
Perjalanan Ranti kini telah berhasil menguasai Kitab Hukum Waktu dan Kitab Hukum Ruang, lebih tiga bulan dia memaksakan diri untuk bisa secepatnya datang ke Pulau tempat orangtuanya di tahan.
Setiap malam dia selalu berada di Ruang Dimensi untuk mempelajari dan melatih kedua kitab itu, Ranti sendiri bingung dengan siapa dia akan berhadapan di masa depan, tapi dia tidak pernah membantah apa yang di perintahkan oleh sistem kepadanya, dasar utamanya karena dia melihat setiap orang yang dia bantu semuanya bisa hidup bahagia.
Ranti mengerjakan semua perintah dari sistem juga bertujuan agar seluruh saudaranya bisa hidup dalam kecukupan hingga ke seluruh keturunan mereka.
Saat ini, sistem menganugerahkan dia memiliki kehidupan abadi, dia akan melintasi seluruh alam dan seluruh zaman yang entah kapan berakhir, tapi semua itu dia terima dengan senang hati selama seluruh saudaranya baik-baik saja.
Berbeda dengan pandangan Rose, Sebelum Rose memilih Ranti, dia sudah melintasi jutaan Dimensi dan ribuan bahkan ratusan paralel kehidupan, dia menemukan Ranti di tiap paralel kehidupannya, memiliki integritas yang tinggi dan berhati lembut, di paralel lain, Ranti menjadi seorang pendekar pedang kembar, itulah alasan kenapa Rose memaksa Ranti agar mencari batu Yin dan Yang.
* Selamat Tuan anda sudah menyelesaikan latihan Kitab Hukum Ruang dan Kitab Hukum Waktu. Dengan demikian Tuan menjadi satu-satunya entitas tertinggi dalam semesta ini, sekali lagi selamat Tuan, ucap Rose
" Terimakasih Rose, segera siapkan Minggu depan aku harus menjemput orangtuaku, bibiku dan pengasuh ku, tanpa mereka semua ini tidak ada artinya buatku, ucap Ranti.
* Sudah Rose siapkan, tenang saja, Rose paham betul dengan keinginan Tuan, Tapi ada baiknya Tuan membereskan dulu Ferdiansyah Setiawan dan seluruh keluarga Istrinya, Jawab Rose
" Baik, itu juga yang aku pikirkan, laku bagaimana dengan rumah di pondok Indah Apakah sudah siap, tanya Ranti
* Seminggu lagi siap, Rose pastikan Orang tua tuan akan senang dengan rumah itu, sedangkan Mansion di Surabaya juga dalam waktu 2 Minggu selesai, Tuan dan seluruh saudara tuan bisa pindah disana, dan Rumah ini akan Rose Renovasi agar orangtua Tuan nyaman tinggal rumah ini saat mereka butuh ketenangan.
" Terimakasih Rose, Jawab Ranti.
* Istirahat dulu seminggu ini, lalu bagaimana dengan Tristan, apakah dia sudah bisa bebaskan atau terus di hukum ?
" Biarkan saja dia, kelihatan nya dia sudah terbiasa, ujar Ranti
Selama 3 bulan ini, Ranti tidak banyak beraktivitas, dia hanya ke sekolah dan melakukan kegiatan kecil lainnya,dia lebih banyak dirumah menemani Salma, atau kadang mereka jalan-jalan.
Semua saudara- saudaranya saat ini sudah semakin sibuk seiring dengan majunya usaha mereka, pulang sekolah mereka sudah berada di restoran atau di supermarket.
Vanya sendiri seperti burung kesana kemari, bukan tanpa alasan, seminggu dia di Surabaya, seminggu Jakarta dan seminggu Magelang Jogja. Di Jakarta dia bertugas mengawasi jalannya Pembangunan gedung, apalagi Bank Milik Ranti sudah selesai proses merger dan akan menempati salah satu gedung yang baru saja di beli Ranti dan sementara di renovasi, Rose membuatkan Brankas yang terbuat dari material yang sangat berkualitas.
Ranti mengabaikan semua pembangunan itu, dan lebih memilih menyerahkan ke Rendi, Dewi dan pak Jusuf Maulana, sedangkan urusan gedung dan mall baik di Jakarta maupun Surabaya, semuanya di kendalikan oleh Vanya.
Vanya dan Dewi kompak dalam bekerja, mereka berdua tidak ingin sekolah adik-adiknya termasuk Salma dan Armando terganggu.
Urusan Superman dan kafe tidak serumit pekerjaan Dewi dan Vanya, namun apakah mereka berdua membiarkan kedua usaha adik-adik mereka, tentu tidak.
Dewi sudah memastikan supplier dan distributor bekerja sama dengan baik dan sistem laporan juga di perketat, Dewi dan Vanya dapat melihat seluruh transaksi supermarket dan Restoran serta kafe lewat sistem yang di buat Ranti.
Saat ini adalah hari Minggu, dimana semua pada libur, mereka duduk di ruang TV sambil bercengkrama, kecuali Salma yang kedatangan Mora.
Soal Mora, Ranti sudah mulai memberikannya kebebasan untuk datang kerumah untuk bermain dengan Salma, atau sekedar jalan-jalan, bahkan Ranti sudah memintai kepada orangtua Mora agar setiap libur Mora bisa ke rumah dan nanti di jemput.
Waktu menunjukkan pukul 12 Siang, terlihat di meja makan mereka semua sudah bermimpi termasuk Mora, rencananya Salma, Armando dan Mora akan ke Mall Pakuwon .
Ranti akhirnya memilih mengantar Salma dan Mora ke Mall Pakuwon, Salma sangat bahagia bisa bersama Ranti, secara Ranti lah yang membawanya dengan Armando ke rumah, jadi wajar dia lebih dekat dengan Ranti.
Tiba Mall Pakuwon, mereka berkeliling, entah apa yang dicari eh Salma dan Mora, Armando tetap setia mengikuti Salma.
Ranti sendiri memilih duduk di Kafe, dan sesekali dia melihat Salma dengan menggerakkan mata semesta, tidak ada masalah.
DING... DING
Misi dadakan terkonfirmasi, bantu seorang gadis muda yang sedang hamil muda yang di tinggalkan pacarnya, lokasi di parkiran, misi tidak dapat di tolak, waktu 2 jam.
"' Baik tunjukkan jalannya", jawab Ranti
Ranti segera berdiri dan berjalan ke arah parkiran dengan langkah cepat, dari kacamata Quantum, dia melihat petunjuk arah yang di berikan.
15 menit kemudian dia tiba di parkiran dan dengan mata semesta dia memindai orang yang di parkiran, akhirnya ketemu.
Ranti melihat seorang gadis muda kira-kira berumur 19 tahun sedang menangis dan kebingungan, Ranti mendekatinya dan menyapanya.
" Hai kak, kenapa kamu menangis" ? tanya Ranti
" Ah tidak apa-apa, hanya ingin menangis saja", ujar gadis itu
" Ada masalah apa "? tanya Ranti
" Tidak ada " , jawab gadis berbohong
" Bagaimana kalau kita cari tempat yang yang enak untuk ngobrol", tawar Ranti
__ADS_1
" Tidak usah, aku mau kembali ke kost saya saja ", ucap gadis itu.
" Aku tau kamu barusan di pecat karena kedapatan kamu sedang hamil, ucap Ranti.
Mendengar omongan Ranti, sontak gadis itu terkejut dan menangis lagi.
" Sudah mati kita bicara sambil makan, ajak Ranti sambil menunjuk ke arah restoran.
Gadis itu bangkit berdiri dan mengikuti Ranti.
" Maaf, nama kamu siapa? tanya Gadis itu
" Saya Ranti Putri, Kalau kamu siapa? Ranti berbalik tanya
" Aku Lorna, ucapnya
" Apa tujuanmu sekarang? tanya Ranti
" Belum tau, tidak mungkin aku pulang ke rumah orangtuaku, gara-gara laki-laki itu, aku minggat dari rumah, dan sekarang aku sudah seperti ini, ujarnya dengan sendu
" Bagaimana dengan bayinya, apa kamu akan merawatnya atau tidak, tanya Ranti
" Bayi ini tidak berdosa, aku akan membesarkannya, apapun caranya, ucap Lorna.
" Semangat yang bagus, tapi apa yang ingin kamu kerjakan dengan kondisi seperti ini ? ucap Ranti
" Belum tau, tapi aku yakin pasti aku bisa ? jawab Lorna
" Apa kamu punya keahlian, tanya Ranti
" Aku akan mencoba menawarkan hasil gambar model baju ke butik atau hasil gambar untuk Kaos, ucap Lorna
" Aku akan mendukungmu, biasanya kamu menggambarkan pakai apa, komputer atau hanya kertas saja, tanya Ranti
" Komputer bisa kertas juga bisa, tapi biasanya aku menggambar menggunakan kertas, karena tidak punya laptop atau komputer, ucap Lorna
" Handphone dan tablet bisa buat menggambar juga kan, tanya Ranti
" Bisa, tapi mahal, ujarnya
Ranti membawa Lorna ke toko milik Drajat, " Pakuwon Seluler dan komputer", Ranti di sambut pelayan toko dengan sopan.
" Aku ingin Laptop terbaru, handphone dan juga Tablet, ucap Ranti
" Ini nona ketiga barang ini keluaran terakhir dari merk ini, jawab pelayan Toko itu.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Pelayan toko itu, Ranti tertarik dan membelinya.
Lorna hanya bisa diam dan berterimakasih saat Ranti memberikan barang-barang itu.
" Lorna, Kamu cari rumah kecil dan bayar pembantu untuk membantu saat-saat dekat waktu kelahiran, ucap Ranti
" Mau kontrak rumah sangat mahal, untuk 2 bulan kedepan saja aku masih ragu apakah nanti karya saya ada yang beli atau tidak, ucap Lorna
" Pakailah ini, uang yang ada dalam ATM ini cukup biaya hidup kamu dan ini juga buat kamu, besok segera kamu Cairkan, ucap Ranti memberikan ATM berisi 10 milyar hasil menukar Poin Pengabdian untuk kebaikan, dan Cek senilai 5 milyar hasil dari rampasan.
" Ini banyak sekali Ranti, ucap Lorna
" Pakailah, dan coba buat usaha sendiri, kamu tidak perlu membuat konveksi, cukup kamu gambar modelnya, dan pesan ke konveksi dengan bahan yang terbaik, setelah siap, kamu bisa pasarkan secara online, saran Ranti
" Terimakasih banyak Ranti, besok saya akan ke Bank dan Cairkan Cek dari kamu dan cari kontrakkan, ucap Lorna.
" Jangan sewa, kamu beli saja, yang harga 500 jutaan juga sudah bagus, aku yakin kamu bisa sukses, ucap Ranti
" Terimakasih Ranti, saya akan berusaha maksimal, agar pemberianmu tidak sia-sia, ucap Lorna.
" Ya sudah, ini kartu nama saya, jika semuanya sudah beres silahkan hubungi saya" aku tunggu, ucap Ranti
DING... DING
Selamat Tuan anda telah menyelesaikan misi dadakan menolong seorang gadis muda yang sedang hamil. Hadiah:
__ADS_1
100 milyar PS
75 milyar PP
1 milyar Poin Pengabdian
Bonus : Kambing 15 ribu ekor.
Hadiah kambing besok dikirim ke peternakan Cirebon.
" Terimakasih Rose, jawab Ranti.
Karena Rose, mengatakan akan mengirim kambing ke Cirebon, dengan segera Ranti menelpon ke Pak Adam bahwa ada pengiriman kambing di peternakan.
" Baik Nona, hari ini kami akan segera mempersiapkan kandang sementara, jawab pak Adam.
Setelah berpisah dengan Ranti, Lorna mencoba mengecek saldo ATM yang di berikan Ranti, alangkah terkejutnya dia, ketika melihat saldo ATM itu, nominalnya 10 Milyar.
" Aku harus beli rumah dan peralatan untuk aku menggambar, dan memproduksi Kaos untuk kalangan milenial dengan bahan Premium", batin Lorna.
Di pihak Ranti sendiri, dia melihat Salma sedang bermain Timezone, tapi alangkah marahnya dia, ketika dia melihat seorang laki-laki dewasa mendorong Salma dan Mora yang sedang memainkan salah satu permainan.
Ranti segera mendekati Salma dan Mora,
" Hei Tuan kenapa anda kasar dengan anak kecil, bentak Ranti
" Saya hanya menyuruh mereka bergeser dari sini, karena saya mau pake, lagian mereka hanya hanya anak kecil yang bodoh, ucap laki-laki itu dengan sombongnya.
Ranti segera memindainya, dan ternyata dia salah satu karyawan di PT RPS Food Excellent.
" Salma, Mora, kalian gak apa-apa, tanya Ranti
" Tidak apa-apa, tapi orang besar itu, tidak sopan, ucap Salma.
" Salma dia karyawannya kak Elisabeth, sekarang kamu telpon kak Elisabeth agar segera memecatnya, perintah Ranti ke Salma.
" Hei tuan besar yang kaya, mulai besok kamu silahkan cari pekerjaan yang baru, teriak Salma
" Memangnya siapa kamu ! Hardik laki-laki itu.
" Tidak penting Tuan besar, selamat menjadi pengangguran, ujar Salma dan langsung menelpon Elisabeth.
" Halo Nona Salma, tumben telpon kakak, ada yang bisa kakak bantu, tanya Elisabeth
" Apa kakak kenal dengan orang ini, tanya Salma dan mengarahkan handphonenya ke laki-laki itu.
" Dia karyawan kakak, ada masalah apa, tanya Salma.
" Pecat dia sekarang juga, besok pulang sekolah Salma ke kantor kakak, Salma tidak mau melihatnya, Perintah Salma.
Laki-laki itu langsung gemetaran, melihat Elisabeth yang berbicara dengan Salma.
Elisabeth yang dasarnya memang sangat menyayangi Salma, tanpa berpikir panjang langsung memecat laki-laki itu, lewat handphone Salma.
" Apa salah saya Nona Elisabeth, tanya laki-laki itu.
" Saya tidak perlu menjawab pertanyaan kamu, kamu tidak tahu siapa gadis kecil itu, dia pemilik perusahaan tempat kamu bekerja, tidak mungkin kamu tidak bermasalah dengan Nona Muda Salma, dan asal kamu tahu, Nona Muda Salma adalah orang yang paling saya sayang selain ibuku, itu kesalahan kamu, besok pagi ambil semua barang kamu di kantor, teriak Elisabeth.
" Bagiamana Tuan besar yang kaya dan Pintar, tadi kamu bilang saya hanya gadis kecil yang bodoh, ujar Salma.
" Ampuni saya Nona, ucap laki-laki itu
" Maaf Tuan, saya orang bodoh jadi tidak tahu cara mengampuni orang sombong seperti kamu, ucap Salma dengan cuek.
Para pengunjung yang melihat aksi Salma, sangat di buat kagum, cara membalikkan kata-katanya sangat sempurna.
" Bagaimana', Apa kamu sudah puas? tanya Ranti
" Sudah, ayo kita pergi dari sini, Mora lain kali lagi kita main Timezone tapi di Mall Galaxy saja, ucap Salma
" Baiklah, lagian ini sudah sore, aku pun mau sudah waktunya pulang rumah, ucap Mora.
__ADS_1
" Oh ya sudah, kita beli es krim dulu, ucap Salma.
Laki-laki itu hanya bisa tertunduk, " ternyata anak kecil itu pemilik perusahaan di tempatku bekerja ", batin laki-laki itu.