SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Keluarga di atas segalanya


__ADS_3

Suasana di ruangan menjadi sangat ramai, saudara dari papanya Tiara juga berbicara dengan keras...


Paman Tiara, Restu Agung mengatakan kalau terjadi apa-apa dengan adiknya maka, Tiara dan mamanya yang tanggung jawab, sembari memerintahkan Dokter untuk memeriksa pasien


Ranti tegas melarang, maaf Dokter apakah anda belum membaca laporan dokter yang bertugas tadi, Dokter itu terdiam...


Siapa dokter yang datang sebelumnya tanya dokter yang ternyata namanya Dokter David..


Robin segera mengeluarkan HP dan menunjukkan ke dokter David, dokter yang ini...


Dia dokter yang bertugas malam dan memang sekarang pergantian dokter jaga, maaf memang saya belum ke ruangan saya..


Ranti langsung menjawab, maaf Dokter, menurut laporan dari Dokter jaga sebelumnya, mengatakan sudah tidak bisa tertolong karena komplikasi penyakit dengan zat yang dapat memicu penyakit bawaan pasien, tapi saya tidak percaya kalau hanya makanan biasa bisa membuat penyakit pasien kambuh dalam waktu yang sangat cepat apalagi seminggu yang lalu pasien masih melakukan kontrol rutin, tegas Ranti


Dan ini adalah cairan infus yang diberikan oleh dokter jaga tadi, dan menurut saya, cairan ini telah di campur dengan Racun


baik, kami akan memeriksa di laboratorium, jawab Dokter


Berapa lama hasilnya keluar.. tanya Ranti


sekitar 1 jam, kami punya alatnya, kata Dokter itu


baik dokter, kami akan menunggu hasilnya..


kalau Dokter tidak percaya dengan apa yang saya katakan tidak apa-apa, tapi saya yakin, penyakit pasien tidak akan secepat ini bereaksi, coba anda pikirkan, selama bertahun-tahun, penyakit bawaannya tidak menunjukkan tanda-tanda kritis


karena, Jika ada perkembangan ke arah kritis, harusnya pihak RS bisa menahan Pasien untuk melakukan perawatan intensif, benar tidak Dokter...


silahkan anda baca rekam medis serta seluruh laporan cek kesehatan pasien selama 3 bulan dan tolong lihat grafiknya...


Dokter dan lainnya terkejut dengan penjelasan Ranti, dokter David memerintahkan perawat agar ke kantor dan ambil rekam medis atas nama Pribadi Agung, cepat Suster !!,


baik Dokter, jawab Suster tersebut


terlihat wajah, Restu Agung dan istrinya mulai nampak gusar...


lanjut dokter bertanya, kenapa kalian menutup pintunya...


Ranti, menjawab saya yang meminta kak Robin menutup nya, karena saya tidak mau ada pengganggu disaat saya mengobati papanya temanku, jawab Ranti ketus


Semakin bingung Dokter dengan penjelasannya, dan akhirnya perawat tiba membawa rekam medis dan seluruh berkas, mulai laporan kontrol, obat yang digunakan dan laporan terakhir Minggu kemarin dan laporan tim dokter jaga yang pertama menangani pasien dan laporannya...


Benar disini di laporkan bahwa, penyakit pasien sudah pada tahap kritis badan penjelasan lainnya, intinya tidak laporan yang mengatakan, pasien keracunan.


Mereka masih berdebat soal laporan, papanya Tiara, bersuara dimana ini dan kenapa badanku lengket semua...


semua orang termasuk dokter kaget tapi tidak dengan Ranti, secara pil yang di berikan adalah pil semesta...


bagaimana perasaan anda pak Pribadi, basa-basi Dokter David,..


Badan saya terasa lebih segar dari biasanya, hanya saja ini kok pada lengket dan bau...


maaf Dokter saya bantu suami saya membersihkan, sekaligus meminta Tiara untuk mengambil peralatan mandi dan baju ganti yang di bawa dari Rumah


betapa senangnya Tiara melihat papanya berjalan ke kamar mandi dengan normal...


Ranti terimakasih ya...kata Tiara


sama-sama, terimakasih juga disaat-saat genting, kamu tetap percaya padaku...


Dokter menatap Ranti penuh tanda tanya dan keluar dari ruangan bersama keluarga yang lain, juga Ranti, Tiara dan Robin...


betapa kaget mama Tiara melihat tubuh suaminya yang terlihat lebih muda bahkan wajahnya tambah mulus, beberapa bekas jerawat, semua hilang juga luka bekas kecelakaan motor waktu bujangan, sudah tak kelihatan alias hilang entah kemana....


papah makin ganteng saja, coba papa bercermin.. kata mama Tiara


papanya Tiara juga kaget melihat dirinya di cermin.... kok bisa mah...


dengan cepat mama Tiara berkata, sudah nanti kita tanya ke temannya Tiara, yang namanya Ranti, mari pah kita menemui Dokter David


pasangan suami istri itu keluar dari ruangan dan mencari Dokter David

__ADS_1


Tiara yang melihat papanya keluar dari ruangan, langsung berhamburan dan memeluk papanya... sambil menangis bahagia...


Ranti, terimakasih papaku sudah sembuh, dan bukan hanya sembuh tapi tambah ganteng papaku... sekali lagi terimakasih..


Tiara, dia ini yang selalu kamu ceritakan, dan juga juara umum tingkat SMP se Jawa Timur


jawab Tiara, ia pa..


Terimakasih nak Ranti, menurut istri saya kamu yang menyelamatkan saya, kata papanya Tiara...


sama-sama om, Tiara sudah seperti kakak saya sendiri, jadi wajib bagi saya membantu Om, kata Ranti


Pak Pribadi juga melihat kakaknya datang menjenguk, padahal niatnya ingin melihat adiknya meninggal dan dia akan mengambil alih perusahaan adiknya.


tapi sayang, niatnya di halangi Ranti, bahkan penyakit bawaan pak Pribadi, turut sembuh total...


Di koridor terlihat beberapa dokter dan petinggi RS, datang mendekati, keluarga Pak Pribadi Agung, mereka terlihat sangat kuatir, ya kuatir RS nya akan di tuntut...


Ranti maju selangkah dan bertanya ke Dokter David, lalu bertanya..


Bagaimana hasil tesnya Dokter, tanya Ranti...ke Dokter David


" Positif" , hasilnya positif cairan infus tersebut sudah di campur dengan racun, tegas Dokter David dan ini salinan laporan nya.


Seorang petinggi RS berkata, kami siap bertanggungjawab atas peristiwa ini dan jika mau di bawa ke jalur hukum, kami juga tidak membantah dan akan membantu semampu kami, apalagi ini menyangkut nama baik RS.


saya atas nama dewan direksi RS Puri Medika, meminta maaf kepada Pak Pribadi Agung dan keluarga, sambil menundukkan kepala mereka para petinggi RS meminta maaf.


Pak Pribadi Agung, menjawab, RS tidak salah, yang oknum pribadi, jadi mohon pihak RS membantu penyelidikan dari kepolisian.


Baik pak Pribadi, kami siap membantu anda


Setelah selesai semuanya, mereka pamit dan meninggalkan RS..


Ranti, juga pamit pulang kerumahnya, namun Tiara menahannya


Ranti, ikutlah bersama kami kerumahku, mau ya...


setelah sekian lama, akhirnya mama Tiara menyebut nama Robin, " nak Robin terimakasih sudah menemani Tiara


Tiara yang mendengar ucapan Robin ke mamanya, nampak wajahnya merona, kekasihnya memang sangat pengertian, Tiara tanpa malu pada orangtuanya langsung memeluk lengan Robin


Pak Pribadi, berbicara kepada Tiara, nak Ranti mampir dulu kerumah kami, nanti sopir akan antar kamu pulang


baiklah kalau begitu, pasrah Ranti


Didalam mobil Toyota Alphard milik keluarga Tiara, semuanya hanya saling diam... hanya terdengar alunan musik yang menyejukkan


15 menit kemudian mereka sampai di rumah Tiara, mereka disambut pelayan, segera mama Tiara memerintahkan agar tolong siapkan minuman dan cemilan


Baik nyonya, jawab pelayan itu


Nak Ranti, maaf sebelumnya, kalau boleh tau obat apa yang nak Ranti berikan kepada saya, tanya pak Pribadi


itu obat herbal Om, saya pernah menggunakannya ke Suster Diana waktu di Panti Asuhan, sebelum aku keluar dari sana, Suster juga sudah sehat, makanya saya yakin, obat itu bisa menyembuhkan om dari keracunan, kata Ranti


nak Ranti apa benar, kamu juga memberikan serum Pembersih dan kekebalan tubuh pada Tiara, tanya mamanya Tiara..


ia Tante, apa Tante juga mau, tawar Ranti, tapi tolong jangan pernah kasih tau siapapun, karena Tante adalah mamanya Tiara maka saya akan berikan dengan gratis juga sama seperti Tiara dan kak Robin


maaf Tante, bukan apa-apa, barang ini sangat langka dan tidak di jual, kalau di jual pasti sangat mahal, segera Ranti membuka tas sekolah dan mengambil botol kaca yang berisi 1 tetes serum pembersih dan kekebalan tubuh, untuk penggunaannya biar Tiara yang bantu Tante.


Kak Robin, saya juga memberikan 2 tetes serum pembersih dan kekebalan tubuh, buat papa dan mama kak Sonia, alasannya karena kak Sonia adalah pacar kak Darel.


untuk semua yang dekat dengan kami pasti saya akan memberikan nya, dan anggaplah sebagai hadiah dari kami...


terimakasih nak Ranti sudah menganggap kami keluarga, kata mamanya Tiara


oh ya Tante kalau Tante mau menunggu saya yang bantu Tante untuk proses penggunaan serum itu, Tante harus menunggu saya hari Sabtu Minggu depan karena sekolah libur


Tiara dan mamanya hanya nurut saja.. ya sudah Ranti mama saya tunggu kamu kapan bisanya

__ADS_1


oke kalau begitu, ini serum nya Tante di simpan baik-baik, kata Ranti


dan untuk om, untuk membuktikan bahwa penyakit bawaan om sudah sembuh alangkah baiknya om datanglah ke RS untuk periksa secara menyeluruh, pesan Ranti ke pak Pribadi


ketika Ranti melihat Robin, terlihat wajah agak berbeda dari biasanya...


kak Robin ada apa, kenapa tiba-tiba, kakak jadi murung, apa ada sesuatu yang bisa Ade bantu...


ah.. gak apa-apa, hanya aku lagi kangen sama orangtuaku saja, sudah lama aku tidak berjumpa dengan orang tuaku...


emang dimana orangtua Kaka tinggal sekarang.. tanya Ranti


mereka tinggal di Bandung, sudah 6 bulan mereka disana


oh gitu, nanti malam saya mau ke Cirebon dan dan hari Minggu saya mau ke Bandung dan pulang hari Senin sore


Tiara bertanya kamu mau pergi sama siapa Ranti..??


aku pergi sendirian, naik kereta ke Cirebon dulu baru ke Bandung, jawab Ranti ke Tiara


ada apa kamu kesana sendirian


ada urusan sedikit, tenang saja aku pasti kembali, juga aku sudah ijin Sama keempat kakakku


oh ya sudah


om, Tante, Ranti pamit pulang dulu mau siap-siap


makan dulu baru pulang, nanti diantar sopir, kata mama Tiara


gak usah Tante, saya masih kenyang, nanti kapan-kapan saya makan disini...


pak Pribadi, kembali bersuara, sembari memberikan kartu ATM, kepada Ranti, ini nak Ranti sebagai ucapan terimakasih dan maaf kami tidak mau berterimakasih dengan apa...


Tidak usah, kalau Om memaksa saya mengambilnya berarti, bukan hanya om dan Tante, Tiara juga saya akan tidak anggap sebagai keluarga saya, jadi tolong jangan paksa saya menerima nya...


Tiara jadi serba salah, dengan penolakan Tiara


om jujur saja, pil yang saya berikan itu tidak ada di dunia ini, om boleh percaya atau tidak itu terserah om, dan om boleh pikirkan jika ada barang yang tidak di jual itu berarti apa...


maaf nak Ranti kalau sudah membuat kamu tersinggung kata pak Pribadi


gak apa-apa Om, memang aturan dunia tak ada cara lain orang berterimakasih selain dengan uang, dan Jujur saja, kalau orang lain pasti saya justru meminta bayaran dulu baru saya berikan barangnya...


Dengan om kembali sehat saja saya sudah sangat bahagia, saya dari kecil sudah tak punya orang tua, di sekolah Budi Luhur saya ketemu dengan Tiara, dan Tiara mau menerima saya jadi temannya hingga sekarang, apa aku tega membiarkan Tiara sedih kehilangan Om, sementara saya bisa membantu tapi saya diam...


menurut om apakah alasan saya sudah tepat atau tidak ?? dan mana lebih berharga keluarga atau uang


kamu benar-benar hebat... beruntung anak om dan Tante bisa bersahabat dengan kamu, kata pak Pribadi


om dan Tante hari Sabtu Minggu depan saya akan datang lagi, dan ada sesuatu yang ingin aku berikan selain Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, tunggu saja, kata Ranti


baiklah Kalau begitu, tapi jika di kemudian hari, Ranti butuh bantuan, silahkan kasih tau Tiara atau telepon om dan Tante , kata pak Pribadi


baik om, Tante, saya pamit sekarang


Robin juga beranjak dari kursi dan sekalian pamitan untuk pulang


sepeninggal Ranti dan Robin, Tiara dan kedua orangtuanya, masih ngobrol di ruang keluarga, mereka bertanya ke Tiara


Tiara, apa memang Ranti seperti sifatnya,..


ia mam, dia itu di sekolah jarang bicara, dan dia hanya berteman dekat dengan aku, dan dialah yang mendekatkan aku dan Robin, kenapa apa mama takut, Ranti mengambil Robin dari Tiara, atau Robin akan jatuh cinta sama Ranti...


hehehehe namanya juga perempuan, ada takut juga si, mama senang kamu sama Robin anaknya baik dan kelihatan serius dengan kamu sayang...


Mama tenang saja, Robin dan Ranti sudah mengangkat saudara, memang kedengarannya saya naif dan percaya begitu saja sama Robin dan Ranti..


tapi biarlah mama atau siapapun mencurigai Robin dan Ranti, tapi aku tetap percaya dengan kata hatiku... alasannya sederhana, di awal aku kenal dengan Robin dari Ranti..


menurut mama, apakah mama akan melepaskan jika mama berada di posisi Ranti dan juga papa, apakah papa akan melepaskan mama jika papa berada di posisi Robin

__ADS_1


kamu benar juga sayang, maafkan mama ya yang agak meragukan kedekatannya dengan Robin...


gak apa-apa ma, Robin memang sangat menyayangi Ranti, karena Robin tau salah satu kebahagiaan ku adalah Ranti, dan memang benar mam, aku sangat bahagia berteman dengan dia, dan kalian lihat, apa yang diberikan itu... jujur mam pil itu jika di uang kan bisa milyaran, tapi bagi Ranti, keluarga di atas segalanya.


__ADS_2