SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Aisyah menolong temannya


__ADS_3

" Aku berpikir bahwa Kak Yogi mungkin tidak nyaman di tempatkan di tempat sepi seperti Merak, beda dengan kak Yoga di Singapura", ucap Ranti.


" Nah, coba Tuan Tawarkan saja, nanti yang jadi Direktur keuangan adalah Anaknya Pak Herman kontraktor yang membangun kandang di Magelang", ucap Rose.


" Oke kalau begitu, akhirnya aku gak pening memikirkan perusahaan satu itu", ucap Ranti dan langsung menelpon Yogi.


" Halo Dek, maaf kakak baru selesai sarapan, ada apa telpon kakak pagi-pagi? tanya Yogi.


" Kak, tolong jawab pertanyaan adek dengan jujur, apa kakak gak betah di Merak, jauh dari keramaian Jakarta dan Bandung? tanya Ranti.


" Jujur ia, apalagi jurusan kakak jurusan bisnis dan manajemen, konsentrasi marketing, tapi kakak bukan tidak ikhlas disini, hanya belum terbiasa saja, disini pas malam bingung mau kemana saat lagi suntuk, mau nongkrong juga gak ada teman, karyawan rata-rata sudah berumur", jawab Yogi.


Yogi memang berbeda dengan prinsip dengan Yoga, Yogi lebih senang nongkrong, tapi tidak untuk miras, apalagi narkoba, nongkrongnya juga di angkringan sederhana, kalau ke karaoke, itupun bersama pacarnya, yang saat ini kuliah S2 di Binus.


" Kak Yogi pilih mau kerja di mana, Jakarta atau Surabaya? tanya Ranti.


" Daripada ke Surabaya mending disini, masih dekat dengan Jakarta dan Bandung, jadi malam Sabtu bisa ke Jakarta atau Bandung pakai mobil", jawab Yogi.


" Ya sudah, berani gak pegang perusahaan kelas nasional namun merek internasional yang di perdagangkan", tanya Ranti.


" Siapa takut, justru kakak merasa adrenalin kakak tertantang", ucap Yogi


" Aku dan paman Haris baru mengakuisisi seluruh saham PT KFC Indonesia Indonesia, aku 70%, Sedangkan sedangkan Ayahku lewat paman Haris 30%, nah perusahan itu belum ada Direktur Utamanya, direktur keuangan aku sudah punya kandidat, karena direktur disana juga kurang 1 orang, jadi mau ku geser direktur keuangan dengan orang kita agar bisa lebih aman,


Kalau kakak mau, kakak jadi Direktur Utama di KFC Indonesia, bagaimana? tanya Ranti.


" Lalu yang disini siapa yang pegang? tanya Yogi.


" Aku ada orang, dan dia bekas karyawan disitu, hanya tahun lalu, di pemilik lama, dan yang Petinggi disitu adalah orang-orang malas, makanya perusahan itu tidak maju, niat aku, biarkan orangku membersihkan mereka, kakak belum mampu menghadapi para tua- tua itu", ucap Ranti.


" KFC sendiri mulai menurun omsetnya dek, ucap Yogi.


" sekarang kakak mau gak memegang KFC Indonesia, kalau kakak gak mau, adik kasih ke orang lain, dan kakak 2 tahun ini harus di situ", bagaimana? tanya Ranti.


" Hahahaha, kayak ketiban duren pagi-pagi, kakak siap bertarung dengan bendera KFC, apalagi musuh bebuyutan kakak dia sudah mengambil alih kekuasaan ayahnya di Burger King, ucap Yogi semangat.


Ya sudah hati Senin, kakak ketemu dengan Joey dia direktur sementara, dan juga kandidat direktur Keuangan, kayaknya kalian seumuran, dia mantan manajer keuangan KFC tapi di gerai waralaba kita", ucap Ranti.


" Baik Dek, kakak nanti ke Jakarta nanti malam, tapi nanti hari Senin malam juga kakak sudah di Merak, agar hari Selasa kakak bisa ngantor, nanti tolong Ade hubungi calon pengganti kakak, biar kakak serahkan pekerjaan kakak dan rencana kerja yang sudah buat, agar dia bisa menyempurnakan dan melanjutkan nya", bagaimana dek ? ucap Yogi.


" Oke, oh ya adek lagi bangun gerai KFC untuk Aisyah adik angkatku, surat-suratnya sudah ada di Joey, semua persyaratan beres, tinggal tunggu tanda tangan direktur", ucap Ranti.


" Baiklah, Minggu depan kakak habiskan di Merak, dan hari Senin kemudian kakak sudah siap di KFC, apa boleh begitu", ucap Yogi.


" Begitu juga boleh, bantu sehari atau dua hari pengganti kakak, baru Kakak pergi, ucap Ranti


" Ya harus begitu, terimakasih ya dek, kakak bahagia dengan kesempatan yang Ade berikan, kakak ingin seperti kak Yoga memegang perusahaan besar dan skala internasional", ucap Yogi.


" Ya sudah, teman adek sudah datang, Ucap Ranti.


" selamat pagi Nona Muda, maaf terlambat, ada kecelakaan tadi di Airmadidi, jadi macet", ucap Maura.


" Gak apa-apa, ya sudah ayo berangkat, nanti Bibiku pikir aku sudah pulang, ucap Ranti.


" Maura, tadi malam aku ketemu perempuan umur 17 tahun, dia pacaran dan terlanjur hamil dengan seorang PNS, yang ternyata sudah beristri, temanku kebetulan mendengar obrolan bahwa perempuan mau jual bayinya, dan menghubungi aku.


aku datang dan bantu perempuan muda ini, dia tinggal Perumahan Agape, nanti tolong bantu lihatin dia, namanya Brenda Mateos, anaknya Junior Mateos,


Aku suruh dia kuliah Unklab biar dekat, nanti saat dia lulus akan ikut Maura di perusahaan", ucap Ranti.


" Baik Nona, jawab Maura.


" Kalau yang akan saya temui pagi ini, namanya Monalisa, saya kasih dia untuk menjadi sekretarismu, dia memang hanya tamat SMA, tapi saya suruh dia kuliah sambil kerja, kita dia, agar kedepannya saat Maura sudah semakin sibuk, ada yang bisa kita andalkan", ucap Ranti.


" Maaf Nona kalau saat ini, Maura belum butuh orang di Proyek, tapi Maura butuh orang di perusahaan Pembiayaan, bagiamana kalau kita Didik dia langsung pegang uang, dia jujur atau tidak, karena nanti di perusahaan pembelian Kopra, kita harus cari orang yang benar-benar jujur, bagaimana menurut Nona Muda? jawab Maura.


" oke, itu juga bagus, tapi ijinkan dia kuliah sore, ucap Ranti.


" Pasti Nona, Maura yakin Nona tidak akan salah milih orang, modal jujur saja belum pas, kalau tidak cekatan dan kreatif, Maura sudah datangi para tengkulak kopra, bagaimana mereka begitu cekatan dalam menangani petani, komunikasi yang baik juga sangat penting", ucap Maura.


" mantab, ya sudah taruh dulu dia di situ, nanti saat perusahaan kita jalan, baru tarik dia", perintah Ranti.


" baik Nona Muda", Sahut Maura.

__ADS_1


" Bagaimana kamu dengan Miky, apa sudah berencana menikah kalian berdua", ucap Ranti.


" akhir tahun Depan Nona Muda, Miky lagi fokus dengan pembangunan usahanya, dia takut kecewakan nona Muda", ucap Maura.


" Bagus itu, yakin saya pasti mantan kamu akan sangat menyesal", ucap Ranti.


" Biarkan saja Nona Muda, kalau dia mau datang jenguk anak-anaknya, silahkan saja, tapi aku tidak memaksa kedua anakku untuk dekat dengan dia, ucap Maura.


Setelah 1 jam 15 menit akhirnya mereka tiba di rumah Marice, dan ternyata Monalisa sudah datang.


" Selamat pagi Bibi, bagiamana tidurnya, nyaman gak? tanya Ranti.


" Bibi, sangat nyaman nak, kasurnya empuk, kedua kakak mu saja masih betah di kamar, tadi selesai sarapan mereka kerjakan tugas di kamar masing-masing', ucap Marice.


Ranti menjelaskan tujuannya memanggil Monalisa, Monalisa sangat senang, apalagi hari Sabtu hanya setengah hari dan Minggu libur, gaji lebih tinggi, jam kerja setiap hari hanya 8 jam.


"'Saya bersedia Nona Muda, dan awal saya sudah siap masuk kerja", ucap Monalisa.


" Deal, tempat tinggal kamu, nanti saat bekerja di perusahaan saya pembelian Kopra, ini cek 100 juta, saya mau kamu masuk kantor pakai motor bagus, jadi beli motor matic Nmax, setelah beli, lapor saya dan segera daftar kuliah", perintah Ranti.


" Baik Nona, jawab Monalisa.


" Ini handphone buat kamu, dan jangan kecewakan saya dan juga Maura", tegas Ranti sambil memberikan handphone Reno 8 Pro 5 G.


Setelah Monalisa Pergi, Ranti memanggil Yohanes dan Priskila.


" Sekarang kalian berdua, saya ingin merubah penampilan kalian, apa kalian mau menahan sedikit kesakitan ? tanya Ranti.


" Kami akan menahan rasa sakitnya, mama saja mampu menahannya, masa kami yang masih muda tidak", ucap Yosua.


" Mari kita kamar, dan tanggalkan baju kalian berdua, kemudian berbaringlah dan telan Pill ini, ucap Ranti.


Kedua kakak beradik itu hanya mengikuti perintah Ranti.


Tak berapa lama efek dari Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel mulai bekerja, dan seketika itu juga kedua kakak beradik itu mulai berteriak-teriak.


" Bi, siapkan baju untuk mereka dan atur suhu airnya", ucap Ranti.


Dengan langkah bahagia, Marice mengerjakan apa yang di ucapkan Ranti.


10 menit kedua kakak beradik itu tidur, kemudian mereka membuka matanya, Ranti Segera menyuruh mereka Berendam dan menyuruh mereka minum air bercampur Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh.


Menunggu hingga 30 menit, akhirnya seluruh proses selesai, nampak 3 orang Keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi.


Terlihat kedua kakak beradik itu telah berubah, kulit mereka kini lebih halus dan bersih, tampan dan cantik itulah penampakan mereka berdua.


" Terimakasih Dek, kini kami bisa tampil lebih percaya diri, ucap Priskila yang kini kulit wajahnya sudah mulus tak ada lagi bekas - bekas jerawat.


" Dan ini yang terakhir, telanlah, ucap Ranti dan memberikan mereka Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak.


Dalam 2 Menit kedua kakak beradik itu merasakan pusing di kepalanya, dan seluruh badan mereka terasa hangat.


" Terimakasih sekali lagi Dek", ucap Yohanes yang semakin tinggi.


" Ini Juice 36 botol dan cairan 1000 tetes, ini aturannya, ucap Ranti.


" Bibi sangat berterimakasih sekali, padahal tadi mommy kamu menyuruh bibi meminta juice spesial dari kamu, ternyata sebelum bibi minta kamu sudah memberikannya", terimakasih sayang, andai paman ada disini, pasti dia bangga dengan melihat mu", ucap Bu Marice.


" Saya juga memiliki saudara seperti bibi dan kak Yohanes juga kak Priskila", ucap Ranti dan memeluk Bu Marice.


" Hahahaha, ternyata keponakan bibi, anak Manja juga ya, apa kakak angkatmu sangat memanjakan kamu ya", ucap Bu Marice.


" Ia dari kecil kami hidup di Panti Asuhan Charity Surabaya, 10 tahun aku tinggal di Panti itu, beruntung kakak angkatku sangat menyayangi aku dan memanjakan ku, apapun akan ku lakukan untuk mereka agar mereka bahagia", ucap Ranti.


" Saat kita semua kumpul, aku ingin memberikan sesuatu yang sangat berharga buat kalian, nanti setelah kami pulang dari Amerika, aku akan mengabari kalian", ucap Ranti.


Drama pagi itu mereka tutup dengan makan bersama.


" Ternyata benar kata mommy, bibi sangat hebat memasak", puji Ranti.


" Nanti kalau kamu kesini lagi pasti bibi masakin yang enak-enak", Ucap Bu Marice.


Selesai makan Ranti pun pamit, dia akan meninjau proyek Gudang dan kantor pembelian Kopra, Cengkih, Pala dan bahan lain jika ada, serta membangun mess karyawan.

__ADS_1


Ranti juga berencana ingin mampir ke proyek di Sulawesi Tengah saat nanti kembali ke Surabaya.


Sementara Ranti dalam perjalanan menuju proyek, kita beralih ke Aisyah di Merak.


" Pengumuman, hari Jumat Minggu depan, adalah penerimaan raport, begitulah bunyi pengumuman yang terdengar.


Aisyah menunggu Nuril sambil dia memainkan handphone miliknya, tapi lama-lama Aisyah bosan juga menunggunya, lalu dia menyusul ke kelasnya.


Ternyata Nuril, lagi di bully oleh teman-teman sekelasnya, bahkan baju seragam Nuril di coret- coret menggunakan spidol.


Aisyah merekam aksi mereka kepada Nuril dan mengirim ke kepala Sekolah, kemudian baru dia masuk menolong Nuril yang hanya bisa menangis.


" Kalian ini benar-benar biadab, apa salah Nuril kepada kalian ! bentak Aisyah.


" Kamu yang salah, kami benci dia berdekatan dengan kamu, kami tidak suka siapapun di kelas ini dekat dengan kamu, anak miskin Sok kaya karena punya kakak angkat super kaya", Teriak mereka.


" Oh begitu, Nuril kamu jangan kuatir, naik kelas 2 kamu ikut di kelas saya, tunggu saja, bukti mereka mengganggumu sudah ku kirim ke kepala Sekolah, jika kepala sekolah tidak memberikan kamu keadilan, kita berdua pindah dari sekolah ini", ucap Aisyah.


Nuril berdiri dari kursinya dan berjalan kearah Aisyah, namun tiba-tiba 3 orang siswa memukul Nuril dengan sangat keras hingga tersungkur dan pingsan.


Mereka hanya mentertawakan Nuril yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri, mereka lalu pergi meninggalkan Nuril dengan Aisyah.


Untunglah Aisyah sempat merekam aksi ketiga siswa itu.


" Kalau kamu sampai melaporkan hal ini kepihak sekolah, kami hancurkan jualan orangtuamu", ancam ketiga siswa itu.


" Tenanglah saya tidak akan melaporkan ke pihak sekolah, tapi langsung ke kantor Polisi, saya tau bapakmu orang kaya, punya jabatan tapi aku tidak takut", Sengit Aisyah.


Aisyah meminumkan air putih dari botolnya, air tersebut sudah bercampur air Surgawi pemberian Ranti, hingga terlihat Nuril sudah sadar.


" Kamu istirahat dulu, sudah ku laporkan masalah ini ke pihak sekolah, jika sekolah tidak menanggapinya, kita pindah saja, kamu ikut saya saja", ucap Aisyah.


Pihak sekolah enggan berurusan dengan 3 siswa itu, secara ketiga orangtua mereka adalah orang yang sangat berpengaruh di daerah Merak.


Setelah beristirahat beberapa waktu, Aisyah dan Nuril keluar dari kelas dan menuju ke parkiran.


Aisyah berniat membawa Nuril ke rumah sakit untuk visum, saat dalam mobil dia menghubungi Kepala Sekolah dan bertanya kenapa laporannya tidak di tanggapi.


" Kami mohon maaf Aisyah, kamu tahu sendiri siapa mereka, keluarga besar mereka sanggup mengobrak abrik Merak jika keluarga mereka di ganggu", ucap Kepala Sekolah tidak berdaya.


" Baiklah, tolong urus surat pindah kami berdua, dan untuk bantuan pembangunan gedung pertemuan dan perpustakaan serta kolam renang, saya cabut, tolong nanti suratnya kami ambil pas terima raport", ucap Aisyah dan menelpon pak Lomban agar jangan melanjutkan pembiayaan pembangunan 3 sarana sekolah, dan suruh orang mencabut atribut IDB di sekolah itu.


" Baik Nona Muda, Paman akan menghentikan biaya pembangunan itu, untung saja baru tahap pembuatan pondasi", ucap pak Lomban.


" Batalkan juga pengiriman 100 unit Komputer dan 10 printer, karena saya tidak akan lanjut bersekolah di tempat itu", ucap Aisyah.


" Baiklah, ya sudah, paman mau kumpulkan anak buah dulu, hati-hati bawa kendaraan nya, ucap pak Lomban.


" Ia Paman, Aisyah antar teman ke rumah sakit dulu, bye Paman", ucap Aisyah dan mematikan panggilan.


" Ayo kita ke RS dulu, ucap Aisyah dan langsung menghidupkan mesin mobilnya dan keluar dari sekolah kompleks Sekolah nya.


" Halo Bu Kepala Sekolah, saya Kepala Cabang IDB Banten, orang saya Sebentar lagi akan tiba di sekolah, kami hanya akan mencabut atribut yang bertuliskan nama perusahaan, dan semua bantuan kami tahan, sebelum masalah Nona Muda kami selesai, ucap pak Lomban.


" Baik Pak, maafkan kami yang tidak berdaya, kami mengerti akan situasi ini, saya akan melaporkan hal ini ke Dinas dan menjelaskan kepada mereka, agar mereka tidak berpikir negatif tentang IDB", ucap Kepala Sekolah itu.


" Baik Bu, tapi seharusnya dengan bukti yang ada, seharusnya bisa di laporkan ke Polisi, ini negara hukum, jika sekolah membiarkan hal itu terjadi maka sekolah anda akan hancur", ucap Pak Lomban.


" Terimakasih Pak Lomban", ucap Kepala Sekolah itu.


Aisyah dan Nuril tiba di RS dan langsung mendaftar untuk visum, sambil menunggu panggilan, Aisyah mengirim pesan ke orangtuanya dan juga ke Ranti, berserta video pemukulan ketiga siswa itu terhadap Nuril.


" Dek, apa tanggapan pihak Sekolah? tanya Ranti yang langsung menelpon.


" Pihak sekolah takut jika kasus ini di perpanjang, karena latar belakang keluarga 3 siswa bejad itu", Ucap Aisyah.


" Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah teman kamu di visum? tanya Ranti.


" Aku mau lapor Polisi, biar polisi yang menangkap mereka, dan Aisyah mau pindah sekolah saja, juga sudah Aisyah batalkan pembangunan gedung pertemuan, perpustakaan dan kolam renang, serta pengiriman 100 unit Komputer dan 10 unit printer", ucap Aisyah.


" Ya sudah Terserah kamu saja, oh ya apa pekerjaan Orangtua teman kamu itu ? tanya Ranti berpura-pura.


" Sekarang ayahnya nganggur karena di pecat dari PT Super Speed Line sebelum kakak membelinya, ibunya jualan sarapan Pagi, Aisyah ingin memasukkan ayahnya ke IDB, apalagi ayahnya sarjana ekonomi, dan pernah jadi Kepala Keuangan di PT Super Speed Line, Aisyah pikir cukuplah pengalaman ayahnya jika melamar di perusahaan kakak, tolong di terima ya kak, kasihan ayahnya Nuril, sudah melamar kesana kemari tapi belum dapat kerjaan juga", ucap Aisyah.

__ADS_1


" Ia kakak akan menolongnya, tapi tidak di IDB, suruh ayahnya Nuril, hari Selasa pagi jam 10 datang ke Kantor Super Speed Line dan ketemu dengan direktur utama Pak Yogi, nanti pak Yogi yang akan menjelaskannya", ucap Ranti.


" Terimakasih kak, nanti pulang dari RS, Aisyah sendiri yang akan bicara dengan Ayahnya Nuril.


__ADS_2