SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Keributan di rumah Tiara


__ADS_3

Restu Jaya marah-marah karena merasa Pak Pribadi tidak adil, orang lain di berikan proyek sedangkan dia tidak.


Tiara dan Ranti yang barusan tiba terkejut, Restu memaki-maki Pak Pribadi dengan kata-kata yang sangat tidak sopan.


" Terserah kakak mau bilang apa, tapi saya tidak akan memberikan proyek apapun kepada kalian, karena memang bukan saya yang memutuskan perusahaan-perusahaan yang layak bekerja di proyek yang aku pegang", ujar Pak Pribadi.


" Dasar adik tidak berguna, masalah sepele begitu saja, kamu tidak mau mendukungku, aku ini kakakmu harusnya kamu lebih percaya saya daripada orang lain, kasih tau bosmu, saya ingin bertemu dengannya, awas kalau kamu tidak sampaikan, jangan harap aku akan menganggap kamu adikku lagi", ancam Restu.


" Hahahaha, silahkan saja tidak menganggap saya sebagai adikmu, toh memang selama ini Kakak tidak pernah menganggap saya, dulu saya diracuni oleh kakak, apa itu yang disebut menganggap saya sebagai adik, saya bukan Pribadi adikmu yang dulu, kesalahan saya di masa lalu adalah terlalu percaya dengan orang yang kupanggil kakak, tapi ternyata panggilan itu tidak berarti, bahkan saya hampir mati", ujar Pak Pribadi.


" Jadi kamu dendam dengan saya, gara-gara masalah kecil seperti itu, toh kamu sekarang sudah sehat, buat apa kamu mengingat masalah itu", ucap Restu merasa nyawa Pribadi tidak berharga.


" Jadi paman anggap meracuni ayah saya itu hanya hal sepele, baiklah saya akan telpon pihak kepolisian agar masalah paman meracuni ayah saya di buka kembali, semua bukti masih tersimpan, bahkan rencana pembunuhan paman terhadap ku juga masih tersimpan di kantor polisi', ancam Tiara.


" Kamu anak kecil tau apa kamu soal urusan orang tua", ujar restu


" Silahkan kamu keluar dari Rumah kami, karena kami tidak pernah mengundangmu kesini, dan kami juga tidak pernah datang kerumah kamu", ujar Tiara.


" Tidak sopan kamu dengan orangtua, apa itu didikan ayahmu yang tidak berguna ini", ujar Restu menghina Pak Pribadi.


" Hahahaha, buka matamu dengan baik, apa kamu pikir sekarang kamu masih lebih hebat dari Ayahku, Perusahaan Ayahku, memegang 2 Mega Proyek dengan nilai 600 triliun, belum proyek - proyek yang lain, nah perusahaan kamu apa, dan buktinya kamu datang meminta proyek kepada Ayahku, dasar tidak tahu malu", sengit Tiara.


" Maaf saya menyela, apa yang anda tawarkan dalam proyek yang di kerjakan oleh Om Pribadi?" tanya Ranti.


" Jangan urusin urusan orang dewasa, sekolah saja belum tentu lulus sok mau tau soal bisnis", jawab Restu dengan angkuh.


" Hei Tiara, jadi kamu menganggap ayahmu sudah lebih hebat dari saya, lihat saja jika bosnya setuju bekerjasama dengan saya, pasti Ayahmu akan di tendang", ujar Restu.


" Hebat juga pemikiran Paman, kalau begitu, silahkan ketemu dengan Pemilik Proyek itu, tapi saya yakin Paman akan di tendang habis-habisan oleh pemilik 2 Mega Proyek itu", ujar Tiara.


" Yakin bos ayahmu akan menendang Paman, apa kamu berani bertaruh dengan Paman?" tanya Restu


" Ayo siapa takut, sebutkan saja taruhan Paman", tantang Tiara.


" Jika kamu kalah Maka, suruh Ayahmu membayar kompensasi mengabaikan paman dalam proyek itu sebanyak 5 triliun", ujar Restu.


" Dan bagaimana kalau Paman yang kalah,apa yang akan paman berikan?" tantang balik Tiara.


" Hahahaha, Paman kamu ini tidak akan kalah, siapkan saja Uangnya, tapi agar kamu senang, jika Paman kalah, Paman akan berikan kamu 1 unit Mobil Ferrari', ujar Restu


" Hahahaha, dasar licik, tapi Baiklah Berikan saya Ferrari LaFerrari Aperta, tapi dalam bentuk uang saja, itu sudah sangat murah di banding 5 triliun, tapi keluarkan dulu Uangnya baru kita bertaruh", tantang Tiara.


" Hahahaha, jadi kamu tidak percaya dengan Paman", Ujar Restu


" Tidak ! ujar Tiara".


" Ya sudah, tidak masalah, pokoknya kalau kamu menang pasti paman bayar.


" Oke lah, tapi sayang sekali, sebelum Paman bicara orangnya sudah mendengar niat busuk paman, Asal paman tau, teman saya inilah Pemilik 2 Mega Proyek yang di kerjakan Ayahku", ujar Tiara.


" Hahahaha, gadis bar-bar yang sempat menolong kamu ini dan yang membantu kalian memenjarakan anak saya, jangan mengkhayal kamu..! ujar Restu


" Kalau begitu, siapa pemilik proyek


itu menurut Paman?' tanya Tiara.


" Hari ini orang saya sedang bertemu dengan Tuan Rendi, CEO RPS Group Company, saat ini mereka sedang rapat jadi silahkan bayar taruhanmu", ujar Restu.


" Maaf ya, Rendi baru saja mengusir orang kamu dan anakmu, bahkan tidak sampai 10 menit mereka bertemu, ini WA Rendi kepada saya", ujar Ranti.


" Hahahaha, mimpinya itu di malam hari, bukan sore hari seperti ini", ujar Restu.


" Baiklah, silahkan saja kamu mengoceh sesuka hati, harap kamu berhati-hati dengan mulut kamu itu", ujar Ranti.


" Tiara, pakai seluruh pengacara saya, dan buka kembali kasus Rencana pembunuhan terhadap kamu dan kasus meracuni ayahmu, manusia seperti dia tidak pantas kamu panggil Paman, baru saja dia berniat akan menendang ayahmu, untuk apalagi sungkan dengan orang seperti dia", ujar Ranti.


" Apa kalian berani membuka kasus itu, hahahaha, kayak mampu saja membayar pengacara", sombong Restu.

__ADS_1


Tak lama handphone Restu berdering, ternyata dari anaknya.


" Bagaimana pertemuannya dengan Rendi si bos ingusan itu", ujar Restu.


" Dia mengusir kami, dia juga tau kalau kita bermasalah dengan Paman Pribadi, lagian dia juga Bilang Tiara adalah ada teman sekolah dari bos besar pemilik Mega Proyek yang di kerjakan Paman Pribadi", lapor Anaknya Restu.


' Apa, Pemilik Mega Proyek itu, temannya Tiara ?" ujar Restu.


" Ia ayah, dan katanya semua keputusan berada di tangannya, karena proyek itu dialah Pemilik Tunggal", ujar anaknya Restu.


" Namanya siapa, biar kita cari orangnya, dan suruh seluruh anggota kita mencarinya", ujar Restu.


" Tuan Rendi tidak memberitahukan siapa nama teman Tiara itu, dia hanya bilang mereka sangat akrab seperti saudara", ujar anaknya Restu.


" Ya sudah, kamu cari informasi tentang temannya Tiara, ayah juga akan tanya sama Tiara", ujar Restu, dan menutup telpon.


" Bagaimana hasilnya, apa sudah bertemu dengan Rendi si pemilik Mega Proyek itu, ejek Ranti.


" Bukan urusan kamu ! bentak Restu.


" Tiara, betapa bodohnya orang yang kamu panggil Paman, masih lebih pintar Mang Dul sopirku daripada yang mengaku Direktur, hahahaha", ejek Ranti.


" Tutup mulutmu, jangan sampai nanti ku tampar kamu", bentak Restu.


" Hahahaha, baiklah silahkan cari kalian cari pemilik Mega Proyek itu, padahal, Pemilik itu adalah juga temanku, jadi aku tahu dimana dia tinggal, nomor Telepon pribadinya juga aku dan Tiara tahu, bahkan kita pernah di ajak liburan bareng ke Los Angeles USA", pancing Ranti.


" Kalau begitu, saya kasih kamu 50 juta, jika kamu memberitahukan alamat dan nomor telpon pemilik proyek itu", ujar Restu.


" Tiara, aku gak pernah pegang uang sebanyak itu, menurut kamu apa itu sudah harga yang bagus?" akting Ranti.


" Hahahaha, 50 juta itu sangat sedikit, minimal kamu harus minta 500 milyar", ujar Tiara.


" Ia Om, 500 milyar baru aku kasih tau, biar aku juga jadi orang kaya, kan nanti Om bisa dapat untung Besar dari 2 Proyek itu", ujar Ranti memancing.


" Orang seperti kamu mau jadi orang kaya, hahahaha kamu tunggu saja bulan jatuh dari langit", ujar Restu.


Restu secara diam-diam mengirim pesan ke Anaknya agar memerintahkan anak buah mereka mengikuti Ranti, disertai dengan kiriman gambar Ranti dan Tiara.


" Tidak apa-apa, kalau kamu juga tidak mau menerima 50 juta dari saya", ujar Restu.


" Dan kamu Pribadi, jangan cari aku jika ada masalah di proyek kamu", ancam Restu.


" Silahkan saja berbuat semaumu, tapi resiko tanggung sendiri, jangan harap saya membantumu, sudah cukup aku tidak menuntut kamu atas perbuatan meracuni saya", Silahkan pergi dari rumah saya, bentak Pribadi.


" Ya saya akan pergi dan tanda tangan surat pemutusan hubungan saudara saya dengan kamu", ujar Restu


" Baiklah, toh dari kecil aku tak pernah di anggap sama kamu, jadi buat apa punya kakak tapi tidak menghargai adiknya", ujar Pak Pribadi.


" Surat ini juga mengesahkan kamu dan keluargamu, telah di coret dari keluarga Besar Jaya, apalagi sekarang saya yang menjadi Kepala Keluarga Jaya, dan sudah di putuskan agar kamu jangan menggunakan nama Jaya lagi, termasuk anak mu itu", ujar Restu.


" Baiklah, Keluarga saya dan keluarga adikku tidak akan menggunakan nama keluarga Jaya, kami akan menggunakan Nama Ibu kami", malam ini juga saya akan urus penggantian nama keluarga, dan mengganti kata Jaya Di nama Perusahaanku", ujar Pribadi.


" Tiara, mulai hari ini, kita bukan bagian dari keluarga Jaya, asal kamu tau Ayah dan Restu bukan saudara kandung, saudara sekandung ayah itulah Bibimu yang di Jakarta, dari juga sudah di usir dari Keluarga Jaya karena menikah dengan Pamanmu, tapi kamu lihat sendiri, Pamanmu sekarang sangat sukses", ujar Pak Pribadi.


" Ia Ayah, toh semua ijazah Tiara tidak menggunakan nama Jaya, semuanya hanya menulis Tiara Lestari.


" Itulah Nama nenekmu, kakekmu 3x menikah, dan punya anak 6, nenekku istri ketiga, makanya ayah dan Bibimu sangat mereka mereka benci, jadi bersyukurlah kita sudah di keluarkan dari keluarga itu, pasti Bibimu akan senang mendengarnya, dan haram kamu memanggil keempat orang di atas ayah sebagai Paman, dan anak-anak mereka jangan lagi kamu dekat mereka, toh mereka juga tidak pernah menganggap kamu saudara", tegas Pribadi.


" Karena anda sudah tidak ada kepentingan dengan kami, silahkan keluar dari rumah kami, nanti setelah kamu keluar saya akan ganti seluruh perabotan rumah saya, dan akan saya cuci, agar seluruh najis kamu bilang dari rumah ini', ujar Pribadi.


" Pelayan tolong turunkan foto keluarga besar saya dan bakar sekarang juga", Perintah Pak Pribadi.


Entah bagaimana Pak Pribadi yang biasanya Kalem kini berubah jadi menjadi orang yang dingin kepada Restu.


" Pah, sabar pah, ucap ibunya Tiara.


" Gak apa-apa mah, papah sekarang lebih tenang, karena sudah tidak terikat dengan keluarga itu, dan mulai hari ini, keluarga menjadi Pribadi Husada, Karena nama lengkap Ibuku adalah Lestari Husada", ujar Pak Pribadi.

__ADS_1


" Baiklah, mama ikut kata papah saja", balas istrinya.


Restu meninggalkan salinan surat pemutusan hubungan saudara, dan meninggalkan rumah Pribadi bersama Anak buahnya.


" Maaf Ranti, kamu datang rumah kami ada masalah", ujar ibunya Tiara.


" Santai saja Tante, justru saya bisa tau tujuannya orang itu, dsn saya juga semakin percaya dengan Om", ujar Ranti.


" Terimakasih ya, ucap ibunya Tiara.


" Ya sudah karena hari sudah sangat Sore, saya pamit pulang dulu, tadi kami dari sekolah langsung ke Mall Galaxy.


Sementara di tempat lain, anaknya Restu sedang menyusun rencana, untuk menculik Tiara dan Ranti, dan akan memaksa mereka memberikan informasi tentang pemilik 2 Mega Proyek, dan rencana menghancurkan Proyek Kota Terpadu.


" Aplikasi Mata Dewa pantau terus keluarga Tiara dan juga Restu, laporkan segala situasi yang terjadi", ujar Ranti.


" Baik", jawab Aplikasi Mata Dewa.


Kali ini Ranti belum mau bertindak, dia ingin melihat sejauh mana yang akan di lakukan oleh Restu dan anaknya.


Akhirnya Ranti tiba di rumahnya, dan langsung memberikan badan dan turun lagi ke lantai bawah, disana seluruh saudaranya lagi nonton TV.


" Dek bagaimana dengan UN kamu ?" tanya Friska


" Bisa ku selesaikan dengan baik", jawab Ranti.


" Kakak Percaya sama kamu,", uang Friska.


" Dek bagaimana dengan Kuliah Rindu di Amerika Serikat?" tanya Mercy.


" Kak, aku belum mau kuliah jauh-jauh, bagaimana kalau aku ambil S2 saja disana, S1 di ITB Bandung saja, bagaimana?" tanya Rindu.


"Lalu bagaimana dengan perusahaan disana", tanya Mercy


" Oh ya ampun aku lupa, ya sudah kalau begitu, aku memang sudah melihat Massachusetts Institute of Technology (MIT)", Ujar Rindu.


" Nanti orangku di sana yang akan mengurusnya, kakak hanya perlu mengirim data saja, dan ikut Tes di sana, paling lambat mendaftar bulan Desember, syaratnya nanti mereka kirim Minggu depan", ujar Ranti.


" Baiklah kalau begitu", berarti aku harus bersiap-siap hidup mandiri disana", ujar Rindu.


" Kalau kakak ingin punya teman dari sini juga gak apa-apa, asal orang itu mau sekolah dan tinggal disana, nanti kita beli apartemen dan juga kendaraan, serta bawa pelayan dari sini kalau kakak mau", ujar Ranti.


" Yang paling Pintar di kelasku hanya Wulandari, dia juga bercita-cita kuliah di luar negeri, makanya dia berusaha cari beasiswa", ujar Rindu.


" Ya sudah, kalau kakak percaya dengan dia, kakak ajak saja dia, aku berikan dia 350 ribu dollar Amerika pertahun, syarat wajib menemani kakak hingga selesai dan membantu pekerjaan kakak di perusahaan kita disana", Ujar Ranti.


" Baiklah, nanti kakak bicarakan dengan dia, tapi apakah dia harus mengambil jurusan yang sama dengan kakak ?" tanya Rindu.


" Satu Fakultas saja, tapi soal jurusan terserah dia, tapi arahkan dia sejurusan dengan kakak, agar jadwal kuliah sama", ujar Ranti.


" Oke, besok Kakak bicarakan dengan dia, kakak yakin dia pasti mau", ujar Rindu.


" Bilang saja Biaya kuliah kita yang tanggung hingga selesai, apartemen, kendaraan dan juga uang saku 350 ribu dollar Amerika per-tahun", ujar Ranti.


" Baik Dek", terimakasih ya", ujar Rindu.


" Kita keluarga, kak Rindu adalah kakakku, pasti aku akan dukung dengan sepenuh hati cita-cita kakak, jujur saja, aku tak mau kakak sekolah jauh- jauh, tapi itu adalah cita-cita kakak, kalau nanti kita semua sangat kangen, kita pasti berangkat kesana, atau sebaliknya, kakak bisa pulang dengan pesawat Pribadi milik perusahaan", jawab Ranti.


" kalau kami mau ambil S2 di luar negeri boleh gak Dek?" tanya Mercy


" Boleh, uang kita semuanya sangat banyak, Kak Darel saja sudah berencana akan Amerika Serikat untuk S2 tapi dia bilang mau menikah dulu, agar kak Sonia bisa ikut, kalian berdua juga silahkan kuliah S2 disana, aku juga nanti S2 akan keluar negeri, apalagi saat itu, Armando dan Salma sudah besar, jadi mereka bisa ikut aku disana, Atua terserah mereka.


" Kak Dewi dan Kak Vanya juga sama ingin kuliah di Luar negeri, aku ingin kita semua punya gelar dari universitas bergengsi dari luar negeri, cuma mungkin aku nanti ke Inggris, di tempat orangtuaku sekolah, tidak apa-apa untuk sementara kita berjauhan karena pendidikan, tapi ingat setelah semuanya selesai, tidak ada yang boleh tinggal berjauhan lagi, kita nikmati setiap hari bersama walau kita sama-sama sudah berkeluarga", ujar Ranti penuh harapan.


" Ia Pasti, kita tinggal di rumah pinggir pantai saja, ujar Mercy.


" Ia, nanti kita Bangun 1 tempat untuk bisa kita gunakan sebagai tempat kita bekerja, dan kita siapkan Tim khusus yang membantu kita mengontrol semua Perusahaan kita.

__ADS_1


__ADS_2