
Lagi asik di dealer, tiba-tiba datang segerombolan pria berbadan tegap memasuki dealer Grace.
" Kalian semua keluar dari Dealer ini, bos kami mau masuk untuk beli mobil disini, ucap seorang bodyguard
" Maaf Tuan, mereka adalah pelanggan kami dan sedang menunggu mobil yang mereka beli, ucap Aluna
" Kamu siapa disini, ucap bodyguard itu
" Saya dengan Aluna, asisten manajer di tempat ini, ucap Aluna dengan sopan
" Kalau begitu, tunda dulu untuk mengurus mereka, bos kami lebih penting untuk di layani, ucap bodyguard itu
" Maaf Tuan, dealer kami tidak membeda-bedakan pelanggan, yang datang duluan berarti dia yang di layani duluan, meski pelanggan itu hanya membeli mobil murah, ucap Aluna
" Tidak bisa, bos kami orang yang sangat penting, jadi segera suruh mereka menunggu hingga bos saya selesai dulu, baru mereka, balas bodyguard itu dengan tegas
" Sekali lagi maaf, jika tuan ingin membeli mobil, silahkan lihat-lihat dulu, teman-teman saya siap membantu tuan mencari mobil yang sesuai dengan selera bos Tuan, ucap Aluna masih dengan sopan
" Bos kami memerintahkan untuk mengosongkan tempat ini dari pembeli yang lain, ucap bodyguard itu
" Mobil apa yang ingin tuan cari dan berapa unit yang tuan butuhkan, tanya Aluna
" Tuan kami membutuhkan 2 unit mobil, katanya di sini masih tersedia Rolls-Royce Phantom Extended, jadi bos kami ingin membeli keduanya, ucap bodyguard itu
" Maaf Tuan, mobilnya sudah laku terjual, jika ingin membelinya mohon tunggu 3 atau 6 bulan kedepan, ucap Aluna
Mendengar omongan Aluna bahwa mobil incaran bosnya sudah laku, dia menelpon bosnya
" Maaf bos, kita terlambat, mobilnya sudah barusan di beli orang, ujarnya
" Tanyakan siapa orang yang membelinya dan suruh batalkan, ucap sang bos
" Baik bos, jawab bodyguard itu
" Nona, bos kami menyuruh Anda membatalkan pembelian mobil itu, kepada orang yang membelinya, ucap bodyguard
" Maaf Tuan, pelanggan yang membelinya, sudah memesan dari 3 bulan yang lalu, dan mobilnya sudah bayar lunas, ucap Aluna
" Menurut mu apa bosku tidak sanggup membayar lunas mobil itu, balas bodyguard itu
" Saya percaya bos Anda sanggup membayar nya, tapi siapa cepat dia yang dapat, ucap Aluna mulai tegas.
" Siapa yang membeli kedua mobil itu, tanya bodyguard itu
" Saya yang membelinya, apa ada masalah dengan kamu, ucap Ranti dengan tegas
" Hahahaha kamu yang membelinya, siapa ayahmu, kalau dia pengusaha pasti kenal dengan bos besar kami, ucap bodyguard itu
" Apa penting membeli mobil dengan membawa nama orang tua, yang penting bawa uang buat beli mobil, sengit Ranti
" Sekarang kamu batalkan niat mu membelinya, karena kamu tidak pantas menggunakan mobil seperti itu, kamu cukup dengan mobil di bawa 1 milyar, ucap bodyguard sombong
" Aluna, segera selesaikan transaksi nya, malas saya berurusan dengan bawahan orang lain, ucap Ranti
Orang yang di bilang bos itu, merasa bosan menunggu di mobilnya, akhirnya turun juga dan memasuki Dealer dan di ikuti 5 bodyguard lain.
" Bernard, kenapa lama sekali kamu mengusir orang-orang itu, teriak sang bos
" Maaf bos, gadis ini yang membeli 2 mobil yang bos inginkan, ucap Bernard sang bodyguard
" Dia.. gadis ingusan ini, kau bilang yang membelinya, ejek bos itu
" Kenapa apa masalah buat kamu Tuan, ucap Ranti
" Kamu batalkan niat kamu membelinya, dan pilih mobil yang lain saja, kata bos itu
" Kalau saya tidak mau kenapa, siapa kamu berani merebut mobil yang sudah ku beli, ucap Ranti tak kalah sengit.
" Jadi kamu berani bersaing dengan saya, ucap sang Bos
" Bukan sebaliknya, kamu yang ingin bersaing dengan saya, sudah jelas mobil itu sudah menjadi milik saya, ucap Ranti
" Apa kamu tidak tahu siapa saya dan keluarga saya, ucap sang Bos
__ADS_1
" Apakah itu penting buat saya, ucap Ranti cuek
" Ku beritahu kamu orang tua saya, adalah orang kedua terkaya di Indonesia dan pengusaha terkenal hingga internasional, sekali dia bersuara perusahaan keluargamu pasti hancur, ucapnya dengan sombong
" Batu terkaya nomor 2, itupun belum tentu benar, ucap Ranti santai
" Apa kamu tidak baca berita, sengit sang Bos
" Aluna, bagaimana apa sudah selesai, tanya Ranti
" Untuk 2 mobil itu sudah tinggal mba Dewi dan nona tanda tangan saja di berkas ini, ucap Aluna sambil menyerahkan map berisi dokumen.
Namun tiba-tiba, di tarik paksa oleh si bos sombong, dan mendorong Ranti
Ranti di tahan Rendi, kemudian memerintahkan Sabrina dan Santina bersiaga.
" Apa maksud kamu mendorong saya dan merebut dokumen itu, bentak Ranti.
" Harusnya kamu sadar diri, siapa yang memiliki uang lebih banyak, dialah yang berkuasa, kamu mengerti ucap sang Bos
" Saya kasih kamu kesempatan untuk mengembalikan dokumen mobil saya, atau kamu sendiri yang merasakan akibat dari kecerobohan kamu, bentak Ranti
"' Gadis seperti kamu mau mengancam saya, jangan bermimpi, ejek sang Bos
" Tuan yang terhormat, Nona Muda saya sudah cukup bersabar dengan anda, silahkan kembalikan dokumen itu dan minta maaf sekarang kepada Nona Muda saya, ucap Rendi
" Oh kamu siapa, apa kamu pantas berbicara dengan saya, ucap sang Bos
" Bernard tarik mereka semua keluar, ucap sang Bos memerintahkan bodyguard itu
Bella yang sudah berpindah ke punggung Rendi, begitu juga Tiara yang sudah disingkirkan Ranti dan di awasi Dewi.
" Sekali lagi kalian mau keluar sendiri dari sini atau pengawal saya yang menarik dan melempar kalian luar dari sini, ucap bos itu
" Sekali kamu dan orangmu menyentuh mereka, jangan salahkan saya bertindak kasar, ancam Ranti
" Bernard kamu dengar omongan gadis ini, sombong sekali gaya bicaranya, " Tarik mereka dan lempar keluar dari sini, jijik saya melihat orang-orang seperti mereka, ucap sang bos
Rendi, Dewi, Sabrina dan Santina sudah siaga penuh, Ranti sudah berhadapan dengan si bos sombong
" baik bos, jawabnya
Ketika tangan Bernard hendak menarik Bella, dengan Segera Rendi menghalanginya
" Minggir kamu, ucap Bernard
" Manusia rendahan seperti kamu, tidak layak menyentuh istriku, plak... plak, ucap Rendi dan langsung menampar Bernard
Ranti tersenyum melihat keberanian Rendi, menampar Bernard hingga tersungkur
Arkkkhhh sialan kamu, maki Bernard
" Kalau kamu berani mati kita bertarung di luar gedung, tantang Ranti
" Tak pantas kamu memerintahkan saya ikut denganmu, ucap bos itu
" Baiklah, berarti anda pengecut, ucap Ranti
" Aluna, buat kan Dokumen yang baru saja, biarkan Dokumen itu di ambil sama manusia rendahan seperti dia, ucap Ranti memprovokasi si bos
" Tidak perlu sekarang Nona, nama anda dan Nona Dewi sudah tercatat di server Kantor pusat, dan pengajuan BPKB atas nama anda dan Nona Dewi sudah masuk ke Polda, jadi kapan saja anda bisa tanda tangan, sebagai formalitas kantor, ucap Aluna
" Baiklah, nanti saya kembali lagi kesini, malas saya berhadapan dengan orang bodoh seperti dia ini, ucap Ranti sambil menunjuk ke bos itu.
" Kamu menghina saya dan mengatakan saya bodoh, ujarnya dengan kesal
" Kalau kamu pintar, berarti kamu tidak memaksa kehendak kamu, menurut saya, hanya orang bodoh yang suka memaksa kehendaknya, apa perlu kamu saya kembalikan ke TK biar belajar sopan santun, ejek Ranti
" Sialan kamu, ucap bos itu dan ingin menampar Ranti
" Kamu mau menampar saya, hehehehe, bener kan tambah bodohnya, ejek Ranti sambil menangkis Tamparan si bos
" Bernard, bereskan cepat bila perlu tutup dealer ini sekarang juga, perintahnya
__ADS_1
" siap bos, jawab Bernard.
" Kalian semua tarik mereka semua, Perintah Bernard ke anak buahnya
Tapi sayang ketika mereka bergerak, Sabrina dan Santina langsung menghadang dan meninju mereka satu persatu,
bugh.. bugh.. bugh.. bugh brakkk
Hanya sekejap 5 orang itu tumbang, mata Bernard melotot melihat anak buahnya yang telah tumbang dan sedang berusaha berdiri
" Bodoh kalian semuanya, bentak si bos
" Kalau kamu pintar silahkan hadapi saya, tantang Ranti
Dengan langkah cepat bos itu meninju Ranti, tapi di tangkis Ranti dan di balas dengan tinju diwajahnya, bugh kraak tumbang
" Hahahaha katanya pintar, ternyata bukan hanya bodoh tapi lemah, ejek Ranti
Bernard dan anak buahnya langsung membantu si bos berdiri.
" Bos dan anak buah sama-sama lemah dan juga bodoh, ucap Ranti terus menerus mengejek
" Hajar mereka semuanya, perintah bos itu yang masih belum menyerah
Bernard dan anak buahnya bergerak, disambut Ranti, Rendi, Dewi, Sabrina dan Santina
Gedebak gedebuk, bruk .. brakkk, tumbang lagi pengawal si bos, disaat dia mau membalas tiba-tiba kakj Ranti menendang kepala si bos dan jatuh dan pingsan.
" Apa kalian masih mau di hajar, ucap Ranti
" Ampun Nona, lepaskan kami, ujar Bernard
" Siapa nama bos kalian ini, tanya Ranti
" Aquino Setiawan, anak dari Ferdiansyah Setiawan, ucap Bernard
" Silahkan bawa pergi dia dari sini, ucap Ranti
" Terimakasih Nona, kalau boleh tau siapa anda sebenarnya, tanya Bernard
" Bukan siapa-siapa, hanya saya tidak suka dengan tingkah bos kamu itu, cepat pergi dari sini sebelum saya berubah pikiran, ujar Ranti
" Baik Nona, terimakasih atas pengampunan anda, ucap Bernard.
Bernard dan anak buahnya mengangkat Aquino Setiawan dan membawanya pergi.
Mereka ke Surabaya, dengan tujuan memeriksa Perusahaan perkapalan mereka dan Pembangunan pabrik pembuatan pipa baja.
Aquino sendiri sudah di tunjuk untuk menjadi direktur di dua perusahaan itu, itulah mengapa dia ingin menggunakan mobil mewah sekelas Rolls-Royce Phantom Extended, untuk menaikkan pamor dirinya sebagai Direktur Utama.
Tapi sayang, dia salah mendatangi Dealer Grace, yang sudah pasti akan mendukung Ranti, dan memang prinsip dealer Grace, sejalan dengan prinsip hidup Ranti.
Ranti beberapa kali mengantri ketika dia membeli mobil Pak Sumadi, juga buat Atmono, padahal Grace sebagai pemilik yang kebetulan ada di kantor sudah ingin membantunya, tapi Ranti tetap mengantri.
Karyawan yang bekerja di Dealer Grace sangat mengingat momen Ranti menunggu dengan sabar, bahkan ketika yang datang seorang wanita yang sedang menggendong anaknya, di bantu Ranti menggendong nya, padahal bisa dikatakan Ranti pelanggan VVIP.
Aluna keceplosan mengatakan, bahwa beruntung anak ibu di gendong pelanggan VVIP kami, seketika ibu itu ingin mengalah, tapi Ranti melarangnya, wanita itu membeli mobil Toyota Rush, sedangkan Ranti waktu itu membeli 5 unit mobil untuk operasional RPS Multidana.
Perlu di ketahui, untuk pengadaan mobil, Ranti sendiri yang melakukannya, untuk mobil-mobil itu, Aluna hanya dibagi diskonnya 50 % dari total hasil diskon, 50 % lagi di bagi ke seluruh karyawan, itu atas permintaan Aluna sendiri.
Otomatis, teman-teman Aluna semakin senang membantu Aluna dalam menyiapkan berkas-berkas mobil bagi setiap pelanggan yang mencari Aluna, alasannya sederhana, mereka tidak membantu dengan gratis.
Pendapatan mereka setiap bulan terdongkrak dengan pembagian dari Aluna, itu juga yang membuat Ranti bangga dengan sikap Aluna yang sudah tidak mengingat perbuatan seniornya dahulu, kini mereka bahu membahu membantu Aluna setiap ada yang memesan mobil, baik murah maupun mahal.
Ranti sendiri sudah nyaman dengan seluruh karyawan di dealer Grace, setelah melihat perubahan mereka yang sangat drastis, Ranti pun tak segan-segan memberikan mereka tips secara langsung, bagi seorang karyawan, dapat tips 100 ribu saja sudah senang, apalagi Ranti setiap membeli mobil pasti minimal 2 juta perorang yang tipsnya.
Dealer Grace dalam setahun perkembangan nya sangat maju, kini setelah membuka cabang di Jogja, dia sudah membuka di Bandung, Semarang hingga Banten, beberapa senior Aluna di pindahkan dengan kenaikan jabatan, dengan prinsip melayani pelanggan yang baik, maka bisa berkembang.
Grace sendiri sedang membangun gedung untuk persiapan dia menjadi Dealer utama mobil Toyota, dan di janjikan Ranti bahwa dua akan mendapatkan hak ekslusif untuk menjual seluruh mobil mewah keluaran dari Toyota, juga menjadi Dealer prioritas untuk setiap mobil keluaran terbaru dari Toyota.
Grace tidak bisa membayangkan bagaimana nanti perkembangan Dealer nya kedepannya.
Kepergian Aquino Setiawan dan pengawalnya, Aluna mengambil dokumen yang di rebut Aquino untuk Ranti dan Dewi tanda tangan.
__ADS_1
Ranti sudah bertemu 2 sepupunya, pertama Aquila di Cirebon dan sekarang Aquino, dua-duanya memiliki sifat yang sama, tinggal satu lagi yang belum ketemu.
"