SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Patung Es Abadi


__ADS_3

Tepat jam 7 malam Darel dan Vanya tiba dari Jakarta, mereka menyambut kedua kakaknya dengan hati senang.


" Akhirnya makan malam kita semuanya komplit", ujar Friska yang masih memeluk Darel.


" Kenapa dek, tumben kamu manja sekarang ", ujar Darel.


" Hehehehe, kangen aja sama kakak ", ujar Friska.


" Hahahaha, biasanya kamu paling sabar dan tabah", ujar Darel.


" Hehehehe, gak tau juga tadi pulang dari Panti Asuhan Charity, tiba-tiba aku sangat rindu dengan Kakak", ucap Friska.


" Ya sudah kalau begitu, apa nanti mau kakak temani tidur?" tanya Darel.


" Mau dong, terimakasih kak", ucap Friska.


" Ya sudah kalau juga mau gendong Salma, Ujar Darel.


" Salma sini sayang, kakak ingin peluk dirimu, ujar Darel.


" Hehehehe, kirain kakak tidak rindu dengan Salma", ucap Salma.


" Kakak selalu rindu dengan kalian semua", balas Darel.


Armando sendiri sudah nyaman dalam pelukan Vanya.


" Kamu senang kakak pulang?" tanya Vanya ke Armando.


" Sangat senang kakak berdua pulang, nanti Armando dan Salma mau tidur dengan kakak", boleh ya, ujar Armando.


" Boleh sayang, kakak juga sangat kangen, 2 Minggu kakak tidak melihat kalian semuanya, membuat kakak sangat rindu", ujar Vanya.


Suasana rumah kembali ramai, semua anggota saudara berkumpul, ditambah lagi dengan Ketty yang sudah semakin lincah dan lucu, menambah suasana semakin gembira.


Karena suasana begitu bahagia, tak terasa waktu sudah jam 12 malam, akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat, Ketty juga terlihat sudah pulas tidurnya di gendong Dewi, jika di rumah lain, selama majikan belum tidur maka pelayan juga belum tidur, dirumah Ranti berbeda, semua pelayan akan istirahat setelah makan Malam.


Darel tidur bersama Friska dan Mercy, sedangkan Vanya dia di keroyok Armando dan Salma, begitulah kebersamaan mereka, Mercy, Friska, Rindu maupun Ranti tidak pernah malu tidur di temani Darel, apakah itu salah tergantung kita menilainya.


Ranti melihat dengan mata semesta, dia melihat semuanya sudah pulas, dia langsung terbang menuju rumah rentenir itu, tak butuh waktu lama bagi Ranti untuk tiba di rumah itu.


Dengan Sarung Tangan Pemindah dia masuk ke rumah rentenir itu, fan dengan mata Semestanya dia memindai seluruh isi rumah itu, dia menemukan brankas penyimpanan surat perjanjian hutang dan puluhan sertifikat milik orang yang berhutang kepadanya.


Ranti membaca seluruh daftar hutang yang tidak masuk akal, ada hutangnya 10 juta beranak menjadi 200 juta, ada yang sudah bayar hingga 200 juta, tapi masih di tagih padahal hutangnya hanya 15 juta.


Melihat semua itu Ranti Segera mengambil seluruh sertifikat dan surat hutang, kemudian dia memisahkan sertifikat milik warga dekat Panti dan surat perjanjian hutangnya juga.


Ranti melihat ada uang tunai ratusan juta, diambilnya, memang jahat apa yang di lakukan Ranti kepada rentenir itu, tapi tindakan rentenir itu lebih jahat dan tidak berprikemanusiaan.


" Rose, nanti kirim semua sertifikat rumah milik orang yang berhutang kepada Rentenir itu, semua tindakan rentenir itu sudah diluar batas kemanusiaan, 10 juta jadi 200 juta, rumahnya juga disita, padahal orang itu sudah bayar hingga beberapa kali lipat, tapi hutangnya tidak di hapus oleh rentenir itu.


Bahkan ada yang sudah melunasinya tapi beberapa bulan kemudian di tagih lagi, karena si rentenir itu tidak memberikan surat perjanjian hutang dan penghapusan utang, ini sudah keterlaluan", ujar Ranti.


" Lakukan saja jika menurut tuan itu baik, yang berhutang wajib bayar, dan pemberi hutang harus menghapus hutang saat sudah lunas, dan jika pembayaran bunga sudah lebih dari 100 %, harusnya dia sudah untung banyak", Ujar Rose.


Selesai menguras Brankas, Ranti menghapus data para penghutang yang sudah membayar melebihi dari total hutang pokok dan Bunga, Ranti juga menghapus memori otak si rentenir tentang nama-nama yang seharusnya sudah lunas.


Untuk yang lain Ranti masih membiarkan rentenir itu menagihnya, Ranti juga mengirim sertifikat merekat masing-masing dan mengembalikan uang yang sudah melebihi bayar kepada rentenir itu.


* Bagus itu Tuan, anda mengembalikan hak mereka, membuat Rose bahagia, Tuan masih memikirkan orang-orang yang menderita", ujar Rose.


" Itu memang hak mereka, ujar Ranti ".


Selesai dengan semua Rencananya, Ranti meninggalkan rumah rentenir itu.


" Tuan, para preman itu sudah di bebaskan oleh Ketua mereka, dan ketua mereka ingin membalas dendam, dengan mengirim orang lebih banyak lagi, ada baiknya Tuan bertindak lebih dulu, alamat markas mereka sudah di kirim ke laptop Tuan", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Baiklah, malam ini juga kita selesaikan", ujar Ranti dan beranjak menuju Markas para preman itu yang terletak di daerah Sidoarjo.

__ADS_1


Dengan kecepatan maksimal Ranti menuju ke Sidoarjo, kali ini dia akan membantai pemimpin itu.


Hanya 25 menit Ranti sudah tiba di di markas Preman- preman itu, dan tanpa basa-basi, Ranti langsung memerintahkan Drone untuk membakar bangunan yang di jadikan Markas para preman.


Dalam sekejap, para preman langsung bergegas menyelamatkan diri, api membakar tanpa ampun, Ranti sudah membuat perlindungan agar tidak membakar bangunan tetangga.


Para preman kebingungan, karena mereka tidak bisa keluar dari pagar, handphone mereka semuanya tidak aktif.


Ranti membakar dan menenggelamkan bangunan itu, disaksikan oleh para preman dengan mata melotot, mereka tidak percaya bangunan itu di telan Bumi.


Selesai tenggelam, Ranti mengubah lahan itu menjadi kolam, kembali lagi para preman di buat ketakutan.


Setelah selesai, Ranti menghapus memori para preman itu dan menyuruh mereka keluar dari area itu.


Selesai di markas, Ranti mencari Ketua Preman itu, tiba dirumahnya, Ranti melihat ketua itu sedang asyik tidur, bersama istri mudanya.


Dengan menghentakkan kakinya, Ranti menciptakan gempa bumi, hingga semua orang yang berada di dalam rumah terbangun, diwaktu bersamaan Drone langsung membakar rumah itu.


Terlihat para penghuni rumah bergegas keluar rumah, seluruh mobil di hancurkan, si Ketua Preman Ling lung dibuat Ranti.


Apalagi dia melihat security dan beberapa orang yang lewat berpatroli, di depan rumahnya yang sedang terbakar, tapi mereka hanya lewat saja, seolah-olah tidak ada kejadian.


Ranti memasuki pikiran pemimpin preman itu, dan berkata " berteriak lah, sampai mampus kamu berteriak tidak akan ada yang mendengarnya", ujar Ranti.


" Kamu siapa, kenapa kamu ada di pikiranku? teriak pemimpin itu.


" Aku tidak suka ada orang yang menggangguku", ujar Ranti.


" Siapa kamu, kalau berani tampilkan wajahmu", tantang pemimpin preman itu.


" Hahahaha, baiklah agar kamu tidak penasaran", ujar Ranti dan menonaktifkan Mode Stealth nya.


" Dimana kamu bajingan", teriak pemimpin preman itu.


" Aku di atasmu lihatlah", teriak Ranti.


" Kamu bukan manusia, tapi Monster teriak mereka


" Hahahaha, dasar bodoh siapa bilang Monster bisa bicara bahasa manusia, lihatlah rumahmu untuk terakhir kalinya.


Saat pemimpin preman melihat rumahnya, dia terkejut lagi melihat rumahnya sudah mulai tenggelam.


" Bagaimana, bagus tidak pertunjukkan nya", ejek Ranti.


" Biadab kamu, aku akan membalasmu lebih dari ini", ancamnya.


" Bagaimana cara kamu membalas nya, sedangkan malam ini adalah malam kematian kamu, tapi tenang lah, aku aku akan membuatmu menjadi menjadi patung Es agar banyak yang melihatmu", ujar Ranti dan langsung menembak jarum Es Abadi.


Si Pemimpin itu dengan sekejap mulai membeku, Istri mudanya berteriak ketakutan, melihat suaminya sudah tidak bisa bersuara sedangkan es sudah mulai menutupi seluruh tubuh Pemimpin Preman itu.


Ranti membuat lahan itu menjadi sangat dingin Balok - balik es tercipta dengan sangat Indah, para penjaga dan istri pemimpin preman itu mulai kedinginan, sedangkan si pemimpin preman sudah menjadi patung Es dengan begitu indahnya.


Ranti kembali dengan mode Stealth dan menghapus memori para penjaga dan Istri muda pemimpin preman itu, lalu pergi meninggalkan daerah itu.


Seluruh Es akan mencair tepat jam 6 sore, dia melindungi lahan itu dengan pelindung semesta, agar tidak ada yang bisa mendekati lahan itu.


Saat Ranti melepaskan array Ilusi, saat itu juga para security dan warga yang berpatroli terkejut, mereka melihat istri dari pemimpin preman itu sedang menangis di pinggir jalan sambil melihat patung Es suaminya.


" Aplikasi mata Dewa ambil semua hartanya, bagikan 50 % keseluruh istrinya, biar mereka bisa hidup baru", perintah Ranti.


" Tuan mantan istrinya ada 3, dan wanita tadi istri keempatnya, untuk hartanya ada 60 miliar", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Rose, yang sitaan aplikasi Mata Dewa dari pemimpin preman itu, 50% di bagikan ke seluruh istrinya ", perintah Ranti.


" Baik Tuan ", jawab Rose.


" Aplikasi Mata Dewa, bagiamana pergerakan dari Restu, apakah dia sudah mendapatkan orang yang akan menyerang proyekku?" tanya Ranti.

__ADS_1


" Sudah Tuan, mereka akan bertemu besok malam di kediaman di Restu, setidaknya ada 5 kelompok Preman yang dia ajak dengan bayaran masing-masing 10 Milyar, dan malam itu juga penyerangan akan di lakukan", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" biarkan saja, anak buah mereka cukup kita kurung saja di proyek, sedangkan Pemimpin Mereka kita eksekusi, termasuk Restu dan putranya.


Ranti kembali ke rumahnya dan langsung masuk ke ruang Dimensi, dia ke ruang khusus untuk melihat para tawanannya yaitu keluarga Atmajaya, dan ternyata mereka sudah berubah.


Dia juga melihat Aquino dan Aquinas yang terlihat sehat-sehat saja, tempat tinggal mereka terlihat rapi, sedangkan saat ini kedua kakak beradik itu sedang adik nonton sambil menikmati gorengan, kemudian Ranti meletakkan berbagai jenis bumbu modern, minyak goreng dan berbagai cemilan serta pakaian, juga tak lupa Ranti memberikan puluhan selop Rokok buat mereka berdua.


Aquinas mengambil seluruh barang-barang itu tanpa berkomentar, mereka hanya tahu bahwa itu pemberian dari orang yang menahan mereka.


Ranti tersenyum melihat kedua sepupunya yang sudah terbiasa dengan lingkungan mereka itu, Ranti selalu memberikan catatan kepada mereka " Asal kalian bisa berubah dan menjadi orang baik, suatu saat kalian akan ku bebaskan, keluarga kalian telah menganggap kalian sudah mati". seperti itulah catatan yang Ranti berikan.


Kemudian dia membuka kantong Ruang yang berisi 3 orang pesakitan,Tristan, Mikael dan Jeremy.


Ketiga orang itu terlihat sedang santai di pinggir kolam ikan, mereka sudah terbiasa juga dengan suasana di situ, tapi bedanya Ranti tidak berbelas kasihan kepada mereka bertiga.


Di kantong Ruang 4 musim Ranti melihat para Mafia yang dia tangkap China terlihat sangat mengenaskan, mereka harus berbagi makanan, karena mereka hanya bisa berburu dan beternak saja, serta ada kolam ikan, tapi mereka tidak bisa makan nasi, untuk bumbu mereka harus mencarinya di hutan dan terlihat mereka sudah ada yang berkebun untuk bumbu masakan.


Karena kasihan, Ranti memberikan mereka begitu banyak bumbu modern, Garam 3 karung, gula 10 karung, kopi yang belum di sangrai 30 karung, teh 30 karung, beras 100 karung, serta puluhan jenis bibit sayuran, buah dan rempah-rempah.


Para Mafia terkejut di hadapan mereka berdiri sebuah bangunan besar saat di buka terlihat tumpukan barang-barang yang sudah lama tak dilihat oleh mereka, bahkan minyak goreng ada tersusun rapi di bangunan itu.


Terakhir mereka melihat pakaian dan sepatu untuk bekerja dan sepatu untuk musim salju.


Di sisi yang lain terlihat sepasang suami-istri bejad, mereka hanya masih terlihat bugar, dan sudah ada perubahan.


Ranti memberikan mereka kebutuhan pokok serta pakaian.


Luas melihat para tahanannya, Ranti berendam di Sungai Surgawi terlebih dahulu sebelum dia beristirahat di kamarnya.


Rose melihat Tuannya yang masih peduli kepada tawanannya, membuat hati Rose bahagia, dia berharap agar Ranti tidak berubah menjadi Jahat.


Malam kini berganti pagi, disiaran TV swasta lokal maupun nasional terlihat menayangkan berita tentang fenomena patung Es dan satu kapling rumah berubah menjadi Taman Es dengan patung- Patung yang sangat indah.


Banyak warga yang ingin masuk ke dalam taman itu tapi mereka tidak bisa lewat, mereka seolah-olah di tahan oleh sesuatu, hingga menambah penasaran warga, Polisi yang datang meminta keterangan kepada pemilik rumah dan penjaga, tapi mereka menjawab tidak tahu apa-apa.


Patung Pemimpin Preman itu jelas terlihat oleh siapapun, bahkan wajahnya saja tidak berubah, Es kristal bening seperti kaca membuat ada yang kagum ada juga yang ketakutan melihat di dalam patung besar itu terdapat manusia didalamnya.


Banyak yang berusaha memasuki gerbang lokasi itu tapi tetap tidak bisa, bahkan ada mengetok dengan besi tapi tetap tidak bisa.


Para tetangga yang di tanyakan apakah tembok mereka merasakan dingin, tapi jawab mereka tidak, menurut mereka suhunya biasa saja.


" Kak Ranti, aku jemput Mora dan pergi melihat kesana boleh gak, tanya Salma.


" Sayang itu lumayan jauh, itu sudah masuk Sidoarjo", ujar Ranti.


" Tapi Salma ingin berfoto di sana kak, boleh ya", Rayu Salma.


" Ya sudah nanti kakak antar ujar Vanya yang kasihan melihat Salma.


" Hore, terimakasih kak Vanya, tapi kak Ranti tidak mengijinkan aku pergi", ucap Salma murung.


" Ia maaf kakak bukan gak ijinin, tapi kakak jam 9 nanti ada rapat dengan warga sekitar Panti Asuhan Charity, jadi berangkatlah dengan kak Vanya dan juga Yati, berangkatlah pas habis sarapan", ujar Ranti.


" Terimakasih kakakku sayang, nanti kalau sudah selesai berfoto Salma susul kakak di Panti Asuhan Charity bagiamana?" ujar Salma.


" Tidak usah, Salma jalan-jalan saja si sana dengan kak Vanya, juga Mora, tapi apa Salma punya uang jajan saat disana nanti?' tanya Ranti.


" Hahaha uangku masih banyak kak, di dompet ku masih ada 3 juta uang cash, di tas sekolah juga masih ada sisa uang jajan yang tiap hari kakak berikan", ujar Salma.


" Wah berarti kamu sekarang sudah sangat kaya ya", Canda Rindu.


" Hahahaha kaya karena di berikan kalian semua kakak-kakakku yang baik hati", ujar Salma membanggakan mereka semua.


Hahahaha hahahaha


" terimakasih Pujiannya", Ujar Mercy.

__ADS_1


__ADS_2