SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Keluarga Vanya dan rencana Ranti


__ADS_3

Setelah dari rumah Ayahnya Armando, Ranti melanjutkan perjalanannya menuju Tangerang, tepatnya di wilayah Lippo Karawaci, dia hendak menemui Ayah dari kakak yang paling dia sayang.


Vanya adalah sosok kakak yang membentuk karakter dari Darel, Mercy, Friska, Rindu dan Ranti.


Didikannya yang sangat sederhana, membawa mereka hidup sederhana walau saat ini, merekalah orang-orang terkaya di Indonesia, dengan kekayaan diatas 1000 triliun, apalagi Ranti, yang merupakan orang kaya sejagat.


20 menit kemudian Ranti tiba di daerah perkampungan, yang merupakan bekas kontrakan ayah dan kakaknya Vanya.


Aplikasi Mata Dewa melaporkan bahwa, ayah dan kakaknya Vanya, sedang berada di bekas kontrakan mereka, kenapa mereka kembali kesana, itu dikarenakan, ayah dan kakak ipar Vanya hari ini sedang, membersihkan kontrakan mereka dan mengambil beberapa sisa barang yang menurut mereka berharga.


Selamat siang, Saya Ranti Putri Setiawan, ingin bertemu dengan Pak Hendra Gunawan dan Vernita Gunawan, saya berasal dari Surabaya", sapa Ranti.


" Saya Hendra Gunawan dan ini anak dan menantu saya, Serafim, tapi maaf boleh ucap sekali lagi nama Nona", tanya Pak Hendra.


" Saya Ranti Putri Setiawan, sengaja datang, untuk bertemu dengan bapak", ucap Ranti memperkenalkan dirinya sekali lagi.


Sejenak pak Hendra ayahnya Vanya terdiam.


" Oh astaga Nona, maafkan bapak, Apakah Nona yang menyuruh orang-orang kemarin untuk membantu saya dan menantu? tanya pak Hendra.


" Ia, mereka adalah orang saya, dan sengaja saya suruh untuk menyiapkan semua ini, agar kakak kesayangan saya, bahagia melihat kalian.


Rumah itu saya beli untuk bapak, dan sertifikatnya juga sudah atas nama bapak, begitu juga mobil dan motor untuk bapak.


Sedangkan rumah untuk kak Vernita, juga saya beli atas nama, kak Vernita, begitu juga mobil dan motor.


Untuk suami kak Vernita, saya bukan tidak mempercayai kak Serafim, hingga saya memberikan fasilitas ini atas nama keluarga kakak saya, tapi maaf ini urusan keluarga kakak saya, tapi jangan berkecil hati, saya tahu kakak orang baik, makanya saya berikan tabungan Deposito sebesar 50 triliun untuk kak Serafim, dan bantulah keluarga kakak yang benar-benar kesulitan.


Jika keluarga kak Serafim ada yang tidak suka dengan kak Vernita, saya harap kakak jangan membantu mereka menggunakan uang saya", apa kak Serafim paham maksud saya, tegas Ranti.


" Saya paham Nona, dan terimakasih sudah memberikan kami rumah, jujur sebagai laki-laki saya malu, karena belum bisa memberikan rumah untuk Vernita, apalagi sekarang malah Nona yang membelikan kami rumah, saya sadar dengan kemampuan saya", ucap Serafim.


" Asal kak Serafim tulus menyayangi kak Vernita, maka kakak bisa menikmati hidup dengan lebih baik.


Tapi ingat, seluruh saudara saya tidak suka dengan namanya orang sombong dan serakah, serta suka memamerkan kekayaan, siapapun orangnya sudah pasti kami tidak akan berteman dengannya", tegas Ranti.


" Maaf Nona, kami penasaran, kenapa anda begitu baik dengan kami, bapak kamu berikan uang 150 triliun, Vernita 150 triliun dan Serafim 50 Triliun, bahkan cucu saya yang masih berusia 2 tahun sudah anda berikan uang 25 triliun.


Nona juga memberikan kami uang untuk biaya sehari-hari, 250 milyar perorang", ucap ayahnya Vanya.


" Apakah anak bapak hanya kak Vernita atau ada yang lain? ujar Ranti.


Ayahnya Vanya terkejut dengan pertanyaan Ranti yang tiba-tiba.


" Semua karena kesalahan saya, hingga keluarga saya jadi seperti ini, sejak saya di pecat tanpa alasan dari Perusahaan tempat saya bekerja, akhirnya saya terjerumus dengan alkohol, hingga akhirnya, istri saya menggugat cerai, dan semuanya kami bagi, termasuk anak.


Putri bungsu saya bernama Vanya Kartika, ikut bersama mantan istri saya dan mereka kembali ke kampung halamannya di Jawa Timur, saat itu Vanya berusia 2,5 tahun, sedangkan Vernita 5 tahun.


Setelah perceraian itu, saya tinggal daerah ini, sambil membesarkan Vernita sendirian, intinya Nona, Saya memiliki 2 Putri, Vernita Purwati dan Vanya Kartika, tapi kabar terakhir saya dengar, setahun mereka disana, mantan istri saya meninggal, tapi tak ada satupun keluarga mantan istri saya membantunya, saya dengar pemakamannya hanya diurus oleh seseorang", ucap pak Hendra.


" Lalu apakah bapak pernah mencari Putri bungsu bapak? tanya Ranti.


" Pernah beberapa kali, tapi karena ekonomi saya juga pas-pasan, jadi saya tak meneruskan pencariannya, terkahir saya datang ke kampung mantan istri saya, tapi semuanya bilang, kalau itu sudah bukan urusan mereka.


Sampai hari ini, mantan mertua saya, masih hidup, tapi mereka tak pernah bertanya soal kedua Putri saya", ucap Pak Hendra.


" Kenapa bisa demikian? tanya Ranti.


" Mantan mertua saya, termasuk orang yang sangat kaya di Pacitan bahkan, termasuk pengusaha yang sangat banyak bisnisnya, jujur saja, kami menikah tidak di restui oleh mereka, itulah kenapa saya bilang bahwa ini kesalahan saya, saya sudah menyia-nyiakan mantan istri saya yang rela melepas statusnya, bahkan rela di coret dari daftar keluarga", ucap Hendra.


" Semua sudah lewat, dan syukurlah jika bapak sudah menyadarinya, Putri bungsu bapak, adalah kakak angkat saya, kami di besarkan di Panti Asuhan Charity Surabaya, yang saat itu masih di pimpin oleh suster Diana.


Menurut Suster Diana, mamanya kak Vernita dan kakak saya Vanya Gunadi, berpesan agar jangan menceritakan apapun tentang keberadaan kak Vanya.


Ranti menceritakan semua tentang Vanya, saat mereka masih di Panti Asuhan Charity, hingga Vanya di adopsi keluarga Gunadi dari Magelang, hingga mereka bertemu dan kasus perceraian Vanya.


" Nona, apa benar Putri saya masih hidup, dan apakah dia baik-baik saja", tanya Hendra ayahnya Vanya.


" Kakak saya saat ini hidupnya sangat baik, dan saat ini, sudah berusia 23 tahun.


Seluruh perusahaan saya di Jakarta, dan di negara-negara Asean, semuanya di kontrol oleh kak Vanya, juga saat ini, Kakakku melanjutkan pendidikannya di Universitas Bina Nusantara Jakarta.


Dari kak Vanya lah, kami di ajarkan bagaimana hidup sederhana, tidak boleh sombong dan juga serakah", ucap Ranti sambil memberikan hasil test DNA yang di keluarkan dari RS.


" Terimakasih Nona, apakah bapak bisa melihatnya atau berbicara dengannya", ucap ayahnya Vanya.


" Sebentar saya telpon, tapi tolong jangan marah atau tersinggung, jika kakakku belum terbiasa berbicara dengan bapak juga kak Vernita", ucap Ranti sambil menelpon Vanya.

__ADS_1


" Halo Dek, ada apa ? kakak baru sampai kantor, ada rapat dengan pak Jusuf Maulana", Jawab Vanya.


" Adek lagi di Tangerang, dan saat ini lagi berbicara dengan ayah kandung kakak", ucap Ranti.


" Ya ampun dek, kamu capek-capek ke Tangerang demi orangtua kakak, apa ayah dan kakakku baik-baik saja? tanya Vanya.


" Lihatlah, Ade sudah pindahkan mereka dari kontrakan kecil, kerumah yang tim Ade beli, tapi saat ini mereka kembali ke kontrakan untuk mengambil barang", ucap Ranti.


" Dek, terimakasih ya, terimakasih sudah membantu mencari orangtua kakak", ucap Vanya sambil meneteskan airmata.


" Kak Vanya adalah kakakku, jadi adek akan lakukan apapun untuk kebahagiaan kakak, sama seperti dulu yang kakak berikan untuk kami adik-adikmu", ucap Ranti.


" Nak, ini ayah dan ini kakak perempuan kamu dan kakak iparmu, serta keponakan kamu", ucap ayahnya Vanya.


" Ia ayah, Ranti juga adalah adik kesayangan ku, berterimakasih lah kepadanya, karena sudah mempertemukan kita sekeluarga", lanjut Vanya, dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.


" Nak bagaimana kehidupanmu sekarang? tanya Ayahnya Vanya.


" Vanya baik-baik saja, hanya sibuk bekerja dan kuliah, Vanya memimpin beberapa perusahaan adikku Ranti yang juga perusahaan keluarga kami, maafkan Vanya yang tidak berusaha mencari ayah dan kak Vernita.


Suster Diana tidak bercerita banyak soal Bunda, dan menurut Suster Diana, Bunda tidak berpesan apa-apa", ucap Vanya.


" Dek, kakak sangat bahagia melihatmu kembali, kakak sangat ingin memelukmu, kalau ada waktu, mainlah kesini, ayah sudah bertobat dan tidak mau menikah lagi", ucap Vernita.


" Ia kak, kalau pekerjaan sudah beres, nanti Vanya akan datang berkunjung, tapi maafkan Vanya karena tidak bisa tinggal bersama kalian, karena Vanya memiliki banyak Ade angkat dan juga kakak angkat serta keponakan, tapi jangan kuatir, Jakarta Tangerang sangat dekat, jadi kapanpun Vanya bisa datang, atau ayah dan kakak bersama kakak ipar dan keponakan bisa datang ke Jakarta", ucap Vanya.


" Kami tidak memaksa kamu nak, asal melihatmu masih hidup dan baik-baik saja, ayah sudah sangat bahagia, maafkan ayah nak", ucap Hendra Gunawan.


" Semua sudah lewat, jangan di ingat lagi, apapun masalahnya, ayah tetaplah ayah buat Vanya dan kak Vernita, nikmatilah masa tua ayah, tidak boleh lagi bekerja keras", ucap Vanya.


" Baiklah, ayah juga sudah mengundurkan diri dari pekerjaan sebagai Security, apa boleh ayah boleh pergi ketempat pertama kali ayah dan bunda kalian bertemu", ujar Hendra Gunawan.


" Dimana tempatnya ? tanya Vanya.


" Di Medan, dan banyak tempat yang ayah dan bunda kalian pergi, ayah sangat rindu dengan bunda kalian", ucap Hendra Gunawan.


" Pergilah, gunakan saja pesawat milikku, dan nanti Vanya kirimkan uang untuk ayah dan kakak", ucap Vanya sambil menoleh ke arah Sasha.


" Maaf ayah, Vanya sudah di tunggu di ruang rapat.


" Ia kak, Ade tidak akan membuat kalian kakak-kakakku sedih, Ade ingin kalian bahagia, sama seperti dulu kalian berkorban untuk kebahagiaan Ade", jawab Ranti.


" Ya sudah kakak urus dulu perusahaanmu ini, tuh liat juga si Sasha sudah marah-marah", ucap Vanya.


" Iiiihhh kak Vanya tega banget menggodaku terus, nanti Nona Ranti juga ikut-ikutan", mode ngambek Sasha.


Hahahaha hahahaha


" Kak Sasha, jangan cemberut, nanti jauh jodohnya", ucap Ranti.


" Tuh kan, malah Nona Muda ikutan menggodaku", lanjut sasha.


Sementara Maureen dan Regina hanya bisa menahan ketawa.


Sasha salah satu sahabat yang sangat di sayang oleh Ranti dan Vanya, berkat kebaikannya dan kejujurannya, Ranti bisa bertemu dengan Vanya.


" Kak Vernita, maafkan Ade yang tidak membantu menjaga ayah, tapi mulai hari ini, Ade akan datang membantu kakak mengurus ayah", ucap Vanya.


" baiklah, sekarang urus dulu kantornya", ucap Hendra Gunawan.


" Baik ayah, ucap Vanya dan beranjak menuju ruang rapat.


" Nak Ranti, terimakasih atas segalanya, tapi apa benar anakku punya pesawat Jet Pribadi? tanya Hendra Gunawan.


" Ia, aku yang belikan sebagai hadiah ulang tahun kak Vanya ke 23", jawab Ranti.


" Asal kalian tahu, harta kakakku jika di publish, pasti masuk daftar orang terkaya di Indonesia.


Harta Vanya sebesar 1500 triliun, itu uang cash, belum lagi uang Dollar USA, yang mencapai 25 milyar dollar.


Uang dalam bentuk Euro saja ada 6 milyar euro, sedangkan Yuan RRC, berjumlah 5 milyar Euro", ucap Ranti.


" Astaga, Putriku sudah sekaya itu, namun dia masih bekerja sambil kuliah", ucap Hendra Gunawan.


" Kak Vanya hanya mengawasi saja, itupun di bantu oleh beberapa orang, lagian hampir seluruh perusahaan ku, menyertakan nama mereka sebagai pemilik.


Ada satu lagi kakakku yang terlibat langsung di perusahaan ku, kalau mereka berdua mengatakan sangat bahagia ketika bekerja dan sudah tanggung jawab mereka sebagai kakak", ucap Ranti.

__ADS_1


" Oh begitu, Bapak bangga mendengarnya, terimakasih sudah mau menjadi adiknya anakku, bapak janji tidak akan pernah memaksanya untuk tinggal bersama bapak dan Vernita kakaknya, selama dia bahagia, bapak tidak akan melarangnya", ucap Hendra.


" Saya yang berterima kasih, karena kak Vanya sudah merawat ku dengan penuh kasih sayang", ucap Ranti.


Karena waktu sudah mendekati malam akhirnya Ranti berpamitan, dan segera beranjak, tujuannya pulang ke Surabaya.


" Ayah sekarang berkat Ade Vanya, kita di berikan uang yang sangat banyak, jadi nikmatilah masa tua ayah dengan baik", ucap Vernita.


" Ia nak, ayah akan mendatangi semua tempat dimana dulu ayah dan bunda kalian datangi, tapi ada baiknya kita datangi dulu makam bunda kalian, nanti kita tanya sama adikmu kalau dia tahu makam bunda kalian, ujar Hendra Gunawan.


* Tuan saat ini, tim Rose sudah mendapatkan tanah di seluruh Indonesia, untuk tuan jadikan Panti Asuhan, apa tuan masih ingat dengan tugas tersebut? tanya Rose tiba - tiba.


" Masih ingat, maafkan aku jika hal itu agak lambat prosesnya, ucap Ranti.


* Tidak apa-apa, asal tuan masih ingat saja", balas Rose.


* Krisis ekonomi dan moneter juga sudah semakin dekat, seluruh proyek Tuan sudah berjalan sekitar 60 %, jadi tidak terlalu bermasalah, tapi ingat Tuan, segeralah berproduksi agar bahan pangan di pasaran, bisa terkendali, untuk beras hasil panen di Banyuwangi sudah tersusun dengan rapi, di gudang.


Gudang milik Tuan sudah Rose buat menjadi seperti Cincin Penyimpanan, hanya saja waktunya sedikit.


" Tolong tambahkan pekerja baik di Lampung, Magelang, juga Cirebon serta Banyuwangi", perintah Ranti.


* Baik Tuan segera di siapkan, Tim Rose akan membuka lowongan untuk pertanian dan perkebunan, sedangkan untuk staff kantor akan Rose ambil dari semesta lain.


* Untuk kebutuhan pokok Tuan dan keluarga juga nanti disiapkan.


Untuk barang-barang di supermarket DAMKAR juga, akan segera disiapkan secara khusus adalah sembako.


Pabrik minyak kelapa sawit Tuan di Sumatera dan Kalimantan, tahun depan akan mulai produksi, kilang-kilang minyak sudah Tim Rose atur agar suhunya bisa stabil dan juga array pelindung sudah di pasang.


Di perkirakan belahan Eropa dan Amerika akan mengalami kesulitan pasokan bahan baku dari wilayah Asia.


Tapi mereka juga sudah mempersiapkan negaranya untuk bisa bertahan.


Tuan berhati-hatilah, karena krisis ini murni rekayasa dari "ONE OF UNIVERSE".


Tuan harus segera membantu pemerintah agar mengurangi ekspor, agar badai Krisis, tidak berdampak terlalu besar untuk negara anda Tuan.


Wilayah Afrika saat ini sedang giat membangun lahan pertanian, harap Tuan datang ke sana dan atur struktur tanah mereka, serta perbaiki debit air, juga ekspor pupuk Tuan ke wilayah itu, caranya Tuan harus membuat perusahaan baru disana, juga Tuan bisa bekerjasama dengan pemerintah disana guna penyewaan lahan, Rose akan berikan modal untuk Tuan, 100 milyar dolar, diluar biaya sewa lahan, dan bibit-bibit unggul, semuanya tuan bisa akses lewat toko sistem.


Disana terdapat lahan 8,5 juta hektar, yang terletak di antara dua negara, Tuan bisa menyewanya apalagi lahan itu di lalui sungai, walau tidak sebesar sungai Nil, tapi itu sudah cukup untuk mengairi seluruh perkebunan Tuan", ucap Rose.


" Bagaimana dengan tenaga kerjanya? tanya Ranti.


* Di kedua negara itu, banyak pengangguran, nanti Tim Rose bantu untuk merekrut orang, kita butuh 5000 orang untuk pekerja awal, dan jika sudah berproduksi, tuan bisa mempertahankan mereka atau mengurangi, diperkirakan butuh waktu 1 tahun saja lahan itu sudah siap di gunakan.


Sedangkan untuk tata kelola, kita butuh 300 orang, untuk operator alat - alat berat 600 orang sudah cukup", ucap Rose.


" Bisakah Rose yang membuatkan aku perusahaan disana? tanya Ranti.


" Bisa Tuan, dan juga perusahaan penerbangan Tuan yang di buat oleh Tuan Rendi, sudah hampir selesai, Nah, disana bandara hanya ada 1 di kedua negara itu, karena penumpang memang sangat sedikit, Tuan bisa bangun bandara disana sekaligus tawaran kerja sama penerbangan dengan kedua negara itu", ucap Rose memberi saran.


" Tolong Rose atur, bila perlu, Perusahaan seluler saya buka cabang disana, juga jika ada tanah lagi yang luasnya sama seperti Kota Terpadu, tolong beli, saya akan bangun tempat penelitian disana dengan merekrut warga setempat.


Saya juga akan bangun sekolah disana, agar penduduknya bisa merasakan kehadiran perusahaan saya disana.


Tidak hanya itu, saya juga akan buat Rumah Sakit besar disana", semangat Ranti.


* Rencana bagus Tuan, tapi jalankan rencana tersebut setelah Tuan selesai membangun Panti Asuhan diseliruh Indonesia, dan atas rencana besar Tuan itu, Rose berikan tambahan modal 100 milyar dolar AS lagi, diluar pembelian lahan, dan juga pembangunan infrastruktur disana.


Percayalah, jika kedua negara itu maju, maka negara Tuan yang di untungkan, karena pasti akan ada pergerakan ekonomi di negara anda Tuan", ucap Rose.


Terimakasih Rose, ucap Ranti yang kemudian mendarat di rumah Belanda.


Hanya butuh waktu 1 jam dengan kecepatan sedang, Ranti tiba dirumahnya, dilihatnya Salma sedang menemani Ketty nonton kartun kesukaannya.


" Ketty sayang lihat sana, siapa yang datang", ucap Ranti.


" Aunty Ranti pulang", teriak Ketty dan berlari ke arah Ranti.


" Ketty kangen Aunty ya? ujar Ranti.


" Ia, tapi katanya Aunty Salma juga sangat kangen", jawab Ketty.


" Belajar yang rajin ya sayang, agar kelak Ketty juga bisa membantu adik-adik mu di masa depan", timpal Ranti.


" Itu sudah pasti, Ketty ingin jadi kakak yang hebat buat adik-adikku nanti", ucap Ketty semangat.

__ADS_1


__ADS_2