
* Tuan anda belum check in hari ini, kata Rose
" Oke Rose CHECK IN"
* Selamat Tuan anda mendapatkan, Transfer Ketrampilan
[ Transfer Ketrampilan, biasanya bisa dilakukan oleh pemilik Sistem yang telah berada di tahap emas level 5 keatas, ini tidak pernah terjadi dalam sejarah ]
" Kenapa bisa secepat ini Rose, tanya Ranti
* Sistem membaca pikiran tuan yang sangat memberikan saudara-saudara tuan kemampuan melindungi diri mereka sendiri, maka sistem memberikan Transfer Ketrampilan Sekarang kepada tuan.
" Apakah tidak berbahaya bagi mereka ?
* Tidak Tuan, dahulu anak-anak mulai belajar beladiri usia 6 tahun dan rata-rata usia 9 tahun mereka sudah terampil dalam tingkat dasar, jawab Rose
" Untuk Armando dan Salma, sudah bisa di tingkat mana Rose ?
* Salma sudah bisa di tingkat Mahir, Armando di tingkat Advantage, sedangkan si kembar bisa di tingkat master dan keempat kakaknya Tuan lainnya bisa di Grand Master, dan ini sudah tingkat tertinggi bagi mereka berempat.
" Kenapa hanya sebatas Grand Master saja, tanya Ranti
* Hukum alam semesta dunia Tuan sudah mengaturnya demikian, bahwa setiap manusia yang berada di Dunia atau semesta yang tuan tempati tidak boleh melampaui semesta di atas dunia ini, jawab Rose
" Kenapa saya bisa hingga tingkat Kaisar bahkan kuno
* Itu karena tuan memiliki Sistem, Siapapun yang mendapatkan Sistem Dia harus melebih siapapun di dunia ini dalam segala hal, Kekayaan, Kekuatan bahkan Kekuasaan, tapi Rose lebih senang tuan agar tidak menjadi penguasa di dunia ini, karena kekuasaan akan merepotkan dan bahkan bisa menjatuhkan serta menghancurkan tuan.
" Saya memang tidak berniat sedikitpun untuk menjadi penguasa, karena kemana-mana susah jadi tidak bebas, kata Ranti
* Itu juga maksud Rose dari awal agar Tuan, tidak mengekspose Harta dan Kekuatan.
" Aku tidak akan pamer harta berlebihan, kalau hanya mobil itu sudah biasa di dunia ini, walaupun begitu Rose bisa lihat sendiri, berapa banyak yang memandang mobil saya.
* Akhirnya Tuan mengerti maksud Rose, Nikmatilah kekayaan dengan wajar tanpa membuat orang iri dan benci kepada kita. Selama ini tuan sangat hebat, masih tampil sederhana dan peduli dengan siapapun.
" Aku selalu ingat darimana aku sebelumnya, itu saja yang selalu aku ingat jika iblis hati sudah mulai menyerang.
* Itu senjata yang ampuh Tuan, ketika kita sadar siapa kita dan asal kita, maka iblis hati akan sulit menyerang Tuan.
" Terimakasih Rose "
Akhirnya Ranti tertidur juga, aplikasi Mata Dewa terus memantau si botak itu, juga Duo pasangan bucin, Hilman dan Aldi yang makin hari makin romantis.
Acara penyerahan bantuan akan di laksanakan jam 9 pagi, Ranti terbangi pas jam 6, dan langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri, dia masih bermalas-malasan di kamar sambil melihat rekaman aplikasi Mata Dewa.
Dia juga memantau 4 gedung miliknya yang di Jakarta, namun tidak ada masalah, dia juga melihat siaran berita China yang mengabarkan bahwa bahwa terjadi kegemparan di China, bahwa ada orang asing menabung di salah satu Bank di China dengan nilai fantastis.
Pintu kamar Branti di ketuk boleh Mercy untuk mengajaknya sarapan
Sementara sarapan, Ranti membaca pesan dari Rendi bahwa acaranya jam 9 pagi.
" Pagi ini aku ada acara membagikan bantuan modal kepada 100 Keluarga miskin, apakah kalian mau ikut, tanya Ranti
" Kakak apa Armando dan Salma boleh ikut gak, tanya Armando
" Asal Salma tidak takut lagi, kalian berdua boleh ikut, jawab Ranti
" Salma sudah tidak takut lagi, kata Salma semangat
" Bagaimana dengan kalian, mau ikut gak, tanya Ranti lagi kepada Kakak-kakaknya
" ia kami ikut, dan pakaian nya apakah resmi atau santai, tanya Rindu
" Santai saja, kita pakai celana jeans dan kaos putih berkerah, dan tas selempang dengan sepatu sneaker, bagaimana, usul Ranti
" Kalau berpakaian santai, aku ikut, lanjut Friska
" Ia malas kalau harus pakai pakaian resmi, lanjut Mercy
__ADS_1
" Santai saja Kak, kita bukan mau ke acara ketemu Presiden, yang wajib protokoler, kita akan bertemu dengan para pedagang kecil, jadi kita harus mengimbangi cara kita berpakaian, kata Ranti
" Ayo Armando, Salma kalian juga ganti baju biar tamba keren, kata Mercy
Setelah mereka berganti pakaian, dan berangkat dengan menggunakan Alphard dan Toyota C-HR, Ranti mengirim pesan ke Rendi bahwa dia sudah berangkat ke lokasi.
Mereka tiba di warung mie Atmini dan Atmono, dan memarkir mobil nya., tepat pukul 8.45 wib, terlihat Pak RW dan RT setempat, ikut membantu dengan menugaskan beberapa linmas, Pak Sumadi juga hadir dan membantu lalu lintas.
Beruntunglah daerah itu bukan jalur protokol, jadi arus kendaraan tidak terlalu ramai.
Ranti dan seluruh saudaranya, mendekati warung mie Atmini dan Atmono, kemudian mereka duduk di tenda warung mie dan mendengarkan susunan acara.
Rendi dengan stelan santai namun sopan, di dapuk untuk memberikan sambutan, di akhir sambutannya, Rendi memperkenalkan Ranti beserta kakak-kakaknya dan adiknya.
" Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, Aksi bagi modal usaha gratis, Sepenuhnya di dukung oleh kesembilan bersaudara, ucap Rendi sambil memperkenalkan satu persatu Ranti beserta saudara-saudaranya.
Di atas panggung sederhana nampak 9 bersaudara berdiri dengan formasi 2 bocah diapit ketujuh orang kakak mereka.
Ranti yang selalu waspada, terus menerus memindai dengan mata Semesta dan mengaktifkan notifikasi bahaya otomatis, Pak Sumadi juga tak kalah waspada dengan terus mengingatkan kepada anggotanya agar jangan lengah.
" Perhatian bagi semua penerima bantuan, agar berdiri dan menunjukkan KTP dan kupon yang sudah di bagikan, kata pembawa acara.
" Bagi namanya di panggil, harap kedepan dan naik ke atas panggung, lanjut kata pembawa acara.
Para penerima bantuan segera berdiri menunjukkan KTP dan kupon masing-masing, lalu duduk kembali menunggu namanya di panggil.
Pak Jufri datang bersama istrinya , sebagai tamu undangan pribadi Ranti, dia tersenyum, melihat kekompakan keluarga Ranti, Apalagi baru kali ini dia melihat mereka dalam formasi lengkap, nampak wibawa 9 bersaudara itu terpancar.
" Pah, sekaya apa orang yang kami sebut Nona Muda itu dan yang mana orangnya, tanya istri pak Jufri
" Itu disana urutan ke tujuh, dialah yang paling kaya, Saldo dia hampir seratus triliun rupiah, kalau Dolar Amerika hampir 500 milyar dolar, bagaimana menurut mama, apakah dia tidak kaya, jawab Jufri
" itu bukan kaya lagi pah, itu namanya sangat-sangat super crazy rich, kata istri Jufri
" Yang lebih besar adalah di bank luar negeri yang bekerja sama dengan bank mandiri, mama tau uangnya disana berapa?
" Berapa pah, penasaran istri Jufri
" Pah itu bisa beli Indonesia, jawab istri Jufri sambil Gemetaran tubuhnya.
" Makanya ini jadi rahasia Bank dan negara, bahkan yang papa dengar negara kita tidak berani mengganggunya. ingat baik-baik jangan bocorkan ini kepada siapapun.
" Jadi pah, terus apa keputusan papa, apa papa akan menerima ajakannya memimpin perusahaan nya?
" Tergantung mama saja, singkat Jufri
Kembali ke panggung, kini peserta pertama sementara menandatangani dokumen tanda terima ATM dan buku Bank.
Betapa bahagianya mereka yang mendapat bantuan dari Ranti, sampai ada yang sujud syukur.
Saat sudah ke peserta 37 datang segerombolan ibu - ibu di RT yang sama dengan Atmini dan Atmono, mereka sekitar 30 orang bertanya kepada pak Sumadi.
" Maaf pak, kami mau bertanya, apakah pembagian modal ini gratis, tanya seorang ibu, kepada pak Sumadi
" Ia ini gratis dari Perusahaan Pembiayaan kami yang akan mulai beroperasi awal Tahun Baru, kata pak Sumadi
" Kalau begitu kami juga dong pak, kami yang pertama di tawarkan oleh Tuan yang pegang mic itu, ucap ibu yang bertanya tadi.
" Kalau ibu yang pertama di tawarkan kenapa ibu tidak masuk daftar, Pak Sumadi balik bertanya, kepada ibu itu
" Karena kami pikir itu hanya bohong saja, jadi kami tidak mau memberikan data kami, ucap ibu itu.
" Maaf Bu kuotanya hanya 100 pedagang jadi sudah tutup dan hari ini hanya pembagian saja, Jawab pak Sumadi.
" Tidak bisa begitu pak, kami warga asli disini, harusnya kami yang di dahulukan, teriak mereka
" Kan sudah di tawarkan dan kata ibu sendiri takut di bohongi, sekarang minta di dahulukan, kata pak Sumadi.
Ranti yang mendengar perdebatan pak Sumadi dan segerombolan ibu-ibu, mau tidak mau turun dari panggung dan memanggil Rendi
__ADS_1
" Rendi ikut aku sebentar, perintah Ranti
" Baik Nona, jawab Rendi
Mereka berdua ke depan dan mendekati pak Sumadi
" Pak Sumadi ada apa ini, tanya Ranti
" Begini nona mudah, ibu-ibu disini, minta di berikan bantuan juga, tapi mereka tidak mau daftar, kata pak Sumadi
" Rendi apa kamu sudah pernah menawarkan kepada ibu-ibu ini, tanya Ranti
Rendi yang mengingat beberapa ibu-ibu, langsung menjelaskan ke Ranti.
ibu bertiga itu saat saya datang lagi membuat bumbu pecel, lalu saya tawarkan, dan saya minta data- data mereka, tapi mereka malah mengusir saya dan mengatai saya pembohong, kata Rendi.
'" Hanya ada satu ibu tapi bukan dari mereka yang mendengar saya bicara dan dia memohon untuk di daftarkan, ibu itulah si penjual kue yang nona suruh saya belikan motor dan sebelum acara mulai Pak Sumadi sudah mengantarkannya bersama anggota lainnya, lanjut Rendi menjelaskan.
" Maaf ibu-ibu, berarti bukan salah mereka yang bekerja di lapangan, ibu sendiri yang menolak rejeki, dan ibu tau minimal kami memberikan kepada mereka 25 juta Gratis tidak perlu di kembalikan, bahkan jika usaha mereka ada kemajuan, kapan mereka minta pinjaman di kantor kami, maka pinjaman kredit mereka langsung di setujui, kata Ranti lebih memanaskan hati mereka.
" Kalau begitu kami mau daftar sekarang, kalau tidak di perbolehkan kami lapor ke kantor kalian, kata ibu itu mencoba mengancam.
" Maaf ya Bu silahkan datang ke kantor kami, dan saya pastikan ibu yang di usir dari kantor, jawab Ranti
" Memangnya kamu bosnya, kata ibu yang dari awal bertanya dan mengancam
" Silahkan datang ke kantor kami untuk melaporkan kami, jangan lupa tanggal 4 Januari Kantor kami sudah buka untuk umum, kata Ranti
" Asal kalian tau kemarin saja, ada 5 orang yang buat kelompok dan meminta kepada saya, dan karena mereka datang dengan sopan, maka saya membantu mereka, seminggu lagi mereka akan dapat modalnya, dalam bentuk kelompok.
" Kalau saja kalian datang tidak bikin keributan, pasti saya akan membantu kalian, tapi karena cara kalian tidak sopan dan memaki anak buah saya, jangan harap sepeser pun bantuan dari saya, kalian mau pinjam di kantor saya saja, sudah pasti saya akan menolaknya, tegas Ranti
" Rendi tolong panggil pak RW dan RT, dan tanyakan siapa mereka, perintah Ranti
Ranti langsung meninggalkan gerombolan ibu-ibu itu dan naik ke panggung kembali.
" Pak security, nona yang tadi itu siapa pak kok galak sekali, tanya ibu-ibu itu
" Maaf Bu, dia bos kami dan kantor yang memberikan bantuan gratis ini adalah perusahaan dia, kata pak Sumadi.
" Maaf Bu saya hanya menyarankan, kita sama-sama orang miskin, tapi jangan juga miskin hati, Saya Preman Bu, tukang gusur rumah bahkan bangunan besar, tapi berhadapan Nona Muda, kami kalah, bukan kalah berkelahi, tapi nasehat nya dan liat kami, derajat saya diangkat, walau jadi Security tapi kami di gaji dengan halal dan juga keluarga kami di cukupi, itu karena dia melihat kami yang ingin bertobat, kata Pak Sumadi
" Nona Muda kami, hanya sekali bicara, jika dia bilang mau membantu, maka pasti di tuntaskan sesuai janjinya, tapi jika kita berlaku sombong dan menyinggung orang yang bekerja atau orang yang dekat dengan dia, sudah pasti kita akan sengsara. lanjut pak Sumadi.
" Pak bisa tolong kami untuk minta maaf, mohon mereka
" Maafkan saya, setahu saya Nona muda itu sangat jarang memaafkan orang yang sudah menghinanya, tapi jika dia memaafkan Orang, pasti dia tahu orang itu tulus, Nona muda kami bisa melihat dengan dengan jelas siapa kita, kata pak Sumadi.
Kini semua Peserta sudah mendapatkan ATM berisi bantuan modal usaha, namun sebelum acara makan Siang, Tidak orang dari Toko handphone Digital, turun membawa 100 unit handphone merk Xiaomi yang minimal harga 3 juta.
" Bapak ibu penerima bantuan modal usaha, sebagai hadiah dari kami, maka setiap peserta kami berikan 1 unit handphone, agar komunikasi kalian 100 peserta bisa terjalin, kata Ranti,
Selesai berbicara, dia bersama 8 saudaranya mendatangi peserta dan membagikannya, betapa merah wajah para ibu-ibu sombong itu, apalagi melihat tetangganya yang selama ini mereka suka hina, ternyata hari ini, ibu penjual kue menang banyak, Dapat uang, motor baru dan HP baru.
Di luar tenda Ranti melihat ada beberapa ibu-ibu yang lain, hanya bisa terdiam dan tidak berkomentar, lalu Ranti mendekati mereka yang ada sekitar 15 orang.
" Silahkan ke dalam tenda Bu, bawa saja anak ibu dan mari kita bicara, kata Ranti
" Maaf Nona, kami tidak enak kedalam tenda, kami bukan peserta atau undangan, jawab seorang ibu yang lagi menggendong anaknya.
" Apa pekerjaan suami ibu, tanya Ranti
" Suami saya, di penjara Nona, dia tak sengaja tabrak orang dan korbannya meninggal, kena Hukuman 3 tahun, kata ibu itu
" Sudah berapa lama suaminya di penjara Bu, tanya Ranti
" Enam bulan lagi, katanya dia Bebas, jawabnya
" Terus selama ini ibu hidupnya bagaimana, lanjut Ranti
__ADS_1
" Beruntung saya punya mertua yang baik, jadi selama ini saya tinggal dengan mereka dan biaya di tanggung juga, hanya kadang saya cuci gosok di rumah tetangga, atau bantu mertua kalau ada pesanan katering.
"