
Dari masing-masing keluarga pendukung keluarga Atmajaya, telah menyatakan sikap bahwa seluruh anak perusahaannya akan di jual, toh selama ini mereka hanya mendapatkan 10% dari keuntungan.
Terang saja keluarga Atmajaya dan Ferdiansyah tidak terima dengan pernyataan sikap mereka.
Tapi karena melihat perusahaan sudah tak tertolong lagi, akhirnya mereka menjual keseluruhan saham mereka ke Rose, itu artis Rose mendapatkan penambahan saham sebesar 10 %, dan kini total sudah 70%.
Ferdiansyah Setiawan yang pening soal kedua anaknya yang menghilang, di tambah lagi masalah ini, membuat dia semakin tidak stabil dalam berpikir.
Di posisi Ranti sendiri, tidak terlalu memperdulikan ke 100 perusahaan itu, dia yakin Rose bisa mengatasinya.
Ranti fokus pada keluarga Mikhael yang sudah sangat keterlaluan. akhirnya Ranti memutuskan untuk menangkap Mikhael saja, biar dia tidak merepotkan di masa depan.
" Aplikasi Mata Dewa, pantau kegiatan Mikhael, kemanapun dia pergi, perintah Ranti
" Baik ", balas Aplikasi Mata Dewa.
Mendekati jam pulang sekolah, Mikhael masuk kelas, setelah selesai menghadap kepala sekolah.
Dia tersenyum merasa menang, keputusan rapat guru adalah memberikan dia kesempatan, dan soal Pretty dan Chelsea juga sama, tapi jauh di lubuk hatinya berkata akan menghancurkan perusahaan keluarga Pretty dan Chelsea.
* Tuan ada 2 guru yang menerima suap dari keluarga Mikhael, masing-masing 1 milyar untuk mengeluarkan Pretty dan Chelsea, ucap Rose.
" Siapa kedua guru itu" ?, tanya Ranti
* Mereka guru yang tidak terima dengan pengangkatan Bu Michelle menjadi Kepala Sekolah, mereka memanfaatkan kasus lama Pretty dan Chelsea, untuk menekan Bu Michelle.
" Baiklah saya akan memindahkan mereka ke cabang kecil di Sidoarjo, jika mereka tidak mau, tinggal pecat saja", ujar Ranti.
* Benar itu Tuan*
* Tuan saya mau laporan, Tim saya sudah mendapatkan 70 % saham dari seluruh perusahaan itu yang berjumlah 100", lapor Rose
" Tawarkan ke Atmajaya dan Ferdiansyah, jika mereka tidak mau menjual sahamnya, maka ajukan permohonan penarikan saham", ujar Ranti.
* Laporan dari asisten bawahan, mereka ingin menjual dengan harga, 10 triliun untuk 20% saham Atmajaya dan 10 triliun untuk 10% saham Ferdiansyah", jawab Rose.
" Katakan kepada mereka saya akan membelinya dengan harga 10 triliun untuk 30 % saham mereka, jika mereka tidak setuju, suruh mereka bayar saham kita sebesar 250 triliun", ujar Ranti.
" Baik Tuan, segera dilaksanakan".
Ranti juga menghubungi Pak Haris agar segera membeli saham kedua perusahaan keluarga Pretty dan Chelsea, saat ini juga.
" Baik Nona Muda, asisten saya akan segera mengaturnya.
" Pretty, Chelsea, saudara saya akan membeli saham 40 % di perusahaan orang tua kalian, jadi kalian tenang saja", ucap Ranti
" Benarkah !! , omongan kamu Ranti ? ucap mereka.
" Buat apa aku membohongi kalian berdua", ujar Ranti.
" Terimakasih Ranti, terimakasih, ujar mereka berdua.
" Silahkan hubungi orang tua kalian, agar tunggu telpon dari saudara ku, katakan jangan sampai saudaraku lama menunggu", ujar Ranti.
Pretty dan Chelsea, langsung menelpon orangtua mereka, dan di sambut dengan gembira.
" Ia nak, ayah akan tidak akan kemana-mana, jawab orangtua mereka.
Waktunya pulang sekolah, Ranti beserta saudara-saudaranya langsung menuju Rumah.
" Tuan segera tangkap laki-laki sombong itu, nanti malam dia akan datang ke rumah tempat Pretty dan Chelsea, lapor Aplikasi Mata Dewa, sibuk memberikan rekaman chatting Mikhael dan anak buahnya.
" Baik nanti malam kita eksekusi, sebelum dia beraksi kita selesaikan duluan", ujar Ranti
" Cari Markas anak buah Mikhael sekarang, Perintah Ranti.
__ADS_1
" Sudah dikirim ke handphone Tuan, silahkan di periksa", balas Aplikasi Mata Dewa.
" Terimakasih, ucap Ranti"
Tepat Jam 7 malam Ranti tiba di Markas anak buah Mikhael, bertepatan mereka telah berkumpul, dan menunggu kehadiran Mikhael.
Dengan Armor Transparan Mode Stealth, Ranti perlahan mengikuti mobil Mikhael yang hendak parkir, tapi sebelum itu Ranti sudah membuat Array Pelindung Ilusi dan memblokir suara, agar agar tidak terdengar di dalam gedung, sedangkan 2 orang anggota yang berjaga di gerbang sudah di kendalikan Ranti.
Saat Mikhael membuka pintu mobil, dan hendak keluar, dengan kekuatan penuh Ranti langsung menariknya masuk dalam kantong Ruang Penyimpanan.
" Selamat menikmati, tempat yang baru", batin Ranti.
Ranti kemudian membakar gedung itu, namun kali ini dia membakar dengan membuat kobaran api yang besar dan sudah melepaskan array Pelindung Ilusi,
Terlihat dari dalam anak buah Mikhael hendak melarikan diri, tapi Ranti memerintahkan mereka agar tidak kemana-mana, cukup lihat api yang berkobar.
Tak berapa lama pihak Kepolisian dan Tim Pemadam Kebakaran tiba di lokasi.
Ranti mengontrol pikiran para anak buah Mikhael agar menyerahkan diri dan menyerahkan segala senjata tajam mereka.
Beres, sekarang pulang rumah, mulai besok tidak ada lagi Mikhael di sekolah.
Dengan laju sedang mobil Ranti bergerak menuju kerumahnya.
Sampai dirumah, masih terlihat saudara- saudaranya sedang berbincang-bincang di ruang TV.
" Bagaimana apa sudah beres urusannya ?, tanya Mercy
" Sudah selesai makanya cepat pulang", Balas Ranti
" Ya sudah, sekarang ayo kita istirahat", perintah Mercy.
Sampai di kamar, Ranti membuka kantong Ruang, dan melihat keadaan Mikhael yang kebingungan, disana terlihat juga Tristan, Tristan bahkan tidak tahu siapa yang menculik dia, karena Ranti tidak pernah mengunjunginya.
" Kamu siapa, tanya Mikhael ke Tristan yang sedang asik nonton TV si pendopo buatan Rose.
" Oh maaf kenalkan aku Mikhael, dan kalau boleh tau ini dimana ? tanya Mikhael
" Aku juga tidak tahu, bahkan aku tidak tahu siapa yang membawaku kemari, ucap Tristan.
" Sepi sekali disini, tanya Mikhael
" Ya disini hanya ada aku saja, oh ya kalau kamu mau hidup, kamu harus kerja disini, karena tidak ada makanan gratis disini, ucap Tristan tanpa basa-basi.
" Apa yang kamu kerjakan disini ? Tanya Mikhael ".
" Aku Bertani, berkebun dan beternak, jika tidak, bagaimana aku bisa makan", ucap Tristan.
Mikhael yang masih kebingungan tak bisa berkata-kata lagi.
" Kamu tidur di ruangan sana, silahkan bersihkan, Perintah Tristan.
" Baiklah terimakasih, ucap Mikhael yang tak tau mesti berbuat apa-apa.
Bosan melihat kedua laki-laki itu, Ranti segera ke Ruang Dimensi, dia melihat ke cermin Dimensi, terlihat Aquino dan Aquinas sedang duduk menikmati cemilan sambil menonton Film.
" Bagaimana dengan perkembangan ternak nya dek, tanya Aquino
" Lumayan kak, ternyata semuanya berpasangan, jadi kita tidak akan kehabisan makanan, terus bagaimana dengan padi dan jagung, serta sayuran, Aquinas balik bertanya.
" Sebulan lagi Padi dan jagung sudah bisa di panen, untuk Padi jika sudah beras bisa dapat 150 kilogram, cukuplah buat kita makan sampai panen berikutnya, masalahnya kita harus menumbuk padi agar bisa jadi beras, ucap Aquino.
" Tidak apa-apa, yang penting kita bisa makan itu saja, dan masih untung, walau terkurung disini, tapi semuanya komplit, untuk kebutuhan pokok walau harus kerja keras, tapi ada, Pohon Kelapa saja sangat banyak banyak dan buahnya juga lebat, Kemarin aku buat minyak goreng, dapat sekitar 3 kilo, kelapa yang belum di olah juga masih banyak, ucap Aquinas.
" Kamu benar, di gudang penyimpanan, juga masih banyak minyak goreng, Daging juga masih cukup untuk sampai akhir tahun".
__ADS_1
Ranti mendengar obrolan mereka hanya bisa tersenyum, " kalian masih enak aku siapkan segalanya, tapi orangtuaku kalian biarkan begitu saja', batin Ranti.
Tak Terasa waktu sudah pagi, Ranti dan saudara- saudaranya sudah bersiap ke sekolah.
Didalam mobil Ranti membuka Berita Surabaya, yang terdapat isi berita mengenai kebakaran di markas Preman, tidak ada korban jiwa, hanya pihak kepolisian penasaran dengan sebuah mobil berjenis SUV keluaran Mercedes Benz, terparkir di lokasi kejadian.
Di kediaman orangtua Mikhael sendiri sedang kebingungan, anaknya dari malam tidak pulang, bahkan mobilnya terparkir di Bekas gudang mereka.
Komplit sudah penderitaan orangtuanya Mikhael, tabungan habis, anak entah kemana, masih untung Ranti tidak mengganggu perusahaan mereka, jadi mereka masih bisa tenang sedikit.
Disekolah Ranti di langsung disambut oleh Tiara, Pretty dan Chelsea.
" Ranti terimakasih, kata Ayahku, hari ini akan tanda tangan pengalihan kepemilikan Saham ", ucap Pretty dan Chelsea.
" baguslah, dan bagaimana perasaan kami sekarang dan bayangkan jika kamu tidak memiliki teman, ucap Ranti mencoba membuka pikiran mereka berdua.
" Jika di bayangkan pasti usaha keluargaku hancur, ucap mereka.
" Sesama teman harus bisa saling mendukung dan saling menjaga, jika kita tidak mampu membantu dengan materi, bukan berarti kita tidak bisa apa-apa, dengan mensuport dan mendoakan saja itu sudah membantu, ucap Ranti.
" Hebat sekali kata- katamu, jujur aku sangat bangga dikasih kesempatan untuk berubah, dan belum berapa lama, hasilnya sudah terlihat, keluargaku mau menghancurkan kami, tetapi ada teman yang sayang membantu, terimakasih Ranti, ijinkan hari ini, aku mentraktir teman-teman sekelas makan di kantin sekolah saat jam istirahat, ucap mereka berdua.
" Ngomongin saja dengan ketua Kelas, ucap Ranti.
Saat di kelas guru mengabsen, hanya Mikhael yang tidak hadir, guru bertanya ke ketua kelas apa ada informasi, tapi ketua kelas mengatakan tidak ada.
" Pretty, Chelsea, apa kalian tau alasan Mikhael tidak masuk, tanya gitu itu
" Tidak tahu Bu, lagian kami beda tempat tinggal, silahkan hubungi kedua orangtuanya saja, jawab Pretty.
Guru itu hanya diam, murid-murid di kelas Ranti juga tidak ada yang membahas soal Mikhael.
" Rose, bagaimana sahamnya yang 100 perusahaan itu, tanya Ranti.
" Mereka sedang mempertimbangkan nya, tapi Rose sudah menekan mereka, bahwa waktu tinggal 2 hari lagi, jawab Rose.
Di kediaman Atmajaya, sedang terjadi diskusi antara mertua dan menantu, Wongso Atmajaya dan Ferdiansyah Setiawan.
" Ferdian, bagaimana menurutmu, apa kita harus melepaskan perusahaan- perusahaan itu atau bagaimana? tanya Wongso Atmajaya
" Terserah ayah mertua saja, maaf saya lagi gak bisa fokus beberapa bulan ini, kedua anak saya entah kemana, Ucap Ferdiansyah.
" Apa sama sekali tidak ada informasi soal mereka, tanya Wongso
" Sama sekali tidak ada, di Singapura tidak ada laporan soal Aquinas keluar dari sana, di Surabaya sendiri Polisi juga tidak menemukan apa-apa, selain mobil yang terparkir di klub malam.
" Ferdian, menurut ayah mendingan kita lepas saja perusahaan- perusahaan itu dan fokus pada bisnis utama kita serta mencari Aquino dan Aquinas, bagaimana? tanya Wongso
" Saya ikut saja, toh kita juga di berada di posisi sulit, ucap Ferdiansyah.
" Baiklah, biar ayah yang hubungi mereka, ucap Wongso Atmajaya.
Kembali ke Ranti
Proses belajar mengajar di kelas Ranti berjalan dengan lancar, wali kelas datang menanyakan keberadaan Mikhael, di jawab aduh oleh murid yang lain.
* Tuan, Keluarga Atmajaya dan Ferdiansyah sepakat mau menjual saham mereka dengan harga sesuai keinginan kita, lapor Rose.
" Baik, segera bereskan dan segera langsungkan perampingan, walau begitu produksi harus tetap berjalan, bereskan seluruh staf yang berkaitan dengan pemilik lama, apalagi dari keluarga Atmajaya, Perintah Ranti.
* baik Tuan, balas Rose".
" Rose setelah semua beres, saatnya kita menekan perusahaan milik Atmajaya, ucap Ranti
" Rose atur dulu proses merger agar tidak berpengaruh pada produksi serta klien, sementara aplikasi Mata Dewa mulai Meretas sistem keamanan pusat bisnis keluarga itu.
__ADS_1
* Tuan, keluarga Atmajaya dan Ferdiansyah, mengelola kelompok mafia, The Crow, jumlah anggota di perkirakan 1200 orang, tersebar se-Jabotabek, Markas mereka Terletak di Sebuah gedung seberang terminal Pulo gadung.