
Selesai makan siang Ranti mengajak mereka ke Konter Handphone, Ranti membelikan mereka bertiga merek sesuai keinginan mereka.
Sebelum berangkat menuju ke PIK 2, mereka mampir ke Bank untuk membuat rekening, Maureen membuka 2 Rekening sekaligus.
Sementara Ranti menunggu mereka membuat rekening, Ranti dan Rezita terlibat obrolan ringan soal gedung Emerald yang saat ini, sudah penuh 100%.
" Syukurlah, berarti Nugroho mengelola dengan baik, ucap Ranti
" Benar Nona, Pak Nugroho terkadang turun langsung menjawab komplain penyewa, Peningkatan juga terjadi di bagian kami karyawan, Pak Nugroho tak segan-segan memecat karyawan yang tidak disiplin, apalagi soal aturan dari Nona Muda, ucap Rezita.
" Itu baru betul, lantas kapan kamu wisuda, tanya Ranti
" Bulan Mei, di barengi dengan 2 tingkat di bawah saya Nona, alasannya biar anggaran lebih murah, jawab Rezita
" Saya baru mendirikan bank, saya sudah menyodorkan nama kamu, jadi selesai wisuda silahkan kamu menghadap ke Pak Jusuf, Perintah Ranti.
" Berarti saya harus pindah dari gedung Emerald, tanya Rezita
" Ya harus, tapi jangan buru-buru, saya kasih waktu kamu hingga akhir tahun, jadi masih ada 11 bulan lagi, jawab Ranti.
" Baik Nona, terimakasih, Ucap Rezita
Saat ini mereka sudah berada di di perjalanan menuju PIK 2, Ranti sudah menghubungi seorang marketing disana.
Waktu terus berjalan, akhirnya Rezita memarkir mobil tepat di sebuah bangunan, yang di tawarkan marketing dan sudah full furnished, tinggal bawa koper saja.
Kebetulan, Yolanda tertarik dengan model rumah itu, setelah kesepakatan terjadi, dan mereka bisa menempati rumah itu kapan saja.
Selesai membayar rumah itu, lalu pergi dan melanjutkan perjalanan, kali ini Ranti membawa mereka ke dealer mobil Toyota, Ranti membelikan Lukas, Corolla Cross, sedangkan Maureen akan di belikan ketika dia sudah memiliki SIM dan sudah mulai sekolah lagi.
Semua sudah beres kini mereka melanjutkannya perjalanannya ke rumah lama Yolanda, untuk menahan mereka pulang.
Tiba di rumahnya, terlihat tetap terawat, bersih dan rapi, serta cukup luas.
Hampir sejam mereka berada disana, hingga akhirnya Ranti berpamitan untuk ke Bandara.
" Terimakasih Nona Muda, dan hati - hati di perjalanan, ucap mereka sambil membungkukkan badan mereka.
Seketika rumah Yolanda di datangi banyak tetangga yang ingin menyambut Maureen.
" Bu kapan bagusnya kita pindah kesana, tanya Maureen
" Minggu depan saja bagaimana, kita buat syukuran sini sekaligus memberitahukan bahwa kita akan pindah, dan bulan depan rumah ini akan di renovasi.
" Baiklah Bu, besok temani Maureen kesekolah, ucap Maureen.
Jam sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB, akhirnya Ranti tiba di Bandara, Ranti memerintahkan agar Rezita tidak usah menunggunya hingga naik pesawat.
Sebelum ke ruang tunggu VVIP, Ranti mampir ke restoran dia hanya memesan kopi dan Roti bakar, dan secara tak sengaja dia mendengar obrolan yang mengarah ke keluarganya.
" Bro kapan kita berangkat ke Pulau itu, tanya salah seorang laki-laki.
" Kamu itu kemana saja, aku barusan pulang dari sana, sudah hampir setahun kita gak kesana, balas walau satu
" Suami istri itu beserta pelayan nya, sangat keras kepala, mereka sama sekali tidak memberi petunjuk soal anak mereka. Yang . mereka ingat anaknya di taruh di depan rumah warga,
" Kita jangan kecewakan bos, selama ini gaji kita selalu tepat waktu, hanya aku heran, bos Ferdi apa gak bosan mengurung orang dan merawatnya.
Ketika Ranti mendengar ada kata Ferdi, membuatnya makin penasaran, akhirnya dia mendapatkan informasi yang sangat penting, Aplikasi Mata Dewa, cari tau asal usul semua laki-laki itu.
Ranti juga tak berpangku tangan, status mereka ternyata pembunuh bayaran.
Kebetulan ada yang menelpon, dengan memfokuskan pendengaran, dia bisa mengetahui isi pembicaraan mereka.
Para pembunuh bayaran itu akan terbang ke Surabaya dan mereka akan bergabung dengan geng White Tiger.
* target mereka sesungguhnya adalah Tuan, mereka di bayar oleh ayahnya Mikhael untuk menangkap Tuan, ucap Rose.
" Ternyata informasinya, kalau begitu, nanti aku atur ulang target mereka, biarkan saja mereka sampai Surabaya, ucap Ranti
* Apakah tuan akan memakai tangan mereka untuk membasmi White Tiger, tanya Rose
" Benar sekali, ini namanya tak tik, jika bisa pakai orang lain, Kenapa harus kita sendiri yang melakukannya, ucap Ranti
* Bagus itu, tuan sangat cerdas, puji Rose
" Ini semua karena sistem memberikan aku Mind Ruler, ujar Ranti
Tak lama berselang, para pembunuh bayaran itu, keluar dari restoran.
" Aplikasi Mata Dewa, rekam semua perjalanan dan kirimkan alamat di mana mereka menginap, dan akan bertemu dengan siapa, perintah Ranti
Ranti keluar dari restoran dan berangkat menuju pesawatnya.
Penerbangan selama satu jam setengah, hingga akhirnya dia tiba di Juanda Surabaya.
Ranti meminta semua saudaranya tidak usah menjemputnya, itulah kenapa hanya Mang Dul di temani Bu Likha yang datang ke Bandara.
__ADS_1
Di sebuah kawasan perumahan mewah, kini hadir beberapa petinggi White Tiger, mereka menyusun rencana bagaimana menangkis Ranti.
Aplikasi Mata Dewa yang mengawasi mereka segera memberi pesan agar waspada.
Tiba di rumah, Ranti segera masuk ke ruang dimensi, kemudian mandi dengan air surgawi, dan beristirahat.
Walaupun tidak kesekolah, Ranti tetap bangun pagi, selesai semua sarapan, mereka berangkat ke sekolah, sedangkan Ranti kembali ke kamar dan mandi, kemudian dia juga pergi.
Dengan mengendarai Toyota New C-HR Hybrid, dia menuju ke warung bubur ayam langganannya, tiba disana dia terkejut melihat segerombolan preman sedang membongkar paksa tenda-tenda yang berjualan.
Ranti mengecek status mereka, dan ternyata preman -preman itu bagian dari White Tiger.
Lahan seluas sekitar 2 hektar yang sudah bertahun-tahun dijadikan tempat para pedagang untuk berjualan dan kini hendak dikuasai oleh mereka.
Tak mau berlama-lama, Ranti langsung mengontrol pikiran para preman, dan hanya butuh waktu 1 menit, para preman berhenti membongkar tenda-tenda para pedagang kaki lima itu.
Dengan marah di memerintahkan agar preman-preman itu, pergi menyerang balik orang yang memerintahkan mereka.
Para preman langsung berhamburan pergi dari lokasi itu, hingga membuat suasana kembali tenang, beberapa pedagang yang tendanya hancur, tertunduk lesu.
Ranti mendekati mereka dan bertanya berapa modal untuk berdagang kembali.
Sekali lagi kebaikan hati Ranti terlihat, dengan penuh kesabaran dia membantu pedagang - pedagang itu.
Setelah semua beres, Ranti memesan bubur ayam dan mulai menikmati makanannya.
Sementara makan, Ranti melihat seorang pemuda sedang berbicara dengan pedagang siomay, memohon agar uangnya di kembalikan, tapi bukannya dia membayar malahan dia memaki-maki orang yang menagih hutang itu.
Tak tahan pemuda itu di maki akhirnya dia pergi dan mendekati tempat Ranti yang sedang makan.
" ada apa mas, kenapa dengan tukang siomay itu, tanya Ranti
" Setahun lalu dia pinjam uang saya, katanya buat usaha dan memang benar dia berusaha, saat ini dia sudah maju, jadi saya meminta uang yang dia pinjam dari saya, kata pemuda itu
" Berapa yang dia pinjam dari kamu ? tanya Ranti
" 20 juta, waktu itu aku membuka pabrik bakso, dan boleh di katakan maju, banyak pedagang yang datang utang beberapa kilo bakso, dan mereka semua dengan tekun membayar, tapi dia temanku ternyata seperti itu, ucap pemuda itu dengan sedih
" Bagaimana dengan pabrik bakso kamu, apa masih berjalan, tanya Ranti
" Bangkrut, modal saya di bawa lari oleh istri saya dan selingkuhan nya, tapi saya sudah ikhlas, saya menagih hutangnya untuk ku jadikan modal dan membuka pabrik bakso lagi, ucapnya.
" Sehari kamu bisa buat berapa kilo dan terjual berapa, tanya Ranti
" Rata-rata seminggu saya mampu menjual sekitar 400 kilo, karena beberapa warung dan toko grosir makanan mengambil bakso dari dari saya, ujar pemuda itu.
" Kenapa kamu tidak pinjam ke Bank, atau Perusahaan Pembiayaan modal kerja, tanya Ranti
" Berapa modal yang di butuhkan untuk membuka kembali pabrik kamu, tanya Ranti.
" Karena masih ada sebagian mesin dan peralatan lainnya, saya masih membutuhkan sekitar 150 juta, tapi jika seperti awal dengan mesin kapasitas produksi sedang serta mesin pengemasan, saya butuh 300 juta, ujar pemuda itu.
" Lumayan besar juga, ucap Ranti
" Makanya saya kesulitan membuka pabrik saya lagi, kata dia
" Begini saja, sekarang kamu buat surat permohonan pinjaman modal usaha ke RPS Multidana Finance, dan bertemu dengan Nona Clara disana, hari ini, sebelum kantor tutup, ucap Ranti
" Tapi saya tidak punya apa-apa untuk di jaminkan, ucap pemuda itu
" Kamu bawa saja dan berikan kartu nama ini kepadanya, pasti dia mengerti, dan percayalah kamu bisa mendapatkan bantuan modal usaha sebesar 300 juta, dengan bunga ringan, waktu pengembalian 5 tahun, ucap Ranti.
" Apa benar saya bisa mendapatkan pinjaman sebesar itu tanpa jaminan, ujar laki-laki itu dengan ragu
" Percayalah, saya hanya kasih kesempatan hari ini hingga sebelum jam kantor berakhir, ucap Ranti
" Kalau boleh tau, nama nona siapa, tanya pemuda itu.
" Nama saya ada di Kartu nama itu, pergilah dan buat surat permohonan nya, buatlah dengan sederhana yang penting maksud dan tujuan jelas, serta kesanggupan kamu mengembalikan pinjaman kamu, asalkan kamu memiliki KTP Surabaya, ucap Ranti.
" Baik Nona, nama saya Cahyo Effendi, asli Surabaya, jawabnya
" Pergilah, dan saat kamu memulai lagi pabrikmu, buatlah dokumentasi dan berikan ke Perusahaan RPS Multidana Finance, biar mereka senang, ucap Ranti.
" Tentu saja, saya akan buat spanduk bertuliskan mitra RPS Multidana Finance, seperti yang aku lihat di beberapa warung makan, kata pemuda itu.
Sekarang Ranti menuju ke markas White Tiger yang baru, sesuai laporan dari Aplikasi Mata Dewa, mereka menggunakan salah Bangunan Bekas gudang, tak jauh dari lokasi pembangunan Pabrik Sabun miliknya.
Dengan kecepatan sedang Ranti mengendarai mobilnya, hanya butuh 30 menit dia sudah sampai di daerah itu, dari dalam mobil dia memindai dengan mata Semesta dan benar saja, di dalam bangunan itu, terdapat banyak orang yang beraktivitas.
Dia juga melihat ada beberapa ruangan yang berisi narkoba, dan beberapa gadis remaja.
Disitu juga terlihat 6 orang pembunuh bayaran yang dia lihat di Bandara Soekarno Hatta semalam.
Usai memindai lokasi itu, Ranti masuk ke area pembangunan pabrik sabunnya.
Secara kebetulan dia bertemu dengan Wawan wakil Ketua Tim Keamanan, Ranti memanggil Wawan yang sedang mengecek anggota.
__ADS_1
" Selamat Pagi Nona, ada apa gerangan tiba-tiba nyasar kesini, ucap Wawan dengan bahasa santainya.
" Hanya mau jalan-jalan saja, pas sudah dekat sini ya mampir saja, ucap Ranti
" Silahkan duduk Nona, saya lagi mengecek kedisiplinan waktu anggota dan memeriksa CCTV, sesuai SOP dari Pak Sumadi.
" Bagus itu, karyawan yang malas langsung di berikan peringatan, jika tidak berubah, ganti dengan orang lain saja, ucap Ranti
Beberapa anggota security dan pekerja proyek yang mendengar omongan Ranti terkejut.
" Maaf Nona, nada bicara anda begitu lantang mengucapkan kata Pecat, apa itu tidak berlebihan, ucap seorang pekerja proyek.
" Tidak, buat apa mempekerjakan orang yang malas dan tidak disiplin, ucap Ranti.
" Mungkin mereka jadi malas karena gaji dan aturan kerja, balas pekerja proyek itu
" Apa gaji sesuai UMR dan tunjangan lain itu tidak pantas, ucap Ranti
" Oh Mereka di bayar sesuai UMR, di tambah lagi Tunjangan, jadi bisa dong mereka terima sekitar 6 juta perbulan, ucap pekerja proyek itu
" Tepatnya mereka mendapat gaji 5,5 juta, diluar lembur, belum lagi seragam tiap 6 bulan di berikan gratis dan jam kerja hanya 8 jam per hari, bagaimana menurut anda, tanya Ranti
" Kalau sudah begitu dan mereka masih malas, jujur saja saya setuju dengan omongan anda, ucap pekerja proyek itu
" Maaf di sini kamu bagian apa, tanya Ranti
" Saya supervisor alat berat, kebetulan hari ini jadwal saya mengecek alat, apakah ada masalah atau tidak, ujar pekerja itu.
" Pantas saja kamu duduk disini, ucap Ranti
Ranti meninggalkan proyek dan menuju ke Perusahaan RPS Food Excellent.
Sepeninggal Ranti, pekerja proyek itu bertanya ke Wawan.
" Mas, Nona yang tadi itu siapa, tanya dia
" Dia Nona Muda kami, ada apa Mas ? tanya Wawan
" Apa mas Wawan bekerja di Perusahaan orang tuanya, tanya pekerja itu
" Kami tidak bekerja di Perusahaan orangtuanya, Dialah bos besar kami, Nona Muda kami hanya hidup bersama saudara- saudaranya, ucap Wawan
" Astaga.. kelihatan nya masih mudah sekali, ucapnya
" Hahahaha kamu percaya atau tidak umur Nona Muda kami itu, baru 16 tahun, ucap Wawan.
' Apa.. baru 16 tahun, ucap pekerja itu kaget.
Hahahaha.. hahahaha Wawan tergelak tawa melihat ekspresi pekerja itu.
Saat ini Ranti sudah memasuki area Pabrik RPS Food Excellent, di Pintu Gerbang terlihat seorang security sedang melayani mobil box yang hendak keluar dari kompleks Pabrik.
Ranti melihat, security sedang beradu argumentasi dengan sopir mobil box itu, Ranti memarkir mobilnya di luar pabrik dan mendekati Pos security.
" Selamat Pagi dan selamat datang Nona Muda, ucap security yang berjaga di pintu masuk pabrik.
" Ada masalah apa di pintu keluar itu, kenapa ada keributan, tanya Ranti
" Beberapa hari ini banyak supir mobil box, tidak mau menunjukkan surat ijin keluar barang dan tidak mau lewat jalur timbangan, ucap Security itu.
Mendengar laporan security itu, Ranti beranjak dan mendekati sopir yang masih berdebat.
" Hei kamu mundurkan mobil mu, perintah Ranti
" Siapa kamu, seenaknya memerintah saya mundur, ucap sopir itu.
" Mundur kataku, ucap Ranti berteriak membentak
Security yang berbicara dengan Ranti dan beberapa karyawan yang kebetulan berada disitu terkejut mendengar suara lantang Ranti
" Kalau kamu mau keluar bawa barang, tunjukkan suratnya dan lewat jalur timbangan, ujar Ranti
" Maaf gadis kecil, kamu itu siapa berlagak disini, sudah sana minggir, bentak sopir itu.
Suasana sudah semakin ramai, seorang security, segera menelpon komandannya dan juga menelpon manajer, karena security itu masih baru jadi dia tak mengenal Ranti, sementara security yang melaporkan tindakan sopir itu, menemani Ranti yang sedang mengamuk.
" Mas mendingan kamu mundurkan mobil ini, ucap security
" Kamu hanya security, kamu tidak berhak mengatur kami yang supir disini, ucap sopir itu.
' Terakhir saya ngomong, kamu mau mundur atau tidak tanya Ranti
" Tidak, saya harus mengirim barang, dan kamu juga tak berhak mengatur kami disini, ucap sopir itu
" Security, panggil kepala gudang dan kepala ekspedisi sekarang, perintah Ranti.
" Saya mau tau siapa yang membuat para sopir jadi kurang ajar, batin Ranti
__ADS_1
Karena si sopir tidak mau mundur, Ranti membuka paksa pintu mobil dan menarik sopir itu keluar dari mobil.
" Security mundurkan mobilnya dan lihat surat jalannya, dan bandingkan dengan hasil timbangan, perintah Ranti.