SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Membawa Pulang orangtua ke Surabaya


__ADS_3

Selesai proses yang menyakitkan, dan setelah mereka mandi, Monicha Herdiani terlebih dahulu melihat dirinya ke Cermin.


Ketika melihat dirinya, ada rasa kaget, bingung namun ada rasa bahagia, kulitnya kembali segar, dan bahkan lebih halus dari pada sebelum berada di pulau.


Nindya juga yang masih berada di kamar mandi merasakan hal yang sama, umurnya yang sudah mendekati 50 tahun, terlihat seperti wanita berusia 35 tahun.


Dan yang paling membuat mereka bahagia adalah, beragam penyakit di badan Terasa hilang semua, Ranti sudah menjelaskan, bahwa mereka hingga saat ini tidak ada pernah merasakan sakit.


Monicha dan Nindya, kaget melihat Bu Ratmi, yang terlihat lebih muda, dan lemak-lemak di tubuhnya kini hilang entah kemana.


Tak kala berbeda dengan Adriansyah dan Lukman, kedua laki-laki ini juga terlihat lebih fresh dan tidak ada lagi guratan kasar di kulit mereka.


" Bagaimana", apa yang di rasakan sekarang?, tanya Ranti


" Kami, seolah-olah terlahir kembali", ucap Adriansyah.


" Baguslah, tenang saja tidak akan ada efek samping negatif, Dady bisa lihat princes, dan bisa lihat kakak-kakakku, mereka semuanya cantik-cantik dan ganteng", ujar Ranti


" Dan ini buat kalian semuanya, Ranti memberikan handphone iPhone 14 Promax, lanjut Ranti


" Terimakasih Nona Muda, ucap Bu Ratmi dan Lukman.


" Sama-sama bibi dan juga Paman, ingat mulai hari ini, Paman dan Bibi harus bahagia, jangan mikir yang sudah lewat, ucap Ranti sambil merangkul suami istri paruh bayah itu.


" Sejujurnya, paman dan bibi, ingin minta ijin, mau mencari anak kami yang di bawa kabur tetangga, sewaktu, berumur 3 tahu dan Paman belum bertemu dengan Tuan, ujar Lukman.


" Apa benar begitu Dady, tanya Ranti"


" Ia, lebih tepatnya anak Paman mu Lukman, dengan istri pertamanya, tapi istri pertama Pamanmu meninggal dan bayinya di rawat sama Bibimu Ratmi, yang memang tidak bisa punya anak, jawab Adriansyah.


" Pantas saja, Bibi Ratmi sangat sayang kepadaku, terimakasih banyak ya Bibi Ratmi, ucap Ranti sambil memeluk erat bibi Ratmi.


" Sama-sama Nona Muda, bibi Ratmi.


" Ya sudah, tolong kasih tau siapa namanya dan siapa yang menculiknya, biar Ranti turut membantu, Ucap Ranti


" Namanya Arfandy, kalau dia masih hidup, mungkin usianya sudah 27 atau 28 tahun, terakhir kabar katanya anak Paman telah jual ke orang kaya, menurut tetangga tempat tinggal yang membawa kabur anak Paman, Ucap Lukman.


" Siapa nama tetangga Paman yang membawa kabur anak Paman, tanya Ranti


" Subagyo dan Irma, tapi mereka berdua sudah meninggal, di hajar massa karena kasus penculikan Anak, ucap Lukman.


" Tenang saja, kalau masih ada jodoh pasti bertemu, tenang saja Paman, ujar Ranti


" Terimakasih Nona Muda, makanya saat Nona Muda lahir, paman dan Bibimu sangat menyayangi mu, dan saat peristiwa malam itu, Paman dan bibi sudah putuskan untuk menyelamatkan Nona Muda dan Nyonya, waktu nyonya masuk RS, paman terpikir jika waktu itu nyonya tidak selamat, Paman dan bibi akan membawamu keluar dari Pulau Jawa, ucap Lukman.


" Terimakasih Paman dan Bibi, kesetiaan dan ketulusan Paman adalah salah satu faktor Tuhan mau mempertemukan kita kembali, kita cari perlahan-lahan, Ranti janji akan membantu Paman dan Bibi, ucap Ranti.


Sementara berbincang dengan keluarganya, Rendi menelpon Ranti


" Halo Rendi ada apa" ?, tanya Ranti.


" Maaf Nona, hanya mau konfirmasi, apa benar Nona berada di Jakarta, tanya Rendi


" Ya ada apa? tanya Ranti


" Maaf sebelumnya Nona, Tim Keamanan kita di gugat, dengan alasan tidak memberikan ruang kepada ormas-ormas setempat, Ucap Rendi.


" Hari ini aku pulang, besok saya akan hadir di proyek, kamu temani saya ke sana, Perintah Ranti


" Maaf Nona, mereka minta pertemuan jam 3 sore ini, jika tidak mereka akan mengganggu pembangunan kita, kemarin pekerja dan tim Keamanan kita di serbu hampir 500 orang, untung polisi cepat datang, pertemuan nanti di laksanakan di Polrestabes Surabaya, ucap Rendi.


" Baiklah aku akan datang, saat ini aku pulang, tolong kasih tau pihak Bandara dan siapkan pesawatnya, perintah Ranti.


" Semua sudah ku persiapkan Nona, jam berapapun anda mau berangkat, seluruh Bandara besar di Indonesia siap melayani pesawat Nona, ucap Rendi


" Jam 2 siang aku tiba disana, siapkan Tim Keamanan Awal dan harus lengkap, perintah Ranti


Adriansyah dan Monicha, melihat Ranti memerintah anak buahnya hanya bisa senyum saja, suara dan intonasi suara Ranti, terdengar sangat berwibawa, tidak ada kesan kalau dia masih Remaja.


" Princes ada masalah apa, tanya Adriansyah.

__ADS_1


" Masalah itu hati, Ranti saat ini lagi membangun sebuah kota Baru, dengan luas lahan 25 ribu hektare, dan memang Ranti menggunakan Tim Keamanan dari Perusahaan Ranti, ormas-ormas di daerah sekitar tidak terima dan menyerang pekerja proyek itu, ujar Ranti


" Princes dapat proyek pembangunan Kota Baru !, penasaran Adriansyah.


" Bukan dapat, tapi ini memang proyek Perusahaanku, lahan itu milikku, milik Pribadi, dan semua perusahaan yang ku dirikan, semuanya 100% saham adalah milikku, ujar Ranti.


" Princes, anggarannya pasti sangat besar", berapa anggaran yang kamu siapkan dalam pembangunan itu ?, tanya Adriansyah.


" Sangat banyak, 300 triliun diluar pembelian tanah seluar 25 ribu hektare", ucap Ranti


Adriansyah dan Monicha, serta yang lainnya, hanya bisa melongo mendengar omongan Ranti yang begitu santainya.


" Hanya biaya pembangunan, anggaran yang di siapkan hingga 300 triliun, astaga..! kota seperti apa yang apa yang ingin kamu buat sayang, ucap Monicha.


" Lihat saja site plan dan masterplannya nanti di rumah, ucap Ranti.


" Kamu itu, sungguh membuat Dady dan mommy jantungan, ucap Adriansyah.


" Itu belum seberapa, lihat saja nanti setahun lagi, Posisi Dady dan mommy yang hingga saat ini sebagai orang terkaya nomor 1 di Indonesia akan kalah, ucap Ranti sombong


" Hahahaha, pasti kalah sayang, andai mommy dan Dady, kamu usir pasti kami akan jadi gelandangan, secara semua yang kami miliki sudah atas nama kamu sayang, dan akan berlaku saat kamu berusia 17 tahun, ucap Monicha.


" Waduh, kalau uang saya di gabungkan dengan punya Dady dan mommy, bisa berapa banyak itu Mom, ? tanya Ranti


" Sayang kenapa Pamanmu, Ferdiansyah tidak membunuh Dady dan mommy, alasannya karena mereka mau mengancam kamu agar memindahkan seluruh aset Dady dan mommy, asal kamu tahu, yang di pegang oleh Haris Setiadi itu hanya Setengah dari harta Dady dan mommy, tanya Bibimu Nindya yang mengurus keuangan Dady dan mommy, ucap Adriansyah.


" Ia sayang, Bibimu ini yang mengatur semuanya, dan bibi, yang menawarkan diri, daripada orang lain, kebetulan suami bibi lulusan keuangan sama dengan Bibi, jadi kami bantu Dady dan mommy kamu, ucap Nindya.


" Ternyata Bibiku ini, sama pintarnya dengan kakak kembarku, bibi tau gak yang paling galak itu kak Renita, kalau dia gak suka, pasti itu orang itu akan marahi Abis- abisan, ucap Ranti


" Hahahaha, bisa aja kamu sayang, ucap Nindya.


" Benar Bi, kalau kak Renata, kayak ibu-ibu apalagi kalau aku buat salah, ya sudah, panas kuping aku di ceramahin sama kak Renata, mau melawan aku gak berani, nanti kalau dia ngambek beneran dan benci sama Ranti, gimana dong, ucap Ranti


" Kan kamu tinggal gak kasih mereka uang bulanan, ucap Nindya


" Janganlah, toh semua demi kebaikan aku, jadi biar saja, aku malah senang kalau mereka masih mau menegurku dan menasehati aku, itu berarti mereka sangat peduli dan sayang samaku, ucap Ranti bijaksana.


Selesai mereka berbincang-bincang dan bercanda, Ranti memutuskan untuk ke Bandara.


" Bibi, saat ini ikut kami ke Surabaya dulu, nanti baru kita Jogjakarta, atau ku panggil saja kakak kembar ke Surabaya, hari Sabtu.


" Baiklah, tapi bibi ingin menghubungi mereka, ucap Nindya.


" Nanti sore kita telpon, tadi sudah ku kirim pesan, katanya mereka ada jelas sampe jam 2 Siang, ucap Ranti.


Tak terasa, mereka sudah tiba di bandara di antar Rezita dan Sasha, Ranti mengajak mereka ke ruang VVIP.


Mereka begitu takjub dengan ruangan VVIP nya, namun mereka belum tahu, kalau nanti mereka akan ke Surabaya menggunakan Pesawat Jet Pribadi.


" Selamat datang Nona, apa anda ingin berangkat sekarang, tanya petugas Bandara, yang sudah mengenal Ranti.


" Berangkat sekarang saja, saya ada urusan di Surabaya, tolong data manifestasi kelima orang ini, di rahasiakan, apa kamu bisa melakukannya untukku, ucap Ranti.


" Santai saja Nona, sesuai permintaan anda, ucap petugas itu.


" Terimakasih, ini handphone buat kamu, ucap Ranti sambil memberikan handphone iPhone 13 Promax, hasil sitaan.


Tak berapa lama, pesawat Ranti sudah berada di depan pintu keluar ruangan VVIP Bandara Soekarno Hatta.


Kembali lagi Ranti memberikan kejutan buat kepada orangtuanya, dan yang lainnya.


" Princes kamu sewa berapa pesawat ini, tanya Monicha.


" Ini milik Pribadi Princes, hanya karena ijin harus menggunakan perusahaan, jadi Pesawat ini masuk daftar aset Perusahaan ku, ucap Ranti


Monicha dan Adriansyah hanya bisa geleng-geleng kepala, melihat putri mereka.


" Selamat datang Nona Muda, ucap para Pramugari dan Pilot


" Terimakasih, kapan kalian akan menjemput kak Vanya, tanya Ranti.

__ADS_1


" Nona Muda Vanya meminta tidak usah di jemput, dia mau kereta dengan orang tuanya ke Malang, ucap Seorang Pramugari, yang spesial mengurus keperluan saudara- saudara Ranti, khusunya Salma, dia di gaji 1,5 milyar Pertahun.


Didalam pesawat, mereka di suguhkan dengan cemilan yang sangat enak, Kecuali Ranti yang favorit nya kentang goreng atau nugget, dan kopi latte.


" Hari Jum'at Sore tolong jemput, kak Darel dan Sonia dari Jakarta dan juga, kakak kembarku di Jogja, perintah Ranti ke Pramugari dan Pilot.


" Baik Nona Muda, ucap mereka serentak".


Tepat jam 11 siang mereka mendarat di Bandara Juanda Surabaya.


Terlihat, Mang Dul sudah menunggu, di parkiran VVIP.


" Selamat Siang Nona Muda, Ucap Mang Dul dengan hormat.


" Dul.. benar kamu Dul, teriak Lukman


" Benar Tuan Lukman, apa kabar dan kemana saja, tanya Mang Dul.


" Panjang Ceritanya, apa kabar istrimu Likha, tanya Lukman.


" Kami bekerja dirumah Nona Muda Ranti, istri saya yang duluan, biasa jadi asisten rumah tangga, ucap Mang Dul.


" Mang Dul, ralat sebutan asisten rumah tangga, ucap Ranti


" Hehehehe maaf Nona Muda, ucap mang Dul.


" Likha bertanggung jawab mengurus semua pelayan di rumah, dan mengatur menu serta logistik dapur, Ucap Mang Dul kepada Lukman.


" Kapan kamu kembali ke Surabaya, tanya Lukman.


" Setelah Tuan Direktur menghilang, kami semua di pecat dari JS Group, semua petinggi di pecat, termasuk atasan saya, ucap mang Dul.


" Lalu bagaimana, bisa bertemu dengan Nona Muda Ranti, tanya Lukman penuh selidik.


" Dari pak Mario, manajer developer tempat saya bekerja, ketika Nona Muda beli rumah dan butuh Asisten Rumah tangga, Pak Mario menawarkan kepada istri saya, dan hingga sekarang aku juga ikut bekerja, dirumah Nona Muda dan tinggal di rumah Nona Muda, tak diperbolehkan kami mengontrak rumah, mang Dul dengan jujur.


" Dul asal kamu tahu, Direktur Utama kita yang menghilang adalah Orangtua Kandung dari Nona Muda Ranti, ucap Lukman.


Bagai disambar Petir Mang Dul mendengar Lukman memberi tahu identitas asli Ranti.


Mang Dul memang tidak kenal akrab dengan Adriansyah, Mang Dul salah satu kantor, dan bosnya seorang Manajer, Mang Dul hanya kagum, sejak Adriansyah yang jadi direktur utama, kesejahteraan karyawan terjamin, dia dan karyawan lain di pecat oleh Ferdiansyah Setiawan.


" Nona Muda, Maaf kenapa tidak menggunakan nama Setiawan di seluruh surat mobil, tanya mang Dul.


" Rahasia, hehehehe, Ranti malah menjawab dengan candaan, kepada Mang Dul.


" Sejujurnya, agar tidak ada yang curiga siapa saya sebenarnya, kalau mang Dul pernah tau cerita tentang orangtua ku, itulah alasan aku belum memakai nama Setiawan, tapi dalam waktu dekat aku akan menggunakannya, ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, saya dan istri, tidak salah memilih majikan, ucap Mang Dul.


" Sama-sama Mang Dul, kalian berdua juga sangat rajin dan menganggap aku dan saudara-saudaraku adalah anak kalian, makanya kalian berdua tinggal di rumah utama, Ucap Ranti.


" Terimakasih kepercayaan dan penghargaan nona kepada kami berdua, ucap Mang Dul.


" Ayo kita pulang, ajak Ranti"


" Maaf Nona Muda, Tuan Muda Armando di pukul oleh orang tua murid dan di usir gurunya, Sekarang Tuan Muda dan Nona Muda Salma, tidak mau kesekolah, Ucap Mang Dul.


" Apa kesalahan Armando, tanya Ranti


" Menurut Yati, dan orang tua murid lainnya, Tuan Muda Armando membela temannya yang di pukul oleh anak orang tua murid yang memukul Tuan Muda Armando, Saksi ada 4 orang, tapi para guru menyalahkan Tuan Armando sampai menghina Tuan Muda dengan bilang anak pungut, lapor Mang Dul.


" Terus apa tindakan kak Dewi, tanya Ranti.


" Nona Muda Dewi, sudah mengurusnya, dan tinggal menunggu Nona Muda saja, untuk menentukan hukuman apa yang pantas buat guru dan orang tua murid itu, ucap mang Dul.


" Tuntut ke polisi, dan guru - guru itu, pecat semuanya, bagaimana menurut mang Dul, ucap Ranti.


" Sudah sepantasnya, Nona Muda bisa lihat pipi Tuan Muda Armando masih bengkak, ucap Mang Dul.


Tak terasa mereka sudah sampai dirumah, mereka di sambut oleh seluruh pelayan dan pekerja lainnya, Termasuk Salma.

__ADS_1


" Selamat Datang Kembali Nona Muda, dan selamat datang di kediaman kami, Tuan-tuan dan Nyonya sekalian, ucap Bu Likha.


__ADS_2