
" Tuan, keluarga Restu Jaya sedang merencanakan untuk menangkap anda dan Nona Tiara serta akan melakukan aksi pengrusakan di Mega Proyek Kota Terpadu", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Biarkan saja dulu, dan tolong pantau saja dulu", aku akan eksekusi keluarga itu dan membuangnya ke penjara kantong 4 musim", jawab Ranti.
Waktu sudah jam 9 malam, Salma dan Armando sudah ketiduran di ruang TV, hingga akhirnya mereka bubar, dan mengangkat Salma dan Armando pindah ke kamar mereka masing-masing.
Tepat jam 12 malam, Ranti masih belum bisa tidur, dia memutuskan untuk berkeliling namun bukan menggunakan mobil, kali ini dia terbang dengan santai sambil melihat-lihat kita Surabaya.
Mata Semestanya terganggu dengan para remaja tanggung yang mengadakan balap liar, bunyi knalpot berisik sangat mengganggu.
Sangking kesalnya, Ranti mengeluarkan Drone untuk merusak semua motor yang sedang parkir menunggu giliran, alhasil sekali di rusak 20 motor, kali kedua juga 20 motor juga rusak.
Ranti hanya tertawa melihat melihat para pemuda itu kebingungan, 40 motor rusak secara bersamaan, dengan iseng Ranti memerintahkan agar mengempeskan seluruh motor yang ada disitu, baik motor untuk balap, maupun motor para penonton.
Karena sudah tidak bisa di pakai balap lagi, akhirnya acara balap bubar, saat mereka mau pulang, terlihat mereka semua mendorong motor, jadilah acara balap dorong motor.
Ranti hanya bisa tertawa melihat sekumpulan orang mendorong motor, Ranti meninggalkan lokasi itu dan lanjut terbang, dia tiba di tengah Kota, dia melihat ada 2 anak kecil sedang membantu ibunya berjualan.
Hatinya tersentuh melihat mereka, Ranti mendarat di area gelap dan mengeluarkan motor Matic Yamaha Nmax yang sengaja dia beli dan disimpan dalam Cincin Semesta.
Dia mendekati Gerobak yang berjualan Bubur kacang hijau, ubi rebus dan aneka rebusan lainnya, setelah Ranti membaca statusnya, jualan itu bukan miliknya, melainkan dia wajib menyetor, dan dia di tugaskan berjualan dari jam 5 sore hingga 2 dini hari.
Ranti mampir dan duduk lalu memesan susu jahe dan ubi rebus, terlihat lumayan banyak yang pelanggan yang rata-rata bungkus.
" Bu, sudah lama berjualan beginian", tanya Ranti.
" Baru sebulan, setelah suamiku menceraikan aku dan dia menikah lagi, demi kedua anakku, makanya aku terpaksa jualan sore hingga malam", ujar ibu itu.
" Dulunya ibu kerja apa?" tanya Ranti.
" Dulu punya usaha warung makan, saat baru pulang jadi TKW di Hongkong, terus berkembang, rupanya selama aku disana dia selingkuh dengan orang sekampungnya, bahkan wanita itu bekerja bekerja di Warung saya, dan sekarang merekalah yang menguasai warung saya, di Sidoarjo, karena sudah cerai saya kembali kesini", ujar wanita 2 anak itu.
" Kasihan anaknya gak sekolah Bu?' ucap Ranti.
" Saya sudah daftar, untung yang satunya baru mau kelas 1 SD dan satu lagi harusnya naik kelas 3, tapi tidak apa-apa tertunda setahun, ucap pasrah wanita itu.
" Ibu tinggal disini rumah sendiri atau ngontrak?" tanya Ranti.
" Kontrak, sebulan 600 ribu, dekat dengan pemilik jualan ini, dan lumayan juga dapatnya, semalam bisa dapat 100 ribu, itu sudah cukup buat kami", ujar wanita itu.
Hampir sejam Ranti ngobrol dengan wanita itu, warungnya terlihat sudah sepi, dan tidak ada lagi tanda-tanda orang mau beli.
" Bu jika punya 10 juta, dagangan apa yang akan ibu jual ?" tanya Ranti.
" Kalau 10 juta pasti aku dagang seperti ini, tapi Maksimal jam 11 malam sudah tutup, ujarnya.
" Kalau modal warung makan memang butuh berapa banyak?" tanya Ranti lagi.
" Sebenarnya kalau tempat sudah ada dan peralatan sudah ada, 10 juta juga sudah banyak, yang mahal sewa tempat serta perabotannya dan peralatan masak serta peralatan untuk penyajian, beli bekas pun tetap untuk memenuhi semua itu bisa hingga 35 juta", ujar wanita itu.
" Saya dan beberapa teman mengelola Panti, tapi itu hanya tempat sementara, mereka kami tempati di Ruko, kebetulan tukang masaknya berhenti, dan ikut anaknya yang sudah sukses di Jakarta, jadi kurang kita butuh orang, jika ibu mau besok pagi jam 9 atau jam 10 saya tunggu ibu disana, nanti alamatnya saya berikan", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona, apa nanti saya bisa bawa anak-anak saya saat bekerja, atau saat mereka pulang sekolah apa bisa mereka main di Panti, tanya wanita itu.
__ADS_1
' Bisa, bahkan ibu harus tinggal disitu, ada kamar yang cukup buat kalian bertiga, semua fasilitas di tanggung, kedua anak ibu juga ikut makan dengan anak-anak Panti, intinya ibu dapat gaji bersih, karena makan dan tempat tinggal gratis, Gaji 5 juta perbulan", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona, saya mau, biar anak-anak saya tetap dekat dengan saya dan mereka juga dapat banyak teman", ujar wanita itu antusias.
" Nomor telepon berapa?" tanya Ranti.
' Sekarang lagi gak pegang hp, sudah saya jual waktu bayar kontrakan pertama kali sampai disini", ujar wanita.
Ranti pura-pura ke bagasi motor untuk mengambil Handphone dari Cincin Semesta.
" Ambil Handphone ini, dan besok pagi beli Kartu telpon dan hubungi saya jam 9 Pagi, bagaimana? tanya Ranti.
" Kalau nomor saya punya dan masih aktif, hanya handphonenya yang gak punya", uang wanita itu sambil memperlihatkan Kartu telpon.
Ranti kemudian mengambilnya dan memasukkan ke handphone itu, Ranti mengirim pulsa dan mendaftarkan paket internet dan mendownload WA.
" Ini sudah saya atur dan WA juga sudah saya download, sisanya tinggal ibu saja yang atur", ujar Ranti dan memberikan iPhone 13 Pro Max sitaan.
" Astaga Nona ini handphone mahal, ujar wanita itu.
" Ambillah, aku masih punya banyak dirumah", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona, oh ia ngobrol dari tadi tapi saya belum tahu nama Nona", ujar Wanita itu.
" Hahahaha, nama saya Ranti Putri, dan kalau ibu siapa namanya?' Ranti berbalik tanya.
" Nama saya Nastiti, tapi orang suka manggil saya Siti.
" Baiklah, ini uang 1 juta, besok pas datang ke sana langsung bawa saja seluruh baju-baju ibu, dan anak-anak dan barang penting lainnya", ujar Ranti
Tak lama berselang, sebuah mobil pickup datang, mobil itu biasa menjemput Gerobak dan peralatan lainnya.
" Ya sudah Bu besok saya tunggu kabar dari ibu", ujar Ranti dan langsung beranjak Pergi.
Ranti masih terus terbang, padahal waktu sudah jam 2 dini hari, dia menuju ke proyek miliknya, dia melihat sikonnya masih aman, berarti belum ada pergerakan dari Restu.
Dia terus mendekat, di memindai area Proyek nya tapi tidak ada apa - apa, dia ke Waduk dan mendarat di dasar waduk yang memang belum ada airnya, dia bersyukur para kontraktor tidak mengabaikan aturan yang sudah dibuat, semua sudah sesuai spesifikasi yang di yang tertuang dalam kontrak.
Ranti meninggalkan area waduk, dia bergerak arah pembangunan rusun, dia kaget saat tiba disana, ternyata masih ada yang sedang bekerja, mereka sedang melakukan pemasangan paving blok, lebih kurang ada seratus orang disana.
Rusun yang terdiri dari 8 blok bangunan 15 lantai, memang untuk sebagian pelatarannya dipasang paving blok, untuk jalur kendaraan tetap menggunakan aspal, rencananya semu Gedung ini akan di buka awal September.
Karena semuanya terlihat baik-baik saja, Ranti kembali menuju ke rumahnya, namun dari kejauhan dia melihat ada seseorang yang sedang kejar oleh beberapa orang, lalu dia mendekat dan mendengar bahwa seorang laki-laki yang di kejar itu telah melihat tindakan 6 orang itu yang memperkosa seorang mahasiswi.
Betapa marahnya Ranti mendengar omongan mereka sendiri, mereka takut video pemerkosaan itu sampai ke tangan Polisi.
Ranti memindai seluruh area itu, dia melihat seorang mahasiswi sudah tergeletak meminta tolong di sebuah bangunan kosong yang masih sementara di bangun, Ranti belum menuju ke arah Wanita itu, dia memilih untuk menghajar para pemerkosa gadis itu.
Sementara laki-laki yang di kejar berlari sekencang mungkin, kemudian Ranti menotok satu persatu para pengejar itu.
Laki-laki yang di kejar tak menyadari jika para pengejar sudah tidak bisa bergerak, namun dia terus melarikan diri.
" Aplikasi Mata Dewa, ambil rekaman itu, dan hapus dari handphone laki-laki itu, Ranti mendekati laki-laki itu dan menghapus ingatannya soal kasus pemerkosaan itu, Ranti mengganti ketakutan laki-laki itu menjadi ketakutan karena di kejar setan, hingga dia terus berlari.
__ADS_1
Dengan tanpa ampun Ranti mengebiri para pemerkosa itu dengan menembakkan bola Besi kearah tomat yang bergelantungan di ************, Ranti juga menotok area itu agar tidak mengeluarkan darah dan membiarkan mereka nantinya 3 jam kemudian mereka bisa bergerak dan baru terasa sakit, Ranti juga menghapus ingatan tentang wajah gadis itu.
Ranti mendekati gadis itu dan memberikan dia air bercampur dengan Air Surgawi.
Ranti yang sudah menonaktifkan mode Stealth ini, dan menyapa gadis itu.
" kak Pakai saja dulu pakaian saya, dan dimana rumah kakak", tanya Ranti.
" Saya ngekos di jalan X, tadi saya pulang dari acara kawan, motor saya mogok, saya tinggalkan di rumah kawan, dan saya cari taksi online di pinggir jalan, lalu datang mereka dan memaksa saya naik mobil mereka dan di bawa kesini dari jam 10 malam tadi saya di perkosa, namun 1 orang dari mereka tidak mau memperkosa saya dia hanya asik merekam saja.
Karena yang lain takut ada apa-apa di kemudian hari makanya mereka mengejarnya", ujar gadis itu.
" Ya sudah sekarang tidur dulu di hotel, besok kakak pulang ke kost, nanti saya yang bayar, dan biar ku obati lecet-lecet di badan kakak", ujar Ranti.
" Tapi saya takut hamil, ujar gadis itu sambil menangis.
" Tenang saja nanti saya kasih obat agar kakak tidak hamil", ujar Ranti.
Ranti menemukan sebuah hotel yang lumayan Bagus dan memesan kamar terbaik dan ada air panasnya.
Sampai dikamar Ranti langsung ke kamar mandi dan mengatur suhu airnya, kemudian dia menyuruh gadis itu agar segera menanggalkan bajunya, awalnya dia keberatan tapi setelah Ranti jelaskan, akhirnya dia setuju.
Ranti menyuruh dia tiduran di lantai dan memberikan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, dan langsung di telan gadis itu.
" Rose apakah toko sistem menjual Pill untuk mencegah kehamilan", tanya Ranti.
* Ada Tuan, Pill itu punya efek mengembalikan keperawanan seseorang jika si gadis itu saat di perkosa masih perawan, karena Pill ini memang mengobati luka pada organ intim wanita", jawab Rose.
" Baik Rose", aku beli 1 butir ", ucap Ranti.
* Tidak bisa beli 1 butir Tuan, adanya 1 paket isi 100 Pill, harga 1 Poin Pengabdian", apa tuan ini. melanjutkan Pembelian ? tanya Rose.
" Lanjutkan", ujar Ranti.
Sementara Ranti berbicara dengan Rose, si gadis masih berteriak-teriak, untung Ranti sudah memblokir kamar itu.
Setelah proses menyakitkan itu selesai Ranti juga memberikan serum Pembersih dan juga, selesai semua dengan proses itu, Ranti menyuruh dia berendam dan bathtub.
Ranti juga sudah memberikan Pill anti hamil itu kepada si gadis.
Menunggu lebih 20 menit, akhirnya gadis itu keluar dari kamar ganti, dia menggunakan kimono yang di sediakan hotel.
" Nona, Pill kamu sangat mujarab, kini daerah sensitif ku sudah tidak sakit, bahkan seolah- olah saya tidak pernah diperkosa", ujar gadis itu.
" Kenalkan nama saya Ranti", kakak namanya siapa?" tanya Ranti.
' Namaku Aurel", jawabnya
" Ya sudah aku pulang dulu, ini uang untuk sarapan dan ongkos naik taksi, Ucap Ranti sambil memberikan uang 5 juta, juga 1 unit Handphone, serta ATM, ini banyak banget Ucap Aurel.
" Sudah terima saja, di handphone itu sudah Nomor handphoneku, nanti kalau ada apa-apa telpon saja", ujar Ranti dan langsung beranjak keluar dari kamar.
Ranti menuju parkiran dan mengambil motornya kemudian pergi dari hotel itu, setelah di jalan sepi, Ranti langsung memasukkan motor nya dan terbang lagi menuju rumahnya.
__ADS_1
Ranti mendarat pas di jendela kamarnya dan langsung masuk kamar dan istirahat.