
Sebulan kini telah berlalu sejak menghilangnya Mikhael, hari Senin depan kelas 10 dan 11 libur di karenakan kelas 12 akan menghadapi ujian nasional, Mercy dan Friska juga akan mengikuti ujian.
Saat ini Ranti sudah memutuskan akan menuntaskan kerinduannya terhadap orang tuanya, namun masih ada satu tugas lagi yang harus dia selesaikan yaitu menghabisi para mafia dari Keluarga Atmajaya.
Hari ini rencananya Ranti akan menuju Jakarta, Ranti pergi sendirian, Salma dan Armando sudah terbiasa dengan pekerjaan Ranti, hingga mereka tidak lagi sedih jika ditinggal pergi Ranti untuk beberapa hari.
Seperti sore ini, sebelum berangkat ke Bandara, Ranti dan Salma menjemput Mora terlebih dahulu, baru ke Bandara.
Tiba di Bandara, mereka bertiga berkeliling sebentar, karena ini pertama kali Mora masuk ke Bandara.
Puas berkeliling, dan bertepatan sudah waktunya Ranti berangkat, Ranti sudah menghubungi Sasha agar menyiapkan segala keperluannya.
Kenapa Ranti menghubungi Sasha, karena Ranti sudah mengangkat Sasha bekerja untuknya dan Vanya. Sasha tidak lagi bekerja di toko, tugas Sasha adalah mengurus semua keperluan Ranti dsn juga Vanya, Sasha bertanggung jawab mengawas para pekerja di apartemen Ranti dsn juga rumah Vanya.
Ranti tidak ingin mengganggu kegiatan Darel yang sudah semakin sibuk dengan kuliahnya, sedangkan Vanya sibuk mengawas pembangunan Gedung dan juga Indonesian Development Bank, yang Bank hasil merger dari beberapa Bank Kecil.
" Mora temenin Salma ya, ucap Ranti pada Mora
" Ia kak, jawab Mora singkat "
" Salma, kakak berangkat dulu ya, ucap Ranti dengan lembut"
" Ia, kakak jangan lupa makan dan istirahat, cup ... cup, kakak cepat pulang ya, ucap Salma "
" segera setelah pekerjaan Kakak selesai, ucap Ranti ".
Hanya 2,5 jam Ranti sudah berada di apartemen miliknya di Jakarta, dia jemput Salsa, karena Vanya sedang ada meeting persiapan Grand Opening Indonesian Development Bank.
Ranti sengaja tidak membeli mobil mewah di Jakarta, alasan kenapa, karena lebih nyaman dari pandangan orang-orang.
Saat ini dengan mengendarai Toyota Raize, dia berkeliling Kota Jakarta. Dari apartemennya dia menuju arah Senen, lanjut ke arah Galur dan masuk arah cempaka putih, dan lurus ke arah Pulo Gadung.
Di depan terminal bus Pulo Gadung dia mengedarkan pandangan dengan mata semesta, dia menemukan markas yang di laporkan aplikasi Mata dewa, tepat di belakang hotel kelas melati, terdapat beberapa bangunan.
Dengan santai dia menyewa sebuah kamar, tepat jam 10 malam, tanpa berbasa-basi, dia langsung masuk kamar, dan mengaktifkan Armor Transparan Mode Stealth, agar tidak menimbulkan kecurigaan dia keluar kamar dengan menggunakan sarung tangan pemindah.
Tiba di lantai dasar, dia mengarah ke bagian belakang hotel yang di batasi tembok. Dengan sarung tangan pemindah dia menuju bangunan yang merupakan markas besar The Crow.
Hasil dari mata semesta menunjukkan bahwa, mereka adalah penjahat yang sudah banyak membunuh orang-orang dan paling banyak adalah lawan bisnis dari keluarga Ferdiansyah dan Atmajaya.
Ditangan mereka sudah banyak juga petugas Kepolisian yang tewas maupun yang di tembak oleh mereka.
Ranti memutuskan untuk tidak ada satupun yang diampuni.
Tepat jam 11 malam, Ranti menggunakan Mind Ruler untuk mengontrol pikiran para anggota the Crow.
Ranti mengeluarkan jarum Black Soul, dia langsung memasuki gedung dan dengan cepat jarum - jarum di lepaskan, api Putih di aktifkan.
Ranti terus memindai seluruh ruangan dan terlihat banyak sekali botol - botol miras, di beberapa ruangan dia melihat ada yang sedang berbuat mesum.
Ranti membuatkan orang berbuat mesum itu dan mencari yang lain, sudah ratusan yang dalam proses pembakaran, naik setiap lantai, langsung eksekusi.
Tepat berada di lantai 4 terdapat begitu banyak orang yang sedang tidur ada juga yang berbuat mesum, tak peduli dengan yang dia lihat segera Ranti melepaskannya Drone agar merusak panel listrik.
Terdengar jeritan ketakutan karena seketika listrik padam.
Ranti memberikan jalan bagi wanita-wanita penghibur itu dan mulailah dia membakar gedung itu.
Kombinasikan api hitam dan putih disertai angin tornado, Disaat yang sama Ranti juga melihat ada beberapa hal yang bernilai.
Dia naik ke lantai 3, kemudian dia memasuki sebuah ruangan, ternyata ruangan itu tempat penyimpanan uang mereka dari hasil pekerjaan ilegal mereka, " daripada terbakar lebih baik aku berikan buat orang yang membutuhkan", monolog Ranti, sambil memasukkan beberapa brankas penyimpanan uang itu.
__ADS_1
Tepat jam 3 Pagi pekerjaan Ranti sudah selesai gedung yang menjadi markas besar The Crow dan anggotanya hangus terbakar.
" Aplikasi Mata Dewa, ada berapa banyak dari anggota itu yang sudah berkeluarga" ? tanya Ranti
" Ada 300 orang, semua data sudah di masukkan dalam Laptop anda, jawab aplikasi Mata Dewa.
" Terimakasih", balas Ranti
Ranti kembali ke hotel tempat dia menginap, kemudian dia masuk kedalam Cincin Semesta dan membongkar seluruh brankas yang dia ambil dari Markas mafia The Crow.
Ranti sudah selesai menghitung uang-uang itu ternyata jumlah lumayan banyak.
" Rose transferkan uang-uang ini ke keluarga para preman, dan aset mereka di Bank sudah di tarik oleh aplikasi mata Dewa.
Pantas saja mereka begitu kuat bahkan mampu membayar beberapa aparat dengan posisi tinggi, intinya dengan kekuatan uang sangat besar mereka mampu membeli hukum.
" Bagikan ke anggota keluarga mafia yang miskin saja, perintah Ranti.
Akhirnya tugas menghancurkan benteng pertahanan Atmajaya dan Ferdiansyah Setiawan selesai.
Tepat jam 6 pagi, Ranti check out dari hotel dan ketika dia keluar dari hotel dan hendak ke parkiran, ternyata sangat ramai, jalan yang berada di samping hotel terlihat di padati warga, mereka terkejut dengan bangunan 4 lantai yang sudah menghilang.
Tak peduli dengan kerumunan warga, Ranti beranjak menuju ke apartemen.
Tiba disana terlihat Sasha dan Vanya tengah sibuk mempersiapkan sarapan.
" Dek kamu tidur dimana semalam " ? tanya Vanya
" Aku kerumah teman yang pernah aku bantu, tapi karena kemalaman aku nginap dirumahnya", ucap Ranti berbohong.
" Oh ya sudah, kamu mandi dulu terus sarapan", perintah Vanya.
Saat Ranti dan Sasha sedang sarapan, Vanya menghampiri mereka dengan pakaian yang sudah rapi.
" Kakak mau berkunjung ke kantor yang mana hari ini" ? tanya Ranti
" Kakak ada rapat di gedung Emerald, dengan para petinggi pengelola gedung kamu, termasuk Mall Cempaka", jawab Vanya
" Ada masalah apa, kenapa hari Sabtu begini ada meeting " ? tanya Ranti
" Tidak ada masalah, kami hanya ingin membahas besaran bonus dan THR kepada karyawan yang merayakan lebaran", ucap Vanya
" Kakak sampaikan saja, berikan 1 x gaji dan bonusnya bagi karyawan yang dari pulau Jawa, sewakan Bus terbaik, sedangkan untuk luar Jawa berikan Tiket sekali jalan, dan berikan mereka masing-masing 2 juta sebagai uang jalan, ucap Ranti.
" Baiklah", kakak akan sampaikan", ucap Vanya
" Katakan juga, untuk bonus uang jangan pakai dana kantor, Pakai uang pribadi saya, dan tambahkan juga untuk belikan mereka Sarung dan mukena dan sajadah', perintah Ranti
" Baik, ya sudah kakak berangkat dulu ya", ucap Vanya
Dengan menggunakan Audy R8, Vanya berangkat menuju ke Gedung Emerald.
" Sasha, bagaimana ? apa kamu senang dengan pekerjaan yang sekarang" tanya Ranti
" Lebih nyaman, lagian kalau Nona berdua tidak ada, aku hanya datang mengontrol saja, terus pulang dan bantu ibu, sore datang lagi, jadi ya nyaman, kerja santai hehehehe, ucap Vanya.
" Tapi jangan lupa dengan tanggung jawab, kamu sebagai temanku dan kak Vanya, harus lebih baik dari yang lain", ucap Ranti
" Ia itu wajib sebagai teman, aku juga gak mau wibawa temanku jatuh di depan karyawannya sendiri", Ucap Sasha
" Aku senang mendengarnya, perlakukan seluruh bawahanmu dengan baik, agar mereka segan dengan kamu", Ujar Ranti
__ADS_1
" Nona ku memang the best, selalu saja keluar kata-kata ajaib, terimakasih Bosku dan juga sahabatku, Sasha tidak akan pernah mengecewakanmu, ucap Sasha.
" Mana ada bawahan manja begini sama bosnya, ucap Ranti sambil merangkul Sasha
" Hehehehe, maaf ya, umurku lebih tua, tapi aslinya aku seperti ini, kak Vanya juga pening kalau aku seperti, ucap Sasha.
" Asal jangan terlihat oleh karyawan yang lain, nanti mereka pada itu dengan kamu, atau memanfaatkan kamu, ucap Ranti
" Ia aku tahu memposisikan diri, Jika aku ikut kak Vanya ke kantor, maka aku panggil dengan Nona Muda, tapi jika hanya berdua aku panggil kakak, ucap Sasha.
" Terus bagaimana dengan kinerja orang kerja kita, tanya Ranti
" Mereka baik-baik saja, dari tempat Tuan muda Darel, rumah kak Vanya, apartemen miliknya dan di apartemen ini, semuanya rajin dan rapi kerjanya, Ucap Sasha
" Baguslah, ya sudah kalau kamu mau kerumah orang tuamu Silahkan, nanti malam kamu nginap disini, Kak Vanya nanti Sore jadwalnya jenguk kakak kembar ku di Jogja, ucap Ranti.
Kehidupan Sasha dan keluarganya, menjadi buah bibir keluarga ayahnya, mereka mengatakan Sasha jual diri, hingga mendapatkan uang untuk beli rumah dan mobil mahal, tapi hal itu berubah ketika Vanya datang dan mengamuk di acara tahunan keluarga Ayahnya Sasha.
Harta Vanya saja 2 triliun lebih, setiap bulan di berikan gaji 20 juta, dengan kerja yang begitu santai, tapi semua itu tidak ada yang tahu jika Sasha memiliki harta sebanyak itu, kecuali Ranti dan Vanya.
Setelah Sasha pergi, Ranti menghubungi Juliana Suherman.
" Halo, Apa bagaimana keadaan kamu " ? tanya Ranti
" Baik-baik saja Nona Ranti, apakah anda di Jakarta atau Surabaya" ? tanya Juliana
" Aku di Jakarta, maaf harusnya aku bertemu dengan kamu dari beberapa bulan lalu, hari ini bagaimana kalau kita bertemu di Mall Citraland Grogol" ? ujar Ranti
" Boleh juga, kebetulan anak ku merengek-rengek minta jalan-jalan", ujar Juliana Suherman
" Oke kita bertemu disana saat makan Siang", ujar Ranti.
Juliana Suherman, wanita yang di lecehkan oleh Pax Mundo hingga punya anak, kini kehidupannya sangat berubah drastis, kecuali sifat rendah hatinya.
Dia sendiri menerima kompensasi dari Pax Mundo sebesar 300 milyar dollar, hasil rampasan Ranti.
Ranti ingin memberikan wasiat dari Pax Mundo, 2 buah perusahaan yang lumayan besar, 1 pengolahan Besi Baja dan satu lagi Perusahaan Tekstil yang memproduksi kain - kain berkualitas.
Ranti tiba di Citraland sekitar jam 11.30 WIB, lalu dia menghubungi Juliana Suherman, Ranti sengaja belum mencari restoran, dia menunggu Juliana di loby sambil memainkan handphonenya.
Setelah menunggu 15 menit, akhirnya Juliana tiba bersama anaknya, Ranti kagum melihat penampilan Juliana yang tampil elegan dengan jeans dan kemeja serta sneaker.
Setali tiga uang dengan Ranti, yang setia dengan stelan tomboi, kaos oblong, lapis kemeja dan celana panjang berbahan Cargo.
Mereka memasuki Mall Citraland dengan langkah santai, tak ada yang mengira dua orang wanita yang berada di mall itu hari ini adalah 2 wanita super kaya, namun berpenampilan biasa.
Mereka tiba di restoran Jepang dan melanjutkannya obrolan sambil menikmati makanannya.
" Juliana, saya hanya ingin mewakili Pax Mundo, meminta maaf padamu, dan menitipkan ini buat anak kalian", ucap Ranti sambil memberikan 2 amplop berisi dokumen - dokumen perusahaan dan 2 amplop surat, amplop pertama berisi surat permohonan maaf, yang di tulis tangan oleh Pax Mundo dan amplop yang kedua Berisi Surat wasiat atas nama anaknya.
Ada hal ajaib dalam surat itu, Pax Mundo meminta Juliana Suherman meneteskan darah anaknya pada stempel darah Pax Mundo.
Dan benar saja, surat kuasa itu membuktikan kebenaran anak dari Juliana Suherman adalah anak Pax Mundo juga, dan dalam hitungan detik, dokumen pengalihan kepemilikan kedua perusahaan itu telah berubah atas nama anak mereka berdua, dan sebuah Cincin Ruang muncul dari stempel darah Pax Mundo yang sudah bercampur dengan darah anaknya.
Cincin Ruang itu bersinar, dan melingkar di jari anaknya. setelah cincin itu melingkar, muncul sebuah kalimat yang berbunyi, " Tolong jaga anak kita, Aku akan datang menemui kalian berdua dan meminta maaf secara langsung, tunggulah 20 tahun kedepan, aku pasti datang", Isi kalimat terakhir Pax Mundo.
Jika Ranti lagi bersantai dan sedang berbincang santai dengan Juliana, berbeda dengan keluarga Atmajaya.
Hari ini, media menyorot bangunan yang hilang dalam semalam, dan setelah di selidiki, bangunan tersebut adalah milik dari keluarga Atmajaya.
Baik kepolisian maupun keluarga Atmajaya, bingung mau berkomentar, secara logika tidak mungkin gedung itu bisa lenyap dalam semalam dan lokasinya sekarang di tumbuhi rumput liar.
__ADS_1
Warga sekitar yang tinggal dekat gedung itu memberi kesaksian, bahwa kemarin gedung itu masih ada, dan sampai malam masih banyak orang yang bekerja, ya benar omongan warga, anggota The Crow kelihatan seperti karyawan di gedung itu.