SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kena semprot gara-gara makanan


__ADS_3

Setibanya Ranti dirumahnya, mereka bertiga langsung makan malam, Ranti melihat betapa lahapnya Salma dan Armando menikmati makanannya.


" Pelan-pelan sayang makannya, nanti keselek, Ujar Ranti.


" Makanannya enak, di tambah Salma juga sangat lapar", jawab Salma.


" Terimakasih ya sudah membantu Kakak tadi, ujar Ranti.


" Sama-sama kak, Salma senang kok waktu tadi kita membantu orang, hitung - hitung Salma belajar sambil praktek", ujar Salma.


" Mantab, nanti lebih giat lagi belajarnya", ujar Ranti.


" Siap kak, balas Salma singkat".


Selesai Makan malam Ranti langsung menuju ke kamarnya dan masuk kamar mandi, setelah mandi dia melihat banyak pesan di handphonenya, salah satunya dari Aubrey yang meminta Ranti menghubunginya.


" Halo kak,maaf baru buka handphone, ada apa Kak?" tanya Ranti.


" Kakak hanya mau minta Juice yang pernah kamu kasih waktu itu, Punya kakak sudah di habiskan kak Paul", ujar Aubrey.


" Ya sudah besok kakak kerumah Saja nanti aku titip sama Bu Likha, soalnya aku sekolah pulang Sore", ujar Ranti.


" Tidak apa-apa, besok sore saja kakak datang", sahut Aubrey.


" Begini saja besok kakak tunggu saja di panti Al Azhar, aku pulang sekolah mau kesana dulu baru pulang rumah, terus bagaimana dengan kaki Kakak apa sudah tidak ada masalah beberapa bulan ini?" tanya Ranti.


" Tidak ada, malah semua badan kakak tambah sehat", ujar Aubrey.


" Ya sudah sampai ketemu besok di panti", ujar Ranti.


Keesokan hari seperti biasa, seluruh kakak beradik sarapan pagi bersama, Ranti dan Rindu beserta kedua adik mereka berangkat sekolah.


Pagi-pagi disekolah sudah heboh dengan datangnya beberapa mobil yang isinya perangkat peralatan sekolah, bersama keluarga dari Gilang.


" Ada apa ini pak Gading, ujar Bu Michelle dan guru-guru lainnya, ternyata pak Gading juga datang bersama tukang jahit pakaian.


" Saya ingin bersyukur, istri dan Putriku sudah sehat, kenalkan Irmawati Istriku dan ini Putriku Embun Samudra", ucap psk Gading.


" Tapi ini untuk apa Pak?" tanya Bu Michelle.


" Kami ingin seluruh guru-guru mendapatkan seragam baru, masing-masing 3 potong, sedangkan lusa, ada orang-orang kami akan merenovasi lapangan parkir dan seluruh parkiran akan kami pasang paranet agar motor dan mobil siswa bisa adem, tenang saja Bu Kepsek ini bukan menyogok sekolah, ucap pak Gading.


" Saya harus bicara dengan Ketua Yayasan dan juga pemilik Sekolah Pak", ujar Bu Michelle.


" Hahahaha, Silahkan saja, saya justru senang, jika ibu ingin membicarakan dengan petinggi ibu, jujur saja saya sudah menghabiskan miliaran untuk kesembuhan istri dan Putriku tapi tidak ada hasil, tapi malam tadi, hanya 4 jam saja, istriku dan Putriku bisa sembuh, dan gratis lagi, jadi mending uangnya saya gunakan untuk merenovasi parkiran dan pagar sekolah", ujar pak Gading dalam mode bahagia.


Bell istirahat berbunyi, semua anak-anak bergegas ke kantin, disana sudah ada Keluarga Pak Gading.


" Adik-adik semuanya, kantin hari ini gratis untuk kalian, Silahkan di nikmati, ujar pak Gading, kemudian memberikan sejumlah kepada pengelola kantin dan dia pergi bersama keluarganya".


" Mas jangan berlebihan begitu, kasihan Gilang nanti bukannya bahagia tapi nanti dia malu, lihat Ayahnya seperti ini", ucap Irmawati.


" Astaga mah, papa jadi jadi lupa, tapi ya sudahlah sudah terlanjur", ujar pak Gading.


" Kamu itu mas, ucap Irmawati".


" Tau gak mah, bukan mas perhitungan, tapi 5 tahun kalian mas rawat hingga ke luar negeri dengan uang ratusan miliar tapi gak sembuh, itupun mas tetap ikhlas, apalagi kalau cuma 20 miliar menyumbang untuk sekolah anak kita, Mas tidak peduli", ujar pak Gading.


" Terserah mas saja, mamah bahagia, mas tidak meninggalkan mamah", Ujar Irmawati.


" Mas tidak akan meninggalkan mamah sampai kapanpun, ujar Psk Gading.


" Ayah, Embun boleh beli mobil gak?', tanya Embun.


" Kalau mobil boleh, tapi maaf kalau motor ayah tidak ijinkan", ujar psk Gading.


" Ia Embun janji gak main motor lagi, sekarang embun mau fokus adaptasi dengan keilmuan, agar selesai paket Embun ingin kuliah, supaya kedepannya, bisa bantu ayah bekerja", ujar Embun.


" Ayah senang mendengarnya, pokoknya apapun yang kamu mau ayah setuju, kecuali motor, "ujar Pak Gading.

__ADS_1


" Terimakasih Ayah, Embun harus berhasil, biar usaha ayah dan Nona Muda Ranti dalam menyembuhkan Embun tidak sia-sia", ujar Embun.


" Kedepannya, keluarga kita wajib menghormati Nona Muda Ranti, ayah dan Gilang juga di kasih 1 Pill, katanya untuk memperbaiki Fisik dan Jaringan Sel dalam Tubuh, serta Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh", ujar Pak Gading.


" Hahahaha, biar ayah dan adik tambah ganteng, secara ayah lihat, Bunda dan Embun sekarang sudah sangat cantik", ujar Embun.


" Kamu benar sayang", tapi nanti pas libur baru kami memakainya", ucap Pak Gading.


Gilang juga hari ini terlihat berbeda, dia tidak lagi angkuh seperti 2 hari pertama dia masuk sekolah, kini senyumnya dan gaya bicaranya lebih teratur, hingga Ranti sendiri merasa tidak sia-sia memberikan Gilang kesempatan.


" Gema, Yudi, Kiran nanti pulang sekolah saya mau ke panti kalian, mau mengecek pekerjaan Gedung disana", ujar Ranti.


" Baik Nona Muda, pasti ayah dan Bunda senang, jika Nona datang", ujar mereka.


" Ia, sekaligus ada yang ingin ku bicarakan dengan orangtua kalian", ujar Ranti.


" Kami sangat senang, jika Nona ingin ngobrol dengan ayah dan bunda kami.


" Saya ingin bertanya kepada kalian bertiga terlebih dahulu, dan tolong jawab dengan jujur", ujar Ranti


Ketiga orang itu melihat raut muka Ranti yang berubah serius, membuat mereka jadi gugup.


" Nona Muda, mau bertanya apa?" tanya Yudi.


" Berapa kali seminggu kalian makan daging sapi dan berapa banyak kalian di berikan jatah makan daging sekali makan?" tanya Ranti.


" Seminggu 2x daging sapi, 2x daging ayam dan sisanya ikan laut atau ikan darat, kalau porsi daging hanya sepotong perorang di tambah telor goreng", Ucap Gema yang takut jika berbohong.


" Lalu bagaimana dengan susu kalian, setiap hari berapa gelas perorang, begitu juga buah- buahan", tanya Ranti.


" Sehari kalau susu hanya 1 gelas untuk pagi hari saja, kalau buah, tiap orang sepotong atau perbiji jika itu jeruk atau apel", lanjut Gema.


" Apa kalian juga di buatkan cemilan, seperti kue brownis, atau pisang goreng dan lainnya", tanya Ranti.


" Jarang paling seminggu 2 atau 3 kali, sedangkan kacang hijau seminggu sekali hanya saat hati Sabtu saja, selesai kerja bakti", ujar Kiran.


" Kalau begini saya tidak suka, saya lihat tagihan beberapa bulan ini, kalian pesan daging, buah, susu dan bahan kue serta lainnya sangat sedikit, sedangkan mie instan, telur dan ikan sangat banyak, ini tidak seimbang, apalagi kalian sama sekali jarang pesan Roti, padahal saya sudah bilang, setiap pagi, walaupun sudah sarapan tapi harus bawa roti ke Sekolah, tapi aku lihat kalian jarang bawa roti", ujar Ranti kesal.


" Hemat boleh, seperti jangan beli barang yang tidak Perlu, tapi soal makan tidak ada kata berhemat, saya sudah atur bersama dengan ahli gizi, jadi semua yang kami atur itu sudah standar gizi, begitu juga dengan saat kalian puasa Senin dan Kamis, semua sudah kami atur, agar kalian sehat dan ibadahnya lancar", Ujar Ranti.


" Maafkan kami, kami yang mengusulkan ke ayah dan Bunda agar kita jangan terlalu royal dalam hal apapun, kami ingin adik- adik kami bisa kuliah, jadi kami belajar berhemat", ujar Gema sambil menunduk.


" Ranti, mungkin kita bicarakan dengan pak Fatur dan istrinya", ucap Tiara.


" Ia nanti pulang sekolah saya mau kesana, saya hanya ingin anak-anak Panti makan dengan bahagia dan kebutuhan gizinya terpenuhi, aku sudah lihat bagaimana tersiksanya orang yang mengalami gizi buruk", ujar Ranti dengan tatapan sendu".


" Ia aku mengerti, tapi jangan marahi mereka bertiga atas usulan mereka, mungkin mereka tidak ingin terlalu membebani kamu", ujar Tiara.


" kalau soal lainnya itu terserah mereka, tapi kalau soal makan mereka harus turut dengan program yang ku buat, mereka bisa sehat dengan begitu ibadah lancar, belajar juga lancar, artinya kualitas hidup bisa meningkat", ujar Ranti.


" ia, tapi jangan dengan emosi, lihat mereka bertiga sampai menangis, apa kamu tega lihat teman- teman kita merasa bersalah seperti itu", ucap Tiara, menenangkan Ranti.


" Gema, Yudi, Kiran, aku senang kalian berpikir seperti itu, tapi aku juga sangat ingin kalian terpenuhi gizi, hingga kalian bisa sehat dan segar, aku sedih jika kalian sakit atau menahan keinginan", ujar Ranti.


" Maafkan kami yang tidak paham maksud baik Nona Muda, ujar mereka bertiga.


" Sekarang kalian sudah paham maksud saya, nanti saya jelaskan ke Ayah dan bunda kalian", ucap Ranti.


" Tapi jangan marahi ayah dan Bunda, karena ini semua ide kami bertiga", ucap Kiran.


" Tenang saja, paling aku marahnya hanya sedikit", canda Ranti.


" Tolong Nona Muda, biar sedikit jangan, kasihan ayah dan Bunda, ujar Kiran lagi.


" Ya sudah, kalian tenang saja, aku memang ingin bicarakan soal ini dengan ayah dan bunda Kalian, juga ingin melihat progres pembangunan gedungnya, kangen juga aku belum kesana sudah mau 2 bulan, ujar Ranti.


" Ia Nona Muda", jawab mereka bertiga.


Tak terasa jam pulang telah tiba, Ranti pamit ijin ke Rindu untuk ke Panti Asuhan Al Azhar.

__ADS_1


Tiba di panti asuhan Al Azhar, Ranti di sambut oleh Pak Fatur Rahman dsn istrinya.


Mereka masuk ke ruang rapat dan Ranti langsung menunjukkan laporan pesanan mereka ke pak Ryan.


" Pak Fatur Rahman, tolong habiskan apa yang sudah saya atur, semua itu sudah saya diskusikan dengan ahli gizi, jadi semua yang tertera disini harus digunakan, Porsi daging jangan hanya sesendok atau sepotong, susu wajib pagi dan malam sebelum tidur, begitu juga buah, dan setiap hari sediakan cemilan, daripada mereka jajan di luar, dsn setiap pagi selesai sarapan, bungkus roti dan suruh anak-anak bawa kesekolah", ujar Ranti.


" Tapi Nona Muda, apa tidak membengkak pengeluaran nya", ujar pak Fatur.


" Tidak, semua sudah saya hitung, Dengan tabungan yang ada saja, untuk pendapatan bunga dari Bank tidak akan habis dalam setahun, Minggu kemarin saya sudah masukkan deposito 4 triliun, dan pengeluaran biasa kalian ada 286 Milyar, Pendapatan bunga pertahunnya hampir 88 milyar, artinya perbulan 7 miliar lebih, apakah dengan jumlah anak yang hanya 100 bisa menghabiskannya, ditambah bayar listrik dan biaya karyawan.


Paling hebat kalian makan hanya 1 miliar perbulan, listrik paling 20 juta, karyawan saat ini hanya ada 6 orang, paling banyak gaji mereka 30 juta perbulan, tambah jajan mereka, taruhlah kalian pakai tiap bulan 2 miliar, nah apa lebihnya tidak banyak,


Jadi tolong, jangan terlalu berhemat untuk makanan, untuk kalian berlima, sudah saya berikan uang pribadi agar tidak lagi menggunakan uang Panti, gunanya untuk apa, agar mengurangi biaya gaji dari uang Panti, hari ini saya ingin semua kembali seperti rencana awal, besok Sabtu dokter akan datang periksa kesehatan dan gizi mereka semuanya", ujar Ranti.


" Baiklah Nona Muda, kami lakukan itu demi mengurangi beban Nona Muda", ujar pak Fatur.


" Terimakasih pak Fatur memikirkan hal itu, tapi tenang saja, saya tidak akan kekurangan uang, percayalah, bahkan saya sudah menambah 1 lagi panti di Jakarta, Pak Fatur lihat anak-anak Panti Asuhan Charity dan Agape, semuanya sehat-sehat dan belajar mereka jadi semangat dan berprestasi, itu semua pangkalnya dari asupan gizi yang baik", ujar Ranti.


" Kami sungguh salah dalam hal ini, maafkan kami, ujar istri pak Fatur.


" Sudahlah, yang penting sekarang bapak dan ibu sudah mengerti maksud saya, ujar Ranti


" Nona Muda, Minggu kemarin bapak dapat uang dari Nona Muda sangat banyak", ujar Pak Fatur.


" Pakailah dengan baik, saya juga sudah memesan Paket Umroh dan Paket Haji untuk Tahun depan kalian bisa umroh dulu, tahun depannya lagi baru kalian bisa pergi Haji", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, padahal kami sendiri kesulitan mencari paket umroh dan Haji, kini sudah dipermudah buat kami berdua", ujar pak Fatur Rahman sambil sujud syukur setelah menerima amplop berisi Paket Umroh dan Haji.


" Sudah jangan terlalu sentimentil begitu, sekarang mari kita lihat progres gedung yang kita bangun", ujar Ranti.


Ranti mengirim pesan ke Aubrey, kalau dia sudah berada di Panti Asuhan Al Azhar, dan di balas Aubrey dia segera kesitu.


" Rose, Transfer uang 150 juta Yuan buat Gema, Yudi dan Kiran, serta Pak Ryan juga 150 juta Yuan, perintah Ranti.


* Oke, Tunggu 5 Menit".


Tak lama kemudian Aubrey datang dan langsung di arahkan anak-anak Panti ke bagian belakang, dimana Ranti sedang melihat - lihat para pekerja Pamannya.


" Pak Fatur, jika mereka bekerja secepat ini, mudah-mudahan 2 tahun lagi kalian sudah menempati gedung baru, dan juga sekolah sudah beroperasi ", ujar Ranti.


" Benar Nona, apalagi tiap hari Pak Nikson sendiri yang datang mengawasi mereka", ujar pak Fatur.


Di tengah obrolan mereka, Aubrey tiba-tiba datang dan menyapa mereka.


" Selamat Sore Pak Fatur dan ibu, saya ada perlu sedikit dengan adikku Ranti", ucap Aubrey.


" Selamat sore juga Nona Aubrey, silahkan kalau ada perlu", ujar Pak Fatur.


" Bapak dan ibu tidak usah Pergi, saya hanya mau ambil pesanan saya, jadi bukan masalah penting", ujar Aubrey.


Setelah Aubrey mendapatkan juice buah abadi, dia pamit langsung pulang, karena sudah tidak sabar ingin menikmatinya.


Ranti juga segera pamit karena sudah mau Maghrib, tapi dia bertemu dengan Pamannya yang baru saja turun dari mobil.


" Oh ada ponakan Cantik rupanya", ucap Nikson.


" Tumben kamu main kesini, apa karena ayah dan ibumu lagi pergi, hingga kamu kesini", ucap pak Nikson.


" Enggak juga Paman, hanya ingin datang berkunjung saja, sekaligus melihat progres Pembangunan Gedung saja", ujar Ranti


" Oh gitu, hari ini paman lagi meeting dengan pak Pribadi dan Tim dari PT Andalan Mas, kami membicarakan soal titik lahan untuk pembangunan Rusunawa Tahap 3, ujar Pak Nikson".


" Baguslah, apakah pekerjaan disana lancar?" tanya Ranti


" Lancar, tidak ada masalah berarti, jadi semua berjalan sesuai dengan rencana", Ujar Pak Nikson.


" Syukurlah kalau begitu, tapi paman saya pamit dulu, sudah mau Maghrib ujar Ranti.


" Ia Paman juga mau pulang, Paman kesini hanya numpang parkir mobil saja, si Aubrey beli mobil setelah kami kirim uang banyak, jadi Paman ngalah saja, lagian ini mobil untuk ke proyek, jadi titip Disni", ujar pak Nikson.

__ADS_1


" Sampai jumpa lagi Paman", ujar Ranti dan langsung bergegas pulang rumah.


__ADS_2