SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Menghancurkan lagi


__ADS_3

Menempuh jarak lumayan jauh dari lokasi restoran ke rumah Keluarga Sungkono, tak membuat Ranti letih, justru dia bersemangat.


Ketika tiba di depan Gerbang rumah Keluarga Sungkono, Ranti melihat dengan mata Semesta, ternyata mereka tidak ada yang tidur siang, dirumah itu ternyata hanya tinggal Sungkono dan pasangan tidak sah, Berarti sangat wajar membakar rumah ini.


Rumah yang berdiri megah itu memiliki luas tanah yang besar, dengan kondisi seperti itu maka sangat cocok untuk di bakar.


Dengan segera Ranti mengeluarkan Drone beserta Jarum Black Soul nya, kemudian dia menembakkan jarum - jarum itu kearah rumah Sungkono, Drone membuka semua tabung gas.


Seketika terdengar ledakan, membuat semua penghuni rumah langsung berhamburan keluar.


Security kompleks dan Security pribadi berusaha menelponku Tim Pemadam Kebakaran, dan mereka mengatakan siap meluncur.


Dengan Mata Semesta, Ranti memastikan tidak ada lagi orang didalam rumah, dengan menghentak kakinya, dalam sekejap terjadi getaran tanah yang luar biasa.


Bangunan itu mulai goyah, Elemen tanah menghancurkan pondasi Rumah itu, hingga hanya butuh 30 Menit rumah itu sudah mulai bergoyang, Ranti menambah kekuatannya, dan saat Tim Pemadam Kebakaran tiba, disaat itulah rumah itu runtuh.


" Ayo kita kembali ke basecamp, rumah sudah hancur, api juga sudah padam", perintah komandan".


Terlihat Sungkono tertunduk lesu, uang di rekening satu lagi hanya beberapa milyar, paling tidak sampai 10 milyar, aplikasi mata Dewa sengaja tidak mengambilnya.


Karena sudah selesai, kini Ranti bergerak ke markas Preman yang tak jauh dari pabrik sabun milik Ranti.


Begitu tiba di dekat gedung itu Ranti keluar dengan Armor Transparan Mode Stealth dan sarung tangan pemindah, untuk keluar dari mobil.


Terlihat begitu banyak anak buah Sungkono, Drone segera membuat keributan dan membuka tabung dan langsung meledakkan nya.


Para Preman berlarian keluar dari gedung itu, dengan Elemen Tanah Ranti untuk menghancurkan pondasi gedung berlantai 4.


Tak menunggu lama, gedung itu mulai bergerak, bergoyang-goyang dan terlihat kaca jendela mulai retak.


Para preman yang masih berada didalam gedung segera bergegas berlarian keluar dari gedung, setelah dipastikan gedung itu kosong, Ranti menambah kekuatannya.


Dalam sekejap, gedung itu mulai miring, elemen tanah membuat tanah menjadi tidak stabil, para pengendara yang melewati daerah itu banyak yang berhenti.


Ranti yang ingin semuanya cepat selesai, membuat dia menambah kekuatannya pada mode 60 %, hasilnya, dihadapan ribuan pasang mata gedung itu ambruk, dan dalam sejenak warga hanya bisa terdiam keheranan.


Polisi datang dan memeriksa lokasi kejadian, tapi mereka juga kebingungan, hal ini di karenakan gedung sebelah kiri dan kanan tidak terjadi apa-apa, bahkan ketika penghuni kedua gedung itu di mintai keterangan, mereka menjawab bahwa tidak merasakan apa-apa.


Ranti bergegas pergi dari situ dan kembali di mana mobilnya di parkir, sementara di lokasi rumah Sungkono juga terlihat puluhan polisi dan warga serta wartawan, disaat yang sama mereka mendapat berita bahwa terjadi peristiwa yang hampir sama telah menimpa sebuah gedung.


Kedua peristiwa ini jelas membuat pihak kepolisan menjadi bingung, belum lagi mereka memecahkan beberapa gedung yang tenggelam, kini mereka sudah di perhadapkan dengan kasus yang menurut mereka aneh.


Di posisi lain, terlihat kegelisahan para pejabat, setelah mendapat pesan dari orang kepercayaan mereka, terkait hancurnya kediaman keluarga Sungkono.


Mereka sudah terlanjur mengundang pemilik 2 Mega Proyek Kota Terpadu, bahkan para wartawan juga sudah di konfirmasi perihal rapat itu.


" Tuan bagaimana anda menyikapi kelima pejabat itu ?" tanya Aplikasi Mata Dewa.


" Miskinkan mereka, ambil semua harta hasil korupsinya selama menjabat, cari rekening rahasia mereka, setelah itu sebarkan seluruh skandal mereka, lakukan sekarang", tegas Ranti.


" Baik Tuan", jawab aplikasi Mata Dewa.


* Langkah yang cerdik, Tuan harus ingat baik-baik jika berhadapan dengan pejabat kotor, Sistem mengijinkan tuan bertindak kejam, karena keputusan mereka akan berdampak bagi masyarakat, dan dampak paling butik akan dirasakan oleh masyarakat miskin", tegas Rose.


" Terimakasih Rose, saya akan mengingatnya dengan baik", jawab Ranti.


" Sudah Tuan, saya sudah menguras setengah dari harta mereka, total semuanya 100 milyar, skandal mereka sedang berproses di server media sosial, juga sudah dikirimkan ke seluruh TV Nasional", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Terimakasih", singkat Ranti fan langsung bergegas menuju ke rumahnya.


" Kak, boleh gak jemput Salma dan Mora, sekarang Salma berada di rumahnya", ujar Salma.

__ADS_1


" Baiklah, tapi apakah kamu mengajak Mora ikut kita ke Jogjakarta", tanya Ranti.


" Ia Kak, katanya dia ingin lihat kita yang di Jogjakarta", ujar Salma.


" Ya sudah, Salma tunggu kakak disitu, Sebentar lagi kakak sampai", ujar Ranti.


Ranti melajukan kendaraannya menuju ke rumah Mora, dia tidak pernah keberatan jika Salma mengajak Mora, toh sistem sudah melihat bahwa Mora akan menjadi teman setia dan menyayangi Salma, hampir sama dengan Tiara kepadanya.


Setelah berkendara selama 20 Menit, Ranti tiba di rumah Mora, dia disambut orang tua Mora.


" Selamat sore Nona Muda, silahkan masuk", ujar ibunya Mora.


" Oh sudah mau selesai renovasi rumahnya?" tanya Ranti".


" Ia Non, tinggal pasang keramik dan garasi Mobil, mungkin bukan depan kami pindah dan lanjut renovasi rumah yang ini, ujar ibunya Mora.


" Baguslah, oh ya Bibi dan Paman, kami mau ajak Mora liburan ke Jogjakarta, nanti Minggu Sore kami baru tiba lagi di disini, selanjutnya, nanti saya akan buatkan Mora paspor, kelak nanti kami liburan ke luar negeri pasti Salma merengek-rengek minta Mora juga ikut", ujar Ranti.


" Kami terserah Nona Muda saja", ujar suami istri itu.


" Salma apa kamu sudah berikan hadiah untuk Mora?" tanya Ranti".


" Sudah kak, itu sudah di buat kalung oleh Mora, Salma juga", ujar Salma sambil menunjukkan handphone nya dan Mora".


" Ya sudah ayo kita pulang, pasti kakak-kakak sudah menunggu kita", ujar Ranti.


Para tetangga yang melihat perubahan Mora, sungguh membuat mereka iri, secara Keluarga Mora yang dulu sangat miskin kini berubah menjadi orang yang kaya, walau keluarga Mora belum mampu menyaingi kekayaan pak Sumadi dan Wawan di kompleks itu.


Para tetangga juga merasa iri, karena mereka melihat Mora selalu pergi jalan-jalan dan juga pakaian Mora sejak berteman dengan Salma, terlihat sangat bagus, penampilan Mora juga kian terlihat cantik dan terurus.


Mereka tidak tahu saja, kalau Mora sudah di berikan Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh serta Pill kecerdasan, otomatis akan membuat Mora terlihat lebih cantik dan pintar.


Sebelum berangkat, Ranti memerintahkan Rose agar memberikan uang kepada orangtua Mora sebesar 1,5 triliun dan buatkan kartu khusus untuk Mora dan isi Saldo sebesar 500 milyar, hasil dari rampasan 5 perusahaan.


" Terimakasih Nona Muda, kami berjanji akan lebih semangat lagi bekerja, ucap ayahnya Mora.


" Baguslah, saya tidak mau dengar kalian berubah, oh ya uang yang saya berikan kemarin apa masih ada?" tanya Ranti".


" Masih banyak Nona Muda, kami hanya beli 2 rumah dan 1 mobil Toyota Corolla Cross dan 1 motor Nmax, serta untuk renovasi 3 rumah. Maaf kami tambah beli 1 rumah lagi karena pemiliknya akan pindah ke Manado, karena semua anaknya sudah disana duluan", ujar ayahnya Mora.


" Tidak apa-apa, jadikan ada 2 rumah yang disewakan, lumayan buat biaya listrik dan bensin kendaraan kalian", ujar Ranti.


" Ayo Kak, Mora sudah siap", ajak Salma.


* Tuan, Rose sudah buatkan 2 Rekening untuk nona Mora, 1 untuk Deposito berjangka dengan saldo 500 milyar dan rekening 1 lagi Saldo 100 milyar untuk keperluan nona Mora sehari- hari, berkas kedua rekeningnya dan 2 Kartu nya sudah berada di dompet Tuan", ucap Rose.


" tapi tanggung 500 milyar, tolong buat 1 triliun saja, apakah bisa dirubah", tanya Ranti".


" Bisa Tuan", tunggu 5 menit lagi baru tuan ambil kartunya, ucap Rose".


" Paman, Bibi saya kasih tahu, untuk masa depan Mora, saya sudah siapkan juga deposito berjangka sebesar 1 Triliun untuknya, dan jangan sekali-kali kalian mengganggu uangnya itu, jika hal itu terjadi maka saya akan menarik semua fasilitas yang saya berikan untuk Paman dan Bibi, jangan lupa seluruh ruangan kalian pasang AC, biar nanti Salma kesini bisa lebih nyaman", perintah Ranti.


" Mora juga minta seperti itu, dia bilang Salma kegerahan kalau main kesini, apalagi katanya saat ke kamar Mora, saat ini kami sudah pesan AC untuk seluruh kamar kami dan 3 AC untuk ruang tamu, ruang makan dan TV, Ucap Ayahnya Mora".


" Maaf, bukan bermaksud sombong, tapi kalian lihat saja, baju adikku sudah basah karena keringat apalagi disini sudah kayak rumah keduanya, jadi saya pastikan dimana dia berada dengan waktu yang lama, maka dia harus nyaman", ucap Ranti.


" Tenang saja Nona Muda, biasanya Nona Salma sebelum kesini pasti telpon dulu, jadi kedepannya saat dia bilang mau kesini, pasti semua AC sudah kami nyalakan agar saat Nona Salma tiba Ruangan kami sudah adem, jujur saja Paman juga senang kalau Adem, apalagi saat libur dan nonton TV, hehehehe", ujar ayahnya Mora.


" Hahahaha ternyata, Paman juga nyaman", tawa Bahagia Ranti.


" Mora, kamu simpan 2 kartu ini, yang warna hitam jangan dipakai dulu, kalau kamu mau belanja ke Indomaret atau Alfamart serta belanja di Mall, Pakai kartu yang mandiri platinum, kartu itu sama dengan yang biasa di pakai Salma", Ujar Ranti.

__ADS_1


" Terimakasih kasih kak, Mora sudah paham, Berarti Kartu yang BRI, biar bunda yang simpan saja, ujar Mora sambil memberikan Kartu BRI ke ibunya.


" boleh, biar bibi yang menyimpannya, ucap Ranti".


Setelah memberikan kartu dan menjelaskan fungsinya, mereka bertiga langsung berangkat ke rumah Ranti.


Sepeninggal Ranti, kedua orangtua Mora saling menatap.


" Mah, simpan baik-baik kartu milik Mora, kita jangan pernah mengganggu pemberian Nona Muda buat Mora", ujar ayahnya Mora.


" Mas, uang kita saja masih sangat banyak, tahun depan saja kita dapat bunga puluhan miliar, buat apa kita mengganggu milik Mora, yang ada dia dan Nona Muda akan kecewa dengan kita", ujar ibunya Mora.


" Kita bersyukur saja, kelak Mora bisa menghidupi dirinya sendiri, dia tidak lagi kekurangan, bahkan nanti jika usianya untuk menikah, dia tidak akan bergantung pada suaminya", ujar ayahnya Mora.


" Ia mas, Mora juga nanti bisa kuliah di Universitas terbaik, sekarang kita hanya fokus membiayai pendidikan si bungsu", ujar ibunya Mora.


" Mah nanti kita beli kulkas besar, papa ingin selalu ada buah dan cemilan dirumah, agar Nona Muda Salma bisa nyaman main disini", ujar ayahnya Mora.


" Ia, kita beli, sudah saatnya juga kita hidup dengan makanan yang lebih baik, biar anak kita tumbuh dengan sehat dan kuat", ujar Ibunya Mora.


" Papa tidak pernah bermimpi kita akan memiliki uang sebanyak ini, tolong jangan beritahu siapapun, jika keluarga kita butuh bantuan, ya kita bantu saja, tapi jangan cerita jika kita memiliki uang banyak, apalagi cerita soal Uangnya Mora, mama tahu sendiri dengan sifat keluarga kita yang selalu merendahkan kita, apalagi kamu selalu di ejek oleh saudara-saudaraku, begitu juga kedua kakakmu yang selalu menghina pekerjaanku", ujar ayahnya Mora.


" Kenapa ya mas keluarga kita kompak meremehkan kita berdua", ujar ibunya Mora.


" Ada uang ada saudara, tidak ada uang tidak ada saudara, mungkin mereka berpikir seperti itu, kita tetap wajib merawat orang tua kita yang masih hidup, Minggu depan keluarga mas ada pertemuan keluarga, pas hari Sabtu, jadi mamah dan Mora bisa ikut", ujar ayahnya Mora.


" Baik kita semua Pergi, tapi apakah kita bawa mobil atau motor?" tanya ibunya Mora.


" Bawa mobil saja, kalau mereka bilang itu mobil sewaan, biarkan saja kamu diam saja, jika mereka masih meremehkan kamu", ujar ayahnya Salma.


" Sudah biasa itu mas, yang penting mas selalu menyayangi mamah itu sudah cukup, lihat mereka katanya banyak uang tapi hampir tiap hari berantem, beda dengan mas, ada masalah mas tidak maki-maki dalam menyelesaikan masalah, makanya mamah bahagia walau hidup kita pas-pasan dari saat kita menikah, sekarang kita bisa menikmati hidup dengan layak, terserah mereka mau ngomong apa, selama mas berada disisi mama dan anak- anak", ujar Ibunya Mora.


" Terimakasih mah, papah bersyukur menikahi mama yang baik hati dan sabar menghadapi papa yang dulu nakal dan suka mabuk, tapi jujur saat mama merespon cinta papa, sekejap nafsu untuk berantem dan mabuk entah hilang kemana", ujar ayahnya Mora.


" Mama juga bingung melihatnya, biasanya orang tukang mabuk sangat sulit untuk berhenti, tapi papa kok bisa dengan cepat berhenti dan hingga sekarang, bahkan dulu papah yang suka kasar sama orang kok bisa jadi lembut, jujur mama diam dan selalu bersyukur, ternyata papa orang sangat baik dan bertanggung jawab", bangga ibunya Mora.


" Mungkin ini sudah takdir papa yang jahat mendapatkan Istri yang sabar, jadi Tuhan memberikan papa berkah berupa tanggung jawab dan merubah jalan hidup papa", ujar ayahnya Mora.


" Mora persis seperti kamu mas, dia akan galak pada orang yang tidak dia tidak suka, takutnya dia ngamuk saat dirumah orangtuamu mas", ujar Ibunya Mora.


" Benar kata orang-orang, anak sulung perempuan akan memiliki sifat yang dominan milik ayahnya, hehehehe, tapi bersyukur karena Mora mewarisi kecantikan mamah, coba kalau wajahnya mirip papa yang seram ini", ujar ayahnya Mora.


" Biar seram tapi mamah jatuh cinta juga sama papa, dan ternyata pilihan mama tepat, papah tak pernah kasar, baik mulut apalagi fisik", ujar ibunya Mora yang juga membanggakan suaminya.


" Ya sudah papah mau istirahat sebentar, nanti papa kerja masuk malam", ujar ayahnya Mora.


" Mau di temenin gak?" tanya ibunya Mora.


" Hahahaha, nanti malah papa tidak jadi istirahat", ujar ayahnya Mora.


" Hahahaha, ya sudah papah istirahat, mamah mau jemput si bungsu yang lagi main di rumah pak Wawan, dia senang banget lihat bayinya istri Wawan", ujar ibunya Mora.


" Kalau begitu, kita buat Dede lagi aja, goda ayahnya Mora.


" dasar genit, emang papa masih mau Punya anak lagi", tanya ibunya Mora.


" Bercanda mah, kita sudah punya sepasang anak, itu sudah cukup, lagian kalau mamah punya bayi lagi, kasihan mama kerepotan urus kami semua, sekarang waktunya kita lanjut pacaran, ujar ayahnya Mora.


" Kalau papa mau punya anak lagi mama tidak keberatan, asal papa bahagia, tapi kalau mau jujur, mama juga ingin menikmati seperti sekarang yang sudah tidak repot urus bayi lagi", ujar ibunya Mora.


" Papa juga gak mau mama repot dan juga lelah, biarpun mama bersedia punya anak, tapi papa yang memang sudah gak mau, papa maunya sekarang kita menikmati hidup dan merawat kedua anak kita", ujar ayahnya Mora sambil merangkul istrinya.

__ADS_1


" Ya sudah istirahat, sabar saja sebulan lagi, kita bisa tidur dengan lebih nyaman karena sudah pasang AC, ujar ibunya Mora.


" Ya sudah, jemput si bungsu dan tolong bangunin papah saat Maghrib', ujar ayahnya Mora, sambil masuk kamar.


__ADS_2