SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Ranti di usir


__ADS_3

Ranti menjalani rutinitas sehari-hari dengan penuh kebahagiaan, setiap pagi dia akan mengantarkan kedua adiknya kesekolah, seperti yang dia lakukan pagi ini.


Kedua adiknya juga sangat bahagia, mereka berdua kini jauh lebih mengerti saat Ranti hendak keluar kota dan menginap.


Ranti sendiri sudah mulai menyusun jadwal kunjungan ke daerah, untuk membayar setiap tanah yang sudah di dapat oleh Tim Rose.


Hari ini Ranti harus mengikuti rapat rapat di Astra Internasional Indonesia, jam 9 pagi dan jam 2 siang dia harus ke Lampung, disana dia mendapatkan tanah dari Ardan kakaknya Nayla.


Setelah mengantar kedua adiknya, Ranti segera berangkat menuju Jakarta, ini kali pertama dia akan mengikuti rapat di Astra Internasional Indonesia, dia akan melakukan rapat dengan seluruh Direktur dan Manajer dari semua anak Perusahaan.


Dengan santainya Ranti mendarat di apartemen miliknya, Pasific Place Residences.


Setelah berganti dengan, Ranti memesan taksi online, dia datang perusahaan, yang terletak di Sunter.


Ranti melihat suasana pagi di Jakarta yang begitu padat dengan kendaraan. Setelah menempuh perjalanan 1 jam lebih akhirnya Ranti tiba di perusahaannya.


" Selamat pagi, maaf Nona, apa saya bisa bertemu dengan Direktur Utama atau CEO dari Perusahaan ini? tanya Ranti dengan sopan.


" Maaf Nona, ada keperluan apa hingga anda ingin bertemu dengan Pak Direktur Utama.


" Ada yang ingin saya bicarakan dengan beliau", jawab Ranti.


" Apa Nona sudah buat janji terlebih dahulu, apalagi hari ini ada rapat dan pemiliknya akan datang, jadi mohon maaf sebelumnya, tapi jika Nona ingin bertemu dengan beliau, bagaimana jika Nona menulis nama dan nomor telpon serta keperluannya apa, biar saya sampaikan ke sekretarisnya", ucap Resepsionis itu.


" Baiklah, nama saya Ranti Putri, dan ini nomor telpon saya", jawab Ranti, yang tidak menjawab keperluannya.


" Maaf Nona, bukan saya melarang atau berlaku tidak sopan, tapi kami di perintahkan bahwa hari ini, kami hanya melayani membuatkan permohonan jadwal pertemuan dengan Direktur Utama dan akan kami sampaikan kepada sekretarisnya", ucap Resepsionis itu dengan sangat sopan.


" Kasihan Nona ini, dia merawat suaminya yang sedang sakit, apalagi suaminya adalah orang asing", batin Ranti, setelah memindai status resepsionis itu.


" Baiklah, saya akan menelpon Pak Direktur Utama, terimakasih sudah melayani saya dengan baik, jangan kuatir, hari ini suami anda sembuh, tunggu selesai pertemuan saya dengan Direktur Utama, jangan kemana-mana", ucap Ranti.


" Maaf Nona, darimana anda tahu jika suami saya sedang sakit? tanya resepsionis itu.


" Darimana saya tahu itu tidak penting, intinya, percayalah, hari ini suami anda akan sembuh", ucap Ranti sambil menghubungi Direktur Utama.


" Halo selamat pagi, mohon maaf ini dengan siapa? tanya si Direktur Utama.


" Apakah anda tidak menyimpan nomor saya? dan apakah tuan Direktur Utama tidak merasa penting menyimpan nomor telpon pemilik Perusahaan ini? tegas Ranti.


" Maaf Nona, mohon jangan sembarangan menyebut menyebut kata Pemilik, karena saya sudah menyimpan nomor telpon pemilik perusahaan ini? jawab Direktur Utama.


" Oh begitu, baiklah perkenalkan nama saya Ranti Putri, Pemilik Tunggal RPS Group Company, dan saat di pimpin oleh Rendi", balas Ranti.


" Maaf Nona, sebaiknya anda jangan menipu di perusahaan sebesar ini, kami memiliki sistem dengan teknologi terkini, dan kali ini anda saya maafkan, karena saya sedang menunggu Pemilik Perusahaan ini", jawab Direktur Utama, yang tidak percaya dengan Ranti.


" Jadi anda mengatakan saya penipu? jelas Ranti.


" Saya melihat anda di kamera CCTV, apalagi anda datang taksi online, anda boleh menipu resepsionis bodoh itu, tapi tidak dengan saya", lanjut sang Direktur Utama dan menutup telponnya.


" Nona Resepsionis, menurutmu Direktur Utama itu, layak menjadi Direktur Utama? tanya Ranti.


" Saya takut menjawabnya, nanti saya salah bicara, saya masih butuh pekerjaan ini, karena nona tau sendiri suami saya sedang sakit, apalagi dia orang asing", jawab resepsionis itu sambil menundukkan kepala.


" Maaf Nona, kami di perintahkan oleh Direktur Utama agar mengantar mengusir anda, dan maaf juga Nona resepsionis, anda di beri surat peringatan oleh Direktur Utama lewat Direktur HRD, dan ini suratnya", ucap Security itu dengan tampang kasihan terhadap resepsionis itu.


" Terimakasih pak Security, jawab Resepsionis itu.


" Yang sabar Nona resepsionis, sudah nasib kita sebagai karyawan kecil", ucap Security.


" Pak Security, dimana pos anda, apakah saya bisa duduk pos anda, saya sudah capek berdiri, nanti 15 menit kemudian saya akan pergi dari sini", tanya Ranti.


" Tidak apa-apa Nona, kebetulan kami juga ingin bertanya kepada anda", ucap Security itu dengan sopan.


" Terimakasih pak Security, tapi Ijinkan saya berbicara dengan Nona resepsionis 5 menit saja", jawab Ranti.


" Silahkan Nona", jawab Security itu.


" Nona Resepsionis, jika suami anda sembuh dan punya uang 2 milyar, hal apa yang terlebih dahulu anda wujudkan dengan uang itu? tanya Ranti.


" Kami ingin membuka Restoran Jepang, karena suami saya adalah seorang koki, restoran kami tutup karena suami saya sakit", jawab resepsionis itu.


" Kamu tamatan apa? tanya Ranti.


" Saya sarjana Manajemen Perkantoran dari Universitas Diponegoro Semarang, awalnya saya staff administrasi, dan sudah 4 bulan saya di turunkan menjadi resepsionis, tapi tidak apa-apa, yang penting saya masih bisa bekerja dan dapat gaji", jawab Resepsionis itu.


" Baiklah, apakah kamu percaya, jika mulai hari ini kamu bisa memerintah seluruh karyawan di seluruh perusahaan ini termasuk anak perusahaan? ucap Ranti.


" Maafkan saya, saya tidak ingin bermimpi terlalu indah, tapi jika memang itu bisa menjadi kenyataan, saya akan mencurahkan seluruh kemampuan saya untuk bekerja dan mengajukan perusahaan ini", jawab resepsionis dengan bijak.


" Bagus, kamu ambil amplop ini, dan ada beberapa barang, bukalah saat nanti makan siang, saya tahu kamu bawa bekal untuk berhemat pengeluaran, tapi jika kamu buka sebelum makan siang, maka kamu tidak akan menemukan apapun di dalamnya.

__ADS_1


Yang di pasti isinya adalah masa depan kamu, jadi bacalah dan ikuti apa yang sudah saya tulis di didalamnya, ambil juga ATM ini, dan mana nomor handphone kamu, biar saya kirim nomor PINnya", ucap Ranti panjang lebar.


" Pak Security, tolong berikan ini kepada Direktur Utama, dan amplop ini buat bapak, bukalah saat makan siang, dan ini ATM buat anda, dan tolong berikan nomor telpon anda juga, agar saya bisa kirim nomor PINnya.


Amplop yang Ranti berikan berisi, SIM ajaib, ATM dengan saldo 15 milyar, serta Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel dan Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan juga Serum dan setetes air surgawi, pada resepsionis dan Security itu.


Sedangkan ATM yang di serahkan secara langsung berisi uang sebesar 2,5 milyar.


Dan Amplop untuk Direktur Utama, berisi Replika Kartu tanda pemilik Perusahaan, dan surat pemecatan Direktur Utama.


Dari awal Ranti sudah mengetahui, sepak terjang Direktur Utama, yang sombong dan penjilat, dan siapa dia, semuanya sudah dilaporkan oleh Aplikasi Mata Dewa.


" Saya permisi dulu, sekali saya katakan jangan di buka sebelum makan sebelum makan siang, terakhir, ini handphone buat kalian berdua, nomor saya sudah berada di memory handphone", ucap Ranti lalu keluar dari lobi, bersama Security itu.


" Maaf Pak saya tidak jadi mampir ke pos anda, dan ini khusus untuk anak gadis anda yang Patah Tulang karena kecelakaan motor", ucap Ranti lalu masuk ke mobil anak buah Rose yang menyamar menjadi supir taksi online.


Sementara itu, di ruang pertemuan itu terjadi perdebatan antara Direktur Utama dan Direktur anak perusahaan, yang mempertanyakan jam berapa Ranti datang ke Perusahaan itu.


" Maaf Nona Muda, tujuan kita sekarang mau kemana?


" Tolong cari warung makan, dan setelah itu silahkan kamu kembali, biar saya terbang ke Lampung, selesai saya makan", Perintah Ranti.


" Baik Nona Muda", jawab anggota Tim Rose.


Dari kejauhan Ranti melihat ada pedagang yang berjualan mie ayam dan terlihat sangat sepi, Ranti meminta agar di turunkan di pinggir tenda pedagang itu.


Tiba di tempat yang di maksud Ranti turun dan langsung cari tempat yang nyaman untuk duduk, kemudian memesan seporsi mie ayam.


" Silahkan di nikmati Nona, anda pelanggan saya yang pertama, di hari pertama saya berjualan", ucap wanita yang berusia sekitar 30 tahun itu.


" Wah sebuah kebetulan kalau begitu", jawab Ranti.


" Dan sebagai bonus, silahkan Nona pilih, air mineral atau teh manis", lanjut Wanita itu.


Ranti memilih teh manis, kemudian mulai menikmati mie ayamnya.


" Sudah sana, pergi ke pos kamu, dan lain kali jangan menanggapi orang yang tidak jelas", ucap Direktur Utama setelah menerima amplop dari Security itu, kemudian mengusir Security itu dengan tidak manusiawi.


" Baik pak", singkat Security lalu beranjak keluar dari ruang pertemuan itu.


Ranti sendiri sambil menikmati makanannya, dia juga melihat laporan video dari aplikasi Mata Dewa.


Selesai makan Ranti membayarnya dan memberikan sebuah ATM senilai 10 milyar, hasil dari menukar Poin Pengabdian untuk kebaikan, kemudian beranjak sambil berpesan.


" Baik Nona, terimakasih sudah menjadi pelanggan pertama saya, dan terimakasih pemberiannya, apapun isinya, saya tetap berterimakasih dan bersyukur", jawab Wanita itu.


" Sama-sama, kalau begitu saya permisi untuk pulang, kemudian Ranti naik taksi online lagi.


Suasana di ruang pertemuan Perusahaan Astra, sudah berubah menjadi seperti di pasar, karena tak kunjung datang.


" Silahkan anda buka Amplop dari Security itu, pesan SMS Ranti, yang sengaja tidak menggunakan pesan WA.


" Untuk apa membuka amplop Amplop dari orang yang tidak jelas, balas Direktur Utama itu dan membuang amplop itu, serta memblokir nomor handphone Ranti.


" Kamu pikir, nomor saya bisa kamu blok", balas Ranti.


" Aplikasi Mata Dewa, mana hasil retas handphone Direktur Utama", tanya Ranti.


" Semua sudah saya kirim ke handphone anda Tuan.


" Terimakasih", balas Ranti, balas Ranti sambil turun dari taksi itu.


Ranti memindai kompleks Mall Cempaka dan mencari tempat sepi, kemudian dia terbang menuju Lampung, dan hanya beberapa menit dia sudah tiba di Kota Bandar, tapi karena waktu pertemuan masih lama, dia memutuskan mendatangi rumah Nayla.


Betapa kaget Anjeli saat melihat mobil Ranti parkir di halaman rumahnya Nayla.


Anjeli yang sedang duduk bersama dengan seorang wanita muda yang sedang menggendong bayi.


Anjeli langsung berdiri dan melangkah mendekati mobil Ranti.


Selamat datang Nona Muda, maaf saya berpakaian seperti ini", ucap Anjeli yang memang hanya memakai celana pendek dan kaos oblong.


" Tidak apa-apa, terus siapa itu yang menggendong bayi? tanya Ranti.


" Itu teman saya, dia di hamili pacarnya yang ternyata sudah beristri, dia hanya tamat SMP dan pergi bekerja di Jakarta, pulang-pulang sudah punya anak, dan tidak di terima keluarganya, jadi kami menampungnya", jawab Anjeli.


" Oh begitu, lalu kemana Nayla dan Bibimu? tanya Ranti.


" Mereka lagi mengantar makanan ke Proyek Nona Muda, tapi sebentar lagi juga pulang", jawab Anjeli.


" Ya sudah, kita duduk saja di luar", ucap Ranti dan masuk ke teras rumah Nayla.

__ADS_1


" Anjeli kalau begitu saya masuk dulu dan membuatkan tamunya minuman", ujar temannya Anjeli.


" Biar sini saya gendong bayinya ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, namanya Haikal Wirajuda, usianya sudah 4 bulan", ucap Temannya Anjeli yang bernama Hanifah.


Kembali ke Kantor PT Astra Internasional, rencana rapat jam 9 pagi, dan kini sudah jam 11 siang, tapi rapat belum mereka mulai, alasannya, karena Ranti belum datang, padahal dari jam 8. 45 pagi tadi, Ranti sudah tiba di Kantor, tapi Direktur Utama, malah mengusirnya.


Para direktur dari anak perusahaan meminta agar segera menghubungi Ranti, dan Direktur Utama menghubungi Sasha.


" Halo Nona Sasha, apa informasi perubahan jadwal dari pemilik perusahaan tentang rapat hari ini? tanya Direktur Utama.


" Tidak ada, dan terakhir saya terima kabar dari Nona Muda kami, Ranti Putri, bahwa tadi pagi dia sudah tiba di Perusahaan, tapi karena dia di usir jadi dia pergi lagi, dia katanya sudah menitipkan amplop untuk anda, dan saat ini saya, Regina dan Maureen sedang dalam perjalanan menuju kesana",jawab Sasha.


" Maaf Nona Sasha, bukannya pemilik perusahaan ini adalah Tuan Rendi yang juga CEO dari RPS Group Company", jawab Direktur Utama itu.


" Jangan sembarangan bicara, berarti anda tidak pernah menghubungi Pemilik Perusahaan, dan hanya menghubungi Pak Rendi, ini nomor telpon Nona Muda Ranti, dan sebaiknya anda mengecek dokumen pemilik perusahaan dan seluruh keluarganya", jawab Sasha dan menutup handphonenya.


" Sasha, apa perintah Nona Muda kepada kita? tanya Regina.


" Mulai hari ini kita bertiga, harus menjalankan perusahaan tersebut untuk sementara, hingga sudah Direktur Utama yang baru", jawab Sasha.


" Baiklah, mari kita kerjakan dan jangan buat Nona Muda Ranti kecewa", ucap Maureen.


Sementara Sasha dalam perjalanan, Direktur Utama yang akhirnya membuka amplop yang di berikan oleh Security, dan langsung mengambil selembar kertas yang bertuliskan bahwa Direktur Utama telah di pecat.


Seketika wajah pak Direktur Utama langsung pucat, apalagi saat dia melihat lagi daftar keluarga pemilik perusahaan dan fotonya, serta tulisan yang mengatakan bahwa Ranti Putri Setiawan adalah pemilik Tunggal dari Astra Internasional.


Ranti sendiri yang menerima laporan dari Aplikasi Mata Dewa hanya tersenyum.


" Pak Direktur Utama, apa Rapat di tunda atau bagaimana? tanya salah satu Direktur anak perusahaan.


" Sebentar lagi Nona Sasha, Regina dan Maureen akan tiba, namun sebelum mereka datang, jadi kalian tunggu saja", jawab Direktur Utama yang baru saja di Pecat.


Di Lampung, dirumah Nayla, Ranti sedang asyik berbicara dengan Anjeli dan Hanifa, kemudian datang ibu Budiono dan Nayla.


" Nona Muda, kok datang gak bilang-bilang ucap Nayla dengan wajah sedih.


" Biar surprise buatmu, lalu apa kamu hanya mau berdiri di situ terus, kata adikku Aisyah kamu selalu kangen dengan saya", ujar Ranti.


" Sangat kangen Nona, ingin rasanya Nayla memelukmu, tapi tidak sopan kalau saya memelukmu", jawab Nayla dan mendekat.


" Ya sudah sini peluk, tidak apa-apa jangan sungkan-sungkan, kita semua adalah Keluarga", ucap Ranti dan meregangkan tangannya.


" Terimakasih Nona Muda, Nayla dan adik Anjeli sekali rindu ingin bertemu dengan Nona Muda", ucap Nayla sambil memeluk Ranti.


" kak Nayla, gantian dong, adik juga mau memeluk Nona Muda Ranti", ucap Anjeli.


" Hahahaha, ternyata kamu juga Anjeli ingin memeluk saya", ujar Ranti sambil tertawa lepas.


" Hehehehe ia Nona Muda, maaf kalau tidak sopan", ucap Anjeli.


Akhirnya Ranti dengan penuh perhatian memeluk Anjeli, dia sangat senang melihat 2 sahabatnya itu.


" Maafkan saya Bu, kalau saya mengabaikan anda", ucap Ranti.


" Tidak apa-apa, mereka memang sangat merindukan anda Nona Muda, mereka selalu berharap agar bisa selalu dekat anda", ucap Bu Budiono.


" Saya sangat senang mendengarnya, tapi apa mau dikata, kita sama-sama sibuk, adikku Aisyah juga selalu nangis jika aku datang dan langsung pulang", ucap Ranti.


" Kami mengerti Nona Muda, tapi boleh gak saat datang berkunjung ke tempat Aisyah, Nona Muda kasih tau kami", ujar Anjeli.


" Baiklah, tapi kadang aku datang tanpa ada rencana, saat ini, adikku tidak tahu kalau saya disini", ucap Ranti.


" Hehehehe, maaf Nona Muda, Nayla sudah terlanjur WA ke adik Aisyah, dan dia sudah baca tapi belum di balasnya.


" kalian ini sangat kompak ya, pasti kalian ngeledek Aisyah", ucap Ranti sambil mencubit kedua pipi Nayla karena gemes.


" Hehehehe, maafkan Nayla Nona Muda", ucapnya.


" Gak apa-apa, aku juga memang mau mampir ke sana, hanya saja, niatnya mau buat surprise, tapi sudah dibatalkan Nayla.


" hehehehe".


" Ya sudah ganti pakaian dan temani saya ikut pertemuan dengan orang di tanjung karang.


" Hanifa, ini buat. biaya hidup kamu dan anakmu, pakai dengan bijak dan belilah tanah serta bangun rumah, dan bukalah usaha, besok saya kirim mobil dan motor untuk kamu, setelah rumah kamu selesai, baru kamu pindah dari sini", ucap Ranti.


" ini ada 2 ATM, 1 berisi 30 Milyar, tabungan deposito dan 10 milyar untuk kamu beli tanah dan buat rumah serta buat usaha.


" Terimakasih Nona Muda, saya sudah berniat ingin menitipkan Haikal pada Bu Budiono dan saya akan ke Jakarta lagi untuk cari kerja", ucap Hanifa sambil berlutut berterimakasih.

__ADS_1


" Tugasmu, disini membantu menjaga kedua teman saya yang manja ini, dan temani Bu Budiono saat Nayla dan Anjeli sedang ke Kampus', perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, saya dengan ikhlas akan mengerjakan semua perintah Nona Muda", jawab Hanifa.


__ADS_2