
Ranti menjelaskan tentang niatnya membantu keluarga itu, dan betapa bahagianya ibu itu mendengar bahwa Ranti akan mengobati penyakit putrinya, serta akan memberikan biaya untuk sekolah kedua anaknya, juga akan memberikan uang kepada mereka untuk pulang kampung.
Ibu itu tidak tahu, bahwa mereka akan menjadi orang kaya baru, bagaimana tidak Ranti sudah menyiapkan uang dalam jumlah besar.
Rose dsn Tim-nya sudah selesai menyiapkan semuanya, ruko, mobil dan Rumah juga sudah di beli, bahkan Rose membelikan mobil 2 unit dan motor.
Untuk uang Deposito, kedua anak suami istri itu sudah di disiapkan masing-masing 50 milyar, sedangkan untuk suami istri itu masing-masing 150 milyar untuk deposito, untuk biaya hidup keseharian mereka 25 milyar, untuk kedua anaknya juga masing-masing 10 milyar, sedangkan modal usaha sebesar 30 milyar, jika di total keluarga itu mendapatkan 500 milyar uang tunai, belum dengan aset.
Tak lama berselang, suami ibu itu datang bersama dengan putra sulungnya dan kedua anak Yatim Piatu itu.
Rose juga menyiapkan Rumah, mobil dan motor serta Ruko, serta uang Deposito masing-masing 75 milyar, dan uang kebutuhan harian masing-masing 25 Milyar, terakhir modal usaha, Masing-masing 25 milyar.
" Maaf Nona, ini dia kakak beradik yang kami katakan tadi, dan yang ini adalah putra saya", ucap si suami.
" Baiklah, saat ini waktu saya tidak banyak, ambil ini untuk kalian semuanya, dan untuk perempuan ke ruangan sebelah dan buka baju kalian semuanya, setelah itu berbaringlah kemudian telanlah Pill yang barusan ku berikan.
Dan setelah menunggu lebih dari 1 jam, mereka semua keluar dari ruangan dengan sudah berganti pakaian yang di disiapkan Ranti.
Dan terlihatlah perubahan yang terjadi, Putri sepasang suami istri itu telah sembuh serta terlihat lebih tinggi dan lebih cantik.
" Terakhir telanlah Pill ini", perintah Ranti sambil memberikan Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak.
" Terimakasih Nona, kini kami terlihat lebih muda dan badan terasa ringan", ucap mereka.
" Sekarang teteskan darah kalian di atas SIM ini, 1 jam lagi mobil kalian akan datang", ucap Ranti.
Merek tanpa membantah sedikitpun melakukan perintah Ranti, dan sejenak mereka merasakan sensasi berbeda.
" Nona, kami seolah-olah sudah berpengalaman membawa kendaraan", ucap sepasang anak yatim piatu yang telah berusia 19 tahun dan 18 tahun.
Tidak tanggung - tanggung, Rose memberikan skil beladiri hanya 2 level di bawa seluruh saudara Ranti.
Sejam kemudian Aluna menelpon Ranti bahwa anak buahnya sudah berada di pantai, tepatnya di parkiran mobil, parkiran tersebut sudah di booking oleh Tim Keamanan Awal, yang di beritahukan oleh Tim Rose.
" Terimakasih Aluna, dan bagaimana kabar kamu, dan bagaimana dengan jabatannya", Ranti membalas dengan pertanyaan yang akrab.
" Baik-baik saja, terimakasih atas rekomendasi Nona Muda", jawab Aluna dengan sopan.
" Kami layak mendapatkannya, dan sekarang kamu cek Rekening kami", ucap Ranti.
Aluna bergetar melihat jumlah uang yang bertambah di rekeningnya, Ranti memberikannya bonus 25 milyar.
" astaga Nona Muda, ini banyak sekali", ucap Aluna.
" Gunakan baik-baik, dan jangan pamer di hadapan pacarmu, dan jangan pernah meninggalkan Grace bosmu", ucap Ranti.
" keduanya tidak akan saya lakukan, Nona Muda tau sendiri bagaimana hidup saya, dari dulu tidak pernah ingin memamerkan apapun", jawab Aluna.
" Baiklah, saya bahagia mendengarnya, jangan lupa masih ada beberapa mobil lagi yang harus kamu selesaikan, dan maaf saya tutup dulu karena ada tamu", ucap Ranti dan mematikan handphonenya.
" Bapak dan ibu, juga kalian berdua ayo ikut saya, saya sudah booking restoran untuk kita makan dan ada hadiah untuk kalian semuanya", ucap Ranti dan beranjak.
Mereka juga, beranjak mengikuti Ranti, begitu juga beberapa anggota dari Tim Keamanan Awal, hingga para pengunjung pantai bingung ada apa.
" Hey, orang miskin, kalian mencuri ya, hingga di kerumuni mereka", ucap ibu-ibu yang merupakan warga sekampung dengan suami istri itu.
" Pastilah mereka mereka mencuri, secara darimana mereka mendapatkan baju semahal itu", timpal seorang ibu lagi.
" Kalian mencuri silahkan saja, tapi jangan hasil curiannya kalian bagikan kepada anak yatim-piatu ini", tambah seorang ibu lagi dengan judes.
" Maaf ibu - ibu, mereka adalah keluarga saya yang sudah lama tidak berjumpa, jadi saya yang memberikan baju yang mereka pakai dan mulai sekarang sebaiknya kalian berpikir 2 x jika mau menghina mereka", tegas Ranti.
" Hahahaha, Nona, anda bodoh atau buta, sejak kapan mereka memiliki keluarga, asal kamu tahu saja, orangtua mereka lahir dan besar di kampung kami, dan tidak pernah kemana-mana, karena miskin", jawab salah seorang warga kampung itu.
" Baiklah, mau mereka saudaraku atau tidak, tetap aku aku membantu mereka", jawab Ranti dengan santai.
Para ibu-ibu yang geram di du cuekin Sepasang suami istri dsn juga rombongan Ranti, hanya mendengus, kemudian mengikuti Ranti karena merasa belum tuntas mengolok-olok sepasang suami Runi dan Ikhsan.
Tiba di parkiran mobil, mereka di suguhkan 4 unit Mobil merek Toyota, Ikhsan melihat Hilux Double Kabin, Corolla Cross, dan Toyota Yaris, serta Toyota Raize.
" Ini semua buat kalian, tapi mari makan dulu, saya sudah pesan ruang khusus untuk kita", ajak Ranti.
" Maaf Nona Muda, kami di perintahkan oleh Nona Aluna, agar mengirim mobil-mobil ini kesini, dan mohon diisi seluruh dokumennya dan nanti kami akan mengurus seluruh kelengkapan suratnya dalam 3 hari kedepannya sudah selesai", ucap anak buah Aluna.
" Oke, tolong semuanya di bereskan dan kirim ke alamat merek masing-masing untuk seluruh kelengkapan dokumen mobilnya.
Selesai mengisi dokumen, Ikhsan dan istrinya bingung, secara mereka tidak pernah mengendarai mobil, begitu juga kedua kakak beradik yang telah yatim Piatu, tapi mereka tidak membantah.
" Pak Ikhsan, mobil itu untuk anda, sedangkan Toyota Corolla Cross untuk istri anda, dan kamu Dirly dan Eva, Toyota Raize dan Yaris untuk kalian berdua.
__ADS_1
Ini adalah dokumen rumah dan ruko untuk kalian, hari ini juga kalian pindah kesana, tidak perlu bawa baju, karena semua sudah lengkap, dan masih ada motor untuk kalian berempat.
Sekarang ambilah juga ATM ini, saya sudah mengisi saldonya, untuk pak ikhsan dan istri, masing-masing 150 milyar untuk Deposito, untuk kedua anak kalian sudah kuberikan masing-masing 50 milyar untuk Deposito, modal usaha, saya berikan 30 milyar, untuk biaya hidup keluarga kalian juga sudah berikan.
Begitu juga kamu, Dirly dan Eva saya berikan juga Deposito, uang untuk kebutuhan harian juga Rumah dan Ruko seorang 1 unit, ambilah ini, adalah sertifikat rumah dan Ruko, serta BPKB mobil, sedangkan motor sudah berada di rumah kalian masing-masing ", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona, kami siap menjadi pelayan anda", jawab kakak beradik itu.
" Tidak perlu menjadi pelayan saya, cukuplah kalian hidup dengan baik dan selalu rendah hati, itu saja, serta kalian wajib membantu keluarga pak ikhsan", tegas Ranti.
Keluarga Pak Ikhsan dan juga Dirly dan Eva sangat bahagia, mereka tidak menyangka akan mendapatkan uang milyaran, juga mobil serta rumah kelas menengah ke atas.
Sementara itu, Salma, Mora dan Armando, lagi asyik bermain dengan siswa dan siswi lainnya.
" Kalian pulanglah ke rumah baru kalian, atau datanglah pamer sejenak ke warga kampung yang sombong kepada kalian", ucap Ranti.
Para ibu-ibu yang melihat Ranti dan keluarga pak Ikhsan serta Dirly dan Eva, hanya tercengang, bagaimana tidak, kini istri Pak Ikhsan, menyetir mobil sendiri saat keluar dari parkiran.
" Astaga, si Nona itu memberikan mobil kepada keluarga ikhsan dan anak yatim Piatu Dirly dan Eva", ucap ibu warga sekampung dengan mereka, dan beranjak ke arah Ranti.
" Nona, buat apa anda memberikan mereka mobil, sedangkan mereka tidak punya rumah", kata seorang ibu menasehati.
" Maaf, saya memberikan rumah, Ruko dan modal usaha", jawab Ranti enteng.
" Kami juga mau jika anda memberikan modal usaha", teriak seorang ibu.
" Maaf, saya masih ada kesibukan, jadi saya mohon pamit", ucap Ranti tak menanggapi permintaan ibu-ibu itu.
" Kok Nona hanya memberikan bantuan untuk mereka", ucap mereka.
Ranti tetap tak menanggapi omongan para ibu-ibu itu dan langsung beranjak di temani oleh Pratikno.
" Kalian tidak pantas mendapatkan bantuan dari Nona Muda kami, karena kalian orang yang sombong", ucap salah satu Tim Keamanan Awal.
Para ibu-ibu itu hanya bisa diam saat Pratikno mengatai mereka.
" Kakak darimana ? tanya Salma.
" Maaf tadi kakak ke restoran itu, ada apa sayang, apa mau makan atau minum", jawab Ranti.
" Salma mau minum saja, sama ambil dompet, Salma mau jajan sama kak Armando dan Mora", ujarnya.
" Ia kak, ucap Salma.
" Adik pintar, dan ya sudah ini dompetmu, dan kalau ada temanmu yang tidak punya uang, jangan lupa belikan mereka makanan", ucap Ranti sambil memberikan dompet Hermes milik Salma.
Salma dengan langkah gembira kembali berkumpul dengan teman-temannya yang sedang membeli bakso.
Sementara Ranti, sedang terlibat pembicaraan dengan Pratikno dan yang lainnya, Ranti mengutarakan niatnya untuk merekrut tenaga keamanan yang baru, dan pembentukan Tim Keamanan untuk menjaga seluruh Perusahaannya, artinya perekrutan semuanya terpusat di Surabaya dan Jakarta.
Jika Ranti sedang berdiskusi, sebaliknya Salma dan Armando juga Mora sedang terlibat adu mulut dengan pengunjung lain karena masalah Seafood.
" Dek, mendingan kamu jangan melawan mereka, orangtua mereka adalah orang berpengaruh di sini", ucap penjual Seafood.
" Maaf Bu, saya lebih dulu memilih udang dan cumi-cumi itu, dan ibu sendiri sudah menimbangnya dan memerintah anak buah ibu untuk memasaknya, dan mereka seenaknya mau merebutnya dari saya, jangan harap mereka bisa mengambil apa yang sudah menjadi milikku", jawab Salma.
" ibu takut nanti, dagangan ibu di hancurkan mereka, juga nanti ibu dilarang berjualan disini", ucap pemilik kios itu.
" Tenang saja Bu, jawab Salma singkat sambil melihat, banyak anak-anak remaja tanggung yang datang kearah Salma.
Anak-anak itu datang dan hendak menyerang Salma, namun Armando dengan sigap menghalangi.
" Jika kalian berani menyentuh adikku, maka jangan salahkan saya, jika saya bertindak kasar kepada kalian", tegas Armando.
" Hey anak kecil, memangnya kamu bisa melawan kami !, disini wilayah kami, jadi kamu juga jangan menyalahkan kami ! hardik mereka.
" Baiklah, silahkan sentuh adikku kalau begitu", tantang Armando.
" Nona Muda, apa perlu kami, membantu Tuan dan Nona Muda", tanya Pratikno.
" Kita lihat saja dulu, jika kedua adikku sudah terdesak, silahkan kalian bantu", perintah Ranti yang melihat situasi yang memanas antara Armando dan para remaja tanggung itu.
Salma dan Mora sudah siaga, Mora sendiri sejak diberikan Cincin Ruang Penyimpanan oleh Ranti, Dia juga sudah pintar beladiri.
Perkelahian akhirnya terjadi, Armando begitu lihai bertarung dengan para anak tanggung.
" Baru segitu saja kalian sudah capek, dasar lemah, makanya jangan mengandalkan latarbelakang keluarga", ejek Armando.
" Nona Muda, ternyata Tuan Muda Armando, memiliki nyali yang besar, serangannya juga akurat", ujar Pujiono.
__ADS_1
" Kalian saja, belum tentu menang melawan nya", bangga Ranti.
Hal itu wajar, karena Seluruh saudara Ranti, sudah berada di level Kaisar untuk Beladiri, Mora saja sudah di tahap grand master.
" Ternyata kamu jago bertarung juga", ujar para remaja tanggung itu.
" Jurus dan pukulan kalian, tidak berbobot", ejek Armando memprovokasi.
Pertarungan yang terlihat tak seimbang, Armando melawan 7 orang remaja tanggung sendirian, hingga membuat suasana pantai menjadi heboh, tapi tidak ada yang mencoba melerai, melainkan hanya berkomentar di media sosial.
Ranti dan Tim Keamanan Awal mendekat ke arah Salma dan Mora yang sejak tadi telah bersiaga.
" Kakak, Salma tak diijinkan kak Armando untuk membantunya", ucap Salma.
" Pergilah dan tunjukkan kepada anak-anak berandalan itu, kalau Salma bukan anak sembarangan", ucap Ranti.
" Baik kak, Salma gak mau kak Armando terluka", ucap Salma dan langsung berlari membantu Armando.
" Dek, biar kakak saja yang menghajar mereka, nanti kamu terluka", ucap Armando.
" Armando, biarkan adikmu membantumu", Ranti lewat telepati.
" Baiklah kak, jawab Armando.
" Dek, hati-hati, sambung Armando kepada Salma.
Ranti memberikan arahan kepada kedua adiknya, lewat telepati dan pertarungan sudah memasuki tahap akhir.
Terlihat para remaja tanggung itu, sudah mulai kelelahan, namun mereka belum mampu menyentuh Armando maupun Salma.
Setelah sejam bertarung, para anak berandalan itu akhirnya satu persatu mulai tumbang, para pengunjung terkejut dengan kelincahan Salma dalam menghadapi para berandalan itu.
Apalagi Salma menggunakan pola menyerang, Dan akhirnya mereka bertarung satu lawan satu.
" Saat ini di jarak 500 meter banyak preman yang sedang berkumpul untuk datang membantu para anak berandalan itu.
" Mind Ruler, aktif dan sinkronkan dengan mata semesta", perintah Ranti.
Dalam sekejap, para preman yang hendak membantu para anak berandalan itu bubar dan pulang kerumahnya masing-masing.
Sementara para anak berandalan sudah banyak yang babak belur dihajar Salma dan Armando.
" Sudah Dek, biarkan saja mereka", ujar Armando dan menghentikan pertarungan.
Namun saat Armando berpaling, seorang anak berandalan hendak menikam Armando, Salma melihatnya langsung menghadangnya, hingga pisau anak berandalan itu mengenai punggung Salma.
Dalam sekejap muka Ranti berubah dan kecepatan tinggi dia merangkul Salma yang masih berdiri sambil mencabut pisau yang menancap di di punggungnya.
" Salma... ! teriak Ranti
Para pengunjung pantai juga terkejut melihat aksi Salma yang mencabut pisau di punggungnya.
" Akan ku hancurkan keluarga kalian hingga tak bersisa", teriak Ranti.
" Aplikasi Mata Dewa, cari semua keluarganya", Perintah Ranti, sambil memberikan air surgawi kepada Salma.
" Dek, maafkan kakak", ucap Ranti sambil memeluk Salma.
" Tidak apa-apa, hanya sakit sedikit, dan sekarang sudah tidak sakit lagi", jawab Salma.
" Kak Armando, jangan sedih dong, Salma baik-baik saja", ucap Salma ke Armando yang merasa menyesal karena demi dia Salma kena tusukan.
" Tuan, seluruh keluarga dari anak-anak berandalan ini sudah ditemukan alamatnya mereka, memang mereka para anak berpengaruh di wilayah Malang",lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Hukum mereka semua, dan seluruh anak berandalan tadi, buat mereka jadi gila, khusus yang menikam Salma, buat badannya bau seperti sampah", perintah Ranti.
" Baik Tuan", balas Aplikasi Mata Dewa, dan langsung mengkombinasikan kekuatannya dengan mind Ruler milik Ranti.
Ranti menghapus ingatan semua orang yang melihat pertarungan Armando, Mora juga tak berhenti menangis melihat Salma yang bersimbah darah.
Tim Keamanan Awal, juga sudah menangkap seluruh anak-anak berandalan itu.
* Tuan, jangan kuatir, nona Salma pasti akan baik-baik saja, cukup berikan Pill Regenerasi Fisik", ucap Rose.
" Terimakasih Rose, tapi seluruh keluarga mereka akan saya hancurkan, tidak ada yang boleh menyentuh keluargaku, apalagi mereka berdua adalah adik kesayanganku", jawab Ranti dengan tegas.
* Baiklah, tapi jangan sampai Tuan membunuh keluarga anak-anak itu, juga hukumlah anak-anak itu sesuka hati Tuan, tapi jangan membunuhnya", ucap Rose.
" Baiklah, tolong kamu kirim orang dan tangkap mereka semua, masukan ke kantong Ruang 4 Musim, biarkan mereka disana selama 30 tahun, kemudian bebaskan, untuk keluarga mereka, cukup buat hidup mereka menjadi orang yang hidup pas Pasan", ucap Ranti.
__ADS_1
* Baik Tuan", jawab Rose.