
Setelah semua Batu mentah terkumpul di tempat pemotongan, ada sebuah batu yang menjadi yang menjadi sorotan, yaitu batu yang besar, namun memiliki tampilan yang sangat jelek.
Ranti menggunakan 6 orang tukang potong, mereka berenam juga yang pernah memotong batu milik Ranti, saat pertama berjudi batu.
Dengan harga 100 ribu Yuan perjam, mereka mulai memotongnya, di mulai dari batu berukuran sedang, yang rata-rata beratnya 7 hingga 8 kilogram.
Lima batu pertama yang di beli dari toko pertama , memiliki kandungan Giok dengan jenis Es Kaca Lubang Tua, Batu pertama berat Giok 3 kg, kedua 4,5, ketiga 4 kg , keempat: 4,5 fan kelima 6 kg, dengan kemurnian 99%.
Para pengunjung tercengang minat Giok Jenis Es kaca Lubang Tua, tapi mereka semua belum ada yang berani menawar.
Saat semua orang terdiam, datang seseorang dengan suara lantang tapi sopan
" Mohon maaf Nona pemilik batu, teriaknya.
" Ada apa Tuan, kenapa anda berteriak", balas Ranti agak kesal.
" Mohon anda menjual batu itu kepada saya, saya butuh 3 buah saja, yang ukuran 4 kg dan 2 yang berukuran 4,5 kg, tolong Nona maafkan jika aku berteriak, saya akan membayarnya 70 milyar untuk ketiga batu itu, ucap Pemuda itu dengan wajah memohon.
Melihat ada ketakutan dan kesedihan di wajah pemuda itu, Ranti dan pengunjung, seolah kompak ingin mengetahui apa tujuannya.
" Kenapa anda ingin membeli ketiga batu itu ?" tanya Ranti.
" Ayah saya, tak sengaja memecahkan guci milik orang yang sangat kaya, ketika kami ingin memberikan ke tiga perusahaan kami agar ayah saya bebas, tapi orang itu menolaknya, dia hanya minta di ganti dengan batu Giok yang jenisnya sama dan ukiranpun sama, 4, dan 4,5 kg, sudah hampir 6 tahun ayah saya, tidak bisa keluar dari rumah kami sendiri, ujarnya.
" Berarti kamu butuh hanya 2 batu giok, kenapa kamu mau beli 3 baru Giok?" tanya Ranti.
" Yang satu lagi, aku ingin buat Patung Budha, sebagai rasa syukur, sekaligus mengingatkan kami akan cerita batu Giok ini kepada keturunan kami", ujarnya Pemuda itu.
" Kenapa anda tahu kalau kami sedang memotong batu?" tanya Ranti.
" Saya kesini setelah saya meminta tolong ke Pak Thomas, dan beliau menyarankan saya kesini, dia juga dalam perjalanan kesini", Ucap Pemuda.
" Baiklah, tapi kamu tau saat kita lagi berjudi, jadi kamu mau ke tiga batu itu tidak jatuh ke orang lain, maka kalau kamu mau silahkan tapi dengan harga 100 milyar Yuan", bagaimana? tanya Ranti.
" Tidak apa-apa Nona, asal ayah saya bisa bebas beraktivitas kembali, harga 100 milyar Yuan, adalah harga yang pantas, dan saya ikhlas membayarnya", ujar Pemuda itu.
" Bagaimana Tuan-tuan dan Nyonya, apakah harga segitu pantas untuk pemuda ini", tanya Ranti.
" Sudah sangat pantas Nona, jika orang lain yang memiliki batu itu, pasti pemuda itu akan di manfaatkan, sungguh anda berhati sangat mulia, ujar seorang pria paruh bayah, yang ternyata Pak Thomas.
" Halo Pak Thomas, apakah anda mengenal keluarga pemuda itu ?" tanya Ranti.
" Ayahnya adalah teman saya, sebenarnya waktu pertama kali kita ketemu, saya sudah mau cerita, tapi saat itu juga, Nona Ranti tidak memilikinya, tapi hari ini, saya menyuruh pemuda itu kesini, siapa tahu dia ketemu rejekinya", balas Pak Thomas.
" Tuan-tuan dan Nyonya sekalian, saya minta tolong kepada kalian semua, agar tidak menawar lagi, mohon kalian berbaik hati, agar saya bisa membebaskan ayah saya, ujar Pemuda itu sambil membungkuk.
Semua paham, namanya arena judi batu, uanglah yang menjadi penguasa.
" Anak muda, aku tahu kasus ayahmu, saya bisa saja menawar dengan harga lebih tinggi, tapi saya paham kesulitan kamu, dan kamu anak yang berbakti, bayarlah ketiga batu itu, dan segera kamu berikan kepada orang yang menuntut keluarga kamu, tapi kamu harus ingat, orang itu tidak jahat, makanya dia menahan ayahmu di rumah kalian.
Perusahaan kalian juga tidak di ganggu, dan asal kamu tahu guci yang tak sengaja ayah kamu pecahkan, adalah warisan keluarga mereka yang hampir 400 tahun, jadi jangan kamu dendam kepada keluarga itu, ucap pria paruh bayah yang juga seorang pengunjung.
" Terimakasih Tuan, atas nasehatnya, ayah saya juga berkata demikian, dia akui keteledorannya, kami sekeluarga justru masih bisa hidup karena kemurahan hati mereka, kontrak kerjasama dengan mereka, tidak ada yang di putus, ujar pemuda itu.
__ADS_1
" Baguslah, silahkan kamu urus ketiga batu itu, sebelum nanti datang orang-orang serakah, Nona itu sudah berbaik hati, berterimakasih kepada nya, ujar Pria paruh bayah itu.
" Nona, boleh saya minta nomor rekening anda, biar segera saya transfer uangnya", ujar pemuda itu.
" Ini nomor rekening saya, kamu bayar saja 70 milyar sesuai harga yang kamu ucapkan pertama, tapi saya minta anda untuk memberikan 5 milyar kepada 5 orang tukang Gerobak yang berkeringat mengangkat batu-batu saya ini, jadi anggaplah kamu bayar 3 batu ini 75 milyar, bagiamana ?" tanya Ranti.
Perkataan Ranti sontak membuat, para pengunjung kagum dan bertepuk tangan, tapi yang lebih terkejut lagi adalah 5 orang tukang gerobak, yang masing-masing akan mendapatkan 1 milyar Yuan.
" Tidak masalah untuk ke lima tukang Gerobak, saya tetap akan membayar 100 milyar Yuan ditambah 5 milyar untuk tukang gerobak, ucap pemuda itu.
" Kalau kamu menolak apa yang sudah ku putuskan, berarti anda menolak untuk berteman dengan saya, jadi maaf karena kita bukan bukan teman, maka ketiga batu itu, tidak jadi ku jual kepada mu", ujar Ranti.
" Nak ikuti saja apa yang diucapkan oleh Nona Ranti, dia bukan orang yang memandang harta terlalu berlebihan, semakin kamu membantahnya, pasti kamu yang akan kesulitan, terimalah kebaikan hatinya, ucap pak Thomas.
" Maafkan saya Nona, saya akan membayar sesuai ucapan Anda, dan ijinkan saya untuk tetap memenuhi harga 100 milyar, uang sisa 25 milyar Yuan akan saya sumbangkan untuk anak - anak yatim-piatu, di kota Beijing ini, mohon pemuda itu.
" Baiklah, dan buktikan ucapan anda, saya akan tanyakan kepada pak Thomas, perkembangannya Ujar Ranti.
" Terimakasih atas kemurahan hati Nona, saya Cang Kun, mewakili keluarga Cang berterimakasih, ujar pemuda bernama Cang Kun.
" Sama-sama, silahkan lanjutkan transaksinya, ucap Ranti dan kemudian memanggil kelima tukang Gerobak.
Setelah drama selesai, pria paruh bayah yang sempat menasehati Cang Kun, menawar Giok yang beratnya 6 kg.
" Nona Muda, ijinkan saya menawar batu giok yang beratnya 6 kg, milik anda dengan harga 75 milyar, ucap pria paruh baya itu.
" Silahkan dan jika tidak ada yang menawar lebih tinggi silahkan anda Tuan membayarnya", ujar Ranti.
" Thomas, tolong kamu jangan menawar ya, kamu bukannya sudah punya yang jenis ini, ucap pria paruh baya itu,
" Kamu memang tak pernah berubah Thomas, kalau di reuni kita berdua selalu ribut, tapi persahabatan kita tidak pernah kamu lupakan, terimakasih kawan, Ucap pria paruh bayah itu.
Karena tidak ada yang mau menawar lagi, maka batu tersebut jatuh ke tangan pria bayah itu, dengan harga 75 milyar Yuan.
Tersisa kini yang beratnya 3 kg, para tukang potong sudah menyelesaikan memotong 6 batu lagi, kali ini, 6 batu yang di potong berjenis Zamrud, dengan berat 6 kiloan, hanya berbeda gram saja.
Keenam batu tersebut di perebutkan oleh pengunjung, namun Ranti hanya menjual 5 batu saja, begitu juga Giok pertama yang besarnya 3 kg, Ranti memutuskan untuk tidak menjualnya.
Hasil penjualan kelima batu tersebut menyentuh angka 800 milyar Yuan, suatu nilai yang fantastis.
Ranti juga memotong 9 batu mentah dengan isi, Giok berjenis 2 Violet jenis kaca masing-masing 6,5 kg dan 4 kg dan serta 4 giok jenis Rubi dengan 6 kiloan, dan 3 giok berjenis Velvet beratnya 7 kiloan.
Untuk violet, Ranti tidak menjualnya, karena buat pak Thomas dan Ling Ling.
Sedangkan Rubi dan Velvet Ranti menyimpan masing-masing 1 Batu. Para pengunjung yang antusias segera menawar dengan harga yang sangat tinggi, Ranti mendapatkan hasil dari 6 batu itu, senilai 1,2 triliun Yuan.
Para tukang potong menyerahkan lagi hasil potongan mereka 10 giok berwarna orange, ketika pengunjung melihatnya, membuat mata mereka melotot.
" Sudah lebih 20 tahun kita tidak melihat ada orang yang berhasil memotong Giok berwarna orange dengan kemurnian 99, 9 %, ucap salah satu pengunjung.
Kesepuluh giok dengan berat berkisar 7 kiloan itu, membuat Ranti juga kagum, akhirnya dia mengirim pesan ke Thomas.
" Apa Pak Thomas tertarik dengan Giok ini, tanya Ranti lewat pesan.
__ADS_1
" Kalau bisa saya bayar besok pagi, saya mau 1, kebetulan memang saya belum memiliki yang tingkat kemurnian yang sempurna, balas Thomas.
" Baiklah, saya akan menyimpan untuk anda 1 batu, balas Ranti
" Terimakasih Nona Ranti, balas Thomas.
Karena pak Thomas juga mau maka Ranti menyimpan 4 batu, dan batu akan dia jual.
Saat baru di umumkan bahwa 6 batu itu akan di jual, para pengunjung segera berdiskusi, mereka akan membeli secara bersama- sama nanti di potong lagi.
Tidak sampai 1 jam batu giok orange itu terjual dengan harga 1,5 triliun.
Saat para pemotong memberikan hasil potongan mereka selanjutnya adalah batu berjenis, Fulushou berjumlah 6 batu, tapi sayang Ranti hanya menjual 2 saja.
Kedua batu itu di borong oleh gabungan 4 orang terkaya dari Hongkong dengan nilai sangat fantastis, 2 batu dengan berat total 12,3 kg di bayar 2 triliun.
Sudah mendekati akhir pemotongan, para tukang potong menyerahkan 22 batu berjenis Raja Hijau.
Para pengunjung langsung heboh, secara Batu Fulushou dan Raja Hijau adalah jenis yang sudah cukup langka dan paling banyak buru oleh para kolektor.
Ranti mengatakan dia akan menjual 15 belas batu dengan harga dasar 500 milyar, dengan berat 7 kiloan.
Keempat orang kaya dari Hongkong langsung mengambil 5 batu, 4 buat mereka dan 1 lagi pesanan dari teman mereka, dengan harga masing-masing 1 triliun Yuan, total 5 Triliun.
Sedangkan 10 batu lainnya di perebutkan pengunjung dan mereka kembali membuat kelompok, akhirnya terjual juga dengan harga sama seperti 4 orang Hongkong, jadi total 1 batu Ranti mendapatkan uang 15 triliun.
Saatnya 1 buah batu besar dengan berat sekitar 70 kg yang akan di potong.
Para pengunjung yang masih penasaran dengan batu besar itu, tetap menunggu, walau para tukang potong meminta untuk istirahat 30 menit, untuk mendinginkan mesin dan mengganti mata pisau potong.
Di Kantor pusat Pelayanan Bank of China, terjadi kehebohan melihat transaksi keuangan di rekening Ranti, Pihak Bank of China, bukan mencurigai soal transaksi itu, mereka hanya memikirkan bagaimana seseorang bisa mendapatkan uang dengan nominal yang fantastis.
Mereka hanya penasaran juga, karena rekening Ranti sudah lama dan jarang bertransaksi, tapi hari ini sungguh luar biasa.
Sementara menunggu, para tukang potong yang sedang istirahat, dari pintu toko terlihat 6 orang dengan berpakaian formal mendatangi kumpulan pengunjung dan bertanya.
" Mohon maaf, kami mendengar ada seseorang yang memotong batu Giok dengan yang memiliki jenis yang langka dan juga dari semua batu miliknya, semuanya memiliki isi, yang sangat bernilai, tujuan kami datang kesini ingin memberikan tiket pertandingan Batu Giok yang akan di adakan 3 hari lagi.
" Sekali mohon maaf, siapakah orang hebat itu, kami berharap beliau dapat mengikuti pertandingan batu Giok, tanya salah seorang dari mereka.
" Maaf Tuan saya pemilik batu- batu yang barusan di potong, saya ingin bertanya apa yang di perebutkan dalam pertandingan tersebut ?" tanya Ranti.
" Hadiahnya memang kecil, tapi dalam pertandingan tersebut, adalah perebutan gelar Raja atau Ratu Giok untuk tingkat internasional, ujar seorang dari panitia penyelenggara pertandingan.
" Maaf saya tidak bisa hadir, karena saya tidak berani membawa nama negara saya, hak itu karena di negara saya tidak ada organisasi semacam itu, jadi mohon maaf", Ical Ranti.
" Kami tidak memaksa, jika anda tidak bisa hadir, tapi terimalah 2 tiket ini, 1 sebagai Tamu VVIP dan tiket kedua adalah tiket yang di bawa saat akan mengikuti pertandingan", ucap mereka itu.
" Terimakasih Tuan-tuan, jika sempat saya akan hadir dalam acara tersebut, tapi saya memiliki 13 anggota keluarga, Ujar Ranti.
" Jika benar anda akan hadir, kami memberikan 3 ruangan VIP dengan harga masing-masing 200 ribu Yuan per ruangan, dan batas registrasi kehadiran sehari sebelum acara mulai.
" Baiklah, besok saya akan menghubungi pihak kalian, Ujar Ranti.
__ADS_1
Kini acara pemotongan Batu terakhir milik Ranti akan di lanjutkan lagi.
Kenzo, Lin Ling dan pak Thomas sudah berdiri dekat Ranti, mereka penasaran apakah batu besar tersebut yang di maksud Ranti, memiliki Giok Kaisar Hijau.