SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Peresmian RPS Finance


__ADS_3

DING.. DING


* Selamat Tuan anda telah berhasil menyelesaikan misi dadakan menolong seorang gadis membayar hutang sebesar 50 juta. Hadiah :



5.000.000.000




500.000.000




1.000.000.000



" Terimalah Rose "


Sepulang dari Mall Galaxy, mereka semua bersaudara, menuju kamar mandi dan membersihkan diri masing-masing dan berganti pakaian santai.


* Tuan anda belum check in hari ini


" oke Rose CHECK IN "


Selamat Tuan anda mendapatkan lahan kosong 10 ribu m², di Pondok Indah Jakarta, semua Dokumen sudah tersimpan di sistem.


" Terimakasih Rose "


" Apakah lahan itu bisa saya bangun Rumah, Tanya Ranti


* Untuk saat ini, masih belum bisa dan seperti biasa saat 18 tahun, tapi Tuan tenang saja, Rose berikan Tuan kesempatan menggunakan 1 kupon permintaan Darurat.


" Saya hanya ingin membangun rumah dengan 9 kamar tidur utama, 6 kamar tidur Tamu, serta kamar tidur pelayan dan semuanya dengan bahan material premium.


* Permintaan Darurat di terima, dan pembangunan rumah ini di kerjakan oleh Sistem dan biaya akan di potong dari Saldo Tuan.


" Terimakasih Rose, saya hanya ingin kapan-kapan kami akan tinggal di Jakarta, tak perlu sewa hotel


* Rose mengerti, tujuan tuan ingin ke Jakarta, jawab Rose


" Rose kamu selalu tahu apa yang kupikirkan, balas Ranti


* Pasti Tuan, pembangunan rumah akan Rose atur agar selesai tepat Tuan berusia 18 tahun, balas Rose


" Sangat bagus, memang itu tujuanku Rose, aku ingin ke Jakarta saat usia 18 Tahun, atau saat aku lulus SMA. Semua saudaraku dan pelayan akan ku bawa ke Jakarta.


* Apakah anda akan selamanya akan tinggal di Jakarta, Tanya Rose


" Tentu tidak, aku akan tetap di Surabaya, jika kuliahku sudah selesai, kata Ranti


* Lebih nyaman di Surabaya daripada di Jakarta, kalau ingin menetap.


" Benar Rose, aku tetap tidak ingin terekspose.


* Sangat baik pemikiran anda dan Rose sangat bahagia, jawab Rose


Ketukan terdengar di pintu kamar Ranti, berarti waktunya makan malam.


Semua sudah berkumpul di meja makan, tidak terkecuali Dewi dan Ketty


" Nona Ranti, apa benar Nona membelikan saya rumah untuk di tempati orangtuaku dan adik-adikku, tanya Dewi


" Ia benar, tapi kak Dewi tidak boleh tinggal tinggal di rumah itu, kata Ranti


" Aku tidak mengerti Nona, jawab Dewi


" Ingat baik-baik, mulai hari ini, kak Dewi tidak boleh memanggil kami dengan sebutan Nona atau Tuan, panggil kami dengan sebutan adik. kata Ranti.


" Tapi itu tidak sopan, kata Dewi

__ADS_1


" Siapa yang bilang tidak sopan, semua kakakku protes dan tidak suka kak Dewi memanggil kami dengan sebutan Nona dan Tuan Muda, apalagi Ketty sudah kami angkat jadi keponakan kami, apakah wajar masih memanggil kami Nona dan tuan Muda, balas Ranti tegas.


" Kak Dewi, dari awal saya dan adik-adik saya, sangat risih kalau kak Dewi memanggil kami seperti itu, saya Kepala Keluarga di sini, dan ini sudah keputusan kami, kata Darel lebih tegas.


" Terimakasih, kalian semua memberikan saya dan Ketty status terbaik buat kami berdua, kata Dewi dengan mata berkaca-kaca.


" Bu Likha, tolong mulai hari ini seluruh pekerja disini, memanggil Dewi dengan sebutan Nona Muda, jika ada yang protes, suruh pergi dari rumah ini, kata Darel tegas


" Dari awal Tuan Muda, kami semua berniat memanggil Non Dewi, dengan sebutan Nona, tapi Non Dewi tidak mau, jawab Bu Likha.


" Sekarang semua sudah beres dan tidak ada masalah lagi, Kak Dewi mulai besok cari pengasuh buat Ketty Angelina, agar pekerjaan kak Dewi di Kafe tidak terhambat, selanjutnya cari asisten yang membantu kak Dewi mengelola Kafe, perintah Ranti.


" Baik dek, kakak akan cari secepatnya dan terimakasih buat segalanya.


" Berarti sudah terjawab, kenapa kak Dewi tidak boleh tinggal di rumah yang baru saya beli, jawab Ranti.


" Kakak sudah mengerti, sekali lagi terimakasih.


" Nah begitu dong, dan sebagai permohonan kami adik-adik kak Dewi, kami mau kakak membuatkan masakan terbaik kakak hari Minggu lusa, bagaimana, kata Mercy dan di anggukin Rindu


" Baiklah, hari Minggu kakak akan masak spesial untuk kalian semua termasuk orang yang bekerja di rumah ini, kata Dewi dengan bahagia.


" Mari kita nikmati makanannya sekarang, kata Darel.


Mereka semua menikmati makan malam dengan penuh sukacita, Dewi Dewi dengan status baru, terlihat sungguh bahagia, tak pernah berpikir untuk masalah status dirumah Ranti.


Dewi yang memang sifatnya rendah memang tidak peduli dengan status, tujuannya hanya satu, dia hanya ingin Ketty memiliki kehidupan yang layak.


Selesai mereka makan malam, Ranti mengingatkan bahwa besok ada acara peresmian perusahaan jam 9 pagi, jadi mereka akan berangkat jam 8 pagi.


Malam telah berganti pagi, semua mereka sudah bangun, mereka sudah beraktivitas seperti biasa, namun belum latihan fisik tai Chi.


Kini mereka tenga menikmati sarapan pagi, Dewi selalu membuat sarapan pagi dengan menu berbeda atau menu biasa tapi di modifikasi olehnya, hingga mereka semua tidak pernah bosan dengan menu sarapan pagi.


Semuanya sudah siap dengan pakaian yang di pesan dari butik mamanya Sonia, kecuali Dewi


Ranti menggunakan mobil Bugatti Chiron, Darel dengan Bugatti Veyron sedangkan lima lainnya menggunakan Koenigsegg Regera dan 2 bocah Armando dan Salma menggunakan Alphard baru mereka di supiri Mang Dul dan di dampingi Yati pengasuh 2 bocah itu, Dewi sendiri tetap setia dengan BMW nya, padahal Ranti sudah memesan mobil Aston Martin Vanquish seharga 11 milyar, sebagai hadiah status baru Dewi.


Jalanan kota Surabaya kembali menjadi sorotan, dengan penampakan 2 Bugatti mewah, Chiron dan Veyron, di tambah lagi 5 Koenigsegg Regera, sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan, di susul dengan BMW dan Alphard.


Terlihat ketujuh mobil mewah itu memasuki area gedung RPS Finance, dan menempati parkiran VVIP yang berkapasitas 12 mobil.


Gedung RPS Finance yang berdiri megah dan telah di renovasi dengan begitu megah, menambah kesan sebuah perusahaan baru yang akan mendominasi.


Ranti melihat Clara sedang berbicara dengan Rendi, memutuskan untuk mendekati mereka berdua.


" Selamat pagi Nona Muda, sapa Rendi


" Selamat pagi Nona Muda, sapa Clara


" Selamat pagi buat kalian berdua, balas Ranti


" Rendi, apa benar Clara sudah memasukkan surat lamaran di kantor kita, tanya Ranti mendadak


" Benar Nona Muda, dia melamar ingin Magang, karena masih sementara kuliah atau sedang menunggu sidang skripsi, jadi kami menunda pemanggilan Clara, dan kami juga sudah memprioritaskan Clara ketika dia lulus ujian maka akan langsung di panggil, jawab Rendi


" Terus, bagaimana kelanjutannya, tanya Ranti


" Tadi jam delapan tepat dia datang menemui saya dan membawa kartu nama anda Nona Muda, jadi mulai hari ini, sudah kami putuskan untuk tidak menunda memanggil Clara dan akan menjadi staf pertama yang di terima bekerja disini dengan percobaan di Posisi Supervisor UKM, kata Rendi.


" Bagus, berarti Clara akan lebih banyak bergerak dalam memberikan arahan dan membantu para UKM dalam mengembangkan usaha mereka, kata Ranti mencoba memahami pekerjaan Clara


" Benar Nona, RPS Finance, tidak hanya memberikan bantuan modal, tapi bantuan manajemen kepada pengusaha UKM dan UMKM, tujuannya adalah dengan kita membantu membangun manajemen mereka maka kemungkinan gagal bayar akan lebih sedikit, kata Rendi


" Sangat brilian kamu Rendi, puji Ranti


" Dan kamu Clara, ini pekerjaan mulia, kamu bisa memajukan perusahaan dan juga kamu Turut membantu orang lain berkembang, bagaimana menurutmu


" Saya sangat berterimakasih di berikan posisi ini, saya berjanji tidak akan mengecewakan perusahaan dan akan menjalankan visi misi perusahaan dengan kemampuan yang saya miliki, kata Clara.


" Kamu harus semangat dan ingat seluruh teman seangkatan kamu, setelah wisuda mereka sibuk mencari pekerjaan, tapi kamu sudah menduduki posisi Supervisor walau kamu belum lulus kuliah, pesan saya, tetap jadi Clara yang rendah hati, kata Ranti


" Terimakasih Nona Muda, sudah mengingatkan saya, jawab Clara.


" Maaf Clara kamu di cari oleh kedua adikku, katanya mereka mau ketemu kamu, mereka disana, kata Ranti sambil menunjuk kearah adik-adiknya

__ADS_1


Setelah Clara pergi, Ranti dan Rendi terlibat pembicaraan seputar peresmian tepat, para undangan juga sudah mulai berdatangan, tak terkecuali para kelompok Tani dan penerima bantuan gratis yang di berikan Ranti, sudah mulai memasuki gedung serbaguna milik RPS Finance.


" Rendi, yang namanya Lupita apakah kamu sudah mengatur posisinya juga, dia akan menjadi sekretaris kamu di perusahaan ini, tanya Ranti


" Sudah Nona, sekarang Lupita berada di dalam gedung lagi membantu untuk acara hari ini, dia dari kemarin sudah masuk, dan lumayan cekatan kerjanya, jawab Rendi


" Penghianat kantor apa sudah di bereskan, tanya Ranti lagi


" Sudah Nona dan sudah di ganti sesuai arahan Nona, jawab Rendi


" Bagus Rendi, mulai Tahun ini gajimu 3 milyar per tahun , tolong lebih giat lagi, kinerja perusahaan dan kinerja kamu memuaskan, aku janji akan memberikan kamu 5 % saham dari RPS Finance, bagaimana kamu sanggup terima tantangan ku, tanya Ranti


" Terimakasih Nona Muda, saya akan berusaha dengan baik, jawab Rendi


" Saat ini Jabatan resmi kamu di perusahaan ini adalah Direktur, untuk sementara waktu, nanti jika semua Aset sudah berada dalam kendaliku maka akan ada perubahan untukmu.


" Untuk Clara, setelah 1 tahun dan jika kinerja dia bagus, segera naikkan jabatannya, begitu juga Lupita, kata Ranti


" Baik Nona, saya akan menggembleng mereka dengan baik, agar bisa jadi andalan bagi RPS GROUP COMPANY di masa depan.


" Kamu memang pintar melihat situasi , puji Ranti ke Rendi


" Mana istrimu, daritadi aku tak melihat kak Bella, tanya Ranti


" Dia di ruangan saya bersama mertua saya Nona, Jawab Rendi


" Ya sudah aku mau gabung dengan saudara - saudara ku, kata Ranti dan meninggalkan Rendi


" Aku sangat bersyukur bisa menjadi karyawan Nona Ranti, kini gajiku sudah sangat besar, istriku dan anakku kelak tidak perlu repot-repot lagi memikirkan soal uang, terimakasih Nona Muda Ranti, batin Rendi.


Tepat pukul 09.00 wib, terlihat 2 orang pembawa acara sudah menaiki panggung, dan langsung mengumumkan susunan acara.


Ini kali pertama Ranti beserta kakak-kakaknya dan adiknya mengikuti acara resmi, penampilan mereka yang sederhana tidak menutup keanggunan dan status mereka.


Para undangan, dari berbagai kalangan, dari pengusaha besar hingga UMKM di kumpulkan dalam satu arena gedung RPS Finance, suatu penampilan yang berbeda.


Kini acara sambutan - sambutan sudah selesai, dan saatnya acara gunting pita yang dilakukan oleh Pemilik Perusahaan yaitu Ranti Bersaudara.


Ketika tamu undangan melihat mereka bersembilan, mereka menampilkan wajah keterkejutan, bagaimana Perusahaan yang memiliki modal awal 20 triliun lebih ternyata di miliki oleh orang yang belum berumur 20 Tahun, apalagi melihat 2 bocah Armando dan Salma.


" Terimakasih Tuan - tuan dan Nyonya - nyonya, dan hadirin sekalian, saya sebagai kepala keluarga dan Pemilik Perusahaan RPS Finance dengan ini menyatakan RPS Finance resmi di buka dan beroperasi, kata Darel.


Setelah melakukan gunting pita, mereka bersembilan kembali ke meja khusus di sediakan untuk mereka, hanya ada satu kamera yang merekam aktifitas mereka.


Aplikasi Mata Dewa terus memantau handphone para tamu undangan, jika ada yang memotret atau merekam video, maka Aplikasi Mata Dewa tak segan-segan menghadiahkan virus ke handphone mereka.


Ramah tamah pun di mulai, dan terlihat sebuah pemandangan yang cukup membuat Ranti menjadi sorotan adalah dia menggendong Ketty saat Dewi sedang makan.


Seorang pria Muda datang mendekat dengan membawa minuman kepada Ranti.


" Hai, perkenalkan nama saya Marlon, Direktur Perusahan Megamas Multi finance


" Oh hai juga, saya Ranti sebagai tamu undangan di acara ini.


" Anda bekerja di perusahaan apa Nona, tanya Marlon


" Maaf saya masih sekolah jadi belum bekerja, jawab Ranti


" Bolehkah saya meminta nomor telepon anda, tanya Marlon


" Tidak, saya tidak mau terganggu dengan telpon yang tidak penting, jadi mohon maaf, kata Ranti


" Siapa yang mengundang anda untuk hadir disini, tanya Marlon


" Tuan Rendi, Dia Direktur di Perusahaan ini, apa anda mengenalnya, tanya Ranti


" Saya mengenalnya tapi tidak akrab, kata Marlon


" Apa masih ada yang ingin anda bicarakan, Sindir Ranti


" Tidak ada lagi Nona, maaf telah mengganggu anda, jawab Marlon


" Ya anda sudah membangunkan ponakan saya, kata Ranti to the point


Marlon segera beranjak dari situ dengan hati yang kesal, selama ini banyak wanita yang tergila-gila dengannya, karena Marlon termasuk ganteng juga kaya dan punya posisi sebagai direktur.

__ADS_1


" Sombong sekali gadis itu, dia tak memandang sama sekali terhadap aku, batin Marlon.


" Jangan bilang Marlon kalau kamu tidak bertekuk lutut di hadapanku, seringai batin Marlon.


__ADS_2