
Pagi menjelang Ranti bangun seperti biasa dan bersiap untuk latihan, namun dia tak melihat keempat kakaknya, Ranti tak ingin membangunkan mereka, mungkin kecapean dari pantai, batinnya
Ranti ke ruang dimensi dan menata semua harta Karun yang di temukan kemarin di pantai, dan semua buat keenam kakaknya juga di tata berdasarkan nama-nama mereka.
Selesai itu, dia melihat pohon buah yang di tanamnya dan ternyata pohon durian ada sekitar 10 buah yang jatuh dia memasukkan ke cincin semesta.
Dia lanjut ke buah-buahan 1000 tahun nampak sudah pada berbuah tapi masih sangat kecil mungkin besok sudah bisa panen, panen bulan kemarin belum habis, mungkin aku bagi buat keempat kakakku dan aku kirim ke Jogja.
" Rose apakah buah 1000 tahun, jika aku kirim ke Jogjakarta akan busuk ?
* waktunya hanya 1 Minggu setelah panen, jika berada di luar ruang dimensi atau cincin penyimpanan "
Oh oke berarti aku tak bisa mengirimkan mereka banyak-banyak cukup 1 jenis buah 2 biji perorang kecuali anggur 1 tangkai perorang.
* Tuan harus membungkusnya dengan terlebih dahulu dengan daun kering dan buahnya jangan sampai lecet*
Baik Rose terimakasih
" Oke Rose CHECK IN"
* Selamat Tuan anda mendapatkan
Hadiah : Resep pengikat jiwa
[ Resep Pengikat jiwa adalah Teknik untuk mengikat seseorang agar tidak berkhianat, karena jangankan berkhianat secara frontal, memikirkan untuk mengkhianati saja, orang tersebut akan langsung mengalami kesakitan dan menjadi idiot]
* Suatu saat tuan harus menggunakan resep ini karena ketika Tuan terekspose nanti maka akan banyak yang akan mendekati Tuan, khususnya para pria yang ingin berhubungan dengan Tuan*
" Benar itu Rose, aku ingat pepatah bilang, "dalamnya lautan dapat di ukur, tapi hati dan pikiran orang siapa yang tahu"
* Tepat sekali Tuan, itulah yang Rose maksud, tapi keenam saudara tuan jangan di berikan resep ini, karena mereka sejatinya sudah Rose ikat dengan Tuan *
"Baik Rose saya mengerti "
Jam sudah menunjukkan jam 7.00 WIB, mending aku ke pantai yang kemarin dan obati putri penjual jagung bakar.
Ranti yang sudah berganti pakaian,turun ke lantai bawah, namun hanya terlihat pelayan dan Dewi dengan anaknya.
Mba Dewi gimana keadaan Ketty sekarang, Ranti menyapa Dewi
Ketty saat ini terakhir kontrol, kata Dokter Winny, sudah normal dan jaringan tubuh yang bermasalah karena gizi buruk, semua sudah normal. jawab Dewi
Baguslah, saya juga senang mendengarnya, dan lihatlah dia sangat cantik dan saya mau dia selalu dengan kami.
Tapi Nona, apa Kami tidak kelewatan merepotkan kalian dan juga pelayan dirumah ini, ucap Dewi
Kami berlima sangat senang Ketty disini, kami bisa mengenang masa kecil kecil kami, balas Ranti
Terimakasih Nona, saya tak tau membalasnya seperti apa, jawab Dewi
Membalasnya gampang, setia, jujur dan terbuka, itu saja, selama mba Dewi setia, jujur Dan terbuka, kepada kami dan tambah dengan 2 saudaraku di Jogja, selamanya mba Dewi boleh ikut kami, tapi jika mba Dewi melakukan sebaliknya, akhirnya mba Dewi pikir sendiri
Ia Non, saya sudah bersumpah untuk ikut non seumur hidup, jika Tuhan memberikan aku jodoh yang benar-benar mencintai saya, pasti saya akan meminta ijin untuk menerimanya, jika Nona bilang jangan maka saya akan melupakannya.
Saya tidak akan menghalangi kebahagiaan orang, akan tetapi feeling saya tidak pernah salah dam menilai orang, jika suatu ada laki-laki yang berkata serius dengan mba Dewi maka kasih tau aku.
" Baik Mba, pasti akan saya kenalkan, tapi untuk saat ini saya fokus kelola kafe keempat kakak Nona dan membesarkan Ketty, ucap Dewi
Ya Ketty prioritas utama mba Dewi daripada cari laki-laki tapi ternyata hanya jadi benalu buat mba Dewi. tegas Ranti memperingatkan Dewi
Terimakasih Nona, saya akan mengingat omongan Nona, balas Dewi mantab.
Selesai sarapan, baru kelihatan keempat kakaknya yang sudah rapi, Ranti berdiri dan pamit dengan keempat kakaknya dengan alasan mau lihat pembangunan pabriknya.
Mercy yang selalu merespon jika Ranti pergi, Bontot hati-hati dan bawa beberapa potong roti, kata Mercy
Ia aku akan hati-hati, nanti sebelum makan siang aku sudah pulang, karena aku mau nongkrong di kafe kalian, jawab Ranti
Oh oke, kami tunggu kamu pulang baru kita kesana, jawab Friska
__ADS_1
oke, aku berangkat ya, bye ... bye..
Ranti membawa mobil sportnya Lamborghini Sian Roadster warna biru Uranus.
Mobilnya seketika membuat heboh jalanan Surabaya menuju arah pantai, Ranti hanya membutuhkan 45 menit untuk tiba di pantai dengan kecepatan sedang.
Ketika mobilnya masuk ke area parkiran, warga sekitar terkagum-kagum, apalagi parkiran yang berlantai aspal berada depan rumah si bapak penjual jagung bakar.
Ranti yang menggunakan stelan seperti biasa celana kargo, kaos oblong dan kemeja serta topi turun dari mobil, orang mengira pemilik mobil itu laki - laki, ternyata seorang gadis. Tak terbayangkan jika mereka tau Ranti baru berumur 15 tahun, sudah memiliki mobil sport mewah dengan jumlah harta triliunan.
Ranti langsung berjalan kearah rumah penjual jagung bakar, dan pada saat Ranti, si bapak lagi mempersiapkan barang dagangannya di atas motor bututnya.
Selamat pagi Pak, apa saya sudah boleh pesan jagung bakar dan sosis juga bakso, tanya Ranti
Sontak bapak itu terkejut mendengar ada yang mau pesan pagi-pagi, bahkan arangnya saja belum disiapkan.
Selamat pagi juga, karena merasa ingat dengan Ranti, langsung dengan ramah bapak itu menyambut dengan senang jika Ranti mau memesan, jagung bakar dan sosis serta bakso
Maaf pak pagi-pagi saya mengganggu aktivitas bapak, tapi saya kesini akan memberikan sesuatu kepada bapak, khususnya buat Putri bapak. ucap Ranti
Jangan repot-repot Nona, kata bapak itu
Saya tidak merasa di repot kan, oleh bapak dan keluarga, ikhlas Ranti
Mari masuk dulu Non, anak saya ada di kamar, besok baru kami ke RS untuk kontrol, karena Senin depan dia mau Ujian semester, takut nilainya kurang, beasiswa bisa di cabut, kata bapak itu.
Justru itu aku datang kesini, saya akan bantu putri bapak biar kakinya sembuh dan besok dia boleh ke sekolah, jawab Ranti
Maaf Non, bukan tidak percaya tapi Dokter bilang tingkat keretakan tulangnya sudah sangat rentan, jika salah bergerak sedikit justru akan fatal. kata bapak itu ragu-ragu
Boleh saya melihatnya, tanya Ranti
Mari silahkan ini kamarnya, tadi bapak lihat dia sudah bangun tapi dia gak mau keluar kamar, ujar bapak itu
Ya sudah, asal bapak percaya, maka saya akan bantu, tapi jika percaya juga tidak apa-apa, tapi semakin lama tidak diobati dengan serius maka kakinya akan bisa dikatakan lumpuh walaupun tidak 100% patah, tapi retakan itu akan berpengaruh pada tulang itu sendiri. Ranti memberi penjelasan.
10 menit mereka bertiga berdiskusi, gadis itu berbicara, Saya percaya Nona bisa bantu saya, dan kira-kira berapa lama saya bisa berjalan lagi dan kesekolah, tanya gadis itu
" Maksimal 20 menit, dan kamu akan kesakitan sekita 10 menit, setelah selesai Prosesnya kamu tinggal tunggu 1 jam, kamu sudah bisa berlari, bagaimana apakah sanggup menahan sakit 10 Menit, Ranti menjelaskan efek nya
' Saya sanggup Nona !
Bagus, bapak ibu tolong temani saya dan minta adiknya untuk masak air, karena setelah ini harus mandi air hangat, prosesnya kita di di dapur dekat kamar mandi, dan tolong tikar dan bantal.
Kakak tolong baju ganti baju dengan daster saja, setelah itu kita ke dapur, maaf pak tolong gendong putri bapak dan baringkan di atas tikar.
Apakah kakak sudah siap, tanya Ranti
"Sudah Nona".
Telan ini tapi jangan di kunyah, setelah telan, berbaringlah perintah Ranti.
Setelah gadis itu menelan pil tersebut, matanya terpejam
Bapak dan ibu, jangan kuatir jika dia berteriak kesakitan karena itu efek dari obat yang saya berikan
Sementara mereka ngobrol terdengar suara gadis itu berteriak dengan nafas tersengal -sengal, getaran tubuhnya makin kencang, Suara tulang kaki gadis itu berbunyi, keringat dan segala cairan mulai keluar dari pori-pori gadis itu.
Proses masih berlangsung, tapi teriakan berangsur-angsur mulai reda dan gadis itu akhirnya pingsan, kedua orangtua itu terlihat kuatir.
Ranti bersuara tolong air hangat untuk dia mandi nanti setelah pingsan. perintah Ranti
5 menit kemudian, gadis itu sadar dan merasa geli karena lengket.
Non ini apa, kok lengketnya kayak oli bekas motor, tanya gadis itu
ini cairan kotoran dalam tubuhmu, nanti setelah mandi kamu akan lihat tubuhmu berubah, bekas luka lama dan baru, serta jerawat bahkan ketombe kamu hilang, tidak hanya sampai disitu, penyakit asma bawaan lahir kamu juga hilang.
Gadis itu terheran-heran sampai lupa dengan lengketnya, " terimakasih Nona, lihat kaki saya sudah tidak bengkak lagi, dan sudah tidak terasa nyut-nyutan. kata gadis itu
__ADS_1
Silahkan mandi, saya tunggu di ruang tamu, Bu tolong dia mandi, kata Ranti
Sementara, gadis itu mandi dan dengan masih duduk di bangku biasa dia pakai untuk mandi, Ranti dan bapak itu berbicara soal gadis itu
Jangan di pikirkan lagi, sekarang dia sudah sembuh, kata Ranti
Oh ia Nona, biayanya berapa tanya bapak itu
Dan belum lagi Ranti menjawabnya, gadis itu masih pakai handuk lewat ke ruang tamu dengan hanya pakai handuk, berjalan sendiri tanpa di bantu ibunya, si bapak melihatnya sujud syukur melihat anaknya sudah sembuh.
Kak silahkan berpakaian dan temani saya mau ke pantai sebentar sebelum saya pulang, gadis itupun " baik Nona"
Selesai berganti pakaian gadis duduk di ruang tamu, bersama kedua orang tuanya dan Ranti
Maaf Nona, kami harus bayar berapa pengobatan anak kami, tanya si ibu
Maaf Bu bukan sombong dan mengada-ada, jika kalian mau bayar, kalian tidak akan sanggup, harganya kalau bisa saya jual maka harganya 10 milyar, apa kalian sanggup? tegas Ranti
Aduh ternyata mahal sekali, jual seluruh harta kami juga tak akan bisa cukup untuk bayar, panik ibu itu
Tapi kalian tenang saja, saya hanya membantu, tidak ada niat saya minta bayaran, toh saya datang sendiri, bukan kalian yang datang cari saya untuk minta tolong, jadi jangan kuatir
Terimakasih Nona, tetap kami anggap ini hutang bagi kami, jawab suami istri itu yang ingin berlutut tapi di cegah Ranti
Baiklah, sebagai bayaran nya tolong buatkan 1 jagung bakar, 5 sosis dan 5 tusuk bakso, Dan hari ini bapak bawa dagangan sejumlah biasa setiap bapak jualan dan bagikan khusus buat anak kecil Gratis, hitung-hitung saya traktir anak -anak itu, bagaimana ? usul Ranti
" Baik Nona, khusus hari ini anak kecil Gratis, bapak itu dengan gembira.
Saya tunggu pesanan saya sekarang ! kata Ranti
Si bapak langsung berdiri dan bekerja membuat pesanan Ranti.
Sementara menunggu pesanan, Ranti mengirim pesan ke Rendi agar membeli 1 unit motor bebek Supra x dan 3 unit handphone Samsung yang harganya 5 jutaan, besok kirim ke alat ini beserta surat motor nya lengkap. perintah Ranti
" Baik Nona, besok sore di antar kebetulan saya dan istri lagi di Mall Galaxy, nanti motornya saya beli hari ini juga.
" Kerja bagus, oh iya, kamu survey juga daerah sini, siapa tau kita bisa buat percontohan kredit untuk nelayan
" Baik Nona, sesuai petunjuk mu.
Gadis itu berdiri dan mengajak Ranti ke depan, pas mereka sampai di depan, terlihat adiknya gadis itu sedang menjaga mobil Ranti.
Akhirnya pesanan nya selesai, menunggu agak hangat, gadis itu bertanya
Maaf Nona kalau boleh tau siapa nama Nona, kalau saya Suryani, sekarang kelas 12 di Cahaya Kasih, gadis itu memperkenalkan dirinya.
Kalau saya Ranti Putri, kelas 10 di Bintang Timur
" Kedepannya boleh saya berteman dengan Non Ranti, tanya gadis itu agak gugup
Boleh, tapi jangan panggil saya Non, cukup panggil dengan Ranti saja.
" Baik kalau Ranti ", jawab Suryani salah tingkah.
Sambil duduk di teras, Ranti melihat ke seberang parkiran terdapat perbukitan dan ada tulisan mau di jual, luas tanah 3 hektar, harga 5 milyar nego lengkap sertifikat.
Ranti memindai tanah itu dan melihat, di dalam tanah terdapat banyak sekali batu, walau bukan batu berharga tapi jika di gali cukup untuk buat pondasi menahan longsor dan pondasi rumah, pemandangan juga langsung ke laut, Kak Rindu pasti akan suka, coba aku foto nanti aku kasih liat dia, pikir Ranti.
Selesai menikmati pesanan nya, Ranti minta di temani ke pantai kepada Suryani
Tetangga yang melihat Suryani kaget karena melihatnya sudah Sehat dan bisa berjalan normal seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
Sejam berada di pantai mereka kembali kerumah Suryani dan sekaligus Ranti pamitan mau pulang
Setelah pamitan Ranti, ke arah parkiran dan memberikan uang 500 ribu kepada adiknya Suryani yang sudah menjaga mobilnya.
Bromm... bromm
Lamborghini Sian Roadster itu pergi meninggalkan pantai itu...
__ADS_1