SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Teman lama


__ADS_3

Pak Yoga Setiadi dan istrinya hanya senyum saja mendengar ibu itu bicara.


" Maaf Bu saya kesini bersama Bos besar saya, dia ada keperluan dengan ibu mengenai karyawan yang menabraknya",ujar pak Yoga yang sengaja tidak meneruskan kata-katanya.


" Maafkan atas kelalaian kami dalam mendidik karyawan, dia memang masih baru, makanya tadi malam saya tidak mengirimnya kesana, takut terjadi kesalahan", ujar ibu itu.


" Makanya, dampingi karyawan ibu karyawan untuk berbicara dengan bos saya", ujar Pak Yoga.


Sang pemilik ketakutan kehilangan pelanggan besar, Pak Yoga setiap ada tamu pasti akan memesan makanan Indonesia dari restoran itu, bahkan jika dia mau bertemu Tamu kadang saat makan Siang, dia membawa tamunya ke restoran itu, masakannya enak dan murah, apalagi bumbunya asli dari Indonesia.


Ketika ibu itu kembali mejanya, dia kaget melihat Anggun sedang berbicara dengan Ranti, seketika emosinya naik.


" Anggun, lihat perbuatan kamu, sekarang bos itu datang kesini mau membicarakan masalahmu, maafkan Ibu, jika terjadi apa-apa, ibu akan kembalikan kamu ke agen, restoran ibu bisa sepi jika kantor Pak Yoga tidak mau lagi memesan makanan disini, dan beliau juga tidak lagi makan siang disini, jadi maafkan Ibu, tidak bisa membantumu lagi, Ucap Ibu pemilik restoran itu.


" Saya yang minta maaf Bu, terimakasih 2 bulan ini, ibu sudah banyak membantu saya, tapi ibu mendengar beritanya hanya sepotong,", ujar Anggun.


" Katanya kamu menabrak Tamu penting kantor pak Yoga, hingga kamu di marahi oleh Manajer disana", ucap ibu itu.


" Itu benar Bu, saya tidak sengaja, karena saat saya kembali dari mobil pengangkut barang saya butuh- buru dan kaki saya di jegal oleh mas Anom, dan saat saya menghindar itulah saya menabrak bos besar di kantor Pak Yoga, dan ini orangnya", ujar Anggun sambil menunjuk ke arah Ranti.


" Anggun apa maksud kamu Nona ini tamu penting yang kamu tabrak?" tanya ibu pemilik memastikan.


" Ia namanya Nona Muda Ranti Putri Setiawan", Ujar Anggun.


" Maaf Nona Muda, dan maafkan kesalahan karyawan saya, kami akan mengganti rugi batas ketidaknyamanan buang diakibatkan oleh karyawan saya, saya yang salah tidak bisa mendidiknya dengan baik", ujar ibu itu.


" Tidak apa-apa, saya kesini karena memang ada tujuan lain, bukan membahas bapak kejadian tadi, asal ibu tahu, Kak Anggun adalah teman saya, orangtuanya juga saya kenal, jadi soal kejadian tadi saya tidak masukin dalam hati, saya hanya marah dengan orang yang berusaha menjegal kakinya kak Anggun,


Kak Anggun sangat berhati-hati dalam berjalan karena dulu kakinya sempat patah dan beruntung bisa sembuh dan kakinya kembali normal, saya minta tunjukkan laki-laki itu pada saya sekarang, atau saya akan melarang Kak Yoga memesan makanan disini dan seluruh karyawan saya larang makan disini, bila perlu saya rekomendasikan bahwa restoran ini dalam pelayanan", ucap Ranti tegas.


" Baiklah, anak itu adalah keponakan saya, hanya saja aku gak tau ada masalah apa dia dengan Anggun', ujar Pemilik Restoran.


" Mas Anom, ingin saya jadi pacarnya tapi saya menolak, karena saya kesini untuk bekerja, apalagi ibu saya butuh biaya untuk operasi, makanya dia beberapa kali membuat saya dimarahi ibu, semua teman- teman perempuan disini juga dan yang sudah berhenti, semuanya karena mas Anom, kami tidak mau bukan karena apa-apa, kan dia sudah istri dan anak di kampung nya", ujar Anggun.


" Kalau ibu tidak percaya, ini rekaman CCTV kejadian tadi, bahkan dia berusaha mencium dan memegang pantat kak Anggun saat berjalan kearah toilet", ujar Ranti menunjukkan Video di handphone nya.


" Anggun Maafkan ibu ya, tadi dia juga yang melaporkan kamu ke ibu, tolong maafkan ibu, Ucap ibu Pemilik Restoran.


" Ibu tidak salah, jujur saja, kami semua nyaman bekerja disini, ibu dan bapak sangat baik, kecuali saat mas Anom melaporkan hal-hal yang tidak benar, selama ini ibu juga banyak membantunya saya, termasuk meminjam kan saya uang saat baru datang dari agen, itu sangat berarti buat saya, makanya setiap ibu marah saya tidak masukin dalam hati", ujar Anggun.


" Terimakasih, sekarang ibu sudah tahu biang keroknya, padahal istrinya adalah keponakan ibu, kalau Anom keponakan suami ibu, makanya di bertingkah seperti itu", ujar ibu pemilik itu.


" Nah sekarang tolong panggilkan si laki-laki bejat itu, dan lain kali, ibu jangan hanya mendengar sepihak, yang rugi adalah ibu sendiri", ujar Ranti.


Setelah mendengar nasihat Ranti, ibu itu langsung memerintahkan pelayan agar memanggil Anom.


Dengan langkah santainya Anom Anom datang dari arah dapur, bergaya seolah-olah dia bosnya di restoran itu.


Saat Anom tiba di tempat ibu pemilik itu duduk dan menerima tamu, Anom terkejut bukan kepalang dan langsung pucat.


Ranti yang melihat Anom, matanya berubah merah dan berjalan kearah Anom yang sedang berdiri, dan langsung menampar wajah Anom, hingga dia tersungkur.


" Jadi laki-laki jangan kurang ajar kamu, kamu menjegal kaki Kak Anggun, licik kamu jadi orang", ujar Ranti dan kembali menampar Anom plak plak.


" Apa anda punya bukti jika aku yang melakukan itu", bantah Anom.


" Tanya sama bos mu, rekaman CCTV sudah saya berikan, sekarang saya minta kamu ganti rugi pada saya 50 ribu dollar, Untuk kak Anggun 100 ribu dollar Singapura, kalau tidak mau, maka saya lapor polisi, dan bukti pelecehan seksual pada pelayan wanita disini akan saya bawa ke kantor Polisi",ancam Ranti.


Ibu pemilik Restoran itu menunjukkan video rekaman CCTV pada Amon, seketika Amon tertunduk lesu dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.

__ADS_1


" Bagaimana ? apa kamu masih mau mengelaknya, sekarang bayar kompensasinya", tegas Ranti.


" Tapi saya tidak punya uang sebanyak itu, tolong maafkan saya", ucap Amon.


" Giliran ketahuan, memohon minta ampun, selama belum ketahuan, kamu tetap seperti itu", ujar Ranti.


" Ibu sebagai pemilik, apa yang akan lakukan dengan orang ini, apalagi istrinya adalah keponakan ibu ? tanya Ranti.


" Saya akan meminta keponakan saya untuk menceraikan laki-laki bejat ini, biarpun pamannya adalah Suamiku", dan besok pagi dia akan saya suruh pulang", ujar ibu pemilik restoran.


" Baiklah, dan saya ada satu permintaan dari ibu, yaitu besok saya akan membawa kak Anggun ikut pulang bersama, saya akan bayar kompensasi baik kepada ibu maupun kepada pihak agen", ucap Ranti.


" Tidak apa-apa, tidak usah bayar kompensasi kepada saya, cukup bayar ke agennya saja, biasanya 10 ribu dollar Singapura", kata ibu itu.


" Tolong ibu telpon pemilik agennya, dan saya akan menunggu disini sekarang, dan apakah kak Anggun punya hutang sama ibu ? tanya Ranti.


" ada, tapi hanya 500 dolar, tidak apa-apa", ucap ibu pemilik restoran itu.


" Ambil cek ini, hari Senin bisa di cairkan bank saya, itu sudah dengan kompensasi mengambil kak Anggun dari sini, terimalah jangan sungkan,


Dan sebagai rasa terimakasih, maka restoran ibu menjadi menjadi penyedia makanan untuk setiap ada acara di kantor kami, dan tambahkan beberapa menu lagi', ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, saya akan meningkatkan kualitas makanan kami dan pelayanan kami, serta peralatan nya saya akan ganti dan hanya khusus di gunakan di acara kantor Nona Muda", ujar ibu itu.


" Ya sudah hubungi pemilik agennya dan buatkan aku sop seafood, dan udang goreng tepung serta kentang goreng, buatkan juga untuk kak Anggun", perintah Ranti.


" Kak Yoga, Kak Dona, kalau mau pulang Silahkan gak apa-apa, hari ini waktunya kalian libur dan kasihan anak kalian masih kecil di rumah, dan ini buat Kak Dona, ujar Ranti sambil memberikan sebuah kota berisi 1 set perhiasan.


" Terimakasih Nona Muda, tapi apakah tidak apa-apa Nona Muda sendirian disini?" Tanya Dona.


" Tidak apa-apa kak, disini ada kak Anggun, nanti setelah urusannya beres kami berdua mau jalan-jalan, kalian berdua silahkan menikmati libur weekend", ujar Ranti.


" Baiklah dan ini kunci mobilnya, biar kami pakai mobil kantor saja, ujar Yoga.


" Maaf Nona Muda, ini sudah aturan Keluarga, tapi saya tetap menganggap Nona Muda sebagai adik kesayangan kami, percayalah aturan dibuat agar kita bisa tau dimana posisi kita berada, berbeda dengan Ayahku dan ayahnya Nona Muda, lihat tanganku, tatonya sudah muncul, itu berarti aku adalah bawahan Nona Muda", ujar Yoga.


" Ya sudah deh, padahalkan aku ingin semua anak-anak Paman Haris tidak kaku kepadaku", ucap Ranti sedih.


" Nona Muda adalah majikan ku, dan jauh lubuk hati kami, Nona Muda adalah adik kami, tau sendiri kami tidak punya saudara perempuan, ucap Yoga.


" Ia Nona Muda, saya juga dari awal sudah diajarkan untuk mentaati Baturan keluarga kita, tapi saya masih bisa memanggil Nona Muda dengan adik Ipar jika tidak berada di kantor", ujar Dona.


" Hahahaha, ini baru asik, kak Yoga sama saja dengan yang lain terlalu kaku", , ujar Ranti bahagia.


" Nona Muda, Adik saya ada tugas kampus untuk magang, boleh gak adik saya magang disini selama libur semester", tanya Yoga.


" Boleh, silahkan saja, buat suratnya dan aku tanda tangan besok sebelum pulang.


" Baiklah, nanti saya buatkan", ujar Yoga.


" Ya sudah silahkan kakak pulang dan bermain bersama keponakan ku", ujar Ranti.


Sepasang suami istri itu pergi meninggalkan Ranti bersama Anggun di restoran itu, sementara Ranti dan Anggun menikmati makanan yang disediakan oleh Restoran.


Sejam berlalu, terlihat ada sepasang suami-istri datang bersama dengan 2 orang gadis, dan di sambut oleh ibu pemilik restoran dan langsung mendekat ke arah Ranti.


" Maaf Nona Muda, ini bapak dan ibu pemilik agen tempat saya mengambil Anggun", ujar ibu pemilik restoran.


" Baiklah, silahkan duduk", ujar Ranti.

__ADS_1


" Maaf Nona, apa benar Anggun akan anda bawa pulang ke Indonesia?" tanya Pemilik Agen tenaga kerja.


" Ya, hari ini kak Anggun akan nginap di hotel bersama dengan dan besok sore, kami akan kembali ke Indonesia", ujar Ranti.


" Baiklah, tapi mohon isi Dokumen pengunduran diri nya dan di kenakan biaya 15 ribu Dollar Singapura", ucap Pemilik Agen itu.


" Tidak masalah, ujar Ranti dan segera mengisi Dokumen yang di berikan dan membayar denda 15 ribu Dollar Singapura.


" Nak, Anggun Wardana, mulai hari ini, kamu sudah tidak ada kaitannya dengan kami, tapi jika suatu saat, kamu membutuhkan pekerjaan di Singapura, Agen saya selalu terbuka untukmu, ujar pemilik Agen tenaga kerja itu.


" Terimakasih Pak, saya akan mengingat kebaikan bapak dan ibu, dan mohon maaf jika Anggun sudah banyak merepotkan", ujar Anggun.


" Tidak apa-apa, kamu anak baik, bapak dan ibu senang, jika kamu tidak bekerja lagi seperti ini, tapi tolong jangan lupakan bapak dan ibu, suatu saat kami akan berkunjung ke Indonesia", ujar ibu pemilik Agen itu.


" Anggun akan menunggu kedatangan Bapak dan Ibu", ujar Anggun.


" Bapak dan Ibu, terimakasih sudah membantu Kak Anggun, terimalah hadiah dari saya, mohon jangan di tolak, ujar Ranti dan memberikan mereka berdua 1 lembar cek berisi 100 ribu dollar Singapura.


" Ini banyak sekali Nona Muda, ujar mereka berdua.


" Tidak apa-apa, kebaikan kalian terhadap kak Anggun, jauh lebih besar dari uang itu, Ujar Ranti.


Ranti menyuruh Anggun untuk membereskan barang yang penting-penting saja, karena hari juga Anggun akan ikut Ranti ke hotel.


" Oh jadi Nona Muda pemilik Bank itu, tanya pemilik agen itu.


" Ia itu milik saya, hanya saja di urus oleh Yoga Setiadi", ujar Ranti.


" Hebat juga, masih muda tapi sudah sukses", ujar mereka.


" terimakasih Pujiannya, Oh terus yang 2 orang itu adalah pengganti kak Anggun?" tanya Ranti.


" Ia, itu aturannya jika anak buah saya berhenti sebelum masa kontrak selesai, maka kami harus menggantinya", ujar mereka.


" Maafkan saya kalau begitu, tolong panggil mereka berdua kesini", ujar Ranti.


Ibu pemilik agen itu memanggil kedua gadis muda itu agar mendekat.


" Tolong bantu ibu pemilik restoran ini dengan baik, suatu saat saya pasti datang lagi, saya punya beberapa apartemen disini, nanti setelah kalian selesai kontrak, kalian jangan kemana-mana, nah ini hadiah perkenalan dari saya, gunakan dengan Bijak", Ujar Ranti sambil memberikan kedua gadis itu masing-masing 1000 dollar Singapura.


" Bu, nanti kedua orang ini, jangan berikan kepada siapapun setelah mereka selesai kontrak, aku ingin mereka menjaga dan merawat apartemen saya, Ujar Ranti kepada pemilik agen.


" Kalian berdua bagaimana apa nanti mau lanjut kontrak dengan Nona Muda Ranti?" tanya ibu Pemilik Agen.


" Kami bersedia, tapi kami mohon ijin pulang dulu ke kampung 2 Minggu bary kembali bekerja", ujar kedua orang itu.


" Tidak masalah, di apartemen saya itu kosong, jadi setelah kalian selesai beres-beres, silahkan kalau kalian mau bekerja paruh waktu di restoran ini, tapi jangan seharian full", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, kami senang mendengarnya, kami berjanji akan bekerja dengan baik di restoran ini hingga selesai kontrak", ujar mereka berdua.


Anggun yang sudah selesai berkemas dan sudah turun dari lantai 2 membawa koper miliknya.


" Anggun, ingat pesan ibu, tetaplah jadi Anggun yang ibu kenal, kerendahan hati dan kejujuranmu adalah modal kamu di masa depan, ibu pasti merindukan kamu, ucap pemilik agen itu.


" Anggun, akan selalu mengingat nasehat ibu dan bapak, sekali Terimakasih atas kebaikannya, Anggun tetap akan memberi kabar kepada ibu dan bapak", ujar Anggun.


Setelah suasana haru Biru itu selesai, Ranti dan Anggun langsung memesan Taksi dan menuju ke hotel.


Di hotel, Ranti memberikan pakaian baru dan sepatu, kemudian mereka berdua pergi jalan-jalan, dan menyusul teman-teman Ranti.

__ADS_1


" Nona, aku rasanya jadi turis, padahal beberapa jam yang lalu aku hanya pelayan restoran dengan gaji 650 dollar Singapura.


" Hahahaha, santai saja kak, mati kita hidup, dan jangan kuatir, setelah urusan saya di Cirebon dan di Lampung, saya akan menyembuhkan penyakit ibu Kakak, dan saya akan rubah penampilan kakak biar lebih jelas cantiknya", ujar Ranti dengan gembira.


__ADS_2