
" Pantasan tadi kamu bilang adik ipar, ujar Gilang
" Ya itu alasannya, Keluarga besar Robin juga sudah tahu kalau Robin dan Ranti sudah mengangkat saudara, apalagi kakeknya Robin sudah menganggap Ranti juga cucunya, dan kedua orangtua Robin juga begitu, makanya kadang kalau kami jalan, Ranti suka bergelayut di tangan Robin, jadi dia kayak punya pacar 2 orang hahahaha ", ujar Tiara.
" Ia juga ya, Ranti paling tidak suka di sentuh badannya, sama perempuan saja dia gak mau bersentuhan", ujar Yulianti.
" Nah itulah cerita teman kita, kelebihannya adalah, jika dia menganggap kita teman, maka dia akan membantumu kita itu tuntas, tanya si kembar, bagaimana Ranti memarahi mereka berdua hanya gara-gara gerobak", ujar Tiara.
" Dulu rumah kami terbakar juga gerobak jualan bakso orangtuaku, Ranti memberi sumbangan 250 juga sendiri, sudah begitu ayahku berencana mau membeli gerobak dari kayu, aku lapor Ranti bahwa uangnya lebih untuk beli Gerobak kayu, langsung aku di omelin, jadi maksud Ranti, uangnya buat modal, sedangkan dia sudah pesan gerobak dari stainless steel, ya kan mahal banget,
Saat aku bilang mahal dianya makin marah, sambil ngomong, " apa susahnya tinggal terima barang dan terimakasih", untung Tiara ngomong agar aku jangan protes, ya sudah aku diam saja,4 bulan lalu juga aku di omelin hanya gara-gara gilingan daging, dia kasih uang untuk beli gilingan yang cukup bagus, dan kapasitas besar, harganya waktu 40 juta, Ayahku maunya yang 30 juta saja sudah cukup, baru mau ngomong sudah di omelin duluan ", jadi sejak itu apapun yang dia berikan aku hanya bilang Terimakasih saja dan tidak berkomentar basa basi, ujar Yulianto.
" Unik juga kawan kita itu, tapi itulah ketulusan hatinya, ujar Pretty, padahal dulu Ranti pernah ku hina habis-habisan, tapi sejak dia masih kesempatan untuk berubah, ternyata enak banget punya kawan yang tidak memandang harta dan status", ujar Pretty.
" Gema, Yudi dan Kiran juga pernah di omelin, bahkan kedengarannya sangat kasar, kalau kita tidak mengetahui masalahnya", ujar si kembar.
" Itu gara-gara uang juga, Panti Asuhan sudah di ambang kehancuran, jadi kami bertiga tidak ada uang, saat Ranti tahu kami bermasalah dengan uang, sampai ketua Kelas kita dulu juga di omelin, tapi sekarang berkat bantuannya panti Asuhan kami kini sudah sangat baik, bahkan Ranti membuatkan gedung baru dan sekolah sendiri buat kami, semuanya uang dari dia sendiri,
Sedangkan motor, laptop dan handphone ini kami bertiga jujur saja, semua pemberian Ranti, saat kami berkomentar terlalu mahal, kembali lagi dia ngamuk mau hancurkan laptop dan bahkan motor pun dia akan bakar kalau kami bersuara bilang mahal,
Terakhir saya di omelin cuma Gara-gara saya ingin berhemat pengeluaran makanan di panti kami, pas ketahuan, dia datang ke Panti badan ngamuk-ngamuk, ternyata seluruh logistik makanan di Panti Asuhan kami dan yang lainnya, dia sudah konsultasikan ke ahli gizi, bahkan kami ada tukang masak sendiri, dan menunya sudah siap yang atur, makanya kami semua paham akan kebaikan hatinya yang tuntas membantu kita temannya, tapi kalau kita kejam kepadanya belum tentu diampuni", ujar Gema.
" Terakhir saya kasih tau kalian, Pelayan di rumahnya, semuanya si kuliahkan, Kecuali mbak Mirna yang memang minta hanya kursus masak dan kue, dan hebatnya haji mereka hampir 10 juta per orang, selesai Makan malam, semuanya sudah istirahat, dan mereka tidak akan mengganggu pelayannya saat tengah malam, kecuali dia pulang dari luar kota.
Pelayannya pernah di marahi gara - gara pelayannya di belikan susu dan daging tapi tidak di makan dan diminum, langsung di ancam mau pecat jika tidak mau makan daging dan minum susu, coba kalian pikir unik gak kawan kita itu', ujar Tiara.
" Dia saja ngomong dengan pelayan nya sopan, minta apa-apa selalu pakai kata tolong dan terakhir terimakasih, dia juga membelikan handphone untuk pelayan Samsung Galaxy S22 Ultra, rumah pelayannya di bantu renovasi, anak-anak pelayan di belikan motor dan bayarkan SPP, dan semuanya hanya bisa bersuara ", terimakasih Nona Muda", itu saja lebih dari kata itu, pasti ngamuk", ujar Tiara
Akhirnya Ranti kembali ke ke kelasnya, tapi wajahnya sangat merah.
" Tiara tolong hibur adik iparmu, kak Rindu ada ulangan mendadak di kelas, tolong jangan sampai dia kembali ke ruang guru, Kepala keuangan habis di tampar sama bontot", ujar Rindu dan langsung ke kelasnya.
" Ada apa, hingga kamu pukul bapak kepala keuangan sekolah kita?" tanya Tiara.
" Ternyata dia meminta uang pembangunan ke seluruh anak Panti Asuhan, yang bersekolah disini, bahkan dia mencatut nama ketua Yayasan Bintang Timur dan Perusahaanku, itukan kurang ajar, padahal dia sebagai kepala keuangan sudah ku gaji 25 juta sebulan, itupun pakai uang pribadi saya sebagai pemilik Sekolah", ujar Ranti.
"'Berarti korupsi itu ", ujar Gilang
" Makanya ku tampar dia, coba kalau aku tidak sekolah disini, berapa banyak kawan kita yang tidak bisa ikut ujian, belum yang di SD dan SMP, yang katanya ada sekitar 30 orang, saya kan malu sebagai pemilik, Padahal dalam rapat sudah jelas, 3 panti Asuhan yang bayar SPP 25% itu, karena saya tahu keuangan mereka ", ujar Ranti.
" Ya sudah, ini minum dulu, untung botol mu ada di laci", ujar Tiara.
' Terimakasih kakak. ipar ', ujar Ranti
" Ia yang sabar, apa kamu mau lapor ke Polisi, tanya Tiara.
" Aku sudah berikan dia kesempatan untuk mengembalikan seluruh uang yang dia curi, dan aku pindahkan dia Sidoarjo sebagai guru biasa, jika dia mau, kalau tidak ya sudah, aku kasihan dengan anaknya yang masih kecil-kecil, makanya aku hukum dia jadi guru biasa selama 2 tahun, baru jabatannya di pulihkan, itu kalau ada perkembangan", ujar Ranti.
Akhirnya jam istirahat tiba, Ranti dan teman-temannya ke kantin, namun mereka tidak ada yang mengganggu Ranti saat berbicara dengan 10 anak Panti Asuhan yang akan di gusur.
" Angkat kepala kalian, kenapa kalian takut dengan saya, tanya Ranti.
" Maafkan kami, soalnya Nona Muda adalah pemilik sekolah ini, kami jelas sungkan", akan satu dari mereka.
" Kita ini teman seangkatan, saya tidak berada dalam posisi sebagai pemilik, tapi sebagai teman kalian, apa kalian tidak mau berteman dengan saya", ujar Ranti.
" Nona Ranti kita sekelas waktu kelas 10, apa masih ingat tanya Naldi.
" Justru tadi aku lebih emosi dengan bapak itu saat melihat kamu salah satu temanku di kelas 10 yang terancam tidak bisa UN, ujar Ranti
" Terimakasih masih mengingatku", ujar Naldi.
__ADS_1
" Biar bagaimanapun, kita setahun dalam satu kelas, jadi cukup banyak aku juga mengenal kamu, terus siapa Ketua Panti kalian?" tanya Ranti.
" Pak Muklis dan Ibu Rahayu, rencananya kami akan di transfer ke panti asuhan di bawah naungan pemerintah", ujar Naldi.
" Terus apa apa keputusan kalian, tanya Ranti.
" Kami pasrah saja, tapi kasihan adik-adik yang lain, mereka tidak mau kesana, karena mereka pasti tidak akan terurus, ujar Naldi.
" Kamu sendiri seandainya ada yang akan membantumu apa kamu bisa menjalankan Panti Asuhan itu", tanya Ranti.
" Kami bersepuluh sudah sepakat, saat lulus nanti kami akan bekerja dan membawa mereka Pergi bersama kami, Pak Muklis dan Bu Rahayu tidak becus mengurus uang dari donatur, bahkan Panti Asuhan kami tidak memiliki uang kas sama sekali, padahal puluhan orang yang menjadi donatur tetap, belum lagi dana dari pemerintah, aku tahu itu karena aku yang buat laporan nya, untuk beberapa bulan terakhir ini.
Uangnya di pakai pribadi, apalagi anaknya kesekolah naik mobil sendiri, itu berarti kami hanya alat untuk mereka dapat uang, setiap bulan bisa dapat sumbangan, tapi makanan kami tidak layak, kecuali saat ada acara, ujar Naldi.
" Berapa banyak anak di Panti Asuhan Kalian?" tanya Ranti.
" Sekarang tinggal 50 orang, paling banyak yang SD, ada 25 orang
sisanya SMP, ujar Naldi.
" Ya sudah, saya akan bantu kalian dengan syarat, kalian harus benar-benar mengurus mereka semua, bertahanlah dulu, saya barusan beli 1 blok ruko, dan mulai besok mau di renovasi, sebulan lagi selesai, nanti saya kasih tau jika sudah selesai, baru kalian pindah kesana", ujar Ranti.
" Lalu bagaimana dengan operasional nya? tanya salah satu dari mereka.
" Itu tanggung jawab saya, Kalian cukup Bantu-bantu saja, nanti ada pengasuh khusus dan orang kerja lainnya, tukang masak dan tukang cuci gosok baju, kalian tugasnya bersih-bersih Panti Asuhan saja", ujar Ranti.
" Kalian juga yang ingin kuliah silahkan, tapi ingat tetap pulang ke Panti Asuhan, jika kalian sudah selesai kuliah terserah kalian mau tetap mengurus Panti secara full agak tidak', lanjut Ranti.
" Baiklah Nona Muda, kami ikut saran anda saja', ujar mereka.
" Rahasiakan dulu hal ini dari kepala Panti asuhan Kalian, saat semua sudah beres, batu kalian mundur dari sana, nanti kalian lapor saya apapun yang terjadi, ujar Ranti.
" Naldi ini di ATM ini ada uang 1 Milyar, pakailah untuk sementara, tiap hari berikan mereka jajan, dan tiap minggu kamu kirim laporan pemakaian uang nya, sertakan struk pengambilan uang di ATM", apa kamu paham maksud ku, tegas Ranti.
" Saya paham, ujar Naldi.
" Ya sudah, nanti pulang sekolah kalian jangan pulang dulu tunggu saya di gerbang sekolah", ujar Ranti dan langsung berpindah tempat duduk nya ke tempat Tiara dan si kembar.
" Ranti, berapa saldo di ATM itu tanya Yulianto
" 1 milyar, buat jajan mereka sebelum pindah ke lokasi yang baru, nanti saat mereka pindah saya ingin kelas kita dapat membantu mereka, saya sudah siapkan tempat sementara buat mereka, mungkin 2 Minggu atau sebulan lagi selesai renovasi", ujar Ranti.
" Baiklah nanti ku pinjam mobil pickup punya pamanku untuk angkut barang mereka, ujar Yulianto.
" Bagus itu, nanti ku kabarkan jika sudah selesai.
" Tuan, perusahaan Narendra di Malaysia sudah mulai runtuh, coba nonton siaran bisnis yang lagi ramai", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Terimakasih, infonya", singkat Ranti.
Baru saja mau beranjak ke kelas, Ranti di panggil Bu Michelle dengan napas tersengal-sengal.
" Ada apa Bu Michelle? tanya Ranti.
" Sekolah kita di datangi preman, mereka mulai memukul murid dan Security", ujar Bu Michelle.
" Kenapa mereka menyerang sekolah kita, tanya Ranti.
" Tidak tahu juga, mereka ada 20 orang, dan semua handphone anak-anak sudah diambil mereka, saya mau minta tolong mas Pujiono tapi dia disuruh kawal barang ke Pulau bersama pak Sumadi, adik ipar Pratikno, lagi kuliah, jadi maaf ku panggil Nona Muda saja", ujar Bu Michelle.
Ranti segera menelpon Yati agar segera melaporkan jika ada preman masuk ke Sekolah, tapi Yati justru melaporkan bahwa Salma dan Armando sementara bertarung dengan 4 orang preman.
__ADS_1
Ranti langsung pucat mendengar laporan Yati.
" Aplikasi Mata Dewa telusuri siapa yang mengutus mereka", perintah Ranti.
" Baik Tuan", balas aplikasi Mata Dewa.
" Tiara tolong panggilkan kak Rindu, bilang Armando dan Salma sedang bertarung dengan Preman yang datang ke SD, Ical Ranti
Ranti langsung bergegas keluar dari Kantin, seketika handphonenya berdering ternyata dari Yati.
" Ada apa Yati, Tuan Muda dan Nona Muda Salma, masih bertarung, kini premannya bertambah 4 orang lagi.
" Baik saya kesana, ujar Ranti.
" Dek kamu disini saja biar Kakak yang kesana, ujar Rindu yang berlari dengan cepat.
" Ranti sampai di lapangan dia langsung menghajar para preman, para murid tercengang melihat kelihaian Ranti, roknya sudah di robeknya, untung dia selalu menggunakan hotpants yang sampai paha, jadi agak bebas dia bergerak.
" Kenapa kalian menyerang sekolah ini?" tanya Ranti.
" Hahahaha apa perlu kami memberitahukannya, berikan seluruh uangmu pada kami, handphone dan juga perhiasan, dan brankas sekolah ini Haris di berikan kepada Kami, dan mulai hari sekolah ini harus tunduk kepada kami, setiap bulan wajib setor 50 juta, kalau tidak kami akan hancurkan sekolah ini", ujar preman itu.
" Baiklah, silahkan ambil kalau kalau kalian mampu", sengit Ranti dan langsung mulai menendang dan meninju.
Para murid dan guru bergidik ngeri melihat Ranti yang tidak ada takutnya, bahkan terus menyerang.
Rindu yang sedang berlari menuju ke SD terhalang di SMP yang juga sedang di datangi preman, mau tidak mau Rindu melawan mereka.
" Yati bagaimana keadaan Armando dan Salma", teriak Rindu sambil meninju preman.
" Tuan Muda dan Nona Muda masih bertarung, tapi mereka tidak apa-apa, musuhnya tinggal 2 orang, yang lain sudah patah tulang, dan ikat oleh satpam", lapor Yati
' Nanti Kalau sudah selesai, suruh mereka ke SMP, disini ada 20 orang aku tidak sanggup sendirian, Ranti sedang di SMA disana ada hampir 30 orang",ujar Rindu.
" Baik Nona Muda", ujar Yati.
Armando masih bertarung, begitu Salma, mereka berdua dengan cepat mengambil Pill energi booster dari Cincin Ruang mereka, dan bertarung 1 lawan 1.
Para guru di SD semakin ketakutan melihat Armando dan Salma yang sedang bertarung, Mora sudah berteriak menangis melihat Salma yang hampir kesulitan menghadapi pria dewasa itu.
" Kak Armando, apa aku boleh pakai Tai Chi gerakan ke 13",tanya Salma lewat telepati.
" Baiklah, mari kita selesaikan mereka berdua, tapi ingat, arahkan ke tangan dan kaki, agar mereka tidak mati", ujar Armando.
Armando langsung merubah jurus di ikuti Salma, seketika guru-guru mereka terkejut melihat Armando dan Salma, mulai mengeluarkan jurus pamungkas.
" Oh Ya Tuhan, baru aku lihat muridku yang pendiam ternyata sangat hebat", ujar wali kelas Salma.
" Tai Chi gerakan ke 13, pedang surga membela pembunuh iblis, dengan sekejap seluruh energi berpusat di tangan Salma dan Armando, masing-masing mengeluarkan pedang yang tercipta dari angin.
" Dek arahkan ke tangan dan kaki biar mereka lumpuh", ujar Armando mengingatkan.
Dan tanpa preman bis menangkis, mereka langsung tumbang, dengan tangan dsn kaki patah.
" Bagaimana Om, sakit gak tangan dan kaki patah", ujar Salma yang masih menginjak kaki salah satu preman itu.
Preman- preman itu tak sanggup berbicara lagi karena sudah pingsan.
" Tuan Muda, nona Muda Rindu sedang bertarung juga di SMP, disana ada 20 orang, cepat tuan bantu nona Rindu", ujar Yati.
" Dek kita ke SMP, kak Rindu lagi di keroyok, 20 orang.
__ADS_1