan baru dan masuk lagi ke setiap negara itu, dengan brand yang baru, ini namanya licik dan cerdik.


Tapi sayang rencana licik pemimpin itu tak lepas dari pantauan aplikasi Mata Dewa.


" Aplikasi mata Dewa, jika semua transaksi terjadi, dan tanda tangan alih kepemilikan sudah sah, maka ambil kembali seluruh transaksi yang dilakukan, dan kita ambil alih kantor pusat mereka, dan kuras hingga sisakan 1 juta Ringgit saja buat pemilik perusahaan itu, dan sebarkan ke seluruh perusahaan di Malaysia kejahatan pemilik itu", perintah Ranti.


" Baik Tuan, semua rencana tuan sudah diatur dengan baik.


Di Jakarta, Tim Rose bergerak cepat dengan menghubunginya Manager Perusahaan Narendra Land Property, dan menyatakan siap membeli Perusahaan itu dengan nilai 20 triliun.


Pihak PT Narendra Land Property, menjawab, bahwa mereka akan mendiskusikan dengan pemilik


Yoga Setiadi juga langsung bergerak dengan membuat Tim Akuisisi, Yoga di berikan anggaran 10 miliar Dolar US untuk mengakuisisi seluruh cabang perusahaan Narendra di Filipina, Singapura, Thailand, Myanmar dan Vietnam.


Tak terasa hari sudah semakin Sore, Ranti beraktivitas bersama dengan Salma dan Armando, karena Mercy dan Friska masih berada kampus, sedangkan Rindu lagi mengecek supermarket dan akan menandatangani pembayaran ke supplier yang jadwalnya setiap hari Selasa dan Rabu, seperti itu bunyi kontrak kerjasama dengan para supplier, dsn hingga saat ini supermarket mereka tidak pernah telat bayar.


Ranti membawa Armando dan Salma berkunjung ke supermarket, untuk menyusul Rindu dan membawakan cemilan untuknya.


Dengan stelan santai, Mereka bertiga berangkat, Armando menenteng kotak berisi cemilan dan turun dari mobil menuju ke Gedung supermarket yang sudah mengalami 2 kali pelebaran, hingga membuat Supermarket mereka menjadi yang terbesar dan terlengkap, apalagi mereka membuka 2 layanan penjualan, yaitu online dan Offline.


Dalam sehari Supermarket itu melayani 3x pengiriman ke seluruh kota Surabaya, mereka berencana akan membuka gudang di beberapa kota di Jawa Timur, dengan layanan online.


Ketika mereka bertiga masuk ke dalam supermarket, Para Karyawan segera menyapa mereka bertiga, apalagi mereka di kawal oleh komandan Security Supermarket itu.


" Nona Salma, tumben sudah lama baru kesini lagi ?" tanya Komandan Security itu.


" Hahahaha apa paman security merindukan aku?" goda Salma.


" Bukan hanya Paman tapi kami semua sangat merindukan Nona Salma dan Tuan Armando", jawab Komandan Security.

__ADS_1


" Terimakasih Paman, Salma dan kak Armando lagi Giay belajar, banyak sekali PR dari sekolah, dan ini hadiah buat Paman, gantungan kunci Menara Eiffel, ini saya beli di Paris dan Jam tangan ini juga sengaja saya beli untuk Paman, biar paman tidak telat datang bekerja, hahahaha", ujar Salma sambil bercanda


" Terimakasih Nona Salma, tuan Armando dan Nona Muda Ranti", ujar Komandan Security itu.


" Sama-sama Pak, tolong antar kami ke ruangan kak Rindu", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, kami atas nama seluruh Security berterimakasih atas bonus yang Nona berikan kepada kami, ucap Komandan Security itu.


" Sama-sama Pak, mumpung kami punya rejeki lebih jadi kami membagikan sebagian untuk seluruh karyawan di supermarket ini, tolong bekerja lebih semangat lagi', ujar Ranti sambil berjalan menuju area kantor manajemen.


Paman di pos tadi ada 2 orang, siapa mereka, tanya Salma.


" Mereka anak-anak Paman, biasa setiap Sore mereka datang mengantarkan Paman kopi dan cemilan, sekaligus mereka main disini, apalagi sejak istri paman di terima bekerja disini, jadi mereka setiap Sore pasti kesini", ujar Komandan Security.


" Kak Ranti dan kak Armando duluan saja ke ruangan kak Rindu, Salma mau berkeliling dengan Paman Security", ijin Salma ke Ranti.


' Ia sayang, tapi jangan merepotkan pak Security dan karyawan lain ya", ujar Ranti.


' Ia kak, dan juga apa boleh Salma belikan Handphone untuk kedua anak Paman, kasihan mereka kayaknya gak punya handphone", bisik Salma ke Ranti.


" Boleh, Kaka senang kamu berbuat baik untuk mereka, apalagi mereka adalah anak dari karyawan kita", balas Ranti lewat telepati.


" Terimakasih Kak, nanti aku beli di konter cabang nya Paman Ndut, katanya yang pegang disini kakak Ria, jadikan sudah Salma kenal", ujar Salma.


" Ya sudah, tapi jangan lama-lama, Ujar Ranti.


" Pak Security tolong temani Salma berkeliling dan Panggil kedua anak bapak untuk sekalian menemani Salma", perintah Ranti.


" Biar bapak saja yang menemani Nona Salma berkeliling, tidak enak nantinya anak-anak saya berjalan bersama dengan Nona Salma", ujar pak Security.


" Ini Perintah jadi laksanakan sekarang", tegas Ranti.


" Siap Nona Muda", jawab Komandan Security dengan sikap seorang security.


" Lain kali jangan paksa saya harus tegas, Salma sudah menganggap bapak Pamannya, di Paris dia selalu ingat kalau bapak tidak punya jam tangan, jadi dia belikan, karena dia sangat menghargai bapak yang juga baik terhadap nya, jadi kedepannya, kalau Salma disini kan ada teman nya, biar mereka bermain bersama, dan bapak tetap bekerja", tegas Ranti.


" Saya hanya merasa tidak sopan membiarkan anak-anak saya dekat majikan kami, ujar komandan Security.


" Saya paham soal itu, tapi apakah kami sekeluarga pernah menganggap kalian orang rendahan atau orang menjijikkan?" tanya Ranti.


Pertanyaan Ranti di dengar beberapa karyawan dan juga pengunjung yang kebetulan berada di lokasi itu.


' Tidak Nona Muda, kami disini di perlakukan dengan sangat baik, bahkan seluruh Nona Muda tidak pernah sekalipun memarahi kami, kalau kami ada kesalahan, kami juga di tegur dengan sangat manusiawi, tidak membentak atau memaki merendahkan kami", ucap Pak Security itu.


" Nah itu sudah tau, kalian semua pekerja bukan budak atau babu, kalian bekerja disini karena kalian butuh uang dan kami butuh karyawan, jadi kita adalah rekan kerja, sebutan atasan itu hanya pangkat atau jabatan, kami pemilik usaha ini, itu karena kami memiliki rejeki lebih dari bapak dan karyawan lain, tapi hakekat kita tetap sama, bapak dan saya sama-sama manusia, kita harus saling menghargai dan menghormati, buka karena bapak security dan saya bosnya lantas sebagai bos saya harus bertindak semena-mena,


Dan memang pada poin-poin tertentu kita ada batasan, yaitu saat bekerja, bapak tetap bawahan dan kami atasan, tapi bukan berarti kita juga harus membatasi hubungan kita sebagai manusia, cukup kita saling menghargai dan menghormati, bapak hargai saya sebagai atasan dan saya kan menghargai bapak sebagai bawahan, begitu juga di saat yang sama, bapak menghormati saya sebagai atasan, maka saya juga harus menghormati bawahan saya, kita hanya berbeda dalam tugas dan pekerjaan", apa bapak mengerti maksud saya? tanya Ranti.


" Bapak mengerti Nona Muda, maafkan atas sikap bapak", ujar pak Security itu.


" Ya sudah, bekerjalah dengan baik, jika adikku ingin berteman dengan anak-anak bapak, jangan di batasi biarkan saja, selama mereka bermain dalam tahap wajar, tugas bapak cukup mengawasi mereka saja", ucap Ranti.


" Maaf Nona, saya pelanggan setia di supermarket ini, sungguh sebuah keberuntungan bagi saya bisa ikut mendengarkan omongan anda yang sangat hebat, pantas saja pelayanan disini sangat baik dan sangat telaten, ternyata mereka memiliki bos yang sangat baik hati dan sopan kepada mereka, jujur saya sangat salut, dan tidak sia-sia saya menjadi pelanggan disini", ujar seorang pelanggan wanita itu.


" Terimakasih sudah menjadi pelanggan setia supermarket kami, oranagtua kami mendidik kami agar jangan lupa dengan asal, kalau kita sama-sama manusia, uang atau harta itu hanya bagian dari keberuntungan dan kerja kami, tapi kita tetap sama-sama manusia, untuk apa menindas orang karena mereka tidak memiliki harta, tidak ada untungnya, tapi apakah kita akan untung dengan menghargai orang yang tidak memiliki harta seperti kita? jawabnya pasti untung, minimal kita mendapatkan doa dari mereka", ujar Ranti.


" Nona benar-benar pebisnis berhati mulia, andai putra saya seumuran Nona, pasti aku bersedia menjodohkan kalian berdua, tapi sayang dia sudah menikah dan punya anak ujar ibu itu.


" Hahahaha, ibu ada-ada saja, saya masih sekolah Bu, umur saya baru 17 tahun", ujar Ranti.


" Astaga Nona, maaf saya kira anda sudah kuliah, walau terlihat masih sangat muda", ujar ibu itu kaget.


" Ini hadiah buat ibu, biar awet muda, caranya gampang, nanti sebelum mandi, ibu campur cairan ini ke dalam 1 gelas air mineral, dan minumlah sampai habis, tunggu hingga 15 menit, setelah semua racun dalam tubuh ibu keluar, maka Berendamlah dalam air hangat, setelah itu buang semua air kotor itu, kemudian tampung lagi air hangat dan masukkan cairan satu lagi kemudian berendam selama 10 menit, baru ibu mandi seperti biasa dan gunakan sabun mandi produk Body Clean, percaya saya dalam sejam kulit ibu akan cerah, dan bebas keriput", ujar Ranti sambil memberikan 2 botol cairan beserta catatan cara pemakaian.

__ADS_1


__ADS_2