
Namun betapa kagetnya ibu itu melihat nominal cek yang bernilai 1 miliar.
" Nona ini banyak sekali, ujar ibu itu gemetaran.
" Tidak banyak, beli mobil untuk belanja ke pasar, bahkan bapak bisa ambil sayur dari Lampung dan jual kepada warung makan yang lain, beli kulkas yang bagus agar tidak setiap hari ke pasar, mobil pickup bisa dipakai usaha, percayalah ibu pasti berhasil, cari beberapa karyawan, agar ibu tidak terlalu capek.
" Dan ini 3 unit handphone, buat kalian bertiga, ini bukan handphone baru tapi layak pakai bahkan masih mulus", Ranti menyerahkan 1 paper bag.
" Mobilnya jangan kredit, beli langsung cash agar tidak ribet bayar angsuran, jika semua sudah beres, kirim buktinya kesaya, bulan depan saya kesini lagi ibu sudah harus jualan disana, ujar Ranti melihat kios kosong.
" Kios itu yang rencananya ibu mau ambil lagi, dulu saya yang tempati", ujar ibu itu.
" Baguslah, mobil paling 250 juta, kios 82 juta, anggaplah modal sama Renovasi paling habis semuanya 600 juta, ibu masih sisa 400 juta', uang Ranti menghitung.
" Baiklah, habis ini ibu langsung tutup, jam 8 pagi ibu langsung ke Bank, dan cairkan cek ini serta buka Rekening, dan ke dealer mobil, agar lebih leluasa beli barang keperluan warung makanan, dan kalau disini yang paling di cari adalah telur, dan minyak goreng, mungkin mobilnya selain angkut sayur dari Lampung, kami juga mau ecer minyak goreng dan telur", ujar ibu itu.
" Bagus, jadi jangan kuatir tidak berhasil, pokonya semangat", Ranti.
" Saya Pamit dulu, ujar Ranti.
Mereka berdua kembali ke lapak ibu itu, namun saat tiba lapak ibu itu, terlihat Sandrina lagi di palak oleh para preman, Ranti segera mendekat dan memberikan 50 ribuan.
" Nah gitu dong neng, kamu sudah cantik baik hati lagi, tidak seperti temanmu itu', ujar preman itu.
" Maaf boleh tinggalkan kami berdua, setelah kami selesai ngopi , kami mau berangkat", ujar mereka.
" Maaf neng belom komplit kayaknya jika pagi-pagi tidak minum kopi', ujar preman itu.
" Silahkan, pesan saja, dan ambil gorengannya, bawain juga teman-teman kalian, yang lagi duduk disana.
" Terimakasih neng, anda sangat baik, besok-besok jika neng kesini kami pasti membantumu ", ujar mereka.
" Terimakasih tawarannya, apa kalian tidak mau beli sarapan sekalian, tanya Ranti.
" Waduh, malah di tawarin, kalau begitu, apakah boleh kami Bungkus buat teman - teman kami disana, sekitar 20 orang ? tanya mereka.
" Boleh pesan saja, tidak apa-apa, kapan-kapan saya kesini lagi nanti kalau jumpa pasti saya traktir kalian lagi", uang Ranti.
" Terimakasih neng, ujar mereka.
" Bu buatkan mereka sarapan", ucap Ranti di lapak sebelah.
Dengan cekatan ibu membungkus sebanyak 30 bungkus, para preman juga mengambil kerupuk.
" Neng total semuanya 450 ribu", kata ibu penjual nasi.
" Ini uangnya Bu, ujar Ranti sambil memberikan uang 500 ribu.
" Ini kelebihan neng', katanya.
" Tidak apa-apa, ambil saja anggaplah tips', karena sudah melayani mereka.
" Terimakasih neng, ujar mereka yang sudah menenteng sarapan pagi mereka.
" Sama-sama, ini buat kalian, saya butuh Security sekitar 30 orang untuk 2 bulan kedepan, untuk jaga peternakan, tambak dan perkebunan, gaji, 4 juta, fasilitas mess, dan ada pelatihan dasar security dari kepolisian, perusahaan yang bayar, Jamsostek, tunjangan lainnya adalah untuk kopi dan gula sebesar 1 juta perorang. Jika kalian semua mau bergabung, maka, Minggu depan, orang saya dari Surabaya akan datang menjemput kalian.
" Saya punya tempat pelatihan sekuriti di Surabaya, kalian akan latihan fisik dan beladiri disana selama 3 bulan, dan 1 bulan adalah teori, setelah itu kalian akan akan menempuh ujian untuk kartu anggota Security di Lampung, dan semuanya, dan selama program latihan 4 bulan, kalian sudah menerima gaji, di sana ada mess dan makan 3 x sehari, jika kalian merasa sanggup, hubungi saya, kalau tidak semua juga tidak apa-apa, kalau hanya 5 orang juga tidak apa-apa", ujar Ranti.
" Maaf Nona, apa Benar saat masuk pelatihan kami sudah di gaji, dan fasilitas disana gratis selama kami latihan? tanya seorang preman.
" Ya buat apa membohongi kalian, saya lihat kalian masih ada kebaikan di hati kalian, hanya kalian belum ketemu jalannya, percayalah, hidup kalian akan lebih bermartabat dan di hormati orang ketika kalian memiliki pekerjaan tetap, tapi karena saya baru membangun di Lampung, untuk sementara mess kalian masih darurat, tapi setahun kemudian pasti mess nya sudah bagus.
Kalau di Surabaya juga sama, namanya latihan fisik, jadi tinggal di tenda mirip tentara, tapi nyaman", ujar Ranti.
" Nona, nama saya Karyono, saya bersedia, tapi saya minta tolong, adik saya di Lampung ingin kuliah, jika berkenan, setelah masuk pelatihan bisa saya minta gaji 50% lebih awal, saat sudah di Surabaya, ucapnya takut-takut.
" Tidak masalah, saya akan berikan, ujar Ranti tegas.
" Karyono, jangan percaya, jangan-jangan Nona itu akan balas dendam karena kita minta uang dan makanan", ujar seluruh teman-temannya.
" Maaf kawan-kawan, saya ingin mewujudkan impian adik perempuan saya saya satu-satunya, saat ini dia bekerja sendirian demi sekolahnya, orang tua kami sudah tidak ada, jadi tinggal saya satu-satunya yang harus menjaganya, saya Minta maaf, kali ini kita jalan masing-masing, jika saya gagal Disana, saya pasti akan kembali kampung halaman mengurus kebun peninggalan orang tua saya", ujar Karyono .
__ADS_1
" Hei Nona, karena kamu, teman saya Pergi meninggalkan kami, kamu boleh bawa dia pergi, tapi bayar dulu 5 juta", ujar pemimpin preman itu.
" Baiklah, 5 juta kan, saya akan berikan", ujar Ranti sambil mengeluarkan uang 5 juta.
" Karyono , baju- baju kamu dimana ? tanya Ranti.
" Ini di tas saya, kebetulan saya memang pagi ini mau pulang, alasan saya pulang karena di desa saya ada lagi ada rekrutan untuk jadi buruh harian di proyek pembangunan lahan peternakan dan perkebunan, katanya lagi mau ada proyek pembuatan gedung, jadi saya mau daftar, apalagi jaraknya hanya 4 Km dari desa saya", ujar Karyono.
" Hahahaha, lokasi punya saya, ya sudah kamu berikan uang ini kepada mereka, dan kamu ikut saya sekarang 30 menit lagi kapal akan berangkat", ujar Ranti.
" Syukurlah kalau begitu, ujar Karyono , yang kemudian mengantarkan uang 5 juta kepada ketua preman.
" Ayo Karyono, ajak Ranti lalu mereka naik ke mobil dan segera masuk antrian untuk masuk ke Kapal.
Setelah sampai di atas Kapal, mereka turun dan Naik kelantai atas, untuk sekedar santai.
Sementara jauh di Wilayah Jawa Barat, tepat di salah satu desa di Garut, di hebohkan dengan 8 pria dewasa dan telah beristri masih tertidur pulas di tengah- tengah lapangan, dengan hanya menggunakan ****** *****.
Ranti memberikan efek tidur kepada mereka hingga jam 8 pagi, akhirnya mereka dibantu para warga untuk di angkat dan biasa kerumah masing-masing.
kembali ke Ranti
" Karyono, jangan kuatir, hidupmu pasti pasti berubah, dan adikmu pasti bangga sama kamu, oh ya maaf nama saya Ranti Putri dan ini Asisten saya namanya Sandrina", ucap Ranti.
" halo Nona Sandrina, saya Karyono, panggil saja Aryo atau Karyo, maafkan soal barusan', ujar Karyono.
" Lupakan saja, mulai sekarang, kita berdua adalah bawahan Nona Muda, Ujar Sandrina.
" Karyo, untuk sementara, kamu bantu dulu perekrutan orang di kampungmu, tapi kamu jangan terlibat, lihat dan perhatikanlah, bulan depan saya akan kirim tiket pesawat, apa kamu rekening bank?" tanya Ranti.
" Hehehehe maaf, gak Punya Nona Muda", ujar Karyono.
" Ya sudah nanti setelah saya selesai melihat lokasi pembangunan kita ke kota cari Bank, dan kami buat Rekening, dan apa kamu punya handphone yang bisa WA", tanya Ranti.
" Sudah dijual malam tadi, karena bayar utang warung makan, jadi tinggal nomornya saja", ujar Karyono
" Pakai yang ini saja, ujar Ranti mengeluarkan handphone 2 Samsung Galaxy S22 Ultra, untuk yang satu lagi berikan ke adikmu", ujar Ranti.sambil mengambil unit terakhir dari rampasan petinggi White Tiger.
" Nona Muda ini handphone mahal, saya gak enak menerimanya', ujar Karyono.
Tak lama berselang mereka akhirnya tiba di Bakauheni, tinggal 1,5 jam lagi mereka sampai di lokasi pembangunan peternakan Ranti, yang terletak antara Bakauheni dan Kalianda.
" Karyono, suruh adikmu tunggu kita di bank mandiri Kalianda, apa itu dekat dengan desa kamu", tanya Ranti.
" Lumayan, naik motor 30 menit", jawab Karyono.
" Kalau di handphone, telepon saja kita ketemu dengan adikmu di Bank Mandiri Kalianda, kalau gak punya ongkos suruh tunggu saja di bank, nanti kita bayar lebih, dan suruh bawa baju ganti, malam ini kita nginap di hotel, dan setelah itu kita jalan- jalan ke bandar Lampung", Ujar Ranti.
Karyono Segera menelpon adiknya, agar datang ke Bank Mandiri di Kalianda.
Tak tak terasa, mereka sudah tiba di Bank Mandiri, tapi adiknya Karyono belum tiba, katanya masih di jalan, sekitar 10 menit lagi baru sampai.
Ranti mengajak mereka masuk, dan menyuruh Karyono Segera membuka rekening, setelah mengisi semua berkas, si customer service bertanya mau setor berapa karena tinggal kolom itu yang belum diisi,Aryo bingung mau isi berapa.
" Tolong isi 5 milyar, dan buatkan ATM Platinum. dan buatkan Rekening 1 lagi untuk Deposito berjangka 1 tahun saldo 15 Milyar, uangnya ambil dari ATM saya bisa kan?" tanya Ranti.
Seketika customer servicenya langsing pucat, begitupun dengan rekan customer service yang lain, Karyono juga hampir melompat dari dari kursi, bagaimana tidak dia mendapatkan uang 20 milyar. hanya karena mau menjadi Security.
" Maaf Nona, jika Transaksi besar seperti ini kita ruangan VIP, ujar customer servicenya.
" Baiklah, tapi kami lagi satu orang lagi, katanya sudah di parkiran.
Ranti dan Karyono berdiri dan melihat keparkiran, dan benar saja adik Karyono sudah tiba dengan menggunakan ojek kampung.
" Kak, kok ade disuruh kesini tanya adiknya Karyono.
" Nanti kakak jelaskan, tapi kenalkan dulu dengan bos kakak,", ujar Karyono.
" Hai Nona, nama Saya Anjeli, adiknya kak Karyono, ucap Anjeli.
" Saya Ranti Putri, saya tinggal di Surabaya, panggil saja Ranti.
__ADS_1
" Nanti kita ngobrol, ayo kita selesaikan dulu urusan kita", ujar Ranti
" Selamat datang di bank mandiri, mari silahkan masuk, sapa Kepala Cabang Pembantu bank Mandiri Kalianda, yang didampingi seorang Manajer.
Ranti beserta Karyono dan adiknya mengikuti kedua orang Petinggi Bank itu, memasuki ruang pelayanan khusus, diikuti oleh customer service yang membawa berkas yang sudah diisi oleh Karyono.
" Mohon maaf Nona, apa benar anda ingin membukakan rekening atas nama yang tertulis dalam berkas ini ? tanya kepala cabang itu.
" Benar sekali, mereka saudara saya, saya juga jarang kesini jadi jika mereka ada tabungan maka bisa dipastikan kehidupan mereka bisa terjamin", ujar Ranti.
" Sangat mulia hati anda Nona, di luar sana banyak saudara yang tidak lagi menghargai saudaranya karena perbedaan harta", ujar Kepala Cabang Pembantu itu.
" Maaf pak tolong di percepat prosesnya saya masih ada urusan, dan juga untuk saudara perempuan saya juga, buatkan rekening yang sama, Deposito Berjangka untuk 1 tahun dan rekening biasa dengan kartu Platinum", ujar Ranti.
Hampir 1 jam pihak bank memproses pembuatan rekening Karyono dan Anjeli, akhirnya selesai.
" Kartunya sudah aktif, silahkan ganti Password nya di ATM, dan agar lebih gampang dan cepat, tuan dan Nona bisa menggunakan aplikasi Bank Mandiri", ujar Kepala Cabang Pembantu itu.
Karyono memberikan Handphone yang dari Ranti kepada Anjeli, seketika Anjeli melihat bahwa handphone itu harganya sangat mahal.
Selesai urusan di Bank, mereka lanjutkan perjalanan kali ini mereka langsung menuju ke Lokasi peternakan yang akan dibangun.
Ranti membelokkan mobilnya kearah jalan yang agak kecil dan aspalnya belum rata, ternyata itu adalah jalan untuk menuju tambak, di area Gerbang terlihat 2 orang pria yang duduk santai sambil merokok berjaga di gerbang dengan menggunakan Portal.
" Permisi selamat siang, mohon maaf Nona, ada tujuan apa anda dan kedua ketiga teman datang kesini", tanya penjaga itu dengan sopan.
" Saya datang untuk melihat lahan saya, itu sudah tertulis nama perusahaan saya, Perkenalkan nama saya Ranti Putri pemilik RPS Group Company, saya datang dari Surabaya", ucap Ranti.
" Mohon Nona menunggu sebentar, saya ingin melihat data yang dikirimkan kepada kami", ucap penjaga itu.
" Silahkan, tidak apa-apa", ujar Ranti.
Seorang penjaga yang satu lagi datang sambil membawa amplop coklat dan ketika dia membukanya ternyata isinya adalah foto dan data diri singkat Ranti, seketika penjaga itu tersenyum.
" Maaf Nona Muda, kalau kami kurang sopan, kami berdua di tugaskan berjaga dan menunggu Nona Muda disini, kami berdua petugas dari Kepolisian yang di tugaskan membantu penjagaan disini untuk sementara", ujar petugas Kepolisian itu.
" Terimakasih bapak-bapak, memang benar kami sangat butuh bantuan dari Pihak berwajib, apalagi kami belum selesai merekrut Karyawan dalam hal pengamanan", ujar Ranti.
" Semoga cepat selesai, agar kami memiliki rekan dari orang sipil", uang petugas itu.
" Baiklah, kalau begitu saya masuk dulu Pak, mungkin saya hanya sejam disini, ujar Ranti.
" Silahkan Nona Muda, didalam masih ada teman-teman kami yang berjaga alat-alat berat yang baru datang tadi malam, nanti malam juga akan datang sekitar 10 lagi, katanya ekskavator nanti jumlahnya 20 untuk di dalam, dan di sekitar gerbang ini ada 3 unit nanti, itu yang tercatat dalam buku yang di berikan kepada kami", Ujarnya.
Setelah mendengarkan laporan dari petugas Kepolisian itu, Ranti segera masuk ke lokasi, butuh waktu 30 menit untuk mereka tiba di tengah-tengah lahan itu.
Di sudut bagian bawah Ranti melihat hamparan tambak seluas 150 hektar yang terlihat sudah banyak yang tidak terurus, Ranti juga di datangi 2 orang dari tambak enggan menggunakan motor, Ranti juga melihat 10 alat unit Ekskavator sudah terparkir.
Ranti memasuki sebuah Pondok yang cukup luas dan bersih, terlihat banyak barang-barang tertata rapi, dan juga terdapat 2 kamera CCTV.
Ranti memindai seluruh lokasinya, di sudut terjauh dia melihat ada beberapa orang sedang menanam patok pembatasan wilayah, begitu juga di tempat lainnya, sedikitnya ada 6 kelompok yang bekerja, mereka juga menancapkan Plang bertuliskan nama Perusahaan Ranti.
Dataran yang landai mendominasi lahan Ranti yang menghadap ke laut, dan ada beberapa bukit, Ranti melihat masterplannya, baru dia mengerti maksud dari bendera - bendera yang terpasang, Bendera itu bertujuan untuk menandakan lokasi tersebut diperuntukkan untuk apa.
Ranti melihat jauh kedalam hutan ternyata ada ada sumber air yang cukup bagus, tinggal di gali untuk memperbesar.
Karyono takjub dengan lahan yang ada, dekat jalan raya dan juga berbatasan dengan laut.
" Rose, apakah yang menanam patok dan Plang papan nama itu adalah orang-orang kamu?" tanya Ranti.
* Benar Tuan, bukan hanya mereka, di beberapa desa sekitar juga ada ada orang dari dari Rose yang melakukan perekrutan, Rose bekerjasama dengan pemerintah desa setempat, agar data mereka lengkap dan bisa di pertanggung jawabkan, dan yang jelas harus punya kemampuan", Ujar Rose.
" Terimakasih Rose, tolong buatkan SIM kendaraan bermotor untuk 2 kakak beradik ini dan bekali dengan kemampuan beladiri dan Komputer saja, untuk Beladiri 1 tingkat di bawa Tim Keamanan Awal, sedangkan komputer berikan setara dengan manusia biasa, jangan lupa Serum pengikat jiwa", Perintah Ranti.
" Baik Tuan, kalau serum pengikat jiwa, untuk pekerja seperti teman baru Nona, maka reaksinya adalah membuat lumpuh seperti orang stroke, mereka hanya bisa selamat jika Tuan mengampuninya, tunggu 15 menit.
Sementara berdiskusi dengan Rose, orang yang dari kompleks tambak tiba.
" Maaf Mbak dan mas, kalau boleh tahu, apakah kalian orang dari perusahaan yang membeli seluruh lahan ini ?" tanya mereka.
" Ia kami dari perusahaan, sengaja datang meninjau lokasi", jawab Ranti.
__ADS_1
" Kalau boleh tahu, apa syaratnya untuk masuk dan bekerja di perusahaan mbak, jika tambak ini masih beroperasi, kami semua disini bersepakat ingin bekerja disini, kiranya syarat apa saja yang harus kami penuhi, kamu rata-rata hanya tamat SMP, tapi kami disini sudah lebih dari 5 tahun minimal bekerja disini", ujar mereka.
" Perkenalkan nama saya Ranti Putri, Pemilik Perusahaan yang membeli lahan ini termasuk dengan tambak tempat kalian bekerja.