
Bu Yanti yang di turunkan oleh Mang Dul hanya bisa memaki sendiri, gagal rencana ingin menikmati sumbangan Ranti, seperti sumbangan - sumbangan para donatur lainnya, alasannya pinjam pakai.
" Sial .. kenapa Farida mau-mau saja mendengar omongan anak kemarin sore itu, tapi siapa sebenarnya Ranti ini, kenapa warisannya begitu banyak dan pantas Suster Diana begitu menyayanginya. batin Bu Yanti
Dia menelpon anaknya agar menjemputnya, namun anaknya lagi sibuk katanya.
Lain lagi dengan Bu Farida dan Bu Serli, mereka begitu menikmati perjalanan menuju ke rumah Suster Diana, dan mendengarkan cerita Mang Dul soal kelima bosnya yang sangat dia hormati.
kembali ke rumah Ranti..
Saat ini Ranti berada di kamarnya dan sedang mencari informasi tentang Batu giok.
Asik dengan melihat - gambar batu giok yang bagus-bagus, iseng dia melihat situs pecinta batu mulia, dan ternyata Video singkat yang dikirim beberapa hari lalu ternyata menerima banyak respon, dan ada yang berani bayar 8 triliun untuk 12 batu permata itu dan jika ukuran karatnya lebih dari 30 karat maka dia berani bayar lebih.
Wow... Ranti mengambil lagi 12 jenis batu permata itu dengan ukuran sebesar bola pingpong dan kedua kotak itu dibuat video bareng dengan durasi 1 menit, dan Ranti meng-upload di beranda situs itu.
Belum ada 15 menit sudah ada sekitar 1000 orang yang memberi respon, yang beragam. Ranti langsung meninggalkan situs itu dan membuka situs arkeologi.
Karena masih jam 4 sore akhirnya Ranti putuskan untuk ke pergi ke pasar dadakan, disana menjual barang - barang bekas dan jika mujur akan dapat barang peninggalan sejarah, dan pasar itu hanya buka sore hari.
Ranti meminjam mobil Mercy dengan alasan mau pergi ke tempat temannya dan tak enak bawa terlalu mahal.
Ranti mengambil kunci mobil BMW SUV nya Mercy dan bergegas ke pasar itu, 30 menit perjalanan dia tiba disana.
Selesai memarkir mobilnya dia beranjak dan berkeliling pasar itu, banyak yang berjualan, lihat sana dan lihat sini, Ranti mampir di sebuah tenda yang menjual barang -barang yang kata penjual nya adalah barang lama yang tidak terpakai.
Ranti melihat sebuah teko yang lengkap dengan 6 cangkir kecil, dan sangat menarik baginya, akhirnya dia mencoba menggunakan mata semesta dan sekejap informasi tentang teko itu terpampang dengan informasi yang membuat Ranti kaget
Di jelaskan bahwa teko itu berasal dari China dan di buat pada ke 7 dan terbuat dari batu giok tingkat tinggi, nilainya jika di lelang bisa sampai 50 milyar.
Akhirnya Ranti mencoba bertanya harganya.
" Pak berapa harga satu set teko bekas ini, tanya Ranti
" Kalau Ade mau, bapak kasih harga 800 ribu, itu porselen asli, bapak dari pemulung yang menjualnya, kata bapak itu
Bisa kurang gak pak, Ranti menawar
" 750 ribu dek, bagaimana kata bapak penjual itu
700 ribu aku bayar, sembari Ranti mengeluarkan uangnya.
" Ya sudah, mana uangnya dan saya akan membungkusnya untukmu, kita bapak itu semangat, " lumayan untung 300 ribu", gumam bapak itu
Selesai membeli teko, Ranti berjalan -jalan lagi, dan kini dia telah berada di tengah-tengah pasar dan terlihat ada keributan, Ranti mendekat ternyata ada sekelompok orang yang ingin mengambil barang seorang nenek.
Ranti mendekati nenek itu dan bertanya, kenapa mereka mau merampas barang nenek? tanya Ranti
Tadi nenek mencoba menjual barang ini, tapi semua tenda tidak bisa membayar barang ini ?
Kenapa mereka tidak bisa membeli barang ini, dan Berapa harga yang nenek tawarkan, tanya Ranti
Saya ingin menjual gelang saya dengan harga 50 juta, jadi mereka gak berani karena terlalu mahal katanya, namun salah satu dari mereka yang memaksa nenek rupanya paham dengan nilai gelang nenek, dan mereka menawar 500 ribu, saya gak mau, akhirnya mereka berulah, kaya nenek itu.
Ranti menggunakan mata semesta dan melihat informasi nya
ternyata gelang nenek ini terbuat dari emas dan terdapat 12 butir batu safir, sementara Ranti berbicara kepada nenek itu, orang-orang yang berniat merampas gelang itu, memaki Ranti, hei kamu, jangan mau di tipu nenek yang tidak jelas itu, gelang segitu mintanya 50 juta. kata orang itu
Kalau kamu tau barang ini murahan terus kenapa kamu ingin merampas nya, lagian hak nenek inilah mau menjual dengan harga berapa barangnya. ketus Ranti.
Orang-orang itu terdiam, " sial gadis itu" umpat seorang yang ingin gelang itu
Ya sudah nek saya bayar 50 juta bagaimana, berikan nomor rekening bank nenek dan aku akan transfer sekarang.
" Ini nomor rekening anak saya, dia lagi RS Puri Medika, anaknya lagi sakit mau cuci darah besok pagi, kata nenek itu
Oke, Ranti mencatat nomor rekening itu dan langsung mentransfer uangnya dan berhasil.
Sekarang telpon anaknya nenek, apakah sudah masuk uang dari saya, dan setelah di konfirmasi dan ternyata benar uangnya sudah masuk.
Terimakasih nak sudah mau membeli barang nenek. ini peninggalan orang tua nenek.
Sekarang nenek mau kemana biar saya antar, saya juga sudah mau pulang. tanya Ranti
nenek mau ke RS, mau lihat cucu saya, padahal hari Senin dia mau ujian semester. nenek itu mendesis sedih.
Kelas berapa cucu nenek dan sekolah dimana, tanya Ranti
__ADS_1
Baru kelas 10 di Bintang Timur, kata nenek itu
Siapa namanya, saya kelas 10 di Bintang Timur juga, selidik Ranti
" Wulandari Natalia"
Maaf Nek berarti tidak sekelas dengan saya, coba saya tanya kakak saya
setelah telpon diangkat Rindu langsung Ranti bertanya
Kak Rindu, apa kakak kenal Wulandari Natalia, tanya Ranti
Ada apa Bontot, dia teman sekelas kakak, tapi sudah seminggu ini dia tidak masuk, karena masuk RS, kenapa Bontot tanya teman kakak, balas Rindu.
Aku ketemu dengan neneknya di pasar dadakan sini, ini aku lagi bersama neneknya teman kakak, kata Ranti
Kasih tau neneknya kalau hari Senin ujian semester di mulai, kata Rindu
Neneknya sudah tau, tapi besok katanya Wulandari Natalia mau cuci darah. balas Ranti
Ya ampun, padahal dia pintar dari SMP sekelas dengan kakak dan anaknya baik dek, kata Rindu
Ya sudah kak, aku mau pulang, sekalian antar nenek teman kakak, kata Ranti dan menutup telpon
Mari nek biar saya antar nenek ke RS, anggaplah saya mewakili kakakku membantu temannya, ajak Ranti
Baiklah nak terimakasih, teman-teman sekelasnya juga sudah membantu biaya Wulan, dan ada yang menyumbang 50 juta.
Saya akan bantu cucu nenek hari ini, dan percayalah, cucu nenek tidak akan cuci darah lagi selamanya, sudah ayo kita ke RS. memberi semangat kepada si nenek.
Di perjalanan nenek dan Ranti hanya mengobrol tentang Wulandari Natalia, karena memang Ranti jarang bergaul jadi dia tidak mengenal siapa dan bagaimana Wulandari Natalia itu.
Dengan menempuh 30 menit perjalanan akhirnya mereka tiba di RS Puri Medika, namun sementara mereka berdua jalan menuju ruangan tempat Wulandari Natalia di rawat, lagi-lagi Ranti ketemu Dokter Winny
Halo dokter apa kabar, dan bagaimana kabar ibu anda dokter, Ranti bertanya
Kabar saya baik hanya ibu saya masih sakit, saat ini sudah si rumah semua rumah sakit sudah menolaknya dan rencana hari Senin mau di bawa ke Singapura oleh kakak saya, dan saat ini lagi urus untuk keberangkatannya, kata dokter Winny
Kalau Dokter Winny percaya dengan saya besok pagi jam 8 saya kerumah dokter dan akan saya bantu penyembuhan ibu Dokter Winny, itu kalau dokter percaya dengan saya. kata Ranti
" Oke, Dokter saya mau jenguk teman saya dulu, kata Ranti dan bergegas menuju ruangan tempat Wulandari di rawat.
10 menit mereka berdua menyusuri koridor RS, akhirnya sampai mereka di ruangan itu dan melihat Wulandari yang terbaring lemas, tapi masih sadar dan sedang memainkan HP nya.
" Wulan.. ini adik teman sekelas mu, kata nenek Wulan.
" Maaf siapa nama kakakmu, tanya Wulan
Rindu, anak dulu kami tinggal Panti Asuhan Charity, jawab Ranti
Oh Rindu, kan sekarang dia tinggal sama saudara- saudaranya, setelah tidak lagi tinggal di Panti. Kata Wulandari
Ia aku paling kecil dan aku juga pindahan dari Budi Luhur, kata Ranti
" Terimakasih ya sudah antar nenekku, tapi maaf ibuku lagi ke kantin
" Wulan, kamu mau cepat sembuh tidak, kata Ranti
Pasti maulah tapi bagaimana caranya, cuci darah hanya memperlambat saya ketemu dengan ayahku dan kakek, jawab Wulandari pasrah
Apa yang ingin kamu lakukan jika kamu benar-benar sembuh? tanya Ranti
Jika memang aku bisa sembuh aku mau jadi segera lulus dan cari kerja bantu Ibuku dan nenekku kata Wulandari
Apa kamu tidak punya keinginan lain, tanya Ranti
Pasti aku punya, namun akan membuat Ibuku dan nenekku menderita. jawab Wulandari
Hari ini aku bisa membantu kamu, tapi kamu jangan ceritakan kepada siapapun kecuali kakakku Rindu, Bagaimana apa bisa kamu pegang rahasia
" Bisa, " saya bersumpah tidak akan pernah bercerita kepada siapapun, Jawab Wulandari
Baiklah saya pegang kata-kata mu, jangan sampai kamu mengingkari nya. Kita tunggu ibumu datang, balas Ranti
Seorang ibu paruh bayah memasuki kamarnya Wulandari dan langsung bertanya, maaf Nona, apa kamu teman Wulandari
Bisa di bilang begitu Tante, Kakak saya sekelas dengan Wulandari, tadi saya yang mentransfer uang 50 juta ke rekening Tante.
__ADS_1
" Terimakasih Nona, gelang yang kamu beli adalah warisan keluarga kami, tapi mau gimana lagi.
Kalau begitu, nenek ambil saja kembali gelangnya, karena Wulandari teman baik kakakku, tak bisa aku memanfaatkan kesulitan kalian. Ranti menyerahkan kembali gelang itu kepada neneknya Wulandari.
" Tidak apa-apa nak, nenek sudah ikhlas, asalkan Wulan bisa cuci darah dan sehat kembali, kata nenek Wulandari
" Tenang saja nek, hari ini Wulandari pasti sembuh, percayalah dan berikan gelang itu kepada Wulandari sebagai pewaris keluarga. kata Ranti bersungguh - sungguh.
Maaf apakah di kamar mandi ada air panasnya, tanya Ranti
" Ada, Kata mamanya Wulandari
Begini saya punya langka dan sangat manjur, tidak saya jual dan tidak saya berikan siapapun dan harga berapapun orang mau beli. Pill ini saya beri gratis, hanya tolong jangan beritahu siapapun kecuali kakakku, apa ibu dan nenek bisa pegang rahasia, tanya Ranti
Kami bersedia untuk menjaga rahasia ini. kata mereka berdua.
Baiklah tolong kunci pintunya dan cabut selang infus dan buka bajumu Wulan, dan ibu tolong cek apakah air panas itu berfungsi bagus atau tidak
Setelah semua beres, Ranti mengambil botol yang berisi 3 butir pil surgawi.
Wulan.. ambil ini dan telanlah dan jangan di kunyah, dan ingat efek nya kamu akan kesakitan selama 10 Menit, saya harap kamu bisa bertahan dan jaga kesadaran mu, apa kamu mengerti
Aku mengerti, jawab Wulandari dan menelan nya.
Semenit setelah Pill itu mencair, raut muka Wulandari langsung berubah, dan mulai ada getaran-getaran kecil dan lama - kelamaan, getaran semakin cepat dan kencang, napas Wulandari mulai memburu, wajahnya terlihat berubah-ubah, suara biasa mulai berganti dengan teriakan, yang makin lama makin kencang
" Nak Ranti, apa yang terjadi dengannya, tanya nenek Wulandari kuatir
Nenek tenang saja, efeknya memang seperti itu, jawab Ranti
Ranti bersuara melalui pikiran dan memberikan semangat kepada Wulandari, "bertahan lah" , selesai ini kamu tidak akan sakit lagi"
sudah lebih dari 15 menit dan suara Wulandari sudah mulai tenang, dan akhirnya dia pingsan.
Bu tolong siapkan air hangat dan bawa ganti ke kamar mandi, 5 menit lagi dia akan bangun
Sementara menunggu Wulandari sadar, Ranti menerima telpon dari Mang Dul, yang katanya sudah bertemu dengan Suster Diana dan Bu Farida sudah sudah berlutut minta maaf, sekarang mereka mau kembali ke Panti.
Ranti hanya membalas, hati-hati di jalan
" Baik Nona, jawab mang Dul singkat.
Akhirnya Wulandari sadar, nampak wajahnya yang kini tidak pucat dan terlihat lebih berenergi.
Bu, Nenek, badanku terasa lebih segar dan bertenaga, kata Wulandari
Ceritanya nanti kamu mandi dulu dan panggil suster untuk membersihkan ranjang mu ini.
ibunya Wulandari menekan tombol untuk memanggil perawat dan setelahnya langsung mengantar Wulandari ke kamar mandi.
Perawat yang melihat kasur dan bantal serta seprei yang berubah warna hitam dan bau, bertanya ini kenapa bisa Begini
Ranti dan nenek Wulandari hanya bisa diam.
Suster tolong bersihkan dan ini, Ranti memberikan uang kepada suster agar tidak banyak tanya.
dikamar mandi, ibu dan anak itu, sama heran melihat perubahan yang terjadi.
Bu, kulitku kembali cerah bahkan lebih cerah dari sebelum sakit, badan ku Bu, lebih berisi sekarang, kata Wulandari dengan semangat.
Kita harus berterimakasih kepada Ranti dan teman sekelas mu, tapi ingat jangan sampai kamu keceplosan kepada siapapun. peringatan ibunya Wulandari.
selesai mengeringkan badan dan memakai pakaian, mereka berdua keluar dari kamar mandi.
Nenek Wulandari seolah tak percaya melihat cucunya yang setahun terakhir bolak balik cuci darah, terlihat lebih segar dan makin cantik.
" Nek, aku sudah sembuh sekarang, nenek tidak perlu lagi menjual barang-barang berharga nenek, kata Wulandari yang mengetahui neneknya sudah hampir menjual semua barang berharganya.
' Gak apa-apa, kamu cucu nenek satu-satunya dan nenek rindu melihat kamu sehat. kata nenek Wulandari sambil memeluk cucunya.
Mereka bertiga berdiri berjejer dan membungkuk, " Terimakasih sudah membantu keluarga kami, terimakasih sudah mau menyembuhkan Wulandari Natalia, anak dan cucu kami" kata ibu dan nenek Wulandari. sekejap Wulandari berlutut dan berterimakasih, namun Ranti segera membantunya berdiri.
Kamu teman kakakku, kalau kamu baik sama kakakku pasti akan ku bantu, tapi jika sebaliknya pasti akan biarkan, tadi kakakku bilang kamu orang baik sekolah dan kalian berteman dari SMP. jadi sudah kewajiban saya membantu orang yang baik kepada kakakku, kata Ranti
Rindu juga baik, walau kami jarang ngobrol, tapi tak pernah kami saling membenci atau mengejek, sesekali kami jajan bareng di kantin kalau lagi pegang uang hehehehe, balas Wulandari.
DING.... DING
__ADS_1