SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kebersamaan orangtua Ranti dan saudara - saudaranya.


__ADS_3

Kakak.. Kakak.. hiks.. hiks.. hiks l, teriak Salma sambil menangis


" Ada apa sayang, kenapa adik kakak yang cantik ini menangis" ? tanya Ranti


" Kak Armando, dipukul oleh ayah teman sekelasnya, pak guru juga membela orang jahat itu, ucap Salma


" Dady, mommy ini adik angkat Ranti paling bungsu, namanya Salma, ucap Ranti.


" Salma, beri salam kepada orangtua kakak, ucap Ranti


" Salma Putri Setiawan, memberi salam buat ayah dan bunda, ucap Salma, memanggil Adriansyah dan Monicha ayah dan bunda, atas permintaan Ranti.


" Cantik dan sopan sekali, apa Salma ikhlas mau jadi anak bunda dan ayah, tanya Monicha


" Ikhlas dan bahagia, bisa punya orangtua lagi, maaf tadi Salma teriak - teriak sama kakak Ranti, ujar Salma sambil memberi hormat keluarga Setiawan.


" Sini sayang biar bunda peluk Salma, nama bunda adalah Monicha Herdiani Setiawan Pradipta, menjadi anak bunda harus rendah hati dan


" Tidak sombong, tidak serakah, jujur dan setia dengan keluarga dan orang-orang tersayang, serta saling melindungi dalam kasih sayang, ucap Salma memotong ucapan Monicha.


" Oh ya ampun sayang, siapa yang mengajarkan kamu prinsip keluarga kita, tanya Monicha Herdiani dengan bangga.


" Kak Ranti dan Paman Haris, dan kami semua kakak beradik wajib mengamalkan prinsip hidup yang sederhana, itu ajaran dari kak Vanya dan kak Dewi, dan semuanya indah, ucap Salma


" Pintar sekali kamu nak, mulai sekarang Salma punya Ayah, punya bunda dan juga punya Bibi, ucap Adriansyah sambil mengangkat Salma.


" Salma Putri Setiawan, menghadap Bibi, ucap Salma


" Nama Bibi, Nindya Pratiwi Setiawan, ibu dari kakak kembar Salma, ucap Nindya.


Belum habis terkejut para pekerja di rumah Ranti, dengan pengakuan Monicha Herdiani, mereka di buat kaget lagi dengan adanya ibu dari di kembar, dan tiba-tiba mang Dul berlutut.


" Tuan Direktur Utama, maafkan saya tidak mengenali Tuan dari tadi, ucap mang Dul sambil berlutut, begitu juga Bu Likha.


" Bangunlah, terimakasih sudah membantu Putri saya, kita semua keluarga, walau pangkat dan kedudukan kita berbeda, tapi kita sama-sama manusia, jangan merasa rendah diri, ucap Adriansyah.


" Nona Muda, dulu di perusahaan Kakekmu, hanya Tuan Muda Adriansyah Setiawan yang sangat menghargai kami, walau jarang bertemu, tapi kami karyawan merasakan kenyamanan karena begitu di hargai, ucap Mang Dul bahagia, bisa bertemu bekas bos, yang di Kagumi para karyawan JS Group.


" Berarti Mang Dul dsn Bu Likha, berjodoh dengan keluarga saya, dan saya tidak salah memilih orang untuk membantuku, Ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, Mang Dul dsn Bu Likha, sudah berjanji, akan mengabdikan diri kepada Nona Muda dan semua saudara-saudara Nona Muda, hingga kami tak bisa bekerja lagi, ucap mang Dul.


" Terimakasih Mang Dul dan terimakasih Bu Likha, ucap Ranti


" Maaf Nona Muda dan Nyonya besar, waktunya makan siang, Ucap ibu Koki.


" Nona Muda Kecil, bibi koki sudah buat makanan yang enak untukmu, seperti yang di TV, ucap si koki


" Terimakasih bibi koki, bibi koki memang terbaik, ucap Salma


" Ehh maaf Tuan besar dan nyonya besar, ucap Koki


" panggil tuan dan nyonya saja, jangan pakai kata besar, apakah Salma tidak merepotkan Kalian, tanya Monicha


" Tidak Nyonya, kami justru di buat bahagia saat Nona Muda Salma minta di buatkan makanan, dan uang utama, kami merasa tidak di Perintah, Nona Muda Salma selalu sopan dan ramah setiap meminta sesuatu, dan jujur selama saya bekerja, dirumah ini saya dapat kenyamanan, jadi bergairah saat memasak, ucap Koki


" Semua karena kalian di anggap keluarga, tidak pantas sesama manusia saling merendahkan, terimakasih buat kalian semuanya yang sudah membantu dan melayani Putri kami, ucap Adriansyah dan Monicha Herdiani, sambil menunduk memberi penghargaan kepada pelayan dan pekerja.


Dari tadi kalian belum berkenalan dengan ke dua orang ini, mereka suami isteri Lukman dan Suratmi, mereka adalah pengasuh Nona Muda kalian, saya dan istri saya, hanya memohon, agar kalian menghormati mereka berdua, ucap Adriansyah.


" Kami ikut arahan Tuan Ucap Bu Likha.


" Mari Tuan dan nyonya, juga Nona Muda,nanti makanannya dingin, ucap Bu Likha.


" Yati panggil Armando kesini, perintah Ranti.


Beberapa saat kemudian, Armando datang dengan pipi yang masih terlihat lebam.


" Kakak, akhirnya kakak pulang juga, ucap Armando sambil memeluk Ranti.


" Ia sayang, kakak sudah pulang, besok kakak pecat guru yang mengusir kamu, kenapa Armando tidak kasih tau, kalau kakak yang punya sekolah itu, tanya Ranti.


" tidak apa-apa, Armando tidak enak nanti sama kawan - kawan, ucap Armando.

__ADS_1


" Adik pintar, sekarang beri salam dan hormat sama kedua orang tua Kakak, Perintah Ranti.


Adriansyah dan Monicha langsung berdiri, bersiap menerima salam dan hormat.


" Armando Putra Setiawan, memberi hormat kepada ayah dan bunda, ucap Armando dengan sikap hormat keluarga Setiawan.


" Mulai hari ini, Armando, punya ayah dan bunda, juga punya Bibi, beri hormat sama bibi sayang, ucap Monicha.


" Armando Putra Setiawan, memberi hormat kepada Bibi, ucap Armando.


" Nama Bibi, Nindya Pratiwi Setiawan, kakak Ayahmu, dan ibu dari kakak kembarmu dan Salma, juga Ranti.


" Pantas kakak kembarku sangat cantik, ternyata bibi juga sangat cantik, ucap Armando


Hahahaha... hahahaha


" Anak ayah, masih kecil sudah pintar merayu bibinya, ucap Adriansyah


" Ayah juga ganteng, bunda sangat cantik, makanya kakakku Ranti juga sangat cantik, tapi sayang masih jomblo, ucap Armando menggoda Ranti.


Saat mereka lagi asik menikmati makan siang, di ruang tamu terdengar ada orang masuk,


" Selamat siang Bu Likha, apa adikku sudah Tiba, tanya Rindu


" Sudah Nona Muda, saat ini lagi makan siang bersama ayah dan ibunya, ucap Bu Likha


" Apa orang tuanya sudah ketemu, penasaran Rindu


" Benar Nona Muda, bahkan Ibunya Nona Muda kembar juga sudah ketemu dan lagi makan siang, mari Nona Muda, ucap Bu Likha.


"' Selamat Siang, Paman dan Bibi semuanya, nama saya Rindu, kakak angkat Ranti, ucap Rindu dengan sopan.


" Mari sini nak, kalau kamu tidak keberatan, Rindu boleh memanggil kami Ayah dan bunda, kami dengan ikhlas dan bangga mengangkat kalian jadi anak kami, jika kamu setuju, ucap Monicha.


Mata Rindu langsung berkaca-kaca, terharu karena ada yang mau mengangkatnya menjadi anaknya.


" Terimakasih, ayah dan bunda, rindu bahagia bisa punya keluarga utuh, ucap Rindu.


" Senyum lah, kakakku sayang, ucap Ranti


" Kenalkan ini Bibi Nindya Pratiwi Setiawan, kakaknya ayah kita dan bunda dari kakak kembar kita juga.


" Perkenalkan nama saya Rindu, ujarnya.


" Mulai sekarang jangan sungkan sama bibi ya, ucap Nindya.


" Dan ini, Paman Lukman dan Bibi Suratmi, dialah yang membawa saya ke Panti Asuhan Charity, ucap Ranti.


" Salam kenal paman dan bibi, bahagia bisa berjumpa dengan Paman dan bibi, kami hanya mendengar cerita dari suster Diana, ucap Rindu.


" Sama-sama Nona Muda, Paman dan bibi juga senang bertemu dengan kalian, ucap Lukman.


Tak lama berselang datang juga Mercy dan Friska, terdengar salam dari mereka, selamat siang Bu Likha, apa adik kami sudah sampai, tanya Mercy.


" Sudah Nona Muda, saat ini lagi di meja makan, ayo makan siang dulu baru ganti pakaian, ajak Bu Likha.


" Oh maaf ada tamu ternyata, ucap Friska.


" Kak Mercy, kak Friska, kenalkan Ayah dan Ibu kandungku dan Bibi ku, serta Bibi pengasuhku, Ucap Ranti.


" Terimakasih Tuhan, akhirnya kebahagiaan adikku bertambah sempurna, dan sudah di pertemukan dengan orang-orang yang sangat di rindukan, ucap Mercy.


" Paman dan Bibi, perkenalkan nama saya Mercy kakak angkat Ranti, ucap Mercy sambil menunduk.


" Paman dan Bibi, perkenalkan nama saya Friska, kakak angkat Ranti.


" Kalau kalian tidak keberatan dan malu, mulai hari ini, kalian berdua boleh memanggil kami Ayah dan Bunda, bagaimana apa kalian mau jadi anak-anak kami tanya Monicha.


" Mercy dan Friska memberi hormat pada ayah dan bunda, dan juga Bibi. mohon arahan dan didikannya, ucap Mercy dan Friska.


" Pah, kita sekarang punya banyak anak, hahahaha rame nanti dirumah, ucap Monicha sangat bahagia.


" Ia, sempurna kebahagiaan kita, Princes kita tidak akan kesepian, ucap Adriansyah.

__ADS_1


" Terimakasih mommy dan Dady, Princes bahagia sekaligus bangga memiliki orsngtua seperti mommy dan Dady, Ucap Ranti


" Wah kumat lagi, ucap Mercy.


" Ayah kalau adik kita sudah bersuara kayak gitu, penyakit kronisnya berarti sedang kumat, ucap Friska


Yang disambut gelak tawa seisi rumah, secara mereka sudah sudah tau, sifat manjanya Ranti.


" Memangnya apa penyakitnya, tanya Monicha serius


" Mamanya Penyakit Minta di manjain, bunda, ujar Rindu


" Hehehehe, kalian jahat ya, main buka kartu rahasia aku, ucap Ranti.


" Dari kecil, adik kami ini, bunda seperti ini, tapi hanya di rumah, tapi kalau di kantor, karyawannya semua bisa gemetaran kalau dia ngamuk, ucap Mercy.


" Dan yang menjadi adalah kak Mercy atau kak Darel yang bisa buat adik manja ini tenang.


" Kakak, jangan buat bontot malu sama Dady dan mommy.


" Ya sudah sini sama kakak, kakak juga sangat rindu sama kamu, 2 hari kamu gak ada dirumah, ucap Mercy sambil membelai rambut Ranti.


" Jangan ngambek lagi, abis ini kakak balik ke sekolah, mau kasih pelajaran ke guru yang mengusir adik Armando, kakak mau pecat mereka, dan ini lihat rekaman CCTV, ucap Mercy.


" Armando sayang pasti sangat kesakitan, ucap Ranti


" Lihat saja masih lebam begitu, kali ini kakak akan patahkan tangan orang itu, ucap Mercy.


Setelah Mercy berbicara penuh emosi, suasana langsung senyap.


" Kita lapor Polisi saja, ucap Ranti


" Tidak bisa, terlalu enak orang itu jika masuk penjara penjara, kita saja tidak pernah membentak Armando, apa bontot pernah kakak bentak atau pukul, ucap Mercy


" Sabar nak, besok antar ayah fan bunda menemui pihak sekolah dan orang tua Murid yang memukul Armando, ucap Adriansyah.


" Baik ayah, mereka semua adikku, walau kita bukan lahir dari kandungan yang sama, tapi mereka semua kebahagiaan ku bunda dan ayah, ucap Mercy sambil menangis


" Armando masih kecil kecil ayah, di pukul seperti itu, kak Darel saja tidak pernah membentak atau berbicara kasar, walau kami salah, tetap kami di didik dengan kata-kata yang sopan, ucap Mercy.


" Senang ayah dan bunda mendengar kalian saling menyayangi, ucap Adriansyah


" Maaf tuan besar, kami saja pelayan, yang kata orang lain, kami adalah rendahan, tak pernah Semua Nona Muda dan kedua Tuan Muda, membentak atau berbicara kasar kepada kami, tapi orang dewasa memukul tuan muda kami yang masih kecil, terus terang Tuan Besar kami tidak terima, ujar bibi Koki


" Tuan besar, saya Jumono, sopir pribadi tuan Muda Armando dan Nona Muda Salma, mereka berdua sudah saya dan istriku anggap anak, sedih hati istri saya dengar Tuan muda Armando di pukul oleh orang dewasa, Kami sangat bahagia bekerja disini, kami anggap ini rumah kami, yang harus kami jaga, Walau mereka semua adalah majikan kami, tapi mereka tidak pernah menganggap kami babu atau jongos, umur sekecil tuan muda Armando dan nona muda Salma, tidak pernah berbicara sembarangan, ucap Jumono.


" Saya tak menyangka kalian begitu sayang kepada anak-anak saya, saya Adriansyah Setiawan tidak dengan bangga menundukkan kepala menghormati kalian, terimakasih sudah memberikan kasih sayang buat anak-anak saya, ucap Adriansyah Setiawan sambil menunduk.


" Kami membalas kebaikan dan ketulusan para Tuan Muda dan Nona Muda yang juga sangat memperhatikan kami, selama bekerja disini kami di omelin 2 kali, yang pertama karena kami tidak mau minum susu dan kedua karena kami segan memakan daging premium yang Nona Muda beli, malu kami di omelin karena kami tidak mau meminum susu dan makan daging yang baik, ucap Dewi si pelayan.


" Kalian tanya sama pak Lukman dan Bu Ratmi, seperti apa mereka dulu di rumah kami, ucap Monicha.


" Kalian memang benar berprofesi sebagai pelayan dirumah ini, tapi kalian bukan untuk di tindas apalagi di rendahkan, profesi boleh berbeda-beda, tapi kita memilik nilai yang sama, Yaitu Manusia, Ucap Adriansyah.


" Terimakasih tuan besar, suatu kehormatan bagi kami, mulai hari akan melayani Tian dan nyonya besar, ucap mereka serentak.


" Ya sudah, kembalilah bekerja, agar cepat selesai dan cepat istirahat, sampai jam Berapa kalian bekerja, tanya Monicha.


" Maksimal selesai makan malam jam 8 malam, itupun hanya menyediakan makanan saja, untuk pekerjaan lain kami harus berhenti pas mau Maghrib semua sudah harus beres, tinggal hangatkan lauk saat makan malam, dan bekerja lagi setelah 5 pagi, waktu siang kami juga ada istirahat jadi secara tenaga kami tidak merasa di paksa, makanya jika sore ada pesanan bikin cemilan pasti kami akan bahagia mengerjakannya, ucap Mirna.


" Baguslah kalau begitu, tolong jangan kecewakan anak-anak saya, ucap Monicha Herdiani.


" Kami berjanji Nyonya Besar, ucap Mereka.


" Berapa gaji kalian disini, tanya Adriansyah.


" 6 juta per bulan, kecuali koki 10 juta dan Bu Likha 15 juta, untuk sopir dan tukang taman 7 juta, tetapi mereka kerja hampir disebut serabutan, seperti Mang Dul dan Pak Jumono, mereka kalau tidak kerjaan supir, ya bantu urus taman, begitu juga pelayan, artinya mereka disini, kerja gotong royong, makanya sesama pekerja disini tidak ada yang saling iri, ucap Ranti.


" Pantas saja kalian sangat menyayangi anak-anak saya, Karena anak saya juga ternyata sangat menyayangi kalian, ucap Monicha Herdiani.


" Nyonya Besar benar sekali, saya saat ini sudah setahun kuliah, Mirna sebentar lagi tamat kursus memasak dan kue, 2 pelayan lain juga ikut kursus memasak dan menjahit, Yati pengasuh Armando dan Salma, saat ini juga kuliah, dan semuanya di biayai oleh Nona Muda, kami juga berangkat dia antar Mang Dul atau pak Jumono, ucap Dewi.


" Kalian ini ternyata keren-keren, saya janji jika saya ada waktu, saya akan ajarkan kalian memasak juga, ucap Monicha.

__ADS_1


" Asal kalian tahu, adik ipar saya selain jago berbisnis, tapi sekaligus peraih penghargaan Chef terbaik se Asia waktu kuliah, ucap Nindya.


__ADS_2