SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Pertemuan di lokasi peternakan


__ADS_3

" Paman dan Bibi tenang saja, soal Aisyah dengan kami, dia sudah Menjadi bagian dari kami, jadi jangan lagi kuatir, suatu saat jika dia ingin ke Surabaya tolong antarkan saja ke bandara, nanti pesawat kami akan menjemputnya", ucap Darel,


" Hahahaha berarti anak Paman fan Bibi sudah jadi Sultan kalau begitu? kelakar pak Antara.


" Ya iyalah Paman, kak Aisyah juga sudah banyak uangnya, ucap Salma.


" Hahahaha, nak Salma tapi itu uang kakakmu, bukan uang Paman, jadi terserah kakakmu mau beli apa", ucap Pak Antara.


" Jadi sekarang Paman dan Bibi tak punya uang dong? ucap Salma.


Hahahaha hahahaha.


" Uang paman dan bibi masih banyak, tapi tetap masih lebih banyak kakakmu Aisyah", ucap Pak Antara.


" Oh Salma kita, paman sekarang tidak punya uang, ucap Salma.


" Ya sudah ayo kita naik kapal, Ucap Ranti.


Dan saat Aisyah membuka penutup mobilnya, mereka semua kaget, ternyata mobil Aisyah sama persis dengan punya Ranti.


" Aisyah sudah jalan kemana saja dengan mobil ini? tanya Ranti


" Paling hanya muter - muter Cilegon dan paling jauh kami ke kalideres Jakarta Barat, ke kondangan warga sini yang anaknya dapat suami orang kalideres.


" kesekolah naik motor apa mobil? tanya Ranti


" Hanya kalau pas berangkat hujan, itupun nanti saat gak hujan, mobil di ambil ayah dan aku pulang pakai motor.


" Lalu bagaimana dengan Diman ? tanya Ranti lagi.


" Dia sudah dia tinggal kost dekat sini, dia merengek minta tinggal di rumahku tapi aku tak ijinkan, saya hanya suruh dia jaga rumah saat ke kalideres, malah dia ajak seluruh teman-temannya ke rumah dan ruang tamu jadi bau rokok dan alkohol.


jadi ya dia tak ku ijinkan masuk kerumah ku sebelum dia sadar akan kesalahannya, soal uang jajan sudah ku titipkan bunda di Kios, dan lebih kesalnya lagi ayahnya datang marahin Aisyah dan ibu, akhirnya di usir ayah, masa dia datang-datang minta bagian 100 juga katanya", ucap Aisyah.


" Terus kamu kasih berapa ? tanya Ranti.


" Ya sudah aku belikan saja dia motor Supra x harga 19 juta, itupun merajuk, karena dia maunya Nmax", ucap Aisyah.


" Terus kamu kasih gak? lanjut Ranti.


" Ya nggaklah, enak banget datang-datang minta beli motor, Handphone, sangking kesalnya aku tinggal pulang ke rumah baru dan kunci pagar, ucap Aisyah.


" Lebih aneh lagi dia minta Kios 3 unit di tempat yang sementara bangun, alasannya dia itu Pamanku, jadi wajib bagi keponakan memberi sesuatu kepada Paman.


Dan jelas ku tolak, a


jangankan ayah dan ibu, kedua abangku saja tidak minta apa-apa sama aku, dia hanya Paman, belagak dia berhak dengan uang saya.


Dia bilang, jika uang Aisyah habis tinggal minta sama kakak yang kaya


Aisyah jawab, kalau paman berani silahkan minta sendiri, ehh malah dia ngamuk dan memaki ibuku, langsung saja Aisyah bilang, jangan pernah datang kesini atau aku akan kasar, cerita Aisyah.


" Pantas saja, Diman seperti itu, Ayahnya kayak gitu", ucap Ranti.


Tak terasa mereka sudah tiba di Bakauheni, mereka di jemput oleh Nayla, Anjeli dan Karyono mereka bertiga naik motor.


Karena acara masih ada 1 jam lagi, maka Ranti dan rombongannya menuju ke rumah Karyono.


" Karyono, apa kabar, tanya Darel.


" Kabarku baik-baik saja tuan Muda".


" Apa pekerjaan dari adik saya terlalu berat atau bagiamana? tanya Darel.


' Kalau di bilang berat pasti berat, tapi nikmat, karena tempat saya bekerja dekat rumah, teman-teman kerja juga semuanya asik, akhirnya pekerjaan jadi ringan", ucap Karyono.


" Realistis, tolong bantu adik saya, jika dia kesini sendirian, mohon bantuannya untuk menjaganya", ucap Darel.

__ADS_1


" pasti Tuan Muda, kami semua dengan ikhlas akan menjaga Nona Muda, karena bagi kami Nona Muda Ranti, bukan hanya sebagai bos tapi penolong kami", ucap Karyono.


" Terimakasih Karyono, nanti saat kamu menikahi Delia, tolong kabari kami", spontan Darel..


Seketika wajah Karyono dan Delia langsung merah seperti udang yang di goreng.


" Kok Tuan Muda tahu, jujur saja, saya ingin melamarnya saat aku lulus kuliah", ujar Karyono.


" Wah kak Delia sudah dapat kepastian dari mas Aryo", ujar Anjeli.


" Kak Nayla, sekarang kita punya kakak ipar yang sangat cantik dan baik hati", ucap Anjeli


" Delia, bagiamana menurutmu, apakah mau nikah dengan mantan preman", Ucap Ranti.


" Delia mau, kan sekarang mas Aryo sudah pensiun dari preman", ucap Delia yakin.


" Baguslah, saya bersyukur Karyono bisa sudah punya calon pendamping yang juga aku kenal", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, jika bukan karena Nona Muda menawarkan jalan hidup yang baru, mungkin aku masih tetap preman tak berguna, dan pasti aku tidak bisa mendapatkan Delia sebagai sebagai pasanganku nanti", ucap Karyono.


Tak lama kemudian Anjas menelpon bahwa para tamu sudah mulai hadir, akhirnya mereka menuju lokasi peternakan tempat acara akan diadakan.


10 menit mereka tiba, akhirnya Bupati Lampung Selatan datang beserta jajarannya.


Dan tepat jam 10 pagi acara pertemuan tersebut di mulai, pada dasarnya pak Bupati sangat ingin agar 60% karyawan nantinya harus putra daerah, yaitu Lampung Selatan, dan tentunya pak Bupati setuju dengan persyaratan dari perusahaan, hanya orang yang memiliki skil dan juga orang yang memang mau bekerja serta mau di ajari.


" Saya setuju dengan persyaratan itu, saya juga berharap dengan hadirnya perusahaan anda di wilayah kami, dapat membuat perekonomian kami terangkat", ucap sang Bupati.


" Kami akan berusaha agar perusahaan kami bisa sukses, dan pastinya seiring kesuksesan kami, pasti perekonomian Lampung Selatan bisa bergerak naik.


" Saya sangat membutuhkan jagung dan Kedelai, karena itu bahan dasar membuat pakan ternak, jadi kita bisa bekerjasama dengan para Petani yang ingin menanam kedua jenis tanaman itu, dan berapapun jumlah produksinya pasti aku akan membelinya", ucap Ranti.


" Baik, saya akan mensosialisasikannya dengan warga saya, lalu bagaimana soal penanganan limbah yang ada? tanya pak Bupati.


" Sebelum kami membuangnya, tentunya akan kami olah dengan baik, kami berjanji perkampungan terdekat dari sini tidak akan terkena dampaknya, dan silahkan dari pihak pemerintah untuk aktif datang mengeceknya", jawab Ranti.


Pak Bupati menyambut baik akan hal itu, dan akan di bicarakan dengan anggota DPRD Kabupaten.


Seluruh saudara Ranti sangat kagum melihat cara Ranti berbicara di forum resmi, para pejabat juga merasa mendapatkan masukkan yang sangat baik dan bisa memakmurkan rakyat mereka.


Perkembangan Pembangunan Peternakan dan perkebunan Ranti sangatlah cepat, jalan penghubung semuanya tertata dengan rapi, Blok - blok juga sangat teratur, kolam penampung air juga sudah dalam proses penggalian, perkebunan dan pertanian sudah pada tahap persiapan lahan.


Dalam pertemuan tersebut pihak pemerintah menawarkan sewa lahan seluas 15ribu hektar, dengan masa sewa 30 tahun, dan pembayaran per 5 tahun, akan tetapi Ranti menawarkan jika pemerintah setuju maka lahan tersebut akan di belinya, tapi psk Bupati masih harus diskusikan dengan pihak yang lebih tinggi.


Setelah makan siang selesai, kini para pejabat dan undangan sudah kembali, mereka mendapatkan tawaran yang sangat besar.


Kini tinggallah Ranti bersama dengan seluruh keluarganya dan para pekerjanya, Ranti mendengarkan laporan dari seluruh divisi, Anjas Antara juga melaporkan bahwa pemilik lama sudah selesai melakukan panen tambak terakhir, itu berarti lahan tersebut sudah bisa dilakukan perbaikan.


Pembangunan Pelabuhan juga sudah dalam tahap pemancangan tiang dan penimbunan, kakak- kakak Ranti bangga dengan pencapaian Ranti, bagaimana dia bisa mengontrol semua pekerjaan hingga ke detailnya.


Sementara Ranti rapat dengan para penanggungjawab pekerjaan, disaat yang sama terjadi keributan, dari beberapa LSM yang datang ke lokasi.


Jumlah yang datang lebih dari 200 orang itu mengatasnamakan lembaga pecinta lingkungan, namun dengan santai Ranti meminta mereka agar tenang dan mari bicarakan baik-baik.


Terjadilah pertemuan darurat antara Ranti dengan para anggota LSM itu, Ranti menjelaskan dan menunjukkan sistem yang akan di gunakan, bahkan Ranti menunjukkan bahwa lahannya hingga ke bukit itu, tapi bukit itu tidak dipergunakan, justru Ranti mempertahankan bukit itu agar bahaya longsor tidak terjadi, juga ketersediaan air bagi Peternakan maupun warga bisa sama-sama tetap ada.


Ranti membawa mereka ke batas y


tanah yang dia pergunakan, bahkan Peternakan dan Perkebunan serta Pertanian digabung agar tetap hijau, mendengar dan melihat langsung tata kelola lahan yang Ranti terapkan, akhirnya pihak LSM itu merasa tidak ada masalah.


Ranti sendiri senang dengan kehadiran LSM yang begitu peduli dengan lingkungan, Ranti bahkan mengajak mereka untuk ikut mengawasi proyek itu hingga selesai, dan jika ada saran yang bagus pasti akan Ranti ikuti.


" Maaf Nona Muda, hanya 1 permintaan kami, jika anda tidak keberatan, harap perusahaan anda membuatkan bak penampungan air Utama di dekat mata Air yang ada di lahan anda dan bak air untuk kami pakai menyalurkan ke warga 2 desa di balik bukit itu yang setiap kemarau akan jauh mengambil air", ucap Ketua LSM itu.


" Baiklah, kalian buat anggarannya dan tentukan lahan pembuatan bak untuk warga, dan kalian sendiri yang membuat bak tersebut, soal anggaran biar perusahaan yang menanggungnya, buatlah 1 bak utama untuk setiap desa, dan di setiap desa buatlah minimal 4 bak, ukuran 3x3 meter, biayanya dari saya, tapi saya mau LSM kamu yang membangunnya atau yang mengawasinya, Bagaimana tanya Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, jika Proposal nya sudah siap, kemana kami menyerahkannya? tanya Ketua LSM itu.

__ADS_1


" Ini namanya Karyono dan Anjas Antara, mereka orang kepercayaan saya, berikan kepada mereka, tapi mohon maaf realisasinya 3 bulan dari sekarang, karena kami sedang menggali untuk kolam, selesai itu baru kami akan membangun bak air minum di sebelah bukit, dan sekalian membangun bak utama untuk kedua desa kalian", Bagiamana? ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, kami buat dulu Proposal nya dan akan kami tentukan titik-titik untuk pembangunan bak di kedua desa itu", jawab Ketua LSM itu.


" Kalau begini kan enak, ada masalah mari kita bicarakan dengan baik, jika saya mampu membantu pasti dengan ikhlas saya bantu, tapi kalau buat keributan yang ada kita sama-sama rugi", ucap Ranti.


" Senang berbicara dengan anda Nona Muda, kami berjanji, setiap ada komplain dari warga, saya akan segera menghubungi anda, agar masalah ini tidak menjadi makanan para LSM ilegal", ucap Ketua LSM itu.


" Silahkan hubungi Karyono atau Anjas Antara, jika anda melaporkan kepada mereka berdua, pasti laporan anda akan sampai dengan cepat ke saya Pribadi, pokoknya jangan sungkan apapun yang warga minta, selama saya masih mampu, pasti saya akan bantu", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, maaf sudah membuat keributan tadi, untuk itu saya mohon diri, kedepannya saya akan berhubungan dengan mas Anjas dan mas Karyono", ucap ketua LSM itu dan langsung mengajak para anggotanya kembali.


" Pak Ketua, bagaimana dengan permintaan kita soal air untuk warga? tanya salah seorang anggota LSM.


" Nona Muda itu adalah pemilik Proyek ini, dan dia minta agar kita Segera membuat proposal, bahkan dia menjanjikan untuk membangun 4 bak air di setiap desa dan kita yang harus mengerjakannya, sedangkan anggarannya itu dari dia, ikutan bak 3x3 meter", ucap Ketua LSM itu.


" Wah ternyata pemiliknya bukan orang yang arogan", ucap seorang anggota LSM.


" Menurutku tidak arogan sama sekali, dia justru senang dengan tujuan kita, oleh karena itu dia meminta kita untuk membangun mengawasi Proyek dia, dan salinan master plan mereka, bukit itu sengaja di biarkan oleh mereka, karena mereka juga butuh air, maka dia menyambut baik tuntutan kita", ucap Ketua LSM itu.


" Syukurlah, buat apa mengganggu, jika mereka sendiri sudah memikirkan untuk masa depan mereka, intinya sekarang kita tetap pada tujuan LSM kita, dan selama perusahaan itu tetap komitmen, maka kita juga harus rela membangun perusahaan yang peduli dengan lingkungan", ucap anggota LSM itu


Ranti kini sedang berkeliling, Aisyah tak jauh - jauh dari Ranti, hingga Salma geleng-geleng kepala tapi ada rasa kasihan di hati Salma.


Berapa rindunya Aisyah kepada Ranti yang saling berjauhan, makanya Salma tidak mengganggu jika saat ini Aisyah menempel terus ke Ranti.


" Robin, lihat adikmu yang satu itu, dia tak peduli dengan penilaian orang, tetap saja manja ke Ranti", ucap Tiara.


" Kasihan dia jauh sendiri di Merak, jadi bayangkan saja kangennya seperti apa, Ranti sendiri seminggu gak dia bertemu denganku, lihat saja tingkahnya seperti apa", ucap Robin.


" Kedua adikmu itu sifatnya sangat mirip, sangat lembut tapi sangat kejam juga terhadap orang yang jahat", ucap Tiara.


" Ia, tapi mau bagaimana lagi, kita berdua harus menyayangi mereka, agar kelak kita tua, kita tidak kesepian, kita bisa punya keponakan yang bisa menghibur kita dan anak kita nanti punya teman dan saudara", ucap Robin.


" Ia, aku bahagia dengan Aisyah, walau dia masih baru dalam kehidupan kita, tapi aku tidak cemburu atau berpikiran negatif jika kamu dekat-dekat Aisyah", ucap Tiara.


" Terimakasih, Buat apa kita mempersulit diri sendiri, aku sangat beruntung memiliki pacar yang hidupnya sederhana, padahal uang kami saja triliunan, tapi lihatlah cara kamu berpakaian, di luar sana bisa dilihat para cewek-cewek seusia kita, belanja sana sini, bahkan ada yang jual diri, kali kamu dan Ranti terbalik, uang banyak tapi justru malas belanja", ucap Robin.


" Abisnya memang aku seperti ini, prinsipku, disaat ingin sesuatu aku bisa membelinya, tapi tidak membabi buta, lihatlah Ranti, ingin beli mobil puluhan milyar dia beli, tapi giliran yang lain mana dia mau, beli barang kalau butuh, saat tidak butuh buat apa beli", ucap Tiara.


" Hebat juga kamu, aku makin sayang sama kamu, ternyata Ranti tidak salah mengenakkan aku sama kamu, tapi ancaman dia waktu itu mengerikan, katanya jika aku menyakiti kamu, pasti dia tidak akan menganggap aku lagi sebagai kakaknya", ucap Robin.


" Hahahaha, makanya kalau ada masalah apapun kita bicarakan baik-baik, emosi hanya buat kita cepat tua, nanti gantengmu hilang, hehehehe, ucap Tiara.


" Terimakasih ya sudah mencintai aku dan menerima aku apa adanya", ucap Robin sambil merangkul Tiara.


" Sama-sama, jujur aku sangat bahagia bersamamu, terimakasih sudah selalu ada di saat apapun, apalagi kita saat ini punya 2 orang adik yang sangat manja, ucap Tiara dengan suasana hati yang gembira.


" Aisyah sini duduk sama kakak, jangan ganggu kakakmu yang lagi kerja", panggil Robin.


" Ia kak, Aisyah juga haus Juice dari kak Ranti sudah habis", ucap Aisyah.


" Ya udah sini, makanya jangan panas-panasan, fisikmu tak sekuat kakakmu Ranti, ini minum juicenya, ucap Tiara sambil mengambil Juice dari cincin ruang.


" Hehehehe terimakasih kakak ipar ku yang cantik, pokoknya Aisyah gak mau kak Robin buat kakak ipar menangis, kalau kakak ipar menangis Aisyah kak Ranti tidak sayang lagi sama kak Robin", tegas Aisyah.


" Hahahaha, pasti ini ajaran kakakmu ya, ucap Robin.


" Ia, dan memang benar bukan, kak Robin adalah kakak kami, apa kak Robin mau kami juga di sakiti oleh kalian pria", ucap Aisyah.


" ia kakak janji, lagian kakak ipar kalian sebaik ini, buat apa coba kakak menyakiti kakak ipar kalian, yang ada kakak yang rugi, enak banget cowok yang jadi pasangan nya setelah kakak", ucap Robin.


" Nah begitu dong, itu baru Kakakku yang ganteng, tapi maaf kakak ipar, foto Aisyah dan kak Robin di Surabaya, di pikir teman- teman Aisyah, bahwa kak Robin pacar nya Aisyah", ucap Aisyah polos.


" Terus kamu jawab apa ? tanya Tiara.


" Aku jawab kalau kak Robin adalah kakak angkatku, dan aku kasih liat foto kita berempat, bareng kak Ranti, batu mereka diam, dan lagi mereka itu bukan sahabat ku, jadi bodoh amat, ada satu orang berusaha baik sama aku, karena ibunya bekerja di Bank milik kak Ranti, tapi aku cuekin, karena dia tidak tulus", ucap Aisyah.

__ADS_1


__ADS_2