
Ranti memeriksa kondisi tubuh anak dari alam itu dengan seksama, ternyata anak itu hanya kekurangan asupan gizi saja, hingga tubuhnya lemah,hingga terserang penyakit.
" Rose, apakah ini bisa menerima obat herbal buatanku atau tidak bisa?" tanya Ranti.
* Bisa Tuan, kasih saja obat herbal biasa,dan Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh serta air Surgawi, pasti sembuh dan duduk anak itu akan normal, kedepannya, harus jaga pola makan", ujar Rose.
" Baiklah, dan tolong Carikan ruko yang bisa buka usaha bengkel, bapak itu pintar dalam hal mesin mobil dan motor, ujar Ranti.
" Ada Tuan, kebetulan tempat bekas bengkel, jadi hanya perlu renovasi saja, harganya 2,5 milyar, bangunan 3 lantai, Daerah Depok", ujar Rose.
" Terimakasih Rose, saya diskusikan dengan bapak itu dulu", ujar Ranti.
" Pak, jika anak bapak sudah sehat dan bapak uang 1 Milyar, usaha apa yang akan bapak lakukan? tanya Ranti.
" Aku dari muda bekerja di bengkel, dan sempat punya bengkel, tapi karena masalah dengan mantan istri, jadi semuanya hancur", ujar bapak itu.
" Kebetulan saya ada ruko tidak terpakai, dan pernah di sewa orang untuk bengkel, kalau bapak mau, bisa bapak pakai, dan jika memang mau, maka besok jam 8 pagi kita kesana", ucap Ranti.
" Tapi saat tidak punya modal untuk membukanya, alat-alat dan juga sparepart part dan lain-lainnya", ujar bapak itu.
" Saya hanya bertanya apa bapak mau atau tidak itu saja", Tegas Ranti.
" Saya mau, ujar singkat bapak itu.
" Ya sudah besok tunggu saya disini jam 8 pagi, ini baju ganti untuk anak bapak dan bapak juga, kebetulan di tas saya ada baju adik saya", ujar Ranti.
" Sebentar lagi anak bapak akan bangun dan bawa dia ke kamar mandi, dan mandikan, dan besok pagi bapak campur ini dalam 1 gelas air putih kemudian mandi hangat, di kamar mandi ada penas Air, jadi minumlah saat di kamar mandi.
10 menit kemudian anak kecil itu bangun dengan tubuh penuh kotoran yang keluar dari tubuhnya, kemudian bapak itu membawa anaknya ke kamar mandi dan mandi air hangat.
15 menit kemudian bapak dan anak itu keluar, terlihat anak kecil itu sudah ceria, lalu Ranti memberikan kentang goreng.
Setelah semua beres Ranti meninggalkan tempat itu dan menitipkan bapak dan anak itu di bangunan tempat security istirahat, kepada Security yang berjaga.
Ranti langsung keluar dari kompleks Gedung dan memesan taksi online kemudian pergi Hotel.
Tiba di Hotel, teman-teman Ranti masih asik nongkrong di lobby sambil ngobrol, termasuk juga Tiara.
" halo semuanya, sapa Ranti".
" Akhirnya kamu tiba, kami mau menghubungi kami tapi gak enak, jadi ya kami tunggu saja kamu disini", ujar mereka.
" Apa ada masalah, kenapa kalian menungguku, bagaimana kalau aku pulangnya pagi", ucap Ranti.
" Kami hanya ingin bertanya saja,apa besok kamu ada pekerjaan", tanya Gilang.
" Rencananya pagi jam 8 mau kedepok, jam 1 sudah selesai, nah besok rencananya kalian mau kemana ? tanya Ranti.
" Besok kami rencananya hanya ingin lihat Monas saja, dan ke Mall milikmu", ujar mereka.
" Oh ya sudah, berangkatlah nanti aku susul kalian di Mall Cempaka, apakah uang kalian masih ada, tanya Ranti.
" Masih banyak, besok kalau kurang nanti kita tukar uang dollar dari kamu", kompak mereka.
Setelah sepakat akhirnya mereka masuk kamar dan beristirahat.
" Ranti, jangan terlalu memaksakan diri mu, sesekali istirahatlah dan refreshing, ucap Tiara.
" Ia kakak ipar, terimakasih nasehatnya, kamu beli apa saja di Singapura ?' tanya Ranti mengalihkan pembicaraan.
" Hanya belikan tas buat mama serta ikat pinggang buat ayah, kalau aku hanya beli 2 gaun dan baju santai", ujar Tiara.
" Terus buat kak Robin apa yang kamu belikan? tanya Ranti.
" Kaos dan celana buat jalan-jalan, sama, kemeja formal", uang Tiara.
" Ya sudah, ayo istirahat, nanti kalian sebelum pulang mampir dulu ke rumah Ayahku, di Permata Hijau", ujar Ranti.
" Baiklah, oh ya kak Anggun dia pindah kamar sendiri, kebetulan ada lebih 1 kamar jadi ya sudah kak Anggun minta di kamar itu.
" Aku ke kamar kak Anggun dulu, ujar Ranti.
Tiba dikamar Anggun, ternyata Anggun belum tidur.
" Kak Anggun, besok malam kakak pulang ke Surabaya, nanti saya suruh orang jemput untuk nginap dirumahku, dan tunggu aku pulang, suruh saja orangtua kak kak Anggun ke Surabaya, jika ibumu masih bisa jalan jauh, kalau gak bisa ya sudah nanti kita kesana bareng-bareng saja, ujar Ranti.
" Ia Nona, aku ikut saja apa rencanamu", ujar Anggun.
" Ini ambil untuk kak Anggun, cari sebuah rumah, yang harganya 3 milyaran, uang dalam ATM ini ada 25 milyar, pakailah dengan bijak, sebagian bisa urus sebuah perusahaan, nanti yang lainnya kita pikirkan setelah ibumu sembuh", ujar Ranti.
__ADS_1
" Terimakasih Nona Ranti, saya gak tau mau bicara apa?" ujar Anggun sambil meneteskan airmata.
" Harapanku, kakak mau terus berteman denganku itu saja, uang ini tidak usah di pikirkan, aku ingin keluarga kakak bisa bangkit kembali, saya dapat informasi orang yang membentak ayah kak Anggun, mendekati Om Pribadi menggunakan nama ayahmu, dia mengatakan kalau ayahmu sudah pindah ke luar daerah dan katanya di Kalimantan, akhirnya Om Pribadi karena terlalu sibuk, dia lupa menghubungi ayahmu", ujar Ranti.
" Ayahku tidak memegang handphone, sejak kami pulang kampung, handphone kami hanya 1 dan itupun handphone biasa saja", ujar Anggun.
" Ya sudah tidak usah di pikirkan, setelah perusahaan ayahmu berdiri, maka saat itulah kebangkitan keluarga kalian, istirahatlah, uang Ranti.
Tak terasa hari sudah Pagi, Ranti sudah bangun dari jam 6 dan sudah berganti pakaian, kemudian membangunkan Tiara.
Tepat jam 7 pagi Ranti pamit ke Tiara ke Kantor, dan dengan menggunakan mobil yang di tinggalkan Sasha dan Regina, Ranti berangkat ke gedung Ruby, seperti biasa hari Senin adalah hari kerja, maka jalanan terlihat macet.
Tepat Jam 8 pagi Ranti tiba di gedung Rubby, bersamaan dengan para karyawan kantor lain yang menyewa di gedung Rubby itu, sudah kasti para karyawan itu tidak mengenal Ranti.
Tanpa membuang waktu, Ranti ke belakang dan memanggil bapak itu dan anaknya.
Mereka berangkat menuju Depok, ke Ruko yang sudah di beli Rose, tak banyak obrolan yang terjadi, Ranti fokus melihat arah yang di tunjukkan, untung saja jalan ke arah kedepok kalau pagi tidak terlalu ramai, berbeda dengan arah Depok Jakarta.
1 jam setengah perjalan yang di tempuh akhir mereka tiba di sebuah ruko yang berlokasi di jalan Margonda Raya.
Ruko 3 lantai yang terlihat rapi dari luar, Ranti mengambil kunci yang di berikan Rose, kemudian dia membukanya, Ranti tersenyum melihat apa yang berada di dalam Ruko tersebut.
Bapak itu terkejut melihat lantai satu itu penuh dengan barang-barang peralatan bengkel yang lengkap, spare part, berbagai macam merek oli, juga aksesoris, dan ternyata Ruko yang belum Rose 2 unit gandeng jadi rukonya jadi lumayan luas, bisa buat mobil sekaligus motor.
Mereka naik kelantai dua yang di bagi menjadi 2 bagian, yaitu gudang dan kantor, sedangkan lantai 3 adalah tempat tinggal bapak itu dan anaknya,
Di lantai lengkap 3 sangatlah luas, terdapat 3 kamar dan juga ruang tamu dan dapur.
" Pak silahkan kembangkan, carilah karyawan untuk bengkel serta pengasuh buat putra anda", ujar Ranti.
" Baik Nona, saya Halim berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, saya ingin Adnan anakku bisa hidup lebih baik", ujar Adnan.
" Bagus, 1 tahun lagi saya akan cek, apakah berhasil atau tidak, sekarang mari kita toko Handphone", ajak Ranti.
Peralatan bengkel yang di berikan Rose, me.ikiki kualitas yang sangat tinggi, serta Tim Rose menatanya dengan sangat baik, hingga terlihat lebih luas, Gudang juga sudah diisi penuh dengan berbagai barang kebutuhan dasar Service mobil.
intinya Pak Adnan tinggal menjalankannya, begitu juga di lantai 3 semua sudah lengkap, semua kamar di pasang AC.
Begitu tiba di Toko Handphone, Ranti membelikan 1 unit Handphone Samsung Galaxy S22 Ultra, setelah selesai membeli handphone, Ranti membawa pak Adnan untuk cari makan.
Sampai di Rumah makan yang cukup sederhana, mereka memesan nasi campur dengan lauk ayam goreng, para pengunjung lain dan juga pemilik tidak menduga jika Ranti adalah orang terkaya sejagat.
Makan sudah selesai, mereka kembali ke Ruko, dan berbicara tentang bagaimana mengelola usaha.
Sambil duduk santai dan menghadap jalan raya, Ranti melihat ada seorang gadis yang sedang membawa Amplop coklat, kemudian Ranti mendekat dan memanggilnya.
" Hai Nona, mau kemana", tanya Ranti.
" Mau antar lamaran, ini lagi tunggu bus arah Jakarta", ujar Gadis itu.
" Bagaimana kalau Nona mampir dulu di Ruko kami, kami juga lagi cari karyawan", tawar Ranti.
" serius, Benar Nona lagi cari karyawan, tanya gadis itu antusias..
" Ayo ngobrol di Ruko saja, Ajak Ranti
" Perkenalkan namamu", tanya Ranti.
" Saya Winda Anastasia, umur 22 tahun, pernah bekerja jadi SPG toko pakaian", ujar gadis itu.
Setelah berbicara serius tentang latar belakang Winda Anastasia, Ranti dan Pak Adnan ingin mengangkat Winda menjadi Kasir.
" Winda, saya tidak butuh orang pintar, jika kamu mau bekerja disini, syaratnya gampang, yaitu, jujur, setia dan tidak sombong, selanjutnya adalah kamu mau belajar dan disiplin, itu saja, jika kamu rasa bisa menerima syarat dari kami, maka kamu sudah bisa bekerja mulai hari ini dengan membantu membuat iklan lowongan pekerjaan disini.
" Tugas kamu adalah kasir dan akunting, ini sifatnya sementara, jika sudah berkembang, nanti kamu bicarakan dengan Pak Adnan yang akan jadi pemilik dari Bengkel ini", ujar.
" Dan untuk gaji, kamu saya nyatakan berbeda dengan karyawan lain, selama 1 tahun pertama gajimu hanya 5 juta, tunjangan makan dan transportasi 1 juta, tunjangan jabatan 500 ribu, jadi gaji perbulan kamu untuk 1 tahun pertama adalah 6,5 juta", bagaimana ? ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, terimakasih Pak Bos Adnan", ujar Winda.
" Rumah kamu dari sini jauh gak ? tanya Ranti.
" Sekali naik angkot, saya ngontrak di perumahan Pancoran mas, bersama 2 teman saya, uang Winda.
" Oh, kamu bukan asli daerah sini, tanya Ranti
" Bukan, saya merantau dari Manado, baru 2 tahun, rencananya kalau akhir bulan tidak ada pekerjaan, ya saya pulang kampung saja, tapi syukur hari ini saya sudah di berikan pekerjaan", ujar Winda.
" Apa teman-teman kamu dari daerah yang sama? tanya Ranti.
__ADS_1
" Tidak, mereka teman saya pas dulu kerja Carrefour dan kami di berhentikan sama-sama akhirnya kami berteman, namun mereka sudah wanti-wanti ke saya agar segera pindah, karena sudah 4 bulan aku tidak ikut bayar kontrakan, jadi wajar saja, dan memang jika saya sudah bekerja saya juga pasti pindah, ", ujar Winda.
" Sekarang teman - teman kamu itu kerja apa ? tanya Ranti.
" Gak tau juga, yang jelas mereka pergi sore nanti pulang pas sudah tengah malam, tapi itu urusan mereka saya gak peduli, hanya saya berterimakasih saja kepada mereka karena pernah membantah saya itu saja", ujar Winda.
" Sekarang kamu pilih mau kontrak rumah atau ngekos, tanya Ranti.
" Ngekos saja dulu, kalau aku sudah bisa kumpul uang, nanti ngontrak, agar ibu dan Adikku bisa tinggal bersamaku, kasihan mereka di kampung juga susah", ujar Winda.
" Ya sudah, kamu cari Rumah sebelum kita buka, cari harga yang bagus, dan ajak ibumu dan adik mu tinggal bersama kamu, apa adikmu laki-laki atau perempuan?" tanya Ranti.
" Adikku laki - laki, tahun ini lulus SMP", uang Winda.
" Ya sudah pas kalau begitu, biar dia SMA disini, dan kamu sore hari harus kuliah dan kamu wajib bekerja disini hingga kamu selesai kuliah, jika sudah selesai kuliah, baru kamu masuk ke perusahaan saya, siapa tahu nanti saya buka di Bitung Sulawesi Utara", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya akan bekerja dengan baik, ujar Winda.
" Pak Adnan, Winda adalah orang saya, saya titip dia bekerja disini, dan sore atau malam dia akan kuliah, jadi atur bagaimana jam buka tutup bengkelnya", ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, justru saya senang jika Winda bisa membantu dan juga bisa di percaya oleh Nona Muda", ujar Adnan.
" Pak Adnan, tempat ini akan jadi milikmu 100%, dan seluruh modal yang aku berikan tidak usah kamu kembalikan, jika 4 tahun kemudian kamu berhasil membuat bengkel maju, dan jika itu berhasil saya akan berikan kamu tambahan hadiah 1 unit Rumah dan mobil", ujar Ranti.
Terimakasih Nona Muda, saya akan membuktikan kepada Nona Muda, dan mohon Winda membantu mengatur keuangan agar kita bisa sukses", ujar Adnan.
" Baik Pak Bos, saya akan bekerja dengan baik, agar usaha Pak Bos maju dan tentunya aku tetap bisa bekerja disini selama aku kuliah, ujar Winda.
" Ya sudah, saya percayakan semuanya kepada kalian berdua, ujar Ranti.
" Maaf Nona lalu bagaimana dengan pemasukkan uang nya, kemana kami menyetor uang nya? tanya Pak Adnan.
" Masukkan ke rekening pak Adnan saja, aku tidak akan mengambil apapun, kecuali pak saat pak Adnan tidak mampu mengembangkan Bengkel ini, maka seluruhnya akan saya cabut, jadi ingat berusahalah selama 4 tahun ini, dan kamu Winda tetaplah kirim laporan keuangan setiap bulan kepada saya", ujar Ranti.
Ranti melakukan ini agar pak Adnan merasa ini adalah pinjaman, itu berarti dia harus mengembalikannya, dengan begitu Pak Adnan akan giat bekerja, itu tujuan Ranti membantu tapi tetapi di kontrol agar tidak sia-sia.
" Pak Adnan, Cek ini sebagai modal awal, cairkan dan buat Rekening, ujar Ranti sambil memberikan Cek sebesar 10 milyar.
" Dan ini, khusus untuk pengeluaran pribadi pak Adnan dan putramu, termasuk bayar gaji pengasuh, Cairkan juga dan buat rekening sendiri , kembali Ranti memberikan Cek yang juga senilai 10 Milyar.
" Ini banyak sekali nona Muda, ucap Adnan.
" Pakai saja, kecuali yang untuk Modal, Ujar Ranti.
" Winda, mungkin hari ini adalah hari dimana kamu bisa merubah jalan hidup hidupmu, tapi tolong jangan kecewakan kepercayaan dan harapan saya, saya pasti jarang bertemu dengan kamu, tapi ingat kejujuran akan selalu menjadi pembuka berkat buat kita, Dan ini ATM, didalamnya terdapat 10 milyar juga untuk kamu cari rumah, dan bayar kuliah, serta buat biaya sekolah adikmu.
" Yang 10 milyar masukkan sebagai Deposito Berjangka, dan 5 ini milyar silahkan beli apa yang sudah kubicarakan tadi", ujar Ranti.
" Terimakasih banyak Nona Muda, saya akan bekerja dengan baik dan kuliah juga dengan baik", ujar Winda.
" Baguslah, nah hadiah terakhir dari saya, Pill ini namanya Pill penambah kecerdasan, nah ambillah berikan yang 1 lagi buat adikmu, dan ini adalah serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, ada 3 tetes disini, gunakan 1tetes perorang, bisa kamu berikan buat adik dan ibumu, baca baik-baik aturannya.
" Pak Adnan, kamu juga wajib minum Pill penambah kecerdasan dan Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, sementara Putramu, hanya Pill Kecerdasan saja.
" Percayalah, kalian akan bisa belajar apapun, dengan mudah", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, ini sebuah anugerah terbesar buat hidup kami", ujar Adnan.
" Tolong jaga Winda Anastasia dengan baik, anggaplah dia adikmu, agar kamu juga punya saudara", ujar Ranti.
" Hehehehe, kalau dek Winda mau menerima aku jadi Abangnya pasti aku sangat bersyukur punya adik perempuan, apalagi aku dari dulu tidak tahu siapa saudara-saudara ku", uang Adnan.
" Kamu Winda, anggaplah Pak Adnan Saudara laki-laki kamu, hargailah dan hormatilah", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, mulai hari ini, Saya Adnan Yanuari, mengangkat Winda Anastasia menjadi adikku dan selamanya akan melindunginya dan menyayangi nya", ujar Adnan.
" Saya Winda Anastasia, mulai hari ini akan menghormati Adnan Yanuari, sebagai kakak dan akan selalu menyayangi dan menghargainya", ujar Winda
" Saya senang, ingat baik-baik sesama saudara harus saling terbuka dan diskusikan setiap masalah dengan santai, dan saling mendengarkan", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, ujar mereka berdua kompak.
" Ya sudah, Winda kamu pulang dan ambil semua barang-barang kamu dan untuk sementara kamu tinggal di sini bersama abangmu, dan nanti segera cari rumah", ujar Ranti.
" Nona, apa saya bisa beli mobil", ujar Adnan.
" Belilah, masak kamu punya bengkel tapi tidak punya kendaraan, dsn kamu juga Winda harus belajar menyetir mobil, tapi saat ini kamu beli motor dulu, untuk kekampus", ujar Ranti.
" Baik Nona, saya akan pindah kesini hari ini, Ujar Winda.
__ADS_1
" Ini kamu kasih agar mereka tidak banyak mulut, hitung-hitung anggaplah kamu membayar beberapa bulan kamu tidak bayar tempat tinggal, berikan semuanya uang ini, masing-masing mereka 10 juta, ujar Ranti sambil memberikan uang 20 juta.
" Baik Nona Muda". jawab Winda Anastasia