SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Hari terakhir di Cirebon and go to Bandung


__ADS_3

Terdengar lagi mereka memanggil Ranti... " Nona tunggu", kami mohon


Ranti melihat kearah mereka tapi tak merespon, dia langsung saja membuka pintu mobilnya dan menyalakan mesin dan menghidupkan AC...


Kakak tertua pak Ryan tiba lebih dulu dan mengetuk jendela mobil Ranti, Dia berkata, " Nona tolong maafkan ayah kami, dan pandanglah hubungan anda dengan adik saya, tolong lanjutkan pengobatan anda, tolong kami Nona." dengan membungkuk


Marni juga yang sudah tiba, ikut membungkuk juga, memohon kepada Ranti, agar melanjutkan pengobatan kepada ayah mereka.


Ranti menjawab singkat, " Tidak ada kelanjutan ".!


Kami akan bayar berapapun biayanya, kata kakaknya pak Ryan.


Oh maaf untuk biaya yang tadi saja, ayahmu tidak sanggup, apalagi biaya kelanjutan nya, maaf ayahmu tidak pantas menerima bantuan ku, permisi saya harus ketemu orang yang lebih penting dan tau berterimakasih.


Untuk kalian berdua pribadi ketika ada masalah, hubungi pak Ryan dan pasti aku akan membantu tapi tidak dengan ayahmu, tegas Ranti dan mulai menjalankan mobilnya..


Kedua kaka beradik hanya bisa diam, dan kembali ke ruangan ayah mereka yang menunggu hasilnya.


setelah mereka sampai, ayahnya bertanya, " mana Nona yang tadi "?


Dia sudah pergi ayah, jawab Marni


Kenapa, apa bayaran yang kalian tawarkan tidak cukup, hardik ayahnya


Bukan begitu ayah.. tapi..tapi..


Tapi apa...!


Nona Ranti memang tidak mau melanjutkan pengobatannya, berapapun uang yang kita tawarkan.


Maaf ayah, dia hanya bilang ayah tidak pantas menerima bantuannya, itu saja yang di bilang dan langsung pergi, kata Marni.


Sombong sekali dia... kata Gunawan ayah mereka


Hendra angkat bicara, " Gun.. kita berdua saudara sekaligus teman, dan sudah bertahun-tahun kita akrab, tapi hanya satu yang buat aku bingung, adalah sikapmu terhadap Ryan."


Hendra, " cukup jangan bicara lagi anak durhaka itu", Dia sudah membunuh sepupumu jadi jangan kamu membelanya.


Gunawan, saya tidak membelanya tapi coba kamu pikir, dulu dia tidak memiliki masa depan, dan kamu memaksanya menikah dengan orang yang menurutmu sangatlah baik namun Putri mereka mencuri data perusahaan kamu, hingga kamu hampir bangkrut, dan kamu menyalahkan Ryan, bahkan kamu memukul dan memakinya serta mengusirnya dari rumah, tapi kamu ketika dia menikah dengan istrinya yang sekarang, dia bisa mandiri, kamu tidak memberikan dia apa-apa, ketika keluar dari rumah, dan apakah dia pernah menuntut atau meminta sama kamu.


Dengan tulus dia datang dari Surabaya, setelah sekian tahun dia tidak pulang, mendengar kamu stroke dia pulang, walau dia tahu kamu sangat tidak menyukainya, dia diam bukan berarti, dia tidak menghormati kamu, maaf Gunawan, sebagai teman saya hanya berkata, " kamu sudah terlambat " !!, saya tau betul sifat anakmu itu, dan saat ini percayalah, dia tidak akan pernah kembali sama kamu, toh percuma saja bertahun-tahun dia berharap permohonan maaf nya, tidak kamu terima, jadi saya mendukung nya untuk melepaskan nama belakangnya, kata Hendra


Dia juga keponakan saya, jadi sebagai Paman saya pasti mendukungnya, dan maaf Gunawan Sabdono, saya sudah tidak bisa menemani kamu bermain catur, kalau ada urusan penting silahkan hubungi saya tapi kalau hanya bermain catur, maaf saya sudah tidak ada waktu, aku pergi dulu jaga dirimu baik-baik, selamat tinggal kawan, Hendra pun meninggalkan ruangan Gunawan tempat ia dirawat.


Di lain tempat Ryan dan istrinya duduk santai sembari menunggu kereta datang, ya hari ini mereka berdua memutuskan untuk langsung pulang ke Surabaya, nampak ada sedikit kesedihan diwajahnya, namun istrinya selalu memberinya semangat, " Mas tidak usah bersedih, masih ada aku istrimu dan anak-anak" kami sangat mencintaimu, kata istrinya sambil membelai kepala Ryan dengan lembut.


Kembali ke Ranti saat ini dia berhenti dan memarkir mobil di alun-alun, karena hari ini libur dan walau sudah jam 10 an, masih banyak orang lalu lalang di alun- alun kejaksan, banyak yang nongkrong sambil ngopi dan makan nasi lengko.


Ranti penasaran dengan nasi lengko, akhir dia duduk salah satu tenda dan memesannya, " Bu pesan nasi lengko satu dan Syrup", baik neng, tunggu sebentar, kata penjual itu.


Setelah makanan dan minuman datang, Ranti melihat nasi lengko nya, oh seperti ini, pas mencicipi, mmm ' rasanya enak', begitu juga dengan Syrup, dicicipnya dan Bu ini rasa apa ya, tanya Ranti


maaf neng tadi lupa menanyakan lagi kalau neng, mau rasa yang mana, ya sudah kalau gitu biar saya ganti dengan yang baru, ini neng berbagai rasa, pilih saja, kata penjual itu sungkan


tidak usah Bu, tadi saya yang tidak menyebut rasa yang saya inginkan, tapi ini tanya sangat enak, boleh saya tahu ini Syrup merk apa Bu dan rasa apa?


oh itu merk-nya Tjampolay, Syrup khas Cirebon, kalau mau beli, dipasar supermarket juga ada, bahkan warung juga ada.


terimakasih Bu

__ADS_1


sama - sama, neng


selesai makan, sekitar jam 11, Ranti bergegas ke Grage Mall, sampai disana masih sepi, maklum baru buka, dia melihat salah satu restoran sudah mulai menerima tamu, Ranti pun datang menemui pegawai dan memesan tempat untuk 20 orang, untuk menu, tolong menu yang terbaik.


Ranti berkeliling Mall, dia melihat penjaga pameran motor Yamaha sudah datang, dia mendatangi stand tersebut dan bertanya apakah bisa Transaksi disini jika mau beli, kata petugas bisa, namun dokumen akan diantar besok sesuai alamat pembeli.


Habis dari stand motor, Ranti berpindah ke stand mobil Toyota dan menanyakan informasi soal kijang Innova.


tepat jam 12.00 wib, semua orang yang sudah di suruh datang akhirnya sampai di restoran yang dipesan, mereka langsung masuk dan menghubungi Ranti, Ranti beranjak dan menemui mereka semua, setelah Ranti duduk pelayan datang.


maaf Nona, "apakah makanannya, dihidangkan sekarang ", tanya pelayan itu


Ya hidangkan sekarang, untuk minuman, silahkan tanyakan ke mereka masing-masing, jawab Ranti.


Mereka semua terlihat bahagia, dan setelah semuanya kenyang, Ranti membuka pembicaraan


Bang Roni, untuk lahan segera di selesaikan, bersama pak Adam dan pak Haryo, saya percayakan semuanya


Maaf Nona, teman saya sebentar lagi sampai, malam tadi saya tanya soal lahan tersebut dan dia sudah konfirmasi bahwa lahan tersebut, belum laku, jadi peluang untuk mendapatkan tanah itu besar non, jawab Roni.


oh oke, kita tunggu orangnya


Ia nona Ranti dia sudah di parkiran, kata Roni


Rudi sang pemilik tanah akhirnya sampai di restoran, langsung menyapa, selamat siang mas Roni, dan maaf dengan Nona Ranti, saya Rudi, Nona. Intinya mereka berbicara soal tanah, mulai dari luas dan terdapat apa saja di lahan itu dan status lahan, benar lahan itu milik keluarga dan sertifikat atas kakeknya, dan sesuai kesepakatan keluarga bahwa tanah tersebut mau di jual dengan harga 50 milyar, boleh nego.


Ranti menjawab harga tida masalah, nanti untuk pengecekan saya serahkan ke pak Adam, pak Haryo juga mas Roni, kata Ranti


mereka bertiga kompak, "kami bersedia Non "


Oke tolong besok segera di cek kata Ranti.


untuk Niko Sekarang kamu sudah tidak bekerja, jika lahan itu jadi saya beli, tolong kamu bantu pak Adam dan pak Haryo, kata Ranti.


Baiklah, semuanya sampai disini dulu pembicaraannya, Pak Rudi, untuk kedepannya nanti berurusan sama mereka, jika mereka bilang oke, berarti kita deal. terimakasih


sama-sama, Nona Ranti


Mereka segera, meninggalkan restoran dan Ranti mengajak pak Adam, untuk melihat mobil, begitu pak Haryo dan Widya, mereka berdua melihat motor, nampak mereka bahagia.


Setelah melihat dan memilih mobil, pak Adam, " pilih Toyota Raize, agar kalau lahan jadi di beli proyek berjalan, mobil ini bisa menunjang pekerjaan.


Ternyata pemikiran pak Adam sangatlah maju, padahal jika proyek berjalan lancar, sudah pasti ada mobi operasional, puji Ranti dalam pikirannya.


Bagiamana pak Adam, apakah bapak senang dengan hadiah dari saya ?


Terimakasih Nona, seumur-umur, bapak baru kali ini bapak bisa punya mobil baru, dan masih orisinil.


Ini semua karena kesetiaan pak Adam, dan kebetulan saya ada rezeki, dan kita hanya boleh berbagi pada orang yang benar setia dan jujur, dan hari ini bapak sudah membuktikan, kesetiaan dan kejujuran akan mendapatkan ganjaran yang setimpal bahkan lebih.


Oh ya pak Adam, hari ini saya akan ke Bandung, dan tidak kembali ke Cirebon, karena saya harus segera sampai di Surabaya hari Selasa untuk sekolah, jadi kasus Anton dan mertuanya saya serahkan ke pak Adam dan pak Haryo.


Dan untuk masalah lahan jika nanti menurut bapak berdua, lahan itu cocok maka segera infokan.


Niko, Seruni, saya minta tolong antarkam saya ke Bandung, kalau bisa tolong kasih tau pemilik mobil, bahwa mobil kita tambah 2 hari lagi, bagaimana apakah kalian bisa?


Niko melirik ke Seruni, dan langsung di tanggapi Seruni, mas Niko, kita kan sudah tidak bekerja lagi, alangkah baiknya kita membantu nona Ranti ke Bandung.


Baik lah Nona, saya hubungi yang punya mobil, soalnya kalau mobil sewaan di bawa ke luar kota harganya berbeda, juga kita harus mengambil KTP nona, diganti dengan KTP saya.

__ADS_1


Segera Niko, menghubungi pemilik mobil dan sia setuju, hanya bayarannya jadi 800 ribu per hari dan akan berganti KTP.


oke tidak masalah jawab Ranti, suruh dia kesini bawa KTP saya.


Sejam kemudian orangnya datang, ngobrol- ngobrol dan akhirnya selesai urusan sewa mobil.


Pak Adam masih mengisi formulir untuk mobil di bantu anaknya, sambil bercanda anaknya ngomong, " Bu hati-hati bapak sudah mobil" hehehehe


mereka semua tertawa, hahahaha kamu bisa saja, kata istri pak Adam.


Rina juga tidak mau kalah, secara sekarang bapak sudah sehat tambah ganteng lagi Bu, jadi benar kata bang Roni, sambil ketawa hahahaha


Awas kalian, nanti uang dari Nona Ranti, bapak sita hahahaha


ya jangan dong pak, kami laporin sama Nona Ranti, kata Roni dan Rina


Ranti tak mau kalah membela Pak Adam, " maaf saya bukan polisi yang menerima laporan" hahahaha


Pak Haryo dan istrinya hanya geleng-geleng kepala melihat keluarga Pak Adam yang memang dari dulu kompak, bahkan anak-anak pak Adam tidak pernah bermasalah dengan kedua orang tua itu.


Menantu Pak Adam yang juga hadir, berkomentar, kelihatannya Nona Ranti sangat memperhatikan pak Adam


Ranti menjawab itu sudah pasti, orang setia dan jujur harus kita beri penghargaan.


Pak Adam dan pak Haryo, asal selalu jujur dan setia, saya akan memperlakukan kalian dengan baik, jika proyek kita berjalan, kalian yang harus bertanggung jawab, menasehati yang muda.


Kami siap Non, Pak Haryo pensiunan PNS, tapi lihat kehidupannya, karena terlalu Jujur, mobilnya saja sudah 10 tahun tidak bisa ganti, hingga pensiun baru dia ganti dengan uang pensiun.


Intinya yang mengelola adalah keluarga kalian berdua dan Seruni dan Niko, kalian semua yang memegang kendali sesuai posisi masing-masing.


Baiklah semuanya sudah, motor Pak Haryo dan Bu Widya, besok diantar, kalo pak Adam kata petugas sudah bisa langsung bawa pulang, untuk berkasnya beserta plat nomor besok sore antar.


Niko dan Seruni, kalian antar Nona Ranti dan hati-hati di jalan, "baik Bu" jawab mereka berdua.


Sambil bersalaman mereka pun berpisah, Ranti beserta Niko dan Seruni langsung menuju parkiran dan mampir ke kost Seruni dan Niko, ambil pakaian ganti.


Mas, kita tak punya pekerjaan, kita harus bagaimana, tanya Seruni ke Niko


Dek kita tinggal 2 Minggu, menikah seluruh biaya juga sudah siap, dan masih ada 150 juta dari Nona Ranti, jika kita belum dapat kerja setelah menikah, ya kita dagang saja atau mas bisa ikut ojek online.


Makanya kita berdoa usaha yang akan di jalankan Nona Ranti bisa berjalan sesuai rencana, sabar ya dek dan mas minta maaf, gara-gara mas adek juga berhenti kerja.


Sudah mas gak apa-apa, adek gak mau liat mas di rendahkan orang lain, benar kata nona Ranti, biar kita miskin tapi kita harus jaga martabat.


Terimakasih dek, mas beruntung bisa memiliki adek, kata Niko


Sudah mas, ayo kasian Non Ranti lama menunggu.


Di sisi lain Ranti lagi Video call sama keempat kakaknya, mereka terlihat bahagia, ternyata Sonia juga ada di rumah mereka.


Dek Ranti jangan lupa oleh-oleh buat kak Sonia ya... hehehehe


Siap kakak ipar yang cantik, nanti pulang pasti Ade akan beri sesuatu buat kak Sonia oke.


Ya sudah sekarang Ade mau jalan ke Bandung di antar teman-teman di Cirebon sini.


Darel mengambil alih handphone, " Bontot gimana urusan di Cirebon apa lancar dan rumah Ade gimana ketemu gak?


Syukur kak Darel, semua lancar dan rumah Ade disini di rawat dengan baik, mereka juga yang akan antar ke Bandung, doain biar urusan di Bandung lancar, oke Ade jalan dulu ya...Ade sayang kalian semua ... da... da...

__ADS_1


__ADS_2