SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Berkunjung ke Southeast Asian Development Bank


__ADS_3

Dengan menggunakan 1 Unit Bus, Ranti dan teman-temannya diantar menuju ke Kantor Ranti.


Di dalam bus Ranti membagikan amplop yang berisi uang 20 ribu dolar Singapura, yang terbagi dengan beberapa pecahan, mereka membukanya dan takjub melihat uang dolar Singapura itu.


Tiara juga kebagian, walau sebenarnya, Tiara sudah punya uang dolar Singapura sendiri, karena dia sebelum berangkat, ayahnya sudah menukar rupiah ke dollar senilai 50 ribu, ayahnya takut nanti ada teman- teman Tiara yang tidak memiliki uang saku.


Hanya dalam Waktu 45 menit mereka sudah tiba di Perusahaan Ranti, tepatnya di RPS Southeast Asian Development Bank, bertempat di Marina Bay.


" Ranti, besar banget gedungnya, ucap Yulianto.


" Gedung masih kalah besar dari Gedung Emerald punyaku di Jakarta. yang memiliki 181 lantai, nanti kapan-kapan kalian bisa berkunjung kesana, atau kita pulang mampir ke Jakarta kalau kalian mau", ujar Ranti.


" Kami pasti mau jika di ajak", teriak kawan mereka dari belakang.


" Boleh tapi maaf, aku hari Selasa mau ke peternakanku di Cirebon dan hari Kamis aku sudah harus mengurus lahan baru di Lampung, aku baru beli 5000 hektar untuk peternakan, tambak dan perkebunan, ujar Ranti Jujur.


" Astaga, sibuk sekali kamu bekerja", ujar yang lainnya.


" Mumpung lagi free, bahkan aku belum pernah lihat tanahku di Sulawesi Tengah disana aku beli seluas 100 ribu hektare, di Kalimantan ada 80 ribu saat ini lagi pembesaran kelapa sawit dan sedang bangun pabrik CPO, di Sumatera Selatan itu ada 60 ribu, juga aku belum pernah melihatnya, aku sendiri sebenarnya kebingungan jika menjelaskannya, tapi saat pulang sekolah aku membaca semua laporan dari seluruh perusahaan ku. baru aku mengerti", ucap Ranti.


" Kamu beternak apa ?" tanya Geo.


" Di Cirebon itu sapi dan kambing, kalau di Garut baru mulai 6 bulan kemarin itu ternak domba, nah kalau sapi aku punya Wagyu, Limousine, Brahma, sapi Bali, brangus, Angus dan ada lagi aku lupa, tapi yang paling laris justru Wagyu, sapi Bali dan Limousine", ujar Ranti.


" Ada berapa banyak sapi milikmu?" lanjut mereka.


" Laporan Minggu kemarin, saat ini tersisa 6000 ribu ekor, nanti malam akan tiba dari Jepang dan negara lainnya, sekitar 4000 ribuan ekor, untuk persiapan selama 6 bulan, peternakan saya masih kecil, belum masuk 10 besar, tapi minimal mampu mengisi pasar level atas dengan Wagyu dan level bawa dengan sapi Bali dan sapi Madura, aku baru mampu menjual sekitar 9 ribu sampai 10 ribu ekor pertahun", ucap Ranti.


" Kamu itu jangan merendah, kamu sudah menjual rata-rata 900 ekor perbulan, dan itu nilainya bukan kecil, paman saya di Sumatera saja sebulan menjual hanya 50 ekor saja sudah kaya, itupun sapi lokal", ujar teman mereka lainnya.


" Kalau domba, baru mulai panen bulan depan, disana ada 10 ribu ekor, nanti saat acara kelulusan, saya akan potong 1 ekor sapi Wagyu, nanti kalian semua ke rumahku kita bakar-bakaran daripada keluyuran, ujar Ranti.


" Wah, mantab itu Ranti, kami rata-rata belum pernah merasakan daging sapi mahal itu.


" Ya sudah nanti saja, sekarang mati kita makan malam dan ke hotel", ujar Ranti.


Teman-teman Ranti begitu menikmati makan Malam mereka, apalagi mereka makan bersama.


Selesai makan malam mereka diantar ke hotel untuk istirahat, besok pagi mereka Mulai jalan-jalan tapi Ranti harus kerja.


Malam telah berganti, Ranti membangunkan Tiara, kemudian mereka mandi, dan berganti pakaian, Tiara kaget dan kagum melihat Ranti menggunakan stelan blazer dan celana untuk ke kantor dengan merk Gucci, begitu juga dengan tasnya, terlihat Ranti sangat feminim.


" Oh adik iparku ini ternyata sangat cantik jika berpakaian seperti ini", puji Tiara.


" inipun terpaksa, karena katanya ini luar negeri, jadi ya sudah, Untung kakakku Vanya membelikan model ini waktu di Paris", ujar Ranti.


" Tapi sepatunya kenapa pakai sneaker", ujar Tiara protes.


" Ya nggaklah, aku punya sepatu kantor tapi bukan hak tinggi, lalu mengeluarkan sepatunya dari dalam Cincin Semesta dan langsung menggunakan nya.


" Nah itu baru cocok sebagai wanita karir", ucap Tiara.


" Ya sudah ayo, nanti aku terlambat ke kantor, walaupun hanya ketemu karyawan tapi aku gak mau terlambat", ujarnya.


Mereka berdua tiba di restoran yang disediakan khusus untuk Ranti dan teman-temannya.


" Oh ya ampun, kamu terlihat sangat berbeda dan sangat cantik sekali saat berpakaian seperti ini, dan terkesan seperti penguasa", ucap Gilang.


" Hahahaha kamu itu Gilang, jujur saja aku gak nyaman pakai pakaian seperti ini, lebih enak pakai kaos oblong celana Pendek dan sneaker, itu baru mantab", ujar Ranti.

__ADS_1


" Kamu harus membiasakan nya kawan, kamu itu pengusaha dan pakaian formil itu adalah seragamnya, kami salut dengan kamu, ucap Chelsea.


" Terimakasih ya, aku takut tadi kalian kan mentertawakan aku, secara aku tak pernah kalian lihat pakai pakaian seperti ini", ujar Ranti.


" Apa yang harus kami tertawakan, justru kami iri, karena kami belum bisa menggunakan pakaian seperti itu dalam rangka ke kantor", ujar Pretty.


" Ya sudah kalian jalan-jalan saja dulu, nanti saat aku selesai bekerja, nanti aku menyusul, dan kalian berdua si kembar, tolong jaga kakak iparku", ujar Ranti.


" Siap Bu Direktur", ujar Yulianto bercanda.


" Hahahaha, baru kamu yang panggil aku seperti itu, Rendi memerintahkan seluruh bawahan wajib memanggilku Nona Muda, emangnya ada Nona Tua, hahahaha", ujar Ranti.


" Jujur saja, apa kamu tidak nyaman dipanggil seperti itu", tanya mereka.


" Jujur aku tidak nyaman, saat aku larang, yang ada justru mereka yang tidak nyaman, jadi ya sudah biarkan saja, toh mereka juga bilang, panggilan itu adalah cara mereka menghargai saya dan sikap saya terhadap mereka", ujar Ranti.


" Hebat kamu, jujur saja mungkin kami orang yang beruntung bisa punya sahabat yang rendah hati seperti kamu, aku memuji bukan karena menjilat, tapi jujur, kamu itu hebat, dengan harta berlimpah, tapi tidak kamu manfaatkan untuk menekan orang, itu sangat langka di dunia ini, ujar Gilang.


" Terimakasih Pujiannya, kita mati paling hanya bawa baju selembar, atau kain kafan, dan juga peti mati, mau Sombong atau menindas orang, jika kamu mati nanti siapa yang akan mengubur mu, jika sukses maka banyak menyanjung kamu, tapi apa kita berpikir saat kita jatuh dan mereka itu akan membantu kita, potong kupingku kalau mereka mau membantu kita, tapi coba sebaliknya, yakin saya pasti banyak yang datang membantumu.


Kata orangtuaku, polisi itu hebat karena seragamnya, coba saat dia pensiun, maka siapapun yang pernah di tindas pasti akan dendam kepadanya, jadi mari hidup apa adanya, kalau kita punya dapat teman yang kekurangan, mari kita bantu dia agar tidak menyusahkan kita, bagiamana caranya, bantu dia berusaha, agar kelak dia maju, pasti dia tidak akan menyusahkan kita.


Makanya saya bilang, jika kalian susah telpon saya, pasti akan ku bantu, aku tidak akan kasih uang secara gratis, tapi uang itu harus dipakai agar kalian bisa selamanya hidup nyaman, bagaimana caranya, ya kelola uang yang saya berikan agar tidak habis percuma, ujar Ranti.


" Motivasi yang hebat, aku kan menyimpan kata-katamu", ujar Agatha.


" Orangtua dulu bilang, jangan berikan ikan berlebihan jika ada kawan datang meminta, tapi berilah dia sedikit dan berikan lah jala dan kail, agar dia bisa mencari ikan lebih banyak dan bisa lebih menghasilkan uang jika dijual", lanjut Ranti.


" Dan yang terpenting adalah kejujuran dan tanggung jawab, jika semua ada pada diri kita pasti rejeki akan melimpah", tambah Ranti.


" Maaf Nona Muda, mobil anda sudah menunggu dan sudah waktunya berangkat", ujar sekretaris perusahaan Ranti.


" Selamat bekerja kawan, dan lancarkan segala urusannya, ujar Yudi.


" Terimakasih dan sampai nanti", ujar Ranti dan langsung beranjak, mengikuti sekretaris perusahaan.


" Maaf Nona Tiara yang mana?" tanya seorang bawahan kantor Ranti.


" Saya, ada keperluan apa? tanya Tiara.


" Maaf Nona, ini dari Nona Muda, ATM ini makan siang dan cemilan saat jalan- jalan", ujar anak buah Ranti.


" Terimakasih Pak', ujar Tiara.


Astaga Tiara, Kartunya sangat Bagus, pasti isinya banyak", ucap Yulianto.


Ya sudah mari kita siap-siap karena jadwalnya jam 10 kita mulai jalan-jalan.


Ternyata jarak kantor dengan hotel tempat mereka menginap tidaklah terlalu jauh.


Ranti masuk loby kantor yang terlihat tidak terlalu ramai, karena saat ini adalah hari Sabtu dan hari spesial menyambut kedatangan Ranti.


Para karyawan terdiri dari orang-orang yang berbeda-beda negara, terapi tetap yang terbanyak dari Singapura.


Mereka berkumpul dan Bertemu dengan bos besar mereka dalam suasana santai, dan banyak uang yang memuji kecantikan serta kecerdasan Ranti, namun saat mereka bertanya soal umur dan Ranti menjawab baru 17 tahun.


Sontak jawaban Ranti membuat para karyawannya terkejut, bahkan ada yang tidak sengaja memuntahkan roti yang dimakannya.


Di meja jamuan yang khusus masakan Indonesia terlihat para pelayan sibuk membersihkan meja dan mengganti piring kotor dengan piring bersih.

__ADS_1


Saat Ranti sedang menuju ke meja jamuan itu, tiba-tiba Ranti di tabrak seorang gadis, sontak Manajer Bank itu langsung memarahinya dan mengusirnya.


Tapi saat wanita melihat ke arah Ranti, wanita itu segera menundukkan wajahnya, Ranti berdiri dan mendekati gadis dan membantunya berdiri.


Betapa kagetnya Ranti saat melihat gadis itu, dia salah satu orang yang di cari Ranti, bukan apa-apa, dia hanya ingat Wanita itu adalah orang yang pernah di tolongnya dan orangtuanya yang pernah menampar Ranti.


" Kak Anggun, apa masih ingat dengan saya ? tanya Ranti.


" Masih Non, apa kabarnya ? tanya Anggun.


" Aku baik-baik saja, kak Anggun kemana saja, aku cari-cari tidak ketemu", ujar Ranti.


" Kami 6 bulan setelah aku keluar dari Rumah sakit, usaha papa saya bangkrut dan banyak hutang, jadi setelah rumah dan mobil di jual kami pindah ke kampung papa saya, dan sekarang aku bekerja di restoran orang Indonesia di sini, baru 2 bukan aku di sini, ibuku sakit jadi terpaksa aku aku kesini ikut teman", uang Anggun.


" Lantas kuliah kakak yang waktu itu bagaimana? tanya Ranti.


" Sudah berhenti, karena Ayahku sudah bangkrut di tambah Ayahku shock berat, karena tiba-tiba saja usahanya hancur", ujar Anggun.


" Ini nomor handphone saya, besok Sore kakak ikut pulang dengan saya, tak tega aku lihat kakak bekerja seperti ini", ujar Ranti.


" Ehh jangan Non, saya sudah tanda tangan kontrak 1 tahun, nanti kalau saya berhenti kena denda 10 ribu dollar dari agen saya", ujar Anggun.


" Jangankan 10 ribu dollar Singapura, 100 ribu pun aku bayar", ujar Ranti dan langsung memanggil Yoga.


" Kak Yoga setelah saya mau ke restoran kakak ini, dia teman saya, sudah lama saya mencarinya, saya mau bawa dia pulang", ujar Ranti.


" Baiklah, nanti saya yang antar Nona Muda ke sana", ujar Yoga Setiadi.


" Non, nanti saya pulang bagaimana, maaf bulan depan ibu saya harus operasi Tumor, " ujar Anggun.


" Yang menyembuhkan kaki kakak siapa?" tanya Ranti.


" Nona Ranti yang menyembuhkan kaki saya", jawab Anggun.


" Itu berarti saya juga bisa menyembuhkan Tumor ibumu, dan kenapa tidak datang ke rumahku sebelum pindah kampung, kan saya sudah kasih alamat dan nomor telpon", ucap Ranti.


" Saya waktu sudah tidak pegang handphone, sedangkan alamatnya saya sudah lupa taruh dimana, mau nanya sama teman papa, tapi papa melarang, apalagi kata papa ibuku dan ayah ku punya kesalahan sama Nona", Ujar Anggun.


" Jangan ungkit lagi masalah itu, yang penting sekarang, kakak pulang, dan saya akan obati ibunya kakak, dan untuk usaha kontraktor nanti aku kasih Modal dan ayahmu bisa bekerja di Perusahaan ku, apa kakak pernah dengar soal Mega Proyek Kota Terpadu dan Treasure Island", tanya Ranti.


" Kenal, ayahku meminta pekerjaan kepada seorang kontraktor yang kebetulan sekampung dengan kami, tapi malah ayah di bentak nya, katanya ayahku orang yang tak berguna, padahal dia dulu di tolong ayahku bekerja di perusahaan teman ayahku, hingga dia bisa punya perusahaan sendiri", ujar Anggun.


" Sudah tenang saja, nanti saat pulang, orang itu akan ku berhentikan dan ayahmu wajib menggantikan orang itu, Proyek itu milikku dan Om Pribadi teman Ayahmu adalah Pimpro nya, sudah sekarang kakak bersiap- siap kita ke restoran kakak sekarang", ujar Ranti.


" Kak Yoga, aku rasa, acaranya cukup sampai disini dulu, tolong semua yang hadir saat ini, berikan mereka 5 ribu dolar, masukkan ke pemakaian pribadi saya, jangan lupa Security dan OB serta OG juga yang hadir, perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, tapi mohon, Nona memberikan kata-kata penutup, ujar Yoga.


Setelah acara selesai, dan seluruh karyawan telah meninggalkan gedung itu, Ranti bersama dengan Yoga dan istrinya mendatangi restoran tempat Anggun bekerja.


Baru saja Ranti tiba di restoran, Ranti mendengar ada orang yang lagi marah- marah, dan saat Ranti makin dekat ternyata pemilik restoran itu sedang memarahi Anggun.


" Selamat siang, kami dari Kantor Southeast Asian Development Bank, kami datang mau membayar pesanan kami, berapa jumlahnya, maaf saya tidak membawa nota tagihannya jadi saya lupa, ujar Ranti.


" Kamu duduk dulu biar saya hitung, dan tolong titip maaf kepada bos kami Pak Yoga atas ketidaksopanan karyawan kami, yang sudah menabrak tamu di kantor kalian, dan total semuanya 18 ribu dollar, semoga hidangan seafood kami bisa di terima baik oleh Tamu dari Kantor kalian", ucap wanita paruh bayah pemilik restoran.


" Ini uangnya 20 ribu dan sisanya tips untuk para pelayan yang sudah melayani di kantor kami", ujar Ranti.


" Sama-sama, kata ibu itu, namun belum sempat dia memasukkan Uangnya ke laci, dia melihat pak Yoga Setiadi dan langsung buru-buru mendekati nya, dan membiarkan Ranti.

__ADS_1


" Selamat siang pak Yoga dan ibu, terimakasih sudah setia menjadi pelanggan kami, dan mohon maaf atas kejadian tadi, kata karyawan saya yang lain, ada karyawan saya menabrak tamu penting kantor Pak Yoga", Ujar ibu pemilik restoran.


__ADS_2