
" Brenda ! terdengar teriakan seseorang memanggil Brenda saat mereka keluar dari ruangan VIP.
Ternyata yang memanggil Brenda adalah Ayahnya, otomatis Ranti, Maura dan Brenda berhenti melangkah.
" Maaf Nona Muda, mereka keluarga saya",ucap Brenda ke Ranti.
" Selesaikan saja masalahnya, mati kita datangi mereka", ucap Ranti.
" Kamu berikan ke siapa bayi di kandungan kamu? tanya ayahnya ketika Brenda, Ranti dan Maura mendekat.
" Ada dengan saya, dan akan saya besarkan", jawab Brenda, dengan mantab.
" Oh jadi, sekarang kamu jadi simpanan laki-laki beristri itu? cecar ayahnya Brenda.
" Tidak !, saya hidup sendiri bersama dengan anakku", jawab Brenda.
" Lalu darimana kamu punya uang untuk biaya hidup", lanjut cecar ayahnya.
" Di berikan oleh orang yang baik hati, dan kalian bisa lihat saya baik-baik saja, dan tidak pernah merepotkan kalian", jawab Brenda lagi.
" Kami sangat kecewa dan malu dengan perbuatan kamu, jadi jangan pernah kamu injakkan kaki di rumah, dan jangan harap kamu menerima sepeserpun dari kami, apalagi warisan keluarga", tegas ayahnya Brenda.
" Tidak apa-apa, jika Brenda tidak di ijinkan untuk menginjakkan kaki dirumah kalian, Brenda juga tidak akan pernah meminta tolong sama siapapun dari keluarga kita,
Saya akui semua kesalahanku, dan semuanya sudah saya jelaskan dan minta maaf serta minta pengampunan dari kalian, tapi kalian mengusirku, sejak itu saya sudah berjanji, jika kalian tidak memanggilku pulang, maka selamanya aku tidak akan pulang, tapi karena hari ini, ayah sendiri yang mengatakannya, maka Brenda janji, tidak akan pulang dan tidak akan meminta apapun dari kalian", ucap Brenda tegas, walau ada kesedihan di hatinya.
" Maaf, apa masih ada yang bapak ingin bicarakan dengan Brenda, jika tidak, kami akan pergi dari sini", ucap Ranti.
" Kamu siapa ? ini urusan keluarga saya", tegas ayahnya Brenda.
" Saya tahu, tapi bapak juga sudah melarang Brenda untuk pulang ke rumah kalian, itu berarti kalian sendiri yang membuangnya, dan saya adalah orang yang menolongnya dan memberikannya hidup yang layak.
" Brenda, memang salah, saya juga sudah mengatakan kepadanya bahwa dia salah dan sudah mempermalukan keluarga kalian, tapi apakah Brenda selamanya harus kalian buang?
" Tapi tidak masalah, saya memang bukan siapa-siapa bahkan saya bukan orang sini, atau berasal dari daerah sini, saya tinggal di Surabaya, dan selama ini saya yang membiayai hidupnya dan anaknya, dan hari ini saya sengaja datang untuk menemuinya, sekalian saya ada urusan disini.
" Ayo pulang Brenda, rumah kamu masih lebih nyaman daripada rumah orangtuamu, tapi jangan pernah membenci mereka, tapi turuti saja keinginan mereka yang tak ingin kamu kembali ke rumah", ucap Ranti.
" Baik Nona Muda, mari kita pulang, Brenda jadi rindu dengan Junior putraku, padahal baru beberapa jam ku tinggalkan bersama kak Inggrid di rumah.
" Kalian mau bawa kemana anak saya? tanya Ayahnya Brenda.
" Pulang, urusan saya sudah selesai, jadi kami harus kembali dan menyelesaikan pekerjaan kami di rumah, dan asal kalian tahu, Brenda sudah ku belikan rumah, agar dia bisa hidup dengan nyaman dan tentunya bisa membesarkan putranya dengan baik", jawab Ranti.
Ibu dan saudara-saudara Brenda hanya diam saja, karena mereka takut dengan ayahnya Brenda.
" Belikan rumah, kamu pikir harga rumah itu murah, dengan usia kalian yang baru belajar bekerja, lantas sudah bisa membeli rumah", ucap ayahnya Brenda meremehkan Ranti.
" Bapak mau percaya atau tidak, itu urusan bapak, saya tidak menyuruh bapak untuk percaya, tapi suatu saat kalian akan tahu, Brenda yang kalian buang akan hidup dengan nyaman dan berkecukupan, bahkan lebih dari cukup", tegas Ranti.
" Hahahaha hahahaha, baiklah, silahkan bawa anak pembuat malu keluarga, saya tidak sudi memiliki anak yang tidak tahu malu ini", tegas ayahnya Brenda.
" Anda tidak sudi, tapi saya berkenan memberikannya kesempatan untuk berubah dan saya yakin, Brenda bisa berubah.
Tidak ada orang suci di dunia ini, karena tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan, Brenda sudah mengakui kesalahannya, dia sudah meminta maaf, dan bahkan jika saya terlambat menolongnya, mungkin hari ini kalian belum tentu bisa melihatnya atau keluarga kalian pasti akan lebih malu.
" Membiarkan Brenda menanggung sendiri penderitaannya hanya akan membuatnya lebih rusak, dan apakah anda yakin seluruh teman sebaya Brenda hidupnya lebih baik dari anakmu?
" Bisa saja, saya membawa Brenda ke Surabaya dan tinggal bersama dengan keluarga saya, tapi Brenda tidak ingin pergi lebih jauh dari kalian, karena dia menghormati kalian orangtuanya, walaupun kalian sudah membuangnya.
" Jangan menyesal melihat Brenda suatu saat, dan saya akan menghancurkan siapa saja yang berani mengganggu orang terdekat saya, walaupun anda ayahnya Brenda.
" Anda tidak layak menjadi orangtua, jika tidak bisa melindungi putrimu disaat dia terpuruk, orangtua mana yang tidak marah, jika anaknya berbuat kesalahan, apalagi mempermalukan keluarga, tapi membuangnya bukanlah jalan yang terbaik untuknya, marahlah, dan bila perlu hukum lah, tapi jangan membencinya. apalagi membuangnya, ingat baik-baik selamanya Brenda adalah putrimu dan darah dagingmu.
Rumah kalian adalah benteng paling kokoh sebagai sebagai tempat untuk berlindung, dan orangtua adalah pelindung terkuat bagi anak-anaknya.
Hukumlah Brenda dengan hukuman yang mendidik, bukan mengusirnya dari rumah, untung saja dia melahirkan dengan selamat dan anaknya juga selamat, tapi jika tidak, maka kalian orangtua termasuk yang penyebab kematiannya, ingat itu baik-baik", tegas Ranti.
" Ayo Brenda kita pulang, pikirkan saja masa depan kamu, apalagi bulan depan kamu sudah mulai masuk kuliah dan tetaplah semangat, buktikan kepada mereka suatu saat orang yang di anggap hina akan jadi orang sukses", ucap Maura menyemangati.
" Ia kak, terimakasih sudah mendukungku dan juga menyayangi putraku", jawab Brenda.
" Ayah, ibu, dan kalian semua saudaraku, sekali lagi maafkan atas seluruh kesalahan Brenda, dan Brenda berjanji tidak akan pernah kembali kerumah sampai kapanpun, begitu juga dengan putraku, saya tidak akan mengenalkan kepada siapapun kalau dia cucu dan keponakan kalian, terimakasih atas segala pemberian kalian selama ini, dan biarlah kesalahanku ini ku tanggung sendiri.
Jika ayah dan ibu juga mau, silahkan hapus namaku di daftar anak kalian, dan jangan kuatir, Brenda tidak menuntut apa-apa dari kalian", ucap Brenda sambil berlutut.
Setelah berlutut, Brenda dengan tegak berdiri dan melangkah bersama dengan Ranti dan Maura.
Baru saja mereka hendak keluar dari Gerai KFC, seseorang memanggil nama Ranti.
__ADS_1
" Maaf Nona Muda, mohon maaf saya baru mengetahui kedatangan anda di gerai KFC kami", ucap orang itu.
" Maaf juga, kamu siapa? tanya Ranti.
" Saya Jivan, perwakilan KFC Indonesia untuk wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, maaf kalau saya lancang mencegat anda Nona Muda, dan maaf baru bisa mengenali anda", ujar Jivan.
" Baiklah, ada keperluan apa, apa KFC di wilayah ini ada masalah dalam penjualan atau ada hal yang lain? tanya Ranti.
" Tidak ada Nona Muda, saya hanya merasa bahagia bisa bertemu dengan pemilik KFC Indonesia yang merupakan atasan saya tertinggi", ucap Jivan.
" Oh baiklah, saya kira ada masalah, tapi kalaupun ada masalah, segera hubungi kantor pusat, agar mereka bisa segera membantu kamu", ucap Ranti.
" Baik Nona Muda, dan maaf apakah saya boleh berfoto dengan anda sebagai kenang-kenangan", ucap Jivan.
" Boleh, tapi jangan di upload di media sosial atau di website KFC Indonesia", tegas Ranti.
" Terimakasih Nona Muda", jawab Jivan bahagia.
" Ya sudah sekarang saya masih banyak urusan, bekerjalah baik-baik, tapi jawab dulu pertanyaan saya, kamu menggunakan apa selama menjalankan aktifitas", ucap Ranti.
" Saya menggunakan motor saja, kecuali saat ke Gorontalo saya naik angkutan umum", jawab Jivan.
" Baiklah, ambil ini dan belilah mobil untuk operasional kamu, dan juga buat keluargamu, berikan nomor telpon kamu ke Brenda, agar jika saya ada keperluan, biar saya Brenda menghubungi kamu", tegas Ranti.
" Baik Nona Muda, Nona Brenda ini kartu nama saya", jawab Jivan.
Setelah berbasa-basi sebentar, Ranti, Maura dan Brenda, masuk mobil dan berlalu.
" Maaf Pak, perempuan yang tadi itu siapa? tanya ayahnya Brenda, ke Jivan.
" Itu Nona Muda Ranti Putri, pemilik Tunggal KFC Indonesia, dan pemilik 2 Proyek Terbesar di Indonesia, yang berlokasi di Surabaya dan Pulau Treasure, Jawa Timur.
Dan di bawa naungan RPS Group Company, salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, bahkan dia pemilik tunggal dari SADB, sebuah bank yang berkedudukan di Singapura", jawab Jivan.
" Berarti dia orang yang sangat kaya? Ujar ayahnya Brenda.
" Bisa dikatakan demikian, dan hanya itu yang saya tahu", jawab Jivan, dan berlalu meninggalkan ayahnya Brenda.
Sementara di mobil, Brenda hanya santai saja, bukan dia tidak kecewa, tapi dia sadar bahwa, dia menang salah, dan jika memang seumur hidup dia terbuang dari keluarga, dia juga tidak akan kelaparan, jadi dia tenang, dan hanya fokus pad kuliah dan membesarkan Junior Mateos, putranya.
Berbeda dengan keluarganya, yang masih terpaku memikirkan omongan Jivan, dan membandingkan omongan Ranti.
" Tetap tidak akan aku maafkan, biarkan saja dia, toh kita juga bisa masih memiliki anak yang lain", ucap ayahnya Brenda.
" Terserah bapak saja, pokoknya ibu tidak setuju jika Brenda sudah dianggap tidak ada", ucap ibunya Brenda.
" Brenda, apa kamu tidak apa-apa? tanya Ranti.
" Tidak apa-apa Nona Muda, saya hanya fokus membesarkan Junior Mateos Putra saya dan Kuliah", jawab Brenda.
" Baguslah, tapi jangan membenci orangtua kamu, suatu saat mereka akan menyesal saat melihat kamu sukses", jawab Ranti.
" Saya tidak membenci mereka, saya hanya menuruti kemauan mereka yang tidak mau menerima saya", ucap Brenda.
" Ya sudah, tetaplah fokus pada Junior dan kuliahmu, saya dan Maura akan selalu mendukungmu, jadi yang sabar saja", ucap Ranti
" Ia dek, kakak juga tidak akan pernah membiarkan kamu sendiri", sambung Muara.
" Terimakasih Nona Muda, terimakasih kak Maura, Brenda berjanji akan menjadi ibu yang baik buat Junior dan akan kuliah dengan rajin dan giat, agar kasih sayang Nona Muda dan kak Maura tidak sia-sia kepada Brenda", ucapnya dengan bahagia.
" Gitu dong, itu baru bundanya Junior", semangat Maura.
Tak terasa mereka sudah tiba di rumah Brenda, dan terlihat suasananya sangat ramai, ternyata yang datang para ibu-ibu yang memiliki anak yang seumuran dengan si kembar, dan juga mereka sangat senang melihat Junior yang tumbuh dengan sehat.
Warga sekitar tidak lagi mempertanyakan status Brenda, apalagi melihat sikap Brenda dan Inggrid yang sangat terbuka dan mau ikut dalam kegiatan ibu-ibu kompleks.
" Wah, ternyata bundanya si kembar dan bundanya Junior lagi jalan-jalan ya", ucap salah seorang ibu-ibu.
" Ia Bu, kami pergi sebentar, kebetulan tadi pagi, Nona Muda kami datang dari Surabaya", jawab Brenda.
" Kenalkan saya Ranti, temannya Brenda dan Maura, apa kabar ibu-ibu", sapa Ranti.
" Oh ini toh, orang yang baik hati dan yang menolong mamanya Junior", puji seorang ibu.
" Biasa saja Bu, sesama manusia harus saling menolong apalagi jika ada kelebihan", jawab Ranti dengan ramah.
" Benar itu Nona Ranti, kami senang mendengarnya dan melihat kebaikan yang berikan buat Brenda", sambung seorang ibu-ibu.
" Saya hanya minta tolong agar ibu-ibu sekalian mau membantu Brenda", Ucap Ranti.
__ADS_1
" Pasti Nona, kami saja di bantu oleh Brenda, Minggu kemarin saya di berikan pinjaman untuk membayar biaya masuk sekolah anak saya yang pertama di SD", ucap Seorang ibu.
" suami ibu kerja apa? tanya Ranti
" Suami saya kerja di pabrik yang produksi Tepung kelapa, sebagai Security, jawab ibu itu.
" Terus rumahnya apa punya sendiri atau sewa? tanya Ranti.
" Kami berempat, membeli dengan cara angsur ke bank, setiap bulan 700 ribu selama 15 tahun", ucap keempat ibu-ibu itu kompak.
" Yang sabar saja, toh nantinya akan jadi milik sendiri", jawab Ranti.
" Benar Nona, kami berniat membantu suami, tapi kami tidak punya modal", ucap mereka.
" Ibu-ibu ingin usaha apa? tanya Ranti.
Keempat ibu-ibu itu mengutarakan niat mereka untuk membuka usaha agar bisa membantu suami mereka.
" Baiklah, saya tantang ibu-ibu sekalian, jik saya berikan uang seorang 1 milyar, apakah kalian sanggup mengembangkan usaha kalian atau tidak dalam waktu 2 tahun? Ucap Ranti.
" Kami gak sanggup mengembalikannya Nona Ranti ", ucap mereka.
" Asal kalian mampu mengembangkan usaha kalian, maka saya tidak akan meminta uang saya kembali, dan uang itu untuk kalian saja, tapi jika kalian gagal, maka kalian harus mengembalikan semua uang saya, bagaimana? tantang Ranti.
" Baik Nona, kami bersedia, tapi mohon targetnya jangan 100%, boleh tidak Nona", tanya mereka.
" Saya tidak sekejam itu, minimal kalian bisa menunjukkan, bahwa kalian sudah punya tabungan 200 juta dalam 2 tahun, artinya 2 tahun kemudian, uang kalian sudah mencapai 1,2 milyar", ucap Ranti.
" Baik Nona, kami bersedia", ucap mereka.
" Oke, ambil cek ini, ada 2,5 milyar, 1 milyar untuk modal, 1,5 milyar lagi untuk membayar lunas rumah kalian, juga untuk sewa tempat atau beli tempatnya", ucap Ranti sambil memberikan kepada keempat ibu itu cek.
Tapi ingat baik-baik, saya tidak mau kalian bicara kepada siapapun jika saya yang membantu kalian", ucap Ranti.
" Siap Nona Muda, tapi ijinkan kami datang lagi bersama dengan suami kami, agar Nona Muda bisa menjelaskan darimana kami dapat uang", ucap ibu-ibu itu.
" Pulanglah dan panggil mereka, tapi jika mereka masih di tempat kerja, biarkan saja, nanti Brenda yang akan menjelaskannya kepada mereka, Karena saya sebentar lagi akan kembali ke Surabaya", jawab Ranti.
" Kalau nanti malam saja, kami kesini lagi, jawab mereka.
Sementara, keluarga Brenda, di perjalanan menuju rumah mereka, terlibat perdebatan antara Ayah dan ibunya Brenda.
" Ayah, Kak Brenda sekarang sudah berubah, dan memang benar dia sudah memiliki rumah sendiri, bahkan dia punya pengasuh untuk anaknya, dia juga punya mobil mewah, Mercedes", ujar Steny adik perempuan Brenda.
" Kamu tahu darimana berita sampah itu", ujar ayahnya Brenda tak percaya.
" Kata temannya saat bertemu dengan Steny, katanya dia melihat kak Brenda di Mall, turun dari mobil, bersama seorang wanita dan anak bayi", ujar Steny.
" Sudahlah jangan membahas anak itu lagi, makin mendidih darah ayah jika kalian membahasnya", ucap ayahnya Brenda.
Sementara jauh di Merak, Aisyah didatangi oleh Joey anak buah Ranti, dan memberikan titipan dari Ranti untuk Leni Subarga.
Setelah jam sekolah selesai, Aisyah dan Nuril beranjak pulang.
" Nuril telpon kak Leni, dan suruh dia ke kios bundaku di pelabuhan", Perintah Aisyah.
Segera Nuril menghubungi ayahnya untuk meminta ijin agar Leni bisa keluar kantor lebih awal nanti. kemudian Nuril menghubungi Leni, dan memerintahkannya agar datang kios Aisyah di pelabuhan.
Tepat jam 4: 15, Leni tiba di Kios Aisyah dengan ojek online.
Aisyah segera mengajaknya ke rumah baru yang di belikan Ranti, rumah seharga 1 milyar dan sudah di lengkapi dengan perabotan dan serta lemari pakaian sudah terisi dengan pakaian untuk Leni dan anaknya, juga bahan-bahan dapur telah tersedia.
Betapa kagetnya Leni ketika sampai di rumah itu, dan melihat semua keperluannya sudah terpenuhi.
" ini semua pemberian kakakku, tolong di rawat dengan baik, dan sekarang telanlah Pill ini, ucap Aisyah.
Setelah menunggu sejam lebih, akhirnya Leni keluar dari kamarnya dan telah berubah penampilannya.
" Terimakasih Nona Muda, kini aku lebih percaya percaya diri", ucap Leni.
" Sekarang, telan juga Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak, serta Pill yang ini juga buat anakmu", ucap Aisyah.
Semua proses selesai, akhirnya Aisyah membawa Leni ke Dealer motor.
" Silahkan kak Leni mau pilih motor yang mana", perintah Aisyah.
Leni hanya menurut saja, dan dia memilih Honda Matik PCX seharga 35 juta.
" Nona, apakah motornya bisa dikirim ke alamat ini", ucap Aisyah sambil membayar pembelian motor itu.
__ADS_1
" Bisa Nona, jawab kasir Dealer motor itu.