
Setelah para korban di observasi, Ranti meminta agar para perawat mempersiapkan para korban untuk segera di obati.
Diantara orang tua para korban, beberapa dari mereka hanya berpura-pura baik saja dan bahkan meremehkan Ranti dan keluarganya, mereka tidak menerima Ranti dan saudara-saudaranya sebagai teman mereka.
" Buat apa Putriku berteman dengan mereka, pokoknya selesai dia mengobati anak saya, jangan harap anakku akan berteman dengan mereka, ucap seorang ibu korban yang asik ngobrol dengan salah satu orangtua korban.
" Ia Bu, saya juga gak mau putra saya bergaul dengan mereka, yang ada nanti mereka porotin kita.
Ranti hanya tersenyum mendengar omongan mereka, Ranti dan Ranti memutuskan untuk tidak menyembuhkan 2 orang itu.
* Tuan kali ini saja, tuan boleh meminta uang kepada 2 orang ibu-ibu yang sombong itu, tetapkan harga paket penyembuhannya 200 milyar, kalau mereka tidak mau, jangan Tuan sembuhkan dan jelaskan saja alasan tuan tidak mengobati anak mereka dengan gratis", ucap Rose.
" Baiklah, saya akan menjelaskan kepada mereka berdua", ucap Ranti.
" Mohon maafkan saya, saya hanya akan mengobati para korban yang ada selain kedua kakak saya, saya hanya memilih 6 orang dari mereka yang akan saya berikan secara gratis dan bagi yang tidak terpilih, silahkan mencari obat di tempat di tempat lain, ucap Ranti, lalu meninggalkan kerumunan para keluarga korban.
Ranti masuk ruangan kakaknya dan langsung memberikan Pill Surgawi, dan beberapa saat kemudian reaksi Pill Surgawi mulai dirasakan oleh Mercy dan Friska.
Princes, apa apa memang seperti ini efeknya? tanya Monicha yang melihat Mercy dan Friska mulai bergetar dan berteriak.
" Ia mom, untung mereka selalu minum Juice Buah Abadi jadi ini tidak terlalu menyakitkan buat mereka, dan Pill yang ku berikan adalah Pill Surgawi, Pill urutan kedua tertinggi di alam semesta ini, dan di dunia hanya saya yang bisa membuatnya", ucap Ranti.
" Astaga Princes, kamu bisa buat obat juga ! ucap Monicha kaget.
" Bisa dan sangat bisa, Ucap Ranti santai.
" Salma check nadi kakak berdua", perintah Ranti
" Baik kak, jawab Salma.
" Kak Renata, kak Renita tolong tekan jempol kaki mereka berdua", perintah Ranti.
" Armando, tekan jidat mereka berdua", lanjut perintah Ranti.
Adriansyah, Monicha dan Nindya terkejut melihat anak-anaknya saling membantu satu sama lain.
Dewi, Vanya dan Darel, mengedarkan Energi Positif kepada Mercy dan Friska, hingga akhirnya hanya butuh waktu 15 menit Mercy dan Friska sudah tertidur.
" Lepaskan semuanya dalam hitungan 3", perintah Ranti dan langsung menghitung.
" Salma, Armando kalian sudah makin pintar, kakak bangga dengan pencapaian kalian berdua ucap Ranti.
" Itu semua berkat buku dan arahan yang kakak berikan", ucap Salma.
Tak lama kemudian Mercy dan Friska sadar, dan melihat tubuhnya yang di penuhi cairan dan sangat lengket.
" Dek, kakak jadi seperti orang yang main lumpur", ucap Friska.
" Hehehehe, Salma foto ya", canda Salma.
" Astaga Salma, kakak lagi seperti ini, tega- teganya mau kamu foto", ucap Mercy berpura-pura sedih.
" Ya sudah ayo mandi dulu nanti kalau kakak sudah cantik baru Salma foto, tadi hanya bercanda saja", ucap Salma.
" Kamu itu kecil-kecil sudah berani ngerjain kakak ya, awas saja nanti kakak makan udang goreng nya hingga habis", ucap Mercy.
" Hehehehe, ia deh, Salma Minta maaf ya, jangan ngambek dong", ucap Salma sambil bergaya Sok imut.
Hahahaha hahahaha
Seruangan tergelak tawa melihat gaya Salma.
" Udah ayo mandi dulu, kakak sudah sudah siapkan airnya", ucap Vanya.
Langsung Mercy dan Friska bergerak dan menuju kamar mandi, mereka semua gak berani membantah kalau Vanya sudah bersuara.
Setelah 20 Menit kemudian, Mercy dan Friska keluar dari kamar mandi, dengan sudah berpakaian rapi.
" Hore kakak sudah sembuh, ucap Salma.
" Terimakasih ya saya saya Uda mengkhawatirkan kakak berdua, ucap Mercy dan memeluk Salma dan Armando.
" Untung saja kak Ranti punya obat mujarab, kalau tidak Armando pasti melihat kakak berdua", ucap Armando.
" Sudah jangan nangis lagi, lihat kakak sudah sembuh sekarang dan bisa antar kalian jalan-jalan, ucap Friska.
" lain kali kalau ada tugas kayak gitu, kakak berdua harus bawa mobil sendiri", ucap Armando.
" Ia sayang kakak janji", ucap Friska.
" Anak- anak ayah sangat hebat, ayah bangga memiliki kalian semua", ucap Adriansyah sambil merangkul Salma dan Armando.
__ADS_1
" Yah ayah masa hanya Salma dan Armando yang di peluk", ucap Mercy pura-pura cemberut.
" Hahahaha anak gadis ayah rupanya mau si peluk juga", ucap Adriansyah.
" Sini saya, sayang dan lihat bunda kalian semalaman menangis memikirkan kalian berdua, peluk juga bunda kalian, dia sangat menyayangi kalian semua", ucap Adriansyah.
" Bunda, maafkan kami sudah buaya bunda kuatir", ucap Mercy dan Friska yang langsung memeluk Monicha.
" Kalian Putri ibu, suatu saat kalian akan merasakan seperti yang bunda rasakan saat mendengar kalian kecelakaan, walau kalian tidak lahir dari kandungan bunda, tapi Kalian adalah harta paling bagi bunda dan ayah", ucap Monicha.
" Terimakasih Bunda", ucap mereka semua.
" Penderitaan bunda 10 tahun terpisah dengan Ranti adik dan kakak kalian, terbayar dengan kehadiran kalian semuanya, apalagi ayah dan bunda sekarang sudah jadi kakek dan nenek", ucap Monicha.
" Kami pasti akan membuat ayah dan bunda bahagia, juga kami bahagia mendapatkan seorang Bibi yang Cantik dan juga baik hati, kalian bertiga adalah Orangtua bagi kami, dimasa depan ijinkan kami berbaktilah kepada kalian", ucap Mercy.
" Terimakasih sudah menerima kami menjadi orangtua kalian, bibi sangat bahagia memiliki keponakan yang sangat pintar dan baik, selamanya kita adalah satu Keluarga, kita harus membesarkan Ketty Angelina dengan penuh kasih sayang ucap Nindya.
" Ia bi, kami semua akan memberikan kasih sayang buat keponakan kami, agar kelak dia bisa membimbing adik-adiknya", ucap Vanya.
" Armando sebagai Paman Kecil tidak akan mentolerir jika ada yang mengganggu Keponakanku, ia gak Dek", ucap Armando.
" Ia, Salma percaya pasti kak Armando tidak akan membiarkan keponakan kita di ganggu", timpal Salma dan langsung mendekat ke arah Ketty.
" Aunty Salma dan uncle Armando terimakasih, Ketty bahagia mendengarnya", ucap Ketty.
" Aunty sangat sayang sama Ketty", ucap Salma.
" Yeay.. Ketty punya Aunty dan uncle super hebat", ujar Ketty membanggakan Armando dan Salma.
" Kalau kakek dan nenek hebat gak? tanya Adriansyah.
" Hahahaha, kakek dan nenek berdua juga sangat hebat, ucap Ketty sambil berlarian ke arah Adriansyah dan Monicha serta Nindya.
" Cucu pintar sini kakek peluk", ucap Adriansyah.
Setelah selesai mereka bercengkrama, Ranti meninggalkan ruangan dan menuju ke ruangan yang di tempati adik ipar Boni dan 1 orang temannya, Ranti memberikan Pill Rekonstruksi Tulang dan serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, hingga akhirnya mereka berdua sembuh dan berjalan keluar dari ruangan mereka.
Para keluarga korban lainnya sangat senang, mereka juga berpikir pasti anak mereka akan sembuh, kedua ini yang munafik juga berpura-pura bahagia agar anak mereka kebagian pengobatan gratis dari Ranti.
Setelah selesai dengan ke-enam orang korban, terlihat Ranti sangat Lelah dan duduk ruangan tempat keluarganya berada.
Tak berapa lama datang Rendi, suster Diana, Bu Farida dan Boni beserta istrinya.
" Puji Tuhan anak-anak suster sudah sembuh, maafkan suster baru bisa datang, ucap Suster Diana.
" Tidak apa-apa, kamu maklum umur Suster sudah tidak muda lagi dan kesibukkan Suster sangatlah banyak', ucap Friska yang bergelayut di lengan suster.
" Vanya, lihat adik-adik mu, begitu sangat kuat dan tabah seperti kamu, kamu menjadi kakak terbaik buat mereka, dan buat kamu Dewi, terimakasih sudah menjaga mereka dengan penuh kasih sayang dan membantunya mereka menjaga pola makan', ucap Suster Diana.
" Vanya dan saya, hanya ingin adik-adik semua tidak merasa sendiri, kalau soal makanan, daripada beli yang gak jelas, mendingan Dewi buatkan untuk mereka, capek pasti, tapi lebih capek lagi jika melihat adik-adik sakit karena makan makanan yang tidak sehat, kecapean kami sebagai kakak terbayar saat melihat adik-adik bahagia", ucap Dewi.
" Ingat baik-baik, kamu yang tertua, tolong jaga mereka, Suster berharap kamu dan Vanya tetap menjadi kakak buat mereka selamanya, kebahagiaan suster sudah lengkap, Tuhan sungguh baik memberikan kalian pada Suster, masa tua Suster sangat ingin melihat kalian bahagia dan makan yang kenyang", ucap suster Diana.
" Suster juga harus makan yang kenyang, jangan seperti dulu lagi, ucap Vanya.
" Hahahaha, sekarang Suster jadi rakus, lihat sekarang suster sudah gemuk, itu karena pikiran suster sudah bahagia, tidak lagi bersedih melihat kian kekurangan, sekarang berkat bantuan kalian Suster masih tetap kuat dan masih mengurusnya Panti Asuhan, kalian lihat itu Bu Farida, dialah pengasuh pertama yang Suster bimbing, sempat jatuh tapi sekarang lihatlah, dia semakin segar dan wajahnya sekarang berseri-seri", ucap Suster Diana.
" Selamat atas kesembuhan Nona Muda berdua, maafkan istri saya tidak bisa datang, ucap Rendi.
" Tidak apa-apa, ucap Friska.
" Maaf Nona Muda saya telat datang", ucap Boni.
" Mentang-mentang sekarang sudah jadi Direktur Perusahaan, jadi sudah mulai membangkang ya", gerak Ranti.
Sontak Istri dan mertua Boni serta adik iparnya terkejut.
" Rendi apa hukuman yang bagus buat Boni", tanya Ranti berakting
" Potong gaji dan tidak dapat Bonus", ucap Rendi mengerjai Boni.
" kok aku di keroyok oleh bos berdua, Nona Muda Salma, bantu paman Boni dong", ucap Boni mencari pembelaan.
" Maaf Paman, kali ini, Salma tidak bisa membantu Paman", ucap Salma, yang membuat Boni langsung pasrah.
" Ya sudah, terima nasib", ucap Boni murung.
" Hahahaha, kakak lihat suami kakak yang jahil, sekarang dia kena prank", ucap Ranti sambil tertawa.
" Tukang jahil kena jahil, ucap istrinya Boni.
__ADS_1
" Boni, kata Putriku, kamu itu biang kerok di kantor jadi sekarang kamu yang kena jahil kedua bosmu, gimana? tanya Adriansyah.
" Ia Tuan Besar, seumur Boni punya, baru sekarang punya bos yang sangat baik dan rendah hati, Boni tak mampu Memberikan apa-apa, kecuali bekerja keras agar perusahaan kita maju, dan banyolan Boni sekedar menghibur kedua bos Boni yang selalu ada buat kami karyawan mereka", ucap Boni.
" Boni, kamu pantas mendapatkan penghargaan, tolong bantu Putriku", ucap Monicha.
" Sudah pasti nyonya besar, Boni bukan siapa-siapa kalau tidak angkat oleh Bos Rendi dan Nona Muda Ranti, hanya orang bodoh yang menyia-nyiakan kesempatan dan kepercayaan besar, dan serba komplit", ucap Boni.
" Nona Muda, terimakasih sekali lagi sudah memberi kepercayaan pada menantu saya, walau saya hanya mertuanya, tapi saya sangat bangga dengan Boni", ucap mertua Boni, yang memang sangat baik hati kepada Boni.
" Saya sebagai pemilik perusahaan, tidak menyesal memberikan Boni kedudukan direktur padanya, cuma yaitu hanya dia direktur di seluruh Perusahaanku yang berani bercanda dengan saya", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, saya berjanji akan menghabiskan karir di perusahaan Nona Muda, dimanapun Nona Muda tempat kan Boni pasti ikut, terimakasih sudah memberikan saya kepercayaan", ucap Boni.
" Sama-sama, selama kamu bekerja seperti ini, percayalah saya wujudkan kamu pensiun di perusahaan saya", ucap Ranti.
" Kamu lihat baik-baik, seluruh saudaraku, sangat senang dengan pembawaan kamu, tapi ingat jangan jadi kacang lupa kulit, berterimakasih lah pada Rendi, dan jangan sekali- kali kamu mengkhianati nya', tegas Ranti.
" Pasti Nona Muda, terimakasih juga sudah menyembuhkan adik iparku", ucap Boni.
" Sama-sama, silahkan berkemas kita akan pulang sekarang", Perintah Ranti.
" Maaf Nona Muda, boleh saya bicara", ucap Adik ipar Boni.
" Oh silahkan ada apa, apa kamu mau bicara dengan kakakku", tegas Ranti.
" Ia Nona, saya baru sadar kalau ternyata selama ini saya di bohongi oleh teman-teman yang lain yang mengatakan Mercy dan Friska banyak uang karena di pelihara Om- Om sejak itu saya agak menjauh, tapi hari ini saya sadar dan mohon maaf atas kesalahan saya yang ikut-ikutan menjauhi Mercy dan Friska", ucap adik ipar Boni.
" Windy, kami berdua memaafkan kamu, lain kali cek fakta dulu baru memutuskan sesuatu, jika kami dendam sama kamu, sudah pasti Boni tidak akan sampai di tahapan ini, tanya Boni peraturan perusahaan kami seperti apa, terimakasih sudah menyadarinya, kami berdua ikhlas memaafkan kamu, kedepan kalau kamu mau bersahabat dengan kami, kami akan menerimanya dengan senang hati", ucap Mercy.
" Terimakasih Mercy, terimakasih Friska, saya berjanji tidak akan seperti dulu lagi.
" Nona Muda Ranti, tolong kesalahan saya jangan limpahkan ke kakak ipar saya, saya mohon, mohon Windy.
" Baiklah tapi kamu tetap dihukum, lulus kuliah kamu bekerja di perusahaan ku, dan bantu kakak iparmu, biar dia lebih sukses lagi, ambil ini, beli mobil untukmu buat kuliah, sisanya buat biaya kuliah dan keseharian kamu, Saldo nya cukup hingga kamu lulus kuliah, dan beli mobil di Dealer Grace, cari yang namanya Aluna", ucap Ranti dsn memberikan ATM yang berisi 10 milyar.
" Dan ini buat kakak, tolong jaga kandungan nya dengan baik, dan terakhir ini buat ibu, kalian semua tolong bantu Boni, agar dia nyaman bekerja, dia sukses pasti keluarga kalian juga yang akan menikmatinya", ucap Ranti sambil memberikan 2 ATM masing-masing 10 Milyar.
" Terimakasih Nona Muda, ucap mereka bertiga.
" Sama-sama, gunakan dengan bijak, dan mari kita pulang", ucap Ranti.
" Ketika mereka keluar ruangan, Ranti di cegat oleh kedua wanita munafik, ya mereka ibu - ibu yang meremehkan Ranti.
" Maaf Nona semua teman anak kami sudah di obati, kok anak kami berdua belum, kira- kira kapan anak kami di obati? tanya mereka berdua.
" Oh maaf juga, jika kalian mau anak kalian saya obati boleh, harganya 200 Milyar per orang, jika kalian sudah punya uang silahkan kabarkan saja lewat kedua kakakku", ucap Ranti dan langsung bergabung dengan para korban yang sudah di obati.
" Terimakasih Nona Muda, kami berjanji akan merubah sikap kami dan akan hidup lebih baik lagi.
" Mercy, Friska maafkan atas sikap kami selama ini, kedepan kami berjanji tidak akan memperlakukan orang lain seperti dulu, tolong ajarkan kami bagaimana hidup dengan sederhana dan rendah hati", ucap mereka berlima.
" Kami memaafkan kalian, besok di kampus kita bicarakan semuanya, sekarang kami sudah sangat lapar, atau Bagiamana kalau kita makan bersama di kafe milik saya, ucap Mercy.
" Hehehehe jadi malu kami Mercy, ternyata kalian memang sangat baik", ucap mereka.
" Sudah nanti ngoceh lagi kalau sudah kenyang", ucap Friska.
" Baiklah kami ikut tapi bagaimana orangtua kami? tanya mereka.
" Ya di ajak dong, lihat tuh ayah bunda kami juga sudah lapar", ucap Mercy.
Mereka semua keluar meninggalkan rumah sakit, namun terlebih dahulu dokter sudah meminta agar besok pagi datang ambil hasil Rontgen dan CT scan.
Kini tinggallah kedua orang tua itu beserta anak mereka yang tidak di obati Ranti, mereka tidak menyadari kesalahan mereka.
Mereka mengejar Ranti dan bertanya kenapa yang lain gratis sedangkan mereka harus harus bayar.
" Apa ibu tidak sadar dengan kesalahan ibu berdua, dan baiklah saya kasih tau.
" Kalian berdua tadi ngobrol mengatakan bahwa kalian tidak sudi anak kalian berdua berteman dengan kedua kakakku, karena kalian takut kedua kakakku akan porotin uang anak kalian, itulah kesalahan kalian.
" mereka- mereka ini benar tidak suka dengan kedua Kakakku, tapi di titik akhir mereka menyadari dan orang tua mereka masing-masing menyadari kesalahannya, jadi saya masih kesempatan dengan memberikan Pill mujarab dengan gratis, kita belajar menghargai orang,
" Mereka tulus meminta maaf atas perilaku buruk anaknya, dan anak-anak mereka juga dengan tulus meminta maaf kepada kakakku, jadi Pill yang kubeli dengan harga milyaran aku berikan dengan gratis, agar mereka mengenang dan mengerti arti sahabat yang sesungguhnya,
Kalau kalian, disaat saya sedang berpikir bagaimana cara nya menyembuhkan anak-anak kalian, justru kalian tidak menghargai nya, maka silahkan cari obat yang terbaik di seluruh di dunia ini, yang mampu menyembuhkan hanya dalam hitungan menit dan gratis, di China ada jual obat Herbal yang bisa menyembuhkan dan menyambung tulang, harganya per butir 300 juta Yuan, dan harus beli minimal 12 butir, dan waktu penyembuhan 4 bulan, itu belum termasuk terapi, silahkan datang kesana", ucap Ranti dan langsung bergegas pergi dengan rombongan, termasuk dosen yang merupakan perwakilan dari kampus.
" Pak Dosen, mari kita makan dulu, saya paling gak suka dengan orang seperti mereka, toh mereka mau sembuh atau tidak itu bukan urusan saya", ucap Ranti.
Tepat jam 4 Sore mereka tiba di Kafe milik Mercy, Friska dan Rindu serta Darel, Sonia yang menggandeng Mercy dan Friska sudah ceria, melihat kedua calon adik iparnya sudah Sehat.
__ADS_1
" Terimakasih kakak ipar, kami sangat bahagia dengan kasih sayang kakak buat kami semua", ucap Friska.
" Sama-sama dek, lihat tu kakak ganteng kalian, matanya masih bengkak karena menangis mendengar kalian kecelakaan, airmatanya yang berharga, hanya akan menetes pada kita yang dia sayang", ucap Sonia