
Mereka sudah bersiap untuk ke dealer Grace, nampak berseri-seri di wajah kedua bocah Armando dan Salma.
" Kayaknya ada senyum yang lebar ini, goda rindu ke Salma
" Kak Rindu, tau aja kalau Salma lagi gembira, kata Salma
" Gembira karena di belikan mobil lagi ya buat ke sekolah, kata Rindu
" Ia kak, kan aku jadi berasa anak orang kaya, kata Salma
" Kan sekarang Salma Uda jadi orang Kaya, atau gak mau ya jadi orang kaya, goda Rindu lagi
" Bukan begitu kak Rindu, kayaknya seperti mimpi saja, baru 3 Minggu kemarin Salma dan kak Armando merasakan kelaparan di jalanan, tapi hari ini mau ambil mobil lagi, kata Salma
" Sekarang kakak tanya, apa Salma bahagia selama tinggal dengan Kakak-kakak, tanya Rindu
" Sangat, sangat bahagia, tak peduli kakak semua banyak uang atau tidak, mendapatkan kakak yang baik sudah membuat Salma bahagia, sama seperti dulu, waktu hanya kak Armando saja kakakku, walau kami berdua kelaparan, tapi karena kami selalu bersama maka Salma selalu bahagia.
" baguslah, kakak cuma bilang jangan pernah meratapi masa lalu, itu sudah kehendak Tuhan, Tahun Baru suasana baru, nikmati dan bersyukurlah, hanya itu yang kakak ingin sampaikan ke Salma, ucap Rindu
" Ia kak, Salma dan kak Armando selalu bersyukur setiap hari, dan selalu berdoa semoga semua Kakak kami sehat selalu, jawab Salma polos
" Sudah, sudah sekarang waktunya bergembira, semua kesulitan sudah kita tinggalkan di tahun yang lalu, sekarang mari tatap masa depan dengan gembira dan kita akan selalu bersama sampai kapanpun, kata Mercy
Waktu di tempuh dalam 40menit dan tiba di Dealer Grace, mereka di sambut oleh Aluna, yang memang sudah menunggu, tanggal 31 Desember dia sudah di datangi asisten bayangan untuk membeli mobil Alphard, jadi Aluna sudah membereskan dokumen-dokumen nya.
" Selamat siang Nona Muda Ranti dan Tuan Muda serta Nona - Nona muda semuanya, selamat Tahun Baru dan selamat datang di Dealer Grace, ucap Aluna dengan sopan
" Kamu ini Aluna terlalu formal sekali, aku jadi ratu saja kau buat, kata Ranti
" Karena Status Nona memang lebih tinggi dari kami, dan bos sudah perintahkan menyapa anda seperti itu, kata Aluna
" Suka-suka kamulah, omong-omong gimana apa Dokumen nya sudah kamu siapkan dan apakah uangnya sudah masuk, basa-basi Ranti
" Sudah semuanya, tinggal Nona Ranti tanda tangan saja, dan silahkan bawa pulang mobilnya, jawab Aluna dengan santai
" Sekarang panggil semua karyawan yang ada disini, tak terkecuali ob dan security, juga yang libur semua kebagian, perintah Ranti ke Aluna
Dalam sekejap semua karyawan di dealer Grace sudah berkumpul, sekitar 15 orang dan sedangkan masih 4 orang sedang mengerjakan servis dan 5 orang masih cuti
" Siapa yang sudah menikah sebelah kanan, perintah Ranti
" maaf ya bagi yang sudah menikah dan belum punya anak geser lagi, kata Ranti
" Bagi yang sudah punya silahkan ambil duluan, saya lebihkan untuk anak kalian dirumah, bagi yang belum punya anak lebihnya hanya untuk istri, dan bagi yang belum menikah hanya untuk kalian saja. Dan maaf bagi yang punya lebih banyak isinya dari yang belum punya apalagi yang masih single tolong jangan ada yang iri, kata Ranti
Masih tinggal satu orang yang Ranti belum bagikan, dialah sang kasir, ternyata juga lagi hamil Tua.
Kemudian, Ranti mendekati nya dan memberikan amplop kepadanya, mohon di terima kak, semoga cukup untuk biaya persalinan.
" Terimakasih Nona Muda, kebetulan mulai besok saya Cuti melahirkan, karena hati ini sudah genap bulan, kata sang kasir
" Semoga lancar ya, kata Ranti
" Amin, kemudian kepalanya tertunduk, matanya sendu, sang kasir terlihat sedih
" Kenapa kak, kok malah sedih, tanya Ranti
" Kangen suami saya, takut pas saya melahirkan dia belum sampai, kata kasir
" Memangnya sekarang suami Kakak kerja dimana, tanya Ranti
" Kerja Kapal, dan hari ini kapalnya baru sandar di Spanyol, katanya pas habis masa kontrak jadi bisa pulang, hanya saja situasi seperti ini, takut dia terlambat saja, kata kasir.
" Sabar ya kak, yang penting dia tahu kakak akan melahirkan keturunan kalian, jawab Ranti
" Ia terimakasih Nona Muda", jawabnya
" Ya sudah kami pamit dulu, kata Ranti
Setelah Ranti beserta saudara-saudaranya Pergi, para karyawan membuka amplopnya masing-masing, mata mereka semuanya melotot melihat jumlah uang yang di berikan Ranti.
Mereka yang masih single, dapat 5 juta, mereka yang sudah menikah tapi belum memiliki anak dapat 7,5 juta dan bagi sudah menikah dan sudah punya anak dapat 10 juta, yang mencolok adalah si kasir dia mendapatkan cek sebesar 50 juta, dan uang cash 7,5 juta.
Aluna, sangat bahagia melihat mereka bahagia, bahkan semua karyawan satu persatu berterimakasih ke Aluna.
" Aluna, terimakasih berkat kamu, setiap Nona Muda Ranti beli mobil kami semua mendapatkan rejeki, dan sekarang kami yang kemarin keluar banyak liburan, sekarang sudah di ganti, sekali terimakasih, ucap mereka
" Aluna, sama-sama, kita semua Tim, dan hari ini semuanya aku yang traktir makan siang, kata Aluna
" Aluna, kamu dapat bonus lagi dari Nona saat beli Alphard, tanya sales yang dulu bentrok dengan Ranti
" Ada tapi tidak seperti waktu dia 5 Ferrari, Lamborghini SIAN dan Rolls-Royce, kata Aluna
" Jadi berapa total yang kamu dapatkan dari Nona Ranti, penasaran mereka
" Maaf kalau itu kalian hitung saja, betapa komisi dari setiap unit yang kita jual dan hitung jumlah mobil yang dia beli dari saya, kalau gak salah dalam 6 bulan kemarin total Nona Ranti membeli mobil 25 unit, kata Aluna.
Saat ini Ranti bersama saudara- saudaranya, sedang menuju ke Mall Pakuwon, Ranti semobil bersama 2 bocah Armando dan Salma, di mobil baru.
Sepanjang perjalanan, mereka bertiga tak berhenti mengobrol, Apalagi hari Senin 2 bocah itu akan mulai masuk sekolah, walau semua perlu sudah ada, tapi Ranti masih membelikan mereka tas ransel yang bagus.
40 menit berkendara akhirnya mereka tiba di Mall Pakuwon, 2 mobil Alphard parkir berdampingan.
__ADS_1
Kesembilan bersaudara itu memasuki Mall Pakuwon dengan senyum, namun lagi-lagi, suasana gembira itu harus berubah,
Salma kembali melihat si botak yang bernama Soni itu bersama dengan keempat orang yang juga suka berada di tempat penampungan.
Ranti sudah sangat tau kalau Salma sudah gemetaran, langsung saja Ranti meminta agar Kakak-kakaknya membawa Salma dan Armando masuk ke Mall.
Si botak yang melihat ke arah Salma, langsung mendekat dan mencengkram tangan Salma
" Kamu pikir bisa kabur dari kami hah, bentak si botak
" Lepaskan asik Salma, teriak Armando
Ranti dan saudara - saudaranya pura-pura diam
" Jadi kalian berdua ikut dengan mereka, memangnya kalian di kasih apa, tanya si botak
" Hei botak, lepaskan Salma sekarang dan jangan pernah mengganggunya lagi, kata Ranti
" Memangnya kamu siapa, mau kami aku laporkan ke polisi karena membawa kabur 2 ponakan saya, bohong si botak
" Ayo laporkan saja, kamu saya takut, balas Ranti
" Kalian bertiga hajar mereka dan bawa ke markas, mereka bisa laku dengan mahal, perintah si botak kepada kawannya
" Hahahaha hanya kalian bertiga mau menangkap saya, jangan mimpi, kata Ranti sambil melihat-lihat kalau ada CCTV.
" Kak Darel kalian bawa Armando dan Salma ke dalam, kata Ranti
" Lepaskan mereka dan akan kuberikan kalian uang berapapun yang kalian minta, kata Ranti berakting
" Hahahaha, kamu tidak butuh uang recehan dari kamu, bagaimana kalau kamu melayani kami berempat, kata si botak
" Baiklah, tapi lepaskan dulu Salma dan Armando, tawar Ranti
" Kalian lepaskan anak-anak itu dan bawa gadis ini ke markas, perintah si botak
Saudara - saudara Ranti sudah paham maksud Ranti, jadi mereka tetap berpura-pura ketakutan
" Bang tolong lepaskan asik saya, kata Darel
" Nanti kalau kami sudah puas, kata si botak
Ranti diam dan menunggu aksi selanjutnya dari si botak
Si botak membawa Ranti ke markas, yang ternyata tidak jauh dari Mall Pakuwon, setelah masuk Ranti melihat banyak anak-anak yang lusuh dan kumal, bahkan ada yang kelihatan sedang demam.
Setelah dari tempat penampungan, Ranti terus di giring ke markas utama mereka, dan ternyata di sana masih ada sekitar 5 orang lagi yang sedang asik main kartu.
Ranti berlagak seperti tawanan yang ketakutan
" Jangan perkosa saya bang, Abang mau uang berapapun aku berikan, pura-pura Ranti
" Kamu puaskan aku dulu, nanti baru aku bebaskan, kata si botak
" Tapi nanti teman-teman Abang ikut perkosa juga bang, kata Ranti geli
" Makanya kamu puaskan aku dulu, dan berikan aku 1 Milyar, aku jin mereka tidak akan mengganggumu
" Baiklah bang, tapi jangan kasar ya bang, aku belum pernah soalnya, kata Ranti
" Tenang saja, aku pasti pelan-pelan, kata si botak yang sudah nafsu
Seketika si botak sudah membuka bajunya, dan tinggal boxer saja, dan mendekati Ranti
" Mind Ruler aktifkan buat mereka semua saling bercumbu, kata Ranti
" Nona manis buka dong bajunya, rayu si botak
" Abang bantu bukain dong, tanganku terikat, bagaimana aku mau buka baju, kata Ranti
Dengan semangat 45 si botak membuka tali yang mengikat tangan Ranti, saat tangan si botak ingin memegang dada Ranti, tangan Ranti sudah lebih dulu memegang tangan si botak.
" Rose sinkronkan jarum dan Mind Ruler, perintah Ranti
* Baik Tuan, untuk mempercepat prosesnya Rose potong 200.000 Poin Pengabdian, dan prosesnya hanya 5detik
" Lanjutkan, kata Ranti sambil merayu si botak
" Nona saya buka sekarang ya, kata si botak
" Baiklah bang, tapi jangan kasar ya, kata Ranti
* Sudah Tuan, kata Rose*
Mind Ruler keluarkan jarum Hitam dan habisi mereka semua sekarang, perintah Ranti
Dalam sekejap jarum - jarum sudah beterbangan dan mencari sasaran
Si botak belum menyadari jika di punggungnya ada 3 jarum yang melayang-layang dan siap menikamnya.
Di ruang tengah tengah semua teman si botak sudah terkena Jarum, hanya saja Ranti masih menahan kekuatan nya untuk membunuh mereka
Si botak yang nafsunya sudah di ubun-ubun, melepaskan tangan Ranti dengan paksa.
__ADS_1
" Nona manis sungguh halus tanganmu, kata si botak
" Itu bonus buatmu, karena mulai hari ini kamu sudah tidak akan melihat dunia ini lagi
" Hahahaha, jangan kuatir, kamu pasti ketagihan, kata si botak
" Mind Ruler, Habisi sekarang yang diruang tengah dan jangan buat mereka bersuara, kata Ranti
Dalam sekejap semua jarum masuk lebih dalam ke tubuh Preman- preman yang berada diruang tengah, sudah mulai menggelepar, tubuh mereka mulai kepanasan
Sementara si botak, sudah sangat geram karena belum bisa mendapatkan Ranti, dan akhir dia berteriak,
" Apa yang kamu lakukan, tanya si botak
" Hari ini aku menghapusmu dari dunia ini, karena penjara terlalu enak buat kamu
" Akhhhh, bangsat kamu, kata si botak
" Tenang saja, teman-teman kamu juga sama, kata Ranti, sambil menahan kekuatannya untuk belum membunuh si botak
Ranti masih menyiksanya, tubuh si botak sudah mulai kepanasan tapi belum mulai proses pembakaran
" Sekarang kamu lihat semua teman-teman kamu, kata Ranti
Si botak lari ke pintu dan membukanya, ketika dia melihat ke lantai bawa, matanya langsung melotot, melihat teman-teman nya sudah mulai menghitam seluruh badan mereka namun masih hidup.
" Kau apakan mereka semua, dasar iblis kamu, bentak si botak
" Apa permintaan terakhir kamu, tanya Ranti mengejek
" Kamu biadab, manusia iblis kamu, teriak si botak
" Hanguskan ! perintah Ranti
Dengan segera 3 jarum langsung menancap lebih dalam ke tubuh si botak
" Mind Ruler, keluarkan jarum Putih dan buat tubuh mereka menjadi Es
Seketika tubuh para preman yang sudah mulai menjadi abu, Mulai berubah menjadi butiran Es.
Si botak sudah mulai hangus, jarum putih sudah menusuk kekakinya dan perlahan-lahan bangus dan menjadi Es mulai dari kaki.
" Bagaimana rasanya, enak tidak, ejek Ranti
Si botak sudah tidak bisa menjawabnya, hanya matanya yang melotot dan tertutup.
Proses menghanguskan dan pembekuan berjalan beriringan, kini semua tubuh preman- preman itu sudah berubah menjadi butiran Es.
" Kembali" , Ranti memanggil semua jarum yang menancap di tubuh para preman.
Dalam sekejap semu jarum sudah berada di dalam Cincin Semesta.
" Rose, berapa lama Es-es itu akan mencair, tanya Ranti
* Tinggalkan saja Tuan, dalam sejam semua es itu akan cair dan tidak akan ada bekas yang tersisa, dan hapus memori anak-anak itu untuk peristiwa hari ini, kata Rose
Tanpa komentar Ranti bergegas ke penampungan dengan mode Stealth, agar para tetangga tidak melihatnya.
Sampai di penampungan, Ranti menandai anak-anak itu dan mulai menghapus memori kejadian hari ini,saat Ranti datang di bawa oleh si botak.
Setelah selesai semuanya, Ranti berbicara
" Apa kalian mengenal Armando dan Salma, tanya Ranti
" Kami mengenal nya, tapi mereka sudah kabur, jawab seorang anak laki-laki
" Kenapa kalian tidak kabur juga, kata Ranti
" Kami takut di siksa, kata mereka
" Jangan berisik nanti mereka datang, kata Ranti pura-pura
" Siapa yang masih punya orang tua, lanjut Ranti
Tidak ada yang menjawab....
Kalian mau tinggal di Panti Asuhan agar kalian bisa sekolah dan tempat tinggal yang nyaman
" Kami mau kak di mana saja, asal jangan di tempat ini, kata mereka
" Kalian tunggu kakak disini hari Rabu abis Magrib, semua yang ada disini hari ini, kakak cari tempat dulu dan akan menjemput kalian, kata Ranti sambil mengontrol pikiran semua anak itu agar hari Rabu bisa berkumpul.
" Ini kakak kasih kalian uang untuk membeli makanan selama menunggu kakak disini, kata Ranti sambil memberikan uang 500 ribu perorang
Cukuplah itu buat mereka selama empat hari, gumam Ranti
" Kakak pergi dulu ingat hari Rabu abis magrib semua sudah berkumpul disini, kata Ranti
" Baik Kak, kata mereka kompak
Ranti pergi dan berjalan menjauh dari tempat itu, kemudian memesan taksi online untuk kembali ke Mall Pakuwon.
"
__ADS_1