
Ranti bangga melihat Nino dan Diman sekarang, dia paham bahwa Nino dimasa lalu, hanya ingin memiliki usaha, dan sekarang ternyata dia sangat giat.
" Dek, Nona Ranti lah yang membuat saya seperti ini, dan saya sudah bersumpah akan jadi paman yang baik buat seluruh keponakanku, saya saat ini sedang di hukum oleh kakaknya Aisyah, tapi hukumannya sungguh membahagiakan, Kakak, hanya diharuskan mengembangkan modal yang di berikan Nak Ranti, kakak hanya minta doa dari adik dan adik ipar", ucap Nino.
" Pasti itu, kakak lihat kedua putra saya, saat mereka mendengar paman kesayangannya sudah bertobat, mereka sujud syukur", ucap Priyo.
" Nak Ranti sekali lagi terimakasih sudah mengembalikan kakak kebanggaan saya, ucap Priyo sambil membungkuk.
" Sama-sama paman, awalnya saya hanya tidak mau, adik saya di ganggu sama paman Nino dan Diman, tapi lambat lain saya bangga dengannya, dan lihatlah, usahanya makin maju dan Diman makin lebih baik dan tambah pintar di sekolah", ucap Ranti.
" Dek, kakak mau kembali ke Surabaya, kamu tau sendiri adikmu Salma", ucap Ranti.
" Ya sudah kalau begitu, tapi bolehkah Aisyah meminta sesuatu kepada kakak", tanya Aisyah.
" Katakan saja, tapi biarkan pamanmu Nino yang berbicara", ucap Ranti.
" Nak Ranti, mohon anakku Firman, kakaknya Diman, agar di pekerjakan di peternakan Nak Ranti bersama dengan Anjas", ucap Nino.
" Suruh dia pulang saja dulu dan istirahat, ambil ini dan berikan kepadanya, segerakan jika dia ingin segera menikah", ucap Ranti sambil memberikan cek senilai 1 milyar.
Tapi ingat baik-baik, jika ingin bekerja di perusahaan saya, harus belajar bagaimana menjadi orang yang rendah hati dan tidak sombong, juga jangan bawa-bawa nama adikku Aisyah, saya kira paman Nino paham maksud saya", lanjut Ranti memperingati.
" Baik Nak, Paman akan ingat pesannya, dan terimakasih banyak", ucap Nino.
" Ya sudah, saya pamit, nanti 2 hari sebelum paman Priyo mau kembali ke Malaysia, kasih tau Aisyah, biar nanti pulang pakai pesawat saya saja", ucap Ranti.
" Aisyah, ambil ini dan berikan kepada Paman dan bibimu serta kedua sepupumu, juga kakak sepupumu dan istrinya, dan terakhir berikan juga buat kakaknya Diman", ucap Ranti dan memberikan paket Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, serta serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh.
" Terimakasih kak, dan hati-hati di jalan", ucap Aisyah yang wajahnya langsung murung.
" Jangan kayak gitu, kapan saja kamu butuh kakak, pasti kakak akan datang", Ucap Ranti.
" Ia kak, jawab Aisyah dan mengantar Ranti ke mobilnya.
Sepeninggal Ranti, keluarga Bu Antara terus membicarakan soal Ranti.
" Aisyah, jangan selalu seperti itu, kakakmu nanti sedih, setiap dia datang dan hendak pulang kamu selalu seperti itu", ucap Bu Antara.
" Nanti Aisyah kangen bagaimana Bunda", ucap Aisyah.
" Kamu tinggal telpon dan hari Jumat malam kamu, tinggal pergi ke Surabaya, kan kamu bebas menggunakan pesawat kakakmu, atau jika kamu naik pesawat umum, takkan menghabiskan uang jajan dari kakakmu", ucap Bu Antara.
" Baiklah Bunda", jawab Aisyah.
" Kak, coba lihat apa yang tadi di tinggalkan oleh nak Ranti", ucap Priyo.
" Kalau yang ini, adalah amplop untukmu dek, ambil dan bukalah", jawab Bu Antara.
Setelah Priyo mengambilnya, dia segera membuka amplop itu, ternyata isinya ATM, Ranti sudah mengisinya dengan jumlah 5 milyar, untuk ongkos jalan-jalan.
" Astaga ini uang sangatlah banyak kak", kaget Priyo.
" Pakailah, jangan banyak komentar", ucap Bu Antara.
" Aisyah harta kamu sebenarnya ada berapa banyak? tanya Priyo
" Kalau Rupiah, sudah lebih 500 triliun, dolar Amerika hampir 20 milyar Dolar, Euro ada 5 milyar dan Yuan 2 triliun, sedangkan tiap bulan aku dapat 100 juta untuk jajan, pendapatan dari Gerai KFC saja, sudah sangat cukup untuk biaya hidupku, belum lagi sekarang aku punya 1 komplek perumahan yang berisikan lebih dari 500 unit, semuanya mau aku sewakan", jawab Aisyah.
" Bibi sampai bingung menghitungnya, celetuk istrinya Priyo.
" Sekaya apa kakakmu itu? penasaran Priyo.
" Hahahaha, kakakku adalah orang terkaya sejagat, uang tunainya saja 278 kualidrium, belum hasil dari seluruh perusahaannya", jawab Aisyah.
" Tapi itu rahasia kita dek, potong Bu Antara.
" Aisyah, kamu saja sudah sangat kaya, apalagi dengan kakak angkatmu, ucap istri Priyo.
Adikku Salma uangnya saja, sudah hampir 1500 triliun, itu uang rupiah, belum dolar AS, euro dan Yuan.
Tapi lihat saja mereka, hidup tetap sederhana, kakakku tidak suka dengan orang sombong apalagi sok kaya, kami semua di biayai oleh kak Ranti, tapi kak Ranti tidak akan pernah membantah jika, Kakak-kakaknya menyuruh tidur atau jangan pulang malam, kakakku sangat taat dengan Kakak-kakaknya, padahal kakakku yang memberikan semua harta kekayaan buat mereka.
Kakakku saja, sama kakak iparku Tiara tidak juga membantah apapun, karena bagi kakakku, seorang kakak tidak akan mungkin menyuruh adiknya berbuat hal yang tidak baik.
Kami semua wajib mentaati peraturan keluarga kami, makanya kami para adik, akan mendapatkan kasih sayang yang besar dari mereka, walau Aisyah bukan keluarga Utama, tapi tetap harus ikut aturan", jelas Aisyah.
" Pantas saja, kakakmu saat berkumpul dengan Kakak-kakaknya, tidak banyak bicara, saat mereka lagi bicara", ucap Priyo.
" Itu juga bagian dari aturan keluarga, tidak boleh memotong pembicaraan jika ada yang sedang berbicara, tunggu di berikan kesempatan baru bicara, itulah kenapa kakakku sangat marah, jika dia lagi bicara saat rapat di perusahaan, dan ada yang memotong pembicaraannya, sudah pasti di omelin", lanjut Aisyah.
" Aturan yang sangat ketat, tapi itulah cara kita membangun dan membentuk karakter seseorang", lanjut Priyo.
__ADS_1
" Makanya Kak Diman sangat tidak disukai oleh kakakku waktu dia menyakitiku, alasannya, jika bukan saudara kita yang menyayangi kita, lalu siapa lagi, dan beruntunglah kak Diman bisa mencerna maksud kakakku, dan jadilah kak Diman yang sekarang, pastinya sudah bisa Aisyah banggakan", ucap Aisyah.
" Terimakasih dek, kakakmu bilang, dia sendiri tidak ada hubungan darah dengan kamu, namun sangat menyayangi kamu, masa kakak yang sepupu kandung bertindak jahat seperti itu, itulah yang membuat kakak sadar, dan lihatlah sekarang, ternyata kakakmu, masih memberikan kakak kesempatan untuk menjadi kakak yang baik, dan tentunya bisa di banggakan adik", Ucap Diman dengan tulus.
" Aisyah dari dulu sangat sayang sama kak Diman, makanya saat kak Diman tersesat, Aisyah sangat sedih, tapi sekarang semua sudah lewat, kakak selalu ada disini", ucap Aisyah.
Ranti tersenyum bahagia, melihat laporan pembicaraan keluarga Aisyah dari Aplikasi Mata Dewa.
" Rose, apakah hukuman buat pak Nino sudah bisa di cabut? tanya Ranti.
" Sebenarnya sejak awal Tuan memberikan dia kesempatan, pak Nino memang sudah bertobat dengan tulus, aslinya dia memang sangat baik, tapi dia mengalami kebuntuan berpikir, hingga dia jadi seperti itu, lihat saja, bagaimana ikhlasnya dia menjalani hukuman dari Tuan, cabutlah hukumannya, agar dia merasa lebih bahagia lagi, Diman sendiri, akan menjadi kakak yang akan mengurus seluruh usaha Nona Aisyah dengan sangat jujur, hingga Nona Aisyah, bisa bebas menjadi pengacara bersama Nona Nuril", ujar Rose.
" Terimakasih Rose, besok kirimkan mobil dan belikan Rumah seperti yang saya janjikan, berikan juga tabungan deposito berjangka sebesar 5 Triliun, dan uang sehari-hari 2 triliun.
Untuk Diman dan kakaknya, berikan masing-masing 2 triliun deposito dan uang sehari-hari 500 milyar, belikan juga masing-masing 2 unit mobil untuk mereka, 1 mobil sport dan 1 lagi Toyota Corolla Cross.
Samakan juga dengan keluarga yang dari Malaysia, agar mereka tidak iri. dan jangan lupa keempat sepupu Aisyah belikan rumah, agar di kemudian hari mereka memiliki rumah yang bagus", ucap Ranti.
* Segera di laksanakan, tapi tetap Rose akan memberikan mereka aturan agar jangan jadi sombong atau besar kepala", ucap Rose.
Dengan kecepatan sedang Ranti terbang menuju Surabaya sambil berbicara dengan Rose.
" Tolong hari Senin saya ingin ke Manado, mau ketemu dengan orangtua kak Mercy, nanti setelah itu baru keluarga kak Friska, lanjut ke kak Vanya dan terakhir adik Armando.
Semoga mereka lebih bahagia, batin Ranti.
* Tuan tenang saja, kakak-kakak anda tidak ada satupun yang meninggalkan Tuan, karena mereka tidak ingin Tuan bersedih, kalian semua akan tetap tinggal bersama seperti rencana Tuan", ucap Rose.
" Terimakasih Rose, saya sangat bahagia mendengarnya, tak sanggup aku membalas pengorbanan kakak-kakakku, lihat saja, uang yang saya berikan hampir tidak pernah di pakai oleh mereka", ucap Ranti.
" Itu karena mereka tidak serakah, dan juga tidak royal, mereka senang memiliki uang, sama dengan Tuan, sangat senang punya banyak uang, tapi apakah Tuan, hidupnya berhura-hura, makan saja Tuan masih di pinggir jalan", puji Rose.
" Hura-hura untuk apa, tiap hari hidup makin sulit, itulah yang kami pikirkan, kami ingin sepanjang masa keturunan kami, semuanya hidup berkecukupan, walau nanti tidak sekaya sekarang, tapi minimal tidak sesusah dulu", ucap Ranti.
* Ratusan tahun kedepan, keluarga Tuan dan saudara-saudara Tuan, tidak akan mengalami kemiskinan, karena sepanjang abad keluarga Tuan, akan tetap hidup sederhana", ucap Rose.
" Syukurlah kalau begitu", ucap Ranti.
* Tuan lupa, bahwa Tuan akan menyertai mereka", potong Rose.
" Hehehehe, maaf aku terlalu banyak pikir", ucap Ranti.
Akan tetapi, bukan hanya emas saja yang ada di sana, melainkan beberapa jenis batu mulia lainnya, lokasi pulau itu di wilayah laut China Selatan.
Gunakan Elemen Tanah agar Tuan bisa mengambil semuanya, apalagi secara geografis pulau itu masuk ke wilayah sengketa, dalam waktu 6 bulan dari sekarang, wilayah itu akan terbuka, Sistem sudah tidak ingin melindungi pulau itu, oleh karenanya, silahkan Tuan ambil semua semuanya, jikapun ada yang tersisa, itu tidak melebihi 3 % dari seluruh hasil yang Tuan ambil.
Disana tersimpan biji besi terkuat di alam semesta, Tuan bisa mengolahnya, seiring perkembangan teknologi.
" Baiklah, saya akan mengambilnya, dan mohon kirim orangnya Rose", ucap Ranti.
* Akan Rose berikan sebanyak 1000 orang, tugas Tuan adalah mengatur struktur tanahnya, dan perlu di ketahui, batu-batuan itu , bisa Tuan jadikan pipa untuk menyalurkan gas, dari ladang gas milik tuan yang berada di dekat Proyek Treasure Island.
* Pipa-pipa itu akan mampu bertahan hingga 1000 tahun, formula pembuatannya, sudah Rose kirim ke laptop beserta modelnya", ucap Rose.
" Berapa banyak kandungan emas disana? tanya Ranti.
Lebih dari 10 juta ton, dan jika Tuan mampu mengeruknya, maka di sepanjang sejarah manusia, Tuanlah pemilik emas terbanyak.
* Setelah dirasa hartanya sudah habis, silahkan Tuan ambil keempat pohon yang bisa ditanam di dekat bendungan di Treasure Island, agar pulau itu tidak kekurangan air, juga bisa di tanam di Palu, Lampung dan Magelang.
Tak lama kemudian, Ranti mendarat di depan DAMKAR Supermarket, kemudian lanjut dengan mobilnya.
Suasana rumah sudah sepi, apalagi Salma dan Armando besok harus Sekolah.
Selesai membersihkan diri, Ranti tidur disamping Salma dan memeluknya.
Ranti sangat bahagia melihat kedua adiknya yang saling menyayangi, " Kakak akan selalu ada untuk kalian, jangan pernah kalian meninggalkan kakak", monolog Ranti.
" Selamat pagi kakakku yang cantik", sapa Salma dan Armando sambil memeluk Ranti.
" Pagi juga adik-adik kakak yang cantik dan ganteng, ayo bangun dan mandi", ajak Ranti.
" Kak Armando mau di mandikan kakak", ucap Armando.
" Ya sudah, bangunlah dan masuk kamar mandi", ucap Ranti sambil beranjak.
Yati hanya meletakkan baju seragam Armando dan Salma, kemudian pergi menyiapkan keperluan Salma dan Armando.
" Dek, hari ini kamu mau kemana? tanya Mercy.
" Pagi ini, Ade mau ke Manado, tapi langsung pulang, lagian acaranya jam 10.00 waktu disana", ucap Ranti.
__ADS_1
" Baiklah, selesaikan pekerjaannya dan langsung pulang, tau sendiri, kedua adik kita ini, entah kapan mereka bisa dewasa", ucap Friska.
" Biarkan saja mereka seperti ini, aku bahagia melihat mereka yang sangat manja kepada kita", ucap Ranti.
" Oh ya dek, Renata dan Renita, ingin kita ke Jogjakarta hari Sabtu besok, bibi Nindya ulang tahun", ucap Dewi.
" Ia, aku sudah kasih tau Ayah dan Bunda ku, nanti kita berangkat hari Jumat sore", jawab Ranti
" Aunty dan uncle semuanya, Hari kamis kan tanggal merah, Ketty mau karyawisata, apa bisa menemani Ketty? tanya Ketty.
" Bisa sayang, kami semua akan ikut menemanimu dan Bunda", ucap Mercy.
" Terimakasih Aunty dan Uncle", ucap Ketty bahagia.
" Sama-sama sayang, berikan senyuman yang cantik dulu", goda Rindu.
Ketty turun dari kursinya, dan mendatangi mereka semuanya dan mencium pipi para bibinya dan juga Armando.
" Kecil-kecil sudah pintar merayu Aunty", ucap Ranti.
Hehehehe hehehehe, ketawa Ketty.
Dewi selalu bahagia melihat putrinya bertingkah manja sama bibi-bibinya, juga sama kedua pamannya.
" Sudah ayo berangkat, nanti terlambat", perintah Ranti.
Nana sendiri sudah bersiap mengantarkan Ketty kesekolah, Nana pengasuh Ketty, sekaligus menjadi sopir pribadi, khusus buat Ketty.
Nana sangat bahagia, bisa bekerja dan lebih bahagia lagi, dia di percayakan untuk mengasuh keponakan kesayangan dari Ranti dan saudara-saudaranya.
Selain budenya, semua saudara yang sempat menolaknya, semuanya hanya bisa diam menyesali perbuatan mereka, apalagi mereka melihat Nana sudah sangat kaya, walau tak bisa menyaingi harta, Dewi pelayan dan Marni, apalagi Mang Dul dan Bu Likha.
Tiba di sekolah, seperti biasa, Salma dan Armando, akan di sambut Mora dan Sinyo, serta teman mereka yang lain.
" Kakak mau langsung ke Bandara, nanti malam kakak sudah dirumah", ucap Ranti pada Salma dan Armando.
" Jangan lupa makan ya kak, dan cium dulu dong", ucap Salma sambil menunjuk pipinya.
Ranti mencium pipi dan jidat kedua adiknya, kemudian beranjak pergi.
" Salma, kakakmu sangat sibuk, tapi masih menyempatkan waktu mengantar kamu ke sekolah", ucap teman Salma.
" Ia, makanya saya sangat bersyukur, dan saya harus membanggakan semua kakakku", jawab Salma.
Ranti yang sudah berada di udara, terus memikirkan akan Kakak-kakaknya dan juga adiknya Armando, biarpun kehadiran Armando tanpa di duga, tapi tetap Armando masih memiliki seorang ayah.
Armando sudah di beritahu soal ayahnya, tapi dia hanya berkata, apapun yang terjadi, Armando akan tetap disamping Ranti dan juga adik kesayangannya Salma, dan jika ayahnya butuh bantuan uang, Armando akan memberikannya.
Friska dan Mercy sendiri seolah tidak peduli, karena mereka sudah terbiasa hidup tanpa orangtua, tapi bukan berarti mereka tidak ingin bertemu dengan keluarganya.
Ranti dan Rindu sendiri, lebih memilih hidup bersama dengan Kakak-kakak dan kedua adik mereka.
Rindu sudah beberapa kali ke Jakarta menemui ibu, adik ya dan juga kakek serta neneknya, begitu juga Ranti, hanya bedanya, Adriansyah dan Monicha sudah mulai sibuk lagi, jadi jarang berada di Jakarta, tapi setiap hari, Monicha selalu menghubungi Ranti atau sebaliknya.
* Tuan semua perintah anda sudah selesai, aplikasi Mata Dewa sudah menemukan kebenaran soal kebakaran yang di tuduhkan kepada keluarga Nona Mercy", ucap Rose.
" Biarkan saja masalah itu, kita bayar saja permintaan orang itu, dan hari ini jatuh tempo pembayarannya", ujar Ranti.
* Benar Tuan, nanti sebelum makan siang, pihak keluarga itu akan mendatangi keluarga Nona Mercy, keluarga itu berniat mengambil tanah dan rumah keluarga Nona Mercy, sebagai bentuk ganti rugi", lapor Rose.
" Baiklah, kita lihat semampu apa mereka ingin merebut tanah dan rumah kakakku", geram Ranti.
" Ryu, bagaimana keadaan disana, tanya Ranti.
" Masih aman Nona Muda, kami berempat stand by, menunggu perintah", jawab Ryu.
" Perintahkan Zoey dan Joey agar mendekati rumah keluarga Kakakku, tolong jangan sampai terjadi sesuatu kepada mereka", ucap Ranti.
" Aplikasi Mata Dewa, tolong kirim pesan ke Brenda dan Maura agar datang ke Tomohon sekarang juga", perintah Ranti.
" Baik Tuan", balas singkat aplikasi Mata Dewa.
Hanya sepersekian detik, Maura dan Brenda menerima pesan agar segera ke Tomohon.
Dan hanya butuh waktu 15 menit, Maura dan Brenda segera meluncur, Brenda yang sudah sangat rindu dengan Ranti, begitu bahagia menerima pesan itu.
" Kak Inggrid, ayo kita ke Tomohon, Nona Muda Ranti akan kesana, bawa Junior sekalian, kak Maura dan si kembar sudah dalam perjalanan", ucap Brenda.
Sekedar mengingatkan, saat ini, Brenda telah memiliki kekayaan 10 triliun dalam bentuk deposito berjangka, untuk keseharian, dia di berikan uang sebesar 1 Triliun.
Namun ayahnya tetap belum bisa menerimanya, tapi Brenda selalu mengirim uang buat ibunya, walau hanya sedikit, agar mereka tidak curiga.
__ADS_1