
Setelah 5 menit, ketiga jarum itu juga harus di cabut bersamaan, setelah ketiga jarum itu dicabut, Istri pak Gilang bergerak, seluruh bagian tubuhnya terlihat memerah, fan nafasnya mulai terdengar.
Ranti memberikan air putih 2 teguk yang sudah di campur air surgawi, dan dalam sekejap mata istri pak Gading terbuka sebentar dan merem lagi.
Kini ke putrinya Gading, mereka bertiga melakukan hal yang sama, dan akhirnya mata putrinya Gading terbuka dan merem lagi.
Ranti dan kedua adiknya duduk sebentar mengambil nafas, Ranti memberikan Juice Buah Abadi kepada Armando dan Salma.
Pak Gading, seluruh saraf istri dan anak anda sudah terbuka, kedepannya cari dokter yang pertama kali melakukan tindakan operasi pada istri dan putrimu, untuk dokter yang tadi, kamu berikan dia hadiah, dia telah membantu membuka sebagian jaringan yang tersumbat, ingat baik-baik itu, tolong panggil dia datang kesini sekarang ", perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, saya segera menghubunginya, ucap pak Gading terbata- bata.
" Armando, Salma, sekarang tinggal tugas kakak, kalian istirahat saja, dan pantau detak mereka berdua", perintah Ranti.
" Baik Kak, apa kami juga harus mengedarkan energi positif, ucap Armando lewat telepati.
" Tidak usah, jaga saja aliran darah mereka, jika ada yang aneh kian baru sebarkan energi positif, ini minum dulu pil ini", ujar Ranti memberikan 2 pil booster untuk kedua adiknya.
Pak Ryan dan pak Gading tolong buka mulut k mereka berdua, asal bisa masuk Pill ini saja, Perintah Ranti.
" Pak Gading mereka akan berdua akan mengalami kesakitan dan berteriak, tolong seluruh kerabat yang diluar jangan sampai masuk dan mengganggu, ujar Ranti memperingatkan.
" Baik Nona", kami bertiga akan membantunya.
" Pak Ryan tolong panggil istrimu untuk membantu nanti mereka mandi, namun siap kan baju ganti dan air hangat", perintah Ranti.
Semua dikerjakan dengan baik oleh mereka bertiga, Gilang begitu senang, dia sudah sangat berharap ibu dan kakaknya bisa sembuh.
" Ranti tolong sembuhkan ibu dan Kakakku, di masa depan saya bersumpah akan menjadi orang yang baik, dan kapanpun kamu butuh bantuan aku pasti akan membantumu", ujar Gilang.
" Kamu tenang saja, saya tahu kamu orang baik, makanya masalah kita berdua aku tak masukin dalam hati, saya hanya Minta, kedepannya jaga ibumu dan kakakmu dengan baik, dan maafkan ayahmu kalau dia selama ini terlihat acuh kepadamu, tapi saya pastikan hari ini, keluarga kalian akan baik-baik saja", ujar Ranti.
" Terimakasih sebelumnya, ujar Gilang tulus.
" Paman Ryan terimakasih sudah membawa Ranti kesini dan membantu ibuku dan kakakku, ucap Gilang.
" Sama-sama Gilang, berubahlah dan jangan nakal lagi, lihatlah Nona Muda Ranti, yang tulus membantu keluarga mu, Paman sangat mengenal Nona Muda Ranti, ayah Paman juga di sembuhkan oleh Nona Muda Ranti, tapi maaf paman tidak memberitahukan kepada kalian karena itu janji Paman ke Nona Muda Ranti, tapi tadi Paman kasihan melihat Ayahmu, jadi Paman memberanikan diri minta tolong, karena hanya Nona Muda Ranti yang mampu menolong ibu dan kakakmu, kedepannya kamu wajib menghormati Nona Muda, jangan sembarangan memanggilnya dengan nama saja, apa kamu mengerti", Tegas pak Ryan.
" Saya janji akan menghormati Penolong di Keluarga kita, sesuai aturan keluarga, ucap Gilang.
" Itu baru ponakan paman yang hebat, dan kamu harus ingat, kamu kelak jadi pemimpin keluarga kita, jadi kamu harus kuat, pintar namun tetap rendah hati dan tidak sombong, kepada siapapun", ucap pak Ryan.
" Saya janji Paman akan bertobat dan siap menjalani aturan keluarga, setelah lulus SMA, saya siap di asingkan dari keluarga untuk menjalani hukuman saya", ujar Gilang.
" Paman bahagia mendengarnya, kini harapan paman dan Bibimu semakin besar, Paman dan bibi hanya keluarga keluarga pelayan di Keluarga Samudra, tapi paman dan bibi sangat berharap kamu menjadi kepala keluarga yang hebat setelah Ayahmu", ucap Pak Ryan.
" Terimakasih nasehatnya, ujar Gilang.
Setelah istri pak Ryan selesai mengerjakan perintah Ranti, saat yang sama, tenaga Salma dan Armando juga sudah pulih.
" Apa kalian sudah siap ? tanya Ranti
" Sudah kak, ayo selesaikan", ujar Armando.
" Pak Ryan, pak Gading buka mulut mereka sekarang dan masukkan Pill ke mulut mereka", perintah Ranti.
Wangi Pill itu tercium hingga ke depan pintu kamar yang mana seluruh keluarga pak Gading tak sabar menunggu.
" Sekali lagi tolong jangan sampai mereka yang yang diluar mengganggu, dan kalian semua pakai masker ini agar nanti tidak ada yang muntah, perintah Ranti sambil memberikan masker khusus, kepada semua yang berada di kamar.
Secara perlahan Pill surgawi mulai mencair dan masuk ke tenggorokan kedua wanita ibu dan anak.
Sepuluh menit berselang belum terjadi apa-apa, hanya ada pergerakan sedikit, Pak Gading, sudah berharap- harap cemas, dan saat menit kelima belas, ranjang kedua wanita itu mulai bergerak, perlahan terdengar suara orang meraung kesakitan.
Para keluarga sudah terlihat gusar, Ranti mencurigai ada pengkhianat dalam keluarga ini.
" Aplikasi Mata Dewa, cari tahu informasi seluruh orang yang hadir disini Sekarang", perintah Ranti.
" Baik Tuan", ucap aplikasi Mata Dewa.
Suara teriakan semakin kencang terdengar, nafas kedua wanita itu sudah seperti orang abis lagi maraton.
Pak Ryan tolong air hangat di di kamar di atur", Perintah Ranti.
__ADS_1
Dengan segera istri pak Ryan langsung bergegas ke kamar mandi.
Sudah 40 Menit dari Pill surgawi diberikan, kini Suara kedua Wanita sudah berkurang, dan betapa kagetnya mereka melihat cairan hitam pekat yang berbau sangat menyengat keluar dari tubuh kedua Wanita itu, tangan Armando dan Salma juga terkena cairan itu tapi mereka tetap fokus pada nadi kedua wanita itu.
Setelah cairan berhenti Keluar dari pori-pori kedua Wanita itu, akhirnya mereka berdua tertidur.
" Armando, Salma, bagaimana dengan nadi mereka", Tanya Ranti.
" Lumayan bagus, karena mereka sudah lama tidak bergerak, jadi tadi detak nya sedikit tidak beraturan, tapi masih cukup bagus, Ucap Salma dan anggukin Armando.
" Nona Muda, ternyata kedua adikmu juga sudah hebat", ujar Gilang yang berubah memanggil Ranti.
" Semua saudaraku bisa melakukan ini, hanya saja mereka belum mau fokus, padahal sudah saya ajarkan, yang paling pintar diantara mereka adalah Salma, karena dia memang bercita-cita ingin menjadi tukang racik obat tradisional dan modern, jadi dia lebih fokus belajar, tapi bukan berarti kakakku yang lain tidak pintar, hanya mereka tidak tertarik menjadi tabib atau dokter", ujar Ranti.
" Keluarga yang hebat, ujar pak Gilang.
" Saya masih punya 2 kakak kembar di Jogjakarta, mereka kuliah kedokteran sambil memperdalam ilmu pengobatan tradisional, yang satu ingin jadi Dokter kandungan dan yang satu ingin jadi dokter anak, ujar Ranti membanggakan saudara-saudaranya.
" Nona Muda, maaf saya ngomong disini, ini soal Panti Asuhan Al Azhar, mereka berbeda dengan Panti Asuhan Charity dan Agape, Pak Fatur Rahman terlalu hemat, bukan saya bilang hemat itu salah, tapi itu sangat tidak baik buat tumbuh kembang anak di Panti, Satu bulan ini, sudah saya siapkan total Daging 150 kg, yang mereka ambil hanya setengah saja, padahal ahli gizi sudah berkali-kali menegur agar menjaga gizi anak-anak dengan Baik, alasan pak Fatur Rahman adalah sungkan dengan Nona Muda yang sudah terlalu banyak mengeluarkan uang untuk membangun", ujar psk Ryan.
" Nanti saya bicarakan, pantas saja laporan pengeluaran keuangan mereka tidak terlalu bergerak, dan tagihan pak Ryan juga terbilang sedikit, padahal jumlah anak di Al Azhar sama dengan yang di Agape, ini tidak boleh terjadi, mereka harus ikuti apa yang ahli gizi sampaikan", ujar Ranti.
" Maaf nona Muda, bukan saya serakah dalam berdagang, saya laporkan ini demi kesehatan anak-anak, jika gizi mereka bagus otomatis, perkembangan mereka pasti lebih baik, percuma Nona Muda, menganggarkan barang-barang premium kalau mereka sendiri tidak memanfaatkannya", ujar Pak Ryan.
" Itulah gunanya pak Ryan yang saya maksud, tolong cek dan laporkan jika ada hal yang seperti itu, saya percaya dengan pak Ryan, jadi tolong jangan sungkan-sungkan melaporkan yang terjadi di lapangan, karena saya semakin sibuk", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya hanya ingin semua anak panti bisa bertumbuh dengan baik dan sesuai harapan nona Muda", ujar pak Ryan.
Sementara mereka berbicara, terdengar suara dari kedua wanita minta Air.
Ranti meminta agar pak Gading dan Gilang memberi mereka minum.
Setelah kedua wanita itu minum, mereka menatap Gading dan Gilang dengan intens, tatapan mereka belum sepenuhnya pulih, masih terlihat kosong, Ranti memberi kode untuk tersenyum.
" Ibu apa bisa mendengar suara saya, tanya Ranti.
" Bisa, kamu siapa?" tanya istri pak Gading.
" Saya dokter yang sedang mengobati ibu dan Putri ibu", ujar Ranti.
" Terimakasih Rose ", ujar Ranti.
" Ibu, kakak tolong buka mulutnya, pinta Ranti.
Mereka menurut dan segera Ranti masukkan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel.
Menunggu 5 Menit, akhirnya mereka mulai bergerak dan berteriak lagi, tapi sudah tidak sekencang pada proses pertama.
" Armando jaga kaki mereka agar tetap hangat, Salma tekan pusar mereka dsn jaga agar tetap hangat, kakak akan menjaga jantung dan saraf kepala mereka agar tidak amnesia, perintah Ranti lewat telepati.
Kembali Armando dan Salma berkeringat, Ranti baru pertama kali mengobati orang yang koma Selama 5 Tahun, jadi prosesnya agak berat dan harus 2 orang lagi.
Total sudah 2 jam dari proses awal, keluarga Pak Gading masih sabar menunggu keajaiban apa yang akan terjadi.
Suara teriakan masih terdengar, sekarang siapkan baju ganti dan handuk di kamar mandi, pastikan Air tetap hangat 10 menit lagi akan selesai, pada proses berat ini, setelah mereka mandi tahap pertama, kita lanjut tahap ke tiga, tapi sudah tidak sesakit yang ini.
Perlahan-lahan kedua Wanita itu diam dan tertidur lagi.
Tolong masukkan 2 tetes cairan ini dalam bathtub.
Selesai istri Pak Ryan dari kamar mandi, kedua wanita itu terbangun dan langsung mencari - cari Pak Gading.
" Mas, kamu dimana", teriak istri Pak Gading.
" Mas disini mah, syukurlah mamah sudah sadar.
" Ayah, mana Ade Gilang, ucap Embun kakaknya Gilang.
" Gilang disini kak, syukurlah kakak sudah sadar.
" Sudah, sudah sekarang bawa mereka ke kamar mandi, nanti setelah tubuh mereka bersih, tolong kasih mereka air dalam gelas ini, dan habiskan, setelah teteskan cairan dalam botol ini di bathtub dan biarkan mereka berendam, setelah 10 Menit baru bisa mereka mandi seperti biasa, pak Gading, Gilang tolong bantu mereka mandi, kami akan menunggu diluar, ujar Ranti dan langsung beranjak keluar dari kamar menuju ruang Tamu, bersama dengan pak Ryan dan istrinya.
Tiba di ruang tamu, ternyata keluarga Ranti juga sudah datang, mereka penasaran Kenapa Mang Dul pulang sendirian, apalagi hari sudah malam, sudah mau jam 8.
__ADS_1
" Dady, mommy kok datang kesini, tanya Ranti.
" Mommy kuatir kalian bertiga kenapa sudah malam belum pulang", Ujar Monicha.
" Ini lagi bantu kawan sekelas aku Mommy, ujar Ranti.
" Oh, tapi kenapa pak Ryan juga ada disini?" tanya Monicha.
" Maaf nyonya besar, pemilik rumah ini masih kerabat istri saya, ujar Pak Ryan.
" Oh begitu, lalu bagaimana dengan kedua orang yang sakit itu, apa sudah sadar, tanya Monicha.
" Sudah Nyonya Besar, ini berkat bantuan ketiga anak Nyonya dan Tuan besar, ujar Pak Ryan.
" Syukurlah kalau sudah sadar, tapi tolong kasih tau yang namanya agar yang namanya Gilang jangan lagi berulah dengan Putriku, jangan sampai aku yang bertindak, ujar Monicha yang masih tidak terima kelakuan Gilang.
Hampir setengah jam mereka berbicara sambil menunggu keluarnya Keluarga Pak Gading, akhirnya seluruh keluarga besar Pak Gading terkesima melihat istri dan Putrinya Pak Gading sudah sudah sembuh dari koma selama 5 Tahun.
" Tuan, pengkhianat keluarga ini bernama Arifin dan Safarudin, mereka yang membayar Dokter ahli bedah saraf untuk membuat kedua orang itu mati Perlahan, agar tindakan mereka tidak di ketahui, bukti rekaman suara, CCTV dan bukti transfer uang ke Dokter itu sudah berada di laptop, tapi sayang dokter itu sudah meninggal tahun lalu, dan kematiannya tidak wajar", lapor aplikasi Mata Dewa
" Baiklah, tapi apa motifnya, dan apa hubungan keluarga mereka dengan keluarga ini.
" Mereka masih sepupu kandung, mereka tidak Terima, pak gading yang yang jadi Kepala Keluarga Samudra, ujung-ujungnya soal harta Tuan", Lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Baiklah, nanti saya pikirkan bagaimana mengekspose mereka berdua", jawab Ranti.
" Nona Muda, saya Irmawati dan ini Putri saya, kami berdua berterimakasih kepada anda dan kedua Adik Nona Muda, Tuan Muda Armando dan Nona Muda Salma, ujar kedua wanita ibu dan anak sambil berlutut berterimakasih.
" Sudah bangunlah, Gilang adalah adalah teman sekelas dengan saya, kalau bukan saya bermasalah dengan dia mungkin saya tidak tahu kalau ibu sedang sakit, dan juga berterimakasih lah kepada Pak Ryan, kalau bukan dia yang memohonkan kepada saya, belum tentu saya akan membantu kalian berdua, tolong kedepannya jangan perlakukan Pak Ryan dan istrinya sebagai pelayan keluarga ini, saya membantunya kalian berdua, karena hubungan pertemanan saya dengan Pak Ryan, jadi ingat baik-baik pesan saya, dan anggaplah permintaan Saya sebagai bayaran kesembuhan kalian berdua", ujar Ranti tegas.
" Kami mengerti Nona Muda, sekali lagi terimakasih, maafkan anak saya, karena terlalu lama saya sakit, hingga dia jadi seperti itu, ujar Irmawati
" Bangunlah, semua masalah sudah beres, jika aku masih marah dengan Gilang, mustahil saya membantu ibu, tolong berikan perhatian buat Gilang, agar dia lebih baik lagi dimasa depan", ujar Ranti.
" Pasti Nona Muda, ujar Irmawati.
" Embun, Pill ini khusus untukmu, setelah 7 hari dari sekarang kamu telanlah dan jangan di kunyah, ini akan merangsang otak mu, agar nanti jika kamu mau sekolah lagi, otakmu bisa cepat dalam beradaptasi ', ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, harusnya saya sudah berkuliah, mungkin saya akan ambil program paket C dan kuliah, ujar Embun.
" Baguslah, oh ya pak Gading, boleh saya bicara pribadi dengan anda dan pak Ryan di ruang kerja anda", ucap Ranti.
" Boleh mari silahkan, ruang kerja saya ada di lantai 2, ujar Pak Gading.
Setelah mereka bertiga tiba di di ruang Kerja Pak Gading, Ranti langsung bicara to the point.
" Pak Gading, saya tidak berani menuduh, tapi silahkan anda dengar rekaman suara ini,dan lihat rekaman CCTV serta bukti transfer ke Dokter yang mengoperasi istri dan putrimu, dan satu lagi ini bukti pembicaraan mereka lewat SMS dan di dalam email terdapat beberapa foto kiriman Dokter tentang kejadian itu, dokter itu meninggal karena serakah, di kemudian hari dia memeras Arifin dan Safarudin", ujar Ranti.
" Kurang ajar ternyata mereka pelakunya, emosi pak Gading.
" Hanya itu yang bisa ku bantu, selebihnya itu adalah masalah keluarga kalian, saya mohon pamit, Kasihan kedua adik saya yang sudah Lelah membantu saya", ujar Ranti
" Nona Muda, berapa biayanya", tanya Pak Gading.
" Tidak usah, ini gratis, asal kalian ingat saja pesanku", ujar Ranti dan langsung beranjak dari ruang kerja pak Gading.
Ranti segera menemui keluarganya dan langsung pulang, Ranti menggendong Salma, sedangkan Darel menggendong Armando.
" Ryan, Kenapa Nona Muda tidak menggubris saat bicara soal uang, tanya pak Gading.
" Tuan besar, jangan bicara uang dengan Nona Muda Ranti, jika semua hartanya di kumpulkan, satu Negara ini sanggup dia beli, Tuan bersyukur mendapatkan bantuan yang berharga, itu berarti dia melihat ada ketulusan di hati Tuan Besar", ujar Pak Ryan.
" Mulai hari ini jangan panggil aku Tuan Besar, panggil saja Mas, anggaplah saya ini sebagai kakakmu, dan istriku kakak iparmu, ucap Pak Gading.
' Baiklah Mas, Nona Muda bisa melihat apakah orang itu tulus atau tidak, dan bersyukur Gilang bisa di ampuni, karena sangat jarang Nona Muda mengampuni orang yang menghinanya atau temannya, tolong tegaskan ke seluruh anggota keluarga kita agar jangan menyinggung Nona Muda dan orang-orang terdekatnya", ujar Pak Ryan
" Terimakasih Ryan, kamu sangat berjasa buat keluarga saya, ujar pak Gading.
" Saya hanya membalas kebaikan mas buat keluarga saya, coba kalau mas tidak memberikan saya modal dan Bahkan hingga hari ini, toko saya masih menumpang di tanah mas, Ujar pak Ryan.
" Saya akan buat surat hibah atas tanah itu, dan tanah itu akan sah jadi milikmu, anggaplah itu sebagai ucapan terimakasih dan hadiah dari kakakmu, ucap pak Gading.
" Adik berterimakasih kepada kakak, ujar Pak Ryan sambil berlutut.
__ADS_1
" Bangunlah, tapi tanah itu saya atas namakan kedua anakmu, jadi kelak bagilah tanah itu dengan adil buat kedua anakmu, ujar pak Gading.