
Bunda banyak di ejek, bahkan banyak ibu-ibu menuduh ayah kalian pelit, lebih parah lagi ada beberapa laki-laki mengatakan tinggalkan saja ayah kalian yang tak bisa memberikan bunda kemewahan, waktu pas Paman kalian Nikson lagi antar bunda ke rumah sakit, karena ayah kalian lagi seminar di Malaysia, Paman Nikson kalian hanya tertawa ngakak mendengar omongan laki-laki sombong itu dan berkata.
" Bukan kakak iparku yang pelit tapi bunda katanya yang pelit dan tak membutuhkan kemewahan, sambil paman kalian mengangkat kartu kredit American Express, yang waktu itu diberikan ayah kalian, setelah menjadi orang terkaya nomor 1 di indonesia, kenang Monicha.
" Singkatnya, bunda tidak salah memilih ayah memilih ayah kalian, sebagai pendamping Bunda, peristiwa tragis 11 tahun lalu memutuskan bunda untuk hidup sendiri bersama Ranti, tapi Tuhan ternyata mempertemukan bunda dengan ayah kalian lagi setelah 2 tahun kami terpisah, dan saat ini, hidup bunda jauh lebih sempurna, memiliki suami yang kuat dalam segala hal, punya prinsip, cinta yang besar dan kejujuran serta setia, akhirnya puncak dari semua itu, adalah kalian anak-anak Bunda dan ayah, walau kalian bukan lahir kandungan bunda selain Ranti, tapi sampai nafas bunda berhenti, kalian adalah anak-anak bunda yang sangat hebat, Ucap Monicha.
" Mah, papa juga bangga akhirnya bunda bisa jadi milik papa satu-satunya, ucap Adriansyah.
" Mama selalu percaya omongan papa, papa itu pintar tapi kita sama-sama bodoh dalam hal berbohong, ucap Monicha.
" Apa maksudnya itu Bunda'? tanya Rindu.
" Rindu sayang, ayahmu termasuk orang paling cerdas dan kreatif, tapi ayahmu ini sangat bodoh dalam berbohong sama Bunda, begitu juga seorang ratu Saham sepanjang sejarah, yang terkenal licik dan cerdik tapi berhadapan dengan ayahmu pasti bunda tak bisa menyimpan rahasia sekecil apapun, akhirnya sampai sekarang, walau omongan pahit yang bunda dengar atau sebaliknya pasti Ayahmu akan mengatakannya, sama seperti bunda, akhirnya kami hidup dengan keterbukaan dan hasilnya, kalian lihat sendiri, kami mampu bertahan dan usaha kami makin sukses, hingga di celakai orang dan yang menyakitkan ayah kalian, orang itu adalah kakak kandungnya, ucap Monicha.
" Terakhir bunda hanya berharap kepada kalian semua, kamu Dewi, Vanya, Darel, Renata, Renita, Mercy, Friska, Rindu, Ranti, Armando dan Salma, pahami baik - baik, Cinta dan kekuatan terkuat berada dalam tubuh Keluarga, tapi akar kehancuran juga bisa berasal dari keluarga kita sendiri, bagaimana merawat keutuhan keluarga, hanya dengan cinta dan kejujuran, kerendahan hati dan kesetiaan, ucap Monicha.
" Terimakasih Bunda, hari kami membuktikan omongan Pak Haris dan bibi Helen, yang mengatakan, hati bunda memang seluas samudra, sifat dan sikap bunda yang tenang namun tegas kepada yang berbuat masalah, ucap Mercy.
" Pintar kamu sayang, baik hati dan rendah hati bukan berarti tidak boleh tegas, itu prinsip, orang baik dengan kita wajib kita Balas, orang jahat sama kita, wajib kita basmi, kecuali dia minta ampun, tapi kesempatan hanya boleh sekali, sekali dia bermasalah, pasti bunda akan menyelesaikannya apapun caranya, ucap Monicha.
" Tambah bangga kami punya bunda Monicha Herdiani Pradipta Setiawan, ucap Rindu.
Hahahaha... hahahaha
Mereka semua bahagia mendengar Monicha bercerita, Nindya hanya bisa geleng-geleng kepala, dia melihat kharisma Monicha mulai hadir kembali, itu yang membuat Nindya sangat bangga dengan Monicha, cantik, pintar, kaya dan rendah hati.
Mereka mendatangi Monicha dan memeluknya, hingga Monicha meneteskan air mata bahagia.
" Bunda, kami berjanji akan menjaga dan merawat keluarga kita dengan baik, ucap Dewi.
" Bagus itu nak, mulai hari ini, Cucu pertama bunda adalah Ketty Angelina, kalian semua bertanggungjawab terhadap moral perkembangan Ketty Angelina di masa depan, perintah Monicha.
" Baik Bunda, memang sejak awal Ketty Angelina adalah keponakan kami yang pertama, kami juga sudah memutuskan, akan mendidiknya dengan baik, agar saat dia memiliki keponakan dari kami, dia sudah bisa membantu adik-adiknya, semua sudah kami buat dalam bentuk aturan keluarga, jawab Darel.
" Hebat kalian, lalu siapa yang menjadi kepala keluarga, tanya Adriansyah.
" Maaf ayah, kami mengangkat kak Darel sebagai laki-laki yang memimpin keluarga Kami, ucap Friska.
" Hahahaha, Darel tanggung jawab ada pundaknya, kedua kakak perempuan kamu dan seluruh adikmu serta keponakan kamu, berharap yang terbaik bagi keluarga ini, apakah Sonia sudah tahu, tanya Adriansyah.
" Sudah ayah, makanya Sonia jadi lebih ketat ke saya, dalam hal keluarga, dia tidak mau aku mengabaikan tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga, jawab Darel dengan jujur.
" Itu Bagus, bunda juga melihat, Sonia tidak gila harta padahal keluarganya termasuk keluarga kaya, ucap Monicha.
" Ada miripnya dengan Bunda, dia memang suka barang mahal, tapi tidak membabi buta, prinsipnya jika bisa menunggu diskon kenapa harus memaksa, handphone saja kalau dia masih nyaman dia gak mau ganti, mau ajak dia ke Mall lebih sulit daripada bunda ajak ke pantai atau kebun binatang, ucap Darel.
" Hahahaha lucu juga pacar mu, tapi hebat, mendingan ke kebun binatang lebih segar daripada ke Mall bikin mata sakit, ucap Monicha.
Keasikan mereka mengobrol, mereka di kagetkan dengan kehadiran Yun Li, beserta Tang Mei.
" Maaf Tuan Besar, kami ingin meminta Nona Muda Ranti menemui 2 orang, ada masalah sedikit", ucap Yun Li.
" Silahkan tidak apa-apa, Tang Mei, kamu sudah sarapan belum ? tanya Monicha.
" Sudah Nyonya besar, ucap Tang Mei sopan.
__ADS_1
" Baiklah, silahkan selesaikan masalah kalian dengan baik, ucap Monicha.
Ternyata yang datang adalah Nyonya Ma dan suaminya, mereka berniat meminta maaf kepada Ranti dan Tang Mei.
" Oh kalian, ucap Ranti, yang melihat kedua orang itu yang sedang berlutut.
" Nona Muda, mohon ampuni kami, maafkan kami yang tidak mengenal anda, ucap Nyonya Ma.
" Jadi kalau kalian kenal dan tahu latar belakang saya baru kalian akan sopan terhadap saya, Dasar munafik.
Kalian boleh memaki saya, jika saya salah, tapi kalian tidak kenal dengan saya dan seenaknya kamu menuduh saya pelacur, tidak ada ampun buat manusia seperti kalian". ujar Ranti.
" Xiao Lang, ambil restoran mereka, toh surat perjanjiannya sudah lewat, jadi kalian tidak salah dalam bertindak, hari ini segera selesaikan, manusia seperti mereka tidak pantas di kasihani, toh anak-anak mereka sudah besar dan semuanya sudah bekerja, baru punya restoran saja sudah kayak mau jadi Raja, dan mulai hari ini restoran itu menjadi milik Yun Li, kalian di larang mendekati restoran itu, jika kalian mau ambil restoran itu silahkan bayar denda 200 %, maksimal 3 bulan, itu sudah ringan buat kalian, ucap Ranti.
" Kami benar-benar tidak punya uang sebanyak itu, ucap nyonya Ma.
" Lantas kalian gunakan untuk apa uang yang pinjam dari Yun Li, tanya Ranti.
" Kami pakai untuk renovasi rumah kami di kampung, ucap mereka berdua.
" Kalian meremehkan kebaikan hati kak Yun Li, meminjamkan kalian uang tanpa bunga, jadi sekarang saya tarik lagi keputusan saya. Mulai sekarang dan sampai kapanpun restoran itu milik Kak Yun Li, dan ambil itu 1 juta, cukup buat kalian pulang kampung, ucap Ranti.
" Xiao Lang, cepat suruh orang melempar semua barang mereka ke jalan sekarang, dan besok langsung Renovasi, secara hukum memang restoran itu sudah milik Kak Yun Li, dalam surat perjanjian tertulis dan mereka sudah tanda tangan dan cap jari suami isteri, ucap Ranti.
" Baik Nona Muda, ucap Xiao Lang dan langsung beranjak.
" Yuan Zhao, Ding Tian, Xiao Tian bantu kakak kalian, perbanyak surat perjanjian ini dan tempelkan di pintu masuk biar orang tahu, perintah Ranti.
Sepasang suami istri itu tak mampu berbicara apa-apa, mereka yang salah, pinjam uang bukan dengan alasan bisnis ternyata buat renovasi rumah untuk bergaya di kampung.
" Tang Mei, kamu bisa lihat, setiap perbuatan akan ada karmanya, dulu dia menyiksamu, sekarang lihatlah kesombongannya hilang entah kemana, ucap Ranti.
Sepasang suami istri lalu berdiri dan bergegas menuju ke restoran untuk membereskan barang-barang mereka.
" Kak Yun Li, kehidupan memang seperti ini, tidak semua yang kelihatan baik, benar-benar baik, jadi jangan merasa bersalah, sikap mereka yang memuatnya hancur, ucap Ranti
" Terimakasih Nona Muda, aku sedih karena Demi mereka saya bersalah dan merepotkan saudaraku, ujar Yun Li.
" Bukan lah mereka makanan dan minta maaflah kepada saudara - saudara mu, dan kedepannya dengarlah pendapat mereka, biar bagaimanapun, Xiao Lang, Ding Fan dan yang lain, mereka lebih paham kehidupan di luar, dan percayalah mereka tegas waktu itu, agar kejadian hari ini tidak ada, sekarang kakak sudah lihat bukan, betapa sayangnya mereka kepada kakak, ujar Ranti.
" Ia aku tahu, mereka rela bekerja berat, mereka tidak mau aku bekerja seberat apapun, kita beli hotel, beli toko dan restoran tapi mereka tidak mau aku sampai Lelah, ucap Yun Li
" Sudah anggaplah ini pelajaran buat kakak, nanti sebelum makan, minta maaflah kepada mereka, pasti mereka akan memaafkan kakak, ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, kakak ipar dan juga adik ipar bilang begitu, ujar Yun Li
" Berarti mereka sangat menyayangi kakak, kakak itu permata bagi kalian berenam, jadi jangan bersedih, hadapi dengan senyum, ujar Ranti.
Setelah beres semua masalah, Ranti dan keluarganya bersiap-siap menuju ke pasar judi batu, Ranti berencana tidak banyak memborong batu, dia hanya akan memilih batu terbaik dengan kualitas tinggi.
Dia menelpon tukang Gerobak agar menemani dia dan keluarganya, mereka langsung setuju dan dan bergerak ke pasar judi batu, mereka datang dengan membawa kendaraan masing-masing.
" Kakak, kita harus melayani Nona Muda dengan baik, jangan sampai kita membuatnya kecewa, dia penolong kita dan keturunan kita di masa depan, ucap salah seorang dari mereka.
" Ingat baik-baik, kita hanya tegas kepada yang pantas, jangan pernah kita hidup sombong dan tamak, itu ajaran Penolong kita, ucap Acun.
__ADS_1
Dengan menggunakan 2 minibus mereka menuju ke arah perjudian batu, tour guide mereka juga ikut.
Sejam kemudian mereka sudah tiba dan dan ke-lima tukang Gerobak itu sudah siap dengan gerobak mereka.
" Acun ini keluargaku, tolong kamu sebagai yang tertua dari mereka, harap membimbing adik-adikmu, belajar caranya dari Xiao Lang, Perintah Ranti.
" Acun mendengar Nona Muda, jawab Acun dengan sopan.
" Ya sudah ayo kita cari uang, kalian tenang saja, kalau aku menang kalian juga dapat bagian, ucap Ranti
" Pasti Nona Muda menang, oh ya Nona Muda, saya sudah memesan tempat di toko pemotongan batu dan mereka senang mendengar Nona Muda datang lagi, ucap Acun.
Ranti mulai memindai semua toko, keberuntungan memang berpihak kepada Ranti, dia menemukan sekitar 50 batu dengan kualitas sangat tinggi dan tingkat kemurnian 99,9 %.
" Dady, mommy dan bibi, kalian lihat saja bagaimana aku memilih batu,
dan jika mujur hari ini ada pembeli maka hari ini kita bisa bawa pulang milyaran Yuan, percayalah, ujar Ranti
" Apa kamu yakin bisa memenangkannya, ujar Monicha.
" Santai Mom, kalau mommy nanti saya tunjukkan mana batu ada isinya dan mana yang tidak, mommy bisa membelinya, biar tahu rasanya.
Ranti masuk ke toko di meja Ranti sudah memindai sebuah batu yang bertalian harga dan tanggal penambangan, ternyata sudah 5 bulan tidak ada yang beli.
" Tuan berapa harga batu yang ini, tanya Ranti sambil menunjuk batu yang beratnya 10 kg, Ranti juga memindai, dia melihat ada batu mentah berukuran kecil mungkin beratnya sekitar 5 kg, tapi isinya lumayan besar, Raja Hijau Zamrud, Giok jenis ini, hanya setingkat di bawah Kaisar Hijau dan setingkat diatas Raja Hijau, salah dalam jenis giok hijau terlangka selain Kaisar Hijau, kemudian mengambilnya.
" Kedua batu itu jika Nona mau harganya 250 juta Yuan, ucap pemilik Toko itu.
" Oke tolong buatkan kuitansinya, perintah Ranti.
Acun langsung mengambil kedua batu itu membawanya ke gerobak.
" Princes berarti kita juga harus punya modal besar untuk membeli batu mentah itu, ujar Monicha.
" Makanya disebut judi batu, mommy bisa kaya dalam semalam dan miskin dalam semalam, bayangkan mommy beli 2 milyar Yuan, tapi hasil kosong, pasti bangkrut, maka hati-hati bermain judi Batu, kalau mau serakah aku bisa datang tiap bulan kesini, tapi belum tentu ada batu yang Bagus, juga belum tentu ada pembeli yang bagus, ini karena ada festival pasti banyak Pembeli batu yang sudah di Potong, ujar Ranti.
" Oh begitu, jawab Monicha.
" Tapi kedepannya saya pasti sering kesini, Tiara mau kuliah desain perhiasan, dan dia ingin buka Toko, jadi aku akan jadi pemasok batu mulia buat dia, ujar Ranti.
" Sudah pasti sambil berjudi, ucap Adriansyah.
" Jual ke Tiara tidak mungkin aku ambil untung, ya aku berjudi cari keuntungan dan bantu kawanku satu-satunya itu, apalagi Robin sudah seperti kakakku, jadi tidak masalah, asal dia happy, ujar Ranti
" Kapan-kapan boleh gak ayah fan Bunda melihat seluruh hartamu, tanya Monicha.
" Boleh, tapi jangan pingsan, Berlianku saat ini berjumlah lebih dari satu juta butir, untuk berlian putih, belum yang lainnya, emas batangan punyaku sekitar 1 juta batang, dalam Cincin Ruang Penyimpanan milik Dady dan Bunda sudah kumasukkan berlian 9 warna dan 3 sapphire, zamrud dan Ruby, totalnya 12 batu berat 52 karat, ujar Ranti.
" Untuk apa kamu berikan untuk kami, toh juga nanti jadi milikmu, ujar Monicha.
" Pasti ada manfaatnya Nanti, ucap Ranti.
Mereka kini tiba di toko kedua, Ranti membeli 3 batu dengan harga 200 juta Yuan.
Di toko ketiga dia membeli 4 batu, harganya 200 juta Yuan.
__ADS_1
Semua saudaranya bahkan kedua orangtuanya melihat Ranti membayar uang sebanyak itu dengan tenang, tak sekalipun Ranti menawar.
Mereka tidak tahu bahwa Ranti di perkirakan sudah memiliki keuntungan lebih dari 200 Milyar Yuan.