
Sepulang sekolah Salma langsung minta di siapkan udang, kepiting dan kepiting goreng tepung, sambil dia ke kamarnya dan langsung mandi, serta berganti pakaian, semuanya disiapkan oleh Yati.
Armando juga demikian, selesai mandi berganti pakaian, Armando juga langsung ke meja makan.
" Bibi, tolong sebagian di bungkus, aku mau bawa ke ulangtahun temanku, ucap Salma sambil memberikan kotak makanannya.
" Siap Nona Muda kecil, memangnya acara jam berapa Non, tanya Mirna
" Jam 15.00 WIB
" Sekarang baru jam 12 Non, kok cepat berangkatnya, kepo Mirna
" Mau mampir ke Mall Galaxy sebentar beli hadiah dulu, ucap Salma
" Oh oke kalau begitu, ucap Mirna
Selesai makan siang, Salma dan Armando, langsung menuju ke mobil mereka yang sudah di parkir depan teras rumah.
Mereka bergegas, takutnya terlambat, padahal bukan acara penting, tapi Kakak-kakaknya sudah mengajarkan agar menghargai waktu dan orang yang sudah mengundang ke acaranya.
Hanya butuh waktu 35 menit mereka sudah tiba di parkiran Mall Galaxy, Salma dan Armando bergegas naik ke lantai dua dan mencari toko sepatu dan tas, tempat Clara kerja dulu.
Sekitar 10 menit mereka mutar-mutar, akhirnya ketemu juga, Pak Jumono segan mau masuk ke toko itu, karena tidak enak dengan pakaiannya, tapi Armando memegang pergelangan tangan pak Jumono dan menariknya masuk ke toko itu.
Alangkah terkejutnya Armando dan Salma, ketika ada sepasang suami istri mengusir mereka
" Aduh .. anak siapa ini, ujar wanita
" Hei mas kalau masuk toko, perhatikan anak anda, bentak pria yang bersama istrinya
" Maaf pak, memangnya apa salah mereka, kami baru saja masuk, balas pak Jumono
" Kamu gak sadar disini toko apa, memangnya kamu mampu membelikan mereka barang - barang yang di jual disini, Ucap laki-laki itu
" Saya memang tidak mampu, tapi majikan saya mampu membelinya sebanyak yang dia suka, balas Pak Jumono dengan sengit.
" Majikan... siapa majikan kamu disini, ejek si laki-laki itu
" Ada apa om, kenapa Om memarahi paman saya, ucap Armando tiba-tiba datang
" Oh kamu keponakannya, bisa gak kalian berempat keluar dari sini, ucap laki-laki yang mulut ember
" Kenapa kami harus pergi dari sini, memangnya, toko ini punya Om, balas Armando dengan tegas
" Maaf Pak, atas dasar apa anda mengusir majikan saya, tanya Yati
" Karena aku tidak suka, kalau saya lagi belanja ada yang mengganggu, jawabnya dengan angkuh.
" Kalau begitu, kenapa anda datang ke Mall, disini tempat umum, kalau tidak mau di ganggu silahkan belanja online, ucap Yati dengan tajam
" Jaga mulut kamu, kamu belum tau saya siapa, gertak laki-laki itu
" Kak Yati, si om pikir kita wajib mengenalnya, ujar Armando tak kalah menohok
" Kamu anak belajar sopan santun kalau bicara dengan orang dewasa, bentak laki-laki itu
" Kakak-kakak saya, mengajarkan saya dan adik agar sopan kepada yang lebih tua, apa om lihat mereka berdua, yang ini paman Jumono, dia sopir saya, tapi saya panggil dia Paman karena dia sangat tulus kepada kami, dan ini namanya kak Yati, dia pengasuh kami berdua, tapi saya panggil dia kakak, karena dia sangat baik dan suka membantuku dan adikku belajar, terus bagaimana dengan Om, kami baru saja datang, om sudah mengusir kami, saya dan adik yang tidak sopan atau kamu yang besar tidak, balas Armando dengan nada menekankan
" Kurang ajar kamu, kecil-kecil, tapi mulut kamu berbisa juga, ucap laki-laki
Salma yang sudah mulai kesal dengan si laki-laki itu, lalu berkata
" Pak Tua, tolong ajarkan kami bagaimana cara sopan santun itu, apakah mengusir orang sambil mengejek atau meminta baik - baik, tanya Salma.
" Kamu lagi, kecil-kecil mau mengajari saya, pergi kalian dari sini, kayak orang punya duit saja kalian, bentak laki-laki itu.
" Nona Muda, tolong cepat pilih barangnya, dan kita pergi dari sini, kak Yati mules cium bau busuk dari orang itu, ucap Yati
" Ayo kak, mendingan kita pilih saja barang buat teman saya, ucap Salma
" Halo kakak pelayan, tolong ambil sepatu yang itu, ucap Salma sambil menunjuk sepatu naik warna Hitam
Pelayan dengan sopan segera menunjuk sepatu yang diinginkan Salma untuk meyakinkan, agar tidak salah mengambilnya
" Yang warna hitam ini dek, tanya pelayan itu
Ketika pelayan itu mau menyerahkan sepatu itu, tiba-tiba istri dari pria sombong itu ingin merebutnya
" Maaf nyonya, adik ini, sudah lebih dulu memilihnya, kata pelayan itu
" Memangnya kamu yakin anak itu sanggup membelinya, ucap ibu itu
" Mau jadi membeli atau tidak, itu tidak masalah, kami menghargai setiap pelanggan yang datang, jadi anda tunggu saja, jika adik ini, tidak jadi membelinya, silahkan ambil jika anda berminat, ucap pelayan itu
" Kamu itu pelayan toko, bukan babu nya anak kecil ini, bentak si wanita itu
" Maaf nyonya saya kira, omongan anda sudah terlalu kasar dan tidak pantas di dengar oleh anak-anak, ucap pelayan itu.
__ADS_1
" Kakak pelayan, tolong ambilkan yang warna putih juga dengan nomor yang sama, terus tolong tas sekolah yang di belakang kakak juga tolong ambilkan dan bungkus, maaf kak kaos kaki juga 3 pasang warna putih semua, ucap Salma
" hei pelayan sepatu warna hitam itu bungkus buat saya, ucap wanita itu
" Maaf nyonya, adik ini sudah saya meminta membungkusnya berarti dia, sepatu ini, milik adik kecil ini
Di depan toko, Armando dan laki-laki dewasa itu, masih berdebat.
" Baiklah Om, tolong kasih tau saya siapa Om, biar saya tanya Kakakku, apa dia mengenal om.
" Ingat baik-baik nama dan muka saya, saya Franky Purnama, Pemilik perusahaan distribusi makanan PT Purnama Multi Food, ucapnya dengan sombong
" Apa hanya itu yang om miliki, atau Om punya Pabrik juga, tanya Armando
" Hahahaha, 6 bulan lagi pabrik saya akan selesai, imbuhnya dengan lantang
" Kirain sudah pabrik, kami saja punya banyak pabrik tapi tak se sombong om, ujar Armando
" Punya Pabrik, jangan mimpi, sekolah yang bener biar punya pabrik, ucap laki-laki itu
" Terimakasih om, tumben mulut om keluar kata-kata bagus, ucap Armando
" Tuan Muda, mari kita lihat apa Nona Muda Salma sudah selesai, acara tinggal sejam lagi di mulai, ucap Pak Jumono memotong perdebatan Armando dengan laki-laki itu.
" Baiklah Paman, mari kita lihat, ucap Armando
" Oh ia om yang baik, jika ingin menambahkan produk jualannya silahkan ambil di pabrik kami, Food Excellent, Ucap Armando
" Food Excellent, pabrik itu punya kalian, hahahaha pintar kamu mengaku-ngaku pemilik pabrik makanan itu, ucap laki-laki itu tetap dengan mode sombong
Armando yang ingin beranjak dan menyusul Salma, tiba- tiba mendengar Salma berteriak memanggilnya, dengan segera Armando bergegas mendekati Salma
" Ada apa dek, tanya Armando
" Tolong kakak pelayan itu, dia di tampar oleh orang gila ini, ucap Salma sambil menunjuk wanita itu.
" Kak Yati tolong cari pelayan lain dan minta panggilkan pemilik toko ini, perintah Armando
" Tidak apa-apa adik kecil, lagian bos saya lagi di Bali, ucap pelayan itu, sambil mengelus pipinya yang panas kena tampar.
" Maafkan saya kakak pelayan, nama saya Salma, dulu kalau saya kesini, selalu di layani sama kak Clara, tapi dia sekarang bekerja di Perusahaan kami, Ucap Salma
" Nama kakak Marnita, panggil saja kak Ita, Clara itu teman kakak, nanti kalau ketemu titip salam dari kak Ita
" Begini saja, Salma telpon Video call, biar kak Ita ngobrol, tapi saya mau bayar dulu barang- barang yang tadi, berapa semuanya tanya Salma
" Tidak, kamu pikir siapa kamu berani membentak saya dan kakak pelayan daritadi, dan sekali lagi kamu bicara kasar, saya tidak akan segan dengan kamu .. ! dasar wanita sombong
" Kurang ajar kamu, bentak wanita dan hendak menampar pipi Salma
Tapi sayang, tangan kecil Salma lebih cepat menepis tangan wanita sombong itu balik menampar, Plak.. Plak
aduhh... aduh..
" Kamu anak kecil berani menampar pipi saya, apa kamu tidak di didik di rumah hah..! bentak wanita sambil memegang pipinya
" Ada apa mah, kamu kenapa menjerit, kata suaminya
" anak kecil itu menampar pipi mamah, sakit pah, ucap wanita itu mengadu ke suaminya
" Oh ini Istri Om ya, pantas kalian berdua sama-sama sombong, kalian pasangan serasi, ejek Armando.
" Anak tak ada didikan, sini biar om yang didik kalian, ucap laki-laki itu sambil mau menampar Armando
Armando yang sudah siaga, menangkis Tamparan laki-laki itu dan balik menampar, Plak... plak, Sungguh malang nasib suami istri itu, keduanya di tampar anak kecil.
Sang pelayan toko jadi tertawa geli, melihatnya sambil tangannya membungkus barang- barang yang di beli Salma.
" Kak Ita berapa total semuanya, tanya Ranti
" Totalnya 15 juta, mau bayar tunai atau Kartu Debit, tanya Ita
" Pakai Kartu saja, uang cash saya tidak cukup, jawab Salma sambil mengeluarkan Kartu ATM Mandiri.
" Kak Yati, Kartu yang mana untuk buat bayar, tanya Salma sambil menunjukkan ke 3 Kartu Mandirinya.
" Pakai yang Platinum saja, kan cuma 15 juta saja.
" Oh kalau uang ini buat pakai bayar banyak, tanya Salma ke Yati
" Semuanya bisa pakai untuk membayar belanjaan Nona Muda, tapi karena hanya 15 juta, pakai yang Platinum saja, ucap Yati menjelaskan
" Kak Ita, pakai ini, nanti kalau tidak cukup, baru pakai ini, ucap Salma sambil menyodorkan 2 Kartu mandiri.
Suami istri itu masih terdiam, dan seketika mereka di kejutkan, ketika Salma mengeluarkan Dompet kesayangannya, seraya mengambil 3 Kartu Mandiri, yaitu Mandiri World Elite, Mandiri Prioritas dan Mandiri Debit Platinum
" Pah, Kartu ATM apa itu, bisik Wanita ke suaminya
__ADS_1
" Anak kecil memegang 2 Kartu tertinggi dari bank Mandiri, bahkan kartu debitnya saja Platinum, sama dengan punya kita, bisik laki-laki itu.
" Maaf adik tolong Pin nya, ucap Ita
Setelah Salma memencet kode PIN, terdengar suara struk belanja keluar dari mesin EDC, artinya pembayaran berhasil.
" Kak Yati, tolong pinjam 1,5 juta, pinta Salma
" Uang cash kak Yati tidak cukup, ucap Yati
" Kak Ita, berapa nomor rekening nya, tanya Salma
" Untuk adik Salma, tanya Ita bingung
" Nona Muda, sini biar kak Yati bantu, ucap Yati sambil mengambil handphone Salma dan mengetik nomor rekening Ita.
" Mau Transfer Berapa ? Nona Muda, tanya Yati
" 2,5 juta buat beli krim untuk pipi kak Ita, ucap Salma.
Yati mengetik angka nominal yang akan di transfer dan selesai.
" Terimakasih adik Salma, ucap Ita
" Saya yang berterima kasih, oh ya hampir lupa, mari kita video call dengan kak Clara, ucap Salma dan langsung menelpon Clara
" Halo Nona Muda, terdengar suara Clara
" Kak Clara, Salma lagi di Toko sepatu, tempat dulu kakak bekerja, Salma kangen dengan kakak, tapi kak Ita juga katanya lebih kangen, ucap Salma sambil mengarahkan handphonenya ke Ita
" Halo Ita, tolong layani Nona Muda kecil kami dengan baik, mohon Clara
" Pasti Clara, adik Salma juga tidak merepotkan, aku sangat senang dari awal dia meminta tolong kepadaku, ucap Ita dengan jujur
" Ita itu ada pelanggan, coba geser sedikit handphone nya, kayaknya saya kenal pelanggan itu, ucap Clara
Saat di layar handphone Clara terpampang jelas wajah Franky Purnama, Clara langsung menyapa dengan sopan
" Selamat sore Tuan Franky Purnama, apakah anda mau beli sepatu juga, sapa Clara
" Sore juga Nona Clara, maaf sekalian aja saya mau bertanya, apakah besok saya bisa bertemu dengan direktur yang baru, tanya Franky Purnama
" Bisa Tuan, Permohonan Pinjaman anda sudah di setujui oleh Direksi, mengingat anda salah satu distributor dari produk Makanan, yang merupakan bagian dari kami, jadi besok datang saja, kebetulan Bu Dewi direktur yang baru, tidak ada jadwal di jam 9 hingga jam 10 Pagi, ucap Clara
" Baik, Nona saya akan datang jam 9 pagi, Franky yang tak sadar menggunakan handphone Salma.
" Kak Clara, bilang sama kak Dewi dan kak Elisabeth, Salma tidak suka ada orang sombong bekerjasama dengan perusahaan keluarga kami, telpon kak Elisabeth sekarang juga, atau Salma yang menelponnya, tegas Salma.
" Maaf Nona Muda, Ada apa ? tanya Clara
" Mereka suami istri mau menampar Salma dan kak Armando, dan wanita sudah menampar pipi kak Ita, kami juga dimaki- maki oleh mereka berdua, apa mereka harus kita tolong, ujar Salma menekan Clara
" Baik Nona Muda, saya segera menghubungi Nona Direktur Elisabeth dan juga akan berbicara dengan ibu Direktur Dewi.
" Terimakasih Kak Clara, dan pokoknya kak Clara hari Sabtu atau Minggu temani Salma jalan-jalan, ketempat yang waktu itu, bagaimana? ujar Salma
" Kakak minta selama Kakak sibuk, tapi apa Ita boleh ikutan, tanya Clara
" Boleh dong, nanti kita pakai mobil Alphard ku, biar agak besar, ucap Salma.
" Hari Minggu saja ya Nona Muda, karena hari Sabtu, kakak sudah janji dengan adik kakak, ucap Clara
Ya sudah aku tutup telpon dulu ya, sampai hari Minggu jam 3 sore, ucap Salma dan langsung menutup telpon.
" Kak Ita, hari Minggu ikut saya dan kak Clara jalan-jalan, nanti Salma yang minta ijin sama paman pemilik Toko ini, ucap Salma.
" Tidak perlu minta ijin, hari Minggu kakak memang hanya sampai jam 3 sore kerjanya, ucap Ita.
" Hehehehe, kalau begitu Salma pergi dulu, sampai ketemu hari Minggu, ucap Salma dan beranjak Pergi.
Namun Salma dan Armando di hadang oleh Franky Purnama dan istrinya
" Nona Muda, maafkan kami, kami tidak mengenal anda sebagai pemilik RPS Multidana Finance dan RPS Food Excellent, mohon ampuni kami, ujar suami istri itu sambil menundukkan kepala.
" Jadi kalau kalian mengenal saya dan kakakku, baru kalian akan bersikap ramah dan sopan, tegas Salma
" Maafkan kami Nona, kami sangat membutuhkan pinjaman modal dari RPS Multidana Finance, kami juga sangat membutuhkan produk makanan dari Food Excellent, ucap mereka berdua.
" Maaf, saat ini pasti kak Dewi sudah mendengar kelakuan kalian, ucap Salma dan langsung bergegas keluar dari Toko.
Pasangan suami istri itu langsung terjatuh ke lantai sambil merutuki kebodohan mereka.
" Nona Pelayan maafkan kami, ucap mereka berdua
" Kalian orang kaya, saya hanya pelayan, jadi tak pantas tuan dan nyonya meminta maaf kepada saya, yang orang rendahan, ucap Ita.
" Kami sangat menyesal telah semena-mena kepadamu, ucap laki-laki itu
__ADS_1
" Hal wajar buat kami orang miskin, diperlakukan kasar oleh kalian berdua yang berstatus tinggi, balas Ita