SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Rejeki teman lama


__ADS_3

Seketika ibu itu terdiam dan ketakutan, dia memikirkan nasib perusahaan suaminya yang baru saja mendapatkan pinjaman dari IDB.


" Pak Security, apa kalian tidak takut jika majikan kalian kesini", tanya ibu itu.


" Hahahaha, justru kami bahagia jika majikan kami kesini, dan asal anda tahu saja, majikan kami tidak pernah memperlakukan kami seperti orang kaya pada umumnya, kecuali kami buat kesalahan.


Mereka bersekolah tak pernah menggunakan statusnya, banyak teman mereka, yang dibantu oleh Nona Muda kami, anda bersyukur tadi Nona Muda kami tidak memperpanjang masalah ini", ucap Security sekolah.


" Mom, lain kali jangan menggubris orang lain mau bicara apapun, kecuali dia sudah menghina keluarga kita secara langsung", ucap Ranti.


" Tapi dia bilang adikmu menang karena pemilik gedung", jawab Monicha tidak terima.


" Princes tau itu, sekarang senyum dong, coba mommy lihat mereka, anak-anaknya mommy, sampai terdiam", ucap Ranti.


" Maafkan bunda ya, jangan nunduk gitu dong, Bunda tidak suka , siapapun merendahkan kalian", ucap Monicha.


" Kami hanya tidak mau bunda termakan emosi yang nanti membuat bunda sakit, kami bahagia melihat bunda membela adik bungsu kami, tapi percayalah, kami masih mampu menghadapinya", ucap Darel.


" Kalian Putra dan putri kebanggaan bunda dan ayah, sini kalian semua, bunda sangat ingin memeluk kalian", ucap Monicha sambil melebarkan kedua tangannya.


" Kami juga menyayangi bunda dan ayah", ucap mereka sambil memeluk Monicha.


" Darel, kamu harus kuat, sebagai kepala keluarga, karena kamulah tempat bersandar adik dan kakakmu, serta adik laki-laki kamu Armando", ucap Monicha.


" Ia bunda, Darel akan ingat pesan bunda dan ayah", jawab Darel.


" Bunda senang mendengarnya, dan bunda percaya, kamu pasti bisa", balas Monicha.


" Ya sudah ayo kita pulang, besok pagi ayah dan bunda sudah janji akan kerumah kakek kalian", ucap Adriansyah.


" Hay apa kamu Monicha Herdiani Pradipta? sapa seorang ibu sambil membawa seorang anak kecil.


" Ya saya Monicha, tega banget kamu itu, hingga lupa dengan saya", ucap Monicha.


" Maaf Monic, saya takut salah orang, kamu kemana saja? tanya wanita itu.


" Biasa, sibuk bekerja, dan kalau kamu, dimana suamimu? tanya Monicha.


" Dia sudah menikah lagi dengan sekretarisnya, dan mereka juga sudah punya anak', ucap wanita itu.


' Lantas ini anak siapa? tanya Monicha.


" Ini anak Putri saya, saat ini dia sedang sakit, anaknya hobi melukis, jadi walau baru usia 4 tahun, saya coba latih mentalnya untuk bertanding, walau hanya tingkat pemula", ucap wanita itu.


" Oh gitu, lantas kamu kerja dan tinggal dimana? lanjut tanya Monicha.


" Aku tinggal di griya indah, setelah bercerai di Jakarta, aku kembali ke Surabaya bersama 2 anakku, tapi yang satu masih SMA.


" Anakmu menikah muda kalau begitu", lanjut Monicha.


' Dia di paksa nikah sama mantan suami saya, biasa nikah bisnis, tapi saat putri melahirkan, suaminya menggugat cerai, jadi ya beginilah hidupku", ucap wanita itu.


" Lalu kemana paman dan bibi, ucap Monicha menanyakan orangtua wanita itu.


" Mereka sudah Almarhum, aku sekarang hanya membuka warung kelontong di Sidoarjo, Putriku sakit-sakitan dari sejak melahirkan", ucap wanita itu.


" Meilan, ini putri kandungku namanya Ranti, sedangkan mereka semua adalah anak angkatku, aku kesini, karena ingin memberi semangat buat putri bungsu ku, dan maaf apa penyakit putrimu? tanya Monicha.


" Saya sendiri kurang paham, dokter bilang kangker rahim, anakku cerita jika, dia di paksa menggugurkan kandungannya, tapi Putriku tidak mau, makanya Putra anakku lahir prematur", ucapnya.


" Tante, ayo kita kerumah Tante, hari ini saya lagi bahagia, dan saya juga akan berbagi kebahagiaan dengan Tante, percayalah saya akan buat mantan suami Tante dan menantu Tante akan menyesal, tapi saya ingatkan jangan pernah membantu kedua orang itu", ucap Ranti.


" Meilan, jangan sungkan, kamu salah satu teman terbaikku selain Lindri, kembalilah ke Jakarta bersama saya, kamu bantu saya di perusahaan, kasihan Lindri, dan pasti dia akan sangat bahagia melihat kamu lagi", ucap Monicha.


" Princes tolong sembuhkan anaknya Tante Meilan", pinta Monicha.


" Tenang saja mom, princes tau, Tante Meilan sangat menghormati mommy dan bibi Lindri.


" Jangankan menyembuhkannya, akan ku buat Tante Meilan seperti bibi Lindri, tambah cantik, kaya dan tangguh, jadi bibi Lindri memiliki teman dalam mengurus dan mengawasi perusahaan mommy", ucap Ranti.


" Dan mulai hari ini, Tante Meilan adalah bibi saya, dan seluruh saudara saya", ucap Ranti.


" Monic, aku dapat keponakan yang sangat banyak, cantik-cantik dan juga ganteng, pastinya mereka pintar - pintar", ucap Meilan.


" Hahahaha, mereka semuanya sangatlah cerdas, Putriku sudah memiliki perusahaan sendiri, sedangkan Kakak-kakaknya sudah punya usaha sendiri", lanjut Monicha.

__ADS_1


" Sempurna hidupmu Monic, aku bangga memiliki sahabat yang sudah sukses tapi rendah hati, dan ternyata kamu tidak berubah, hanya pesan saya jangan terlalu banyak makan seafood nanti kamu sakit, ingat umur kita sudah rentan sakit", ucap Meilan.


" Terimakasih, kamu juga tidak berubah, masih saja mengingatkan aku", ucap Monicha bangga.


Setelah 30 menit mereka ngobrol, akhirnya mereka ke parkiran.


Alangkah terkejutnya Meilan melihat deretan mobil mewah yang di jaga ketat oleh Tim Keamanan Awal.


Bu Michelle menghubungi suaminya Pujiono, memberitahuku bahwa para majikan mereka berkumpul di gedung serbaguna.


Pujiono segera melaporkan ke pak Sumadi, dan akhirnya dia memerintahkan Tim Keamanan Awal, harus segera ke sekolah, apalagi Monicha dan Adriansyah juga hadir.


" Astaga, kalian ini ! ngapain kalian menjaga mobil kami", ucap Ranti heran.


" Maaf Nona Muda, istrinya mas Pujiono mengabarkan bahwa kalian berada disini, bersama Tuan dan Nyonya Besar.


" Baiklah, lain kali jangan seperti ini, kalian bukan kacung, atau jongos, kalian Tim Awal adalah teman dan sudah ku anggap keluarga saya, tapi terimakasih atas perhatian kalian, tak sia-sia aku menyayangi kalian, dan memberikan kalian apapun, tapi tolong jangan seperti ini, kecuali saya memanggil kalian, ingat baik-baik, kalian itu adalah keluarga saya", ucap Ranti.


" Maafkan komandan besar kami, dan kami juga hanya memastikan Nona Muda dan tuan muda apalagi Tuan Besar dan Nyonya Besar harus dalam keadaan baik, tapi Nona Muda, saya sangat lapar dan haus, ucap Pratikno.


" Wah, masa saya bos kalian, tapi di palak juga", ucap Ranti.


" Hehehehe, saya hanya berani kalau saat Nona Muda lagi bahagia", ucap Pratikno.


" Ya sudah, ambil ini dan makan, dan awas kamu, saya dengar kamu sudah berpacaran dengan Jasmine Husna, dia juga sahabatku, jadi jangan kamu permainkan hatinya, jika kamu lakukan itu, berarti kamu tak menghargai saya dan kakak-kakak perempuan saya, dan pasti adikku Salma akan sangat marah padamu", tegas Ranti.


" Ya gak lah Nona Muda, justru saya beruntung bisa mendapatkan gadis seperti Husna, nanti Nona harus berikan saya hadiah rumah saat saya menikahinya", todong Pratikno.


" Baiklah, nanti saya belikan rumah, juga mobil baru, tapi ingat juga kuliahmu segera selesaikan, dan bantu Husna di hotel miliknya", perintah Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, Tikno akan giat belajar, tak akan Tikno kecewakan Nona Muda, hidup Tikno bisa seperti ini berkat Nona Muda dan Abang-abang di Tim Awal", ucap Tikno.


" Paman, Salma dan kak Armando akan berikan hadiah besar untukmu, asal Paman menikah dengan bibi Husna", ucap Salma.


" Pasti itu Nona Muda Salma, Paman akan sangat menyayangi bibimu dengan segenap hati", ucap Pratikno.


" Nak Tikno, jangan kecewakan putri saya, serta saudara -saudaramu, ingatlah, gadis yang baik pasti akan menerima kita apa adanya, apalagi nak Husna sekarang termasuk pengusaha muda", ucap Adriansyah.


" Terimakasih nasehatnya Tuan Besar, kami di Tim Awal, di ajarkan Nona Muda agar selalu menjaga diri sendiri dan orang yang kita sayang.


Kami semua sangat di sayang oleh Nona Muda dan Tuan Muda, harta bagi kami hanya bonus dari kasih sayang Nona Muda Ranti kepada kami.


" Bagus cara berpikir kamu nak, terimakasih sudah menjaga putra dan putri saya dan istri", Ucap Adriansyah.


" Hehehe, Tuan besar bisa saja, yang ada kami, masih merepotkan Nona Muda, jika musuh terlalu kuat", ucap Pratikno dengan gaya konyolnya.


" Ya sudah, sekarang kembali ke tempat kerja kalian masing-masing", perintah Ranti.


" Siap Nona Muda, terimakasih uangnya, tapi jangan laporkan ke Komandan Besar jika aku minta uang makan sama Nona Muda, tau sendiri abangku itu", ucap Pratikno.


" Ya baiklah, nanti saya bilang kalau kamu minta hadiah rumah saat kamu menikah nanti dengan Jasmine Husna, goda Ranti.


" Hehehehe, kalau begitu gak jadi Tikno minta hadiah, daripada kena hukuman dari abangku dan ceramah kakak iparku", ucap Pratikno.


" Hahahaha, kamu itu, sudah pergi sana, nanti kamu makin ngelantur lagi", ucap Ranti bahagia.


Semua anggota Tim Awal sudah tahu sikap Pratikno ke Ranti, mereka juga tahu, Ranti memang tak pernah marah kepadanya jika bercanda, dan hanya Pratikno yang berani minta traktir sama sama Ranti.


Tapi jangan salah, apapun pekerjaan yang di perintahkan, Pratikno tidak pernah abai, dan selalu mengerjakannya dengan tuntas dan memuaskan.


" Tikno, rubah sikapmu itu, memangnya kamu gak punya uang, hingga minta makan sama Nona Muda", ucap Pujiono.


" Hehehehe, kan gak tiap hari bang, lagian aku memang sudah seperti ini sama Nona Muda", ucap Pratikno.


" Ya sudah, ayo kamu segera kembali ke posisi awal, tolong antar kakak ipar mu pulang sekalian, dan nanti malam suruh datang calon adek ipar kita, mas Wawan mau syukuran karena terpilih jadi ketua RT", ucap Pujiono dan langsung beranjak ke tempat tugasnya.


" Hebat princes Ayah, kamu bisa merubah mereka menjadi orang yang sangat di segani, apalagi kamu memberikan mereka fasilitas yang sangat luar biasa", ucap Adriansyah.


" Itu karena mereka pada dasarnya orang baik, jadi waktu princes bertarung dengan mereka, dan menawarkan jalan hidup yang lebih baik, dan sekarang Dady bisa lihat mereka yang tetap taat pada aturanku, anak dan istri mereka juga hidup dalam kesederhanaan dan rendah hati", ucap Ranti.


Sejam kemudian iring-iringan mobil mewah itu tiba di rumah Meilan.


Tanpa sadar, airmata Monicha menetes, dia tak sanggup melihat sahabat baiknya hidup dalam keadaan yang cukup sulit, padahal Meilan lahir dari keluarga cukup berada.


" Mom, jangan sedih, princes akan menyembuhkan penyakit anaknya bibi Meilan, juga akan memberikan uang banyak", ucap Ranti ber telepati.

__ADS_1


" Tolong ya sayang, dia dan Lindri adalah sahabat yang mommy sayang, tambahkan 5 triliun dari mommy untuk Meilan", ucap Monicha.


" Tidak perlu, selama kehadiran bibi Meilan, bisa membuat mommy bahagia, princes tidak perduli berapapun uang yang akan princes berikan untuk mereka.


Princes akan berikan, bibi Meilan 100 triliun deposito dan 500 milyar untuk biaya sehari-hari, sedangkan untuk putrinya, 75 triliun, Sedangkan cucunya, sebesar 25 triliun, juga rumah serta mobil mewah", ucap Ranti.


" Nak, bibi bisa bekerja lagi, itu sudah sangat mampu membiayai hidup bibi", ucap Meilan.


" Meilan, Putriku sangat tidak suka jika pemberiannya di tolak, karena jika dia memberikanmu harta sebanyak itu, itu berarti dia tahu kamu bukan orang yang gila harta, aku gak mau kamu menderita lagi, kita sahabat lama, dan kamu sangat baik kepadaku, hanya kamu dan Lindri yang sudah ku anggap saudara, jadi harap jangan buat keponakan kamu sedih, karena kamu menolak pemberiannya", ucap Monicha.


" Meilan, jangan kuatir, harta Putriku lebih banyak puluhan kali lipat dari kami, bahkan hartaku saja, masih utuh sama kami", lanjut Adriansyah.


" Aku ingin bibi, menemani mommy, bersama bibi Lindri, tolong bantu mommy saya, perusahaan mommy hampir hancur, karena ada masalah, maafkan Ranti jika merepotkan bibi", ucap Ranti.


" Baiklah nak, maafkan bibi yang terlalu banyak berpikir, jujur saja, bibi sangat menyayangi mommy kamu nak, apalagi mommy kamu menikah dengan Daddy kamu adalah musuh bebuyutannya mommy kamu", ucap Meilan.


Hahahaha hahahaha


" Ternyata, ayah dan bunda dulu kaya Serial kartun Tom and Jerry, celetuk Salma.


" Ia sayang, abis ayahmu dulu sangat usil, selalu saja menggoda bunda, tapi ternyata ayahmu sangat mencintai bundamu ini nak, bunda juga begitu, sangat mencintai ayah kalian, bunda cemburu saat ayah kalian dekat cewek lain, tapi ternyata ayah kalian juga tau, makanya ayah kalian langsung ajak menikah, bunda tidak banyak pikir, dan setuju.


Kalian lihat sekarang, ayah dan bunda tetap saling mencintai, karena ayah kalian tulus mencintai Bunda, begitu juga bunda", ucap Monicha.


" Terimakasih bunda sudah membagikan pengalamannya untuk kami, dan kami sangat bangga menjadi putra putri kalian", ucap Vanya, sambil memeluk Monicha.


" Kamu pasti akan mendapatkan kesempatan kedua, yang lalu biarlah berlalu, adikmu sudah menceritakan semuanya pada bunda, tapi ingat baik-baik, tampil apa adanya, lihat sejauh mana ketulusan laki-laki itu", ucap Monicha.


" Ia Bunda, hartaku akan ku simpan dengan baik, tapi bagaimana jika laki-laki itu, ingin bertemu ayah dan Bunda? tanya Vanya.


" Pertemukan saja dengan ayah angkatmu pak Gunadi, kan orangnya gak kelihatan seperti orang kaya, apalagi secara hukum Vanya adalah putri mereka", ucap Monicha.


" Mommy lihatlah bibi Meilan sekarang, apakah sudah cantik atau belum, dan lihat kakakku ini, sekarang sudah sehat, jadi bisa merawat putranya sendiri", ucap Ranti yang baru keluar dari kamar setelah mengobati putri Meilan yang bernama Mayang.


" Meilan. kamu sekarang terlihat lebih muda, pasti mantan suami kamu akan menyesal, begitu juga kamu Mayang, mantan suami kamu pasti berteriak menyesal", ucap Monicha.


" Dek Ranti terimakasih ya, kakak pasti akan merawat putra kakak dengan baik, sekali lagi kakak ucapkan terimakasih banyak", ucap Mayang.


" Terimakasih ya kak, sekarang Marlina bisa lebih percaya diri", ujarnya.


" Ia dek, ingat baik-baik, uang yang kakak berikan jangan dihambur-hamburkan", ucap Ranti.


" Ia kak, lagian apa untungnya, mendingan hidup seperti ini, bebas kemanapun", jawab Marlina.


" Baguslah, kakak sangat bahagia mendengarnya, nanti orang kakak, yang akan mengurus surat pindah kamu ke Jakarta, kakak juga hadiahkan kamu mobil sport dan mobil biasa untuk kamu ke sekolah", ucap Ranti.


Tim Rose yang lain langsung bergerak membeli rumah, di daerah Pondok Indah, juga 6 unit mobil pribadi dan 1 mobil untuk para pelayan.


" Meilan kamu berkemas saja, besok pagi nanti, kami jemput dan ke Jakarta, ruang dan semuanya sudah disiapkan orangnya Putriku, jangan sungkan, rumah dan mobil, semuanya atas nama kamu dan anakmu, soal pakaian bawa saja yang masih baru beli, sedangkan toko kelontong kamu, berikan saja kepada asisten kamu, dan ini ada cek untuk dia, jumlahnya 15 milyar untuk modalnya berusaha", ucap Monicha dan beranjak ke mobilnya.


" Baiklah, kami akan tunggu kalian disini", ucap Meilan.


Sesaat Ranti dan keluarganya beranjak, Meilan langsung memanggil sepasang suami istri yang setia bekerja kepadanya.


" Bapak dan ibu, mulai besok, toko dan rumah ini, saya berikan untuk kalian, anggaplah ini sebagai balasan saya untuk kalian yang sudah mengabdi kepada saya dan keluarga, dan ini cek senilai 15 milyar, ini bukan dari saya, ini titipan dari sahabat saya, tolong diterima.


Saya dan anak-anak akan kembali ke Jakarta, nanti jika ada waktu saya pasti kesini", ucap Meilan.


" Nyonya, rumah ini tetap milik anda, kami hanya akan merawatnya dan tunggu anda disini, kami sangat bahagia bekerja dengan Nyonya, tolong jangan lupakan kami, dan jika kami juga ada waktu, ijinkan kami datang menjenguk Nyonya di Jakarta", ucap pelayannya.


" Pasti saya ijinkan, tapi telpon saja dulu, biar nanti orang saya juga akan menjemput kalian berdua, nanti jika anak-anak bapak dan ibu sudah selesai sekolah, tolong kasih tau saya,


Dan mulai hari ini, jangan panggil saya Nyonya lagi, saya hanya lebih tua 3 tahun dari kalian, panggil saja saya kakak, karena saya juga tidak memiliki saudara", ucap Meilan.


" Baiklah, kami dengan sangat bahagia memanggilmu kakak, kapan saja kakak butuh bantuan tolong kabari adik disini", ucap mereka.


" Baiklah, sekarang bantu saya berkemas, dan lihatlah keponakan kalian sudah sembuh, makanya cucu kesayangan kalian menempel terus ke bundanya", ucap Monicha.


" Wah, kami sudah nenek dan kakek, terimakasih ya kak, Delon akan kami angkat menjadi cucu pertama kami, bahagia Sumi istri itu.


" Terimakasih dek, ini tambahan uang dari saya, tolong Ade terima, dan belilah mobil buat kalian, agar bisa jalan-jalan, dan sisanya kalian tabung untuk hari tua", ucap Meilan.


Di posisi Ranti saat ini, dia sedang menyetir ke arah rumahnya.


* Tuan, nyonya Meilan telah mengangkat asistennya sebagai adik, Rose akan bantu asistennya itu, agar dia bisa di andalkan nyonya Meilan di kemudian hari", ucap Rose.

__ADS_1


" Ya sudah berikan saja mereka tabungan dan beli ruko yang disewa bibiku Meilan, dan kedua ruko disebalahnya, berikan skil berdagang dan tambahkan 2 mobil untuk operasional", ucap Ranti.


* Baiklah Tuan, sekarang akan saya suruh tim untuk mengerjakannya", ucap Rose.


__ADS_2