
Ranti bersama Salma dan saudara lainnya tiba di bandara Juanda tepat jam 7 artinya sejam lagi pesawat baru akan take off.
Begitu turun dari mobil, Ranti segera check in, kali ini tiket yang di pesan Ranti adalah kelas ekonomi, sungguh ironis bukan, tapi itulah Ranti yang tidak peduli dengan standard kekayaan, yang hatiku senang, mungkin itu kira-kira pikirannya.
Setelah check in, Ranti mendatangi seluruh saudaranya yang berada di sebuah Restoran, dia menemani mereka makan dan mengobrol yang di dominasi tentang Lomba seni suara yang akan diikuti Salma.
Terdengar pengumuman bahwa pesawat Ranti akan tumpangi 15 menit lagi akan berangkat, jadi dengan tergesa-gesa dia berpamitan dan berjalan agak cepat menuju ke pintu masuk dan menuju ke pesawat, sangat berbeda jika dia menggunakan Jet Pribadi nya.
Setelah menempuh penerbangan sekita 1,5 jam akhirnya pesawat yang ditumpangi Ranti mendarat di Soekarno Hatta.
Karena masih terlalu dini, Ranti memutuskan untuk beristirahat sejenak di Bandara, terlihat masih banyak penumpang yang berada di area Bandara, Ranti mengambil tempat untuk duduk santai sambil ngemil dan menonton YouTube dari tabletnya.
Lagi asyik di lantai dengan santai dan bersandar pada tembok, Ranti melihat seorang gadis Muda dengan sedang membawa 2 anak berusia sekitar 2 tahun di kereta dorong, yang sedang mencari tempat untuk istirahat.
" Nona, duduk disini saja", ajak Ranti.
" Terimakasih", ucap gadis itu dan langsung berhenti melangkah dan menerima tawaran Ranti.
" Silahkan duduk, saya hanya sendirian saja", ucap Ranti sambil memberikan selembar koran untuk digunakan sebagai alas agar pakaian tidak kotor.
" Terimakasih ya, ngomong-ngomong kamu mau kemana ? tanya Wanita.
" Saya mau ke Lampung, tapi sebentar lagi baru cari DAMRI", ucap Ranti berpura-pura.
" Aku pikir kamu mau berangkat kemana, aslinya darimana? tanya wanita itu.
" Saya aslinya Surabaya, ke Lampung mau ketemu teman saja, kalau kamu aslinya darimana", Ranti balik bertanya.
" Saya dari Manado, mau pulang kampung tapi tadi ketinggalan pesawat, jadi ya beli tiket lagi dan perlengkapan bayi, soalnya barang bawaan saya sudah berangkat dengan pesawat tadi", ucap wanita itu.
" Kok bisa ! penasaran Ranti.
" Selesai check in, aku keluar sebentar, dan ketemu seseorang, yang akhirnya aku terlambat naik pesawat, tapi gak apa-apa, kata orang bagian maskapai bisa di ambil di bandara tujuan saya", ucap wanita itu.
Karena penasaran, Ranti akhirnya memindai wanita itu beserta anaknya, ternyata dia korban KDRT suaminya yang ketahuan selingkuh, dan bercerai, dan mengurus sendiri anak kembarnya.
" Apa mau liburan di kampung atau memang tujuannya pulang tak kembali? tanya Ranti memastikan.
" Ya pulang kampung dan tinggal disana sambil cari kerja buat membesarkan kedua anakku", ucap Wanita itu.
" Lalu suami kamu kemana, masa kamu sendirian merawat mereka", ucap Ranti.
" Saya baru bercerai 3 bulan lalu, dan mantan suami saya tidak peduli dengan anak-anaknya, bahkan dia bilang tidak akan menafkahi mereka, akhirnya saya putuskan pulang kampung saja, lagian selama 3 bulan ini dia tidak pernah memberikan uang untuk sekedar beli susu, terpaksa aku jual semua perhiasan dan mobil dan sisanya buat aku coba berusaha di kampung saja", ujar wanita itu dengan tegar.
" Memangnya mantan suami bekerja apa sekarang? tanya Ranti.
" Dia punya perusahaan, ya kami bangun bersama sewaktu saya masih bekerja, dulu dia datang dari kampungnya tidak bawa apa-apa, setelah ku bantu dan dia bisa bekerja setahun, kemudian saat setahun sebelum menikah, dia merintis usaha jual beli CPO, dan ternyata berhasil, dan punya klien sudah cukuplah membuat dia kaya. Aku masih tetap kerja walau sudah hamil 7 bulan, padahal uang kami sudah sangat banyak.
Tapi aku pikir tanggung juga meninggalkan pekerjaan, jadi kupikir resign saja pas usia kandungan 8 bulan. Semakin lama perusahaan dia makin maju, saya akui dia orangnya pintar dan ulet, sekali kontrak bisa untung puluhan milyar, kalau gak salah terakhir kami masih sama-sama, dia sudah memiliki 50 klien besar, bahkan perbulan bisa mendapatkan 100 milyar, akhirnya dia membeli pabrik minyak goreng dan berhasil juga, walau masih belum mampu mengalahkan pabrik besar.
Saat bayi kami berusia setahun dia sudah mulai jarang pulang dari pabrik, dan uang belanja bulanan sering terlambat dan emosinya selalu meledak saat ditanya hal sepele, puncaknya dia menendang saya yang lagi menyusui dan memukulku, hingga pembantu saya sampai menangis melihat saya, setelah dia pergi pembantu saya membawa saya ke Rumah Sakit.
Seminggu di rumah sakit tiba-tiba datang surat gugatan cerai, dan dia menelpon, bahwa biaya Rumah Sakit, sudah di bayarnya dan dia memberikan uang 250 juta, dan memberikan saya waktu tinggal di apartemen selama 6 bulan setelah cerai. Memang selama belum putus cerai dia masih memberi uang 10 juta perbulan, dan saat putus Sidang, terakhir dia memberikan saya 30 juta, dan mengatakan bahwa seluruh urusan tentang saya dan anak-anak itu bukan urusan dia lagi.
Namun, kemarin saya didatangi Security kantornya dan meminta saya dalam waktu 3 hari sudah harus keluar, jadi ya sekarang aku disini, dan tadi saya terlambat karena tak sengaja bertemu dengannya, tetap di maki-maki dan di hina, hingga aku tak mendengar pengumuman.
" Ehh maaf jadi curhat sama kamu", ucap wanita malang itu.
" Tidak apa-apa, oh ya kenalkan nama saya Ranti Putri, kalau kamu namanya siapa", tanya Ranti
" Nama saya Maura Adelaide, sedangkan kedua anakku Ernest Frederik dan Erna Frederika", jawab Maura.
__ADS_1
" Apa sekampung kamu dengan mantan suami? tanya Ranti.
" Ibunya sekampung dengan saya, kami bersebelahan kampung jarak rumah saya dengan dia hanya 500 meter saja", jawab Maura.
" Kalau Bitung dekat gak dengan kampungmu? lanjut Ranti bertanya.
" Lumayan dekat, paling 30 menit sudah sampai, lebih dekat saya ke Bitung daripada ke Manado", jawab Maura.
" Saya bulan depan mau ke Bitung, kalau kamu mau kita bisa bertemu disana, kebetulan di sana saya mau buka usaha, dan kalau kamu bisa bantu saya dapatkan lahan 5 hektar utuh atau lebih, saya sangat berterimakasih dan pastinya kamu tidak akan bekerja dengan gratis", ucap Ranti.
" Kamu rencananya mau buka usaha apa? tanya Maura.
" Saya mau buka perusahaan Pembelian Kopra dan Cengkih dan buah pala, saya lagi membangun Pabrik Minyak Goreng di Sulawesi Tengah, jika kamu dapat lahan akan segera saya bangun gudang dan tentunya saya butuh orang untuk menjalankan perusahaan saya itu", ucap Ranti.
" Di daerah saya masih banyak lahan kosong dan lumayan luas dan juga dekat dengan pelabuhan Bitung, saya bersedia membantu mencarikan lahannya, kalau 5 hektar pasti dapat, hanya saya usahakan dapat yang dipinggir jalan, atau kita bisa cari tempat di kawasan ekonomi khusus Bitung", ucap Maura.
" Boleh juga itu, coba kamu cek apa saja persyaratannya, sambil kamu cari lahan di luar itu, saya percaya dengan kamu", Ucap Ranti.
" Terimakasih Ranti, saya pasti akan berusaha, Hari Selasa saya akan mulai mencarinya, saya juga berharap cepat dapat dan cepat di bangun dan beroperasi, tapi saya minta tolong saya di pekerjakan di perusahaan kamu", ucap Maura.
" Pasti kamu yang akan saya pekerjakan, ini bukan janji kosong, kamulah yang akan menjadi bos di sana dan buat keluarga mantan suami kamu menyesal, saya percaya kalau kalian bercerai pasti ada dukungan dari keluarganya", ucap Ranti.
" Kamu benar, selingkuhannya adalah orang sekampungnya, perempuan itu memang memiliki latar belakang lumayan kuat di daerah kami, kalau orang tua saya, hanya petani biasa", ucap Maura.
" Ini kartu nama saya, dan tolong berikan nomor handphone kamu", Ucap Ranti.
Setelah bertukar nomor telepon, Ranti mengajak Maura untuk sekedar ngopi, apalagi jadwal penerbangan Maura nanti jam 2 dini hari.
Mereka menikmati makanannya, dan bercengkerama layaknya sudah berteman lama, sifat Ranti yang humble dan santai Mamou membuat Maura nyaman, hanya Maura belum tau kekejaman Ranti saat berhadapan dengan musuh.
Tak terasa mereka mengobrol, ternyata waktu sudah menunjukkan jam 1 dini hari.
ATM yang ini khusus untuk biaya hidup kamu, dan yang Terakhir ini ATM ini berikan kepada orangtua kamu, sesampai di Manado, pindahkan semua uang ini ke rekening kalian masing-masing, ATM pertama isinya 15 milyar, yang kedua 20 milyar dan yang ketiga 10 milyar.
Aku punya SIM khusus untuk kamu, Silahkan sekarang kamu teteskan darahmu diatas kedua SIM ini, pasti akan mengerti manfaatnya", ucap Ranti.
Maura hanya mengikuti saja, dan Meneteskan darah, seketika terasa sensasi hangat di badannya dan berbagai pengetahuan muncul di kepalanya, seperti menyetir mobil, beladiri, komputer, bisnis dan manajemen, memasak.
" Ranti, ini luar biasa ucap Maura, aku bisa lebih paham dengan dengan banyak hal, bahkan aku bisa bertarung", ucap Maura.
" Itu benar sekali, karena nanti kamu akan di kelilingi karyawan laki-laki, jadi harus waspada, ambil amplop ini berisi 50 juta untuk uang jalan kamu", ucap Ranti sambil mendorong amplop coklat kepada Maura.
" Maaf Ranti, apa semua untuk saya, 3 ATM dan uang ini", ucap Maura.
" Ya pakailah, ingat baik-baik minimal beli Mercedez Benz GLE 53, saya yakin di Manado pasti menjualnya, atau kalau tidak ada, beli saja Toyota Corolla Cross, mari kita cek ATM nya agar kamu yakin ucap Ranti dan mengajak Maura ke ATM.
Tiba di galeri ATM Mandiri, Ranti membantu mengecek Saldo ketiga ATM itu, ketika Maura melihat layar dan benar ketiga ATM sesuai dengan omongan Ranti.
" Kita baru kenal, kamu langsung memberikan saya uang sebanyak ini, apa kamu tidak kuatir aku membohongi kamu", ucap Maura.
" Aku percaya 100% kamu orang baik, dan aku yakin kamu akan mengerjakan tugas yang ku berikan, ingatlah apa yang kamu kerjakan itu adalah masa depan kamu dan anak-anak mu, setelah lahan dapat dan pembangunan di mulai, aku akan berikan kedua anakmu deposito masing-masing 10 miliar, agar kedepannya mereka bisa hidup dengan baik", ucap Ranti.
" Terimakasih banyak, saya akan bekerja dengan baik, dan melaporkan perkembangannya", ucap Maura.
" Kalau lahan sudah ada dan semua surat lengkap, serta harganya sudah ada segera telpon saya kapan saja, apalagi posisinya dekat jalan raya, harga bagi saya tidak masalah, asal surat lengkap, dan kalaupun suratnya di Bank, Silahkan kamu urus dan kabarkan kesaya, nanti saya kirimkan surat lewat email, serta foto beberapa sudut lokasi, dan ambil foto bersama dengan Pemilik bila perlu bukti pembayarannya sekalian", ucap Ranti.
" Baik, nanti saya minta bantuan teman saya yang lebih mengerti tentang jual beli, dari bekerja di kantor notaris", ucap Maura.
" Baguslah, ada apapun segera informasikan, target minimal 5 hektar utuh, tapi kalau ada lebih dari itu tidak masalah", ucap Ranti.
Akhirnya terdengar pengumuman keberangkatan pesawat Maura 30 menit lagi.
__ADS_1
" Ya sudah berangkatlah, nanti sore saya mau kamu sudah beli mobil, dan bayar mereka agar mengurus suratnya, minimal STNK dan plat nomor dalam 2 hari selesai", ucap Ranti.
" Baik Ranti, terimakasih kepercayaan yang kamu berikan, saya akan gunakan kepercayaan ini untuk merubah hidup saya, dan menjalani hidup bersama dengan anak-anak saya", ucap Ranti.
Setelah ucapan kalimat terakhir, Maura langsung masuk ke dalam, Ranti berjalan mencari tempat sepi dan mengaktifkan Armor Ultimate Mode Stealth dan masuk ke Bandara lagi dan mencari Maura, setelah ketemu, Ranti memasukkan kotak yang berisikan Pill Rekonstruksi Fisik, serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh serta Pill Penambah Kecerdasan dan juga air Surgawi, Ranti sudah tahu jumlah keluarga Maura, hingga dalam kotak itu sudah sesuai dengan jumlah keluarganya.
Ketika di perkirakan Muara sudah di pesawat, Ranti mengirim pesan bahwa didalam tas Maura ada barang berharga, dan bacalah aturan pakainya, Maura yang sudah duduk, melihat isi tasnya, dan dia melihat kotak itu namun belum di bukanya.
Setelah berpisah dengan Maura Adelaide, Ranti terus terbang menuju Merak, dan tepatnya dia mencari lokasi yang minggu kemarin dia membantai para Begal, dan ternyata jalan itu sangatlah sepi.
Ranti mendarat dan mengeluarkan mobilnya, lalu pergi dari daerah itu, dan mencari Pompa Bensin, setelah dari Pompa Bensin Ranti melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Merak, dia tiba tepat pukul 3. 15, terlihat suasana pelabuhan lumayan ramai.
Dengan landai dia menuju ke Kios Aisyah, dan memang itulah nama yang dipakai di kios Orangtuanya, Ranti parkir tepat di samping mobil Milik Aisyah, kiosnya sudah di buka, tapi tidak terlihat Bu Antara, Ranti masuk dan memesan kopi baru dia duduk, Ranti melihat seluruh bagian kios yang ternyata sudah ada ada sekitar 6 meja yang berisi pelanggan.
Tak berapa lama, turunlah Bu Antara dan suaminya, terlihat mereka telah bersiap ke pasar, karena mulai hari ini mereka akan membuka warung makan.
Bu Antara kaget melihat Ranti sudah duduk manis sambil menikmati secangkir kopi susu dan dan mengunyah gorengan sambil menonton YouTube.
" Astaga Nona Muda, katanya nanti Minggu depan baru kesini, ibu dan bapak baru mau ke pasar, mulai hari ini, kami akan menjual makanan, ucap Bu Antara.
" Baguslah, berangkatlah nanti bahan-bahan di pasar sudah keburu tinggal yang jelek, ucap Ranti.
" Nona Muda berangkat jam berapa nanti, kalau mau istirahat naiklah ke atas, kamar Aisyah sengaja di buat luas dan di pasangi AC, karena siapa tahu Nona Muda kapan-kapan butuh istirahat", ucap Bu Antara.
" terimakasih, berangkatlah, saya kan nyebrang nanti jam 6, acara di proyek nanti jam 10, jadi masih banyak waktu, ucap Ranti.
" Kalau begitu ibu bangunkan Aisyah", Ujar Bu Antara.
" Biarkan saja, kasihan dia, berangkatlah, tidak apa-apa aku duduk sendiri", ucap Ranti.
" Baiklah kalau begitu, ibu dan bapak berangkat dulu, kalau mau sarapan minta buatkan nasi goreng sama mba", ucap Bu Antara dan langsung menuju ke mobil mereka.
Sejam kemudian, terdengar musik dari lantai atas, Ranti cuek saja sambil terus menikmati kopi dan gorengannya, beberapa kemudian Aisyah turun dari lantai atas sambil bersenandung, terlihat seorang gadis Cantik dengan penampilan yang sudah lebih modis.
" Ya ampun kakak, kapan sampainya, kakak datang kenapa gak langsung ke atas saja", ucap Aisyah dengan bahagianya.
" Sudah sejam lebih kakak disini, kok belum ganti seragam sekolah? tanya Ranti.
" Sebentar lagi sekolah nya hanya dekat, sepupuku juga belum datang jemput, motorku di pakai dia, bahkan dia bilang buat dia saja", Aisyah agak kesal.
" Biarkanlah, berikan saja motor itu padanya jika kamu sudah gak mau pakai", ucap Ranti.
" Terus aku ke sekolah pakai apa, masa ia aku naik ojek lagi, sementara aku punya motor sendiri", ucap Aisyah.
Sementara mereka ngobrol, sepupu Aisyah datang dengan motor Beat milik Aisyah, mereka berdua terkejut melihat motor beat itu yang sudah di ubah menjadi motor kebanyakan milik ABG.
" Kak, Kenapa motorku kamu buat jadi seperti itu, itu motor baru, belum juga ada semingguan aku beli, kok beraninya kamu seperti itu", emosi Aisyah.
" Kan kemarin kakak sudah bilang, kamu sudah punya mobil, jadi motornya buat kakak saja, kamu diam, jadi kakak pikir kamu setuju", ucap sepupu Aisyah yang tak tau malu.
" Tapi kan aku tidak bilang, kalau motor itu jadi milik kakak, silahkan pakai kalau mau, tapi bukan berarti, kakak seenaknya merubah motorku, salah aku menilai kakak, ternyata tidak menghargai kebaikan ku selama ini, ya sudah motor itu, buat kakak saja, dan jangan pernah lagi minta uang sama ku", tegas Aisyah.
"' Ya Uda nanti pulang sekolah kakak benerin lagi, segitu saja marah, bilang saja kakak gak boleh pakai motormu, gak apa-apa kakak naik angkot", ucapnya sepupu Aisyah.
" Pakailah motor itu sesuka hati kakak, sekarang motor itu milikmu, Aisyah gak akan minta lagi, nanti siang pulang sekolah, Aisyah beli motor lagi, tapi tidak ku pinjam kan ke kakak", Ucap Aisyah.
" Nah gitu dong, itu baru adik yang pengertian, kan kakak bisa punya pacar kalau punya motor", ucap sepupu Aisyah dengan bangganya.
" Aisyah, kamu jangan beli motor dulu, kakak tanya kamu mau gak pakai motor balap? tanya Ranti.
" Itu rencananya nanti siang pulang sekolah, Aisyah mau beli motor Kawasaki Ninja kayak punya Abang Karyono dan adik-adiknya, kelihatannya keren, mereka ajak aku main ke Lampung tapi aku gak punya motor kayak gitu", Ucap Aisyah.
__ADS_1