
" Halo pak Bayu, tolong suruh orang bagian IT, beli Komputer 1 unit, dan 2 laptop, serta 3 handphone merk Samsung Galaxy S22 5G, varian tertinggi dan antarkan ke Panti Asuhan kasih Bunda sekarang, Tolong Carikan toko handphone yang pak Bayu percaya, dan pesan handphone Xiaomi yang Redminote 11 5G RAM 8/ 128, 70 unit, kalau bisa besok siang handphone itu sudah ada dan kirim ke Panti Asuhan kasih Bunda, juga smart TV, 3 unit 43 inchi merk Samsung.
" Baik Nona, untuk hari ini, Komputer, laptop dan 3 unit handphone, serta 3 unit smart TV, akan dikirim sekarang, paling lambat 2 jam sudah tiba, ucap pak Bayu.
" Kasih tau tokonya nanti saya kirim ceknya sama orang IT, dan tanyakan juga ke toko handphone berapa total 70 unit handphone itu.
" Baik Nona Muda, mohon tunggu sebentar, jawab pak Bayu.
" Bu Marta nanti akan datang 70 unit handphone Redminote 11 Pro, nanti bagikan ke anak-anak dari yang kelas 4 SD hingga kelas 12, dan 10 anak panti yang sudah lulus, untuk kalian bertiga, sebentar lagi akan datang 1 Unit komputer, 2 laptop untuk Miranda dan Marinda, hari ini kita pasang WiFi.
" Halo, ini bagian pemasangan Indihome, saya ingin pasang 2 titik 100mbps, tolong di pasang hari ini, ujar Ranti.
" Bu Marta, internet, TV juga semua hari ini, ujar Ranti.
" Kalian berdua, Miranda dan Marinda, segeralah mengundurkan diri karena mulai besok kalian akan sibuk, selanjutnya adalah setelah BPN memastikan lahannya, maka segera di mulai pembangunannya, Ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, kami akan fokus kuliah dan mengurus Panti, terimakasih atas bantuannya.
" Terimakasihnya nanti kalau seluruh rencana sudah selesai, apakah kalian bisa menyetir mobil, tanya Ranti.
" Bisa Nona Muda, dulu sebelum ayah meninggal kami punya mobil, kami juga punya SIM, ujar mereka berdua kompak.
" Halo Grace, tolong Dealer mobil kamu yang di Jakarta, kirim 2 unit mobil Toyota Raize ke lokasi yang saya kirim serta kirim orang untuk mengatur Dokumennya, Ujar Ranti.
" Oke saya telpon Manajernya, saya juga berterimakasih, bank milik kamu membeli 5 unit Toyota Raize dan 2 unit Innova di dealer saya, ucap Grace.
" Sama-sama, kamu tenang saja seluruh mobil operasional perusahaan saya, Dealer kamu yang wajib memenuhinya, bahkan seluruh karyawanku yang ingin memiliki mobil Toyota, akan ku suruh ke dealer kamu, jadi kamu siap - siap saja, ucap Ranti.
" Tenang saja, saya selalu siap kapan saja Nona Muda perintah, ucap Grace.
" Baiklah, saya tunggu sekarang, ucap Ranti.
" Sekarang kalian juga tunggu, nanti orang Dealer akan datang bawa 2 unit mobil Toyota Raize, siapkan KTP kalian berdua, ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, jawab mereka berdua.
" Rose, Siapkan tukarkan 5 milyar Yuan, 2 milyar Yuan untuk 3 orang dan 1 milyar Yuan untuk 3 orang, ambil dari uang rampasan yang di Bank Swiss, perintah Ranti.
* Baik Nona, saya buatkan rekening Bank BRI dan BNI, prosesnya 10 Ribu poin pengabdian.
" Lanjutkan, perintah Ranti".
* Baik, tunggu 15 menit* jawab Rose.
Tak lama berselang, orang dari direktur ane datang, berbarengan orang dari ibu Maryana, juga Indihome.
" Nona Muda, sesuai sertifikat, tanah itu seluas 3 hektar dan tidak pernah ada transaksi jual-beli dengan orang lain, atau menghibahkan kepada orang lain atau pemerintah, berarti bangunan yang ada di dalam lahan tersebut adalah ilegal, besok pagi orang dari BPN akan datang, hanya saja tanah itu sudah 4 tahun tidak membayar pajak, ujar direktur Ane.
" Terimakasih informasinya, gampang soal pajak, besok juga beres.
Sejam kemudian, semua sudah beres, peralatan Dapur, kulkas dan sebagian bahan pangan sudah sudah di bereskan, besok tinggal melengkapi, juga peralatan makan.Indihome juga sudah selesai pasang.
Kemudian datang orang dari IT bersama orang toko datang membawa pesanan Ranti dsn langsung menyerahkannya ke kepada Ranti, Ranti mengambil ATM yang barusan di buat Rose dan menggesek nya, mereka langsung memasang semuanya dan menyambungkan dengan Internet.
Berikutnya datang orang dari Dealer Grace membawa 2 unit Mobil Toyota Raize.
Hati Miranda Dan Marinda begitu senang, mereka bisa memiliki mobil sendiri, Laptop mahal dan juga handphone mahal, mereka berjanji akan mengurus dan merawat anak-anak panti dengan baik, uang sudah tidak masalah.
Bu Marta hanya tercengang, awalanya dia ragu, kini dia sudah bertekad, melanjutkan perjuangan orangtua angkat nya dan juga suaminya.
__ADS_1
Dalam sekejap, suasana panti berubah, walau masih terlihat belum mewah tapi kesan hidup sudah terlibat.
" Bu Marta, sekarang tugas anda cari 2 orang yang bisa memasak, gaji mereka 6 juta, dan pilih dari 10 anak yang baru lulus itu, untuk membantu para tukang masak, dan gaji mereka sesuai UMR Jakarta, dan jika sudah di bagikan posisinya, belikan mereka masing-masing Laptop dan Motor dengan harga sama, agar tidak ada iri hati diantara mereka", ujar Ranti.
Beres dengan Dokumen, Ranti membayar kedua mobil itu, dan diskonnya untuk mereka yang datang mengantar mobil serta memberikan mereka tips seorang 5 juta.
Salma, Armando dan Mora, ditemani Yati, mereka bermain dengan anak-anak Panti.
Anak-anak panti awalnya minder bermain dengan Salma, Armando dan Mora, namun lama-kelamaan akhirnya mereka bisa dengan senang bermain, Salma dan Armando terlihat begitu senang.
Diposisi Ranti, juga tengah membuat program Excel sederhana, agar bisa mendata anak satu persatu, begitu juga dengan arus kas, semua dikerjakan dengan tenang, setelah setengah jadi, Ranti memanggil Salma dan Armando agar meneruskan membuat program sederhana.
Betapa kaget mereka Salma dan Armando mulai mengetik di komputer, sementara Salma bekerja di laptop dan membuat jaringan agar laporan dari komputer bisa di akses lewat Komputer maupun handphone.
" Nona Muda, Nona Salma masih sekecil itu sudah lincah membuat program", ujar Bu Maryana.
" Jangankan membuat program sederhana itu, meretas komputer dan handphone orang lain saja mereka Mampu, Armando sudah bisa membuat game, sedangkan Salma sudah mampu membuat program untuk tata kelola keuangan dan logistik barang, waktu pembaharuan sistem di Mall Galaxy, itu karya mereka berdua, termasuk apa yang di gunakan Pak Bayu, Aplikasi Mall Cempaka juga hasil kerjaan Salma sendiri", ujar Ranti.
" Jadi Aplikasi Kantor yang digunakan karyawan, adalah buatan Salma, ucap Bu Maryana.
" 80% dia yang kerjakan, aku hanya menentukan ide dan sekedar merevisi jika ada kesalahan kecil.
" Kak sudah selesai, Aplikasi yang aku buat dalam 24 jam sudah bisa di gunakan, dan sekarang aku lagi buat website, ujar Salma.
" Kak yang 2 aplikasi ini sudah selesai dan bisa di integrasikan ke aplikasi yang Salma buat", ujar Armando.
" Bibi cantik kenapa lihat Salma seperti itu?" tanya Salma.
" Ternyata kamu pintar Komputer, Ujar Maryana.
" Hehehehe, kalau buat seperti itu, gampang buatnya, ujar Salma.
Mulai Minggu depan alat-alat berat akan datang untuk membersihkan dan meratakan tanahnya, kasih saja kompensasi yang wajar untuk beberapa rumah berada di belakang, karena besok mereka akan di urus oleh orang-orang dari pemerintah dan kepolisian, agar mereka tidak macam-macam", ujar Ranti.
" karena hari sudah Sore, saya mau jemput kakak saya, dan ini buat pegangan kalian bertiga, ujar Ranti sambil memberikan 3 ATM berisi hasil penukaran 1 milyar Yuan.
" Selama 1 tahun untuk biaya logistik, akan di urus oleh Maryana, jadi Bu Marta, silahkan berdiskusi dengan Bu Maryana, karena pengeluaran logistik 1 tahun aku yang membayar ke Bu Maryana, ujar Ranti
" Untuk biaya pembangunan Panti 100% dari saya, kalian bertiga fokus pada mengurus dan merawat anak-anak, Untuk jajan anak SMA setiap bulan 2,5 juta, SMP 2 juta, SD kelas 1 sampai kelas 3 1 juta, sedangkan kelas 4 sampai kelas 6 1,5 juta, setiap bulan Bu Maryana akan memberikan kepada kalian, ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, ujar mereka bertiga.
" Nona Muda, hari ini kami mau ke mall Cempaka untuk menyerahkan surat pengunduran diri kami, ujar Miranda dan Marinda.
" Silahkan saja, ujar Ranti dan masuk ke mobil untuk menjemput Vanya, Sasha dan Regina.
Di perjalanan Ranti menyerahkan 1 ATM yang berisi penukaran 2 milyar Yuan.
" Bu Maryana, ATM ini untuk membayar biaya logistik Panti, uang jajan anak-anak dan biaya listrik serta air, juga karyawan tukang masak, selama 1 tahun, nanti ibu berikan laporan setiap bulan kepada saya, dan untuk ibu, ambil dari sini setiap bulan 25 juta, anggap sebagai uang lelah ibu, dan laporannya harus di tanda tangani oleh mereka, setelah setahun baru kita serahkan 100% mereka yang urus, dan ibu bertugas mengontrol saja", ucap Ranti.
" Saya pasti akan mengerjakan dengan baik, apalagi dapat gaji, hehehehe, ucap Bu Maryana sambil bercanda.
" Uda mulai sombong lagi", ujar Ranti.
" Kali ini ibu sombong, secara nanti orang berpikir ibu ini adalah Sultan tiap bulan bagi uang buat panti, padahal mereka tidak kalau itu uang Nona Muda, hehehehe ujar Bu Maryana lagi masih dengan nada bercanda.
" Benar juga, banyak orang hanya melihat tampilan luar saja", ujar Ranti.
" Sangat benar Nona Muda, dulu ibu juga sempat terjebak dengan cara pandang seperti itu, tapi sejak Ketemu ponakan kecilku ini, semua berubah dan ibu lebih nyaman dengan pola hidup seperti ini, ucap Bu Maryana sambil merangkul Salma.
__ADS_1
" Salma juga sayang Bibi, jangan ingat lagi yang sudah lewat", ujar Salma
" Ia sayang, bibi bahagia di umur bibi yang segini, di kasih kesempatan untuk berbuat kebaikan, dan juga di berikan ponakan cantik dan juga ganteng, bibi sangat bahagia", ujar Maryana.
" Armando juga sangat sayang dengan Bibi, jadi armando juga ingin Bibi tetap cantik dan selalu sayang dengan paman Bayu, ujar Armando.
" Kalau Paman kalian itu, jiwa raga Bibi, apapun akan bibi lakukan demi paman kalian, padahal dulu banyak cowok ganteng dan kaya yang ingin menjadikan bibi istri mereka, tapi bibi tidak mau, karena paman kalian adalah laki-laki yang sangat baik dan bertanggung jawab, tidak pernah Bibi di maki-maki apalagi di pukul, kalau bibi salah pasti dihukum gak boleh kemana-mana, padahal bibi hobinya jalan-jalan, jadi daripada tersiksa mendingan bibi nurut sama paman kalian, puncaknya waktu masalah dengan ponakan bibi, seumur hidup Paman sekali itu memarahi bibi habis-habisan, akhirnya bibi lebih sadar lagi, takut juga di tinggalkan paman kalian, dan ternyata setelah bibi bertobat, Dapat kalian berdua yang mampu membuat bibi hidup kembali dan merasakan arti kebahagiaan yang lebih berarti", ucap Bu Maryana.
" Sama-sama Bibi, sekarang kalau bibi kangenkan bisa telpon dan video Call seperti biasa, dan kapanpun bibi ingin ke Surabaya, bibi tinggal datang saja, ucap Salma.
" Ia, tapi paman kalian itu tidak akan ijinkan bibi pergi jauh sendirian, takut bibi di ambil orang", Hahahaha ujar Maryana sambil tertawa bahagia.
" Bu Maryana, tidak perlu sungkan, kalau ingin datang ke Surabaya, nanti datang bareng sama kak Darel dan tunangannya, mereka kuliah di Binus, juga ada kak Vanya, khusus untuk ibu, kalau di luar tidak ada istilah ibu istri bawahan saya, tapi ibu adalah keluarga kami, jadi telon saja jika mau ke Surabaya, nanti pesawat saya akan Jemput ibu dan Kakakku, kalau anak-anak ibu juga mau datang silahkan saja", ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, tapi kasihan dengan suami saya, jika saya pergi sendirian, jujur saja pak Bayu itu kalau di rumah sangat manja sama ibu, makanya dia tidak pernah berpikir mencari wanita lain, bertahun-tahun kami menikah, dia sangat jarang makan di luar, dia hanya akan puas dengan masakan ibu, walaupun masakan ibu hanya biasa saja", ujar Maryana.
" Nanti saya berikan ibu Teknik memasak, di jamin restoran di Mall kita itu kalah, ucap Ranti.
* Tuan sudah bisa mentransfer skill, hanya dengan menyentuh dahi mereka yang ingin tuan berikan skill, tapi syaratnya orang itu memiliki hati yang tulus, jika tidak maka tuan tidak bisa memberikannya* ujar Rose.
" Terimakasih Rose", ujar Ranti
" Benarkah itu Nona Muda?", ucap Maryana.
" Benar, asal ibu tulus dan jujur pasti akan ku berikan, dan satu lagi ibu harus bisa jaga rahasia", ucap Ranti.
" Pasti ibu akan menjaga amanah Nona Muda dengan baik, tapi kalau suami ibu bertanya, gimana? ucap Maryana yang tak berbohong kepada suaminya.
" Bilang saja ibu belajar dari saya", ucap Ranti.
" Baiklah, terimakasih sebelumnya", ucap Maryana.
Sementara di Panti, ketiga ibu dan anak yang baru pulang dari Indomaret dan iseng - iseng mereka mengecek saldo ATM yang di berikan Ranti.
Betapa terkejutnya mereka, saat melihat isi saldo mereka yang berjumlah 2 triliun lebih.
" Bu, Nona Muda Ranti memberikan kita uang sebanyak ini, berarti kita harus lebih bersungguh-sungguh mengurus anak Panti, dan kuliahku juga tak perlu repot-repot mengumpulkan uang lagi", ujar Miranda.
" Bersyukurlah Nak, akhirnya Tuhan mengirimkan orang baik buat Panti kita, dan kalian harus ingat ajaran ayah kalian, tetap hidup dalam kesederhanaan dan tulus melayani anak-anak yatim-piatu, karena ayah ibu kalian adalah yatim Piatu, ujar Bu Marta.
" Ia Bu, kami bersyukur punya ayah dan ibu, ujar Miranda.
" Nanti ajak ibu jalan-jalan dengan mobil baru kalian kalau sudah ada surat-suratnya, ucap Bu Marta.
" Tenang saja, pertama kali aku ingin ke kuburan ayah dan memperbaiki kuburannya", ucap Marinda.
" Ia nanti kita kesana, ibu juga kangen dengan ayah kalian", ucap Bu Marta.
" Apa ibu tidak kepikiran menikah lagi", tanya Miranda.
" Tidak, jika ibu mau dari dulu ibu sudah menikah, tapi buat apa, nanti hanya merepotkan dan juga kasih sayang ibu terbagi untuk kalian, mendingan ibu menjanda, kemana - mana bebas, mengurus anak-anak Panti Asuhan juga tenang, kalau punya suami yang tidak suka dengan anak - anak Panti, lebih sengsara lagi ibu, jadi seperti ini saja, toh ibu juga sudah tua, dan ada kalian disamping ibu, ucap Bu Marta.
" terimakasih Bu, kami juga tidak mau ibu menikah lagi, apalagi nanti dapat ayah tiri bejat, ucap Miranda.
" Sekarang kita punya segalanya, tugas kita hanya mengembangkan Panti Asuhan, jika kalian kelak ingin bekerja di luar silahkan, tapi tugas pokok kalian adalah membantu ibu mengawasi para pekerja.
" Tenang saja, kami tidak kemana-mana, lahan samping kiri itu, akan kami bangun rumah pribadi, agar saat kami menikah, kami tetap berada disini, boleh gak Bu?" tanya Marinda.
" Boleh dong, ini juga punya kalian, ada sesuatu yang ingin ibu bicarakan dengan kalian dan mau minta tolong ke Nona Muda Ranti, dia kan banyak koneksi siapa tahu bisa membantu masalah ibu yang satu ini", ucap Bu Marta.
__ADS_1