
Sesampainya Ranti di kamar, dia langsung menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, dengan menggunakan elemen api ia mengeringkan tubuhnya, kemudian berbaring di kasur.
Sambil berbaring pikirannya melayang ke peristiwa Robin dan Tiara yang di pukuli, dendam bersarang di kepalanya, " Manusia seperti mereka akan ku hukum"
DING... DING
" maaf Tuan mengganggu istirahat Anda, silahkan anda menghukum mereka tapi jangan menghilangkan nyawa mereka*
" Baik Rose, tadinya mau aku bakar mereka hingga jadi debu"
* Mereka belum pantas Tuan, berikan hukuman setimpal saja, dan yang paling pantas adalah membuat mereka jatuh miskin, saran Rose adalah retas saja akun bank mereka dan berikan harta mereka kepada lembaga - lembaga penerima Donasi atas nama mereka*
" Wah bagus juga itu Rose"
" Aku akan kerjakan besok pulang sekolah, hari ini aku capek"
* Baik Tuan, selamat beristirahat*
keesokan paginya seperti biasa mereka mereka berlima melakukan aktivitas latihan Tai Chi selama satu jam.
Setelah mereka langsung ke kamar masing-masing dan membersihkan diri serta bersiap untuk kesekolah.
Selesai sarapan mereka berangkat ke sekolah bersama Mang Dul, tapi hari ini Ranti duduk sendiri karena Tiara tidak masuk.
Ranti mengerti karena kemarin dia mengalami hal buruk. Sepi karena tidak ada Tiara hingga sampai akhir pelajaran mood Ranti tidak baik.
keempat kakaknya yang melihat Ranti, cukup mengerti, jadi sepanjang jalan tidak yang berbicara, mereka memainkan handphone untuk menghilangkannya suntuk.
Sampai rumah mereka bergegas ke kamar masing-masing dan langsung berganti pakaian dan ke ruang makan, Ranti, bersuara nanti dia mau ke rumah Tiara.
Ditengah perjalanan Ranti melihat ada toko buah dan mampir membeli untuk Tiara. Akhirnya Ranti sampai di rumah Tiara, ketika melihat wajah Tiara yang nampak membiru lebam, emosi Ranti naik lagi.
Pasti sakit sekali ya, iba Ranti kepada Tiara
lumayan, ayahku juga sudah melaporkan kasus ini ke polisi, hanya tadi pagi mamanya anak itu datang ke kantor Polisi dan memberikan jaminan. Kata Tiara.
Ya namanya uang bisa untuk beli apa saja, kata Ranti.
Sejam Ranti berada di rumah Tiara, akhirnya diapun pamit, diruang tamu, Tiara bertemu dengan kedua orang tua Tiara, namun Ranti tidak banyak bicara, hanya berusaha sopan.
Ranti kini sudah berada di jalan dan mencari alamat bibinya Robin, sejam Ranti muter-muter akhirnya ketemu juga.
Ranti memarkir mobil dan berjalan ke tempat ada sepi dan " Stealth mode diaktifkan", seketika Ranti tidak terlihat.
Ranti menggunakan mata semesta dan mencari dimana sepupu Robin yang memukul Tiara.
Oh ternyata laki-laki anak mami juga rupanya, sudah besar masih di kelonin ibunya. Dengan sabar Ranti menunggu dan akhirnya kesempatan datang, Bibinya Robin pergi ke kamar mandi, Ranti mengaktifkan api hitamnya dan membakar tangan kanan sepupu Robin, dia berteriak-teriak kesakitan hingga bibinya Robin keluar dari kamar, kebingungan kok bisa tangan anak terbakar.
Hampir 15 menit tangan kanan sepupu Robin habis dan Ranti menghentikan pembakaran itu. Dan pergi meninggalkan rumah itu, karena dia lupa menonaktifkan elemen apinya maka setiap benda yang bisa terbakar langsung terlihat asapnya namun apinya tidak terlihat.
Para pelayan yang berusaha menyiramnya, tapi api tidak bisa padam asap tebal membumbung, pemadam kebakaran akhirnya tiba, tapi tetap saja api tidak bisa padam, sepupu Robin fan bibinya serta para pelayan semua keluar dan hanya menyaksikan bagaimana rumah berornamen kayu jati dan kayu-kayu mahal habis di lahap api Hitam.
__ADS_1
Ranti yan melihat kekuatan Api Hitam, seolah tak bersalah malah kagum dengan Api Hitam nya. Ranti masih berdiri melihat kejadian itu, selang 3 jam api padam dengan sendirinya, karena sudah tidak ada lagi yang bisa terbakar tidak ada arang yang tersisa, karena semua yang terbakar langsung menjadi abu.
Puas melihat-lihat, Ranti ke mobilnya dan pergi dari kompleks perumahan itu. seketika kompleks itu heboh, tapi bukan heboh karena rumah terbakar, mereka bercerita tentang apa yang tidak bisa di padamkan, bahkan mereka juga tidak melihat adanya bara api apalagi luapan api, seperti kebanyakan rumah terbakar.
Karena merasa bosan, akhirnya Ranti ke Mall kebetulan sudah di luar rumah mending ke Mall Galaxy yang sudah tinggal putar balik arah saja.
Kali ini dia mampir di outlet yang menjual Boba, setelah memesan dia cari tempat untuk sekedar duduk, tapi apes dia ketemu Darma, hufft Ranti mendengus.
Wah.. wah orang miskin lagi cari mangsa di Mall, mana si Tania Teman miskinmu itu, kata Nancy yang menggandeng tangan Darma.
Waduh Nona kasihan pacarnya baru pulang kantor sudah diajak jalan-jalan, kata Ranti menyinggung.
Ya gak apa-apa, bilang sama Tania, cari pacar yang jelas dan berkelas, seperti Darma, umur belum 25 sudah jadi Manajer di perusahaan keuangan, gaji 50 juta, belum tunjangan nya.
Terus apa aku dan Tania haru bangga gitu, hahahaha, lebih baik jomblo daripada punya pacar tapi pengangguran dan sok lagi, mobil kredit belum sampai 3 bulan, nanti bulan depan juga di tarik hahahaha, Ranti mengejek Nancy.
Biar kredit yang penting punya pekerjaan dan jabatan, tak berasa juga lunas, kata Nancy dengan bangga.
Darma hanya diam tak berkomentar, secara tadi pagi dia datang ke kantor tapi di usir oleh security, jadi jelas bukan Darma sudah menjadi pengangguran.
Nancy, biarkan saja orang miskin ini, kata Darma.
Karena emosi sudah di ubun-ubun, nancy berteriak, ibu-ibu hati-hati dengan wanita ini, dia penggoda suami orang, teriak Nancy
Jangan maling teriak maling, kamu pikir aku tidak tahu siapa kamu, jangan menyesal kamu jika semua orang tau kelakuan bejad kamu, Ranti berbisik ke Nancy, Di depan Darma kamu sok suci tapi dirumah kamu seperti apa hahahaha ancam Ranti
Dan kamu Darma kirim dalam buat Rendi, tanyakan ke kakak kamu apa dia sudah mengerjakan yang ku suruh, bilang dari Ranti Putri.
Dan perintah Ranti, jika Darma masih tinggal di rumah pemberiannya maka Rendi siap-siap kehilangan pekerjaan, siapa yang rela kehilangan gaji 2 milyar per tahun belum bonus. Apalagi Darma memang bersalah, jadi Rendi dengan tegas, memecat dan mengusir Darma itu lebih baik daripada dia yang kehilangan pekerjaan, juga istrinya yang memang bersaudara dengan Darma saja mendukung, karena sifat Darma dan keluarganya yang sombong.
Istri Rendi sangat menghormati Ranti, melihat suaminya sangat di percaya oleh Ranti, maka dia berjanji siapapun yang membuat suaminya kehilangan pekerjaan pasti dia tidak akan terima. Istri berpikir, sudah gajinya besar, bosnya royal dan bosnya sudah menganggap kami keluarga. Masa tega kami berkhianat dengan bos seperti Ranti, itulah pikiran istrinya Rendi.
Kembali ke Darma
Bagaimana suasana kantor hari ini, apakah sudah ada pertemuan dengan klien di restoran kenangan rasa, Tuan Darma yang terhormat. ujar Ranti
Saya yang miskin atau kamu yang miskin, saya miskin itu benar karena saya masih sekolah jadi wajar buang saya sedikit, kata Ranti ke Darma
Dsn kamu nona besar dari pemilik perusahaan Garam terbesar, pastinya uang kamu banyak bukan, pasti uang jajan kamu bisa sampai 50 juta perbulan atau lebih dan pasti kamu memiliki tabungan yang banyak, ejek Ranti.
Kamu pikir aku tidak tahu tujuanmu yang sebenarnya, Nona Besar... hahahaha..
Kamu juga Nona besar, silahkan katakan kepada Tuan Rendi katakan bahwa Ranti Putri sangat senang jika PT Garam Inti Surabaya, bekerja sama dengan Perusahaan Rendi
Darma dan Nancy yang mendapatkan kata-kata Rendi didalam kalimatnya, terpaku dan penasaran.
Apa maksud kamu, dengan sembarangan menyebut nama Tuan Rendi..! Dasar gadis rendahan tak tau sopan.
Wow.. kamu mengajarkan aku sopan santun, lantas tadi saya yang diam, terus Bagaimana dengan omongan kamu..! Nona besar Yang terpelajar.
Awas kamu, jangan minta jika Ayahku mempersulit kamu, ancam Nancy
__ADS_1
Hahahaha, salam buat ayahmu, tanyakan padanya apakah perusahaannya itu sanggup bertahan hingga 4 bulan dari sekarang.
Katanya orang kaya tapi tapi hutangnya milyaran.
Darma, bagaimana perjanjian kamu dengan ayahnya Nona besar kesayangan kamu.
Darma gugup, kamu siapa sebenarnya tanya Darma, yang sedari tadi sudah sangat tidak nyaman.
Tanya istrinya Rendi siapa Ranti Putri, kamu yang telpon atau saya telpon
Darma tidak berani menjawab...
Baiklah aku yang telpon... mode loud speaker...
Halo selamat Siang Nona Ranti, tumben telpon saya, maaf Nona ada yang bisa saya bantu, dan untuk masalah Darma itu sudah di selesaikan Mad Rendi sesuai perintah anda Nona, maafkan mas Rendi.
Kamu dan Rendi tidak bersalah, hanya manusia ini yang tidak tau terimakasih, untung kejadiannya sebelum kantor resmi beroperasi, jika sudah, berapa banyak dia mengambil keuntungan, bilang sama Rendi semua perencanaan dari manusia brengsek itu di tolak semuanya dan lakukan pembicaraan ulang pasti akan terbongkar semuanya.
Baik Nona, sekali lagi maafkan kecerobohan mas Rendi, dari malam dia terlihat murung dan menyesal Nona, mohon maafkan dia kali ini saja Non. kata istri Rendi
Kamu tenang saja, tidak ada pekerjaan yang sempurna, suami kamu terlalu baik, makanya dimanfaatkan oleh Manusia brengsek yang lagi di depan saya. Ranti merubah mode jadi video call.
Bagaimana Darma, akhirnya terjadi juga kan, suamiku berusaha menjadi saudara yang baik, padahal orangtuamu dulu paling suka menghina suamiku, tapi karena lebih berpikir keluarga maka dia bantu kamu, tapi dasar sifat sombong mu dan keluarga mu sudah mendarah daging hingga matamu tidak melihat jernih. kata-kata tajam istrinya Rendi
Orang-orang yang mendengarnya kaget, seorang gadis kecil yang terlihat biasa saja ternyata seorang pemilik perusahaan yang di gadang-gadang akan menjadi perusahaan besar, secara di TV iklannya sudah mulai di tayangkan, karena sesuai jadwal perusahaan ini akan beroperasi mulai Tanggal 1 Januari dan efektif kantor di buka tanggal 2 Januari.
Tuan Darma yang terhormat silahkan menikmati liburan mu yang panjang, semua perusahaan yang sudah dan nanti akan bergabung dengan perusahaan saya, akan dipastikan tidak akan menerima anda. Ucap Ranti
Dan kamu Nona Besar, jika kamu menyadari dan merubah caramu berprilaku, saya jamin perusahaan ayahmu akan selamat, dengan catatan kamu harus ikut bekerja di perusahaan ayah mu. kata Ranti
Satu lagi, kamu anak satu-satunya, apa kamu tega orangtuamu di masa tuanya hidup sengsara karena perusahaannya hancur, kalau kamu sudah bisa melaksanakan apa yang aku katakan, datanglah temui saya, 350 milyar bisa ku setujui, dengan bunga terbilang murah dan jangka pengembalian nya ku atur. Bagaimana Nona Besar
Nancy berlutut memohon, maafkan sikap saya Nona, mulai besok saya akan datang ke perusahaan ayahku, memang saat ini ayahku sudah sering sakit, hingga dia jarang ke kantor, dan inilah di manfaatkan karyawan untuk korupsi, 2 tahun lalu utang perusahaan hanya puluhan Milyar dan perusahaan tetap stabil, semenjak ayah saya sakit-sakitan, akhirnya perusahaan hampir tumbang, maafkan sikap saya dan hari saya sadar dan ingat jerih payah ayahku membangun perusahaannya.
Buktikan, saya tau kamu pintar jadi saya berikan kamu kesempatan untuk berubah, biasanya saya tidak pernah memberi ampun untuk orang yang menghina dan menuduhku, tapi aku lihat kamu punya potensi besar di masa depan, makanya aku melepaskan kamu dan memberikan kamu kesempatan untuk berbakti kepada orang tuamu. Kata Ranti
Terimakasih Nona, saya akan mengakui kesalahan saya kepada ayahku, jika nona tetap akan menghukum saya, saya ikhlas, tapi tolong jangan libatkan ayah saya kumohon, Nancy berujar sambil menahan tangis.
Saya memang akan menghukum kamu, tapi caranya berbeda, yaitu bekerjalah di perusahaan ayahmu, bantu dia dengan segala kemampuan kamu, pertanyaan saya siapa yang menderita jika perusahaan kalian bangkrut dan siapa yang menikmati jika perusahaan kalian bangkit dan maju, itu kami renungkan baik-baik. tinggalkan laki-laki brengsek ini, pacarnya yang lain sedang hamil, jika kamu bertahan dengan dia, percaya sama saya, kamu akan kehilangan segalanya.
Dia membuat perjanjian dengan ayahmu, jika pengajuan kredit 350 milyar di setujui maka ayahmu akan memberikan 10 milyar sebagai kompensasi bantuannya, coba kamu pikir, utang 350 milyar tapi hanya dapat 340 milyar, namun total hutang yang harus ayah kamu bayar tetap 350 milyar dan bunga juga di hitung total Pokok hutang, siapa yang rugi, belum lagi kamu harus melayaninya, berpikirlah Nona.
Semoga hari ini, adalah hari yang terbaik untuk anda Nona, sekali jika semua syarat sudah kami penuhi, maka buatlah kontrak kerjasama dan datanglah bersama ayahmu, dan kupastikan akan menerimanya dan menandatangani kontrak sendiri
Paham maksud saya. kata Ranti lalu pergi dari outlet Boba.
Saat Nancy berusaha berdiri, seorang gadis sedang hamil membantunya, nama saya Liana mantan Darma, dia meninggalkan saya dalam keadaan hamil, jadi sudah benar omongan nona tadi, aku dulu juga begitu bebal dengan orangtuaku, tapi untung aku belum terlambat bertobat, coba nona lihat sepasang pria wanita paruh bayah itu, mereka tetap dengan tangan terbuka memelukku dan tetap menerima saya walau dengan keadaan seperti ini. Kata mantan Darma.
Terimakasih Lia, dan maafkan saya, gara-gara saya Darma meninggalkan kamu, kata Nancy
Kamu tidak salah, diwaktu kamu hadir, kami memang sudah berakhir, hanya saya minta tanggung jawab anak ini, karena waktu itu orangtuaku belum tahu keadaanku dan aku memang takut dan malu untuk pulang.
__ADS_1
Hargailah jerih payah orangtua mumpung mereka masih ada, pulanglah dan bantu ayahmu, aku juga begitu, walau hamil besar, aku tetap berusaha membantu ayahku, walau hanya menemaninya ngobrol atau sekedar membuatkan minum, itu sudah berarti buat orangtua kita... motivasi Lia untuk Nancy